Jejak Karya

Jejak Karya

Tuesday, January 05, 2010

SEMERAH HARI INI...

Tuesday, January 05, 2010 1 Comments

Judul di atas diambil bukan hanya karena hari ini ngantor pake kostum merah hati tapi…karena hari ini memang MERAH!!! (cari saja filosofi merah... )

Sebelum mulai menulis ini, saya kembali teringat akan kejadian semalam...

Senin, 4 Januari 2009 pukul 19.00 saya baru bisa keluar dari kantor karena dapat kejutan! “DINNER”. Nasi goreng rasa... hhh bayar... :D.

Akhirnya, pulang lebih malam dari biasanya. Seperti biasa, naik Kopaja 502 kemudian turun di Kampung Melayu terus ganti naik mikrolet biru no.6. Saat naik mikrolet biru ini, tiba-tiba naiklah seorang pengamen kecil bertampang sayu. Duduklah ia di pinggir pintu mikrolet dan dengan gitar kecilnya iapun bersenandung....

Sebening tetesan embun pagi
Secerah sinarnya mentari
Bila ku tatap wajahmu Ibu
Ada kehangatan di dalam hatiku
Air wudhu slalu membasahimu
Ayat suci slalu di kumandangkan
Suara lembut penuh keluh dan kesah
Berdoa untuk putra-putrinya
Oh Ibuku engkaulah wanita
Yang ku cinta selama hidupku
Maafkan anakmu bila ada salah

Pengorbananmu tanpa balas jasa

Ya Allah ampuni dosanya

Sayangilah seperti menyayangiku

Berilah ia kebahagiaan

Di dunia juga di akhirat


Ya Rabb… lewat anak ini Engkau mengingatkan saya pada bunda… Jadi kangen sama bunda… jadi makin cintaaaaaaaaaaaaaaaa sama bunda…

Selasa, 5 Januari 2010

Hari ini LUAR BIASA!!!!

“Yang Terbaik Bagimu”-nya Ada Band menjadi lagu yang sering terlantunkan dari winamp di meja kerja saya hari ini. (besok mau copy nasyid ahh... :D). Hari ini SMS-an sama ayah... jadi kangen beliau. Bunda berpesan agar saya sering-sering SMS ayah karena sekarang ayah sudah pensiun. Sehat selalu ya yah!!!


Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat
itu
Buatku melambung
Disisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi
Serta harapanmu

Kau ingin ku menjadi
Yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji
Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Andaikan detik itu
Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku
Membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu
Yang pernah terlewati


I love you very much, my Daddy!!!


Sebelum asar, sempat diskusi dengan kepala subdit dan dapat motivasi mulai dari quantum ikhlas, makna memberi, sampai pernikahan (waduh… hihii…). Tujuan utama beliau memanggil kami menghadap sore ini ternyata beliau ingin menghadiahi kami (saya dan mb Sulis yang sama-sama personel baru di Subdit I) sebuah agenda kerja… ada 3 agenda yang disodorkan, kami diminta memilih… dan akhirnya pilihan saya tertuju pada agenda yang bersampul merah hati… beliau memaparkan mengapa beliau memberi kami agenda kerja itu… so inspiring lah!!! Thanks a lot, Sir!!!!! Hari ini beliau pulang lebih awal karena akan merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke-13… so switzzz….

Jadi pengin berbagi cerita inspiratif yang lain nih…

Suatu hari, seorang pimpinan berbicara di depan anak buahnya, dan ia memakai ilustrasi yang tidak akan dengan mudah dilupakan anak buahnya.

Dia mengeluarkan toples berukuran besar dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan selusin batu berukuran segenggam tangan, dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu ke dalam toples. Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yang muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” Semua anak buahnya serentak menjawab, “Sudah.”

Kemudian dia berkata, “Benarkah?” Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat di antara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada anak buahnya sekali lagi, “Apakah toples ini sudah penuh?” Kali ini para anak buahnya hanya tertegun, “Mungkin belum”, salah satu dari anak buahnya menjawab.

“Bagus!”, jawabnya. Kembali dia meraih ke bawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong di antara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” “Belum!” serentak anak buahnya menjawab. Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”

Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu pimpinan tersebut dengan bijak berkata kepada para anak buahnya dan bertanya, “Apakah maksud dari ilustrasi ini?” Seorang anak buahnya yang antusias langsung menjawab, “Maksudnya, betapapun penuhnya jadwal kita, jika kita berusaha, kita masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya”. “Bukan”, jawab pimpinan itu, “Bukan itu maksudnya”.

"Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa : Kalau kamu tidak meletakkan batu besar itu sebagai yang pertama, kamu tidak akan pernah bisa memasukkannya ke dalam toples sama sekali.

Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin ayah ibumu, adik-kakakmu, suami/istrimu, orang-orang yang kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu.

Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.

Jika kamu mendahulukan hal-hal kecil (kerikil dan pasir) dalam waktumu maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal kecil, kamu tidak akan punya waktu berharga yg kamu butuhkan untuk melakukan hal-hal besar dan penting (batu-batu besar) dalam hidup…"

SIPP...!!!

Semerah hari ini...

Subdit I, Kantor Depdag (ditulis saat kerjaan sudah selesai lho!!!)

050110_17:03

Aisya Avicenna

Untuk Seseorang ....

Tuesday, January 05, 2010 0 Comments

ku sadari akhirnya kerapuhan imanku
telah membawa jiwa dan ragaku
ke dalam dunia yang tak tentu arah

ku sadari akhirnya Kau tiada duanya
tempat memohon beraneka pinta
tempat berlindung dari segala mara bahaya

oh Tuhan mohon ampun
atas dosa dan dosa selama ini
aku tak menjalankan perintahMu
tak pedulikan namaMu
tenggelam melupakan diriMu

oh Tuhan mohon ampun
atas dosa dan dosa sempatkanlah
aku bertobat hidup di jalanMu
tuk penuhi kewajibanku
sebelum tutup usia kembali padaMu
oh kembali padamu ohhh

Lagu GIGI yang menjadi BACKSONG waktu nulis ini saya persembahkan untuk seorang sahabat yang saat ini hadir kembali dalam kehidupan saya setelah sekian lama “menghilang”. Ternyata saat ia “menghilang”, ia terjerumus dalam dunia hitam yang tak pernah saya sangka ia bisa masuk dalam dunia itu. Sejak pertama kali mengenalnya, ia adalah sosok muslimah tangguh yang ulet dan pantang menyerah. Bahkan, ia jugalah yang turut berperan dalam meng”HIJRAH”kan saya. Entahlah…saya masih belum menemukan jawaban pasti mengapa ia bisa BERUBAH demikian jauhnya… Saat ini yang ia butuhkan adalah dukungan moral dari semua sahabat-sahabat dekatnya (termasuk saya). Kondisi lingkungannya sekarang memang jauuuh tidak mendukung sepak terjangnya untuk kembali seperti dulu. “APAKAH MUNGKIN AKU BISA BERUBAH???” (SMS terakhir yang ia tujukan pada saya). “MUNGKIN SAJA, TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN JIKA ALLAH SWT SUDAH BERKEHENDAK”. Saya berusaha meyakinkan ia bahwa ia tidak sendiri. JANGAN MENYERAH SAUDARIKU!!!

Hati ini kelu…

Batin ini tak menyangka…

Tatkala tahu apa yang telah terjadi padanya…

Sahabatku… maafkan aku

Yang selama ini tak tahu

Apa yang terjadi padamu

Empat tahun sudah kita berpisah

Ternyata kau kehilangan arah

Sementara aku telah menemukan arah jalanku…

Ya Rabb, jagalah ia…

Jagalah ia dengan sebaik-baik penjagaanMu

Ya Rabb, maafkan hamba…

Maafkan hamba yang tlah lalai menjaganya

Ampuni hamba ya Rabb…

Beri hamba kemudahan dan kekuatan

Untuk mengembalikannya ke jalanMu

Jalan yang Engkau ridhai….

RedZone, 050110_05:18

Aisya Avicenna

Monday, January 04, 2010

BUKA SEMANGAT BARU

Monday, January 04, 2010 0 Comments

(Ello, Ipang, Berry, Lala)

Hello teman semua
Ayo kita sambut, hari baru telah tiba
Apa yang kurasakan, ku ingin engkau tahu
Dan berbagi bersama

Buka kita buka hari yang baru
Sebagai semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru
Buka kita buka jalan yang baru
Tebarkan senyum wajah gembira
Dalam suasana baru


Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru

Coba diam walau hanya tuk sejenak,
Dengarkan kata dari sgala yang ku ucap,
Ku jelang pagi ini nikmati damai di hati,
Dalam waktu penuh arti karena aku dicintai,
Ku ingat kemarin suasana tak bersemangat,
Namun kini ku jalani dan semua rasanya tepat,
Bersama kita coba wujudkan harapan,
Membuka jalan dalam gapai setiap tujuan.


Mentari bersinar selalu
Ini yang ku minta penuh semangat tertawa
Bersamamu teman semua
Karna ini saatnya kita nyanyi bersama

Dengarkan hatimu, pastikan pilihanmu
Esok mentari kan datang, bawa sejuta harapan
Kita jumpa disana, berbagi bersama
Dan kita tahu, pelangi yang satukan kita

Buka kita buka hari yang baru
Sebagai semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru
Buka kita buka hari yang baru
Sebagai semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru

Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah semangat baru

(Back Song…bersiap membuka hari baru dengan semangat baru!!!)

SEMANGAT!!!
HAMASAH!!!
GANBATTE KUDASAI!!!

RedZone, 040110_05:22

Aisya Avicenna

Sunday, January 03, 2010

MOT and I (Part 1)

Sunday, January 03, 2010 0 Comments

Sebelum menjabarkan arti judul di atas, biarkan pagi ini saya mengawali tulisan ini dengan iringan nasyid yang menggugah…


Muhammad sebagai pedagang

Janji slalu ia pegang

Melayani dengan tenang

Pantaslah pembeli senang

Muhammad sebagai pedagang

Beringkar adalah pantang

Ungkap dengan terus terang

Mudahlah rezeki datang

Muhammad sebagai pedagang

Menipu adalah terlarang

Sempurna ketika menimbang

Menakar tak pernah kurang

Muhammad sebagai pedagang

Tiada yang ia samarkan

Al-Amin gelar terpandang

Buah dari kejujuran

He sells with a true honesty

He serves with a sincerity

People call him Mr. Trusty

No one questions his dignity

MANTAP!!!

Lantas, apa hubungannya dengan tulisan saya ini??

MOT and I… itulah jawabannya…

the Minister of Trade (MOT) = Kementrian Perdagangan (sebutan baru Departemen Perdagangan) and I (Aisya Avicenna).

Ada hubungannya kan?? Tentang “PERDAGANGAN”

Dunia perdagangan sudah saya geluti sejak duduk di bangku SD hingga sekarang. Sekedar berbagi cerita saja ya. Boleh kan?? Boleh dong! Lha wong yang cerita saya. ^^. Seseorang yang bergelut di dunia perdagangan belum tentu di sebut PEDAGANG. Tapi, seorang PEDAGANG pastinya bergelut di dunia perdagangan. Benar kan?? Jangan bingung ya! Seorang pedagang disebut juga ENTREPRENEUR (istilah kerennya nih!). Dan menjadi seorang ENTREPRENEUR SUKSES adalah salah satu impian saya. Karena salah satu prinsip seorang ENTREPRENEUR sejati menurut BOB SADINO => “Urip iku nguripi” [“hidup itu menghidupi”]. Seorang ENTREPRENEUR mempunyai peluang besar untuk bisa “berbuat lebih” pada orang-orang (masyarakat) di sekitarnya. Ada tanggapan??? Mari kita diskusikan.

Saya baru menyadari beberapa bulan yang lalu saat melakukan perenungan tentang perjalanan hidup saya. Salah satunya saya menemukan bahwa saya sudah bergelut dengan dunia PERDAGANGAN ini sejak saya kecil. Sedikit bongkar rahasia. Lucu juga sih kalau mengingatnya. Tapi semoga menginspirasi.

Waktu SD dulu, saya adalah seorang kolektor aksesoris anak-anak. Mulai dari jepit rambut, karet, pita, bros, dll. Gaya anak-anak pokoknya. Lama-kelamaan bosan juga dengan barang-barang itu. Alhasil, saya dan saudara kembar saya (Keisya Avicenna) sepakat untuk menjual koleksi aksesoris itu. Respon teman-teman SD cukup bagus. Jualan kami laku keras! Meski hanya berkisar 100 rupiah hingga 3000 rupiah harga yang kami tawarkan, tapi hal itu membuat kami puas! Karena saya bisa membuat mereka senang! Kami pun senang dan sangat puas! (kepuasan versi anak SD lho!)

Memasuki dunia ABG (SMP), saya kembali mencoba menjalani profesi sebagai seorang ENTREPRENEUR. Waktu itu, saya kembali bekerja sama dengan saudara kembar saya. Kali ini kami menjual coklat merk “ichiban”. Coklat yang berwujud menarik, berbentuk unik dan berisi selai aneka rasa. Tidak dijual di koperasi atau kantin sekolah. Kami jual seharga 100 rupiah/kotak karena memang bentuknya kecil. Laris manis!!! Teman-teman suka!!! Dan kami berdua pun semangat menjualnya :D. Bukan karena tuntutan ekonomi kami melakukannya, mungkin hanya karena hobby dan kesenangan saja. Senang melihat orang lain senang. Senang karena uang jajan juga tak berkurang, bahkan mengembang :D

Kala berselancar di dunia putih abu-abu, takdir masih mempertemukan saya dengan dunia PERDAGANGAN. Kali ini dunia berdagang yang lebih “terstruktur” dan “terorganisir”. Maksudnya, waktu SMA ini saya terlibat dalam kepengurusan OSIS SMA N 1 Wonogiri dengan menjabat sebagai staff redaksi majalah BASSIC. Meski sejak SD saya sudah sangat menyukai dunia kepenulisan, tapi di SMA inilah saya lebih mengasah kemampuan menulis saya. Saat kepengurusan OSIS periode saya itulah awal lahirnya majalah BASSIC yang menjadi majalah kebanggaan sekolah saya. BASSIC dijual dengan harga yang cukup terjangkau di kalangan teman-teman SMA. Nah, di sinilah peran kami dalam MENJUAL majalah ini. PENJUALAN yang sukses bukan saja dari banyaknya majalah yang terjual habis, tapi ‘feedback’ atau respon pembaca dengan pemberian masukan, saran dan kritik yang membangun bagi majalah BASSIC ini. Bisa dibilang saat itu saya merangkap tugas sebagai “PENGUSAHA KATA” (staf redaksi maksudnya) sekaligus “MARKETING” (karena menjual majalah ini pada teman-teman).

Beranjak ke dunianya para SISWA yang MAHA (MAHASISWA maksudnya). Dunia kampus yang menawarkan warna-warna yang tak hanya indah, tapi juga menawan bagi yang memang menikmati dunia kampus sebagai tempat untuk “mengeksplotasi” diri. Eksploitasi yang positif lho!!! Bagi mahasiswa yang tahu akan esensi menjadi mahasiswa, kampus tidak hanya digunakan sebagai sarana untuk duduk manis di dalam kelas, ngobrol narsis di kantin, atau nongkrong ‘romantis’ dengan lawan jenis… [untuk masalah ini bisa dibaca resensi buku “Agar Ngampus Tak Sekadar Status” di archive blog saya bulan Desember 2009 atau bisa jug abaca buku karangan Ustadz Hatta Syamsuddin dan istrinya ini, dijamin akan membuka wacana Anda -yang masih mahasiswa- tentang esensi dan peran Anda sebagai SISWA yang MAHA]. Saya “terdampar” di Universitas Nomor Satu di kota Solo (UNS maksudnya). Menjadi MAHASISWA dengan prestasi OK, organisasi OK, dan kerja OK…3 hal inilah yang menjadi obsesi saya selama di kampus. Kuliah sambil kerja tapi tetap aktif di organisasi. KERJA??? Dan saya pun kembali terlibat dalam dunia PERDAGANGAN!!! Saat di kampus saya pernah magang di koperasi mahasiswa (KOPMA) di Fakultas MIPA. Menjaga KOPMA MIPA saat jam kosong (tak ada kuliah) dan kebetulan sekali saat itu juga momennya habis ujian. Penghasilan yang saya bisa dibilang ‘sedikit’, dihitung per jam. Tapi, terlalu picik rasanya kalau bekerja hanya untuk setumpuk rupiah. Yang saya rasakan kala itu adalah motivasi untuk mencari pengalaman, karena memang dari peran inilah saya mendapatkan banyak pengalaman. Pengalaman dalam berkomunikasi dengan pembeli, ketepatan dalam menghitung, dll. Selain itu, saya juga sempat membuka ‘usaha pribadi’, PERDAGANGAN di bidang JASA. Setiap kali ada buku diktat kuliah yang hendak dicopy, teman-teman mempercayakan itu pada saya. Inilah BISNIS. Butuh tanggung jawab besar ketika harus mengurus copy-an dalam jumlah banyak, buku diktat yang tebal, dan pesanan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, saya mencoba mengkalkulasikan dengan “keuntungan” yang bisa saya dapatkan dari BISNIS di bidang jasa ini. Setiap kali saya mengcopy, saya menetapkan bonus untuk saya sendiri. Saya hanya membayar minimal 50% dari copyan itu. Misal, harga copyan sebuah buku untuk teman-teman Rp 20.000,- maka saya hanya membayar Rp 10.000,- . Kalau copyannya tipis, sempat juga dapat GRATIS!! DEAL!!! Teman-teman juga tidak ada yang protes. Selain itu, setiap hendak ujian, selembar kertas akan berkeliling dari satu teman ke teman lain, pemesanan catatan kuliah!!! Hihhi, pasti catatan saya “laris” dicopy teman-teman saat menjelang ujian! (hayo..ngaku yang hobby ngopi!!!). Catatan kuliahpun bisa menjadi modal bisnis bagi saya :D. Sampai sekarang mungkin copyan catatan kuliah saya sudah bertebaran di mana-mana. Sudah 4 turunan mungkin. Karena saya angkatan 2005 dan mahasiswa baru tuh angkatan 2009. SEMOGA BERMANFAAT dan menjadi AMAL JARIYAH buat saya. AAMIIN… Saya juga “berbisnis” menjadi TENTOR PRIVAT, tercatat sudah 12 murid yang saya privat semasa saya kuliah, mulai dari murid TK sampai SMA. BISNIS inilah yang paling banyak diminati para mahasiswa.

Di tahun terakhir saya berada di kampus (saat masih menyelesaikan skripsi), saya memutuskan untuk mengikuti KULIAH KEWIRAUSAHAAN LANJUT (KKL) yang diselenggarakan UNS bekerja sama dengan DIRJEN DIKTI. Selama mengikuti KKL ini, para peserta ditempa dengan ilmu, inspirasi, dan motivasi menjadi seorang entrepreneur. MANTAP!!! Setelah itu, kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari 3 orang. Tiap kelompok diminta merencanakan usaha apa yang akan dijalankan. Kami di minta membuat PROPOSAL RENCANA USAHA. Saat itu saya tergabung dengan tim KANOME (etiKA, NOvi, dan MEga). Kebetulan yang mencetuskan nama itu saya, KANOME… agak keJEPANG-JEPANGan gitu lah :D. Kami merencanakan membuka usaha makan ringan “kripik tempe aneka rasa” dan “brownies isi selai” dengan merk KANOME. Usaha kami pun berjalan… Brownies dibuat bertiga… kadang sampai Maghrib. Itupun masaknya nebeng di dapur temannya Mega. Penjualan lancar. Meski terkadang terkendala masalah waktu karena Mega dan Novi satu tahun di bawah saya, jadinya masih kuliah. Saat laporan hasil KKL ini, kami mendapat laba yang cukup. Kami berharap usaha ini akan berjalan terus pasca program KKL ditutup, tapi… apalah daya! Kami disibukkan dengan agenda masing-masing. Saya sibuk mengurusi pendadaran, Novi dan Mega juga mulai disibukkan dengan usulan skripsi mereka. Jadinya KANOME mati suri. Karena sudah “kecanduan” dengan dunia “BISNIS” ini, akhirnya saya bersama saudara kembar saya membuka usaha “SUPERTWIN CELLULAR” dan “SUPERTWIN KRIUK”. SC bergerak dalam penjualan pulsa elektrik, sedangkan SK bergerak dalam penjualan snack/makanan ringan yang dijual di beberapa kost muslimah. Alhamdulillah, laris manis... SAMPAI SEKARANG :D

Ehm, pasca kampus… ternyata saya kembali dipertemukan dengan aktivitas PERDAGANGAN. Tapi kali ini lebih bersifat birokrasi. Bekerja dengan para pengambil kebijakan di dunia perdagangan. Tepatnya di “Minister of Trade” (MOT), Kementrian Perdagangan RI (sebutan baru Departemen Perdagangan RI). Bergelut dengan berbagai macam peraturan yang menjadi dasar kebijakan kami mengizinkan atau menolak impor barang dari berbagai negara ke Indonesia. Itu wilayah kerja saya (untuk saat ini). Meski saya saat ini berada di kuadran kiri (menurut Robert T. Kiyosaki), karena berkedudukan sebagai “Employee”, tapi saya berusaha untuk tidak hanya berkutat di kuadran kiri itu, saya ingin “melompat” ke kuadran kanan. Dunianya “Bussinessman” dan “Investor”. Menjadi PENGUSAHA versi saya. PENGUSAHA apakah itu???

Ehm… tunggu saja di tahun 2010 ini semoga bisa terealisasi!!!!

SAYA PASTI BISA!!!

Wasiat Rasulullah SAW : “Berdaganglah engkau, karena 9 dari 10 bagian kehidupan adalah PERDAGANGAN”

Silahkan membaca kelanjutan note saya ini di “MOT and I (part 2)”. Insya Allah, saya akan membuka rahasia bagaimana saya bisa “terdampar” di Departemen Perdagangan RI. Tapi…belum saya tulis lho.. . baru mau ditulis :D

RedZone, 030110_10:42

Aisya Avicenna

PadaMu Ku Bersujud...

Sunday, January 03, 2010 1 Comments

Ku menatap dalam kelam

tiada yang bisa ku lihat
selain hanya nama-Mu Ya Allah

esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hamba-Mu yang slalu bertakwa

ampuniku Ya Allah
yang sering melupakan-Mu
saat Kau limpahkan karunia-Mu
dalam sunyi aku bersujud


by : afgan


RedZone, 030110_00:47

Subhanallah...

Alhamdulillah...

Walailahailallah...

Allahuakbar!!!


Aisya Avicenna

Saturday, January 02, 2010

Sebuah Kisah Bersama Malam

Saturday, January 02, 2010 1 Comments

Ibukota berselimut gelap

Mata inipun sudah mengatup lelap

Tiba-tiba terbangun dan terkejap

Jam delapan harus sudah siap


Bersama berjalan menyusur sepi

Rintik hujan turut menemani

Gang-gang kecil ditelusuri

Demi bertemu rekan sehati


Langkah kaki berayun cepat

Degup jantung berdetak hebat

Bukan karena lewat kuburan

Tapi hendak cepat sampai tujuan


Dalam kasih kami berbagi

Saling mengisi memberi arti

Lantunan ayat cintaNya mengiringi

Mengingatkan kami pada keagungan Illahi


Kami merenungi bersama

Perjuangan As Syahid Hasan Al Banna

Manhaj Haraki risalah mulia

Zainab binti Jahsi shahabiyah utama


Malam semakin larut

Pertahanan mulai menyurut

Tapi semangat tak pernah surut

Demi ilmu yang kami tuntut!


RedZone, Jakarta, 020110_23:08

3rd in the miracle of my new circle…

For my sisterZ especially My Older Sister, Jazakillah khoir atas malam ini!!!

Aisya Avicenna

2010 : MERANGKAI KARYA

Saturday, January 02, 2010 0 Comments


TEMA BESAR 2010 : "MERANGKAI KARYA"
Ukuran huruf

Tahun ini saya akan mencoba untuk terus melahirkan karya-karya inspiratif dalam hidup saya yang semoga bermanfaat tak hanya untuk diri saya sendiri tapi juga untuk orang-orang dan lingkungan di sekitar saya.

Karya apakah itu???

Nantikan saja! Bisa jadi Anda turut ambil bagian dalam mewujudkannya. Mari saling membantu, menguatkan, dan mengingatkan… Karena saya sadar tak akan bisa mewujudkan karya itu sendiri. Karena saya yakin, Allah akan semakin memudahkan setiap langkah saya mewujudkan karya itu karena saya mempunyai dukungan yang luar biasa dari orang-orang di sekitar saya. Anda termasuk di dalamnya!!!

TEMA BULAN JANUARI:

"KEMBALI LURUSKAN NIAT, PERTEBAL IMAN, DUPLIKAT SEMANGAT BERLIPAT-LIPAT UNTUK TERUS MENJADI PRIBADI DAHSYAT FULL MANFAAT".

PADA BULAN INI AKAN BANYAK KEPUTUSAN & AGENDA-AGENDA SUPER PENTING DAN LUAR BIASA DALAM HIDUP SAYA. SEMOGA DIRIDHOI & DIMUDAHKAN ALLAH SWT. AMIIN... OPTIMIS!!!

Di bulan ini pun saya masih akan terus berusaha menyingkap satu demi satu rahasia mengapa Allah SWT mengirim saya sampai tempat ini. JAKARTA. Yang sebelumnya hanya sebuah impian yang tertulis dalam buku merah hati itu… tapi kini impian itu menjadi nyata. Begitu indahnya skenario yang dituliskanNya. Tapi skenario itu masih menyisakan banyak rahasia akan kelanjutan ceritanya.. akan hikmah dari setiap adegan yang melatarbelakanginya…akan setiap pemain yang menjadi tokoh sentral dalam setiap kisahnya… RAHASIA!!! Masih banyak RAHASIA yang harus saya singkap dari secuil kisah perjalanan hidup saya ini.


KuasaNya-lah yang telah menjauhkan yang sebelumnya dekat dan mendekatkan yang sebelumnya jauh... Dia takkan pernah memberikan keputusanNYA yang nomor 2. KeputusanNYA pastilah nomor 1 dan itu pasti yang TERBAIK!!!


BULAN JANUARI MAKIN BERPRESTASI!

BULAN INI AKAN MENJADI AWALAN UNTUK TERUS MERANGKAI KARYA PENUH MAKNA.

SALAM SUPER DAHSYAT FULL SEMANGAAAT!!! :D


Backsong : AR RUHUL JADID

Arruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa

Kami petualang mencari kebenaran
Mencari makna serta hakikat manusia
Kami berjuang menegakkan kehormatan
Hidup mulia atau mati sebagai syuhada

Kami berbekal alquran hakiki

Meneruskan cita dan risalah para nabi

Kami sandang julukan generasi ghuraba
Biar saatnya datang kami pimpin dunia

Kami semangat baru siap maju hancur semua musuh
Kami tentara Alloh siap korbankan harta bahkan jiwa

Kami serahkan semua hidup pada Alloh
Kami tekadkan tuk ikuti rasulullah
Usung panji ilahi iman kuat membaja
Hadapi tirani bebaskan umat dunia





SEMANGADH 137x!!!


HAMASAH!!!


GANBATTE KUDASAI!!!


RedZone, awal 2010

In the SECRET of inspirACTION

Aisya Avicenna

Friday, January 01, 2010

KISAH MENAWAN DI AKHIR DUA RIBU SEMBILAN

Friday, January 01, 2010 0 Comments

Kamis, 31 Desember 2009

Sekitar pukul 07.00 Aisya keluar dari kostnya. Biasanya dia berjalan menuju selatan, tapi kali ini lain dari biasanya. Langkah kakinya membawa dirinya menuju arah utara. Dengan kostum kesayangannya (RED IS HER INSPIRATION), dia menuju depan Indomaret Jalan Otista III. Sesampai di depan INDOMARET… ngeeng, alhamdulillah ada kendaraan bak limousine tapi yang ni beroda 3 melaju dan Aisya menghentikannya. Hihi, limousinenya Betawi nih. BAJAJ maksudnya… Saat membuka pintunya yang ternyata cuma besi yang “dicantholkan”, Aisya agak terkejut juga karena jarak antara "bumi tempatnya berpijak" dan “calon” tempat duduknya lumayan tinggi… tapi alhamdulillah, bisa duduk juga…

“Kampung Melayu, pak!”

Ngeengggg….

***

Di dalam BAJAJ tak kuasa juga untuk menahan senyumnya. Untungnya si sopir gak tau kalau penumpangnya lagi senyam-senyum. Hihi :D

Sepanjang perjalanan Aisya merasa luar biasa senang, karena impiannya tercapai. Impiannya yakni NAIK BAJAJ DI AKHIR TAHUN 2009. Memang sih terkesan impian yang aneh. Tapi bukan Aisya namanya kalau tidak semangat mewujudkan impiannya meski terkesan aneh sekalipun!

Kata banyak orang, BAJAJ disebut juga “kendaraan Tuhan” karena hanya Tuhan dan sang sopir saja yang tahu bagaimana prosesi kendaraan mungil yang bercover seperti jeruk itu mau BELOK. ^^

Setelah terguncang di dalam bajaj cukup lama (hihi…), sampailah Aisya di Kampung Melayu…

Setelah turun dari bajaj dengan sedikit ribet, karena tempat duduk dan pijakan turun jaraknya hampir setengah meter, Aisya menghentikan laju KOPAJA 502. Sebenarnya, bisa saja Aisya dari dekat kostnya naik Kopaja 502, tapi berhubung hari ini ada agenda special “naik BAJAJ”, maka harus oper 2x dengan mengeluarkan ongkos 2x lipat juga… Hihi, tapi materi (ongkos) tersebut tak sebanding dengan KEPUASAN dan KESENANGAN yang didapat Aisya. Tidak bisa dirupiahkan kalo masalah ini. Tul gak???

Aisya memilih duduk di kursi Kopaja 502 sebelah kiri. Penumpang tidak terlalu padat. Karena waktu juga baru menunjukkan pukul 07.30-an. Aisya duduk di samping seorang mbak berjilbab tidak terlalu besar. Selang berapa lama, mbak itu mengeluarkan Al Ma’tsurat mungilnya dan membacanya…emm, good!!!

Seperti sudah menjadi kebiasaan Aisya, baca buku!!! Dan akhirnya ia memutuskan untuk membaca buku agenda merah hatinya yang berisi catatan-catatan Kajian yang diselenggarakan di masjid Nurul Huda UNS dan catatan-catatan kajian serta seminar yang pernah diikutinya.
Aisya pun terhanyut dalam khazanah ilmu yang dulu pernah ia dapatkan di kampusnya… MEREVIEW…

Saat menutup buku agendanya.. Aisya memandang ke jendela Kopaja 502 yang terus melaju itu… Tapi, dia merasa ada yang aneh. Bangunan yang dilihat dari jendela itu bukan deretan bangunan yang biasanya ia lewati. Dan kebingungannya pun terjawab sudah setelah akhirnya Kopaja 502 yang ia tumpangi berhenti di terminal terakhirnya di daerah dekat Tanah Abang.

Wah.. parah!!! Ternyata kebablasan!!!

Aisya cuma senyum-senyum simpul. Nikmati aja!!! Toh malah akan jadi pengalaman berharga….

Dengan PD dia mendekati seorang Bapak penjual buah dan bertanya kalau ke Tugu Tani naik apa. Ia pun menyeberang jalan dan naik Kopaja 502. Hari yang SERU!!! Begitu pikirnya… Ia mencoba selalu POSITIF dalam menyikapi setiap kejadian yang ia alami. Wahh… ternyata, dengan tersesatnya ia pagi itu, ia jadi tahu beberapa tempat penting yang berlokasi di Jakarta Pusat. SIP!!!

Akhirnya sampailah Aisya di kantornya tercinta… Departemen Perdagangan… Iapun langsung menuju Gedung I, tapi mampir di koperasi dulu, hendak membeli roti untuk “camilan” rekan-rekan kerja di subdit I. Eh, alhamdulillah….ada yang mbayarin… (ayahnya temen kerjanya…:D).

Sampai di lantai 9, tenyata baru sedikit karyawan Dirketorat Impor yang datang…

Singkat cerita, hari ini suasana SUBDIT I (Sub Direktorat Barang Modal dan Bahan Baku Lainnya), tempat Aisya beraktivitas, SANGAT CERIA!!!. Hari ini Aisya membantu Pak Dindin (salah satu personel Subdit I) menyelesaikan perizinan impor besi-baja, Pak Kuswoto masih sibuk dengan Permendag baru, Pak Peter pagi-pagi sudah menghabiskan 3 bakwan jagung! Pak Zuhri sibuk dengan impor daging hibah dan beberapa perizinan lainnya. Bu Ika juga lebih ceria karena hari ini akan ke Solo. Mb Sulis juga sibuk membenarkan koreksian dari Pak Zuhri. Bu Sri dan Bu Tutik mengurusi surat masuk dan keluar. Sedangkan Pak Indro (kasubdit, my leader!!!) sibuk dengan HS (pos tarif barang impor)-nya. Beliau hari ini bolak-balik menghadap direktur. Semangat, Sir!!! Meski begitu, di tengah kesibukannya, beliau selalu menyempatkan mengunjungi kami (para anak buahnya) untuk sekedar bercanda atau menanyakan kerjaannya ada yang mengalami kesulitan atau tidak.

Menjelang ‘Asar, pak Indro memanggil Aisya dan Mb Sulis ke ruangannya. Mereka berdua adalah personel baru di SUBDIT 1. Ternyata mereka diminta membantu untuk entry data Pos Tarif barang impor yang lumayan banyaknya. Pak Indro memang tipikal pimpinan LUAR BIASA.. Aisya bersyukur banget bisa menjadi satu tim dengan beliau di Subdit 1. Di sela keseriusan beliau memasukkan data tersebut, mereka diajak berdiskusi. Hampir setiap hari, Pak Indro selalu menyempatkan untuk diskusi dan berbagi motivasi dengan mereka. Pun pada sore hari itu. Banyak yang beliau sampaikan, masalah sedekah, orang tua, sampai pernikahan. Aisya sempat menahan tangis saat beliau menyampaikan motivasi tentang keluarga… SO INSPIRING!!! Beliau juga berpesan, “setelah prajab nanti, dimanapun kalian ditempatkan di Direktorat Impor ini, saya tetap menjadi ayah kalian di sini”. Yeah, beliau memang ayah sekaligus ustadz Aisya di kantor. Aisya berharap, setelah prajab nanti dia akan tetap berada di SUBDIT 1 (insya Allah… kayaknya memang tidak akan dipindah deh… aamiin!!!!). Saat adzan Asar berkumandang, beliau langsung mengambil wudhu. Beliau sangat disiplin akan hal ini. Dan merekapun sholat berjamaah, beliau menjadi imamnya.

Ba’da Asar, Aisya dan Mb Sulis kembali ke ruangan Pak Indro. Beliau melanjutkan memberikan motivasi pada kami. Menjelang pukul 17.00, beliau melimpahkan entry data HS itu pada kami berdua karena beliau harus menghadap direktur impor. Beliau malah mengizinkan Aisya duduk di kursinya. Waw… katanya “Ini sebagai latihan dan persiapan menjadi KASUBDIT di masa yang akan datang”… Aamiin…

Sampai Maghrib, Aisya dan Mb Sulis menyelesaikan tugas itu… kemudian sholat Maghrib berjamaah dengan Pak Indro dan say goodbye…

Terima kasih Pak Indro… atas kesempatan dan motivasi powerfullnya hari ini..!!!

Di kantor tuh rasanya BETAH banget karena bekerja dengan orang-orang yang SANGAT MENYENANGKAN!!! So tidak ada alasan bagi Aisya untuk tidak bersemangat saat di kantor.

Pukul 19.00 Aisya berjalan keluar kantor lewat pintu samping karena pintu utama sudah ditutup dan dipagari. Maklum, malam ini pengamanan ekstra ketat karena malam tahun baru. Sampai di trotoar depan kantor, Aisya sudah disambut dengan keramaian yang luar biasa. Pedagang lampu hias, terompet, dll…. Agak macet…

Akhirnya Aisya berhasil naik Kopaja 502 untuk kembali ke kostnya… Suara petasan dan kembang api sudah mulai semarak malam itu....

Emm… hari ini sungguh LUAR BIASA!!!!

Dan hari-hari ke depan akan JAUH LEBIH LUARRRR BIASAAAAAAA!!!!

RedZone, penghujung tahun 2009

Aisya Avicenna