Jejak Karya

Jejak Karya

Monday, November 09, 2009

KISAH SANG PENYUSUP (part.3)


Jum’at, 6 November 2009. Pukul 12:55… siap-siap menyusup lagi… berangkat dari “markas Pink” bersama al ukh.. menuju satu tempat… Kampus II UNS (Mesen). Waktu di angkot 03 bertemu dengan 2 akhwat yang punya misi yang sama. Pukul 13:10 sampai di lokasi. Akan tetapi, mana nih yang lainnya??? Katanya kumpul jam 13:00??? Ke-INDIBATH-an masih perlu di upgrade nih (yang nulis ini juga!!! Lha wong telat juga…). Saya pun bertemu dengan beberapa saudari yang juga mau ikut agenda bersama siang itu. Banyak yang kemudian bertanya “Lhoh, kok masih di sini ukh, kan sudah lulus???”. Diawali dengan senyum, dengan enteng saya pun menjawab “Ya.. mumpung masih di Solo dan mumpung ada kesempatan ikut aksi, karena bisa jadi inilah aksi turun ke jalan saya yang terakhir”. Yup, aksi ini memang diselenggarakan oleh gabungan organisasi mahasiswa muslim se-Solo Raya, yakni : FSLDK dan KAMMI. Emm… status “mahasiswa” atau “mantan mahasiswa” bukan menjadi soal, is that right??? (kayaknya, kali ini Anda harus sepakat dengan saya)…yang penting bisa ikut AKSI!!! Karena bisa jadi inilah wujud kontribusi yang “sangat kecil” untuk saudara kita di Palestina.
Pukul 13:45 longmarch dari Mesen sampai ke Gladak sebagai wujud aksi solidaritas Palestina dimulai. Sepanjang perjalanan, yel-yel perjuangan menjadi backsong langkah kami. Seruan-seruan ajakan untuk bersimpati pada Palestina membahana di sepanjang jalan yang kami lalui. Tak sedikit masyarakat yang menyaksikan, tapi kami tak banyak tahu isi hati mereka. Ikut memikirkan saudara kita di Palestina kah?? Ikut bersimpati kah??? Atau hanya sekedar menjadi penonton??? Wallahu’alam..
Backsong yang mengiringi perjalanan kami siang itu :



BEBAS DAN MERDEKA
Bebas dan merdeka… Milik kita bersama…Takkan seorangpun… Boleh mengambilnya
Masjid yang suci takkan ternodai, Walau berkorban segala yang dimiliki..
Ayo bebaskan! Bebaskan masjid ini..
Al-Aqsha yang suci tak boleh menangis lagi
Ayo bebaskan! Bebaskan negeri kita..
Tanah Palestina dari tangan durjana

PALESTIN DI DADAKU
Palestin didadaku… Palestin kebanggaanku…
Ku yakin hari ini pasti menang
Kobarkan semangatmu… Tunjukkan kegigihanmu..
Ku yakin hari ini pasti menang



GELOMBANG KEADILAN
Kan melangkah kaki dengan pasti
Menerobos segala onak duri
Generasi baru yang telah dinanti
Tak takut dicaci tak gentar mati
Bagai gelombang terus menerjang
Tuk tumbangkan segala kedzoliman
Dengan tulus ikhlas, untuk keadilan
Hingga pertiwi gapai sejahtera
Takkan surut walau selangkah
Takkan henti walau sejenak
Cita kami hidup mulia
Atau syahid mendapat surga


MARS PEMUDA ISLAM

Wahai pemuda Islam bersatulah…
Dunia Islam menanti langkah sucimu
Luruskan niat di hati rapat barisan sejati
Jadikan diri pemuda Rabbani
Allah Ghoyatuna, Muhammad Qudwatuna
Qur’an dusturuna. jihad sabiluna
Allah tujuanku, Muhammad teladanku
Qur’an petunjukku dan jihad jalanku
Syahid di jalan Allah cita-cita tertinggi..
Syahid di jalan Allah cita-cita tertinggi..

JALAN JUANG
Sabarlah wahai saudaraku, tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang, tak sekedar bongkah batu karang
Yakinlah wahai saudaraku, kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya, tetaplah al-haq pasti menang
Tanam di hati benih iman sejati, berpadu dengan jiwa Rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati, tuk tegakkan kalimat Illahi..
Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan azzammu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar janji
Namun janji Allah yang Haq dan pasti…
=========================================================


SIANG ITU…
Panas sang mentari menusuk pori-pori kulit kami,
Tapi ini tak sebanding dengan panas desiran mesiu yang menembus tubuh mereka…
Tetes keringat membasahi tubuh kami,
Tapi ini tak sebanding dengan tetesan darah yang keluar dari tubuh mereka..
Tersengal-sengalnya nafas saat kami berlari,
Tapi ini tak sebanding dengan nafas terakhir yang mereka hembuskan…



Saudaraku, hanya sedikit ini yang bisa kami berikan…
=====================================================================
Ada yang menarik saat aksi kali ini. Sesampainya di Gladak… Matahari tersapu awan… Seolah alam-pun mendukung aksi kami siang itu. Mendung… Pukul 15.00-an lebih, aksi diakhiri setelah sebelumnya ditutup dengan doa bersama. Ya Rabb, kabulkan doa kami… Aamiin…
=====================================================================
Sebuah tulisan dari Dr. Yusuf Qordhowi
“ Masalah al Quds bukan masalah bangsa Palestina dan Arab saja. Namun permasalahan
umat Islam di manapun berada. Al Quds merupakan kiblat pertama umat Islam
Bumi tempat lahirnya nabi-nabi pilihan
Kota ketiga yang diberkati,
Dimuliakan Allah serta
Menjadi arena jihad di jalan Allah
Kini al Quds telah dicaplok Zionis la’natullah
Alaihim dan telah di-yahudi-kan, dibantai
Dan diusir bahkan masjid suci
Al Aqso akan mereka robohkan
Wahai umat Islam,
bangkitlah kalian
telah tiba saatnya untuk berjihad
Persenjataan perang ini didanai oleh uang kita
dalam gaya hidup konsumerisme
yang mereka paksakan kepada kita.
Saya bertanya pada Anda semua
Dengan nama Allah
Muslim dan Kristen
Saya bertanya kepada Anda semua
Atas nama ribuan orang yang mati ditangan teroris-teroris itu
Pada 1948, 1967, 1973 di Dana, di Dir Tassin,
di Bahr al Bakar, di Jalur Gaza
dan al Quds?……..
Saya bertanya kepada Anda semua
atas nama orang-orang yang mati syahid
untuk kehormatan kita.
Saya bertanya kepada Anda
Atas nama seorang anak kecil
Bernama Muhammad ad Durrah,
Yang syahid dalam pelukan ayahnya
Diterjang peluru-peluru
Dari uang yang telah kita sumbangkan bagi mereka.
Mau jadi apa Kita?…..
Kita memiliki mata
Yang tidak dapat kita gunakan untuk melihat?
Kita memiliki telinga
Tetapi tidak kita gunakan untuk mendengar?
Kita memiliki hati
Tetapi tidak lagi dapat merasakan.
Mereka telah menjadikan kita
Sebagai konsumen-konsumen yang buta
Yang rela membayarkan uangnya
Untuk mendanai persenjataan mereka
Untuk mendukung aksi terorisme mereka di dunia Arab dan Islam
Boikot mereka sekarang!!!!
Sekarang atau tidak pernah selamanya!!!….
Dunia Arab dan Islam harus bersatu
Agar menjadi kuat
Kembalilah kepada kami
Kembalilah dan siapkan persenjataan kita
Kembalilah dan bangunlah
ekonomi kita
Agar kita dapat menghancurkan mereka!!!
Allahu Akbar!!!!
=====================================================================
Dahulu sekali, saat rumah menjadi surga yang begitu nyaman serta kebun-kebun yang indah menjadi tempat mencari nafkah, saat pagi terasa begitu sejuknya dan mentari yang senantiasa menyambut dengan senyumnya yang merekah.
Dahulu sekali, saat bayi-bayi mungil tidur dengan lelapnya, tanpa rasa takut, dan terganggu oleh dentuman bom. Saat anak-anak kecil berlarian kesana-kemari, menikmati udara segar yang belum terkontaminasi oleh tank-tank kebiadapan.
Ya, Mereka tinggal di daerah pemukiman yang subur, dimana mereka dan masyarakat dunia menyebutnya, PALESTINA.
Hampir delapan tahun setelah perjuangan rakyat palestina dalam mempertahankan tanah suci al Quds. Setelah intifadha yang membara di seluruh penjuru al Quds yang mereka kobarkan dengan semangat bak pasukan Muhammad saat meraih kemenangan dalam perang Khaibar.
“Khaibar-khaibar ya Yahud, jaisyu Muhammad sa Ya’ud “, demikian syair tersebut senantiasa berkumandang, bergemuruh terdengar. Sebuah syair peradaban, menjadi pemompa semangat rakyat Palestina dalam memperjuangkan tanah suci mereka.
Kini meski syair tersebut tidak lagi bergemuruh seperti kala itu, namun perjuangan rakyat Palestina tidak akan pernah terhenti, sampai tanah mereka, tanah suci umat Islam yang direbut paksa zionis Israil dikembalikan kepada mereka.
Sekarang, cermatilah dan renungkan pesan Dr. yusuf Qordhowi di atas. Memang benar adanya, bahwa permasalahan yang menimpa bangsa palestina sekarang bukanlah permasalahan rakyat palestina semata. Segala hal yang menyangkut al Aqsa menjadi permasalahan seluruh umat Islam dan Bangsa barat, tak terkecuali bangsa Indonesia. Siapa yang rela tempat suci ke tiga umat islam dan bekas kiblat umat islam, dikotori oleh tangan-tangan kafir laknatullah?. Siapa yang rela tanah tempat tinggal dihancurkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab?
Islam memerintahkan kita untuk berjihad, menegakkan agama Allah. Dan jihad kita tidak harus dengan senjata perang. Tidak harus dengan beradu fisik. Karena kita berada di Negara yang berbeda. Tapi kita bisa membantu rakyat Palestina dengan tidak berperilaku konsumeris. Senjata ampuh melumpuhkan perekonomian mereka adalah dengan melakukan boikot besar-besaran terhadap produk Amerika yang menjadi dalang utama di belakang persenjataan tentara Zionis.
Wahai as Syahid Palestina, bersabarlah, pertolongan Allah akan segera datang. Surga Allah telah menjadi jaminan bagi perjuangan kalian menjaga tanah suci. Darah kalian telah mengalir ke surga, Do’a kami senantiasa mengiringi langkah kalian.

Zona Supertwin, 091109_09:51

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Salam,


Keisya Avicenna