Jejak Karya

Jejak Karya

Wednesday, November 07, 2012

SIRARADHI dan MELATI

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

"Semoga pertemuan dua hati menjadi tali yang melintasi pintu dua dunia. Amiiiiin....jodoh dunia akhirat, Sist."
[Kang Tasaro Gk]
Terima kasih Kang Tasaro atas kiriman do'anya... ^_^

Seketika ingatan ini langsung melayang pada sebuah adegan yang sungguh awesome di dalam salah satu novelnya...♥
“Dhaca!” Sira berteriak, sementara badannya masih m

elayang-layang di udara. “Lawan!”
Dhaca terpana. Kebingungan sendiri.
“Jangan pikirkan aku!” Sira berteriak lagi. Genggaman tangannya pada ujung sabuk bulan mulai melonggar. Sengaja dia lakukan. “Kau pasti akan menemukan aku!” Sira menatap Dhaca dengan cara yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Dia tersenyum! Senyum pertama yang pernah dia berikan kepada Dhaca.

Hoho, NIBIRU euy...Bahasa Kedhalu plus jadi kangen sama sosok Siraradhi Luminya yang artinya “bidadari mulia”, Dhaca Suli serta ketiga sahabatnya, Muwu Thedmamu, Sothap Bhepami, dan Nyithal Sadeth, yang tergabung dalam Empat Keparat Kecil.

"Sedhthelkudh nyidwa nyapidh. Bhesugany kedharakay thedwemal pe ngabhadh manyuth. Dhanyabhinya sebhadh thednyudpak. Kedhabhanyay jiytha thap thedhpathapay. Nyapidh bhesugany kedhcamayay nyapay leycangi nyagam keyjadhinyay thedhalath kaycad. Dhaca Suli leyumibh ngi nyadhi thedhnyaidh sawi kedunyabha seyunya sebhadh Atlantis".

Rindukah kalian, NRS: Diah Cmut, Aprisa Ayu, Casofa Fachmy, Aris El Durra?

#Menjaring do'a jelang Hari Pahlawan 101112 ♥

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Salam,


Keisya Avicenna