Jejak Karya

Jejak Karya

Sunday, December 27, 2009

Kisah Sang Penyusup (part. 5)

Sunday, December 27, 2009 1 Comments
Setelah sukses dengan 4 kisah penyusupannya (baca kembali Kisah Sang Penyusup 1,2,3, dan 4 di blog : www.thickozone.blogspot.com), pada hari Ahad, 20 Desember 2009 Sang Penyusup kembali beraksi. Siapa sih Sang Penyusup itu??? Hiihii.. Ternyata setelah diselidiki dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya… Tak lain dan tak bukan akhirnya diketahui juga bahwa Sang Penyusup itu bernama keren Aisya Avicenna (^^).

Pagi itu, saat ayam telah berkokok (tapi bukan di Jakarta Timur, karena emang gak kedengeran ada ayam konser) dan sang Bagaskara telah menyunggingkan senyum manisnya pada Aisya… sekitar pukul 07.30, Aisya bersama sahabat-sahabat barunya yang notabene akhwat-akhwat STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistika) berangkat menuju Yayasan Al Islamiyah, Bonasut (kebon nanas utara) untuk mengikuti acara NGOPI SEHAT…Ehmm..kayaknya enak nih!!! (Emang enak!!!). Sebenarnya acara ini special ditujukan untuk angkatan 47 (alumni STIS), tapi berhubung dibolehin ikut (meski agak sedikit berbekal nekat juga), Aisya akhirnya ikut juga. Dengan mengantongi misi untuk menambah ilmu dan saudara baru, iapun tak canggung berada di tengah-tengah sahabat-sahabat STIS yang notabene juga seangkatan dengannya… dan penyusupanpun SUKSES!!!


Memasuki ruang acara di Yayasan Al Islamiy
ah, Bonasut… kehadirannya langsung disambut dengan iringan nasyid yang sudah tak asing lagi baginya.. In Team-lah yang menyenandungkannya… Syahdu…

Oh Tuhan seandainya telah kau catatkan

Dia milikku tercipta untuk diriku

Satukanlah hatinya dengan hatiku

Titipkanlah kebahagiaanku

Ya Allah kumohon apa yang telah Engkau takdirkan

Kuharap dia adalah yang terbaik buatku

Karena Kau tahu segala isi hatiku

Peliharalah daku dari kemurkaanMu

Ya Tuhanku Yang Maha Pemurah

Beri kekuatan jua harapan

Membina diri yang lesu tak bermaya

Semaikan setulus kasih di jiwa

Kupasrah kepadaMu

Kurniakanlah aku

Pasangan yang beriman

Bisa menemani aku

Supaya ku dan dia bisa menayang bahtera

Ke muara cinta yang engkau ridhai

Andai dia untukku…satukanlah!

Aisya langsung senyum-senyum sambil ikut menyenandungkannya meski hanya gerak bibir saja (masak ya keras-keras!!!). Aisya mulai melancarkan misinya, mencari saudara baru. Kenalan dengan akhwat-akhwat yang duduk di kiri-kanan-depan-belakangnya…ehh…ternyata banyak juga yang dari Jawa, dari luar Jawa juga banyak ding!!!

Sekitar pukul 08.30 acara dauroh Munakahat bertajuk NGOPI SEHAT dimulai… eh ya, NGOPI SEHAT tuh Ngobrol Pernikahan Islami Seharian Bermanfaat. Seperti biasa, Aisya memilih duduk di posisi strategis,kalau istilahnya dulu di kampus “lebih depan dari pembicara” (hihi :D). Duduk dalam barisan akhwat yang paling depan maksudnya. Note merah hati dan alat tulis dikeluarkan dan siap untuk mencatat inspirasi yang didapat.

SESSION 1

Pada session pertama ini menghadirkan pembicara : Ust. Muhammad Lili Nur Aulia. Subhanallah, ternyata beliau adalah mantan Direktur Sabili, Pimred Eramuslim, pendiri majalah Tarbawi dan redaktur majalah Tarbawi sampai sekarang, salah satu karyanya dalam bentuk buku adalah buku “Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami”…

Sip… disimak ya!

Pernikahan adalah kristalisasi dari aturan hubungan laki-laki dan perempuan. Islam sangat detail dalam mengaturnya. Islam mengatur tata cara dan syari’atnya yang tidak dibahas agama lain. Nikah adalah moment sacral yang bernuansa ibadah. Membingkai niatnya untuk ibadah dengan merealisasikannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Pernikahan adalah bentuk ibadah yang paling nikmat. Suami istri saling berpegangan tangan dan bertatapan saja dosanya akan berguguran seperti daun kering yang berjatuhan… Subhanallah!!!

Ada 6 tahapan pernikahan :

1. Mengenal pasangan hidup

Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengenal pasangan hidup. Lingkungan kemampuan berinteraksi (jangan introvert!!! Kita makhluk sosial, harus punya interaksi yang wajar), keluarga, penampilan (penampilan akan menunjukkan kepribadian kita), intelegensi (kemampuan kita berpikir), dll menjadi beberapa faktor pendukungnya. Kriteria tersebut jangan dihindari.

2. Nazrah (melihat)

Laki-laki dianjurkan nazrah dengan melihat muka calon pasangannya (tapi ada batasan-batasannya!!!), setidaknya dia tahu seperti apa calon pasangan hidupnya.

‘Lihatlah terlebih dahulu perempuan itu, sebab yang demikian akan lebih menentukan bagi kebaikan hidupmu selanjutnya’ (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Khitbah

Laki-laki datang menemui ayah wanita yang hendak dinikahinya. Jika orang tua wanita setuju, langsung merencanakan akad nikah (hendaknya selang waktu antara khitbah dan akad nikah tidak terlalu lama). Kalau sudah dikhitbah, wanita tidak boleh menerima pinangan (khitbah) laki-laki lain, demikian juga laki-laki tidak yang sudah mengkhitbah wanita, tidak boleh mengkhitbah wanita lain tanpa seizin wanita dan ayah wanita yang sebelumnya dia khitbah.

4. Akad nikah

Lima menit yang menentukan!!!

Begitu selesai ijab qabul, LIFE WOULD NEVER BE THE SAME!!!

5. Walimah

Sederhana, jangan lupa mengundang fakir miskin!!!

6. Setelah walimah

Akan banyak konflik yang akan dihadapi suami-istri, sehingga harus bisa mengelolanya agar rumah tangga tidak goyah.

Pesan ustadz : Jangan pilih istri yang SANGAT PENURUT!!! Istri yang penurut tidak banyak protes, tidak mau meminta, tidak kenal cemburu, istri yang sangat percaya suaminya, dll. Istri yang demikian akan membuat sang suami RUGI karena tidak ada yang mengingatkan, mengkritik, memberi masukan, dll.

Kita ingin keluarga kita :

1. Pertalian Rabbani

Ikatan pernikahan bukan semata-mata ikatan antara suami istri, ikatan keluarga suami istri, tapi ini adalah ikatan atas nama Allah, terikat dengan ikatan ketuhanan.

2. Janji setia (Mitsaqan Ghaliza)

Kita ingin agar jalinan ikatan suami istri adalah jalinan kesetiaan. Kesetiaan bersifat TEMPORER, sehingga harus dirawat dan dikasih ikatan yang cukup. Suami istri harus bisa membangun suasana rumah tangga yang saling menasihati dengan menjaga pola komunikasi mereka.

3. Penuh cinta dan kasih saying (Mawadah warahmah)

Cinta itu sesaat, kasih sayang itu selamanya!!! Hidupkan cinta dan kasih sayang dalam kehidupan rumah tangga! Rasa sayang bisa melebihi batas usia kita…

4. Perpaduan hati dan fisik

Jangan hanya tertarik secara fisik, tapi juga hati. Buat kesepakatan tentang kriteria saat merasa senang atau sedih, apa yang disukai dan tidak disukai dari masing-masing suami/istri agar bisa saling memahami dan lebih mengikatkan hati di antara keduanya.

Seperti halnya yang dilakukan Rasulullah SAW yang memanggil “Humaira” pada bunda ‘Aisyah. Buat kesepakatan juga, setelah nikah ingin dipanggil dengan panggilan apa…

Dua fase penting dalam pernikahan adalah fase PEMILIHAN dan PENCOCOKAN!!!

Nikah dan berkeluarga itu IBADAH!!

Menikah, memiliki anak, dan mendidik generasi penerus adalah MISI yang MULIA. Seorang MUKMIN harus memahami bahwa STABILITAS RUMAH TANGGA adalah tuntutan keimanan dan keislaman sebelum tuntutan pribadi. Jangan sampai EGO berkuasa! Meminta maaf lebih besar pahalanya daripada memberi maaf. Dengan meminta maaf (mengalah), bukan berarti kita kalah!

Ingat Q.S. At Tahrim : 6!!! (sengaja tidak ditulis di sini artinya , ayo Qur’annya dibuka!!!)

Saat hendak menikah, jadikan proses awalnya karena ALLAH!!! Niatan untuk mencari ridha Allah.

Dalam hadist Qudsi, Allah SWT berfirman : “Aku adalah pihak ketiga dari 2 orang yang bersekutu. Selama salah satu dari mereka tidak berkhianat. Dan jika ia berkhianat, maka aku akan keluar dari keduanya.” (HR. Abu Daud)

INGAT!!! Keberkahan dari Allah SWT bukan dari rupa atau harta!!!

KRTIERIA PASANGAN : kaya, cakep, penampilan OK, pintar, tidak matre, sehat jasmani dan rohani, persetujuan ortu, anak orang baik-baik, beriman, sholatnya tidak bolong, jujur, setia, emosi stabil, dapat menghibur… Ehm, kriteria yang luar biasa!!! Pasti semua menginginkan pasangan yang sempurna. Kriteria seperti yang disebutkan tadi sah-sah saja… tapi, ada satu hal yang harus kita lakukan : INTROSPEKSI!!! (Kata ustadnya : NGACA DULU DUNG!!! :D). Apakah kita juga sudah seperti itu??? Apakah kita sudah sholeh/sholehah untuk mendapatkan pasangan yang juga sholeh/sholehah???

Dalam kehidupan berumah tangga, akan ditemukan banyak kekurangan dari masing-masing pasangan, sehingga satu dan yang lainnya harus saling menutupi dan melengkapi.

Seorang istri harus bisa mengikuti karier suami, kapasitas istri harus bisa mengikuti kapasitas suami. BALANCE. Istri jangan mau kalah! Harus bisa mengimbangi. Karena di balik kehebatan seorang suami, pastilah ada istri HEBAT yang mendukung sepak terjangnya. SEPAKAT!!! Seorang istri harus senantiasa mengUPGRADE kapasitasnya. Jangan hanya fokus pada urusan dapur dan anak saja tapi juga harus membekali dirinya dengan bidang ilmu yg lain. Jadi ISTRI MULTITALENT gitu lho (ni istilah yg buat Aisya sendiri :D)

Sebelum mengarungi bahtera rumah tangga, suami istri harus merencanakan beberapa langkah besar!!!

1. Mereka berdua harus setuju dengan tuntunan agama

2. Mereka berdua harus sepakat dengan sasaran kehidupan (kebahagiaan dunia dan akhirat)

3. Mereka berdua harus setuju bahwa suami-istri itu BERBEDA

4. Mereka berdua harus sepakat untuk saling mengisi, mencocokkan, dan menyesuaikan diri.

5. Mereka berdua harus sepakat dengan kriteria kebahagiaan dalam hidup

Seorang suami yg berperan sebagai QAWWAM, harus mau menerima pendapat istri, jangan mengutamakan egoisme dan otoritas!

Rumah tangga yang luar biasa adalah rumah tangga yang bervisi kepada Allah dan berjalan sesuai perintah Allah.

Suami istri harus punya kesamaan visi tentang tujuan hidup dan hakikat kebahagiaan.

FASE KHITBAH

1. Pilih yang baik dan benar

2. Jangan basa-basi dalam memilih (harus tegas)

3. Jelas

4. Tidak memberi keterangan dan janji palsu

BILA JODOH TAK KUNJUNG TIBA

1. Pasang niat

2. Banyak berguru

3. Tetapkan kriteria

4. Berpenampilan menarik

5. Minta ridho ortu

6. Puasa dan sholat

7. Berdoa

Pernikahan adalah pintu yang menghalalkan hal-hal yang sebelumnya haram. Pernikahan itu penuh TANGGUNG JAWAB, harus terinternalisasi dalam pemahaman dan pemikiran.

SESUDAH MENIKAH???

Banyak hal yang kemudian bisa saja terjadi pasca pernikahan, di antaranya :

a. Saat pasangan tak seindah impian

b. Ketika harus tinggal di pondok mertua indah

c. Maisyah?? Si Sumber Masalah

d. Kesibukan meningkat, waktu tersita

e. Aktifitas menurun, terlalu banyak ngurus rumah

Ehmm…bagaimana solusinya??? Tunggu jawabannya…

Cukup sekian…lhoh, maksudnya cukup sekian materi yang disampaikan oleh Ustadz Lili. Acara selanjutnya adalah tanya jawab… Bukan Aisya namanya kalau tidak berani bertanya. Saat sang moderator memberi kesempatan peserta untuk bertanya. Aisya pun mengangkat tangannya… Akhirnya ia berkesempatan bertanya setelah seorang ikhwan bertanya. Ada 4 pertanyaan yang ia sampaikan… Weleh, apa ya??? Ternyata waktu dia sedang asyik menyampaikan satu demi satu pertanyaannya, beberapa muslimah STIS yang duduk di belakang pada heran… “Siapa sih dia?” (belum tahu ya mereka kalau ada penyusup.. hihi..)

***

SESSION 2

Pada session kedua kali ini pembicaranya adalah Ustadzah Iklima Aisyah. Beliau menyampaikan tentang FIQH AL MUNAKAHAT.

Salah satu makna nikah adalah penyatuan.

HIKMAH NIKAH :

1. Melindungi kelangsungan spesies manusia

2. Melindungi keturunan, menjaga nasab

3. Melindungi masyarakat dari dekadensi moral

4. Melindungi masyarakat dari penyakit

5. Menumbuhkan ketentraman rohani dan jasmani (Q.S. Ar Rum : 21)

6. Kerja sama suami istri dalam membina rumah tangga dan mendidik anak

7. Menumbuhkembangkan rasa kebapakan dan keibuan

WALIMATUL URSY

1. Sebisa mungkin tidak ikhtilat antara tamu laki-laki dan perempuan

2. Undangan hendaknya tidak hanya dari golongan kaya/terpandang tapi fakir miskin juga diikutsertakan

3. Tidak berlebih-lebihan/mubazir dalam penyelenggaraan

4. Menghindari hiburan/musik yang erotis

5. Busana yang digunakan pengantin hendaknya yang islami, tidak mengumbar aurat

6. Tidak menyulitkan tamu/undangan

7. Menghindari standing party

8. Menjaga ketertiban umum/adat istiadat setempat

HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI

1. Kewajiban Suami (Hak Istri)

a. Muasyaroh bil ma’ruf (Q.S. 4 :19)

b. Sabar dalam menghadapi perilaku buruk istri

c. Menyediakan tempat tinggal, pakaian, dan makanan (Q.S. 2 : 286, Q.S. 3 : 34)

d. Menjaga nasab istri/keluarga

e. Menjaga harta istri

2. Kewajiban Istri (Hak Suami)

a. Mentaati suami (Q.S> 4 : 59)

b. Menjaga kehormatan, harta, anak, dan rumah

c. Menjaga amanah pernikahan dan konsekuensinya (Q.S. 18 :46)

d. Menyenangkan penglihatan suami

Pesan ustadzah :

(1.) Jangan jadi istri PENURUT dan PENUNTUT!!!

(2.) Jangan jadi istri yang PERFEKSIONIS!!! ^^

3. Hak & Kewajiban Bersama

a. Tolong-menolong dalam kebaikan dan kasih sayang (baik antara suami istri, maupun antara kedua keluarga mereka_Q.S. 3 : 103)

b. Menjaga keluarga agar senantiasa mendapat ridho Allah dan menghindari murkaNya (Q.S. 66 : 6)

c. Mendidik anak (Q.S. 31 : 12-15)

d. Saling menghormati keluarga dari pihak suami/istri

PESAN USTADZAH :

1. Teruslah mencari ilmu, terutama ilmu agama

2. Senantiasa bersabar dalam menghadapi permasalahan yang ada, kemudian dicari solusinya

3. Berdoa dan meminta perlindungan dari Allah SWT

That’s all… itulah materi yang disampaikan oleh kedua pembicara. Eits, kayaknya ada yang kelupaan… Masih penasaran dengan 4 pertanyaan yang disampaikan Aisya berikut jawabannya??? SABAR… ini dia… (intinya aja ya..coz Aisya kalau tanya sering pake preambule gitu lah…)

1. Kita ingin segera menikah dalam waktu dekat, tapi orang tua meminta kita menikah 1-2 tahun lagi, fokus kerja dulu. Nah, bagaimana menyelaraskan harapan orang tua dan harapan kita???

2. Bagaimana cara memantapkan hati untuk menikah? Apa parameter kemantapan hati dalam istikharah??

3. MENIKAH adalah MEGAPROYEK yang sedang saya persiapkan. Pernikahan Islami adalah salah satu impian yang harus saya wujudkan, Akan tetapi, kondisi lingkungan saya masih kental nuansa Jawanya. Di lingkungan saya, belum pernah sekalipun ada pernikahan Islami. Pernikahan masih berbau syirik (pakai sesajen dll). Saya ingin mengubah itu… Tapi, bagaimana caranya??

4. Pernikahan diibaratkan dengan mengarungi bahtera di samudera kehidupan, tentunya akan ada badai yang menghadang. Konflik yang mewarnai kehidupan rumah tangga bisa jadi memicu ketidakharmonisan di dalam rumah tangga tersebut. Nah, bagaimana mengelola konflik tersebut dengan CERDAS???

Jawaban dari ustadz :

1. Buat komunikasi yang baik dengan orang tua. Mahirlah bernegosiasi dengan orang tua. Tanamkan kepercayaan orang tua bahwa kita sudah benar-benar siap. Akan tetapi, jika orang tua tetap pada pendiriannya, jangan bersikeras, jangan memaksa! Cari jalan tengah yang memungkinkan bisa menyatukan perbedaan harapan itu.

2. Istikharah adalah amalan ibadah ketika memilih amalan yang sama-sama mubah. Dalam istikharah, serahkan semuanya pada Allah, karena itulah pilihanNya. Lakukan apa yang kita mau, yang membuat kita cenderung untuk memilihnya. Terkadang sisi hati kita yg lain MENOLAK dan membuat kita RAGU, tapi jika itu sudah menjadi kehendakNya, Allah pasti akan memberikan kemudahan menujunya. Allah akan tetap menjalankan IRADAHNYA.

3. Ini jawaban dari ustadzah Iklima : Saat dihadapkan pada kondisi masyarakat yang masih seperti itu, coba tanamkan kepercayaan pada mereka. Jadilah pribadi yang berpengaruh positif. Miliki posisi tawar yang tinggi pada orang tua, sehingga orang tua bisa membantu mengkomunikasikan hajat kita pada masyarakat.

4. Problematika rumah tangga umumnya bisa diprediksi, bisa dari faktor internal atau eksternal…

Faktor internal : tidak punya visi, tidak sekufu, cemburu buta, penyikapan yang buruk, tidak ada komunikasi, lemah skill, dll

Faktor eksternal : masalah dengan keluarga, masalah ekonomi, gangguan kesehatan, perubahan berpikir, terlalu banyak beban, dll

BILA PROBLEM DATANG :

a. Mintalah perlindungan kepada Allah

b. Hadapi dan jangan lari dari masalah

c. Batasi masalah, jangan sampai melebar

d. Dialog dengan pihak lain tentang masalah tersebut

e. Berikan solusinya

f. Berusaha memiliki nafas panjang (bersabar dan mengalah)

SUAMI ISTRI harus bisa saling mengimbangi. Suami mengikuti perkembangan istri dan istri harus bisa menjaga keselarasan dengan suami.

Oh ya, setelah bertanya, Aisya mendapat doorprize sebuah buku karya Habiburahman El Shirazy yang berjudul


KETIKA CINTA BERBUAH SURGA”… Emm…so switz!!!!

OKEY… !!! THAT’S ALL!!!

***

Setelah itu, panitia menyajikan hasil polling dan wawancara kepada beberapa mahasiswa STIS angkatan 47 tentang NIKAH. Lucu-lucu jawabannya… :D

***

Sebelum diakhiri, panitia juga menyajikan slide “BA’DA SUJUDKU DI PENGHUJUNG MALAM” dengan backsong “Muhasabah Cinta”nya Edcoustic… Semua diam… terharu… ada yang menangis… dan semua berharap akan terkabulkannya doa ini… AAMIIN….

***

Ya Allah...

Aku berdoa untuk seorang PRIA/WANITA yang akan menjadi bagian dari hidupku

Seseorang yg sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu

Seorang PRIA/WANITA yg akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau...

Seorang PRIA/WANITA yg hidup bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk-Mu…

Wajah tampan/cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting

Yang penting adalah sebuah HATI yg sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau

Dan berusaha menjadikan sifat-sifat Mu ada pada dirinya

Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa&untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yg memiliki hati yg bijak tidak hanya otak yang cerdas

Seorang PRIA/WANITA yg tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku

Seorang PRIA/WANITA yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehatiku ketika Q berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena ketampanan/kecantikanku tapi karena HATI ku

Seorang PRIA/WANITA yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi

Seseorang yg dapat membuatku merasa sebagai seorang PRIA/WANITA ketika aku di sisinya

Ya Allah

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna

Namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna

Sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mata-Mu

Seorang PRIA/WANITA yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya

Seorang PRIA/WANITA yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya

Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya

Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Ya Allah

Aku juga meminta

Buatlah aku menjadi PRIA/WANITA yang dapat membuatnya BANGGA

Berikan aku hati yang sungguh mencintai-Mu

Sehingga aku dapat mencintintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga ketampanan/kecantikanku datang dari-Mu

Berikanlah aku tangan yang senantiasa mampu berdoa untuk untuknya

Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal yang buruk dalam dirinya

Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberikan SEMANGAT serta mendukungnya setiap saat dan TERSENYUM untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:

Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat

Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Amin……

***

Alhamdulillah…

ACARA yang LUAR BIASA!!!

Penyusupan Aisya sukses!!!

Sebelum pulang, ia menyempatkan diri membeli buku karya Ustadz Lili yang berjudul “CINTA DI RUMAH HASAN AL BANNA”. Bagus banget nih buku!!! :D

Nantikan KSP edisi selanjutnya ya…

SALAM SUPER DAHSYAT FULL SEMANGAT!!!


Jakarta, RedZone, 271209

Aisya Avicenna

Thursday, December 24, 2009

ROMANTIKA PERJUANGAN (PART 1)

Thursday, December 24, 2009 2 Comments
26 September 2009

Pukul 12.00, terminal Giri Adipura Kabupaten Wonogiri

“Taqabalallalahu minna wa minkum”.. kujabat tanganku erat pada sahabatku yang sudah sekian tahun tak bertemu. “Taqabal ya kariim...” jawabnya tepat di telinga kananku saat dia memelukku tak kalah erat. Sementara itu, ayahku dan ayahnya juga bersalaman dan saling tegur sapa. Keakraban pun kembali terjalin. Dialah Nuri, sahabatku sejak kelas 1 SMA. Kebetulan tiga tahun semasa SMA kita satu kelas terus..1.3, 2.3, dan 3 IPA 3. Ehm... skenarioNya memang sangat indah. Pertemuan kami kali ini pun tak luput dari rencanaNya. Jadi ingat nasyidnya Tazakka, nasyid andalan STREAM (kelompok nasyid dan teater muslimah kampus yang sempat aku komandani), nasyid “Sahabat Perjuangan”-nya Tazakka.

Pertemuan kita kali ini

Bukan sekedar kawan lama tak jumpa

Tapi kita bertemu ada satu makna

Kita punya satu perjuangan

Siang ini, aku dan Nuri akan berangkat ke ibukota negeri ini, Jakarta. Nuri memang sudah 4 tahun kuliah di sana. Sebuah sekolah tinggi yang dulu juga sempat menjadi sekolah impianku. Tapi apalah daya, rencana Allah lebih indah. Nuri diterima di sekolah tinggi itu, dan akupun diterima di Universitas Nomor Satu yang terletak di kota Solo. Dan semuanya itu memang mendatangkan banyak hikmah bagiku, tepatnya bagi kami berdua. Hingga akhirnya, kami . dipertemukan untuk berjuang bersama di Jakarta.

“Ri, aku belum sholat. Musholanya di mana ya???” tanyaku pada Nuri.

“Ayo kuantar..jangan lupa sholatnya dijama’ dengan ‘Asar ya, Nda!” kata Nuri

“Okey.. ayo!”

Pukul 13.00, lokasi : terminal Giri Adipura Wonogiri

Bus Gunung Mulia berplat AD 1511 BG yang kami tunggu akhirnya datang juga. Terminal itu pun menjadi saksi bisu perpisahan dengan ayah kami masing-masing. Ternyata adiknya Nuri juga berangkat bersama kami, dia baru tingkat 3 di sekolah tinggi statistika, sama seperti Nuri. Wah, benar-benar kompak! Namanya Azzam. Kami bertiga menaiki bus dan mengambil posisi sesuai tempat duduk yang tertera di tiket bus. Aku duduk bersebelahan dengan Nuri. Azzam duduk di kursi deretan paling depan, mepet dengan pintu masuk. Hihi...

Pukul 15.30, di dalam bus Gunung Mulia.

“Udah bangun Ri?” tanyaku pada Nuri yang sedari tadi memejamkan matanya. Dia tampak kelelahan.

“Kamu tadi gak tidur to Nda?” tanya Nuri yang masih setengah mengantuk.

“Gak bisa tidur Ri, ku milih baca buku aja.”

Nuri melirik buku yang sedang aku pegang.

“Cie..cie...bacaannya sekarang meningkat. “Bila Hati Rindu Menikah” euy.. kamu mau nikah ya?? Mentang-mentang dah lulus!”

Aku hanya bisa tersenyum simpul. Dan akhirnya menimpali,”Nikah?? Ya jelas maulah..kamu juga mau kan?? Hihi..ni salah satu langkah persiapanku Ri. Banyak baca buku tentang ini, terutama fikihnya.. Jodoh kita sudah ada, tinggal nunggu waktunya aja untuk ketemu. Nah, biar tar ketemuannya gak malu-maluin gara-gara kita sedikit ilmu, makanya manfaatkan ‘waktu tunggu’ itu dengan sebaik-baiknya.”

Nuri mengangguk-angguk (bukan karena masih ngantuk), “Iya..bener katamu. Kita sekarang kan dah lulus. Sudah saatnya kita memikirkan hal ini lebih serius. Eh, Yanda.. teman-temanku di kampus juga dah pada syndrome pengin nikah tuh..., bahkan ada yang sudah proses..”

“Tuh kan, kamu kapan???” tanyaku menyelidik.

“Emm...tunggu saja tanggal mainnya.”

“Kayaknya duluan kamu Nur, lha wong kamu dah lulus. Tinggal penempatan. Sedangkan aku, ni aja masih mau tes CPNS.” Kataku.

“Wallahu ‘alam. RencanaNya jauh lebih indah dari rencana kita Nda. Yadah, aku mau Al Ma’tsuratan dulu. Kamu udah ya??”

“Udah tadi Ri, waktu kamu masih tidur. Mau aku bangunkan, gak enak. Yadah, ku lanjut baca buku ini...”

Pukul 17.30, masih di dalam bus Gunung Mulia

Benang-benang jingga merajut membentuk nuansa senja yang indah. Kali ini senja menyambutku di kota Semarang. Ehm... banyak kisah yang telah aku torehkan di kota ini. Kisah-kisah petualanganku menggapai impian dan mengukir prestasi. Alhamdulillah, rasa syukur mendesir dalam hatiku..mengenang masa-masa perjuangan dulu di kota Semarang, kota perjuangan, kota persahabatan...

Dudukku di dekat jendela, jadi dengan leluasa ku bisa menatap pemandangan di luar..

Sambil bersenandung lirih..

Berarak pohon di tepi jalan..

Sepanjang perjalanan

Terpukau aku membaca pesan

Pesan Illahi...

Semuanya telah nampak sempurna

Hutan, ladang, air , angkasa raya...

Hanya satu kata yang bisa kuucap..

Maha suci Allah pencipta alam semesta ini..

Ehm.. lagi bahagia nih.. bukan saja karena salah satu impianku terwujud (menginjakkan kaki di Jakarta)... tapi karena aku akan memperjuangkan terwujudnya impianku yang lainnya.. SEMANGADH 37x.. (mencoba menyemangati diri sendiri.. kesempatan itu tak datang dua kali).

Pukul 19.00, Rumah Makan Sari Rasa, Kendal

Bus yang kami tumpangi berhenti tepat di samping Rumah Makan Sari Rasa. Di rumah makan itu sudah berjejal puluhan bus Gunung Mulia yang lain. Maklum, hari ini adalah puncaknya arus balik pasca Lebaran. Penumpang yang mengisi kekosongan perutnya malam itu juga berjubel memenuhi ruangan rumah makan yang sebenarnya sangat luas. Setelah turun dari bus, menuju mushola yang terletak di samping rumah makan. Melaksanakan sholat Maghrib dan ‘Isya dengan dijama’. Setelah sholat, aku dan Nuri menuju ruang makan. Prasmanan. Setelah makan, kami kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan. Laju bus terbilang lambat.. agak macet soalnya.. maklum, puncak arus balik. Kupandangi langit malam ini. Meski tak begitu jelas tertangkap retina mata, tapi aku dapat menyaksikan ribuan bintang menghiasi langit. Ku menoleh ke kiri, Nuri sudah larut dalam mimpinya...dan akhirnya akupun menyusulnya...

Pukul 03.00, Bus Gunung Mulia

Aku kembali terjaga. Nokia 5300 ku bergetar. Kubuka inbox,..I B U X. Sebuah pesan dari ibuk. “Bangun Mbak, sudah jam 3. Dah sampai mana?”. Langsung kubalas SMS itu. Sudah menjadi rutinitas ibuk, kalau jam 3 SMS atau telepon membangunkan aku untuk Qiyamul Lail. Makasih ya bunda... Nuri juga terbangun. Akupun beranjak menuju toilet bus. Maksud hati hendak berwudhu, tapi airnya aneh, pintu toilet tidak bisa ditutup, dan mau wudhu juga tidak nyaman..karena busnya goyang-goyang. Akhirnya aku kembali ke tempat duduk. Wudhu di kursi menggunakan air minumku yang masih utuh dengan kondisi yang serba terbatas. Setelah itu, aku mengerjakan Qiyamul Lail dan dilanjutkan sholat subuh. Pengalaman pertamaku sholat di dalam kendaraan yang sedang melaju. Setelah itu, lanjut membaca Al Ma’tsurat dan Al Qur’an merahku. Seiring lantunan ayat cintaNya, ternyata kami sudah memasuki daerah Subang, Jawa Barat. Alhamdulillah...

Pukul 08.00, Bus Gunung Mulia

Terik sang surya menembus kaca bening bus yang kami tumpangi. Padahal baru jam 08.00 pagi. Ehm, ya .. inilah JAKARTA!!! PANAS!!! Tapi jadi ingat filosofi PANAS => Pasti Aku Nanti Akan Sukses!!!

Pukul 09.00, Terminal Rawamangun, Jakarta Timur

Plek... (waktu nulis ini..bingung, apa ya suara yang mengisyaratkan jatuhnya pijakan kaki di tanah..antara plak-plek-pluk-plok..hihi..)..

Alhamdulillah, untuk pertama kalinya kakiku menapak di kota yang katanya metropolitan ini. Flash...Sang Bagaskara tersenyum manis padaku…

Bagaimana kisah Yanda dan Nuri selanjutnya??? Tunggu kelanjutannya di ROMANTIKA PERJUANGAN part.2, 3, dst…. (belum selesai…) :D

-based on true story-

Aisya Avicenna

RedZone Jakarta, 24 Desember 2009_06:54

Wednesday, December 23, 2009

EKSPEDISI AISYA (part 2)

Wednesday, December 23, 2009 0 Comments

Ahad, 3 Muharram 1431 H

Setelah berhasil menyusup dalam acara NGOPI SEHAT yang diselenggarakan oleh sahabat-sahabat STIS angkatan 47 [baca reportase kisah ini dalam “Kisah Sang Penyusup (part 5)”], Aisya bersama 9 akhwat STIS angkatan 47 yang notabene kini menjadi sahabat barunya berencana untuk pergi ke Senayan. Setelah sholat Dhuhur dan makan siang di kost masing-masing, mereka sepakat untuk bertemu kembali di depan INDOMARET Jl. Otista. Sekitar pukul 13:45 semua sudah berkumpul. Akhirnya, dengan menaiki 2 buah taksi, kesepuluh akhwat tersebut (termasuk Aisya) menuju Hall Basket Senayan. Aisya sangat senang berada di tengah sahabat-sahabat barunya. Mereka mengingatkan Aisya pada saudari-saudarinya semasa masih berada di kampus dulu… Masa-masa itu memang sangat indah dan sekarang dia akan merangkai kisah dengan sahabat barunya agar masa yang dijalaninya sekarang juga seindah dulu, bahkan harus lebih indah!!!

Pukul 14.00, sampailah mereka di Senayan. Setelah membeli tiket pada panitia, akhirnya mereka masuk dan menyaksikan KONSER. Eits, ini bukan sembarang konser. Ini adalah KONSER NASYID yang diselenggarakan dalam rangka MILAD INTIFADHA. Sebuah ‘persembahan rakyat Indonesia untuk kemerdekaan rakyat Palestina’. Konser ini melibatkan beberapa grup nasyid ternama, seperti Izzatul Islam, Shoutul Harokah, Ar Ruhul Jadid, Ebiet Biet A, dll.

Memasuki Hall Basket Senayan langsung disambut Ar Ruhul Jadid… Semangaaat banget jadinya!

TAKBIR MENGGEMA!!! ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kamipun turut tenggelam dalam gelombang semangat membara yang memenuhi setiap sudut ruangan itu… LUAR BIASA!!!

Beberapa nasyid haroki dibawakan...

BEBAS DAN MERDEKA

Bebas dan merdeka… Milik kita bersama…Takkan seorangpun… Boleh mengambilnya

Masjid yang suci takkan ternodai, Walau berkorban segala yang dimiliki..

Ayo bebaskan! Bebaskan masjid ini..

Al-Aqsha yang suci tak boleh menangis lagi

Ayo bebaskan! Bebaskan negeri kita..

Tanah Palestina dari tangan durjana

MERAH SAGA

Saat langit berwarna merah saga

Dan kerikil perkasa berlarian

Meluncur laksana puluhan peluru

Terbang bersama teriakan TAKBIR

Kami menjadi saksi

Atas langkah keberanianmu

Kita juga menjadi saksi

Atas keteguhanmu

Ketika Yahudi-Yahudi membantaimu

Merah berkesimbah di tanah airmu

Mewangi harum genangan darahmu

Membebaskan bumi jihad Palestina

Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa

Syahid dalam cintaNya

PALESTINA TERCINTA

Untukmu jiwa-jiwa kami

Untukmu darah kami

Untukmu jiwa dan darah kami

Wahai Al Aqsa tercinta

Kami akan berjuang demi kebangkitan Islam

Kami rela berkorban demi Islam yang mulia

Untukmu Palestina tercinta

Kami penuhi panggilanmu

Untukmu Al Aqsa yang mulia

Kami kan terus bersamamu

Ya Rabbi izinkanlah kami

Berjihad di PalestinaMu

Ya Allah masukkanlah kami

Tercatat sebagai syuhadaMu


Dan masih banyak lagi nasyid yang dibawakan (gak semua saya tulis di sini, malah jadi buku nasyid haroki dung :D)

Dahulu sekali, saat rumah menjadi surga yang begitu nyaman serta kebun-kebun yang indah menjadi tempat mencari nafkah, saat pagi terasa begitu sejuknya dan mentari yang senantiasa menyambut dengan senyumnya yang merekah.

Dahulu sekali, saat bayi-bayi mungil tidur dengan lelapnya, tanpa rasa takut, dan terganggu oleh dentuman bom. Saat anak-anak kecil berlarian kesana-kemari, menikmati udara segar yang belum terkontaminasi oleh tank-tank kebiadapan.

Ya, Mereka tinggal di daerah pemukiman yang subur, dimana mereka dan masyarakat dunia menyebutnya, PALESTINA.

Semangat intifadha yang membara di seluruh penjuru al Quds yang mereka kobarkan bak pasukan Muhammad saat meraih kemenangan dalam perang Khaibar.

“Khaibar-khaibar ya Yahud, jaisyu Muhammad sa Ya’ud “, demikian syair tersebut senantiasa berkumandang, bergemuruh terdengar. Sebuah syair peradaban, menjadi pemompa semangat rakyat Palestina dalam memperjuangkan tanah suci mereka.

Kini meski syair tersebut tidak lagi bergemuruh seperti kala itu, namun perjuangan rakyat Palestina tidak akan pernah terhenti, sampai tanah mereka, tanah suci umat Islam yang direbut paksa zionis Israil dikembalikan kepada mereka.

Memang benar adanya, bahwa permasalahan yang menimpa bangsa palestina sekarang bukanlah permasalahan rakyat palestina semata. Segala hal yang menyangkut al Aqsa menjadi permasalahan seluruh umat Islam dan Bangsa barat, tak terkecuali bangsa Indonesia. Siapa yang rela tempat suci ke tiga umat islam dan bekas kiblat umat islam, dikotori oleh tangan-tangan kafir laknatullah?. Siapa yang rela tanah tempat tinggal dihancurkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab?

Islam memerintahkan kita untuk berjihad, menegakkan agama Allah. Dan jihad kita tidak harus dengan senjata perang. Tidak harus dengan beradu fisik. Karena kita berada di Negara yang berbeda. Tapi kita bisa membantu rakyat Palestina dengan tidak berperilaku konsumeris. Senjata ampuh melumpuhkan perekonomian mereka adalah dengan melakukan boikot besar-besaran terhadap produk Amerika yang menjadi dalang utama di belakang persenjataan tentara Zionis.

Wahai as Syahid Palestina, bersabarlah, pertolongan Allah akan segera datang. Surga Allah telah menjadi jaminan bagi perjuangan kalian menjaga tanah suci. Darah kalian telah mengalir ke surga, Do’a kami senantiasa mengiringi langkah kalian.

RedZone, 221209_04:20

Tuesday, December 22, 2009

Indahnya Cinta Pertama…

Tuesday, December 22, 2009 0 Comments

Cinta Pertama?? First Love? Pernah ngrasain kan?? Eits, tapi ni bukan cinta pertama versi anak SMA yang notabene cinta monyet itu… tapi inilah kisah cinta pertama saya… begitu indah… dengannya…seseorang yang sangat saya cintai…

2 Februari… 22 tahun silam …

Lunglai…

Tubuhnya terkulai lemah dengan sisa butiran keringat yang masih tampak berkilauan di dahinya. Perjuangan hidup mati yang menggadaikan jiwa baru saja usai. Semburat pucat di wajah pun perlahan lenyap. Namun ia tersenyum, lalu bibirnya melafadzkanhamdalah. Takzim… dan tafakur…

Tak lama, dua sosok mungil itu ada di hadapan. Dipeluknya dengan segenap kehangatan kasih sayang, padahal dirinya sendiri masih tampak lelah. Terlihat matanya berbinar-binar senang seraya tak henti-hentinya menyapa buah hatinya tercinta. Tetes air bening pun mengalir dari sudut mata, air mata bahagia.

Bagai melepas kerinduan yang teramat dalam, pipi yang masih kemerah-merahan itu dicium dengan lembut dan kepalanya dibelai dengan manja. Yang dirindukan pun sedikit menggeliat.

Subhanallah, betapa indahnya ciptaan-Mu, ya Allah.

Mata kecilnya memang belum bisa melihat dengan sempurna, namun nalurinya berkata, dirinya berada di tangan seseorang yang sangat mencintainya.

Elusan lembut dan sapaan yang sering terdengar saat masih di dalam rahim, kini dapat dirasakan. Aura cinta pun memancar dari kedalaman hati seorang ibunda, menyelimuti sang buah hati yang baru saja menyapa dunia dengan lengkingan tangisannya.

Indah… bahkan teramat indah…

Cinta ibunda memang cinta yang paling indah. Cinta itu selalu ada di sisi mereka, dan tiada pernah ragu untuk dilimpahkannya. Merekalah yang tak pernah kenal lelah menjaga dan membesarkan kita semua. Bahkan, ketika kita belum mengenal sepatah kata, ibunda jua yang mengajarkan tentang makna kasih sayang dan cinta.

Adakah cinta yang dapat menyaingi cinta ibunda???

Betapa dengan kasihnya, masa kehamilan dilewati dengan keikhlasan dan kesabaran. Perasaan mual, pusing, ditambah dengan membawa beban di perutnya yang semakin hari semakin berat, hingga saat antara hidup dan mati ketika melahirkan, tak akan tergantikan oleh cinta-cinta lain yang penuh kepalsuan.

Ibunda pun bagaikan pelabuhan cinta bagi anak-anaknya. Kerelaan mereka untuk sekadar disinggahi, lalu ditimbun dengan segala resah dan gundah, bahkan amarah, hanya dibalas dengan senyum kesabaran. Tak heran, seorang ibunda sanggup memelihara sedemikian banyak anak yang dilahirkannya, namun belum tentu satu anak pun bersedia menjaga dirinya hingga beliau tutup usia.

Aaah…….

Rasanya kita semua pernah mengalami jatuh cinta. Dan, cinta pertama itu selalu terhatur pada seseorang yang selalu berada di samping kita, tempat curahan, suka dan duka. Ketika lapar, dengan tangannya, ia menyuapkan makanan, diberikannya air susu dengan tulus saat kita haus, hingga diajarkannya berakhlak mulia bagaikan Rasulullah SAW, uswatun hasanah.

Ibunda memang bukan hanya madrasah pertama bagi anak-anaknya, tapi ibunda adalah cinta pertama kita…

Dan, apakah ada cinta yang paling indah daripada cinta pertama???

Jemari itu tak lagi lentik

Mata rabun dan kaki semakin payah

Namun tak pernah cinta luruh dari sisinya

Disemainya doa hanya untuk ananda tercinta

Selalu…

Ibunda, cinta ini tak akan luntur untukmu….

Tetaplah Bersama Ibu, sebab Surga Terletak di Bawah Telapak Kakinya

Diriwayatkan dari Mu’awiyah bin Jahimah, dia berkata : Seorang pria datang menemui Rasulullah SAW, lalu dia berkata : ‘Wahai Rasulullah, aku ingin ikut berperang dan aku datang meminta pendapat engkau’. Rasulullah SAW bertanya ‘Apakah kamu masih mempunyai ibu?’ Pria itu menjawab :’Masih!’.Rasulullah SAW bersabda :’Maka tetaplah bersamanya, sebab sesungguhnya surga itu terletak di bawah telapak kakinya’.(HR. Nasa’i)

Bila kuingat masa kecilku, ku slalu menyusahkanmu

Bila kuingat masa kanakku, ku slalu mengecewakanmu

Banyak sekali pengorbananmu yang kau berikan padaku

Tanpa letih dan tanpa pamrih

Kau berikan semua itu

Engkaulah yang kukasihi

Engkaulah yang kurindu

Kuharap slalu doamu

Dari dirimu ya IBU…

Tanpa doamu takkan kuraih

Tanpa doamu takkan kucapai

Segala cita yang kuinginkan

Dari dirimu ya IBU…

(Ingatlah Ibu_Shoutul Haq)

Ku awali hidup ini dengan tangisan yang menggema

Lalu ku dipeluk dibuai dalam ikatan kasih dan cinta

Sampai saat ku mulai menapak dan mengucap kata

Hingga akhirnya ku pahami apa arti duka dan cinta

Terima Kasih Ananda haturkan tuk Bunda tercinta

Sungguh tiada mampu Ananda membalas segala jasa

Mungkin hanya ini kuasa Ananda tuk lukiskan cinta

Melalui rangkaian kata yang terpahat menjadi prosa

Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu...

Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil.

Betapa aku sangat mencintainya, begitu mencintainya…

"Titip Ibuku ya Allah"

“Jagalah beliau ketika penjagaanku tak sampai padanya”

AAMIIN…

_Aisya Avicenna_

RedZone, Jakarta, 221209_03:27