Jejak Karya

Jejak Karya

Monday, March 16, 2020

DNA WRITING CLUB: BELAJAR JADI REPORTER CILIK

Monday, March 16, 2020 0 Comments






Kegiatan : Melakukan wawancara
Tujuan : Belajar mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan, menceritakan hasil pengamatan, atau berwawancara.

Wawancara dengan narasumber
Wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data atau memperoleh informasi dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber atau otoritas.
Narasumber adalah orang yang member (mengetahui secara jelas tentang sebuah informasi) atau sebagai  sumber informasi (informan).
Adapun tujuan wawancara adalah sebagai berikut:
Bahan informasi,misalnya berkaitan dengan masalah sosial,politik,ekonomi,dll
Bahan opini, misalnya pendapat dan tanggapan narasumber terhadap suatu masalah.
Bahan cerita, misalnya untuk mendukung penulisan karya sastra.
Bahan biografi, misalnya riwayat hidup tokoh yang akan ditulis.

Tahap-tahap wawancara, yaitu:
Menentukan topik wawancara
Menentukan narasumber yang disesuaikan dengan topik wawancara.
Mengetahui identitas narasumber secara umum.
Menghubungi atau mengkonfirmasi narasumber yang akan diwawancarai
Membuat garis besar atau daftar pertanyaan
Mempelajari masalah yang berkaitan dengan topik wawancara
Mempersiapkan alat bantu untuk mencatat hasil wawancara

Ketika wawancara dengan narasumber,ada beberapa hal yang perlu diperhatikan (etika/sopan santun), yaitu sebagai berikut:
Datang tepat waktu sesuai dengan perjanjian
Bersikap sopan santun,wajar dan ramah
Dahulukan pertanyaan yang ringan dan sederhana
Bertanya dengan kalimat yang jelas dan singkat sesuai dengan topik wawancara
Hindari pertanyaan yang bersifat pribadi
Mencatat hal-hal yang penting hasil wawancara dan menyimpulkannya sendiri
Jangan menyela apabila narasumber sedang berbicara
Selesai wawancara ucapkan terima kasih.

Persiapan sebelum Wawancara
Persiapan sebelum wawancara, antara lain:
  • Membuat jadwal atau janji dengan narasumber, kapan dan di mana wawancara berlangsung.
  • Mempersiapkan garis besar hal-hal yang akan ditanyakan pada narasumber. Bisa dengan menggunakan teknik 5W+1H dalam menyusun pertanyaan: 

Who = siapa?
What = apa?
When = kapan?
Where = di mana?
Why = mengapa?
How = bagaimana?

Mempersiapkan alat pencatat atau perekam yang berfungsi dengan baik.

Tahap-tahap Wawancara
a. Tahap pembukaan
Reporter memperkenalkan diri dengan menyebutkan asal sekolah.
Reporter mengemukakan maksud dan tujuan wawancara.
b. Tahap inti
Reporter mengajukan pertanyaan sesuai yang telah dirancang. Pertanyaan ini diajukan secara jelas, teratur dan sopan.
c. Tahap akhir
Akhiri wawancara dengan kesan yang baik dan menyenangkan.
Reporter mengucapkan terima kasih dan berpamitan dengan sopan.
Saat berwawancara jangan lupa menulis biodata narasumber.

Saat Ektada selesai melakukan wawancara dengan Bu Sum.


Cantumkan dalam laporan hasil wawancara kamu data narasumber
Nama :
Usia :
Jenis Kelamin :
Pekerjaan :
Alamat :

Selamat belajar jadi REPORTER CILIK!



Sunday, March 15, 2020

BERKOMUNITAS DENGAN BAHAGIA, IKHLAS, DAN BERETIKA

Sunday, March 15, 2020 0 Comments


Salah satu cara agar selalu terjaga semangatnya dalam suatu bidang yang kita tekuni adalah bergabung dalam komunitas. Tentu saja, komunitas yang memiliki visi dan misi yang kita harapkan, berhubungan dengan sesuatu yang kita suka. Sebuah komunitas dimana jika kita ikut dan terlibat aktif didalamnya, kita akan merasakan perubahan ke arah yang lebih baik.
Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita bergabung dalam suatu komunitas, diantaranya:
  • Menambah ilmu dan pengetahuan baru, bisa saling sharing/tukar pikiran dan pendapat juga bisa saling melengkapi.
  • Menambah pengalaman baru.
  • Dapat memperkaya inspirasi dan sumber ide dalam berkarya
  • Memperluas pergaulan dan networking.
  • Mendapatkan ruang untuk berkarya dan bisa jadi wadah yang sehat untuk menyalurkan hobi.
  • Mengasah kompetensi yang dimiliki.
  • Eksistensi diri

Karena passion saya di dunia literasi, maka saya pun memutuskan untuk bergabung di Komunitas PejuangLiterasi. Tentu saja, Komunitas Pejuang Literasi sangat terbuka dalam memberikan ruang belajar dan berkarya bagi para anggotanya untuk tumbuh dan berkembang.

Dalam perjalanannya, bisa saja ada kejadian yang membuat komunitas jadi ’kurang nyaman’ dihuni. Ada beberapa studi kasus yang bisa kita jadikan bahan perenungan dalam berkomunitas.

Kasus 1:
Member yang selalu saja terlambat mengikuti kegiatan online di WAG Markas.
Sebagai member tentu saja harus taat aturan dan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya. Jika dalam kondisi terpaksa yang menyebabkan keterlambatan mengikuti kegiatan online, bisa disampaikan alasannya dengan jujur dan jelas. Namun, kalau keterlambatan itu dilakukan secara berulang-ulang dan terus-menerus, mungkin para Komandan yang bersangkutan ditanyakan kembali keseriusannya dalam Komunitas Pejuang Literasi, mau terus bergabung atau lebih baik mundur dengan segala konsekuensinya.

Kasus 2:
Komandan yang hanya menjadi ‘silent reader’ di WAG Markas Besar maupun WAG Teritori.
Silent Reader (SR) adalah seseorang yang pasif dalam sebuah platform online, seperti WA Group. Menjadi SR adalah pilihan setiap orang. Seseorang yang menjadi SR bisa jadi ia punya alasan tertentu, seperti: malu; kurang percaya diri untuk menyampaikan ide, pertanyaan, gagasan, maupun pendapatnya; merasa tidak nyaman saat harus berkontribusi di sebuah grup media sosial, dan alasan lainnya. Alangkah bijaksananya, ketika kita sudah memutuskan bergabung di sebuah komunitas atau WA Group, kita juga memahami etika dalam berkomunitas, salah satunya memberikan respon atau tanggapan agar orang lain juga merasa dihargai, tidak hanya sekadar ‘nge-read’ doang. Belajar menyampaikan aspirasi daripada hanya sekadar menjadi penikmat. Saya sendiri pun masih harus banyak belajar dalam hal ini. Biasanya alasan saya cukup klasik, ketinggalan chat atau keasyikan dengan grup lain yang membuat saya ‘lebih sibuk’. Astaghfirullah… Semoga ke depan, jika memang harus jadi SR, jadilah SR yang bijak dalam arti mampu menempatkan diri, menggunakan aktivitas SR itu di waktu yang benar-benar pas, tanpa menyinggung perasaan orang lain, tanpa merugikan pihak lain.

Kasus 3:
Ketika ternyata bertemu dengan banyak komandan, beberapa diantaranya memiliki profesi atau hobi yang sama (selain menulis), bolehkah membuat WAG tersendiri untuk kepentingan tersebut?
Menurut saya, itu kurang etis karena membuat komunitas baru di dalam komunitas yang telah terbentuk sebelumnya. Kecuali kalau ‘penjaga gawang’ Markas Besar Pejuang Literasi ikhlas mengizinkan dan disetujui oleh semua pasukan.
.
.
.
Marilah saling menyemangati untuk menjadi pribadi yang produktif dan lebih baik lagi. Terus semangat bertumbuh menjadi anggota pasukan (komandan) yang SEHAT agar menumbuhkan lingkungan berkomunitas yang sehat pula. Jika sudah memutuskan untuk mengikuti sebuah komunitas, maka FOKUS dan AKTIFLAH!

Pertanyaan ini yang selalu saya tanyakan pada diri saya:
“Apakah dengan mengikuti dan bergabung dengan komunitas itu, kamu menjadi jauh lebih baik atau hanya sekadar ikut-ikutan saja agar terlihat keren?”


Akhirnya, selamat berjejaring!

#PejuangLiterasi
#KelasBatalyon
#HessaKartika
#MisiAsik2



Tuesday, March 10, 2020

Awal Jumpa Begitu Istimewa, Selanjutnya Jadi Jalan Cinta Mensejajarkan Aksara

Tuesday, March 10, 2020 0 Comments



Awalnya, saya adalah seorang penulis diary. Saya sangat suka mengungkapkan isi hati lewat goresan pena di buku harian. Belajar mengikat makna dan inspirasi yang didapat, yang sayang jika hanya untuk dikenang sesaat, lalu lenyap begitu saja. Maka, saya dokumentasikan lewat pasukan aksara, yang bisa saya buka kembali kapan saja, untuk sekadar menengok masa lalu, melakukan muhasabah diri, juga evaluasi untuk membuat goresan yang lebih baik pada catatan kehidupan di masa depan. Mungkin sudah puluhan buku harian saya dan sampai saat ini masih tersimpan rapi.

Bagi saya, menulis catatan harian dapat membangun dan membentuk sense of art, karena kita perlahan terlatih berolah kata, sehingga otomatis atau secara refleks, kita bisa membedakan apakah kalimat yang kita tulis terasa manis disajikan atau masih membutuhkan polesan. Selain itu, dengan menulis catatan harian dapat memperbanyak perbendaharaan kosa kata dan memperkaya diksi, sekaligus kita dapat menyimpan sumber ide terbaik berdasarkan pengalaman kita. Proses menulis bagi saya juga jalan juang dalam proses pendewasaan. Dari setiap aksara yang terangkai jadi kata lalu bersejajar menjadi kalimat yang –semoga- berdaya dan penuh makna, sejatinya itulah proses melihat diri kita sendiri (bercermin) dari masa ke masa. Nah, salah satu cara saya agar selalu “on the track” dan selalu semangat menulis adalah bergabung dengan komunitas kepenulisan, salah satunya Pejuang Literasi. 

Perjumpaan saya dengan Komunitas Pejuang Literasi bermula ketika mendapatkan kesempatan istimewa dalam Proyek Nulis Buku Bareng. Alhamdulillah, ada 6 buku antologi yang terlahir, yaitu: Being A New Mom : Priceless!, Ta’aruf Awal Cinta yang Ma’ruf, Mommy MPASI, Story of My Wedding, Sedahsyat Doa, dan Antologi Fabel Cerita Anak Liburan Sekolah. Sebagian besar tulisan saya di antologi ini bersumber dari buku diary yang saya tuliskan sebelumnya, dipoles sedemikian rupa dan Alhamdulillah bisa dibukukan bersama karya-karya komandan Pejuang Literasi yang lainnya. Bersyukur sekali rasanya.

Oh ya, secara etimologis, istilah literasi berasal dari bahasa Latin “literatus” yang artinya “orang yang belajar”. Literasi merupakan suatu kemampuan seseorang untuk menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah serta memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca dan menulis. Literasi memiliki fungsi penting dalam kehidupan. Kesadaran berliterasi akan mengantarkan sebuah peradaban pada kedudukan yang terhormat dan bermartabat. Nah, kan, kecakapan literasi mutlak diperlukan sekarang ini. Literasi baca-tulis menjadi pemantik utama untuk menumbuhkan kecakapan literasi yang lain.

Bersyukur rasanya bergabung dengan Pejuang Literasi yang memiliki semangat “Bertumbuh, Berkarya, dan Berbagi” ini. Pejuang Literasi bagaikan inkubator yang mengalirkan oksigen bagi para komandan didalamnya, memberikan nafas kehidupan untuk terus semangat mewariskan karya yang bermakna. Apalagi ketiga foundernya adalah sosok-sosok wanita tangguh dengan jam terbang literasinya yang sungguh luar biasa, produktif berkarya dan sarat akan prestasi. Semoga diri ini pun dapat mengikuti jejak cinta beliau sebagai bagian dari keluarga Pejuang Literasi.

Akhirnya, mari bersama-sama, berkolaborasi untuk terus menularkan kebajikan, menjadi agen perubahan lewat aksara, lewat kata, lewat kalimat, lewat buku, lewat karya nyata yang bermanfaat, menjadi pribadi yang berdaya. Mari terus bergotong-royong melakukan praktik baik literasi, salah satunya dengan bergabung bersama para komandan dan pasukan aksara di Pejuang Literasi.

#pejuangliterasi #kelasBatalyon #HessaKartika #MisiAsik1





IMPIAN BERKELANA KE TIMUR BERSAMA KELUARGA

Tuesday, March 10, 2020 0 Comments


Berlibur selalu menjadi momen yang sangat menyenangkan bagi saya. Apalagi jika bisa berlibur bersama keluarga. Banyak manfaat yang bisa saya rasakan, diantaranya dapat mengusir rasa jenuh dan menghilangkan stress setelah menjalani segala rutinitas dan kesibukan masing-masing. Liburan juga dapat meningkatkan keharmonisan keluarga, sehingga bonding keluarga pun semakin erat. Bagi saya, jalan-jalan atau berlibur bisa sebagai sarana mengasah kepekaan panca indra sekaligus memperkaya perspektif karena tentu saja akan mendapatkan pengalaman baru, bahkan ilmu baru sekaligus inspirasi untuk bahan tulisan (nabung di bank ide).


Jelajah Bogor dan Jakarta saat liburan keluarga 2019 silam (Sumber : dokumen pribadi)

Tahun 2019 kemarin, destinasi wisata keluarga kami di wilayah Jakarta, Bogor, dan sekitarnya. Traveling impian di 2020 ini kami sekeluarga ingin berkelana di wilayah timur. Yups, mbolang sesarengan di wilayah Pulau Jawa dulu saja, khususnya di Jawa Timur. Adapun tempat-tempat istimewa yang ingin kami kunjungi yaitu:

Gunung Bromo
Mupeng sekali waktu saudara kembar saya berwisata ke sana saat perjalanan dinas di Malang. Sejak zaman singlelillah, saya sudah pernah ada rencana traveling ke Bromo bersama teman-teman kuliah, namun batal terlaksana karena terkendala beberapa hal. Banyak hal keren yang bisa  dieksplorasi saat mentadabburi ayat-ayat kauniyah-Nya pada gunung setinggi 2.329 mdpl ini. Keseruan saat menggunakan mobil jip sewaan yang menempuh waktu perjalanan sekitar 2-3 jam dari Malang menuju lokasi yang sungguh memanjakan mata ini, sudah tergambar jelas dalam visualisasi impian saya. Meski medan yang ditempuh cukup menantang, perjalanan akan terbayarkan dengan suguhan alam yang menakjubkan. Apalagi jika bisa berkeliling naik kuda, kemudian berfoto di Pasir Berbisik, Sabana, dan Bukit Teletubbies, seperti yang pernah ‘dipamerkan’ saudara kembar saya. Aaaargh, mupeng sangaaat.

Masya Allah, pesona Gunung Bromo sungguh memanjakan mata.
(Sumber : https://pesona.travel/)

 
Jawa Timur (Jatim) Park 1, 2, dan 3
Yups, sudah ngebayangin Dzaky pasti senang sekali kalau kami ajak mengunjungi ketiga destinasi wisata ini. Jatim Park 1 bisa diibaratkan laboratorium interaktif raksasa dengan segudang ilmu pengetahuan yang tersaji didalamnya. Ada banyak wahana istimewa yang bisa dicoba bersama keluarga, seperti Superman Coaster, Waterboom, Science Center, Volcano Coaster, Sky Ride, Flying Tornado, Dragon Coaster, dan masih banyak lagi. Kalau saya mah pengin banget masuk Science Center dan Volcano Coaster. Pasti seru, asyik dan gue banget! Hehe. Terus, banyak fasilitas lain yang disediakan untuk pengunjung yang tentu saja sangat menarik, seperti Shuttle Car & Dotto Train, Pasar Wisata, Pasar Bunga, dan Pasar Buah. Jatim Park 1 adalah sebuah taman wisata rekreasi keluarga yang penuh dengan permainan seru. Selain itu, masih berada satu kawasan dengan Jatim Park 1, saya juga ingin mengajak Dzaky ke The Bagong Adventure Museum Tubuh. Pasti asyik bisa menjelajahi Museum Tubuh, seolah masuk ke dalam tubuh manusia sungguhan, bisa mengenal tubuh kita lebih dekat dan bisa jadi sarana belajar yang asyik dan menyenangkan.

Jatim Park 1
(Sumber foto : https://instagram.com/wisata_oke)

Nah, kalau Jatim Park 2 atau yang dikenal dengan Batu Secret Zoo memiliki konsep kebun binatang yang interaktif dan oke punya. Di Jatim Park 2 ada beberapa area yang menarik, yaitu Museum Satwa, Secret Zoo, dan Eco Game Park. Ah, Dzaky pasti betah banget dan bakal nggak mau diajak pulang kalau berkunjung ke tempat ini karena dia tipe anak yang saat ini ‘kecerdasan naturalis’-nya cukup dominan, penyuka aneka jenis satwa dan cinta lingkungan. Apalagi di Batu Secret Zoo ada beragam jenis satwa, seperti singa, macan, jerapah, kera, reptil, gajah, badak, unta, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada area Baby Zoo dimana pengunjung dapat berinteraksi dengan bayi satwa yang imut dan lucu. Ada juga Zona Aquarium, dimana pengunjung bisa melihat kehidupan satwa air dan Reptile Garden dengan aneka jenis reptil didalamnya.

Dedoy dan Dewid kesayangan Dzaky saat berwisata ke Jatim Park 3.

Bulan Februari lalu, Dedoy dan Dewid (panggilan Dzaky untuk pakde dan budenya) baru saja berwisata ke Jatim Park 3. Mereka kirim banyak video dan foto-foto keseruan saat di sana. Dzaky langsung mupeng, apalagi Ummanya. Jatim Park 3 disetting berupa taman wisata sekaligus lokasi keren untuk belajar tentang kehidupan purbakala seperti dinosaurus. Ada banyak wahana menarik di Jatim Park 3, yaitu Museum Dino, Jelajah 5 Zaman (bisa berkeliling naik kereta euy!), The Rimba, dan Live with Dino. Selain wahana serba Dinosaurus, kita juga bisa menikmati wahana Ice Age, 6D Animasi, dan Jembatan Akar. Baru mbayangin aja dah kebayang serunya, euy!

Museum Angkut
Alhamdulillah, Maret ini Dzaky berusia 3 tahun. Seperti kebanyakan bocah laki-laki pada umumnya, ia tumbuh menjadi sosok ‘toddler’ yang gemar dengan mainan mobil-mobilan. Favoritnya adalah trio wiu-wiu: pemadam kebakaran, mobil polisi, dan mobil ambulance. Ditambah dengan mobil-mobil konstruksi, truk derek, dan aneka moda transportasi lainnya. Museum Angkut menjadi satu destinasi wisata impian di 2020 yang pastinya akan sangat berkesan untuk Dzaky. Di sana, kita bisa melihat beragam koleksi motor dan mobil klasik dari seluruh dunia. Ada juga beragam zona yang memanjakan mata dan sarat akan ilmu pengetahuan. Sebut saja Zona Edukasi yang akan memperlihatkan bagaimana sejarah dan perkembangan transportasi. Mulai dari sepeda, kereta api, kendaraan bermotor, sampai era mobil listrik. Wah, asyik sekali, ya!

Salah satu spot menarik di Museum Angkut.
(Sumber foto : https://www.mldspot.com/)

Kawasan Kusuma Agrowisata
Saya pernah ke Malang saat masih mahasiswa dulu. Ada acara pertemuan mahasiswa MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia) se-Indonesia di Universitas Brawijaya Malang. Salah satu oleh-oleh yang saya beli adalah apel Malang. Dulu, kepengen rasanya bisa petik buah apel sendiri. Nah, salah satu destinasi wisata yang ingin saya kunjungi berikutnya adalah Kawasan Kusuma Agrowisata. Di sana pengunjung dapat menikmati wisata petik buah apel, jambu merah, jeruk, hingga sayur hidroponik bebas pestisida. Di kawasan ini juga ada flying fox, arena outbond, mini off road, bahkan pengunjung juga bisa menikmati makanan serba apel dan stroberi di Apple House dan Strawberry House.
Serunya petik apel di Kawasan Kusuma Agrowisata Malang
(Sumber foto : https://nahwatour.com/kusuma-agrowisata-batu.html)

Rencananya kami akan berkelana ke timur, Insya Allah, bulan Agustus nanti. Semoga Allah izinkan kami bisa mengukir jejak istimewa di sana bersama keluarga tercinta. Aamiin.

Mari mbolang lagiii...







Friday, August 09, 2019

PRESTASI DAN KARYA DNA WRITING CLUB

Friday, August 09, 2019 2 Comments


PRESTASI MURID DNA WRITING CLUB
1.      Finalis Mewakili Provinsi Jawa Tengah di Apresiasi Sastra Anak SD 2013 (KPCI/Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2013)
2.      10 Naskah terbaik KKPK Juice Me Dar! Mizan “Aku dan Pengalaman Lucu” (diterbitkan dalam bentuk buku)
3.      10 Naskah terbaik KKPK Juice Me Dar! Mizan “Aku dan Indonesia” (diterbitkan dalam bentuk buku)
4.      10 Naskah terbaik KKPK Juice Me Dar! Mizan “Aku dan Impianku” (diterbitkan dalam bentuk buku)
5.      Delegasi Terpilih Konferensi Anak Indonesia 2014 “Aksi Kecil Hidup Bersih” dari Bobo
6.      Finalis Mewakili Provinsi Jawa Tengah di Apresiasi Sastra Anak SD 2014 (KPCI/Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2014).
7.      Juara Favorit Lomba Mengarang kategori SD Children Helping Children Tupperware 2015
8.      Delegasi Terpilih Konferensi Anak Indonesia 2015 “Aku dan Kotaku” dari Majalah Bobo
9.      Finalis Mewakili Provinsi Jawa Tengah di Apresiasi Sastra Anak SD 2015 (KPCI/Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2015)
10.  Juara 6 Lomba Menulis Cerita (LMC-SD) 2015
11.  Pemenang Utama (Juara 1) Lomba Penulis Cilik Hari Kesehatan Nasional 2015.
12.  Finalis ARKI 2015 (Akademi Remaja Kreatif Indonesia) 9-12 Desember 2015.
13.  Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Majalah CILUKBA
14.  Juara Harapan 1 Lomba Menulis Puisi Majalah CILUKBA
15.  Finalis ARKI 2016 (Akademi Remaja Kreatif Indonesia) Oktober 2016
16.  Juara 1 Lomba Menulis Surat dalam rangka Hari Santri
17.  Delegasi Terpilih Konferensi Anak Indonesia 2016 “Aku dan Jendela Dunia” dari Majalah Bobo.
18.  Finalis Mewakili Provinsi Jawa Tengah di Apresiasi Sastra Anak SD 2016 (KPCI/Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2016)
19.  Finalis Mewakili Provinsi Jawa Tengah di Apresiasi Sastra Anak SD 2017 (KPCI/Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2017)
20.  Cerita dimuat di Kompas Anak : Fathiyah, Haikal, Kayana.
21.  Puisi dimuat di Koran Suara Merdeka : Azfa.
22.  Cerita pengalaman dimuat di Arena Kecil-Majalah BOBO : Meyza.
23.  Cerita pengalaman dimuat di Kampung Permata-Majalah UMMI : Hanun.
24.  Kontributor artikel remaja di web “The Jakarta Post” : Alifia.
25.  Finalis Mewakili Provinsi Jawa Tengah di Festival Literasi Nasional 2018 kategori Lomba Menulis Cerpen tingkat Sekolah Dasar : Zaskia
26.  Terpilih sebagai 5 Wartawan Junior Majalah Cilukba 2019 : Zaskia Talita Sasikirani
27.  Juara 1 Lomba Menulis Artikel tentang Cita-cita dalam rangka Class Meeting Semester 1 di SDIT Bina Insani Semarang kategori kelas atas : Laras Hanum Ramadhani.
28.  Juara 2 Lomba Menulis Artikel tentang Cita-cita dalam rangka Class Meeting Semester 1 di SDIT Bina Insani Semarang kategori kelas bawah : Kineta Pastika.
29.  Juara 3 Lomba Menulis Surat di SD Alam Ar Ridho : Andita.
30.  Juara 2 Lomba Menulis Cerpen bertema Kereta Api berlokasi di Stasiun Tawang : Zaskia Talita Sasikirani
31.  Juara 3 Lomba Menulis Cerpen bertema Kereta Api berlokasi di Stasiun Tawang : Wafa
32.  Juara 2 Lomba Menulis Cerpen Festival Literasi Sekolah Dasar 2019 tingkat Kota Semarang : Zaskia
33.  Finalis Mewakili Provinsi Jawa Tengah di Festival Literasi Nasional 2019 kategori Lomba Menulis Cerpen tingkat Sekolah Dasar : Zaskia
34.  Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Festival Literasi Sekolah Menengah Pertama 2019 tingkat Kota Semarang : Khansa.

BUKU KARYA MURID DNA WRITING CLUB
1.      Buku Kumpulan Cerpen DNA WRITING CLUB “Dongeng Nyentrik Alesha”.
2.      Buku Kumpulan Cerpen PECI Indiva “Janji 1000 Bakau”
3.      Buku Kumpulan Cerpen PECI Indiva “Hafidzah Cilik”
4.      Buku Kumpulan Cerpen PECI Indiva “Impian Mila”
5.      Buku Kumpulan Cerpen PECI Indiva “Mahkota Surga untuk Ayah”
6.      Novel Fantasteen Dar!Mizan  “Illuminate It”
7.      Buku Kumpulan Cerpen PECI Indiva “Teman Hingga ke Surga”
8.      Buku Kumpulan Cerpen PECI Indiva “Guruku Superhero”
9.      Buku Kumpulan Cerpen PECI Indiva “Merapi Tak Pernah Ingkar Janji”
10.  Buku Kumpulan Cerpen PECI Indiva “Keajaiban Al Qur’an”
11.  Buku Kumpulan Cerpen PECI Indiva “Kemenangan di Balik Kekalahan”
12.  Buku Kumpulan Cerpen PECI Indiva “Sajadah untuk Ayah”
13.  Buku Kumpulan Cerpen “Ternyata Aku Bisa!”
14.  Kumpulan Cerita Seram (Tiga Ananda, 2015)
15.  Buku Sepatu Melayang (Dar!Mizan);
16.  Buku Gedung Seribu Pintu (Dar!Mizan),
17.  KKPK Class Vol. 20 “The Journalist School”
18.  KKPK Class Vol. 8 “Pesta Sekolah”
19.  KKPK Class Vol. 10 “The Real Winner”
20.  KKPK Komik Next G “Bosan Belajar”
21.  KKPK Komik Next G “My Naughty Brothers”
22.  KKPK Komik Next G “Perpustakaan Misterius”
23.  KKPK Special Edition “Semangat Baru Lintang”
24.  Buku Kumpulan Cerpen PECI Indiva “Bunda di Sepertiga Malam”
25.  KKPK Komik Next G “Bekal Istimewa Bunda”
26.  KKPK Komik Next G “Penculikan Azhar”
27.  KKPK Komik Next G “Gara-Gara Mata Nenek”
28.  Beberapa buku sedang proses terbit