Jejak Karya

Jejak Karya

Tuesday, October 04, 2022

DUKA OKTO, DUKA AREMANIA, DUKA DUNIA

Tuesday, October 04, 2022 0 Comments

 



Kanjuruhan, 30 September 2022

“Okto, besok kamu nonton Arema sama Persebaya tanding nggak? Aku sudah dibelikan tiket ayahku. Aku mau nonton sama kakak dan ayah. Bakalan seru, nih! Aku yakin Arema yang bakal menang,” cerocos Ozan, sahabat Okto di Klub Sepakbola Kanjuruhan. Sore itu mereka selesai latihan bersama di lapangan tak jauh dari rumah Ozan. Bulan depan akan ada pertandingan persahabatan dengan klub sepakbola kota Malang. Okto dan Ozan juga selalu semangat untuk latihan sepakbola karena mereka punya cita-cita yang sama: kelak jadi pemain TIMNAS INDONESIA.

Sudah 3 bulan klub ini kembali berkegiatan secara offline. Ozan dan Okto sangat senang bisa berkumpul lagi bersama teman-temannya yang sudah mereka kenal sejak 2 tahun lalu. Karena pandemi Corona, klub ini sempat berhenti untuk berkegiatan secara offline.

“Eh, Okto! Kamu dengerin aku ngomong nggak, sih?” Ozan sewot. Ia sudah melepas sepatu bolanya dan dimasukkan tas kresek. Sandal jepit Swallow kini sudah ia kenakan.

“Oh… eh, aku belum tahu, Zan. Aku belum nanya Bapak,” ucap Okto dengan nada sedikit kecewa. Padahal sebenarnya Okto sudah tahu karena waktu Okto merajuk minta dibelikan tiket nonton, Bapak bilang kalau tidak bisa, "Sabtu malam ada rapat di kantor kecamatan," katanya. Semenjak jadi Lurah, bapak semakin sibuk rapat sana-sini.

“Ya sudah. Kabari ya kalau jadi nonton biar bisa janjian barengan dan duduk di tribun yang sama. Kan seru banget tuh bisa teriak yel-yel bareng kamu,” kata Ozan lalu sibuk nyanyi yel-yel Arema sambil membereskan bawaannya.

 

Kami Arema… dukung Arema…

Jadi juara… juara liga

Aremania, siap berpesta

Salam satu jiwa, untuk Indonesia

Ooooh…

 

Ah, Ozan. Sebagai Aremania, siapa sih yang nggak pengen nonton klub sepakbola kesayangannya tanding. Apalagi kali ini tanding di Stadion Kanjuruhan, lawan rival abadinya pula, Persebaya. Sayang sekali kalau tidak nonton langsung. Hmmm…

Okto mengayuh sepedanya dengan lesu. Jarak rumah dengan lapangan sepakbola tempat ia berlatih hanya sekitar 10 menit kayuhan sepeda.

“Assalamu’alaykum. Okto pulang, Buuuk…” ucap Okto saat masuk rumah. Bu Yuni, ibunya Okto sedang menata lauk di meja makan.

“Wa’alaykumussalam. Alhamdulillah, kamu sudah sampai rumah, Okto. Segera mandi sebentar lagi azan Magrib, terus ke mushola ya, nanti Ibu tunggu buat makan malam bareng, ya,” kata Bu Yuni.

“Bapak kemana, Bu? Kok sepeda motornya tidak ada?” tanya Okto.

“Bapak ada rapat di kantor kecamatan sejak sore tadi, Nak,” jawab Bu Yuni.

“Lho, katanya besok malam rapatnya?” tanya Okto lagi.

“Kata Bapak tadi rapatnya dimajukan sore ini. Paling nanti sampai malam Bapak baru pulang,” ucap Bu Yuni yang membuat Okto hanya ber-O panjang.

 

Kanjuruhan, 1 Oktober 2022

Kuuuk… kuuuuk… kugeruuuk… kuuuk…

Suara burung derkuku piaraan Bapak terdengar merdu pagi ini. Sejak Subuh Okto sudah bangun dan pergi ke mushola bersama Bapak. Selanjutnya jadi Minggu pagi yang sangat sibuk di keluarga itu. Bu Yuni sibuk menyiapkan sarapan istimewa, Pak Sapto -bapaknya Okto- sibuk mencuci motor dibantu Okto yang juga sekalian mencuci sepatu bola dan sepedanya.

Jam di dinding ruang tamu sudah menunjukkan pukul 07.00

“Bapak, Okto, ayo, sarapan dulu. Ibu punya kejutan, nih!” seru Bu Yuni.

Okto dan Bapak sudah menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas menuju ruang makan. Mereka berdua benar-benar terkejut saat melihat ada tumpeng nasi kuning dengan segala lauk pauknya terhidang di meja makan.

“Selamat ulang tahun, Pak. Selamat ulang tahun, Okto, anak kesayangan Ibu. Semoga Allah selalu memberikan umur yang panjang, sehat selalu, senantiasa dijaga Allah,” ucap Bu Yuni bersama dengan lantunan doa-doa yang kemudian diaminkan oleh Pak Sapto yang berulang tahun 28 September kemarin dan Okto yang berulang tahun hari ini, 1 Oktober.

“Wah, terima kasih banyak, Ibu. Bapak bahagia sekali hari ini,” sahut Pak Sapto.

“Okto juga, Pak. Ibu memang selalu keren dan penuh kejutan! Terima kasih doa-doa dan nasi tumpeng istimewanya ya, Bu,” timpal Okto.

“Eh, Bapak juga punya kado spesial untukmu, Nak. Tunggu sebentar,” ucap Pak Sapto kemudian. Bapak lantas beringsut ke kamar dan kembali ke ruang makan dengan membawa sebuah amplop coklat.

“Bukalah!” perintah Pak Sapto saat amplop itu sudah berpindah ke tangan Okto. Dengan antusias, Okto membukanya perlahan. Matanya tampak berbinar.

“Waaaaa… tiket Arema vs Persebaya malam ini!” seketika Okto jingkrak-jingkrak kegirangan ketika mengetahui ada 3 lembar tiket yang kini ada dalam genggaman tangannya. Artinya, nanti malam mereka akan merayakan ulang tahun Okto dengan menyaksikan pertandingan bola bersama. Ibu juga menyerahkan sebuah kado yang isinya baju bola seragam Timnas Indonesia, kaos Aremania, juga slayer Aremania. Hadiah yang sungguh istimewa di usianya yang ke-11!

Adegan berikutnya, keluarga kecil itu menikmati sarapan nasi kuning dengan hati yang hangat penuh cinta.

 

Sabtu malam, 1 Oktober 2022

Stadion Kanjuruhan malam ini dibanjiri Aremania. Tua-muda, besar-kecil, tumpah ruah di stadion. Teriakan yel-yel menyemangati para pemain Arema membahana di segala penjuru. Keluarga Okto duduk berdekatan dengan Ozan juga ayah dan kakaknya Ozan di Tribun 10. Ozan senang sekali, akhirnya keinginannya untuk menonton pertandingan “Si Singo Edan” bersama sahabatnya terwujud. Dan kini mereka di sini, di stadion yang akan menjadi saksi Arema akan bertarung sengit dengan rival sejatinya, Persebaya.

Pertandingan berlangsung sangat seru. Setelah memasuki babak kedua, tim Persebaya berhasil mencetak golnya yang ke-3, Arema FC semakin tampil menyerang berusaha membobol gawang Persebaya, namun sayangnya tidak ada gol yang tercipta. Semakin banyak serangan, semakin gemas pula para supporter menyaksikannya, termasuk Ozan dan Okto yang sesekali berdiri dan berteriak memberi semangat untuk para pemain Arema. Hingga akhirnya…

 

Priiit… priiiiiit…. Priiiiit…

Peluit panjang tanda pertandingan usai pun dibunyikan sang wasit. Raut kecewa tampak menghiasi para pemain  Arema. Mereka tertunduk lesu karena harus menelan pil pahit kekalahan di kandang sendiri.

“Ayo, Okto. Kita pulang. Pertandingan ya pertandingan, pasti ada yang menang dan kalah. Arema pasti banyak belajar dari kekalahan malam ini,” ucap Pak Sapto. Bu Yuni pun mulai beranjak dari tempat duduknya. Ozan beserta ayah dan kakaknya juga beringsut ingin segera keluar dari stadion.

Bersamaan dengan itu, suasana di lapangan tampak tidak kondusif. Okto menyaksikan sendiri suasana yang mendadak gaduh dan semakin ricuh tatkala banyak supporter yang turun ke lapangan. Kata-kata umpatan keluar diikuti dengan lempar-lempar berbagai macam benda ke arah lapangan. Para supporter semakin banyak yang berhamburan ke lapangan dan semakin beringas, tak terkendali. Para pemain Arema tampak digiring masuk ke dalam ruang ganti dengan kawalan petugas keamanan. Setelah pemain masuk, supporter semakin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan.

“Ayo, Okto. Percepat langkahmu. Suasana mulai rusuh. Orang-orang sudah mulai ribut ingin segera keluar stadion!” ucap Bu Yuni mulai panik. Pak Sapto menggenggam erat tangan istri dan anaknya. Penonton di tribun 10 mulai berlarian menuju pintu keluar.

Okto sesekali masih menengok ke arah lapangan. Ada banyak manusia berseragam aparat berusaha memukul mundur para supporter. Pemandangan yang seharusnya tidak disaksikan oleh bocah yang baru memasuki usia 11 tahun. Dengan mata kepalanya sendiri, Okto melihat kondisi yang semakin kacau tatkala aparat mulai melancarkan serangannya dengan menembakkan sesuatu secara membabi buta. Saat tembakan ke sekian, tiba-tiba…

“Bapak, Ibu… mataku perih sekali!” teriak Okto. Karena ingin mengucek matanya, gandengan tangan Bapaknya terlepas. Para penonton di belakang mereka mulai merangsek ingin segera keluar. Lautan manusia saling berdesakan menuju pintu keluar yang saat itu belum semua pintu dibuka.

“Bapaaaak, Ibuuu, kalian di mana?” Okto mulai panik karena terpisah dari Bu Yuni dan Pak Sapto. Semua berlarian menuju pintu keluar, saling berdesakan, tampak sesak karena “sesuatu” itu ternyata gas air mata. Okto mencoba bertahan untuk tetap berjalan mengikuti arus desakan dari arah belakang. Kedua matanya benar-benar perih, nafasnya mulai tersengal. Dalam hati, Okto terus berharap kedua orang tuanya juga keluarga Ozan dalam keadaan baik-baik saja.

Alhamdulillah, Okto berhasil keluar dari desakan lautan manusia. Sesampai di luar stadion, suasana masih ricuh. Ia saksikan mobil Polisi yang dibakar massa. Ia saksikan puluhan manusia bergelimpangan, terkapar. Mungkin ada yang sudah tidak bernyawa, atau hanya sekadar pingsan saja. Okto juga melihat anak-anak kecil yang menangis karena terpisah dari orang tuanya, ibu-ibu yang berteriak histeris karena mencari anaknya, laki-laki dewasa yang kebingungan mencari keluarganya. Semuanya sangat mencekam.

“Bapak, Ibu, kalian di mana?” gumam Okto lirih. Dengan sekujur tubuh yang terasa linu karena terhimpit, terdesak, terinjak, terdorong kerumunan massa, Okto berjalan tertatih mengitari stadion. Ia berusaha mengamati satu persatu, namun sudah lama ia berjalan, kedua orang tuanya belum bisa ia temukan. Okto akhirnya duduk dekat tempat parkir motor bapaknya. Ia masih ingat karena tidak jauh dari tempat parkir itu ada warung milik teman sekelasnya, Fani. Tadi sebelum masuk ke stadion Okto dan kedua orangtuanya sempat membeli air mineral dan jajanan ke warung Fani.

Okto mulai menangis membayangkan kalau hal buruk terjadi kepada orang tuanya.

“Eh, kamu Okto, kan?” suara anak perempuan membuat Okto menoleh ke sumber suara.

“Alhamdulillah, kamu tidak apa-apa, Okto. Ayo, ikut aku ke warung!” Fani menarik tangan Okto. Di rumah Fani, Okto diberi teh hangat agar sedikit lebih tenang.

“Sambil menunggu suasana lebih aman, kamu di sini dulu ya, Okto,” ucap ayahnya Fani. Okto hanya mengangguk.

“Kamu istirahat dulu saja, biar ayah Fani yang mencari kedua orang tuamu. Kondisi di luar masih tidak aman,” kata ibunya Fani sambil menyerahkan bantal ke Okto. Ayah Fani tampak keluar rumah. Suasana di luar masih sangat gaduh.

Okto mencoba memejamkan mata, tapi kantuk itu tidak juga datang. Pikirannya hanya dipenuhi wajah bapak dan ibunya. Perlahan terlintas peristiwa membahagiakan pagi tadi saat menikmati tumpeng nasi kuning bersama-sama, saat membuka amplop berisi tiket pertandingan malam ini dari Bapak, juga kado istimewa dari Ibu.

Akhirnya, Okto pun terlelap dan berharap ketika terbangun esok hari sudah ada kabar dari kedua orangtuanya.

[*]

Kanjuruhan, 2 Oktober 2022

Suasana Stadion Kanjuruhan sangat mencekam. Mayat-mayat bergelimpangan. Pagi ini tersiar berita, ada lebih dari 100 korban meninggal dunia akibat tragedi semalam. Mata Okto masih terasa perih dan dadanya sesak menahan rasa sedih. Setelah Subuh tadi, ayah Fani kembali melakukan pencarian.

Sekitar jam 7, usai Okto sarapan bersama Fani, adiknya, juga ibunya Fani, ayah Fani pulang dan tiba-tiba langsung memeluk Okto.

“Sabar ya, Okto. Pak Sapto, bapak kamu, iya bapak kamu… tadi ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Ibu kamu masih dalam proses pencarian. Nanti coba Bapak cari ke rumah sakit. Ya Allah, sabar ya, Okto,” ayah Fani menyampaikan berita duka itu dengan suara bergetar.

Hancur hati Okto, semakin perih rasanya tatkala Okto tahu kalau Ozan, ayah, dan kakaknya juga menjadi korban meninggal dunia karena tragedi semalam. Pecah tangis Okto karena kehilangan sosok laki-laki kesayangan yang menjadi panutannya selama ini, juga kehilangan sahabat terbaiknya, sahabat yang selalu memberikannya semangat untuk mewujudkan impian bersama.

“Ibu… Okto masih ingin dipeluk Ibu. Semoga Ibu ditemukan dalam kondisi baik,” batin Okto mengeja pinta. Dipegangnya kaos Aremania dan syal yang masih melilit lehernya, kado istimewa dari ibu tercinta. Langit Kanjuruhan pagi itu mendadak kelam, berselimut luka dan duka.

[*]

Sebulan berlalu pasca tragedi Kanjuruhan itu…

Okto terduduk lesu di dua pusara yang berdampingan.

“Bapak, Ibu, Okto kangen. Okto ingin bersama Bapak dan Ibu lagi kaya dulu. Bapak, Ibu, sekarang Okto tinggal bersama Paklik dan Bulik. Mereka sangat sayang pada Okto. Bapak, Ibu, Okto kangen. Coba kemarin Okto tidak ngajakin nonton, coba kemarin kita nontonnya di rumah saja… hiks, hiks, Okto tidak akan jadi yatim piatu, Okto tidak akan kehilangan orangtua yang penuh cinta seperti Bapak dan Ibu. Hiks… hiks…,” Okto terisak.

[*]

Cerita ini hanya fiktif belaka.

Turut berduka yang sedalam-dalamnya atas tragedi Kanjuruhan tanggal 1 Oktober silam. Semoga semua korban yang meninggal dunia diampuni segala dosanya, mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran.

Tidak ada sepakbola yang seharga nyawa.

Duka Kanjuruhan, duka kami semua…



 


 

 

 

 

Wednesday, July 27, 2022

KOMIK AISHA TOMODACHI BACAAN BERGIZI GENERASI MASA KINI

Wednesday, July 27, 2022 0 Comments

 



Aisha Tomodachi nama lengkapnya. Biasa dipanggil Aisha. Sosok gadis mungil berkerudung dan berkacamata yang pemberani dan jenius. Ia memiliki kelebihan yaitu pandai dalam merancang robot dengan menggunakan sebuah microchip istimewa. Microchip tersebut merupakan warisan dari ayah kandungnya yang seorang ilmuwan. Aisha memiliki kisah masa lalu yang unik dan mengejutkan. Ia tinggal bersama Papa Ajib dan Mami Nina, orang tua angkat yang mengadopsinya. Mereka tinggal di Desa Penyu, sebuah desa di Pantura (pantai utara). Aisha memiliki sahabat seekor harimau gigi pedang yang bernama Tora. Tora sosok harimau yang lucu, jinak, suka membantu, dan hobi makan.

 

Kehidupan Aisha berubah setelah ia menjadi pemenang kontes robot yang mempertemukannya dengan dua ilmuwan senior yang sedang mengincar microchip miliknya. Salah satu ilmuwan senior tersebut bernama Dokter Vontes. Sosok antagonis dalam komik ini. Dokter Vontes memiliki ambisi untuk menguasai dunia. Konflik dalam komik ini semakin memuncak tatkala Dokter Vontes berhasil mencuri microchip Aisha. Ia dengan segala kelicikan dan keserakahannya lalu menciptakan robot raksasa. Robot itu bertugas untuk menguras tambang emas di sebuah gunung yang letaknya dekat dengan Desa Penyu, tempat tinggal Aisha dan keluarga Papa Ajib. Masya Allah, seru sekali alur ceritanya! Penasaran kan bagaimana cara Aisha mendapatkan kembali microchipnya yang dicuri, bagaimana cara melawan Dokter Vontes yang licik dan kejam itu? Lalu, siapakah keluarga Aisha yang sebenarnya? Kepooo, kan?

 

Masya Allah, tabarokallahu. Sudah lama saya tidak membaca komik anak-anak dengan alur unik dan seru dan bergenre science-fiction seperti komik Aisha Tomodachi ini. Menikmati halaman demi halaman pada komik ini membuat rekaman memori di otak saya terlempar ke masa silam, masa kecil saya dulu. Almarhum Babe selalu menjadi pengantar kami ke salah satu perpustakaan di dekat alun-alun kota Wonogiri, tepatnya di samping gereja. Biasanya kami ke perpustakaan saat liburan sekolah. Ada banyak komik dan buku yang dipinjamkan di sana. Perpustakaannya pun luas dan bersih. Saya dan Mamiko (saudari kembar saya) paling suka meminjam komik dan buku-buku petualangan seperti Lima Sekawan, Trio Detektif, Pasukan  Mau Tahu, dll. Seruuu sekali!

Kembali ke Komik Aisha Tomodachi ini. Ada beberapa hal keren yang menjadikan komik ini layak dibaca seluruh anggota keluarga.

Genre Science Fiction

Komik Aisha Tomodachi ini memiliki genre science fiction. Bercerita tentang kisah Aisha dan teman-temannya yang sangat seru, menantang, dan penuh kejutan. Ada banyak pembelajaran dan ilmu baru yang bisa didapatkan pembaca, seperti tentang robot, microchip, artificial intelijen, dan alat-alat teknologi canggih. Tentu saja sang creator komik ini sudah melalui tahap riset yang panjang untuk mengemas komik ini menjadi sebuah bacaan yang tidak hanya menghibur namun juga sarat ilmu pengetahuan.





Kaya Nilai-Nilai Edukasi Islam

Komik terbitan Ihsan Comic memang memiliki ciri khas untuk selalu mengusung nilai-nilai edukasi Islam dalam setiap karya yang diterbitkan. Komik ini mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang syamil mutakamil, sempurna dan menyeluruh. Contohnya:

  1. Di halaman 16, saat adegan Ron dan timnya beserta robotnya berjalan dengan angkuh dan merasa berbangga diri saat mengikuti kontes robot. Dalam adegan ini sekaligus ada pengingat diri untuk tidak sombong. Disebutkan pula dalilnya yaitu terjemahan QS. Al Isra’ ayat 37. Juga di halaman 24 ada hadits pengingat tentang perilaku sombong.
  2. Di halaman 34, saat adegan robot-robot buatan Dokter Vontes menambang emas di hutan dekat Desa Penyu. Disebutkan bahwa tindakan tersebut dapat merusak alam dengan dalil terjemahan QS. Al A’raf ayat 56.
  3. Di halaman 80, secara tidak langsung sosok Aisha memberikan gambaran pentingnya menyandarkan setiap masalah dan segala sesuatu dalam hidup kita hanya kepada Allah. Jadi, komik ini bisa jadi bacaan seru sekaligus sarana menumbuhsuburkan fitrah keimanan yang sudah terinstal dalam diri setiap anak. Dalam adegan di halaman ini Aisha dan teman-temannya merasa takut karena Dokter Vontes memunculkan robot raksasa baru yang sangat canggih. Aisha bilang… Jika merasa takut, bacalah doa: “A’UDZU BIKALIMATILLAHI TAAMMATI MIN SYARRI MAA KHALAQ…” (Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurnanya dari kejahatan ciptaan-Nya”).



Bekal Generasi Masa Kini yang Berkarakter Positif

Komik ini mengajarkan keberanian kepada anak-anak untuk menjadi agen kebaikan dan melawan segala bentuk kezaliman/kejahatan di muka bumi. Semangat untuk selalu membela kebenaran dan menegakkan keadilan. Anak-anak juga dapat belajar dari kisah persahabatan Aisha dan kawan-kawannya yang tentu saja memiliki sifat dan latar belakang yang berbeda-beda, memiliki keunikan masing-masing. Anak-anak juga belajar tentang arti kerja sama, menghormati orang tua, bertanggung jawab, pantang menyerah, dan semangat menjadi anak salih nan cerdas dengan tekun belajar dan rajin beribadah.

Akhirnya, tahniah untuk lahirnya komik AISHA TOMODACHI volume 1 yang berjudul “MICROCHIP SUPER CANGGIH” karya komikus-komikus hebat dari PAPILLON COMICS. Komik ini sangat layak jadi bacaan positif anak-anak dan keluarga zaman now. Yuk, segera koleksi komik ini! Ayah Bunda bisa beli komiknya tinggal klik saja di  SHOPEE





Friday, July 01, 2022

Dear, Aksara...

Friday, July 01, 2022 0 Comments




Dear Aksara, sudah lama ya aku tidak menyapamu? Apa kabar, Aksara? Maafkan kalau rumahmu kini berdebu dan penuh sarang laba-laba. Maafkan kalau kini aku jarang menyapamu. Maafkan kalau kini aku jarang mengajakmu merangkai cerita. Sekali lagi, maafkan aku ya, Aksara...


Izinkan detik ini aku mensejajarkanmu kembali untuk mengurai segala keruwetan di kepalaku. Izinkan menit ini aku menyusunmu  berbaris rapi untuk membantuku menetralkan kegalauan di hatiku. Sejatinya, menulis adalah terapi hati dan jiwa yang sangat berharga dalam hidupku. Mau kah sejenak kau jadi sahabat curhatku, Aksara?


Garis takdir mempertemukanku dengan sebuah komunitas rasa keluarga. Komunitas yang beranggotakan perempuan-perempuan tangguh dengan potensi istimewa dan memiliki semangat juang yang luar biasa. Blogger perempuan asal Semarang yang mempertautkan hati serta meresonansikan visi-misi dengan mengibarkan bendera komunitas bernama "GANDJEL REL" dengan motto: "ngeblog ben ra ngganjel". 



Sungguh, Aksara... Bertemu dan bergabung bersama komunitas ini serasa menemukan oase di padang pasir yang tandus. Komunitas ini menawarkan begitu banyak peluang untuk belajar dan berkarya. Komunitas ini memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk bertumbuh dan berkembang setiap anggotanya dengan potensi-potensi terbaik mereka. Komunitas ini menghadirkan kehangatan keluarga yang penuh cinta. 


Bagiku Aksara, cita-cita menjadi "Blogger Profesional" masih jadi impian yang aku sendiri belum sungguh-sungguh untuk memperjuangkannya. Aku masih sering jadi pribadi "excuse", malas buat ngeblog, sibuk mencari-cari kambing hitam, dan aneka rupa pemakluman yang aku buat-buat sendiri. Astaghfirullah...


Padahal Aksara, ide menulis itu kan sudah tersaji berkelimpahan di semesta. Padahal fasilitas ada dan cukup memadai. Padahal peluang dan kesempatan emas selalu datang bersliweran untuk ditangkap dan dieksekusi. Lalu, aku harus beralasan apa lagi? Manusia memang kumpulan seonggok daging dan sekumpulan tulang yang punya nama dengan 1001 alasan untuk banyak hal dalam kehidupan. Bukan begitu, Aksara?


Ah, sungguh malu rasanya. Tapi kalau mau jujur Aksara, saat ini aku tengah dihadapkan pada banyak kondisi yang membuatku harus pandai-pandai beradaptasi. Waktuku untuk berlama-lama denganmu sempat tergantikan dengan waktuku untuk berlama-lama bersama pena dan buku harianku. Ya, beberapa waktu terakhir ini aku lebih nyaman mengakrabkan raga dan jiwaku dengan menulis catatan harian, membuat jurnal dengan menulis tangan. Karena salah satu hal itu, aku jadi sedikit cuek denganmu, Aksara. Maafkan aku karena jadi terkesan tidak adil. Tapi ini hanya tentang kenyamanan saja. Karena sekarang tidak bisa setiap saat aku membukamu dan menarikan jemariku di pasukan QWERTY Family-mu yang ketika beradu sungguh rasanya terdengar merdu. Sejatinya aku merindukan suara-suara itu di keheningan malam. Maafkan jika saat ini ada yang lebih prioritas dalam hidupku untuk selalu hadir penuh membersamai tumbuh kembang mereka. Maafkan jika jam-jam menulisku di sepertiga malam sekarang lebih sering aku habiskan untuk menulis di jurnal jejak kelanaku dengan jari-jemariku. 


Doakan saja Aksara, aku bisa memanajemen 24 jamku lebih maksimal lagi. Doakan saja Aksara, aku bisa menguatkan kembali "STRONG WHY"-ku untuk mengakrabimu. Menjadikan rumahmu lebih semarak lagi dengan dokumentasi catatan dan segala kontemplasiku. Doakan aku Aksara, bisa lebih aktif dan produktif lagi di GANDJEL REL, komunitas rasa keluarga yang sudah mengizinkan diri ini untuk menjadi bagian istimewa di dalamnya. Semoga ke depan bisa berkontribusi lebih baik lagi. 

Ulang Tahun Gandjel Rel yang ke-5


Terima kasih Aksara, sudah menyimak curhatanku. Semoga catatan ini bisa menjadi awalan yang lebih baik. 


Dariku yang selalu menyayangimu, pasukan Aksara-ku...




Wednesday, March 09, 2022

KISAH GLOWING BERSAMA POND’S BRIGHT BEAUTY TRIPLE GLOW SERUM DAN POND’S BRIGHT BEAUTY TRIPLE GLOW SERUM MASK

Wednesday, March 09, 2022 0 Comments

 



Sekitar dua pekan lalu, keluarga kami silih berganti sakit. Pekan ini giliran anak-anak yang sakit. Kak Dzaky (5 tahun) demam lanjut batuk. Sedangkan Adik Dzikri (7 bulan) sempat demam tinggi hari Selasa malam (1/3/2022), hari Rabu siang mulai muncul ruam-ruam kemerahan di sekujur tubuhnya. Otomatis ya, ketika anak-anak sakit, semua perhatian, tenaga, pikiran, tercurah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sebagai orang tua, kami berusaha PIYE CARANE mengikhtiarkan kesembuhan mereka. Di saat malam mereka terkadang rewel, nggak nyenyak tidur, nggak nafsu makan, maunya digendong terus, maunya Umma sama Abi selalu di dekat mereka. Ya begitulah, tantangan penuh cinta bagi orang tua yang punya balita dan bayi yang Qadarullah harus sakit dalam waktu bersamaan.

 

Alhamdulillah, kini anak-anak berangsur sehat dan ceria kembali. Meski tinggal batuknya yang masih awet.  Selama Umma dan anak-anak sakit, salah satu jadwal harian Umma yang cukup kacau adalah skincare-an. Sepekan terakhir kemarin, Umma baru tersadar saat ngaca. Wajah terlihat sedikit kusam dan kulit nggak sekenyal biasanya. Ya, selama Umma sakit lanjut anak-anak nggak fit, skincare-an jadi kurang disiplin. Umma jadi mageran. Lalu, efek cuaca yang kadang tidak menentu juga bisa jadi faktor penyebabnya. Terkadang siang hari terasa panas yang sungguh menyengat, namun terkadang mendung lalu turun hujan seharian. Saat demam, batuk, pilek menyerang, fisik jadi tidak bersahabat untuk melakukan beragam aktivitas. Penginnya rebahan dan melakukan aktivitas ringan seperti baca buku, nonton film, atau nemenin duo DNA main. Kegiatan rutin skincare-an jadi sering di-skip, deh. Astaghfirullah...

 

Alhamdulillah, bersyukur rasanya selama kurang lebih sepekan ini Umma mencoba produk baru dari Pond's. Karena kemasannya yang imut dan praktis,  Umma bisa skincare-an pakai produk Pond’s disambi momong duo DNA. Anti ribet-ribet pokoknya.  Masya Allah, kerasa banget deh manfaatnya di kulit Umma. Penasaran kan, produk apa itu? Taraaa… inilah produk solutif yang sukses membuat mood skincare-an Umma langsung membaik pasca recovery sakit:

 

Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum dan Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask




First effect yang Umma rasakan setelah sepekan menggunakan kedua produk ini adalah kulit wajah mulai terasa lebih halus, lebih cerah, dan lebih lembap dibanding sebelumnya. Kedua produk ini bekerja sangat baik. Masya Allah, benar-benar jadi moodbooster emak ini. Yuk, kita bahas satu persatu kelebihannya!

 

Tentang Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum

Kandungan/Komposisi

Produk ini adalah terobosan baru dari Pond’s. Produk ini merupakan serum pertama Pond’s yang menggabungkan 3 kekuatan maksimalmencerahkan, menghaluskan dan melembabkan sehingga tampilan wajah kita bisa glowing, euy! Benar-benar serum pencerah wajah terbaik yang wajib dicoba, nih!

Apa saja 3 kekuatan yang dimaksud?

·     Mencerahkan dengan Gluta-Boost-C

POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum mengandung glutathione, yakni antioksidan yang dikenal mampu mencerahkan kulit. Formula unik Gluta-Boost-C efektif menyamarkan flek hitam, membuat wajah tampak cerah, juga dapat meratakan warna kulit.

·     Melembutkan dengan Vitamin B3+

Vitamin B3+ berfungsi untuk menyamarkan pori sehingga kulit wajah tampak lebih mulus.

·     Melembabkan dengan Hyaluronic Acid

Formula hyaluronic acid dapat menyerap ke dalam setiap lapisan epidermis kulit, sehingga membantu kulit wajah tetap terasa lembab berkilau. Hmm, segar dan nyaman saat dipandang!

 

Tekstur dan Aroma

Serum ini teksturnya sedikit kental, tapi saat diaplikasikan di wajah, dapat meresap ke kulit dengan cepat, wajah Umma jadi langsung terasa lembab dan segar.

Aromanya soft khas POND’S banget. Umma suka banget deh sama wanginya, sangat memanjakan hidung.

 


 

Kemasan (Packaging)

Packagingnya lucu, praktis, dan simple, dengan warna pink yang memberikan kesan girly gitu. Umma langsung tertarik karena POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum ini tersedia dalam kemasan sachet.

 

Harga Terjangkau dan Produk Mudah Didapat

Produk POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum ini sangat ekonomis. Harga kemasan sachetnya sekitar 18 ribuan. Isinya 7,5 gram, jadi bisa dipakai beberapa kali.  Kemasan sachet seperti ini sangat membantu untuk trial terlebih dulu. Jika kulit kita cocok, bisa banget lanjut menggunakan kemasan yang botol.

 

Produk Triple Glow Serum ini bisa kok dibeli di Indomaret. Mudah sekali didapat, bukan? 

 

Tidak Ada Efek Samping

Alhamdulillah, selama lebih dari sepekan pemakaian tidak ada efek negatif pada kulit Umma. Nggak bikin purging atauapun break out. Bagi Umma, serum ini bekerja cepat dan sangat baik sehingga kulit terasa jauh lebih halus dan segar. Jadi gemes saat ngaca, pengin ngelus0ngelus dan nowel-nowel terus muka sendiri. Hehe.


Cara Pakai

Kalau rekomendasi dari Pond’s, pemakaian produk ini akan lebih optimal jika pemakaiannya bersamaan dengan produk Pond’s Potion Essence (sebelum triple glow serum) dan Pond’s Serum Day Cream/Pond’s Serum Burst Night (setelah triple glow serum). Nah, caranya: ratakan 2-3 tetes POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum di wajahmu setelah menggunakan 3-in-1 Potion Essence. Umma tidak hanya apply di wajah, tapi juga leher. Lalu, tepuk perlahan untuk membantu menyerap ke kulit. Lanjutkan dengan pelembap untuk mendapatkan manfaat terbaik dari penggunaan serum. Produk ini dapat digunakan waktu pagi dan malam hari.

 

Kelebihan Lainnya

Kabar kerennya, Pond’s Beauty Triple Glow Serum ini bisa digunakan mulai usia 13 tahun ke atas, lho! Wah, para ABG remaja putri wajib coba nih untuk melakukan perawatan kulit sejak dini.

Kabar keren berikutnya, Brand Ambasador dari Pond’s Indonesia adalah Wendy yang merupakan anggota  dari Red Velvet, grup vokal wanita asal Korea Selatan.  Terpilihnya Wendy Red Velvet sebagai Brand Ambassador produk Pond’s tentunya sangat dinanti-nanti oleh Reve Luv, para penggemar idol Red Velvet setelah sebelumnya sempat vacum karena mengalami cedera punggung. Lihat wajah Wendy yang glowing dan sehat tentu jadi pengen kan, apalagi Wendy juga terkenal memiliki attitude dan inner beauty yang bagus. Jempol banget, deh! Uhuy, yuk, semangat glowing and inspiring bareng Wendy!

 


Produk berikutnya yang akan Umma ulas adalah

POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum Mask

 

Kandungan serumnya 100x lebih banyak dari sheet mask lainnya. Wow! Masker serum yang menjadi rahasia kulit glowing ala Wendy Red Velvet ini juga menggabungkan 3 kekuatan skincare terbaik, seperti pada POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum. Manfaatnya, kulit akan tampak lebih cerah, lebih halus dan terasa lebih lembab, dalam sekali pakai.

 

Sheet mask ini kandungannya 60x lebih efektif dari vitamin C. Vitamin C bagus banget untuk kulit karena manfaatnya yang luar biasa. Kemasannya warna pink dengan ciri khas produk Pond’s, Kandungan essence/serum dari sheet masknya banyak banget, wanginya juga soft banget, hampir sama kaya serum Pond’s-nya.

Setelah dipakai, ada efek dingin gitu dari serum, ukuran sheet masknya lumayan pas, nggak terlalu gede banget. Hasil akhirnya benar-benar mencerahkan seketika dan bikin fresh. So far, oke banget lah dengan produk yang harganya affordable ini. Kalau kamu ingin mencoba sheet mask ini, harganya cukup terjangkau kok, cuma Rp 19 ribuan aja dan bisa didapatkan di Indomaret terdekat.

 

Akhirnya, untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat dan cerah tentu saja butuh perjuangan dan pengorbanan, butuh kedisiplinan, konsisten, dan komitmen. Ingat, semuanya butuh proses, tidak instan!

 

Hal terpenting ketika kita memilih suatu produk skincare, terutama serum adalah tidak hanya produk yang bisa mempercantik namun juga mampu menyehatkan kulit.  Tentu saja hasil akhir sangat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti jenis kulit dan karakter kulit kita, pola makan, dan gaya hidup sehari-hari. Sekian dulu cerita Umma bersama serum pencerah wajah terbaik, Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum dan Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask. Semoga bermanfaat. Sehat dan bahagia selalu yaaaaa…




Friday, October 08, 2021

Kembara Cinta Bersua Belahan Jiwa

Friday, October 08, 2021 0 Comments

 


Jika tiap impian hanya dipertemukan getah pahit dirasa
Bila tiap kerinduan hanya dihadapkan pada racun kemunafikan yang penuh dusta
Maka, hadapkan diri pada langit yang pintunya selalu terbuka.
Mengadu di dalam butir-butir pengakuan dan berharap hanya pada-Nya
agar lepas segala kegelisahan dan dipertemukan dengan ketenangan…
 
Ya Rabb, jadikan penerimaan qadar-Mu lebih indah selaksa daun-daun zaitun
Berhiaskan embun yang dipancari sang fajar di pagi hari
Jadikan episode ini lebih indah…
Lebih baik dari pagi yang tersusun cahaya yang ditemani kilapan senyuman

***

Menjelang penghujung akhir tahun 2011, sebentar lagi aku akan membuka gerbang kehidupan di tahun baru 2012. Sudah seharusnya aku melakukan evaluasi atas pencapaian maupun cita-cita yang belum tercapai. Aku pun mulai menciptakan “terminal” dalam diriku, ‘pemberhentian sejenak’, untuk sejenak merenung, memahami, dan belajar memaknai lebih dalam. Menengok masa lalu untuk kemudian membuat sebuah resolusi yang harus aku ikhtiarkan maksimal untuk menjejak nyata di tahun mendatang. Ada lima resolusi terbesar di tahun 2012 yang akan aku uraikan dalam untaian aksara yang tengah menemaniku bermetamorfosis kali ini. Aksara-aksara yang menemaniku membuat notulensi akhir tahun yang kelak menjadi blue print kehidupanku di tahun 2012.

Sebagai insan ciptaan Allah Swt, kita harus selalu menatap harapan terbaik di masa depan. Ya, karena hidup ini hanya terdiri dari tiga bagian: masa lalu, masa kini dan masa depan. Masa lalu adalah pelajaran terbaik, masa kini adalah prestasi terbaik dan masa depan adalah cita-cita terbaik. Jika kita selalu mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tidak memiliki hari ini untuk kita syukuri. Tetaplah bersyukur dan bersyukur, walau mungkin kita melihat sebongkah cahaya kecil di atas bukit kegelapan. Sesungguhnya Allah Swt mengabulkan doa-doa dalam prasangka hamba-Nya. Kata-kata syukur selalu didahului oleh sabar. Sabar itu lebih mudah dilakukan. Banyak orang yang berhasil sabar dalam kedukaan, namun amat sulit untuk menemukan orang yang mampu mensyukuri nikmat Allah dalam kesempitan yang ia alami.

Inilah resolusi pertama dan merupakan resolusi terbesarku di tahun 2012…

 “Ya Rabb, jika masih ada sedikit kebaikan dariku dan Kau menganggapku telah pantas, datangkanlah seseorang yang akan menjadi partnerku mengarungi hidup ini. Datangkanlah dengan cara yang bersih, sederhana. Jika dia jauh, maka dekatkanlah. Jika dia telah dekat, maka sampaikanlah waktunya. Ya Rabbi… Engkau Mahatahu apa yang tepat dan terbaik untukku, untuk dunia dan akhiratku.”

 Sebuah doa yang akhir-akhir ini sering aku panjatkan. Doa yang tak pernah henti membasahi lisan ini. Usiaku sekarang sudah genap 24 tahun. Berdasarkan apa yang pernah aku tuliskan dalam “life mapping”, aku berencana menikah di usia 24 tahun dan menikah merupakan salah satu impian terbesarku di tahun 2012. Ya, menikah adalah resolusi terbesarku di tahun 2012. Bismillah, senantiasa aku meluruskan niat. Menikah itu ibadah dan menikah adalah separuh dien, salah satu hal yang merupakan sunah Rasulullah Saw. Akhirnya, aku pun mulai menyusun dan menuliskan kriteria-kriteria sosok “lelaki idaman” yang aku damba kelak untuk menjadi seorang imamku, selama-lamanya. Seorang suami sekaligus ayah dari anak-anakku kelak.

 [*]

“Nung, bagaimana kabar ta’arufmu?” tanya seorang sahabat dekatku.

“Ikhwannya tiba-tiba mbatalin, ukh, tanpa alasan yang jelas,” jawabku.

Ini kali ketiga ta’arufku belum membuahkan hasil. Sedikit kecewa memang, tapi aku tepis rasa itu dengan menyibukkan diri dalam kegiatan yang positif.

Sampai detik ini aku senantiasa yakin bahwa bersabar akan penantian pasti membuahkan hasil yang istimewa. Dan sungguh benar janji Allah Swt, "Wanita yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk wanita yang keji pula, sedangkan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik juga diperuntukkan bagi wanita yang baik…” (QS. An-Nur: 26).

Satu hal terpenting yang terus-menerus aku upayakan sampai sekarang adalah evaluasi diri dan mencoba lebih mengenal diri sendiri.  Ini langkah awal untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri karena “dia” akan datang sesuai kondisi iman di hati.

Jika ada sisa harapan dalam hidupku di jalan-Nya, aku berharap segera usai penantianku akan anugerah separuh dien-Nya. Menikah dengan lelaki pilihan-Nya di tahun 2012 ini. Lelaki yang AMANAH, yang benar-benar terpilih TEPAT dan TERBAIK untuk menemani hidupku selamanya (dunia dan akhirat) dan mempunyai keluarga yang sakinah, mawwadah, warohmah, dakwah, dan amanah. “Bersinergi untuk sebuah kemaslahatan…”

Ya Rabbi, jiwaku takkan lelah menghitung lembaran yang telah terlewati, hati takkan risau, jua tak ingin berkeluh. Semoga “dia” (yang tengah Engkau persiapkan) adalah sosok yang TEPAT dan TERBAIK untukku, untuk dunia dan akhiratku. Aamiin.

Ya Allah, aku tahu Engkau sedang merancang skenario terbaik untukku. Maka satu saja pintaku, kuatkanlah aku apapun skenario-Mu untukku. Akupun belajar percaya bahwa semua hal dalam hidup ini ada dalam aturan-Nya. Musim kehidupan inipun berjalan sesuai dengan sunatullah dan sama sekali tidak dapat diprediksi. Ketika kita berupaya untuk selalu bersyukur atas setiap musim yang kita alami, Insya Allah akan membuat kehidupan ini menjadi lebih bermakna. Allah Swt yang lebih mengetahui sesuatu itu baik atau buruk.

Ada setiap waktu untuk setiap tujuan yang telah Allah Swt tetapkan bagi makhluk-Nya. Masing-masing ‘musim’ yang diberikan-Nya kepada makhluk-Nya memiliki keberkahan tersendiri. Mereka akan tetap datang kepada kita tanpa peduli apakah kita menginginkan musim itu atau tidak. Setiap musim selalu Allah Swt ciptakan pada waktu yang tepat. Dan Allah Swt akan membuat segala sesuatunya indah TEPAT pada waktu dan kondisi TERBAIK yang telah ditentukan-Nya. Adapun yang patut kita lakukan hanyalah bersyukur dalam segala kelapangan dan kesempitan.

Ya Rabb, inilah langkah kembaraku dengan motivasi tertinggi merengkuh keridhoan-Mu… Berikanlah hamba kemudahan. Aamiin Ya Rabbal’alamiin…

“Yakin, Allah Swt pasti akan menjawab semuanya dengan sangat indah pada saat yang TEPAT dan TERBAIK!” Inilah salah satu puncak keyakinan aku. Dan waktu pun terus berjalan teriring asa yang terus membumbung tinggi ke singgasana Arsy-Nya…

[*]

Dari pelataran sunyi masih tak letih diri mengeja pinta…

Dalam larik-larik do’a untuk Sang Maha Cinta

“Ya Allah, datangkanlah padaku seseorang yang Kau janjikan untuk menemani dan meneguhkan hidupku”

Semesta pun mengiring bahagia.

Atas kabar istimewa yang tak lama lagi akan menyapa

: terbukanya sati rahasia langit

 

Untukmu yang telah disiapkan-Nya

Kaulah sosok terpilih yang kan menemaniku berjuang bersama

Menapak di jalan cinta dalam balut ridho-Nya.

 

26 September 2012

Namun adakah yang layak untuk ditangisi kalau semua dijalani dengan semangat tinggi dan niat yang bersih? Tidak ada kesusahan bagi orang yang menempuh perjalanan dengan keikhlasan. Karena Allah tidak pernah ingkar dengan janji-Nya. It can be a MIRACLE if you believe. TEPAT dan TERBAIK!

Semakin mantap hati ini setelah berhari-hari shalat istikharah, meminta pertimbangan Babe dan Ibuk serta kakak-kakak, akhirnya seusai dirosah aku beranikan diri menghadap ustadzah bagian kemahasiswaan. Aku bilang ke beliau untuk mengambil cuti dari ma’had selama satu semester dengan beberapa alasan yang aku utarakan.

“Anti yakin dengan keputusan anti untuk cuti dari dirosah?” tanya Ustadzah menanyakan sekali lagi.

Aku pun mengangguk mantab. Ustadzah pun mengizinkan dan menyerahkan selembar kertas permohonan cuti untukku. Bismillah, aku ikuti kata hati. Aku merasa akan banyak hal luar biasa yang akan aku alami setelah mengambil salah satu keputusan besar ini. Pulang dari ma’had aku sempatkan untuk bermuhasabah sejenak di masjid kampus. Merenung hingga tanpa terasa mataku pun berembun…

“Ya Allah, Engkaulah yang Maha Kuasa. Jika Engkau menghendaki sesuatu, tiada sesuatu pun di bumi dan di langit yang menghalangi-Mu. Apapun yang Engkau kehendaki akan terjadi. Jika Engkau menghendaki untuk memudahkan suatu urusan, tidak ada seorang pun yang mampu menyulitkan-Mu. Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

 

27 September 2012

Setelah menjalankan amanahku sebagai seorang pengajar di Ganesha Operation Wonogiri serta owner Istana Belajar SUPER yang aku peruntukkan untuk adik-adik yang ingin les privat bersamaku, kembali malam itu aku disibukkan menyapa dan silaturahim dengan beberapa rekan hebat aku di dunia maya.

Sampai akhirnya, ada chat dari seorang kakak tingkatku (beliau sudah menikah dan dikaruniai seorang anak) :

“Nung, dah proses belum?”

“Belum, Mas. Ada apa, nih?”

“Mau nggak Nung aku kenalin dengan sahabatku?”

“Gimana Mas kriterianya?”

dst…

Singkat cerita, setelah proses editan panjang biodataku yang 11 halaman itu aku pun mengirimkan biodataku kepada ‘perantara’ yang tak lain adalah kakak tingkatku itu. Bismillah, ikhtiar ibadah dan perjuangan menggenapkan setengah Dien…

Biodata dari sang ikhwan pun aku dapatkan tanggal 2 Oktober 2012. Keesokan harinya aku langsung konsultasikan kembali kepada MR (Murobbiyah). MR-ku pun setuju dan sangat merestui.

Eits, tapi ada cerita menarik pada tanggal 2 Oktober itu.

Sesaat setelah aku membuka kiriman biodata di emailku, kemudian aku buka, dan kursor di Doralepitoku langsung aku tarik ke halaman paling akhir. Syok! 20 halaman euy! Sedangkan biodataku hanya 11 halaman. Masya Allah, keren! Itu ungkapan pertamaku. Eh, tapi ketakjubanku (akan skenario Allah) tidak berhenti sampai di situ. Aku belum berani baca nama serta data dirinya. Aku baca dulu visi dan misi pernikahan sosok ikhwan di biodata itu, cita-cita beliau pasca menikah, dsb. Wow! Dan ada 3 huruf yang membuat aku benar-benar langsung lemas (tapi tidak sampai pingsan) saat ada tulisan IPK di 20 halaman itu. Sedangkan di biodata “For The AMANAH of My Life”-ku pun aku menuliskan motto hidupku IPK: [I]nspiratif [P]restatif [K]ontributif. Sedangkan ikhwan itu mempunyai impian ingin mendirikan sebuah Istana IPK, istana yang [I]novatif [P]roduktif [K[ontributif. Benar-benar speechless aku. Hm, apakah ini salah satu petunjuk dari-Mu ya Rabb? Dan petunjuk itu bernama IPK…

Aku sama sekali belum kenal apalagi bertemu dengan sosok ikhwan itu, justru aku kenal dengan sosok-sosok luar biasa yang beliau tuliskan di biodata 20 halaman itu. Ada satu hal lagi yang terasa sangat istimewa bergemuruh di hatiku, sosok itu lahir di bulan yang sama dengan bulan kelahiranku, bulan ke-2 (Februari) tertanggal 7. Wow!

Hingga terjadilah kesepakatan, kita akan ta’aruf tanggal 7 Oktober 2012. Hm, tanggal 7 euy… Restu dari keluarga pun sudah aku kantongi (aku tunjukkan biodata sang ikhwan kepada semua anggota keluarga).

[*]

Saat bunga-bunga iman bermekaran di taman pengabdian. Saat kenangan yang tlah terukir menjadi notulensi hidup, menjadi notulensi perenungan dalam bahasa qalbu tanpa mengizinkan cahaya hati menjadi redup. Warna-warna optimis nan romantis akan selalu terlukis bersama do’a-do’a kebahagiaan yang takkan pernah habis.

Insya Allah, sebentar lagi mengukir kenangan baru. Menikmati hari-hari yang terasa begitu istimewa, dimana jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Ya Rabbi, iringi setiap langkah yang terukir, setiap nafas yang berembus dalam waktu yang terus bergulir, dengan keridhoan-Mu.

 

7 Oktober 2012

“Sebiru hari ini…”

Senandung Edcoustic mengalun dari HP-ku. Hari ini aku pakai setelan baju warna biru dengan kerudung warna senada. Tembang nasyid itu pun cocok dengan suasana hati yang sedang mengharu-biru.

Sabtu ini terasa jauh lebih istimewa dibanding Sabtu-Sabtu sebelumnya. Hari ini aku naik bis ke Solo dari Wonogiri. Tujuanku ke rumah guru ngajiku. Sekitar jam 9 aku sudah sampai rumah beliau. Rencana ta’aruf akan berlangusng pukul 10.00 WIB. Aku sengaja datang lebih awal untuk mengkondisikan hatiku terlebih dulu.

Sekitar jam 10, kakak tingkatku mengabarkan kalau kemungkinan mereka akan datang terlambat karena mau nyari tiket bis dulu ke Bogor untuk sahabatnya itu.

Makin deg-degan lah diri ini. Sekitar jam 11 mereka baru datang. Laki-laki asing itu mengenakan celana jeans biru dengan atasan kemeja batik, pakai sepatu kets dan tas sporty. Dari tasnya ada raket badminton yang menyembul ke luar. Ups, rasanya pengen ketawa. Tapi, aku tahan. Proses ta’aruf pun dimulai. Diawali dengan prolog oleh guru ngajiku lanjut kakak tingkatku. Setelah itu, aku yang memulai duluan. Aku bertanya beberapa hal, salah satunya terkait keinginanku untuk tetap bekerja pasca menikah. Alhamdulillah, beliau mengiyakan. Aku juga sampaikan beberapa kekuranganku. Saat aku balik bertanya, apa ada yang ingin ditanyakan dan dikonfirmasi? Beliau menjawab, “biodata anti sudah cukup jelas dan lengkap. Insya Allah, setelah minta izin keluarga, pekan depan saya berniat untuk menemui orang tua anti untuk melanjutkan proses ini.”

Dhuaaar!!!

Serasa disambar petir di siang bolong. Hmm, ini ikhwan main gerak cepat saja. Tapi, itulah yang aku dambakan selama ini. Proses yang nggak bertele-tele, indah, mudah, dan semoga full barokah.

Pertemuan yang terasa sangat singkat. Pertemuan 1 jam antara aku dengan calon suamiku. Saling bercerita tentang pribadi masing-masing dan mimpi-mimpi di masa depan. Ta’aruf visioner. Ta’aruf yang cukup singkat namun produktif.

[*]

Mulai hari itu, tiap kali menulis status di FB, aku awali dengan kalimat

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

[*]

"Nanti kalau Sis ditanya, kok yakin mau nikah sama Norma kenapa Sis? Akan Sis jawab: karena hasil perenungan 1 malam, pertemuan 1 jam dengan masing-masing 1 orang pendamping dan ada persiapan 1 bulan menuju sebuah ikatan suci berbekal hadiah hafalan 1 surat yaitu surat Ar-Rahmaan, demi menanti sebuah janji dari 1-1 nya Dzat yang tak pernah ingkar atas janji-Nya..."


"NORMA itu 5 huruf. TEPAT juga 5 huruf. SISWADI itu 7 huruf dan TERBAIK juga 7 huruf. Dan dulu ketika aku ditanya 'kapan menikah?' Pasti jawabanku: 'Insya Allah, Allah Swt pasti akan menjawab dengan sangat indah pada saat yang TEPAT dan TERBAIK!"