Jejak Karya

Jejak Karya

Tuesday, February 02, 2010

TUNGGULAH AKU DI JAKARTAMU…(KADO SPECIAL UNTUK MY SUPERTWIN)

Tuesday, February 02, 2010 0 Comments



Dengan menyebut Asma Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang….
Biarkan satu halaman terbuka setiap hari…
Renungkanlah rahasia yang ada di dalamnya!!!!

Renungan Perjuangan 23 [1]
Mengapa ada orang yang mampu terus berjalan meski cobaan menghantamnya bertubi-tubi? Namun kenapa juga yang lainnya justru patah, meski nampaknya ujian dan derita yang ia terima relatif lebih ringan? Ada banyak sebab tentu. Tapi salah satunya adalah, karena orang-orang yang mampu melangkah terus, yang tidak mundur dan tidak berhenti, adalah orang-orang yang "kreatif". Jiwa-jiwa mereka kreatif menemukan celah dan terobosan untuk menjaga diri agar tidak patah, agar tidak berhenti. Tentu, di dalamnya ada sebentuk cinta dari Allah swt, sehingga mereka menemukan kunci-kunci untuk tidak berhenti karena cobaan atau nestapa apapun. Dan, KUNCI PENYANGGA itu ternyata ada di mana-mana….
AYUMI TSUDZUKEYOU!!!!!

Renungan Perjuangan 23 [2]
INSPIRASI MAWAR MERAH…”Indah, sebuah symbol ‘penghargaan’ dan ‘keberanian’….”
Dear My SUPERTWIN, “Mbak Thicko” tercinta, tak salah jika kamu sangat menyukai pesona mawar merah. Yup, RED IS YOU!!! Merah itu semangat, mawar itu merah, jadi MAWAR MERAH = SEMANGAT!!!! Hehe…
Dik Nung sangat bersyukur bisa terlahir ke dunia tidak sendirian. Tapi Allah swt menakdirkan kita lahir bersama…ya, Dik Nung terlahir bersamamu!!! Sebuah episode yang sungguh sangat membahagiakan…Kita tumbuh bersama hingga se-Gede sekarang…hmm, banyak hal LUAR BIASA yang tlah kita lalui bersama…Dik Nung sangat bersyukur menjadi saudara kembarmu!!! Meski banyak hal yang berbeda dari kita, karena AKU NORMA, BUKAN ETIKA!! Dan karena kamu pun ETIKA BUKAN NORMA, tapi kita harus tetap mematuhi NORMA-NORMA dan ETIKA-ETIKA yang berlaku di kanan-kiri kita…^^ v
Biarkan sejenak kumerenungi segala hal yang tlah kamu berikan untukku…sebentuk cinta yang tak mungkin bisa kutuliskan dengan kata-kata, kasih sayang yang tiada tara…kamulah cerminan diriku…kamulah semangatku, kamu juga INSPIRASI ku….kamu yang selalu bisa menguatkanku, di kala ku rapuh dan merasa sendiri…kamu yang tlah mengajariku arti sebuah kesungguhan, sebuah tanggung jawab, sebuah keberanian untuk menatap masa depan, dengan harapan ku pun bisa menjadi AKHWAT S.M.A.R.T dan V.I.S.I.O.N.E.R (sesuai motto hidupmu), dan masih banyak hal LUAR BIASA yang bisa Dik Nung dapatkan dari dirimu…
Teruslah BERSEMANGAT, belahan jiwaku…Kita lahir bersama, kita jalani 23 tahun kehidupan kita bersama, kelak kita pun bisa SUKSES BERSAMA-SAMA (Amin).
Kita bisa menjadi SUPERTWIN dengan formula S.U.P.E.R kita…[Formula hasil eksperimen di Zona Inspirasi SUPERTWIN]. KITA PASTI BISA MEWUJUDKAN IMPIAN-IMPIAN KITA!!!
I Love U So Much bcoz Allah swt…[Dik Nung nangis nulis ini…deuu….terharu_mode on]

Renungan Perjuangan 23 [3]
1. Kita Tidak Berhenti, karena Cinta Ternyata di Sekeliling Kita
` Kita tidak boleh ‘kalah’, jiwa kita harus menolak untuk patah, karena cinta ternyata ada di sekeliling kita…(KYDEN, our dreams…our inspiration…)

2. Kita Tidak Berhenti, karena Kita Memilih Tegak dan Tegar Meski Tertatih-tatih
Betapa kerasnya kehidupan di ibukota. Ini tidak dipungkiri siapa pun. Namun, di Jakarta pula, kita bisa menemukan manusia-manusia yang mampu tegak, meski hidupnya diselingi "kejutan" yang tak nyaman. Teruslah ‘bertahan’ dan ‘survive’ di Ibukota…(semoga kelak ku bisa jadi teman petualanganmu tuk menaklukkan kota itu…!!!Jika Allah swt mengizinkan…).

3. Kita Tidak Berhenti, karena Kita Harus Menjadi ‘Pelita Kehidupan’
Boleh jadi, pilihan untuk tidak berhenti, didesak pula oleh lingkungan di sekitar kita. Namun, tidak semua orang menyambut desakan ini…hanya orang yang mengerti ‘hakikat berjuang’ lah yang kan mampu kuat bertahan, layaknya karang yang tak gentar meski dihantam amukan badai bertubi-tubi…kita bisa jadi ‘lentera’ bagi orang-orang di sekitar kita…meski terkadang ‘nyalanya harus redup’, tapi yakinlah, kita mampu mengobarkan ‘bara semangat’ dalam jiwa-jiwa mereka…menjadi ‘pelita dalam kegelapan’, mampu menjadi ‘penerang bagi kehidupan’…

4. Kita Tidak Berhenti, karena Kita Punya Mimpi
Mimpi dan cita-cita, yang di dalamnya terdapat tekad, semangat dan kerja keras, seringkali membuat orang tidak mau berhenti. Bahkan, seekor semut pun, menghayati semangat ini. Apalagi, kita, manusia…
So BERMIMPILAH, MAKA TUHAN AKAN MEMELUK MIMPI-MIMPIMU…dan BERANILAH BERMIMPI BESAR!!!!
DNA = Dream ‘N Action!!!! (-nungmaholic-)

5. Kita Tidak Berhenti, karena Batin Kita Kaya (semoga…)
Satu kuncinya : SYUKUR. Kita serasa melihat potret kekayaan batin, jika kita senantiasa mensyukuri setiap kenikmatan yang telah Allah swt berikan untuk kita…. Ini adalah kekayaan hakiki, yang membuat manusia tidak patah, tidak kalah. Sampai kapan pun. Maka, BERSYUKURLAH!!!
********
Lilin kecil menyala disini
Kuredupkan kembali lagi
Kupanjatkan doa tulus dan suci
Kuingat hari ini ultahmu

Usiamu semakin dewasa
Dimasa remaja yang ceria
Bunga-bunga ditaman hatiku
yang tumbuh indah wangi kasih
Hanya kupersembahkan untukmu

Selamat ulang tahun ku ucapkan
Sambutlah hari indah bahagia
Selamat ulang tahun untuk kamu
Panjang umur didalam hidupmu

Trimalah kadoku buat kamu
Yang kupersembahkan lewat laguku ini

(di bawah ini lagunya…hihi…)
********
Kolaborasi Keisya Avicenna and Kaizenemon feat Duta dkk …(dengan sedikit perubahan ‘n aransemen)

“Masih saja kuteringat kata iringi kau pergi
Jadikan siang itu satu janji
Kau akan kembali untukku, setia untuk diriku (ciee…setia mewujudkan ‘impian SUPERTWIN’)
Mengingatku walau aku jauh…

Akupun sempat janjikan, kukayuh semua mimpiku
Kulabuh tepat di kotamu
Dan kaupun slalu janjikan kau kan menungguku datang
Bersatu kembali seperti dulu…(biar bisa berpetualang bareng..hehe…)

Dan bila akupun rindu pada tulusnya cintamu
Pada hangatnya kasihmu…
Kudendangkan dengan syahdu nasyid kesukaanmu…
Sambil kuingat indah senyummu…(gubraaaak….xixixi..Kaizenemon ketawa garing tuh…)

Tunggulah aku di Jakartamu
Tempat labuhan semua mimpiku
Tunggulah aku di kota itu
Tempat labuhan semua mimpiku…”
********
Awan Berarak Ceria
Tiada Titisan Hujan
Pohon Melambai
Tanda Sokongan

Kususuri Perjalanan
Bertemankan Senyuman
Di Hari Lahirmu
Saudariku

Dedaun Berguguran
Membuktikan Kedewasaan
Walau Tanpa Madah Dan Hadiah
Namun Cukup Bagiku
Sekadar Ucapan

Selamat Hari Lahir
Iringi Doa Kuhulur
Bersyukur KepadaNya
Atas Nikmat Usia

Saudariku…
Usia Yang Tuhan Kurniakan Ini
HiasiIah Dengan Amalan Yang Murni
Semoga Ia Menjadi Temanmu Di Akhirat Nanti
Selamat Hari Lahir

Usiamu Ibarat Mutiara
Tiada Berganti Lagi
Hiaskan Iman Bersulam Taqwa
Agar Sempat Mengucup
Haruman Syurgawi
[SAUJANA, “SELAMAT HARI LAHIR”…-dengan sedikit aransemen lagi ^^v-]
********
{Rangkaian Inspirasi yang berhasil Dik Nung tuliskan di “Zona Inspirasi SUPERTWIN”....Satu hari sebelum saldo usia kita berkurang….’Menanti Detik-detik Pergantian Usia. Selamat Tinggal 22’…Love U My Supertwin…MET MILAD YA!!! SELAMAT BERKURANG USIA!!! 23 TAHUN DALAM CINTA, CITA DAN CERITA, TUK MENJADI PRIBADI IPK [INSPIRATIF, PRESTATIF dan KONTRIBUTIF]. SALAM SUPER DAHSYAT FULL SEMANGAT!!!}

ADA KONSER ALAM DI PESTA SEMESTA SAAT ‘DUA-TIGA’ ITU TIBA

Tuesday, February 02, 2010 0 Comments



Di kaki langit aku berdiri…
Berpijak di atas muka bumi…
Menapak hari dalam masa yang terus berganti
Di atas sana, matahari menatapku dengan senyum terkulum
Ah, cerah sekali hari ini..

Ada konser alam di pesta semesta…

Desiran angin lewati celah pepohonan
Bawakan musik pagi hari di atas bukit-bukit tinggi
Bukit yang penuh harapan dan tantangan
Membawaku pada sebuah perjalanan bersama alunan langkah waktu…

Kicau merdu burung-burung menghadirkan semangat
Embun yang masih tersisa bak kilauan permata yg berkilat
di pucuk-pucuk rerumputan menghijau
Di taman hati bunga-bunga tengah bermekaran
Menampilkan berjuta pesona, indah nan memukau…

Kedamaian yang menjelma menjadi kebahagiaan

Betapa indah karya agung-Mu…
Mengajak diri tuk senantiasa bersyukur atas semua nikmat yang telah Dia beri
Waktu pun terus berjalan
Tiada kuasa diri ini tuk menahan…
Tak terasa, detik merangkak menjadi menit
Sang menit terus berjalan,satu jam berlalu…
Sang jam berlari satu hari terlewati
Begitulah waktu, terus berputar..
Tanpa kita tahu kapan ia akan berhenti
Dan semuanya akan berakhir karena takdir…

Hari ini, di kala sang mentari kembali membuka hari
Dan pagi pun datang mnggantikan shift malam…
Hari baru tlah tiba…

Selamat berkurang usia, Norma…
Semoga kedewasaan semakin terpancar dalam jiwa…
Bersiap merenda impian, dan berjuang mewujudkannya hingga jadi nyata

Berapa saldo usia yang tersisa??
Tak pernah ku tahu jawabnya…
Hanya ikhtiar dan doa penuh kesungguhan yang bisa terus ku lakukan
Semoga dengan bertambahnya usia, dengan berkurangnya jatah usia
Kan menjadikanku semakin dewasa
Menjadi sosok insan yang selalu memberikan kebermanfaatan untuk sekitarnya
Menjadi sumber inspirasi dan motivasi, terlebih untuk diri sendiri…

Norma, bersiaplah untuk memimpin dunia, dengan bekal TAQWA!!
Semoga istiqomah!!

Spesial for Norma/Nungma/Dhek Nung/Mbak Nung/Keisya Avicenna…. turut berduka cita atas berkurangnya usia anti. Semoga sisa usia yang tersisa menjadi lebih berkah, dan semakin dicintaiNya. Met ulang tahun ya, Nung…I love u..love u…love u…(hehehe…mencintai diri sendiri itu perlu lhoo…!).

********
BINGKAI KEHIDUPAN HINGGA 23

Mengarungi samudera kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan
Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
Kan menjadi saksi pengorbanan
Allahu Ghoyatuna
Arrosulu Qudwatuna
Alquran Dusturuna
Aljihadu Sabiluna
Almautu fi sabilillah asma amanina

by: _Shoutul Harokah_
-nasyid heroik,yang mampu menjadikan semangatku bertopan-topan dan berbadai-badai-

*********
Dan, buat semua yang udah baca ‘note’ ini, untuk yang ‘ikut berbahagia’ hari ini : semoga SUKSES DUNIA AKHIRAT!!!!

Amien…amien…amien….!!!!
********
MERAIH MIMPI
mari berlari meraih mimpi
menggapai langit yang tinggi
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
tak kan ada yang hentikan langkahmu
ya..ya..kita kan terus berlari
ya..ya..tak kan berhenti di sini
ya..ya..larilah meraih mimpi
ya..ya..hingga nafas tlah berhenti
ku akan bertahan
hadapi rintangan
perlahan-lahan dan menang
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
tak kan ada yang hentikan langkahmu
tak ada yang tak mungkin’
bila kita yakin
pastilah engkau dapati
********
N ikmati indah perjalanan yang terbentang di depanmu
U kirlah kisah terindah tuk membuat jejak terhebat dalam hidupmu…
N iscaya kan kau temui beranekaragam keagungan-Nya
G ali dan rasakan gema alam yang berhembus bersama sentuhan kasih-Nya
M elukiskan kebahagiaan dalam canda dan bukan air mata kesedihan
A lam akan selalu menjadi saksi terpautnya hati, dalam indahnya CINTA…dalam dahsyatnya sebuah PERJUANGAN!!!
********

[Zona Inspirasi SUPERTWIN, 2 Februari 2010… “ADA KONSER ALAM DI PESTA SEMESTA SAAT ‘DUA-TIGA’ ITU TIBA”. Selamat berkurang usia, Nungma…]

"RENUNGAN DISAAT SISA UMUR BERKURANG 1 TAHUN"

Tuesday, February 02, 2010 0 Comments
[Sebuah Catatan Musafir Kehidupan]

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah…puji syukur kehadirat Allah swt atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, berapa umur yg masih kita punya, kesempatan yg kita miliki, kesehatan dan segala sesuatu yg ada. Tiada kata terindah yg pantas untuk terucapkan kecuali segenap pujian tiada henti.
Shalawat serta salam kita sanjungkan kepada idola tercinta…Rasulullah SAW yang kita damba syafaatnya di hari akhir nanti. Alangkah bahagia bila kita dapat mendampinginya di syurga dengan aneka nikmat yg tersedia.
Hidup tidaklah kekal…Ada sebuah kepastian yg akan dilalui manusia di ujung masa hidupnya. Allah swt telah menggariskan bahwa yg HIDUP pasti akan MATI…!!! Dan kita manusia adalah makhluk-Nya, yg telah dicipta-Nya dan akan kembali kepada-Nya.
Sahabatku…sejenak kita merenungi perjalanan hidup kita yg telah membawa kita pada usia yg mungkin sudah bisa dibilang “dewasa”. Sudahkah kita mengukir PRESTASI dalam sejarah hidup kita??? Ataukah kita justru menimbun dosa sepanjang usia kita??? Kita tak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan kita…Kita juga tak pernah tahu kapan saat itu akan tiba…saat nyawa merenggu kita. Allah-lah penulis skenario segalanya….!!!
Tak terasa sudah 23 TAHUN NORMA mengarungi samudera kehidupan ini…
“Bagaimana sich sosok seorang NORMA di mata kamu???”
NO BODY’S PERFECT !!! Tul ‘gak??? Pasti kamu dah nemuin banyak sisi-sisi NEGATIF dalam diri seorang NORMA. So, kasih SARAN dan KRITIK buat NORMA ya !!! Gak usah ragu ‘n buang jauh-jauh “rasa pekewuh and gak enak hati” untuk ngasih kritikan buat NORMA. Sepedas apapun NORMA terima. NORMA gak bakalan marah or ngluarin tanduk n siung koq??(ky’ devil aja.he22x…). Nyantai aja…Malahan NORMA seneng banget kalo ada sahabat/saudara yg berani ngritik & ngasih masukan buat NORMA. G’perlu ada yg ditutup-tutupin…G’usah ada something yg disembunyikan. Tulis sejujur-jujurnya ‘n sebanyak-banyaknya!!!
Insya Allah…dari penilaian, masukan, kritik dan saran kamu bisa NORMA jadikan bahan untuk INTROSPEKSI DIRI, KONTEMPLASI DIRI, REFLEKSI DIRI, dan dapat NORMA pake sebagai sarana untuk mengenali diri sendiri. Sebagaimana Sabda Nabi :
“Barangsiapa yg mengenali dirinya, maka ia mengenal Tuhannya’’
Btw, NORMA juga minta maaf yg se GD-GD nya jika selama ini NORMA dah bikin banyak salah ke kamu, saudarsaya…Afwan jiddan nggih
Makasih buanget…syukron jiddan…ya saudaraku…semoga Allah berkenan membalas semua kebaikan dan pengorbanan mu…amin.
*******
“NORMA adalah aturan, tatanan, pranata, atau kaidah yg mesti diterapkan, yg mengatur manusia agar lebih manusiawi, yg mengatur manusia agar punya harga diri, agar manusia punya nilai di mata manusia yg lainnya dan di mata Sang Pencipta…
NORMA adalah sesuatu yg berharga…
dan semoga seseorang yg bernama NORMA ini benar-benar berharga di mata MANUSIA dan SANG PENCIPTA. Amiiin……….”
********
MUHASABAH DIRI
Setiap jiwa akan dimintai pertanggungjawaban...
Setiap inci tubuh akan menjadi saksi atas segalanya!!!
Namsaya….NORMA!! Saya bukan siapa-siapa….
Saya hanya susunan tulang yang dibalut seonggok daging
kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya oleh Zat yang Maha Mencipta…
Ya, RUH!!! Ruh itu yang membuatku ada. Membuatku menangis dan tertawa, tidur dan terjaga. Kadangkala saya bertanya??? Seperti apa wujudnya? Mengapa dia pergi tanpa diduga?? Meninggalkan JASAD yang kemudian tidak bisa berbuat apa-apa..
SAYA ADA DI SINI PASTI ADA SEBABNYA …
Sahabatku sekaligus saudaraku….doain NORMA biar selalu ISTIQOMAH!!!
YA ALLAH, KUATKANLAH UKHUWAH INI….
Akhir kata,
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
********
2 FEBRUARI 1987 – 2 FEBRUARI 2010
23 TAHUN DALAM CINTA, CITA DAN CERITA, TUK MENJADI PRIBADI IPK [INSPIRATIF, PRESTATIF dan KONTRIBUTIF] SALAM SUPER DAHSYAT FULL SEMANGAT!!!
********
Dalam pencarianku ke seluruh lembah dan taman-taman nirwana, tak terasa 23 musim semi kulalui dengan sayap-sayap kerapuhan. Jiwaku yang membesarkan keberanianku…NURANI yang menuntun jalanku..dan CINTA yang melukis MIMPIKU, yang masih kumiliki…
Musim ini terasa sebagai “MUSIM SEMI” yang terakhir meneriakkan kerapuhan…Aku ingin memusnahkan semua bunga di musim ini, karena kehidupannya tidak bertahan lama. Aku akan menanam lagi semai-semai dahlia hingga melati yg akan terus berbunga, dan menjadikan semua musim sebagai MUSIM SEMI…
“Dulu aku adalah petani yang memiliki sebuah kebun yang sekali berbuah dalam semasa”
“Sekarang, aku ingin menjadi seorang petani yang memiliki sebuah kebun, tapi selalu berbuah sepanjang masa…” [Chuey feat Vay…^^v]
********
DNA : Dream ‘N Action
BERANI BERMIMPI BESAR!!!
MENAPAK JEJAK PERUBAHAN
MENUJU KEDEWASAAN
MENGUKIR HARI PENUH ‘INSPIRASI’
MENJADI INSAN PENCETAK ‘PRESTASI’
SENANTIASA BERGERAK BERIKAN ‘KONTRIBUSI’!!!
[2 FEBRUARI 1987 – 2 FEBRUARI 2010]

Desiran angin lewati celah pepohonan
Bawakan musik pagi hari di atas bukit-bukit tinggi
Cepat-cepat membawa perjalanan bersama alunan langkah waktu
Semua yang terbaik dari pembangun jiwa dan ruhmu
Karena kau tersesat dalam kebenaran
Seperti kegelapan dalam kabut
atau tenggelam dalam pasir yang membadai
Sampai satu titik penuh ketenangan hati ini kembali pada-Nya
Karena istirahat hanya ada di surga…

Friday, January 29, 2010

8 RINAI-RINAI INSPIRASI (OLEH-OLEH DARI SEMARANG)

Friday, January 29, 2010 0 Comments
Oleh-oleh ini saya dapatkan di sebuah tempat yang baru pertama kali saya menorehkan jejak di sana…Perpustakaan Daerah Jawa Tengah…(kalo rekan-rekan UNDIP banyak yg mengistilahkan “PERWIL”). Ya terserah aja deh…intinya perpustakaan, salah satu tempat favorit saya. Dan entah dari mana rasa itu datang (deuu…), rasanya saya langsung jatuh cinta pada tempat itu…Terima kasih Tyo, kau telah menyesatkanku di tempat yang sungguh luar biasa…INSPIRATIF!!! (kayaknya tempat istimewa ini bakal jadi tempat wajib yang harus saya kunjungi tiap kali ke kota inspirasi saya ini…bener kan Tyo???hehehe…)

Saat yang paling bahagia adalah saat dikelilingi buku-buku…jadi bingung mana yang mau dibaca duluan, bagus-bagus semua. Misi besar yang saya bawa saat memasuki ruang baca adalah cari referensi untuk mengerjakan tugas kuliah dan skripsi.

Alhamdulillah, dapat ‘lumayan banyak harta karun’. Selain itu, saya juga terlanjur jatuh cinta pada deretan buku-buku yang memuat tentang motivasi, pengembangan diri, buku-buku keislaman, dan yang pasti buku-buku yang mampu melahirkan berjuta loncatan inspirasi dalam syaraf otak saya. Saya benar-benar menikmati saat-saat itu!!!

Seandainya berandai-andai boleh…(hehe), saya menginginkan perpustakaan ini pindah di dekat kost saya di Solo (gubraaak….) atau gak KAIZENEMON siap mengantarkan saya jika sewaktu-waktu saya pengin ‘ngadem’ di perpustakaan ini, pakai ‘baling-baling bambu’ atau ‘pintu ajaibnya’. Hehe…Benar-benar khayalan tingkat tinggi…

Hmm…oleh-oleh yang ingin saya bagi (khusus untuk rekan-rekan saya yang kebetulan belum bisa mencicipi oleh2 hasil petualangan saya tanggal 19-21 Januari lalu, semoga ini bisa menggantikan, walaupun sedikit ‘memaksa’.hihihi…).

Simak baik-baik hasil coretan ‘tidak karuan’ saya di 3 lembar kertas jurnal yang berjudul “Uji Sitotoksik Senyawa Alkaloid dari Spons Petrosia sp., Potensial Pengembangan sebagai Antikanker”. Hmm…salah satu jurnal yang menunjang pengerjaan skripsi saya sekaligus salah satu jurnal yang dipublikasikan oleh dosen pembimbing saya yang sekarang sedang menempuh study S3 di Belanda. Maaf ya jurnal, karena ulah saya kamu sekarang tidak berbentuk jurnal lagi…hehe…tapi kamu sangat bermanfaat!!! Coz waktu itu hanya kamu yang bisa saya jadikan sarana untuk ‘MENGIKAT ILMU’…Peace!!^^v

Yadah, saya mulai merapikan saja -melalui ketikan ini- hasil tulisan saya dengan gaya ‘memaksa’ di 3 lembar kertas jurnal tersebut (-tapi, tidak semua saya tulis-). Inspirasi yang saya dapatkan itu saya rangkum dalam “8 RINAI-RINAI INSPIRASI”. SEMOGA MENGINSPIRASI…

1. “Membaca merupakan infestasi intelektual sekaligus spiritual”…Hmm, sangat sepakat. Sahabat menulis bernama MEMBACA. Semakin banyak kita membaca, kita akan semakin kaya kata-kata, kita akan semakin bisa memahami beranekaragam gaya tulisan, kita bisa membuka cakrawala dunia, kita bisa berimajinasi keliling dunia, dan masih banyak manfaat yang bisa kita peroleh dengan membaca.

2. “Siapapun yang terhibur dengan buku-buku, kebahagiaan tak akan sirna dari dalam dirinya (Ali bin Abi Thalib)”. Yupz…dan saat itu pun menjadi saat yang paling membahagiakan dalam episode petualangan “RINAI INSPIRASI” saya di Semarang. Setidaknya saya mendapatkan hiburan gratis dan pencerahan yang luar biasa ketika saya berada di ‘gudang ilmu’ itu.

3. “Seorang penulis haruslah otonom, bebas, dan merdeka. Ketika seseorang menulis, maka dia harus merentas ide sebebas-bebasnya, tanpa dikendalikan oleh kekuatan lain dari luar dirinya. Menulis yang baik adalah proses ekspresi yang bebas (sebebas-bebasnya dari akal budi, hati nurani, dan jiwa-jiwa kita)”. Menulis itu tidak sulit. Menulis itu mudah. Tinggal merangkai 26 aksara ini menjadi sebuah tatanan yang apik dan bermakna. QWERTYUIOPASDFGHJKLZXCVBNM.

Menulis…menulis…dan menulis…

4. “Kehidupan yang sesungguhnya adalah ketika kematian telah datang menjemput. Disitulah kerinduan untuk bertemu Sang Kekasih akan terwujud. Hidup pada hakekatnya adalah perjalanan menuju kampung akhirat”. Ingat MATI, biar hidup semakin berarti!!! DZIKRUL MAUT!!!

5. “Godaan tentang masa lalu bagaikan hutang pada diri sendiri yang -sebetulnya bukan sulit tetapi- membutuhkan keterbukaan kesadaran fikiran dan hati untuk menebusnya!!!”. Hmm, tak ada salahnya belajar dari masa lalu. Masa lalu bukan untuk dilupakan, karena mau tidak mau masa lalu akan terus mengiringi perjalanan hidup kita, tapi jadikan masa lalu sebagai cerminan dan sarana pembelajaran agar lebih baik lagi di masa sekarang dan masa depan.

6. “Manusia yang tidak pernah bersyukur adalah manusia yang telah melupakan dan kehilangan eksistensi dirinya. Manusia yang kehilangan nuraninya akan hidup tanpa rasa malu baik pada diri sendiri dan pada Tuhan”. Allah swt telah memberikan banyak sekali kenikmatan. ‘Dan nikmat TuhanMu yang manakah yang akan kalian dustakan???’ (QS.55:55). So, tidak ada alasan lagi untuk tidak bersyukur!!! Bersyukurlah, karena Allah swt pasti akan melipatgandakan kenikmatan yang telah kamu dapatkan.

7. “BORN TO FIGHT : menghancurkan belenggu-belenggu penghambat sukses; berpikir satu langkah lebih maju; dan membiasakan berperilaku positif”. Kita lahir untuk BERJUANG!!! Jadi pengin nasyidan…”Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban…Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa….INILAH JALAN KITA!!!”. Hidup itu butuh PERJUANGAN, PENGORBANAN, dan TOTALITAS!!! (begitu nasehat sahabat saya waktu SMA)

8. “Seekor anak rajawali yang selalu berpikir dan menganggap dirinya anak ayam, dia tidak akan pernah bisa terbang tinggi. Seseorang yang selalu menghiasi dirinya dengan karakter pecundang akan sangat sulit menjadi pemenang. Ketika kita berpikir diri kita tidak mampu, akan sangat sulit untuk berprestasi!!!”. So, penuhi diri-diri kita dengan hal-hal yang positif!!! Kalau kita yakin BISA, PASTI BISA!!! Jadi inget lagunya Ippho Santosa…

“Aku terlahir tuk jadi PEMENANG, tak kan pernah berpikir tuk jadi pecundang…Hanya satu yang slalu ku kekenang, saat sorak-sorai riuh berkumandang….”.
Nah, inilah 8 RINAI-RINAI INSPIRASI yang berhasil saya rangkum lewat ketikan tulisan ini. Masih ada beberapa tulisan saya hasil membaca di perpus itu yang tidak saya tuliskan di sini, tapi saya tuliskan di buku DNA (Dream ‘N Action) saya…(benar2 dahsyat, hebat, dan full manfaat!!!). Kapan-kapan Insya Allah, saya bagi lagi inspirasi yang telah saya dapatkan…

Happy ending : Alhamdulillah, saya berhasil merealisasikan 2 impian saya di bulan Januari lewat petualangan dahsyat tanggal 19-21 Januari 2010 beberapa waktu lalu. “Bermetamorfosis di Semarang, MYINSPIRING TOWN” dan “Sholat Dhuha di Masjid Agung Demak”. Masih ada 1 impian lagi yang harus segera saya realisasikan sebelum Januari berlalu berganti bulan Februari, bulan yang penuh cita, cinta, dan cerita…[H-6]^^v.

[Istana KYDEN, Istana INSPIRASIKU, {H-6}, 27 Januari 2010…17:00 WIB]

Wednesday, January 27, 2010

LAGI-LAGI : NIAT!!!

Wednesday, January 27, 2010 0 Comments

Prolog : Suatu sore di Ruangan Kasubdit 1, seperti biasanya, kalau tidak banyak pekerjaan, kami (saya dan seorang rekan kerja saya yang sama-sama CPNS juga) dipanggil Kasubdit. Sesi diskusi dan motivasi. Begitulah saya mengistilahkannya. Kali ini beliau bertanya, “Apa yang membuat seseorang masuk surga?”. Belum sempat saya menjawab, beliau sudah bertanya lagi, “Apakah karena punya banyak pahala?”. Beliaupun memberi waktu bagi kami untuk menjawab. Sayapun mencoba berargumentasi (maklum, kalau sudah disuruh ngomong… ya begitulah ^^). Beliau tersenyum, mengangguk-angguk… Lantas beliau berkata, “Ya… seseorang masuk surga bukan semata-mata lantaran ia mempunyai banyak pahala. Jawabannya simpel saja ‘RIDHA ALLAH’-lah yang membuat seseorang masuk surga”. Kemudian beliau menceritakan kisah seorang pelacur yang atas ‘RIDHA ALLAH’ masuk surga karena memberi minum seekor anjing dengan menggunakan terompahnya. Setelah bercerita, beliau bertanya lagi, “Lantas bagaimana caranya mendapat ridha Allah?”. Saya langsung menjawab, “Diawali dengan niat yang lurus dan diiringi dengan proses yang baik.” Beliau menyunggingkan senyum khasnya (senyum yang menunjukkan kewibawaan sebagai pimpinan sekaligus ayah bagi kami). “Ya…!” Kemudian beliau mengingatkan kami dengan Hadist 1 Arbain. Semua nilai dari amalan kita ditentukan oleh niat yang mengawalinya. Beliau selalu menasihati kami, “Niatkan bahwa kalian bekerja di sini adalah untuk ibadah. Jangan lupa untuk mengawali dan mengakhirinya dengan doa”. Emm… jadi sedikit sharing tentang suasana Subdit 1 yang alhamdulillah sangat menyenangkan… ^^ Betah! Karena hampir setiap hari kami mendapat “pencerahan” dari Kasubdit. Berdiskusi yang membuat saya “berpikir”! Terima kasih Ya Allah, karena saya masih berada di lingkungan yang mampu “menguatkan” saya…

***

"Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi pada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir." (Al Jatsiyah : 13)

Manusia menduduki tempat tertinggi di muka bumi. Allah SWT telah menundukkan apa yang ada di langit dan di bumi untuk keperluan mereka. Jika Allah SWT, seperti disebut dalam ayat di atas, menundukkan bumi dan langit dengan segala isinya untuk manusia, berarti manusia lebih tinggi derajatnya dan lebih mulia dari langit dan bumi. Hal ini juga sudah difirmankan Allah SWT : "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. Ad-Dukhaan : 38 - 39)

Sejak detik pertama Allah mengumumkan kelahiran manusia, Allah memerintahkan pada malaikat untuk bersujud kepada Adam sebagai pertanda bahwa manusia menempati kedudukan terhormat di sisi Allah SWT. Al Qur`an menyebutkan : "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (QS. Al-Isra : 70)

Atas dasar inilah Islam memandang umat manusia sebagai makhluk yang mulia. Lalu, apa tugas manusia sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT? Allah membatasi tugas manusia di planet bumi adalah untuk beribadah. "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan." (QS. Adz-Dzariyat : 56 : 57). Ibadah dalam Islam mencakup seluruh aspek kehidupan. Sholat, berziarah ke rumah sanak keluarga, adalah ibadah. Sampai-sampai memalingkan mata dari pandangan yang harampun termasuk ibadah. Bertindak adil dalam menentukan hukuman adalah ibadah. Mengenakan jilbab bagi kaum wanita adalah ibadah. Menikah adalah ibadah. Jujur dalam jual beli dan jihad di jalan Allah adalah ibadah. Bahkan makan, minum serta merawat cinta kasih antara suami isteri pun adalah ibadah. Demikian juga perkataan, gerak, langkah serta niat baik dan benci karena Allah merupakan ibadah. Ringkasnya, tak ada pemisahan antara ibadah dan aktivitas keduniaan dalam Islam. Semua perbuatan itu menjadi ibadah di sisi Allah bila diniatkan semata-mata karena mencari dan mencapai ridha-Nya.

Melaksanakan semua perintah yang tertulis dalam al-Qur`an dan sunnah serta menjauhkan larangan yang tertulis di dalam keduanya adalah ibadah. Semua gerak dan langkah dalam hidup ini adalah ibadah.Ibadah menca kup semua aktifitas manusia bila diiringi dengan niat yang benar untuk mencapai ridha Allah SWT.

Dengan demikian, nilai suatu perbuatan dalam pandangan akidah Islam dilandasi niat dan dorongannya, bukan dari hasilnya. Hasil suatu perbuatan berada di tangan Allah dan karenanya ganjaran perbuatan seseorang tidak tergantung pada hasilnya, tetapi pada niat yang ada di dalam hati. Dari sini pula, seseorang tidak diwajibkan menantikan buah dan hasil perbuatannya.

Niat yang benar juga harus dilanjutkan dalam amal yang benar pula. Setelah niat seseorang telah lurus, pekerjaan yang dilakukan pun tidak boleh melewati pagar dan batasan yang benar pula. Tak ada kamus "tujuan menghalalkan cara". Seorang muslim tidak dibenarkan menggunakan cara keji demi mengapai tujuan dan cita-cita mulia. Seorang muslim juga tidak boleh bermain curang dalam ujian demi mendapatkan ijazah meskipun dengan ijazah tersebut ia ingin berkhidmat untuk Islam.

Prof. Muhammad Aassad, seorang pemikir besar bangsa Austria yang meninggalkan Kristen dan memeluk Islam berkata, "Islam tidak menganggap kehidupan sebagai sesuatu kebetulan dan kebiasaan rutin yang terlepas dari kehidupan akhirat. Semua itu merupakan kesatuan yang sangat erat. Penghambaan kepada Allah SWT dengan arti yang sangat luas menciptakan arti kehidu-pan manusia yang sebenar-nya. Pengertian inilah yang memungkinkan manusia men-capai makna kesempurnaan dalam hidupnya di dunia. Islam tidak menghalangi ma-nusia yang ingin mencapai kesempurnaan hidup setelah matinya syahwat badani. Dalam pandangan Islam ibadah tidak terbatas pada sholat dan puasa saja, tapi mencakup seluruh kegiatan manusia.

-Dari sebuah artikel berjudul “Sempurnakan Hidup dengan Niat Ibadah”-

***

Renungan 0.33 malam s.d. pagi…

RedZone, 270110_05:19

Backsong : Doa Kalbu

Di malam penuh bintang
di atas sajadah yang kubentang
sedu sedan sendiri
mengaduh pada Yang Maha Kuasa
betapa naif diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu

urat nadi pun tahu aku hampa..
di malam penuh bintang
di bawah sinar bulan purnama
kupasrahkan semua
keluh kesah yang aku rasa
sesak dadaku
menangis pilu
saat ku urai dosa-dosaku..
dihadapan-MU ku tiada artinya……

doa kalbu tak bisa aku bendung
deras bak hujan di gunung sahara
hatiku yang gersang……..
terasa oleh tenteram…

hanya Engkau yang tahu siapa aku
tetapkanlah seperti malam ini
sucikan diriku selama-lamanya…….


^^ Aisya Avicenna ^^

Friday, January 22, 2010

RINAI INSPIRASI SEMARANG-DEMAK

Friday, January 22, 2010 0 Comments

Rabu, 20 Januari 2010
Saat membuka mata kembali setelah semalam terlelap dalam buaian mimpi terindah, saya pun mulai menyadarkan diri sendiri…ehm, kamu masih di Semarang Nung!!! Bersegera saya mengambil air wudhu untuk menyegarkan diri ini. Menghabiskan sepertiga malam terakhir dengan bermunajat padaNya….Ya Rabbi, semoga petualangan hari ini jauh lebih LUAR BIASA!!!

Sholat Subuh, tilawah, Al Ma’tsurat cukup menjadi sarapan ruhiyah pagi ini…packing segala keperluan buat melanjutkan misi petualangan hari ini, termasuk “PETA PETUALANGAN”. Sebuah pita lipat KOTA SEMARANG yang dibeli Tyo sebagai penunjang penyelesaian skripsinya, yang berukuran kira-kira 1mx75 cm apabila dibentangkan. hehe..kayak ‘dora’ aja… jam 06:00 kita berdua bersama SIBIRU meninggalkan Margoyoso 50 menuju tujuan petualangan kita hari ini :DEMAK, KOTA PARA WALI!!!

Dari Tembalang, kita menuju ‘bawah’,sampai di Jalan Majapahit….ternyata kita kebablasen…akhirnya kita menepi dulu (coz jalanan benar2 rame), then kita pun membentangkan peta petualangan kita..hehehe…lucu banget!!! Kita membaca peta itu dulu!!! N berusaha memahami jalanan…akhirnya kita balik muter menyusuri lagi jalan Majapahit then belok kanan menyusuri Jalan Supriyadi (daerah Kalicari), tyuz sampai juga di Jalan Soekarno-Hatta. Ada pengalaman seru plus lucu….karena kita merasa tidak yakin, akhirnya kita membuka and membentangkan kembali peta petualangan kita di tepi jalan…mungkin ada beberapa pengguna jalan yang melihat ‘aksi’ kita…aneh mungkin!!!

Hehehe… setelah melihat dan mempelajari peta, dan berdasarkan ‘feeling”, kita pun memutuskan untuk muter balik. Coz kita berdua juga ngrasa saat itu kita kebablasen..hehehe… hmm…akhirnya muter balik…kembali menyusuri jalan Soekarno-Hatta….sampai di Jalan Tlogosari… untuk lebih meyakinkan ‘feeling’ kita, akhirnya saya beranikan diri menanyakan arah ke pak polisi yang sedang sibuk patroli n mengatur lalu lintas…. Saya tanya, Jalan Wolter Monginsidi and arah ke Demak…Siip, jawaban sangat memuaskan yang saya dapatkan. TERNYATA FEELING KITA BENAR!!!! Terima kasih pak polisi atas petunjuknya….Semoga mampu menjadi Abdi Negara yang ‘amanah’. SEMANGAT PAK!!!!

Akhirnya kita jalan lurus terus sampai ketemu bangjo, then belok kiri….luapan kegembiaraan yang saya rasakan, akhirnya ketemu juga Jalan Wolter Monginsidi. Peta petualangan saya pegang…sambil sesekali saya liat untuk menyocokkan. Kita lurus terus, sampai akhirnya ketemu Jalan Raya Pedurungan-Genuk…(hmm, saya lihat dipeta, cocok euy..). Kita sempat menepi sebentar, coz muncul sedikit keraguan. Akhirnya, ku bertanya pada seseorang di pinggir jalan yang sedang asyik menyapu. Dari mukanya hanya kelihatan kedua bola matanya. Intine, saya serem dengan orang itu….pas saya tanya cuma dibalas tatapan mata yang cukup ‘mengerikan’...hihi…untungnya ada mbak-mbak yang bisa kita tanyai, saya pun Tanya arah ke Demak…dan akhirnya kita langsung tancap gas untuk kembali lurus menyusuri jalan raya Genuk-Pedurungan. Senengnya hati saat liat papan arah, hmmm, DEMAK belok kanan….Ngeeeeng….Akhirnya kita sampai di jalan raya Semarang-Demak….then kita jalan luruuuuuuuuuussssss terusssssssssssss…………Bahagia banget saat memasuki gapura bertuliskan “SELAMAT DATANG DEMAK, KOTA WALI”. Hmm…akhirnya salah satu impian saya di bulan Januari bisa saya wujudkan!!!

Pemandangan luar biasa yang saya dapatkan di sepanjang perjalanan…akhirnya kita sampai juga di alun-alun Kota Demak (simpang lima kota Demak), dan sampailah di Masjid Agung Demak…..ke tempat parkir buat parkir motor. Jam 07.30 WIB. Hmm, belum sarapan. Then kita menuju warung deket terminal untuk sarapan. Nyoto euy….Nyoto rasahmbayar. setelah selesai, kita kembali melangkahkan kaki menuju serambi masjid. Istirahat sejenak di situ, kemudian lanjut ambil air wudhu dan sholat dhuha…hmm, banyak hal dahsyat yang saya rasakan ketika di dalam masjid…suasana hening, penuh kekhusyukan…setelah sholat, saya tergerak untuk membaca QS. Ar Rahman, yang semoga semakin bisa menguatkan diri ini!!!! Sebuah ‘self enlightenment’ (pencerahan diri) and ‘self motivation’ (motivasi diri) yang kembali membara dalam diri. Saya merasa ‘menemukan sesuatu’ yang saya cari!!!


(Pending dulu yak…22:22 WIB. Saatnya istirahat setelah seharian jadi si bolang!!! Besok pagi-pagi harus segera kembali ke kota Solo, THE SPIRIT OF NUNGMA!!!! Tulisan ini akan saya selesaikan di Zona Inspiras Supertwin).

********
Lanjut menulis ah…tapi sekarang posisi saya di Istana KYDEN Wonogiri yang sedang mengalami tahap renovasi hari pertama….(semoga lancar). Dan cerita petualangan “Muman n Tyo chan” pun saya lanjutkan….
********
Setengah jam di dalam masjid kemudian kita keluar berjalan berkeliling, tak lupa masuk ke dalam museum dan menikmati banyak hal unik, kuno, artistic, nilai estetika tinggi dari semua benda yang dipajang di dalam ruangan itu. Saya paling tertarik dengan silsilah WaliSongo, maket n miniatur Masjidil Haram and miniatur Masjid Demak. Di rak juga tersimpan Al Qur’an kuno, dan masih banyak benda-benda unik lainnya. Di sekeliling, banyak sekali makam. Then kita keliling di sekitar serambi. Mengabadikan moment di depan masjid. Lihat jam matahari juga.

Kemudian ada pak becak yang menawarkan jasanya untuk mengantarkan berkeliling. Kita pun ‘mbecak’ and diantar muter-muter, saya paling suka saat melihat tulisan Asmaul Husna yang mengeliingi area lapangan, kemudian lanjut di badan jalan sebelum pasar kota. Sampai di pasar, kita beli belimbing, kan kota Demak juga terkenal dengan belimbingnya. Puas beli belimbing kita melanjutkan berkeliling, tak lupa mengabadikan setiap moment. Seru banget euy…..setelah puas muter-muternya, pak becak mengantarkan kita ke terminal, banyak toko yang menjual aneka oleh2. Saya dan Tyo ke sebuah toko untuk membeli beberapa jenang kudus pluz gambar walisongo. Sempat foto bergaya pake tongkat. Jan tenan…Kita berdua pun melanjutkan jalan berkeliling. Hm, berdasarkan observasi yang saya lakukan, potensi pariwisata di Demak itu sudah cukup bagus, tapi memang masih banyak hal yang harus lebih dioptimalkan. Saya masih kesulitan mencari souvenir (semisal gantungan kunci) khas Demak…(wah, bisa jadi ‘peluang usaha’ nih…ayo, rekan-rekan asli Demak saatnya menangkap peluang!!!).

SELAYANG PANDANG tentang MASJID AGUNG DEMAK
Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini memiliki nilai historis yang sangat penting bagi perkembangan Islam di tanah air, tepatnya pada masa Kesultanan Demak Bintoro. Banyak masyarakat memercayai masjid ini sebagai tempat berkumpulnya para wali penyebar agama Islam, yang lebih dikenal dengan sebutan Walisongo (Wali Sembilan). Para wali ini sering berkumpul untuk beribadah, berdiskusi tentang penyebaran agama Islam, dan mengajarkan ilmu-ilmu Islam kepada penduduk sekitar. Oleh karenanya, masjid ini bisa dianggap sebagai monumen hidup penyebaran Islam di Indonesia dan bukti kemegahan Kesultanan Demak Bintoro.
Masjid ini memiliki keistimewaan berupa arsitektur khas ala Nusantara. Masjid ini menggunakan atap limas bersusun tiga yang berbentuk segitiga sama kaki. Atap limas ini berbeda dengan umumnya atap masjid di Timur Tengah yang lebih terbiasa dengan bentuk kubah. Ternyata model atap limas bersusun tiga ini mempunyai makna, yaitu bahwa seorang beriman perlu menapaki tiga tingkatan penting dalam keberagamaannya: iman, Islam, dan ihsan. Di samping itu, masjid ini memiliki lima buah pintu yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lain, yang memiliki makna rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Masjid ini memiliki enam buah jendela, yang juga memiliki makna rukun iman, yaitu percaya kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, hari kiamat, dan qadha-qadar-Nya.


Jam 10.00 kita meninggalkan Masjid Agung Demak, melanjutkan perjalanan kembali ke Semarang. Asyiknya….bener2 rihlah jasadiyah, fikriyah, dan ruhiyah. Alhamdulillah Ya Allah, skenario-Mu begitu indah!!!

Inspirasi yang saya dapat….
“Menanti adalah tugas mulia. Seperti yang dilakukan Sunan Kalijaga di tepi sungai sampai urat akar membelit jasadnya. Kenikmatan terdapat dalam hilangnya kenangan dan harapan hari nanti. Keabadian mengental pada detik ini, yang tidak mungkin dipegang kecuali kala penantian berhenti…”

Jam 11 sampai juga di Semarang, mampir di kost temene Tyo. Pesta belimbing dulu. Jam 12.00 kita makan siang di Tiga Putri jalan Ngesrep. Ditraktir Tyo lagi…thanks sobat!!! Saya pengin maem gado-gado n jus alpukat…setelah selesai kita balik ke basecamp. Rehat dulu. Jam 14.00 saya jalan sendiri ke @n-Net. 1,5 jam buat browsing, chatting, FBan, n cari inspirasi banyak hal….Balik ke Margoyoso 50 hujan kembali turun rintik-rintik. Sore yang sangat menyenangkan…bersemangat untuk mengerjakan tugas!!

Dingin-dingin kayak gini asyiknya makan bakso. Alhamdulillah, ada yang ngajakin makan di Mie Malioboro!!! wah, Rombongan Makan Gratis nih…thanks sobat!!! Ngobrol and nostalgia bareng…Never forget it!! Setelah selesai makan malam, saya ma Tyo menyempatkan diri untuk bersilaturahmi ke Banjarsari 64, ke koste ‘Tante’ Dita, salah satu sahabat terbaik saya!!! Ngobrol seru, meski cuma singkat. Belum puas kangen-kangenan nya…pamitan, tyuz balikin helmnya Windi then kembali ke basecamp….Hmm….hari petualangan yang sungguh menyenangkan!!! Saya benar-benar sangat menikmati hari ini!!! HARI YANG DAHSYAT, HEBAT, FULL MANFAAT!!!

Menghabiskan malam sebelum membenamkan diri dalam dunia mimpi dengan membaca dan menulis…Besok dah harus kembali ke kota Solo…Jam 23.00 baru bisa terlelap…^^v.
********
Kupasrahkan semuanya
Segala yang ada dimuka bumi
yang pernah kulakukan
Biarlah menjadi sebuah saksi
Mungkin kini atau nanti
Kehidupan baru akan kujalani
Bersama mereka yang aku cintai

Dalam jiwa dan sanubari
Dzikir selalu kupanjatkan
Kepadanya Tuhan semesta Alam
yang suatu saat nanti kan mencabutku dari Bumi
Ke Akhirat kehidupan yang abadi
Sekarang saatnya menyiapkan perbekalan
Mengisi hari dengan amalan berarti…
*******
2 hari 3 malam cukup bagi saya mematangkan ‘fase metamorfosis’ ini....

[Istana KYDEN, 21 Januari 2010…rasanya baru tadi pagi saya masih di Semarang, tadi siang di Solo, sore sampai besok pagi sudah di Wonogiri…mobile terus euy….SEMANGAT!!!!]



RINAI INSPIRASI SEMARANG (part1)

Friday, January 22, 2010 0 Comments

Hari ini hari Selasa di Bulan Januari tertanggal 19. Hmmm…saatnya merealisasikan salah satu impian di Bulan Januari. Menghujani diri dengan rinai-rinai inspirasi ya tentu saja di kota inspirasi..SEMARANG, MY INSPIRING TOWN!!!

Setelah tadi malem ngebut finishing tugas dan Alhamdulillah selesai juga, tinggal satu tugas lagi (BBA), tapi dalam hati saya dah berjanji di Semarang nanti tugas itu akan saya selesaikan. Insya Allah…

Jam 06.00 dianter adik kost (miz ngapak) ke terminal Tirtonadi, perjalanan pagi yang luar biasa (segar dan menyegarkan, udara pagi euy…’kuhirup udara pagi, bersama indah mentari…kulalui hari ini dengan hati berseri..o, damainya hatiku…kala mentari bersinar lagi!!!’hmm..tembang kenangan yang cocok…).

Sepanjang perjalanan pun otak ini mulai beraksi. Sejenak, saya ingin sedikit mengurangi kerja rodi otak kiri, yang mungkin beberapa hari ini agak terforsir….saat ini saya ingin menjadikan otak kanan lebih dominan. Alhasil, sepanjang perjalanan menuju terminal pun banyak sekali imajinasi yang berkeliaran di alam pikiran saya. Ketika kita berhenti sesaat karena lampu bangjo berwarna merah, gak lama kemudian sudah berganti hijau dan kita pun melesat….itupun saya analogikan dengan kondisi yang ingin saya lakukan sekarang…berhenti sejenak (berhenti tapi tidak dalam arti statis, alias [statis : gak ngapa-ngapain!!!]), untuk mempersiapkan sesuatu yang lebih dahsyat…mengumpulkan energi untuk melakukan aksi yang lebih hebat!!!,. tentunya setiap dari kita pasti punya cara sendiri jika harus bertemu dengan kondisi-kondisi yang bisa dibilang membuat jenuh dan butuh ‘sesuatu’untuk menyembuhkan ‘rasa itu’. Ketika ‘penyakit bersifat manusiawi yang terkadang kalo dibiarkan lama malah menjadi kronis bahkan akut’, dokter pribadi saya pun menyarankan…(dokter pribadi saya ya saya sendiri lah!!!hehe) lakukan sebuah perjalanan…Yupz, sepakat bu dokter. Istilah kerennya..PETUALANGAN!!! dan saat ini, satu kata itu yang sangat saya cintai.

Lanjut yuk…sampai di terminal, saya segera berjalan ke arah timur. Bersamaan pula saya lihat sang mentari semakin gencar saja menghangatkan alam semesta beserta isinya…seolah-olah saya merasakan dalam suatu kondisi “MENGEJAR MATAHARI”. Jadi inget filmnya pluz tembang inspiratifnya Bang Ari Lasso…

“Di sini ada satu kisah
Cerita tentang anak manusia
Menantang hidup bersama
Mencoba menggali makna cinta

Tetes air mata
Mengalir di sela derai tawa
Selamanya kita
Tak akan berhenti mengejar matahari

Tajamnya pisau takkan sanggup
Goyahkan cinta antara kita
Menembus ruang dan waktu
Menyatu di dalam jiwaku”


Saya duduk sebentar, then masuk ke dalam bis “RAJAWALI”. Wow, keren euy!!! Lagi-lagi otak kanan jauh lebih mendominasi!! Kepakan kuat sayap sang Rajawali yang kan menerbangkanku ke kota penuh inspirasi!!! Tatapan tajam mata yang focus agar bisa mendarat dengan selamat di tempat tujuan!!

Saya benar-benar menikmati perjalanan ini…tapi bagi saya inilah PETUALANGAN!!! Saatnya belajar, mencari, dan menemukan!!! INSPIRASI DAHSYAT, AKSI HEBAT, FULL MANFAAT!!! Semoga…

Aktivitas di dalam bis…sarapan ‘bubur pati’ and roti brownies, tyuz baca koran, muroja’ah, and membaca buku yang menjadi bekal utama dalam petualangan dahsyat hari ini. Solo-Kartasura-Boyolali-Salatiga-Ungaran-Semarang….saya terus mencoba merekam setiap momentum dalam memory dahsyat anugerah dari Allah swt ini. Subhanallah…lukisanMu begitu agung!!!

Rajawali menurunkan saya di Sukun, kemudian saya naik minibus, menuju Ngesrep. Jam 09.00 patung Pangeran Diponegoro lengkap dengan kudanya dengan gagah berani menyambut saya, UNDIP, I’m coming!!! Then, saya naik angkot ‘kuning’. Duduk paling pojok belakang, tapi malah lebih leluasa menikmati apa yang bisa saya lihat, angkot kuning keliling dari fakultas ke fakultas dulu mengantarkan para mahasiswa UNDIP, saya pun sangat menikmatinya…di lapangan upacara depan rektorat rame banget. Banyak anak UNDIP yang pake jaket KKN. Selidik punya selidik, ternyata abiz ada upacara gitu. UNDIP pembangunane makin keren aja…Salut deh!!! (UNS juga gak kalah kok!!!SEMANGAT!!!)

Setelah muter2nya selesai, angkot keluar dari lingkungan kampus melewati jalan margoyoso, totem (toko tembalang yang tlah menyimpan berjuta kenangan), dan sirojudin…saya turun di samping toko alat tulis (meski sempet kebablasen angkote). Dengan riang hati saya melangkahkan kaki ini menuju basecamp SUPERTWIN klo pas lagi berpetualang and roadshow di Semarang…”Margoyoso 50”. Hmm..bener2 indahnya sebuah persahabatan yang terbalut dalam jalinan ukhuwah…ketemu anak-anak kost situ, Tyo’chan’ and Tyoko (boneka Maruko Tyo..hehehe,,,dapat salam kangen dari Kaizenemon).

Istirahat sejenak, merasakan kenikamatn waktu dhuha…then jam 10.00, saya dan Tyo dengan “Smash biru yang selalu setia menemani petualangan kita” menuju lokasi pertama petualangan kita hari ini : PERPUS MIPA!!! Alhamdulillah,buka perpusnya. Langsung deh saya beraksi. MENJADI PENYUSUP!!! Mendadak ‘gelap mata’ kalo dah dikelilingi buku…membaca, mencermati, dan mencatat. Alhamdulillah, banyak yang saya peroleh…semoga dapat membantu saya meraih gelar “S.Si”. Amin. Satu jam lebih 15 an menit pun tak terasa berlalu begitu cepatnya…

Then kita memutuskan untuk segera meninggalkan MIPA then menuju bank BNI Tembalang. Tyo mau ngambil kartu tabungannya…Hmm..ada inspirasi dahsyat yang saya dapat dari sosok seorang satpam yang memiliki nama Dany Joko Pitoyo (saya baca dari nama yang melekat di seragam satpamnya). Beliau dengan ramah dan selalu tersenyum memberikan pelayanan terbaik dan sapaan terenyah untuk setiap nasabah yang masuk bank. Memencetkan tombol kartu antrian, membantu yang mengalami kesulitan, dengan tetap harus menjalankan amanah utamanya untuk menjaga keamanan. Padahal posisi beliau selalu berdiri!!! Satu pelajaran yang bisa saya ambil, menjaga keamanan itu nilainya ‘sama dengan’ menjaga keimanan, maka urusan pelayanan yang ‘membahagiakan’ itu landasannya jelas. IMAN. Wow, salut Pak!!! Semoga senantiasa ikhlas dalam mengemban amanahnya. Ternyata urusan Tyo di bank belum selesai. Ba’da dhuhur kita nanti mau balik lagi.

Lokasi selanjutnya, warung makan. Laper euy..mengingat dari pagi belum ada sebutir nasi pun yang masuk saluran pencernaan. Tyo mengusulkan kita makan siang di AMOLE.. saya sih manut saja…Perut dah beraksi dengan orchestra keroncongannya. Makan siang yang begitu nikmat ditemani segelas jus alpukat….hmm….mak nyuzzz…mantab!!Alhamdulillah, terima kasih Ya Rabbi, untuk rezeki yang telah Engkau anugerahkan hari ini.

Lokasi berikutnya, kita kembali ke Margoyoso 50. Sholat Dhuhur, rehat sejenak. Then kita jalan kaki berdua menuju bengkel untuk meng-opname-kan ‘sepeda onthel’nya Nisa. Sepanjang perjalanan yang ‘super gayeng’…^^v Setelah ditaruh di bengkel, kita kembali ke kost,bersiap menuju lokasi petualangan selanjutnya!!! Masih bersama SIBIRU…kita kembali menuju BNI Tembalang, kita tidak bertemu lagi dengan Pak Satpam, karena lokasi kantor yang ngurus buku tabungane Tyo di kantor sebelah kanane. Saya menunggu di luar, duduk sendiri dengan pandangan menatap hamparan ilalang yang menghijau…sungguh sedap dalam pandangan..(saya berhasil membuat sebuah puisi yang saya tuliskan di HP).

Keluar bank, kita akan melanjutkan menuju lokasi petualangan berikutnya…ke ‘semarang bawah’, tepatnya di Perpustakaan Daerah Jawa Tengah, di Jln. Sriwijaya. Satu deret dengan Gedung Wanita dan Wonderia. Saya sungguh menikmati perjalanan menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, Wow, saya baru pertama kali ke sini. Jujur, benar-benar langsung jatuh cinta…(perasaan yang sama ketika dulu menginjakkan kaki pertama kali di Masjid Agung Jawa Tengah ‘MAJT’). Tempat yang cocok and representatif untuk ‘berinspirasi dengan membaca, menulis dalam rangka membuka cakrawala dunia’.

Hehe…misi besar yang saya bawa ketika menginjakkan kaki di lantai 2…wah, asyiknya dikelilingi buku-buku…langsung deh ngadep computer, masukin beberapa keyword n menuju rak dimana lokasi buku yang saya cari dan saya butuhkan itu berada!!! Mantebz…saya benar2 betah di ruangan itu!!! Beberapa buku langsung saya ambil, saya baca, saya cermati, beberapa point penting saya tulis (sampai bingung nulisnya dimana and pake gaya tulisan apa….kertase pun pake jurnal BST yang saya bawa dari Solo, spacenya dah tinggal sempit banget…intinya, nulise pake ‘gaya mekso’. Lha tidak beraturan…menyesuaikan tempat yang masih tersisa. hehe….), saya pun menandai dan menuliskan no.halaman yang harus difotocopy (lagi-lagi nyobek, pake kertas jurnal yang saya bawa…jurnale dah gak mbentuk jurnal lagi…^^v). sambil menunggu fotokopian, saya kembali menjelajahi rak demi rak…8 buku langsung saya ambil. Setidaknya di perpus itu saya mendapatkan bahan untuk mengerjakan tugas BBA, pembahasan skripsi, motivasi diri, siraman rohani, dan masih banyak lagi…(like thizzz pokoknya!!!!)

(Keisya Avicenna : Margoyoso 50, di kamar penuh inspirasi…19 januari 2010…22.00 WIB. Istirahat dulu yak….tulisan ini Insya Allah akan saya lanjutkan besok….Have A Nice Dream…)
******
20 Januari 2010 : Lanjut nulis ah….Masih di Margoyoso 50. Waktu di computer Tyo menunjukkan pukul 06:58 pm (jam e ra cetho tenan..padahal jam di N5300 saya masih menunjukkan pukul 18:42. Sambil menunggu dia bersiap, coz malam ini kita mau ROMANTIS (Rombongan Makan Gratis di Bakso Malioboro…asyiiikk…akhirnya, saya melanjutkan saja ngetik tulisan ini…)

******
Nah, sekitar jam 15.30 WIB setelah fotokopinya selesai dan Tyo selesai meminjam buku, kita pun meninggalkan perpustakaan. Hmmm, seneng banget deh!!! Kita kembali menyusuri Jl. Sriwijaya. Nah, ada sebuah kejadian yang mungkin gak bakal saya lupakan seumur hidup…pas kita mau belok and nanjak di Jalan Diponegoro, mendadak ban SIBIRU bocor….hmm…akhirnya saya berinisiatif turun n menanyakan di mbak satpam bank BTPN, saya tanya bengkel/tukang tambal ban terdekat. Akhirnya, setelah dikasih ancer2…Tyo muter n tetep menaiki SIBIRU jalan ‘ke bawah’. Saya lihat dari kejauhan, dia sempat berhenti karena lampu merah. Saya pun juga ‘kebawah’ lagi, tapi jalan kaki, sambil nenteng helm….kemudian belok kanan…jadi, di jalan Sriwijaya lagi. Saya menyusuri trotoar, sambil sesekali nengok ke belakang….

H2C (Harap-Harap Cemas), secara tu anak gak muncul-muncul…berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran…kenapa ya Tyo??? Jangan-jangan ketangkep polisi (gak bawa SIM soale…dasar!!!). akhirnya saya memutuskan untuk duduk manis di sekitar lokasi tambal ban. Tepatnya di seberang jalan depan Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal. Saya telpun gak diangkat-angkat…di SMS juga gak dibales2…wah, lengkap sudah kekhawatiran saya…Hm, tapi selang beberapa saat kemudian dari inbox saya muncul nama dia…Ealah, ternyata dia nambalke ban di sekitar Pleburan...coz tadi mang gak boleh langsung belok kanan. Alhasil, saya harus setia menunggu di lokasi ‘asing’ itu sampai dia datang…SAATNYA BERINSPIRASI!!!

“Cerdas di setiap momentum”. Ini yang ingin saya lakukan sekarang. Pandangan mata ini saya edarkan berkeliliing. Mencoba melihat dan beradaptasi dengan kondisi sekeliling. Saat saya tengok ke sudut kanan, ada sebuah tulisan yang cukup unik. Ada spanduk yang berisikan foto sosok pake peci, kebapakan gitu deh, and ada tulisan “Layanilah Suamimu dengan Sepenuh Hati”. Wah, ada apa ini??? Ternyata, setelah saya hubung-hubungkan dengan beberapa spanduk lain yang kemarin sempet saya lihat, aha…April 2010 nanti mau ada pemilihan walikota Semarang. O, jadi tadi itu kampanye ceritanya and ada pesan moral yang ingin disampaikan. Bagus…bagus…Ehm, beredar agak ke kiri…ada sekumpulan anak-anak kecil sedang asyik bermain bola di tanah lapang. Keceriaan masa kanak-kanak euy…saat pandangan saya arahkan ke depan, wah kayake ada ‘preman’. Hehe, tampange serem gitu. (berdoa moga gak nyamperin.xixixi). hmm, ada area taman makam pahlawan giri tunggal juga. Jadi inget, almarhum kakek.

Sambil menunggu, akhirnya saya mengeluarkan buku yang dipinjem Tyo dari Perpustakaan Daerah tadi…”BAHASA JEPANG SEHARI-HARI”. Wah, tiba-tiba…”tes..tes…tes”..gerimis euy. Alhamdulillah, gak deres….cuma rintik-rintik hujan sesaat. Samping kiriku mulai ada kesibukan, seorang bapak-bapak yang mau mendirikan warung kaki limanya. Dan saya pun pindah tempat duduk. Tak terasa 25 menit berlalu, akhirnya Tyo datang juga dengan SIBIRU. Dan kita pun melanjutkan kembali perjalanan kita…(I never forget this moment!!!). Semarang mulai gerimis lagi. Alhamdulillah, sampai juga di Margoyoso 50 dengan selamat. Rehat dulu…. Akhirnya langit benar-benar menitikkan air matanya. Makan malam dengan bawal goreng bumbu kecap…Mak nyuzzz…Alhamdulillah…Abiz makan, mengerjakan tugas BBA….SEMANGAT NUNGMA!!!

HARI INI SUNGGUH LUAR BIASA!!!!!!!!!!!

Terima Kasih Ya Rabbi, atas scenario terindah-Mu hari ini….
[Semarang, “Basecamp Margoyoso 50”…di salah satu kamar yang berhasil menghujani saya dengan rinai-rinai INSPIRASI….Selesai ditulis : 20 Januari 2010, 21:55 WIB]

MENIKMATI PENANTIAN

Friday, January 22, 2010 0 Comments

PENANTIAN = UJIAN KESABARAN

Bagi sebagian orang, menanti (menunggu) adalah pekerjaan yang membosankan. Apalagi kalau yang ditunggu adalah sesuatu yang tidak pasti (mungkin seperti menunggu masuknya onta ke lubang jarum… ^^.. ). Misalnya, kita sudah berjanji dengan seorang teman untuk bertemu pada waktu yang sudah ditentukan. Pada hari tersebut kita pun datang sesuai kesepakatan. Setelah beberapa saat berada di sana, teman kita itu tidak muncul-muncul. Satu jam berlalu, tapi tidak ada tanda kenampakan batang hidungnya. Lantas kita pun mencoba kontak melalui ponselnya. Ternyata hanya bunyi tu-la-lit yang terdengar lantaran ponselnya sedang tidak diaktifkan. Apa yang kita rasakan kemudian?? Sebel?? Bosan??? Atau mungkin khawatir jangan-jangan teman kita itu lupa akan janjinya?

Menurut saya, buku adalah salah satu langkah preventif untuk mengurangi kesia-kesiaan pemanfaatan waktu penantian. Ilmu bertambah, hati terjaga dari suudzon, mulut bebas dari gerutuan, dan kalau ada camilan bisa sekaligus sebagai upaya peningkatan gizi dan berat badan… ^^…

Dalam kehidupan kita sehari-hari, sebenarnya hidup kita penuh dengan masa penantian : menanti hasil ujian masuk sekolah/perguruan tinggi, menanti hasil lamaran pekerjaan, menanti hasil tes CPNS (^^…pengalaman pribadi), menanti jodoh (jodoh sih sebenarnya bukan dinanti, lha wong sudah ada dalam ketetapanNya… tinggal nunggu momentum yang tepat saja untuk bertemu…emmm, jadi lebih tepatnya “menanti sebuah pertemuan” ^^ => jadi terinspirasi sama nasyidnya “Sebuah Pertemuan” UNIC, nasyid favorit salah seorang saudariku akhir-akhir ini…emm, ya…begitulah…kok malah bahas nasyid??? ^^)… lanjut…

Namun, penantian bukanlah sebuah upaya pasif. Penantian merupakan suatu masa yang hadir setelah proses usaha. Penantian adalah tawakkal yang dikedepankan setelah proses ikhtiar. Secara bahasa Matematika (ciee…), PENANTIAN ada “jika dan hanya jika” telah dilakukan ikhtiar (usaha yang optimal). Ada mimpi, namun mesti ada aksi. Menanti tanpa didahului dengan usaha bukanlah sebuah penantian, namun hanya khayalan yang mengawang.

Ya, setelah usaha diljalankan, yang bisa dilakukan kemudian adalah bijak menanti hasil yang akan didapat. Setelah peluh dan keringat terkucur, penat dan lelah merangsek tubuh, tiada yang indah selain “BERSERAH”. Masa penantian tidak boleh menjadi masa yang kosong melompong. Alangkah baiknya bila kita mewarnainya dengan aktivitas-aktivitas yang bernilai. Bisa pula pada masa itu kita merancang beberapa rencana alternatif dengan mengukur probabilitas-probabilitas (statistiknya keluar nih…) yang terjadi semisal pada akhirnya patokan hasil yang kita inginkan belum tercapai. Dalam kamus hidup kita, tulislah bahwa “tidak ada waktu kosong” karena “apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakan dengan sungguh-sungguh urusan yang lain.” (Q.S. Al Insyirah : 7)

Man proposes, God disposes. Manusia hanya bisa berusaha, sedang hasil mutlak urusan Allah semata yang menentukan. Tapi, satu hal yang perlu diingat bahwa yang dinilai oleh Allah bukanlah seberapa besar hasil yang kita peroleh, namun lebih pada seberapa optimal kita menjalani proses. SEPAKAT???

Mematok target dari apa yang kita usahakan adalah sebuah keharusan, namun menerima hasil yang kita peroleh secara ikhlas dan arif juga tidak kalah pentingnya, karena “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” Atau “Bila kamu tidak menyukainya, (maka bersabarlah) karena bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”[hayo… firmanNya di surat dan ayat berapa??? Buka Al Qur’annya ya… ^^]

So, ketika realita yang kita hadapi tidak seperti yang kita idealkan, kita harus bisa menerima keadaan itu sewajarnya. Karena bisa jadi Allah sedang menyimpan hikmah berlebih di baliknya yang baru bisa terungkap di kemudian hari. Dan bila OUR DREAM COME TRUE… jangan menjadi lupa diri ataupun takabur, sebab semua itu terjadi karena kehendak Allah SWT. BERSYUKURLAH!!!! Sebab penantianmu telah sampai pada ujungnya… penantianmu telah tiba pada batas waktunya yang indah…

RedZone, 220110_03:21

Di sepertiga malam ini…

Merasakan indahnya penantian yang (insya Allah) akan sampai pada ujungnya…

Apapun hasilnya, itulah pilihan yang TERBAIK dan TERINDAH dari Allah SWT…

MEDAN ataukah MADIUN??? Emm… masih rahasia Allah, semoga PETUALANGAN 3 hari ke depan yang akan dimulai siang hari ini akan membawa banyak hikmah… Aamiin…

Untuk sebentuk impian… pada sebuah pilihan… dalam indahnya penantian…

^^ Aisya Avicenna ^^


Thursday, January 21, 2010

*** Aisya dan Maisya ***

Thursday, January 21, 2010 0 Comments
PROLOG : Jam di Nokia 5300 Aisya menunjukkan pukul 13:45, hanya tinggal dirinya yang berada di ruangan Subdit 1 Direktorat Impor. Tepatnya di Pojok Kanan (kali ini ga’ pakai ataS… hihi, kalau di Pojok Kanan ataS berarti di langit-langit dung… ^^). Kemana rekan-rekan Subdit 1 yang lainnya???
1. Pak Banindro (Kasubdit) : beliau sedang rapat di Batam
2. Bu Ika (Kaseksi Bahan Baku Penolong) : sedang rapat juga di Batam (bahas impor besi-baja sih...jadinya beliau wajib ada)
3. Pak Zuhri (Kaseksi Barang Modal) : sedang makan siang dengan Pak Peter
4. Pak Peter : ikut makan siang dengan Pak Zuhri...
5. Bu Sri, Mbak Sulis, Mbak Ayu, Pak Kus, dan Pak Dindin : makan siang juga... (insya Allah Aisya lagi shoum ^^)
6. Bu Tutik : lagi di ruang INSW (ngetik DRH PNS pake mesin ketik...)
Akhirnya... Aisya tinggal sendirian di “istana” Subdit 1...
Kerjaan sudah diselesaikan... iseng saja Aisya browsing, sampailah ia pada blog salah satu saudara seimannya, dan dibacanyalah sebuah cerpen yang ada di blog itu, sambil senyum-senyum sendiri, kadang mengerutkan dahi, pokoknya ekspresinya jadi macem-macem (untung ga ada orang... jadi ga ada yang tahu... yang tahu hanya YANG MAHA TAHU... hihi)
Ini nih cerpennya...


Kisah Nyata : Aku Datang Maisya

Aku telah dilanda keinginan menggebu untuk menikah. Bahkan sudah kujalani semua cara agar cepat bisa melaksanakan sunah Rasul yang satu ini. Malah aku selalu mengimpikannya di tiap malam menjelang tidur.

Gadis yang kuidamkan sejak kecil, bahkan menjadi teman main bersama, ternyata dinikahi orang lain. Padahal dia sudah ngaji. Sedih juga rasanya. Ada juga yang aku dapatkan dari orang yang aku kenal baik, dan sudah kujalani “prosedurnya”. Tapi ternyata kandas karena aku dinilai masih terlalu muda untuk menikah.

Akhirnya, aku kenal dengan seseorang yang sesuai dengan kriteria. Aku mengenalnya dengan perantaraan teman dekatku. Jujur saja, aku telah mendapat biodatanya, juga gambaran wajahnya. Langsung saja kukatakan pada teman dekatku bahwa aku sangat-sangat setuju.

“Eh, ente (kamu) harus ketemu dulu dan tahu dengan baik siapa dia,” kata temanku.

Tapi kujawab enteng, “Tapi ane (aku) langsung sreg kok”.

“Ya sudah, terserah ente aja lah,” sahut temanku sambil geleng-geleng kepala.

Karena aku yakin pacaran jelas-jelas dilarang dalam Islam sebab hal itu adalah jalan menuju zina, aku pun tak menjalaninya. Jangankan zina, hal-hal yang akan mengarahkan kepadanya saja sudah dilarang. Oleh karena itu, aku hanya menunggu waktu kapan ada pembicaraan awal antara aku dan Maisya (akhwat incaranku itu). Sabar deh, sementara ikuti saja seperti air mengalir.

Lewat kurang lebih 2-3 minggu mulailah terjadi pembicaraan antar aku dan Maisya. Ketika kuberanikan diri memulai pada poin yang penting yaitu mengungkapkan niatku untuk menikahinya, apa jawabnya? Aku disuruh menghadap murabbinya (guru/pembimbing).

“Kenapa tidak ke orang tua Maisya saja?” tanyaku.

“Tidak, pokoknya akhi (saudara lelaki) harus ketemu dulu sama Murabbi saya.” jawabnya.

Aku baru tahu, ada seorang akhwat ketika ada yang ingin menikahinya disuruh menghadap Murabbinya, bukan orang tuanya. Padahal, di antara birrul walidain adalah menjadikan orang tua sebagai orang yang pertama kali diajak diskusi tentang pernikahan, bukan gurunya, ustadznya, atau siapa pun. Barulah kutahu itu merupakan kebiasaan akhwat-akhwat tarbiyah (pergerakan).

***

Aku catat alamat murabbi (MR) yang Maisya sebutkan. Pada hari Ahad kuajak 2 teman dekatku untuk menemani ke rumah sang MR. Dengan sedikit kesasar akhirnya sampailah kami di rumahnya. Tapi setelah pencet tombol tiga kali dan “Assalamu’alaikum” tiga kali tak dibuka, kami pun pulang dengan agak kecewa, sebab siang itu adalah jam 2, saat matahari sangat terik menyengat.

Kutelepon Maisya bahwa aku tak bisa ketemu MR-nya. Maisya membolehkanku hanya dengan menelepon MR. Malam itu juga aku pun menelepon dan alhamdulillah nyambung. Aku ditanya segala macam yang berkaitan dengan agama. Dari masalah belajar, kerja, ngaji, tarbiyah, murabbi-ku, ustadz yang sering kuikuti kajiannya, sampai buku-buku yang sering kubaca. Juga, pertanyaan-pertanyaan tambahan lainnya.

Dengan polos dan santai kujawab pertanyaan-pertanyaan itu. Yang membuatku heran, ketika kusebutkan nama ustadz-ustadz yang sering kuikuti kajiannya sampai, nada MR agak beda dari awal pembicaraan. Terutama ketika kusebutkan kitab-kitab yang sering kujadikan rujukan dalam memahami agama. Aku belum tahu kenapa bisa begitu.

Kuceritakan pembicaraan itu pada teman dekatku. Ternyata temanku menjawab dengan nada menyesal.

“Aduh, kenapa tidak bicarakan dulu denganku. Ente tahu? Kalau akan menikahi akhwat tarbiyah sedang ente tidak ikut dalam tarbiyah atau liqa’ tertentu dan punya MR, maka ente otomais akan ditolak. Apalagi ente sebutkan nama-nama ustadz, buku-buku dan para syeikh Timur Tengah, bakalan ditolak deh, itu sudah ma’ruf (populer).”

“Lho kan ane jawab jujur, saat ini ane tidak ikut tarbiyah, atau apa namanya tadi, liqa’? Ya memang aku tak ikut. Ane juga nggak punya MR dong. Oo.., jadi begitu ya?” aku hanya melongo.

***

Beberapa hari kemudian, aku dapat telpon dari Maisya yang menjadikan hatiku sedikit hancur.

“Assalamu’alaikum, akhi saya sudah mempertimbangkan semuanya, mungkin Allah belum menakdirkan kita berjodoh. Semoga kita sama-sama mendapatkan yang terbaik untuk pasangan kita, saya minta maaf, kalau ada kesalahan selama ini, Assalamu’alaikum,”

“Kletuk, nuut nuut nuut” terdengar suara gagang telpon ditutup dan nada sambung terputus.

Aku masih memegang gagang telepon dan hanya bisa melongo mendapat jawaban tersebut. Kutaruh gagang telpon dengan lunglai. “Astagfirullah,” kusebut kata-kata itu berulang kali. Apa yang harus kuperbuat? Tak tahu harus bagaimana. Tapi sohib dekatku yang dari tadi memperhatikanku waktu menelepon nyeletuk .

“Ditolak ya? Udah deh, kan masih banyak harem (wanita) lain, ngapain ngejar-ngejar ngapain ngejar-ngejar yang sudah jelas-jelas nolak.”

Aku jawab saja dengan ketus, “Ane belum nyerah, karena ada janggal dalam penolakan itu, ane belum yakin dia menolak, akan ane coba lagi”.

“Udah deh jangan terlalu PD,” sahut sohibku.
Ternyata bener juga kata temanku itu, jawaban-jawabanku kepada MR menyebabkan aku ditolak oleh Maisya. Aku dipandang beda manhaj dalam memahami Islam, padahal yang kusebutkan waktu menjawab pertanyaan tentang buku-buku rujukan adalah Fathul Majiid, Al-Ushul Al-Tsalatsah, dan kitab-kitab karya Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Syeikh Abdul Aziz bin Baz, Syeikh Muhammad Shalih Utsaimin, yang semuanya aku tahu bahwa mereka selalu mendasarkan bahasannya kepada dalil-dalil yang shahih.
Hatiku sudah terlanjur cocok sama Maisya. Jujur aku sudah merasa sreg sekali kalau Maisya jadi pendamping hidupku. Tapi aku ditolak. “Apa yang harus kuperbuat?” kataku dalam hati. Menyerah kemudian mencari yang lain? Baru begitu saja kok nyerah.
Tanpa sepengetahuan sohibku, kutulis surat ke orangtua Maisya. Yang kutahu bahwa dia hanya punya ibu. Bapaknya sudah meninggal saat Maisya berumur 8 tahun. Kutulis surat yang isinya kurang lebih tentang proses penolakan itu. Juga janjiku jika ditolak oleh ibunya, maka aku akan menerima dan tak akan menghubunginya lagi.
Dengan penuh harap kukirim surat tersebut, tak disangka ternyata surat itu sampai di tangan Maisya dan dibacanya. Alamak, kenapa bisa begitu? Untuk beberapa hari tidak ada respon. Gundah gulana pun datang. Apa yang harus kulakukan?
Kuputuskan untuk mengirim surat ke Maisya langsung. Semuanya aku ungkapkan dengan bahasa setengah resmi tapi santai. Aku memang sedikit ndableg. Di penghujung surat tersebut kukatakan, “Kalau memang Allah takdirkan kita tidak jodoh, saya punya satu permintaan, tolonglah saya untuk mendapatkan pendamping dari teman-teman Maisya yang Maisya pandang pas untuk saya, minimal yang seperti Maisya.”
Kupikir Maisya akan “tersungkur” dengan membaca suratku yang panjang lebar. Aku berpikir seandainya ada orang membaca suratku, pasti akan mengatakan “rayuan gombal!”. Tapi jujur saja, itu berangkat dari hatiku yang paling dalam.
Surat kedua itu, qadarallah ternyata malah diterima dan dibaca oleh ibu Maisya dan kakak perempuannya. Nah, dari situkah terjadi kontak antara aku dan keluarganya. Tak disangka-sangka kudapat telpon dari kakak perempuan Maisya, Kak Dahlia (tentu saja bukan nama asli). Kak Dahlia menelepon dan memintaku untuk datang ke rumahnya guna klarifikasi surat tersebut.
***
Seminggu kemudian kupeniuhi undangan itu. Setelah bertemu dan “sesi tanya-jawab” , dengan manggut-manggut akhirnya Kak Dahlia angkat bicara,
“Baiklah, kakak sudah dengar cerita kamu, saya heran kenapa Maisya menolakmu, ya? Padahal menurut hemat kakak, kamu pantas diterima kok”.
Hatiku berbunga-bunga mendengarnya,. Tapi langsung surut lagi karena pernyataan itu datang dari Kak Dahlia bukan Maisya. Aku sedikit senyum kecut menanggapi omongan kak Dahlia.
“Begini aja deh, kamu sekarang pulang dulu. Biar nanti kakak dan Umi yang akan rayu Maisya. Pokoknya kamu banyak doa aja. Pada dasarnya kami setuju kok sama kamu.”
Aku izin pulang dengan sedikit riang gembira. Mulutku hanya bergumam penuh doa, semoga Allah mengabulkan cita-citaku. Kira-kira 2 minggu setelah itu kudapat telpon lagi dari Kak Dahlia agar aku ke rumahnya. Dia bilang aku harus bertemu langsung dengan Maisya. Hatiku pun berdebar. Dengan sedikit gagap aku iyakan undangan itu. “Besok deh Kak, insyaAllah saya datang,” jawabku.
Aku duduk di kursi ruang tamu yang sama untuk kedua kalinya. Sedikit basa-basi Kak Dahlia mengajakku ngobrol tentang hal-hal yang belum ditanyakan pada pertemuan sebelumya. Kurang lebih 10-15 menit Kak Dahlia memanggil Maisya agar ke ruang tamu menemuiku. Dadaku berdegub. Inilah saatnya aku nadhar (melihat) bagaimana rupa Maisya yang sebenarnya. Apa sama seperti yang kubayangkan sebelumnya? Jangan-jangan tidak sama. Lebih jelek atau bahkan lebih cakep dari aslinya. Tunggu saja deh.
Tidak lama kemudian keluarlah sosok makhluk Allah yang bernama Maisya. Aku tetap menjaga pandanganku. Tapi jujur saja, tak kuasa kucuri pandang untuk yang pertama kalinya. Bahkan seharusnya untuk acara nadhar biasanya lebih dari mencuri pandang, karena memang dianjurkan oleh Rasulullah. Tapi bagiku sangat cukup melihatnya sekali-kali. Aku hanya bisa mengatakan dalam hatiku tentang Maisya, subhanallah! Aku tak bisa ceritakan kepada pembaca karena itu hanya untukku saja.
Tak sadar keringat dingin mengalir dari pelipis. Ada apa gerangan? Kenapa rasanya agak grogi? Ah, aku harus teguh dan tangguh hadapi semua ini. Obrolan pun mulai bergulir. Dari mulai pertanyaan-pertanyaan agama secara umum sampai diskusi tentang kerumahtanggaan. Kurang lebih satu jam aku di rumah itu. Aku pun pamit sambil memberikan hadiah-hadiah buku-buku kecil tentang agama.
Di bus kota aku senyum-senyum sendirian. Seakan-akan bus itu adalah bus patas AC padahal sebenarnya hanya bus ekonomi yang panas dan penuh asap rokok. Tapi semua itu tidak kurasakan. Kuberdoa semoga rayuan Kak Dahlia berhasil.
Ternyata benar, beberapa hari kemudian aku ditelepon Maisya, kali ini menanyakan kelanjutan proses kami kemarin. Kujawab jika dibolehkan akan kuajak keluargaku di waktu yang kutentukan. Di penghujung pembicaraan, Maisya setuju dengan tawaranku.
Kutanya ke sana ke mari tentang barang-barang apa yang pantas dibawa ketika meng-khitbah seorang wanita. Kubeli sebuah koper kecil dan kuisi dengan barang-barang seperti bahan pakaian, komestik, sepatu, dan sebagainya. Tak lupa aku bawakan buah-buahan seadanya. Hal ini sebenarnya sudah kutanyakan kepada Maisya, tapi Maisya hanya menjawab terserah aku mau bawa apa saja pasti dia akan terima. Duh…, senangnya.
Sebelumnya aku lupa, ternyata Maisya masih punya darah Arab dari ibunya. Bahkan, ibunya punya nasab Arab yang dikenal di Indonesia sebagai Habib (Orang Arab yang mengaku punya garis nasab langsung dengan Rasulullah). Padahal setahuku Rasulullah tak punya keturunan laki-laki yang kemudian punya anak. Yang ada hanya Fatimah yang diperistri oleh Ali bin Abi Thalib. Sedangkan dalam Islam, darah nasab hanya sah dari garis bapak atau lelaki (Koreksi: Cucu beliau dari anak-anak beliau merupakan termasuk keluarga beliau yang berarti ahlul bait). Jadi, mungkin yang dimaksud mereka adalah keturunan dari Ali bin Abi Thalib.
Satu hal yang perlu diketahui, bahwa dalam adat orang Arab terutama golongan Habaib atau Habib, wanita mereka pantang dinikahi oleh non Arab. Bahkan, sebagian mengharamkannya. Alasan yang populer adalah mereka merasa lebih mulia dari keturunan non Arab. Bahkan, sebagian mengharamkannya. Aku pun harus siap dengan apa yang akan aku hadapi nanti. Bisa jadi ditolak atau tidak. Dan yang ada di depan mataku adalah ditolak.
Aku datang sekeluarga dengan naik Taksi. Aku tidak punya mobil. Dari mana aku punya mobil sedangkan aku baru bekerja setahun? Sambutan hambar kudapatkan ketika memasuki ruang tamu. Di situ sudah hadir ibu-ibu yang merupakan keluarga besar dari ibu Maisya. Anehnya,di acara itu tidak hadir laki-laki dari pihak keluarga besar Maisya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan saling memberi sambutan. Namun yang kutunggu hanya momen di mana Maisya menerima lamaranku dari mulutnya sendiri. Saat itu pun tiba. Dengan agak malu-malu dan terbata-bata Maisya menerima lamaranku.
Diakhir acara ketika hari penentuan hari “H” dan bentuk acaranya. Ada salah satu dari anggota keluarga Maisya yang menanyakan uang untuk walimah nanti. Aku hanya menjawab bahwa hal itu sudah kubicarakan dengan Maisya. Tapi dia memaksaku untuk menyebutkan jumlahnya. Aku tetap tak mau menyebutkan. Rupanya orang tadi kecewa berat dengan jawabanku.
Setelah acara selesai, aku pamit. Sedikit lega kulalui detik-detik mendebarkan. Aku bersyukur kepada Allah yang meloloskan diriku pada babak berikutnya dalam usaha mengamalkan sunah Rasulullah yang mulia ini.
Ternyata ujian belum selesai juga. Maisya didatangi keluarga besarnya dengan membawa lelaki yang akan dijodohkan dengannya. Lamaranku ditimpa oleh lamaran orang lain. Orang yang akan dijodohkan dengan Maisya masih punya hubungan keluarga. Mereka datang dengan mobil, membawa makanan banyak sekali, uang lamaran, dan juga perhiasan.
Apa yang kubawa kemarin tidak ada apa-apanya dibanding dengan yang dibawa pelamar kedua ini. Tapi subhanallah, apa yang Maisya lakukan? Maisya tak mau menemuinya. Maisya tak menerima lamarannya.
Bahkan setelah rombongan itu pulang dan meninggalkan bawaan mereka sebagai lamaran untuk Maisya, apa yang Maisya lakukan? “Kembalikan semua barang bawaannya dan jangan ada yang menyentuh walau untuk mencicipi makanan, kembalikan dan jangan ada yang tersisa di rumah ini.” Aku dapatkan cerita ini dari kak Dahlia yang meneleponku.
Mendengar semua ini, tak terasa air mataku menetes membasahi pipiku. Padahal aku adalah lelaki yang selama ini selalu berpantang untuk menangis. Saat itulah aku mulai yakin bahwa Maisya harus kudapatkan, sekali pun harus menghadapi hal-hal yang menyakiti hatiku.
***
Beberapa hari kemudian aku mendapat telepon dari seorang ibu yang mengaku bibi Maisya. Ketika kutanya namanya dia tak mau menyebutkan. Malah dia nyerocos panjang lebar tentang acara lamaranku kepada Maisya. Dengan nada sinis dan tinggi dia mulai merayuku untuk membatalkan lamaranku. “Saya kasih tau ya! Kamu kan baru bekerja belum satu tahun, belum punya rumah dan mobil. Sedangkan Juli Jajuli (bukan nama asli) kan sudah punya kerjaan, rumah besar, mobil ada dua. Jadi, kamu batalkan lamaran. Biar Maisya menerima lamaran Jajuli. Kamu kan bisa cari yang lain.”
Hhh! Betapa mendidih mendengar ocehan sinis itu. Tapi aku langsung kontrol diri. Aku jawab dengan suara pelan dan sopan bahwa aku akan terima hal itu dengan ikhlas tanpa ada paksaan dari siapa pun. Sebelum kudengar langsung dari mulut Maisya, aku tak akan pernah membatalkan lamaranku. Gubrakkkk!, terdengar suara gagang telepon dibanting, padahal jawabanku belum selesai.
Suatu hari di tengah kesibukanku, datanglah seorang wanita sekitar umur 25-30 tahun ke kantorku. Tanpa permisi dan sopan santun dia menghampiriku, “Kamu yang melamar Maisya? Kamu tuh ga tahu diri ya? Belum jadi menantu saja sudah belagu,” cerocosnya.
“Mohon tenang dulu, apa masalahnya? Ayo kita duduk dulu di sini jelaskan dengan pelan,” sambutku dengan sabar.
“Kamu tuh kalo ngasih alamat yang jelas, biar mudah dicari, saya sudah muter-muter mencari alamatmu tapi ternyata tidak ketemu-ketemu, apa kamu mau mempermainkan kami?” tukasnya sambil menunjukkan kartu namaku.
“Apa tadi ente tidak tanya sama orang-orang?” tanyaku.
“Tidak!” jawabnya ketus.
“Ya jelas pasti kesasar, seharusnya ente tanya-tanya dong,” sahutku.
“Aaah udah deh jangan banyak alasan,” jawabnya. “Eh aku kasih tau ya, kau tuh jangan pernah macam-macam dengan keturunan Nabi, kuwalat loh!”, ancamnya.
Dengan sedikit senyum kujawab ancamannnya, “Kalo Nabi punya keturunan seperti ente, pasti Nabi akan sangat marah pada ente. Wanita kok pakai celana jeans, kaos ketat, dan tidak berjilbab. Nabi tentu akan malu jika punya keturunan seperti ente.” Wanita itu kabur sambil ngomel-ngomel entah apa yang dia katakan.
Kejadian itu membuat hatiku semakin was-was dan khawatir. Kalau demikian dengkinya mereka dengan pernikahanku bersama Maisya, maka bisa jadi mereka akan lebih jauh lagi dalam memberikan “teror”. Akankah mereka menghalangiku sampai pelaksanaan hari “H”? Wallahu a’lam.
Yang jelas sebelum aku tanda tangan surat nikah yang disediakan penghulu, maka aku belum bisa menentukan bahwa Allah takdirkan aku menikahi Maisya. Semuanya bisa terjadi. Sabarkanlah diriku ya Allah.
Dari telepon pula aku tahu bahwa Maisya sempat disidang oleh keluarga besarnya untuk membatalkan pernikahan denganku. Tapi dia lebih memilih akan kabur dari rumah dan tetap menikah denganku. Padahal keluarganya memberi pilihan: batal nikah atau putus hubungan keluarga.
***
Undangan mulai kucetak. Sederhana sekali karena aku memang tidak punya biaya banyak untuk pernikahan ini. Aku tidak punya saudara di kota tempat Maisya tinggal. Jadi undangan yang banyak hanya untuk keluarga, tetangga, dan kenalan Maisya.
Hari H semakin dekat. Persiapan juga semakin matang. Aku terharu lagi ketika ditanya, “Akhi siapnya ngasih berapa untuk persiapan ini? Tapi jangan merasa berat dan terpaksa, kalau tidak ada ya nggak apa-apa.” Aku hanya bisa tergagap menjawabnya. Ku katakan bahwa aku akan mendapat sumbangan dari kantorku tapi perlu proses untuk cair, jadi sementara aku hanya bisa beri sedikit. Itu pun sudah kupaksakan pinjam ke sana-sini. Tapi Maisya menyambut hal itu dengan tanpa cemberut sedikitpun. Subhanallah.
Panitia pernikahan dari ikhwan sudah aku siapkan. Aku bertekad bahwa pernikahan ini harus seislami mungkin, di antaranya memisahkan antara tamu pria dan wanita walau mungkin akan mendapatkan respon yang bermacam-macam. Aku tak peduli.
Keluarga Maisya pun tak tinggal diam. Di antara mereka ada yang memintaku agar busana Maisya pada saat penikahan nanti adalah busana pengantin pada umumnya. Astaghfirullah, usulan yang sangat berlumuran dosa. Jelas kutolak mentah-mentah.
Ada juga yang nyeletuk agar pernikahan kami dihibur dengan orkes atau musik gambus dan yang sejenisnya. Tapi itu pun aku tolak. Ternyata sampai mendekati hari H pun aku harus beradu urat syaraf dengan mereka.
Tibalah saatnya kegelisahanku yang paling dalam. Aku sedang berpikir bagaimana jadinya jika ada yang mengacaukan pernikahanku. Aku punya seorang saudara marinir. Aku telepon dia dan kuwajibkan datang. Kalau perlu pakai seragam resmi lengkap. Aku akan jadikan dia sebagai pengamanan tambahan. Karena pengamanan Allah lebih kuat, bahkan tidak perlu ada pengamanan tambahan. Itu hanya ikhtiar saja. Malam hari “H” dia datang dan siap menghadiri acara nikah besoknya.
Aku minta bantuan teman lamaku untuk mengantarku pakai Kijang. Teman senior kantorku yang sudah aku anggap orang tuaku juga siap mengantar pakai Panther, bahkan dialah yang akan memberi sambutan dari pihak mempelai pria.
Dengan sedikit gemetar dan mata sedikit basah, aku lalui proses ijab kabul yang sederhana tanpa disertai ritual-ritual yang tidak ada dasarnya seperti sungkem, injak telor, membasuh kaki, dan sebagainya.
Tangisku meledak ketika berdua dengan Maisya untuk pertama kalinya. Tangis makin dahsyat saat aku menghadap ibuku. Kupeluk erat-erat ibuku, kakakku, dan saudara yang mendampingiku.
Subhanallah, aku sudah menjadi seorang suami. Aku menjadi kepala keluarga yang didampingi oleh Maisya yang aku dapatkan dengan “darah dan air mata”. Akhirnya kulalui rumah tangga ini dengan segala bunga rampainya sampai dikaruniai beberapa anak yang lucu-lucu. Semoga dapat aku lalui kehidupan ini dengan diiringi bimbingan dari yang Maha membolak balikkan hati, sehingga hatiku tetap teguh dengan agama-Nya.

Penulis: Suami Maisya
Diambil dari Buku “Semudah Cinta Di Awal Senja” Terbitan Nikah Media Samara

SEMOGA MENGINSPIRASI !!!

Pojokan Subdit 1, 210110_14:14
Aisya Avicenna