Jejak Karya

Jejak Karya
Showing posts with label anak itu hak Allah. Show all posts
Showing posts with label anak itu hak Allah. Show all posts

Tuesday, July 26, 2016

METAMORFOSIS PENANTIAN 44 BULAN : TEPAT dan TERBAIK

Tuesday, July 26, 2016 8 Comments
Buku DNA saya setelah menikah, semuanya bersampul baby unyu-unyu sebagai VISUALISASI IMPIAN ^_^


Saya menuliskan pengalaman ini semoga bisa jadi motivasi tersendiri buat teman-teman yang saat ini berjuang dalam program hamil (promil) sekaligus untuk dokumentasi istimewa dalam hidup saya.

Kisah saya saat promil pertama kalinya di Hermina Pandanaran bisa dibaca di sini, Merindumu,Nak…

Rabbi habli minasshalihiin...

Karena beberapa alasan dan sebab, akhirnya saya dan Mas Sis hanya sekali saja itu promil di Hermina. Hihihi. Selanjutnya, kami promil alami. Tentu saja, up and down pasti saya alami. Jika tamu bulanan datang rutin, perasaan saya campur aduk. Tapi, saya berusaha untuk tetap bersyukur dan semakin menyibukkan diri. Hingga akhirnya 30 September 2014 kakak ipar saya (Mbak Win) menikah, dan 3 bulan kemudian Mbak Win positif hamil. Jujur, saya senang sekali. Tapi, ada sayatan luka yang tidak jelas dalam hati saya. Di sisi lain saya sedih, saya bertanya sama Allah : “kapan saya hamil, ya Allah?”

Malam itu saya menangis sesenggukan usai sholat. Saya WA kembaran saya, Mbak Thicko, untuk sekadar curhat dan minta motivasi. Saya pun cerita ke Mas Sis tentang kegalauan hati saya, masih pakai acara mingsek-mingsek juga. Mas Sis, sosok suami yang penyabar itu, menenangkan saya, memeluk saya dan memberikan semangat.

“Bisa jadi ini ujian keimanan dari Allah untuk kita, Say. Yang sabar ya… Allah tahu kok yang TERBAIK untuk hamba-Nya. Rezeki, jodoh, dan maut kan sudah ditentukan. Kita tinggal jalanin aja. Biarin aja orang lain bilang macam-macam, yang penting cara kita menyikapinya harus baik. Toh, kehidupan ini kita yang menjalani kan, bukan orang lain…, dst.”

Ya, jujur saya akui, selain Mbak Thicko, Mas Sis adalah sahabat curhat yang kereeen.


TEPAT dan TERBAIK

Awal 2015, atas rekomendasi seorang sahabat kita terapi pijat di Solo. Namun, hanya 2 kali ke sana. Jarak Semarang-Solo membuat kami merasa lelah, apalagi kami hanya bisa hari Sabtu, setelah menjalani beragam kesibukan dari Senin-Jumat. Akhirnya, kita putuskan untuk cari alternatif tempat yang lain –yang mungkin lebih dekat dengan Semarang- sekaligus kami lebih banyak refreshing dulu untuk menenangkan hati dan pikiran. Kami habiskan akhir pekan untuk jalan-jalan berdua. Makan di tempat favorit, nonton film, jalan-jalan ke toko buku, silaturahim ke rumah teman, dll.

10 November 2015, tepat di hari ulang tahun pernikahan saya yang ke-3, anak pertamanya Mbak Win lahir. Senang sekali rasanya… Perlahan, rasa galau itu pupus. Hari itu juga saya kebanjiran doa semoga segera menyusul Mbak Win dan Mas Hengki untuk menimang momongan.

Dari akhir 2015 sampai 2016 saya benar-benar menyibukkan diri saya. Saya fokus mengupgrade skill menulis saya dengan ikut les menulis online berbayar dan sering ikut lomba-lomba kepenulisan. Alhamdulillah, saya berhasil memenangkan beberapa lomba dan itu membuat saya merasa sangat bersyukur.

Usaha saya dan Mas Sis untuk promil pun tidak serta merta terhenti. Ya, sejak awal menikah kita memang berkomitmen, tidak pernah menunda untuk punya anak –tapi memang Allah paling tahu kapan waktu yang TEPAT dan TERBAIK- untuk menitipkan buah cinta kami itu.

Lagi-lagi atas rekomendasi teman, kami terapi pijat dengan seorang simbah di Salatiga. Beliau sosok yang luar biasa, sangat religius meski usianya sudah renta, sudah naik haji 2 kali. Pasiennya pun sangat banyak dan terbukti –atas izin Allah- banyak yang sembuh setelah beliau pijat. Saya pun diberikan resep untuk mengkonsumsi ramuan penyubur tradisional (bisa beli 1 paket di pasar tradisional Salatiga). Saya dan Mas Sis menjalani terapi ini dengan senang hati. Saya hanya 3 kali ke sana, lagi-lagi karena banyak ‘kesibukan tak terduga’ soalnya harus berangkat pagi-pagi sekali. Ah, simbah, saya kangen nasihat dan petuah-petuah berharga njenengan… selain itu, kami juga terapi dengan mengkonsumsi produk ‘terapi kehamilan’ dari HPAI atas resep dari seorang sahabat terapis HPAI di Semarang.

Tanggal 7 Mei 2016 adalah satu dari sekian hari yang sangat membahagiakan di keluarga besar kami. Ani, perawat RSI Sultan Agung, 24 tahun, ponakan saya yang besar, yang selama dua tahunan ini ikut tinggal bersama saya di rumah, akhirnya MENIKAH. Bertambahlah anggota di keluarga besar trah Darmo Suwito. Saya sempat menuliskan dalam catatan harian saya, kalau saya harus SABAR dan IKHLAS jikalau Allah menakdirkan Ani yang hamil terlebih dulu. Ya, sampai sebegitunya saya menyiapkan hati saya.

“Jika Allah menjawab doamu, Allah menambah imanmu. Jika Allah belum menjawab doamu, maka Allah menambah kesabaranmu. Jika Allah menjawab doamu, tapi dengan yang lain, maka Allah akan memberikan yang TEPAT dan TERBAIK untukmu…”

Sampai akhirnya di grup WA “KELUARGA KLATEN” sekitar akhir Mei, kami mendapatkan kabar bahagia. Alhamdulillah, Ani positif HAMIL. Saya sangat bersyukur, meskipun belum siap mental jika nanti dipanggil “yangmud” (eyang imud, eh eyang muda). Hehehe. Saya sempat menangis (lagi) usai shalat. Dan lagi-lagi, Mbak Thicko dan Mas Sis menenangkan saya. Mbak Thicko pun kini masih berjuang bersama Kak Feb, meski ikhtiar promil medis mereka menunjukkan semua hasil pemeriksaan NORMAL. Semoga disegerakan yak…

Akhirnya, jelang Ramadhan saya dan Mas Sis sering ngobrol berdua. Kita merencanakan banyak hal. Kita bertekad, Ramadhan adalah saat paling istimewa untuk semakin sering, semakin banyak, semakin sungguh-sungguh dalam mengoptimalkan ikhtiar bumi dan ikhtiar langit. Agar saya tidak capek mengelola DNA WRITING CLUB, kami pun mulai merekrut pengajar baik yang akan membantu saya di rumah maupun untuk mengajar ekstrakurikuler di sekolah, juga menyiapkan beragam strategi yang lain. Intinya, agar saya tidak terlalu capek. Selain itu, kami pun memutuskan untuk membeli mesin cuci dan setrikaan di-laundry saja. Padahal dua pekerjaan rumah tangga ini adalah pekerjaan favorit saya. Dari dulu saya lebih suka nyuci manual. Tapi, ini keputusan bersama. Akhirnya saya iya-in saja waktu Mas Sis sudah bulat untuk beli mesin cuci agar istrinya ini nggak capek-capek ^_^. Sampai akhirnya kami pun memutuskan untuk kembali lagi promil medis ke dokter spesialis kandungan jika di bulan Ramadhan nanti saya datang bulan.

Sampai akhirnya bulan Ramadhan tiba. Dalam diary Ramadhan saya, penuh dengan doa-doa dan harapan saya, semoga tahun 2016 saya HAMIL. Setiap hari saya berdoa dan itu impian terbesar pertama saya yang saya request-kan sama Allah, dan impian terbesar kedua saya adalah MAS DHODY MENIKAH di 2016 (Aamiiin-kan, ya…). Saya pun berkali-kali membaca tulisan dari Mbak Dian Onasis “ANAK ITU HAK ALLAH” (saya print). Silahkan dibaca... saya pun menceritakan isi artikel itu pada Mas Sis.

Tanggal 16 Juni 2016, saya datang bulan. Batal puasa, deh. Hehehe. Saya pun mendaftar antrian di dokter Kartika, yang lokasinya dekat dengan rumah. Rencananya besoknya (tanggal 17 Juni 2016), saya dan Mas Sis akan datang untuk konsultasi, periksa, sekaligus promil. Tanggal 17 Juni itu juga Mbak Thicko dan Kak Feb sampai di Semarang. Abis Maghrib mereka kita tinggal sebentar. Setelah daftar ulang, cek tensi, cek berat badan dan tinggi badan, kami antri beberapa saat.

Akhirnya tiba giliran kami. Sejak percakapan kami di WA-pun saya sudah merasa sangat klop dengan Dokter Kartika. Beliau cantik, welcome, dan ramaaaaaaah banget. Saya merasa sangat nyaman. Kami ngobrol sebentar sampai akhirnya saya di-USG. Kata beliau, rahim saya bagus, bersih, sehingga peluang untuk hamil tinggi. Rasa optimis langsung menjalar dalam diri saya. Setelah itu, Dokter Kartika memberikan surat pengantar pada Mas Sis untuk melakukan tes analisis sperma (kita rencanakan awal Agustus saja). Kami pun diberikan resep obat yang harus kami berdua konsumsi sekaligus jadwal ‘bercinta’ saat masa subur saya tiba. Di akhir konsultasi, Dokter Kartika memberikan motivasi sekaligus nasihat, yang penting pikiran tenang dan nggak stress, iringi dengan banyak-banyak berdoa.

Keluar dari ruangan, saya dan Mas Sis merasa sangat lega dan OPTIMIS. Ya, mumpung bulan Ramadhan kita kencengin doa dan ikhtiar. Dari awal menikah pun, saya dan Mas Sis sering request doa ke sahabat atau keluarga yang pergi HAJI dan UMROH agar kami segera diberikan momongan. Salah satu doa paling istimewa adalah doa dari Ayah Eddy dan Bunda Darosy saat 2015 kemarin naik haji. Kami pun dapat oleh-oleh kurma muda dan doa super spesial.

Saat bulan Ramadhan kemarin, saya pun banyak request doa pada sahabat dan keluarga. Ya, bisa jadi doa mereka jauuuuuh lebih mustajab daripada doa yang saya panjatkan. Saya pun memperbanyak istighfar, bertaubat, dan sering meminta maaf sama Mas Sis.

Selain itu, setelah menikah kami terus berusaha MEMANTASKAN DIRI. Salah satunya dengan membeli buku-buku seputar kehamilan, tumbuh kembang anak, dan parenting. Buku-buku itu saya BACA LAGI.



Dua buku yang saya beli setelah menikah, sebagai upaya MEMANTASKAN DIRI. Alhamdulillah, saya pun koleksi bukunya Abah Ihsan, Teh Kiki Barkiah, Bunda Irawati Istadi, dan masih banyak lagi.

Saat Lebaran, saya minta doa khusus kepada dua ibu saya. Dan beliau berdua meng-aamiin-kan dengan sepenuh cinta, juga pada keluarga besar saya yang lain. Saya benar-benar kebanjiran doa dan hati saya jauuuuuuh merasa lega. Saya benar-benar merasa pasrah dan ikhlas dengan setiap skenario TERBAIK dari-Nya.

Kamis, 21 Juli 2016
Kok hampir seminggu saya tidak datang bulan, ya? Saya pun mengalami berbagai perubahan fisik yang menurut buku yang saya baca itu sama dengan tanda-tanda awal kehamilan. Yang paling kelihatan bagian perut, perut saya membuncit… ^_^

Akhirnya saya beli test pack, saya belum ngasih tahu Mas Sis kalau saya telat menstruasi. Saya sekaligus beli 2 : AKURAT dan SENSITIF. Sekitar jam 10 saya coba test dengan AKURAT. Serasa tak percaya, muncul dua garis merah, meski yang satunya tampak berwarna jauh lebih muda. Saya masih berusaha mengendalikan diri saya untuk nggak nangis. Akhirnya, 15 menit kemudian saya tes lagi dengan SENSITIF, dan hasilnya muncul dua garis merah dengan warna yang lebih tegas.

Alhamdulillah, Allahu Akbar!!! Saya langsung sujud syukur menangis…


Alhamdulillah, DUA GARIS MERAH. Positif... T_T (langsung mewek)

Saya kirimkan foto hasil test pack itu ke Mas Sis dan Mbak Win. Semuanya bersyukur bahagia.

Saat jam istirahat (abis shalat Dhuhur), Mas Sis pulang, langsung mencium dan memelukku dengan mata berkaca-kaca. Mas Sis cerita tadi pas saya kirim foto, beliau lagi rapat dan pura-puranya izin ke lantai dua. Ternyata, beliau menangis bahagia… ^_^. Mas Sis, adik semakin sayaaaaang…

“Sebab denganmulah Allah menggenapkan ibadahku. Maka engkau menjadi separuh agama, penjaga ketaatanku. Sebab dengan dirimu, Allah mengisi separuh agamaku. Maka hatiku memilihmu untuk menjadi yang ter-ISTIMEWA dalam hidupku, sepanjang masa, dan tak ada jalan untuk menjadi MULIA selain memuliakanmu, suamiku…”

Malamnya ngabarin keluarga Wonogiri dan ibuk Klaten, semuanya bersyukur, terharu, dan bahagia...

Jumat, 22 Juli 2016
Sehabis Maghrib saya ke Dokter Kartika diantar Nur,  Mas Sis akan segera menyusul karena ada rapat di Hotel Saraswati. Tibalah giliran saya dan Alhamdulillah Mas Sis sudah datang. Saya pun di-USG. Dokter Kartika bilang, “Alhamdulillah, positif HAMIL. Ini calon janinnya…usianya 4 minggu…” sambil menunjuk bulatan yang membuat mata saya berkaca-kaca. Dua pekan lagi periksa lagi… Dokter Kartika pun memberikan banyak nasihat dan tips untuk saya dan Mas Sis.

Terima kasih, Ya Allah… Semoga ini jadi KEBAHAGIAAN YANG MENULAR untuk pasangan yang kini masih menanti hadirnya buah hati. Aamiin...

“Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami, istri-istri kami, dan keturunan-keturunan kamisebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam 
bagi orang yang bertaqwa…”
(QS. Al-Furqon : 74)

Saya sempat menghitung kalender, ternyata metamorfosis penantian saya dan Mas Sis dalam menanti buah hati (kehamilan ini) selama 3 tahun lebih 8 bulan atau 44 bulan. Saya jadi teringat, awal saya dikenalkan dengan Mas Sis sampai aqad nikah dan kami berdua resmi sebagai suami istri itu selama 44 hari. Masya Allah… ALLAH MAHA BAIK. Kisah selengkapnya saya bertemu Mas Sis saya dokumentasikan di sini… Jejak Kembara Bersua Belahan Jiwa.

Diary kehamilan saya... Menulis yuk, Nak...

Saya mohon doa terbaik dari Sahabat semua... semoga kehamilan ini sehat, calon debay tumbuh dan berkembang dengan maksimal dan sempurna, saya pun selalu fit dan penuh semangat dalam menjalani hari-hari saya yang semakin istimewa dan penuh cinta.

Hihihi... perlengkapan debay nya lucu banget yak... ^^v