Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » Kenangan SUPERTWIN Saat “DISETRAP” Alm. Kang Aden EDCOUSTIC

Kenangan SUPERTWIN Saat “DISETRAP” Alm. Kang Aden EDCOUSTIC



Sekelumit kisah ini menjadi pengingat bagi saya (pada khususnya) saat bertemu dengan Almarhum Kang Aden-Edcoustic. Kisah yang sama juga pernah ditulis oleh saudari kembar saya, ini versi revisinya.
 Norma-Kang Aden (alm.)-Kang Eggie-Saya

Sore itu, hari ke-24 di Bulan Desember, jam 17.00 kami menuju Daarut Tauhid. Acara Launching album hits satu dekade EDCOUSTIC. Bismillah, semoga tidak macet karena sore ini malam Natal. Surprise oey! Ternyata meski kami nggak janjian, ternyata kami kompakan memakai baju model sama, baju favorit kami yang dulu menjadi saksi saat kami menjejak di kota Palembang. Redholic ‘n Greenholic… Uhuy, SUPERTWIN bener-bener sehati deh! :)

Alhamdulillah, meskipun jalanan padat tapi macetnya tidak terlalu parah. Sampai di kompleks Daarut Tauhid bertepatan dengan adzan Maghrib bonus gerimis rintik-rintik. Subhanallah, syahdu banget!


Pasca sholat, kami menuju Daarul Hajj, tempat yang akan digunakan untuk konser eksklusif hits satu dekade EDCOUSTIC. Baru saja kami menginjakkan kaki tepat di depan pintu ruangan, bersamaan dengan hujan yang mengguyur cukup deras. Alhamdulillah, hujan adalah keberkahan. Dan semoga pertemuan SUPERTWIN dengan orang-orang luar biasa malam ini juga penuh dengan keberkahan. Aamiin… 


Bersua dengan panitia yang notabene sudah kami kenal. Kemudian SUPERTWIN pun memilih kursi depan yang cukup strategis. Sipp… tak lupa bertegur sapa dan kenalan dengan orang kanan-kiri. Nambah saudara sekaligus promo buku “THE SECRET OF SHALIHAH” saya. Hehe… Manteeebz!

Ba’da shalat Isya’, konser pun dimulai. Diawali dengan tasmi’ dari Gibraltar. Bocah kecil hafal 3 juz yang sungguh inspiratif! (SUPERTWIN tadi sempat ngobrol dengannya sebelum acara dimulai). Detik berikutnya, hadirlah 3 sosok munsyid:
1.   Ali Sastra yang membawakan tembang “DI PERSIMPANGAN AKU BERDIRI.”
“Di persimpangan, aku berdiri membisu
Harusku putuskan kemanakah ku melangkah…”
2.  Bima bersenandung “PERTENGKARAN KECIL”.
“Bila ingat kembali janji persahabatan kami, takkan mau berpisah karna ini… Pertengkaran kecil kemarin cukup jadi lembaran hikmah, karena aku ingin tetap sahabatmu…”
3. Fika Mupla menyanyikan tembang “AKU INGIN MENCINTAI-MU”. Kemudian mereka pun menyanyi bertiga.
“Aku ingin mencintai-Mu setulusnya, sebenar-benar aku cinta, dalam doa, dalam ucapan, dalam setiap langkahku. Aku ingin mendekatimu selamanya, sehina apapun diriku. Ku berharap untuk bertemu dengan –Mu, Ya Rabbi…”

Performa luar biasa selanjutnya dari Kang Aden dan Kang Eggie. Hm, “NANTIKANKU DI BATAS WAKTU” euy!
“Sungguh, walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku… Namun, penantianmu pada diriku jangan salahkan… Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang nanti, kubawa kau pergi ke syurga abadi. Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu, nantikanku di batas waktu…”
[SUPERTWIN meresapi bener-bener deh! :), waktu itu kami belum menikah]

Penampilan berikutnya dari Fika Mupla, pelantun tembang “DOA QALBU”:
“Doa qalbu…tak bisa aku bendung, deras bak hujan di gurun sahara. Hatiku yang gersang terasa oh tenteram. Hanya Engkau yang tahu siapa aku, tetapkanlah seperti malam ini. Sucikan diriku... selama-lamanya...”

Selanjutnya Kang Aden dan Kang Eggie kembali melantunkan tembang andalan yang berbahasa Jepang. Yupz, “KAMISAMA”.
“Kamisama, yoruga otozureta tok
 Kamisama, tai you ga sizumu to doujini...”


Aksi EDCOUSTIC selanjutnya adalah penampilan Kang Aden duet dengan Kang Fika Mupla. Sebelum tembang terbaru mereka “7 SURGA” terlantun, ada video singkat (lebih tepatnya video konyol gubahan film 3 IDIOTS) yang menceritakan sejarah kerjasama mereka dalam lagu “7 SURGA”.

“...Tujuh surga pun aku tak pantas. Menerima diri yang bersimbah dosa. Kuharap cinta dan ampunan-Mu. Setinggi arsy-Mu, seluas semesta cinta...”

Perform EDCOUSTIC selanjutnya mengingatkan SUPERTWIN saat berkiprah di ranah per-nasyid-an  zaman kuliah dulu. Ihiiir, mantan vokalis STREAM nih! (Seni dan Teater Akhwat MIPA). Dan tembang “MENJADI DIRIKU” adalah salah satu tembang andalannya STREAM.
“Tak seperti bintang di langit. Tak seperti indah pelangi. Karna diriku bukanlah mereka, ku apa adanya. Wajahku kan memang begini, sikapku jelas tak sempurna. Ku akui ku bukanlah mereka, ku apa adanya. Menjadi diriku dengan segala kekurangan. Menjadi diriku atas kelebihanku...” ^^v
Manteeebz dah!

Setelah tuntas membawakan tembang itu, Kang Aden menggantikan posisi Kang Eggie jadi gitaris. Nah, kali ini yang nyanyi Kang Ali Sastra. Dengan suaranya yang sangat renyah dan empuk, ia membawakan tembang yang berjudul “AZALIA”. Tembang ciptaan Kang Aden yang terinspirasi juga dari novel yang tengah ia tulis. Wow!

Yups, perkenalan tembang “AZALIA” nih! Kata Kang Aden baru pertama kali itu dinyanyiin lho. Sipp... tembangnya asyik coz ada merah-merahnya. SUPERTWIN banget lah! Hehe...
“Kulihat bintang-bintang
Tersenyum saksikan kau merekah
Sang kumbang datang hap hap hinggap perlahan
Bunganya merekah berkembang-kembang
Warnamu merah merah
Semerah danau di Katumiri
Aku melangkah tu wa ga mendekati
Betapa indahnya kusuka...
Detik-detik waktuku kian berlalu
Tak jemu aku memandangnya
Detak-detak jantungku berdenyut selalu
Ku jatuh hati memetiknya
Azalia, kau bunga yang kucinta...”
Wah, jadi penasaran kan? Easy listening euy!

EDCOUSTIC pun membuka ruang testimoni kepada para audience untuk menyampaikan kesan, pesan, kritik, saran, atau apapun itu untuk EDCOUSTIC. Ada seorang audience yang maju kemudian mengungkapkan isi hatinya yang sangat terkesan dengan tembang “NANTIKANKU DI BATAS WAKTU.” Hm...

Selanjutnya...
“Kata-kata cinta terucap indah, mengalir berdzikir di kidung doaku. Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku... Butir-butir cinta air mataku, teringat semua yang Kau beri untukku. Ampuni khilaf dan salah slama ini, Ya Ilahi... Muhasabah Cinta-ku!”

Yupz, Kang Aden berduet dengan Kang Bima. Hm... syahdu banget membawakan tembang yang membuat EDCOUSTIC semakin digemari banyak orang. Ya, “MUHASABAH CINTA”!

Detik selanjutnya, Kang Aden bilang kalau berdasarkan laporan dari panitia ada tamu yang rela datang dari jauh demi menyaksikan launching hits dekade EDCOUSTIC. Siapakah dia? Kami sibuk nolah-noleh. Detik berikutnya, Kang Aden bilang kalau tamu itu datang dari Solo. Ngik! Tapi Norma (My SUPERTWIN) belum nyadar juga kalau ternyata yang dimaksud Kang Aden itu dirinya. Sampai akhirnya, Teh Yunita (manajer EDCOUSTIC, sahabat saya) nunjuk Norma dan disuruh naik panggung membersamai EDCOUSTIC. Whuaaatz? Surprise and jadi salting gaya bidadari gitu deh...

 Tenang, Kei! Kalem... kendalikan dirimu (hehehe). Norma pun mengucapkan salam, menyapa audience, memperkenalkan diri, dan berucap terima kasih buanyak atas kesempatan luar biasa yang sudah diberikan. Beneran nggak nyangka bakal dapat surprise kayak ginian. Hm, pasti ulah Teh Yunita nih! Xixixi... Norma pun bilang kalau ke Daarul Hajj sama saudari kembar. Dan momentum selanjutnya, Saya pun didaulat Kang Aden buat maju naik ke panggung. Uhuy, jadinya SUPERTWIN featuring EDCOUSTIC deh! Seruuu, SUPERTWIN pun menyampaikan kesannya untuk EDCOUSTIC yang tembang-tembangnya telah mewarnai dan menemani ‘masa-masa hijrah’ SUPERTWIN dulu saat masih SMA.

Pada kesempatan istimewa itu, Saya pun memberikan kado terindah untuk Kang Aden dan Kang Eggie masing-masing buku terbaru saya, “THE SECRET OF SHALIHAH.” Sekaligus promo buku single perdana saya. Sipp, pokoknya seru banget deh! Excited tingkat bidadari... ^^v


Penampilan terakhir dari EDCOUSTIC featuring Fika Mupla membawakan tembang “SEBIRU HARI INI”. Sebelumnya Kang Aden sempat bilang sambil memegang buku “THE SECRET OF SHALIHAH”:
”Buat Etika dan Norma, terima kasih yaaa...” dan selanjutnya, jreeeng...
“Sebiru hari ini...birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hati kami bersama di sini
Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kami walau kami kan berpisah...”
***

Ending konser yang luar biasa, selanjutnya kesempatan foto bareng EDCOUSTIC, Kang Fika Mupla, Kang Ali Sastra, Kang Bima. Surprise juga saat SUPERTWIN foto bareng Kang Teddy, sang vokalis SNADA. Beliau pun memberikan apresiasi luar biasa untuk buku “THE SECRET OF SHALIHAH”. Norma juga sempat bilang ke Kang Teddy, “Berasa mimpi yang terwujud nyata saja nih Kang, saya bisa ketemu dan ngobrol langsung sama salah satu munsyid favorit saya. Sibuk apa Kang sekarang?” Kang Teddy pun menceritakan kesibukan aktivitasnya lengkap dengan kabar SNADA. Wow, Subhanallah...
“Bila kau mau sadari...
Cinta kasih tak memilih
Kau dan aku, kami semua sama...
Bila kau mau berbagi, apalagi yang dinanti...
Kasih putih karunia Ilahi...”
Hm, tembang dari SNADA yang paling SUPERTWIN suka!

Tambah surprise lagi, saat SUPERTWIN tahu kalau pelantun tembang “Ketika Cinta Bertasbih”, “Ujung Penantian”, “Duhai Cinta”, dll... juga hadir di antara kami. Yupz, Kang Suby dan Teh Ina. Pasangan suami-istri yang semakin memperkokoh kecintaan di antara mereka dengan menjadi munsyid yang produktif dan inspiratif. Pasangan munsyid itu pun memberikan apresiasi pada buku TSOS. Sipp...

“Duhai jiwa yang mendamba belahan kalbu... Duhai hati yang mendamba cinta tulus suci...” [Duhai Jiwa: Suby-Ina]
“Jika memang takdir, cinta pasti bertemu. Meski kau dan aku ada di ujung dunia...” [KCB: Suby-Ina]
  
SKENARIO ALLAH SWT INDAH... SANGAT INDAH!!

Itulah kenangan kami yang menjadi pertemuan terakhir saya dengan Kang Aden Edcoustic..

***
Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun...
 
Betapa terkejutnya saya, kala malam itu, tanggal 30 Desember 2013 ba’da Isya’, saya mendapat kabar kalau Kang Aden telah meninggal dunia karena sakit maag kronis yang dideritanya…

Ya Allah.. kini Kang Aden sudah menemui-Mu…
Pinta hamba, lapangkanlah peristirahatannya
Terimalah segala amalnya yang luar biasa banyaknya
Ampunilah segala dosanya…
Jadikan karya-karyanya sebagai pemberat timbangan amalnya

Terima kasih kang Aden, darimu kami belajar bahwa sebagai manusia, kami harus menjadi manusia yang bermanfaat. Manusia yang ketika meninggal nanti, tidak hanya meninggalkan nama, tanggal lahir, dan tanggal wafat di nisan pusaranya… 

Kau mengajarkan pada kami, bahwa kami harus menebar manfaat lewat karya…
Selamat jalan, Kang Aden…
Karyamu akan mengabadi…

-Aisya Avicenna-
  



Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog