Jejak Karya

Jejak Karya
Showing posts with label keisya avicenna. Show all posts
Showing posts with label keisya avicenna. Show all posts

Friday, April 30, 2021

Ngabubookread Seru Bersama 10 Buku Bermutu dari Falcon Publishing

Friday, April 30, 2021 20 Comments

 


 

Alhamdulillah, satu hal yang sangat menghibur saya sebagai bumil di bulan Ramadhan ini adalah buku-buku baru terbitan Falcon Publishing yang masuk list bacaan selama aktivitas ngabubookread. Selesai masak, beberes rumah, selesai mengaji, aktivitas membaca buku menjadi pilihan yang menyenangkan sambil menunggu suami pulang sekaligus menanti waktu berbuka puasa. Jika Umma sudah sibuk dengan buku, Dzaky juga akan sibuk dengan bukunya atau melakukan aktivitas lain seperti mewarnai atau menggunting gambar yang telah Umma siapkan.

 

Alhamdulillah, kali ini saya mendapatkan kesempatan menjadi salah satu first reader dari 10 judul buku terbitan Falcon Publishing, yaitu:

  1. Filosofi Endog
  2. Si Juki Anak Kosan
  3. Warkop DKI Kartun
  4. Kecebong Kesayangan
  5. Haru Mahameru
  6. Jodoh Sang Superstar
  7. Nawaitu Cinta
  8. Istri Kedua Gus
  9. Kekasih Semusim
  10. Gadis Pramugari

 



Kabar baiknya, bagi yang ikutan PO atau Pre-Order dapat free ongkir dan tanda tangan penulisnya, lho! Ada juga free voucher berlangganan KLIK FILM 2 bulan untuk setiap pembelian. Asyik banget, kan?

 

Nanti caranya gimana akan saya ulas di bagian akhir tulisan ini. Sekarang, saya ingin sedikit mereview 3 buku yang membuat saya terkesan banget.

Belajar Memaknai Perjuangan Cinta Lewat Buku Nawaitu Cinta

 


Buku ini merupakan buku kedua Natta Reza. Buku yang mendokumentasikan perjalanan hidupnya. Saya mengenal sosok Natta Reza dan Wardah bermula saat postingan mereka sering muncul di instagram saya. Sebagai pasangan muda, mereka sangat inspiratif. Apalagi setelah muncul grup ADAM Music yang mewarnai dunia musik tanah air. Meledaknya lagu Aisyah Istri Rasulullah membuat beberapa penyanyi tanah air naik daun. Salah satunya adalah Adam Musik. Grup vokal yang terdiri dari 4 laki-laki (salah satunya Natta Reza) ini melambung setelah melakukan cover lagu Aisyah Istri Rasulullah. Lagu Aisyah Istri Rasulullah telah memberikan berkah tersendiri kepada musisi Indonesia. Meskipun liriknya sempat menjadi pro dan kontra, namun tidak bisa dipungkiri Adam Musik menjadi dikenal karena lagu ini.

 

Nah, buku Nawaitu Cinta ini sangat inspiratif karena di dalamnya juga mengisahkan perjuangan Natta saat masih jadi pengamen jalanan, lalu memutuskan menikah dengan Wardah yang saat itu statusnya masih mahasiswi di Bandung. Mereka mengawali rumah tangga mereka dengan tinggal di sebuah kosan sederhana. Bahkan Natta sempat meminta izin kepada Wardah untuk tetap bekerja di Jakarta menjadi pengamen untuk mencukupi biaya kehidupan mereka, dan sepekan sekali pulang ke Bandung. Masya Allah. Luar biasa sekali perjuangan keduanya!




Dan kemarin saya sempat melihat postingan Wardah di akun IG-nya @wardahmaulina_ mengabarkan kalau positif hamil. Alhamdulillah. Tabarokallahu. Perjuangan dan penantian selama 4 tahun setelah sebelumnya sempat keguguran dan menjalani proses IVF sampai akhirnya Allah izinkan ada calon bayi bertumbuh di rahim Wardah. Natta pun mencurahkan isi hatinya lewat tembang yang bagi saya sungguh easy listening, judulnya “PERCAYA”.


Pokoknya “Nawaitu Cinta” membuat saya banyak berkontemplasi tentang arti perjuangan dalam hidup berumah tangga.




 

Penulis: Natta Reza

Penyunting: Putri Nurnitasari

Ilustrasi Sampul: @yarahpe

Ilustrasi dan Penata Letak Isi: Abdul.M

Penerbit: PT Falcon

Cetakan pertama, April 2021

ISBN: 978-602-6714-69-5


Belajar Lebih Bijak Memaknai Hidup dari Buku Filosofi Endog

Buku ini ditulis oleh Chef Arnold, itu tuh sang juri masterchef yang biasa jadi “tukang julid” n kadang “suka ngegas”. Buku ini asyik banget dibaca. Ada 42 bagian yang bisa dinikmati dan bikin kita automerenung. Chef Arnold meracik dengan sangat renyah dan gurih, tanpa menggurui. Pokoknya bikin lahap deh menuntaskan dari halaman depan sampai titik terakhir.

 

Saya paling suka bagian “The Power of Endog” dan "Jadilah seperti endog godog bukan kentang”. Sangat filosofis dan ternyata makna tersiratnya sungguh bikin makjleb. Ah, bener banget nih yang Chef Arnold paparkan. Pokoknya buku ini saya rekomendasikan buat kamu yang butuh charger spirit, butuh motivasi, sekaligus butuh hiburan. Buruan yes segera ikutan PO-nya.

 



Judul: Filosof Endog - Resep Hidup ala Chef Arnold

Penulis: Arnold Poernomo

Penyunting: Putri Nurnitasari

Ilustrasi isi dan sampul: Alam Taslim (igorsatumangkok)

Layout isi: Abdul M

Penerbit: PT Falcon Interactive

Cetakan pertama, April 2021

ISBN: 978-602-6714-70-1


Bikin Hidup Makin Berwarna Penuh Canda Tawa karena Komik Si Juki

Ponakan saya termasuk kolektor komik-komik si Juki. Saya baca pertama kali buku fisiknya pun hasil pinjam dari dia. Memang kocak parah, deh kisah-kisah si Juki. Kali ini ada komik Si Juki terbitan baru dari Falcon Publishing yang judulnya Si Juki Anak Kosan (Vol. 1).

 

Judul pertama yang sukses bikin saya ngikik adalah HIMATIGA. Jadi ceritanya, Si Juki menjadi salah satu mahasiswa jurusan DKV dimana dia mendapatkan amanah sebagai Ketua Himatiga. Ternyata singkatannya Himpunan Mahasiswa Anti Galau. Konflik bermula ketika Himatiga mau dibubarkan. Penasaran kan bagaimana solusi-solusi absurd Si Juki dalam mengatasi masalah ini?

 

Hahaha, pokoknya dijamin menghibur deh cerita-cerita seru di dalamnya.



Bagaimana Cara Ikutan Pre-Order 10 Buku ini?

Sahabat semua bisa mendapatkan buku-buku ini di Gramedia.com, Shopee, Bukku.id atau di 10 Teman NgabuBookRead (free ongkir). 


Atau langsung klik aja di sini: Falcon Publishing

 

Gercep yaaak!

 

Yuk, semangat jadikan Ramadhan-mu makin colourful dengan buku-buku yang powerfull!

Semoga bermanfaat…

 

#bukufalcon

#ngabubookreadfalcon

#falconpublishing





Sunday, January 03, 2021

KALEIDOSKOP 2020 KEISYA AVICENNA

Sunday, January 03, 2021 0 Comments

 

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, berapa umur yang masih kita punya, kesempatan yang kita miliki, kesehatan dan segala sesuatu yang ada. Tiada kata terindah yang pantas untuk terucapkan kecuali segenap pujian tiada henti.

Shalawat serta salam kita sanjungkan kepada idola tercinta… Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, yang kita damba syafaatnya di hari akhir nanti. Alangkah bahagia bila kita dapat mendampinginya di syurga dengan aneka nikmat yang tersedia.

Hidup tidaklah kekal. Ada sebuah kepastian yang akan dilalui manusia di ujung masa hidupnya. Allah swt telah menggariskan bahwa yang HIDUP pasti akan MATI! Dan kita manusia adalah makhluk-Nya, yang telah diciptakan-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

Sudahkah cukup bekal kita untuk menghadap-Nya?

Sekiranya pertanyaan itu harus senantiasa “menghantui” keseharian kita agar setiap detik kita termotivasi untuk melakukan amalan terbaik, memperbaiki kualitas dan kuantitas penghambaan kita kepada-Nya. Karena sebaik-baik bekal adalah TAQWA. Melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Belum terlambat untuk bertaubat, istighfar sebanyak-banyaknya agar Allah mengampuni dosa-dosa kita.

Alhamdulillah, kini sampailah kita pada lembaran baru di tahun Masehi, yakni tahun 2021. Sejenak merenung, ada beberapa pencapaian di dunia pada tahun 2020 yang cukup membuat saya belajar banyak hal, khususnya di dunia literasi. Tahun 2020 memang tahun yang bisa dibilang “cukup berat, cukup menguras energi” semenjak pandemi Corona menghantam negeri ini pertengahan Maret silam. Mau tidak mau banyak hal yang membuat kita harus beradaptasi. Alhamdulillah, 2020 kemarin…

Saya berhasil merampungkan menulis 26 judul naskah buku pengayaan fiksi dan nonfiksi (untuk pembaca PAUD, SD, SMP, dan pendidik). Saya mendapatkan proyek ini sejak Desember 2019 (waktu itu menyelesaikan 3 judul) dan terhitung sejak Januari-November 2020 bertambah 26 judul. Jadi saya menyelesaikan total 29 judul buku pengayaan fiksi dan nonfiksi. Pengalaman ini pernah saya tulis di sini.


Alhamdullillah, selama 2020 saya mampu menulis 55 postingan di blog. Ya, memang sudah saya niatkan 2020 saatnya bersih-bersih sarang laba-laba di blog yang sejak 2 tahunan lalu vakum karena kesibukan yang lain. Semoga 2021 ini manajemen waktu saya sebagai BLOGGER bisa lebih baik lagi. Apalagi saat ini saya mengazzamkan diri untuk ikut ODOP dari Komunitas ISB.

 


Terbit 6 judul pictbook (Fabel Inspiratif Pembentuk Karakter Anak) di Penerbit Lingkar Media, yaitu:

  1. Sepatu Impian Panda
  2. Rubah Ingin Berubah
  3. Rumah Impian Tupai
  4. Saat Beruang Mengantre Panjang
  5. Saat Lebah Sendirian di Rumah
  6. Kisah Seru Kucing Lucu

Alhamdulillah, kabar dari penerbit buku tersebut terjual lebih dari 3000++ paket.

 

Rekreasi Literasi DNA => Kelas Intensif 30 Hari untuk Penulis Pemula "30 Hari Petualangan Aksara" dan Kelas Intensif 30 Hari untuk Penulis Cilik "Jelajah Imajinasi"

Alhamdulillah, ini kali pertama saya membuka kelas online DNA Writing Club karena sejak pertengahan Maret itu pula DNA offline terpaksa saya off-kan juga sampai nanti benar-benar sekolah sudah berjalan normal. Namun, karena kesibukan menulis naskah buku pengayaan yang butuh energi ekstra, saya baru membuka kelas online DNA pada bulan Oktober dengan mengadakan kegiatan Rekreasi Literasi DNA.




DNA Writing Holiday #12 dengan peserta 51 anak dari Sumatera Utara hingga Papua.

Inilah kali pertama DNA mengadakan kelas liburan secara online. Selama ini (sejak 2014) kegiatan liburan DNA berlangsung secara offline dan hanya bisa dinikmati oleh anak-anak yang tinggal di seputaran Kabupaten Semarang atau Kota Semarang. Meski dulu ada juga peserta dari Kudus yang rela menginap di DNA selama 2 hari 1 malam, ada juga yang jauh-jauh dari Solo, Salatiga, juga Tegal. Alhamdulillah, karena pandemi dan pembelajaran model daring, maka jangkauan wilayahnya kini lebih luas. Bersyukur rasanya bisa membersamai anak-anak usia 7-12 tahun untuk belajar menjadi penulis. Yel-yel kita selama belajar:

“Siap jadi penulis cilik?”

“Yes, AKU SIAP JADI PENULIS CILIK!”

Saat ini mereka memasuki tahap pengumpulan cerpen dan coaching naskah yang akan berlangsung kurang lebih selama 1 bulan bersama Kak Norma, Kak Etika, dan Kak Siti.

 

Kelas Nonfiksi Remaja DNA Writing Club

Alhamdulillah, selama pandemi ini, saya pun berhasil merangkul beberapa member DNA yang kebanyakan mereka bergabung dan belajar di DNA sejak SD lalu kini mereka sudah duduk di bangku SMP dan SMA. Seperti Khansa, Zahra, Zaskia, Aisyah, Najma, Shazia, dan Hanum. Kami belajar via Zoom class tiap Selasa sore dengan materi-materi nonfiksi.

 

Ada 7 judul buku antologi yang terbit selama pandemi.

Alhamdulillah, untuk terus mengasah skill menulis, saya pun melibatkan diri dalam beberapa proyek buku antologi, mulai dari yang berhubungan dengan kehidupan di masa pandemi hingga pengalaman melakukan aktivitas read aloud bersama Dzaky. Alhamdulillah, setidaknya pandemi bukan halangan untuk terus produktif berkarya. Hal ini juga saya lakukan sebagai sarana “rekreasi” karena seringnya berjibaku dengan jadwal ketat yang saya buat untuk menyelesaikan penulisan naskah buku pengayaan .

 

Lulus sertifikasi uji kompetensi penulis nonfiksi dari LSP-PEP.

Mei 2020, saya melakukan uji kempetensi penulis nonfiksi. Alhamdulillah, LULUS. Tentu saja, ini menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan. Hal ini mampu memotivasi saya untuk lebih semangat dalam mengasah kompetensi diri khususnya di dunia literasi.

Job copywriter

Alhamdulillah, ada satu kesempatan istimewa saat saya mendapatkan tawaran untuk membantu bisnis sahabat saya. Inilah kesempatan saya mengasah skill copywriter sekaligus belajar menulis story-selling.

 

Selain beberapa pencapaian di atas, yang patut saya syukuri adalah banyaknya kesempatan untuk belajar di kelas online dalam beragam bidang. Saya masuk kelas parenting, kelas melukis, workshop read aloud bersama Bu Roosie Setiawan, jadi murid di Sekolah Menulis Wadas Kelir yang dibimbing langsung oleh Pak Heru Kurniawan, belajar di kelas menulis online-nya Pak Bambang Trim.

 

Satu kesyukuran luar biasa di penghujung tahun 2020 adalah saat Dzaky berkata, "Insya Allah, aku siap jadi KAKAK." Inilah catatan literasi cinta yang sungguh istimewa.

Barokallahu fiik...

 

2021, semoga hari-hari menjadi semakin penuh arti.

Semangat #HijrahLebihBarokah di tempat yang baru sekaligus persiapan menyambut anggota baru di keluarga kami.

Mohon doanya...

Selamat berkontemplasi, bermunajat hanya pada-Nya. Setulus menghambakan diri, tak henti langitkan doa untuk terwujudnya segala pinta.



Tuesday, December 01, 2020

TAKDIR TERBAIK DARI-NYA: ANTARA CITA-CITA DAN REALITA

Tuesday, December 01, 2020 0 Comments

 



Seringkali apa yang kita harapkan, tidak selalu jadi kenyataan, bukan? Apa yang jadi cita-cita terkadang tidak sesuai realita. Lantas, apa yang harus kita lakukan?

 

Yups, salah satunya dengan tetap bersikap optimis! Apa yang dimaksud dengan optimisme atau bersikap optimis? Optimisme merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.

Sewaktu mengalami kegagalan atau tekanan hidup, bagaimana perasaan seorang yang optimis? Seorang yang berpikiran positif atau berpikir secara optimis tidak menganggap kegagalan itu bersifat permanen. Hal ini bukan berarti bahwa ia enggan menerima kenyataan. Sebaliknya, ia menerima dan memeriksa masalahnya. Lalu, sejauh keadaan memungkinkan, ia bertindak untuk mengubah atau memperbaiki situasi.

Bertolak belakang dengan optimisme, pandangan pesimistis akan menganggap kegagalan dari sisi yang buruk. Umumnya seorang pesimis sering kali menyalahkan diri sendiri atas kesengsaraannya. Ia menganggap bahwa kemalangan bersifat permanen dan hal itu terjadi karena sudah nasib, kebodohan, ketidakmampuan, atau kejelekannya. Akibatnya, ia pasrah dan tidak mau berupaya.

Berpikir positif juga menjadi kunci sukses untuk mengelola stres. Optimisme akan membuat seseorang menghadapi situasi tidak menyenangkan dengan cara positif dan produktif.

Para ilmuwan telah membuat kesimpulan atas riset selama puluhan tahun tentang manfaat berpikir positif dan optimisme bagi kesehatan. Hasil riset menunjukkan bahwa seorang optimis lebih sehat dan lebih panjang umur dibanding orang lain apalagi dibanding dengan orang pesimis. Para peneliti juga memperhatikan bahwa orang yang optimistis lebih sanggup menghadapi stres dan lebih kecil kemungkinannya mengalami depresi. Berikut ini beberapa manfaat bersikap optimis dan sering berpikir positif:

  1. Insya Allah, lebih panjang umur.
  2. Lebih jarang mengalami depresi.
  3. Tingkat stres yang lebih kecil.
  4. Memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit.
  5. Lebih baik secara fisik dan mental.
  6. Mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

 

Fren, ada beberapa tips dan prinsip agar kita selalu menjadi optimis:

a.     Kunci menjadi optimis adalah memaksimalkan kesuksesan kita dan mengurangi kegagalan kita.

b.    Tidak ada salahnya mengakui kekurangan kita, tapi fokus pada kelebihan kita akan jauh lebih baik.

c.      Ketika kita mengalami sebuah kegagalan, ingat bahwa ada pelajaran yang bisa kita petik, dan itu membuat kita selangkah lebih maju mendekati kesuksesan kita.

d.    Ucapkan kata-kata motivasi dalam kehidupan kita setiap hari. Ini membantu memotivasi kita.

e.     Jangan fokus pada sisi negatif, tapi fokuslah pada sisi positifnya. Dan tidak perlu mengira-ngira bahwa hal negatif yang akan datang. Kalau mau dirasakan, menjadi pesimis itu sebenarnya lebih berat daripada menjadi optimis. Kalau tidak percaya, silakan bandingkan sendiri.

f.       Ingat selalu kalau kita punya kesempatan yang tak terbatas untuk meraih sukses di masa depan.

[*]

Saya pernah punya impian menjadi seorang PNS alias abdi negara. Setelah 2 tahun mencoba, namun tak jua berhasil. Alhamdulillah, kembaran saya yang lebih dulu lolos menjadi seorang PNS. Saya sangat bersyukur. Hingga kini kami tetap berkolaborasi bersama untuk memproduksi karya juga dalam hal bisnis. Insya Allah, saya tetap bisa jadi PNS di ranah yang lain: Penulis Nan Sensasional hehe, Pengusaha Nan Sukses, Pendamping hidup Nan Salihah, uhuy banget, kan?

[*]

Hidup adalah sebuah perjalanan misteri yang telah, sedang, dan akan kita hadapi dalam dunia ini. Realistis dalam hidup berarti kita melihat hidup dengan segala potensi yang ada dalam diri kita, sehingga dengan sikap realistis itulah kita bisa menentukan langkah dan arah yang harus kita lakukan. Dari salah satu novel Tetralogi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, akan didapatkan dua hal tentang realistis dalam menjalani hidup yaitu pesimis dan optimis.

Ketika si Ikal menemukan sebuah kerealistisan hidup tentang bagaimana ia dan teman-temannya, saat daya fikir realistis itu datang dia menejemahkannya pada sebuah pesimistis. Mereka yang hanya anak-anak orang miskin meski bekerja sekuat tenaga untuk biaya sekolah dan meringankan beban orang tua ketika tamat sekolah nanti mungkin hanya akan menjadi tukang cuci di warung, menjadi kuli, atau pekerja kasar lainnya. Dari lingkar kepesimisan Ikal itu maka muncullah dampak negatif yang menjadikan semangat jiwanya menjadi mundur, dan tak tanggung-tanggung sikap pesimisnya yang terepresentasi dari realistis itu menyumbangkan kemerosotan yang sangat dalam di kehidupannya. Hingga pada akhirnya Arai memberi pencerahan untuk tidak mendahului nasib.

Mungkin setelah lulus nanti mereka hanya akan menjadi kuli, nelayan, atau pekerja-pekerja lainnya, tapi selama mereka masih disini menduduki bangku pendidikan, siapalah yang dapat menduga masa depan nanti. Bukannya berpatah semangat atas realita yang sebenarnya belum jelas akhirnya, namun tetaplah berjuang sekuat tenaga demi mencapai mimpi dan cita-cita yang telah digantungkan setinggi langit. Itulah sebenarnya realistis dengan berpandangan penuh optimis.

Fren, dengan kemampuan yang ada saat ini, jangan sampai kita berhenti akan tetapi dengan kemampuan inilah seharusnya kita berusaha berbuat yang terbaik semaksimal mungkin. Faktor lingkungan, kurang percaya diri dan trauma kegagalan di masa lalu merupakan penyebab yang sering timbul yang menyebabkan orang menjadi pesimis. Jika kita hidup di lingkungan yang serba pesimis maka akan menggerus sikap kita yang optimis. Terkadang kita mematikan "hero" di dalam diri kita sebelum kita maju bertanding.

         

Layang-layang dimainkan dengan kepala tegak, bukan dengan menunduk. Layang-layang diterbangkan, bukan dengan wajah ke arah bawah, tapi dengan menatapnya ke angkasa. Begitu pula dengan kita, optimisme dimulai dengan membangun harapan, bukan dengan rasa takut dan kesedihan!

 


 

 

 

 

Saturday, November 28, 2020

SAAT DIRI BELAJAR MEMBUKA MATA HATI

Saturday, November 28, 2020 0 Comments

 



Kejadian ini bermula saat saya merasa ada sesuatu yang tak biasa pada sahabat saya. Seseorang yang saya kenal sejak kelas 1 SMP. Saat akhir cawu di kelas 1 itu kami memutuskan untuk duduk sebangku dan berjanji jika naik kelas 2 dan kami menjadi satu kelas, kami akan menjadi teman sebangku lagi.

Alhamdulillah, kami menjadi teman sebangku sampai lulus SMP. Kami pun diterima di SMA yang sama, SMA favorit di kota kelahiran saya.

Pagi itu, ia tampak murung. Meskipun senyum dan tawa selalu menghiasi wajahnya, mencoba menutupi sesuatu yang membuat kalut hati dan pikirannya. Namun, saya tetap bisa menangkap kalau ada sesuatu yang tidak beres. Kami sudah bersahabat lebih dari 3 tahun.

Saya menunggu waktu yang tepat untuk bertanya secara personal. Sampai akhirnya, ia pun berani mengungkapkan dan menceritakan semuanya. Hai Dears, you’re not alone! Saya tenangkan dia. Saya peluk. Lalu, saya ajak dia jajan nasi kare yang lezat di kantin dekat sekolah.

[*]

Sahabat SUPERTWIN, peduli adalah sebuah nilai dasar dan sikap memerhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di sekitar kita. Peduli adalah sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri dalam persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi di sekitar kita.

Orang-orang peduli adalah mereka yang terpanggil melakukan sesuatu dalam rangka memberi inspirasi, perubahan, kebaikan kepada lingkungan di sekitarnya. Ketika ia melihat suatu keadaan tertentu, ketika ia menyaksikan suatu kondisi masyarakat maka dirinya akan tergerak melakukan sesuatu. Apa yang dilakukan ini diharapkan dapat memperbaiki atau membantu kondisi di sekitarnya.

Sahabat SUPERTWIN, sikap peduli adalah sikap keterpanggilan untuk membantu mereka yang lemah, miskin, membantu mengatasi penderitaan, dan kesulitan yang dihadapi orang lain. Orang-orang peduli adalah orang-orang yang tidak bisa tinggal diam menyaksikan penderitaan orang lain.

Sikap peduli adalah sikap untuk proaktif dalam mengatasi masalah-masalah di masyarakat dengan menggunakan dan memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat. Sikap peduli adalah sikap kesediaan untuk memberi solusi terhadap persoalan masyarakat. Agar masyarakat dapat mau berdonasi, agar masyarakat mau menyumbang, agar masyarakat memilih kerelawanan sehingga mau membantu kesulitan saudara-saudara kita. Peduli adalah sikap untuk memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, selalu tergerak membantu kesulitan manusia lainnya. Sikap peduli adalah sikap untuk berusaha membangkitkan kemandirian yang ada di masyarakat.

Sahabat SUPERTWIN, orang-orang yang peduli adalah orang-orang yang tidak bisa tinggal diam saat melihat kelemahan, anti bersikap berpangku tangan dan membiarkan keadaan-keadaan yang buruk terus terjadi di masyarakat.

Percayakah kita kalau sikap peduli adalah salah satu sumber dari kebahagiaan dan juga sangat erat hubungannya dengan ilmu fisika dan hukum sebab akibat? Hoho. Sedikit belajar ilmu Fisika juga nih! Dalam ilmu Fisika kita mengenal Hukum Newton III yaitu “Gaya aksi reaksi”. Hukum ini menyatakan bahwa jika kita memberi aksi kepada suatu benda, maka kita akan menerima reaksi yang sama seperti aksi yang kita berikan. Hal ini juga berlaku pada kehidupan sehari-hari, bila kita peduli dan membantu orang lain, sering menolong, dan membantu orang lain maka kita juga akan menerima reaksi yang sama seperti aksi peduli yang kita berikan.

Contoh paling simpel dari sikap peduli adalah senyum dan sapa, bila kita berjalan dan bertemu seseorang cobalah untuk menyapa atau tersenyum, maka secara spontan orang tersebut akan bereaksi untuk membalas sapaan atau senyuman kita. Dan secara tidak langsung kita juga telah berbagi kebahagiaan, sebab senyum adalah wajah dari kebahagiaan dan merupakan perwakilan dari niat baik kita.

Kepedulian juga merupakan salah satu bentuk dari Hukum Kekekalan Energi. Sebagaimana kita ketahui bahwa energi yang kita berikan tidak akan hilang, ia hanya berubah bentuk. Karena itu, kepedulian yang kita berikan pada orang lain tidak akan hilang dan akan kembali lagi kepada pemberinya. Saat kita peduli dan membantu sesama maka hati kita akan terisi sesuatu yang tak terbeli oleh uang yaitu kepuasan dalam hati yang tak terperikan yang membentuk kebahagiaan.

Sikap peduli juga erat kaitannya dengan hukum sebab akibat yang bermakna bahwa apa yang kita dapat sekarang adalah hasil dari apa yang kita perbuat sebelumnya, atau apa yang kita dapat sebagai akibat dari yang kita perbuat. Jika kita bisa bahagia sekarang itu karena dulu kita peduli dan karena pedulilah kita bisa bahagia.

Sahabat SUPERTWIN, sikap peduli memberikan pelajaran bahwa ketika kita peduli terhadap sesama dan memberi kebahagiaan pada orang-orang yang membutuhkan, justru saat itulah kebahagiaan akan menyelimuti hati kita.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah [5]: 2)






 

 

Sunday, October 18, 2020

HAI SALIHAH, LAKUKAN TIPS INI AGAR PEKERJAAN DAN BISNISMU MAKIN SEHAT JUGA PENUH BERKAH

Sunday, October 18, 2020 0 Comments

 



Barang siapa yang di waktu sorenya merasakan kelelahan karena bekerja, berkarya dengan tangannya sendiri maka di waktu sore itu pulalah ia terampuni dosanya.(HR. Thabrani dan Baihaqi).

Mari sejenak kita tengok sosok mulia yang sangat menginspirasi: Khadijah binti Khuwalid, Ummul Mukminin. Siti Khadijah merupakan sosok wanita pengusaha sukses yang bisa menjalankan prinsip-prinsip bisnisnya dengan baik: bagaimana memanfaatkan modal, memilih mitra kerja, merekrut karyawan, dan—tak kalah penting—memikirkan strategi pemasaran untuk usahanya.

Kesuksesan Siti Khadijah sebagai entrepreneur inilah yang sudah semestinya di jadikan contoh oleh para muslimah di dunia Islam. Prinsip yang mendasar dari seseorang yang ingin mengawali dirinya untuk menjadi seorang entrepreneur adalah adanya keyakinan dan keinginan untuk menjadi pengusaha, yang kedua memiliki skill dan bidang usaha apa yang akan ditekuni, lalu memiliki permodalan untuk membangun usaha, yang terakhir adalah pangsa pasar.

Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mulia dan pada gilirannya beliau menjadi seorang wanita yang cerdas dan agung. Dikenal sebagai seorang yang teguh dan cerdik dan memiliki perangai yang luhur. Karena  itulah banyak laki-laki dari kaumnya menaruh simpati kepadanya.

Setelah bercerai dengan suami yang pertama, banyak dari para pemuka-pemuka Quraisy yang menginginkan Khadijah untuk dijadikan istri. Tetapi, Khadijah lebih memprioritaskan perhatiannya dalam mendidik putra-putrinya, juga sibuk mengurusi perniagaan yang kemudian menjadi hasil usaha yang dikelolanya. Khadijah menjadi seorang yang kaya. Karena kepandaian dan kejeliannya, ia kemudian menawarkan Muhammad yang pada saat itu belumlah diangkat menjadi nabi, untuk menjual dagangannya. Kejujuran dan sikap profesional yang dimiliki Muhammad dalam berdagang, membuat kekayaan Khadijah semakin bertambah banyak.

Khadijah memiliki wajah yang cantik, berasal dari keturunan yang terhormat, memiliki martabat karena kepandaian dan kecerdasannya, dan ia juga adalah wanita yang kaya raya. Maka tidaklah mengherankan dengan kondisi yang demikian itu semakin banyak para pemuka Quraisy yang terhormat dan kaya raya ingin menjadikan Khadijah sebagai istri. Singkat cerita, semua tawaran tersebut ditolak oleh khadijah, karena hatinya telah tertambat pada pribadi yang tepercaya, jujur, profesional dalam bekerja, dan memiliki akhlak yang mulia, ia adalah Muhammad. Dan Allah menakdirkan mereka untuk menikah, walaupun pada waktu itu, umur Khadijah yang telah sampai di usia 40 tahun, kecantikannya tetap memesona Muhammad yang berumur 25 tahun.

Keutamaan Khadijah diriwayatkan sebagaimana sabda Rasulullah saw: "Tidaklah Allah mengganti untukku (istri) yang lebih baik darinya (Khadijah). Dia beriman kepadaku saat orang-orang kufur. Dia memercayaiku saat orang-orang mendustaiku. Dia memberikan hartanya kepadaku saat orang-orang mengharamkan harta untukku. Dan dia memberikan aku anak saat Allah tidak memberikan anak dari istri-istriku yang lain."

Khadijah adalah sosok wanita pilihan yang Allah Swt. amanahkan untuk mendampingi Muhammad dalam menjalani tugasnya sebagai Rasul Allah.

[*]

Muslimah selalu identik dengan urusan dapur dan merawat anak. Tapi, ada jutaan muslimah memiliki talenta kuat dalam dunia usaha yang bisa meraup pundi-pundi finansial melebihi kemampuan laki-laki. Di antara mereka, tetap ada yang ingin mengurus rumah tangga (bagi yang sudah menikah), mendidik anak dan tanpa harus menjadi wanita karir yang harus masuk kantor dari pagi hingga malam.

Sayang, di antara mereka masih kebingungan menentukan keputusan. Di bawah ini ada beberapa tips dan hal-hal yang tak boleh diabaikan.


a.   Niatkan membantu keluarga

Menentukan niat adalah awal yang akan sangat menentukan perjalanan selanjutnya. Selain karena Allah Swt memberi nilai segala perbuatan berdasarkan pada niatnya, lebih dari itu niat inilah yang semenjak awal membentuk pola pikir kita sehingga nantinya mengarahkan pilihan dalam menentukan berbagai kebijakan. Berarti dia pulalah yang akan menyetir arah berkembangnya karir dan usaha seseorang.

Muslimah yang sejak awal berniat mengembangkan usaha demi ambisi kesuksesaan pribadi atau mengumpulkan kekayaan, bisa jadi akan mengorbankan banyak kepentingan keluarganya jika dirasa akan menghalangi langkahnya dalam mencapai niat awal ini. Jelas, ini tak diperbolehkan dalam Islam. Bagi yang sudah menikah, selama masih ada suami sebagai penopang nafkah keluarga, niat terbaik bagi istri untuk membuka usaha adalah dalam rangka membantu suami mencari nafkah. Dalam batas ini, maka kepentingan karir suami tetap dinomorsatukan.


b.   Pekerjaan yang aman

Kriteria ‘aman’ bagi seorang muslimah adalah manakala kondisi pekerjaan tersebut bisa disesuaikan dengan karakter fisik dan psikisnya yang khas. Mempertahankan karakter keibuan yang feminin misalnya, tetap harus dilakukan dengan cara memilih jenis-jenis pekerjaan yang diperkirakan tidak terlalu maskulin agar tidak mengikis karakter keibuannya.

Pekerjaan yang tidak harus menguras keletihan fisik akan jauh lebih baik, karena keluarga masih menunggu sumbangan tenaga dan pikiran kita di luar urusan kantor. Dan ini tak akan sukses dilakukan jika secara fisik kita sudah kelelahan.


c.    Selesaikan urusan rumah

Bereskan urusan keluarga sebelum menangani yang lain, itu prinsip yang tak boleh dilepas. Sepagi apapun meeting dijadwalkan di tempat tugas, pastikan bahwa urusan di rumah sudah tak ada masalah. Jika berencana pulang kerja agak terlambat, atau bahkan harus meninggalkan rumah lebih dari sehari, persiapkan segala sesuatu di rumah seberes mungkin. Semua itu perlu dilakukan agar keluarga tidak terlantar.


d. Dukungan anggota keluarga

Bekerja dan menuntaskan segala sesuatunya seorang diri, mustahil. Perlu dukungan dan pengertian dari orang-orang di sekitar kita. Bagi muslimah yang sudah berkeluarga ridha suami adalah di atas keutamaan yang lain. Pengertiannya terhadap masalah yang dihadapi istri bekerja menjadi teramat penting. Apalagi manakala terjadi hal-hal mendesak, seperti tugas-tugas yang luar biasa padat, yang membutuhkan waktu di luar jam kerja biasanya, atau di saat-saat keluarga membutuhkan lebih banyak perhatian seperti saat anak sakit.


***

Nah, ketika kita memilih untuk berbisnis, lalu kita memutuskan ingin memiliki online shop atau mungkin bisnis di bidang jasa, agar tetap bisa beraktualiasai dari rumah, sambil momong anak. Maka, saya punya satu tips ampuh agar keuangan pribadi/keuangan rumah tangga, dan keuangan bisnis selalu sehat. Tips itu adalah PISAHKAN ANTARA UANG PRIBADI DENGAN UANG BISNIS. Kalau suatu saat terpaksa memakai uang bisnis, maka catatlah pemakaian uang itu sebagai HUTANG. Saat ini pun saya masih terhitung belajar menerapkan tips ini.

Satu tips ini silakan dicoba dan buktikan, juga teladani sosok inspiratif seorang muslimah yang sukses berbisnis yaitu Bunda Khadijah. Salah satu hikmah yang bisa kita petik dari kisah hidup Khadijah adalah keuletannya, kesungguhannya, kecerdasan dan ketelitiannya dalam menjalankan usaha perdagangan. Tetapi, semua usahanya itu tidaklah ia jadikan semata-mata untuk kesenangan yang bersifat keduniawian semata. Sebagaimana sabda Rasulullah, Khadijah dengan rela memberikan hartanya untuk kepentingan dakwah Rasulullah. Dan hal itu, ia lakukan sampai ajal menjemputnya.

Dengan demikian, bekerja termasuk dalam ibadah yang juga bernilai pahala di sisi Allah Swt. Islam tidak menghalangi kaum perempuan untuk produktif dalam mencari karunia Allah Swt di dunia ini dengan bekerja. Bahkan, Islam menganjurkan agar kaum perempuan tidak kalah produktifnya dengan kaum laki-laki.  

Allah Swt memberikan pilihan bagi kaum perempuan, apakah ia mau memilih sebagai pekerja, perempuan karier, pengusaha, atau sebagai ibu rumah tangga. Semua itu sama baiknya. Selama ia menjaga kehormatannya, harga dirinya, dan taat pada aturan yang telah Allah Swt tetapkan. Apapun pilihannya, Insya Allah akan bernilai pahala.

Kisah Siti Khadijah, Allah Swt telah mengabadikan teladan bagi kaum wanita. Khadijah adalah perempuan yang cerdas, ibu rumah tangga yang amanah, pendidik bagi anak-anaknya, pengusaha yang sukses, istri seorang Nabi dan Rasul, dan pejuang di jalan Allah.  Dan tidaklah mungkin Allah Swt jadikan Khadijah sebagai teladan jika tidak mungkin untuk diteladani. Karena pada dasarnya, kaum perempuan adalah kaum yang mampu melakukan semua itu. Wallahu'alam.