Jejak Karya

Jejak Karya

Monday, May 03, 2010

Half A Dien… (SERU, JANGAN DIANGGAP TABU!!!)

Monday, May 03, 2010 0 Comments

“Barangsiapa menikah (beristri), maka dia telah melindungi (menguasai) setengah agamanya, karena itu hendaklah dia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang setengahnya lagi.” (Shahih, HR. Ath-Thahawi, Al-Hakim) Kesehatan reproduksi dan pernikahan adalah dua hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sebagai manusia. Kesehatan reproduksi yang terjaga akan meningkatkan potensi lahirnya generasi penerus yang cemerlang. Sedangkan pernikahan yang menenangkan, menentramkan, dan penuh cinta kasih adalah idaman setiap insan. Pengetahuan akan kedua hal ini sudah menjadi landasan pokok bagi setiap orang yang siap menikah atau berada pada usia reproduksi aktif. Dengan memiliki ilmu yang bermanfaat, kita akan terjaga dari berbagai malapetaka yang menimpa banyak dari kaum muslimin saat ini. SO…
Ikuti : Seminar “Kesehatan Reproduksi Seputar Pernikahan”!!!
Hari, Tanggal : Kamis, 13 Mei 2010
Waktu : 07.00-15.00
Tempat : Aula Fakultas Kedokteran UI, Jalan Salemba Raya No.6 Jakarta Pusat
Ada juga Pameran dan Bazaar Buku Islam di selasar aula FK UI
Harga tiket :
- Pelajar : Rp 80.000,-
- Mahasiswa dan Umum : Rp 100.000,-
Fasilitas : Seminar kit, doorprize, snack, makan siang
Souvenir menarik untuk 50 pendaftar pertama!!!
***
SUSUNAN ACARA
07.00-08.00 : Registrasi
08.00-08.10 : Sambutan [Prof. Dr. Junizaf, dr., Sp. OG. (K)]
SESI I : KETIKA DUA INSAN BERTEMU
08.10-08.35 : Kesehatan reproduksi dalam perspektif medis dan Islam [Prof. Fr. Dadang Hawari, dr. Sp. KJ. (K)]
08.35-09.00 : Mengenal lebih dekat organ dan sistem reproduksi kita [dr. Andon Hestaintoro, Sp. OG. (K)]
09.00-09.20 : Diskusi
09.20-09.30 : Rehat
SESI II : MEMBANGUN PILAR KELUARGA
09.30-09.55 : Seksologi pernikahan dan perencanaan keluarga [Prof. Dr. dr.med. Akmal Taher, Sp. U. (K)]
09.55-10.20 : Penyakit yang mengancam kesehatan reproduksi [Dr. Dwiana Ocviyanti, dr., Sp. OG (K)]
10.20-10.40 : Diskusi
10.40-10.50 : Rehat
SESI III : MENANTI SANG BUAH HATI
10.50-11.15 : Seluk beluk kehamilan yang normal [dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG.(K)]
11.15-11.40 : ASI dan susu formua, mana yang terbaik untuk bayi anda? [dr. Anita Juniatiningsih, Sp.A (K)]
11.40-13.00 : ISHOMA
SESI IV : MENGGAPAI KELUARGA MADANI
13.00-14.20 : Membentuk Keluarga Sakinah [Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin, Lc]
14.20-14.50 : Diskusi
***
Adanya seminar ini diharapkan dapat menjadi suatu titik cerah bagi permasalahan kesehatan, sekaligus sebagai jawaban bagi banyak pertanyaan seputar pernikahan, dari segi medik dan Islam. Terlebih lagi, peserta dapat tergerak untuk membantu menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Kebersamaan ini akan sangat berperan dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat.
***
Bagi yang ingin ikut, bisa menghubungi saya ya!!!
PESERTA TERBATAS 300 orang!!!
Seminar ini dipersembahkan oleh : Forum Studi Islam Senat Mahasiswa – Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Jakarta, 030410_03:29
Aisya Avicenna

The Power Of Breakfast

Monday, May 03, 2010 0 Comments

Ahad.. FULL SEMANGADHH!!! Pagi ini (pukul 07.00) siap-siap meluncur ke Taman Simanjuntak, kawasan Kebon Nanas Selatan, Jakarta Timur. What will I do??? Hmm, ahad pagi ini ada acara “The Power of Breakfast” yang diselenggarakan oleh pengurus ranting “Padi Emas”. Waw, sampai di sana acara sudah mau dimulai. Acaranya diawali dengan senam bersama. Wuih, bersama ummahat-ummahat, abi-abi, ikhwan-ikhwan, dan akhwat-akhwat.. plus dimeriahkan celoteh jundi-jundi mungil mereka. Hmm, seru banget senamnya!!
Meski geli juga karena sound systemnya terbatas, jadinya seperti bergerak tanpa musik. Tapi ya ga papalah… tidak mengurangi semangat kami untuk riyadhoh bersama. Saat tengah asyik mengikuti gerakan dari instruktur senam, tiba-tiba ada akhwat kecil di sampingku yang berteriak ke umminya yang berbaris di depanku, “Ummi, senamnya yang bener dong!!!”. Hihihi, lucu! Umminya juga tersenyum dan berkata, “Yang penting kan gerak..”
Setelah senam, kami berkumpul di bawah pohon untuk mendengarkan sedikit tausyah dari instrukur senamnya. Dalam tausyah singkatnya, beliau menyampaikan tentang arti penting menjaga kesehatan. Makanan yang kita makan sangat berpengaruh pada kesehatan kita. Makanan kita harus bergizi, jangan sering makan fastfood (junk food) karena makanan tersebut tidak baik untuk kesehatan. Sehat akan sangat terasa indah jika sakit sudah menghampiri kita. Oleh karena itu, agar kesehatan kita tetap terjaga, maka kita harus selektif juga dalam memilih makanan kita. Alhamdulillah, kalau di Indonesia masih banyak ummahat yang bisa memasakkan untuk bapak-bapak dan anak-anaknya sehingga tidak bergantung pada makanan cepat saji seperti halnya di luar negeri. Selain dengan menjaga pola makan dan memperhatikan apa yang dimakan, cara lain untuk menjaga kesehatan adalah dengan olahraga teratur. Dengan berolahraga akan meningkatkan daya tahan tubuh dan menguatkan otot, bahkan akan menambah semangat kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dan ingat bahwa, MUSLIM YANG KUAT LEBIH DISUKAI ALLAH DARIPADA MUSLIM YANG LEMAH, kan??? AYO SEMANGAT BEROLAHRAGA!!!!
Setelah itu, kami sarapan bersama… Subhanallah, indahnya ukhuwah ini!!! Setelah sarapan, beberapa ummahat membagikan vitamin dari Bulan Sabit Merah pada ibu-ibu yang juga sedang berada di Taman Simanjuntak. Pukul 08.30 acarapun selesai…
Jakarta, 030510_03:56
Aisya Avicenna

Senja Bersenandung Ar Rahman

Monday, May 03, 2010 0 Comments

Sebait kisah masa lalu
Melintas di benakku
Saat kuingat suatu senja
Menyimpan lembaran cerita
Indah..

Kala itu..
Jingga terlukis manis di ufuk barat
Sahut-sahutan panggilan sholat
Tak terkecuali di mushola itu
Sholat Maghrib ditegakkan
Lantunan Ar Rahman terdengar menawan
Syahdu…
Menembus dinding bersekat kayu…
Membahana menelusup rongga-rongga jiwa
“Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?”

Sawangan, 230310_11:45
(Di sela-sela diklat prajabatan)
Aisya Avicenna

Saturday, May 01, 2010

TIDUR CANTIK BAGI MUSLIMAH…

Saturday, May 01, 2010 2 Comments

Tidur bagi muslimah merupakan saat yang sangat penting. Karena dalam tidurnya ia mengumpulkan tenaga untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, ketika tidur hati seorang muslimah di antara jemari Allah. Seorang muslimah cantik karena agamanya. Jadi tidurnya pun harus cantik. Hendaknya seorang muslimah menjaga adab-adab dalam tidur dengan adab yang diajarkan dalam agama Islam. Bagaimana adab-adabnya?
1.Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja’ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah rodhiyallahu ‘anhu:
“Bahwasanya Rasululloh sholallahu ‘allaihi wassalam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [H.R. Bukhari dan Muslim]

2.Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” [H.R. Bukhari dan Muslim]

3. Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rosululloh: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” [H.R. Bukhari dan Muslim] “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” [HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban]

4. Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

5. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, antara lain:
a. Membaca ayat kursi.
Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh.
b.Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud,At-Tirmidzi)

6.Hendaknya mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa berikut:
“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.”
“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

7.Disunnahkan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan doa:
“laa ilaha illallahu waahidulqahhaaru rabbussamaawaati wal ardhi wa maa baynahumaa ‘aziizulghaffaru.”
“Tidak ada Illah yang berhak diibadahi kecuali Alloh yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” (HR. Al-Hakim I/540 disepakati dan dishohihkan oleh Imam adz-Dzahabi)

8.Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut:
“a’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.”
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi]

9.Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar: “Bahwasanya Rosululloh sholallahu ‘alaihi wassalam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau sholallahu ‘alaihi wassalam memakai celak pada kedua matanya sebanyak 3 kali goresan.” [HR. Ibnu Majah]

10.Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam: “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” [HR. Al Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan Abu Dawud]
Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sebelum berdiri dari tempat pembaringan, yaitu:
“Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilayhinnusyuur.”
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

11.Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul) pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dada dari kemarahannya kepada manusia lainnya.

12. Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan.

13. Hendaknya segera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Allah dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu.

14. Setelah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan.
“Maka bangunlah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” [HR. Muslim]

15. Bersiwak.
“Apabila Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” [HR. Al Bukhari dan Muslim]

16. Beristinsyaq dan beristintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung). “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.”[(HR. Bukhari dan Muslim]

17. Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam: “Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

18.Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun. [HR. Abu Daud, At-Tirmidzi]

19. Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa. [HR. Muslim]

20. Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun kemudian meludah ke kiri tiga kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. Atau bangun dan shalat bila mau. [HR Muslim]

21. Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut. [HR. Muslim]

berbagai sumber

Jakarta, 300410_02:53
Hmm… tadi bangun jam 23:45… terjaga sampai detik ini..
Dan sekarang saatnya tidur lagi… sampai menjelang subuh…Zzzz…
Aisya Avicenna

Siap-siap Biar Bener-bener SIAP!!!

Saturday, May 01, 2010 0 Comments

Menurut Ustadz Usman Sudarmaji (salah satu ustadz di UNS), usia 23-30 tahun adalah usia “kritis” untuk mengambil keputusan besar dalam hidup. Dua di antaranya adalah keputusan untuk BEKERJA dan keputusan untuk MENIKAH!!! Yaa… saya sangat sepakat dengan beliau! Buat saudara-saudara saya yang memasuki usia tersebut, terutama yang ingin segera membuat keputusan yang point 2, berikut ini saya mencoba berbagi inspirasi lewat artikel yang ditulis oleh Aa’ Gym. Saya tidak bermaksud untuk memprovokasi lho (tapi kalau ada yang terprovokasi yaa…ga papa lah ^^!), saya hanya ingin berbagi ilmu yang pernah saya dapat dari beliau. Okey… Setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Salah satu kebahagiaan itu dapat diraih dengan hidup berumah tangga. Untuk meraih kebahagiaan dalam berumah tangga pun butuh persiapan. Nah, berikut ini ada beberapa persiapan yang perlu diperhatikan agar rumah tangga kita menjadi surga kita di dunia ini… Check it out!!!
Pertama, software-nya, yakni qalbu kita yang harus selalu yakin kepada Allah. Karena, yang bisa menimbulkan orang stress, tidak menerima kenyataan, sekali-kali bukan karena masalahnya. Melainkan, karena keyakinan dia yang lemah kepada Allah. Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa diri kita ini milik Allah. Calon istri kita milik Allah. Calon suami kita milik Allah. Yang mengetahui segala perasaan yang ada pada diri kita adalah Allah. Yang memerintahkan kita menikah adalah Allah. Pernikahan terjadi juga dengan ijin Allah. Bahkan kebahagiaan yang kita raih pun adalah karena pertolongan Allah. Jadi, kuncinya adalah Allah. Kalau kita tidak yakin kepada Allah, kita tidak akan mendapatkan kuncinya. Allah-lah yang menjanjikan kita berpasang-pasangan. Allah-lah yang menyuruh kita menikah. Dan nikah itu ibadah. Sedang Allah menyuruh kita ibadah. Kita tidak usah merasa ragu-ragu lagi. Maka, kembalikanlah segalanya kepada Allah. Kita tidak boleh su'udzon sedikit pun. Tidak boleh merasa rendah diri karena penampilan kita yang kurang menarik, orang tua miskin, pendidikan rendah. Kalau kita merasa demikian, berarti kita telah menghina Allah. Sebab, wajah kita bukan milik kita. Harta kita bukan milik kita. Ilmu kita bukan milik kita. Semuanya milik Allah.
Kedua, tingkatkan kepribadian kita supaya kita disukai ALlah. Perbaikilah apapun yang dapat kita lakukan; akhlak kita, perbuatan kita, tingkah laku kita. Jagalah pandangan, bergaullah dengan lawan jenis dengan cara yang disukai Allah. Tidak usah sibuk dengan penampilan yang dibuat-buat seperti mejeng dan ngeceng. Sebab, sesungguhnya tidak ada yang luput dari pandangan Allah. Apapun yang kita perbuat pastilah disaksikan-Nya. Maka, meningkatkan kualitas diri supaya disukai Allah adalah hal yang paling penting. Kemudian, yang tidak kalah pentingnya, kita harus latihan meningkatkan kedewasaan. Karena, untuk membangun rumah tangga tidak cukup hanya dengan kemauan, keinginan, dan uang. Rumah tangga adalah samudera masalah. Kadang-kadang kita merasa bosan dengan istri kita. Sebelum menikah kita merasa bahwa dialah yang paling cantik di dunia. Tapi setelah menikah, tidak jarang orang yang merasa di dunia ini banyak yang cantik, kecuali istrinya. Hal ini harus dikendalikan dengan kedewasaan. Jangan sampai kita tergelincir dan jatuh ke jurang maksiat hanya karena masalah seperti ini. Belum lagi dengan masalah lain yang sangat berpotensi untuk menimbulkan sengketa. Mertua kita, adik ipar kita yang tinggal serumah dengan kita. Bahkan anak kita sendiri yang masih bayi, misalnya. Semuanya bisa berpotensi untuk bermasalah kalau kita tidak dewasa dan arif menghadapinya. Hanya dengan kedewasaan dan kearifanlah semua masalah bisa diselesaikan. Seorang suami yang tidak matang, tidak dewasa, tidak arif, ia lebih banyak menambah masalah daripada menyelesaikan masalah.
Ketiga, persiapan ilmu, terutama ilmu agama. Dengan ilmu agama, kita akan bisa beribadah dan beramal dengan benar. Dan Allah pun siap menolong kita, kalau kita beribadah dan beramal dengan benar. Ilmu agama penting dikuasai supaya kita tahu standar yang benar. Kita pelajari rumah tangga Rasulullah SAW, karena memang hanya rumah tangga beliaulah yang menjadi acuan yang tepat dalam menegakkan keluarga Islami. Kita dapat bercermin dari sejarah rumah tangga beliau. Ketika ia pulang ke rumah malam hari, lalu ketika pintu diketuk tidak ada juga yang menyahut karena istrinya tertidur, Rasulullah tak berani membangunkan. Akhirnya ia berbaring di depan pintu. Kita mungkin belum bisa seperti itu. Tetapi paling tidak, kita memiliki standar yang jelas.
Keempat, belajarlah ilmu umum, seperti ilmu kesehatan, ilmu merawat tubuh, cara memahami wanita (bagi suami). Bagaimana menghadapi istri saat menjalani ngidam, saat kehamilan, saat melahirkan, dls. Begitupun istri harus memahami bagaimana perilaku suami, bagaimana emosinya, bagaimana karakternya. Maka, belajar ilmu psikologi yang banyak berkaitan dengan hal-hal seperti ini sangat diperlukan.
Kelima, persiapkan dan tingkatkanlah keterampilan. Seperti keterampilan menata rumah, mencari tambahan penghasilan, memasak, keetrampilan menekan biaya hidup, dll. Hal ini perlu dilakukan baik oleh calon suami maupun oleh calon istri. Sebab, setelah menikah bagi keduanya masing-masing berpeluang berpisah. Suami harus berpikir, misalnya ajal siap menjemput kapan saja. Maka, ketika istrinya meninggal duluan, jangan sampai kelabakan karena tidak bisa menggantikan peran istrinya. Begitupun bagi istri, ia harus siap memberi nafkah keluarga dengan meningkatkan keterampilan menambah penghasilan.
Begitulah persiapan-persiapan yang harus ditempuh bagi kaum laki-laki dan perempuan yang sudah berniat berrumahtangga. Bagi mereka yang telah maksimal mempersiapkannya, Insya Allah masalah apapun yang dihadapi, tidak akan membuat mereka goyah. Mereka tetap akan tegar dan yakin bahwa Allah akan menolongnya.
Ingatlah firman Allah berikut ini : "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui" (Q.S An-Nuur [24]:32).

Nah, sudah seperti itukah persiapan Anda..???
Jakarta, 300410_02:41
Aisya Avicenna

Bunga yang Cantik itu Kau, Saudariku…

Saturday, May 01, 2010 0 Comments

"Harta yang paling berharga di dunia adalah wanita yang solehah." (H.R. Muslim)

Wanita ibarat bunga...
Cantik indahnya pada pandangan mata hanya sementara...
Yang kekal menjadi pujaan manusia, hanyalah wanita yang mulia akhlaknya...
Karena akhlaq wanita ibarat bunga...
Tiada guna berwajah cantik tetapi akhlaq buruk...
Tiada guna juga berwajah cantik tetapi hati kosong dari ilmu...

Ibarat bunga..
Ada yang cantik bila dipandang tetapi tidak enak baunya...
Ada pula yang kurang menarik dan baunya juga kurang menyenangkan...
Ada juga bunga yang tidak menarik pada pandangan mata kasar..
Tetapi bila dihalusi dengan mata hati, ternyata amat tinggi nilainya....

Wanita adalah makhluk Allah yang amat istimewa.
Kemuliaan dan keruntuhan sesuatu bangsa terletak di tangan wanita.
Allah telah menetapkan hukumNya atas mereka…
Karena itulah...

Sebagai anak, dia menjadi anak yang sholihah...
Sebagai remaja, dia akan menjadi remaja yang bersemangat...
Sebagai isteri, dia menjadi isteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya...
Sebagai ibu, dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang...
Dan pastinya sebagai hamba Allah, dia akan menjadi hamba yang tunduk dan menyerah diri hanya kepada-Nya.
Ayo Saudariku… mewangilah sampai ke SURGA!!!

Jakarta, 300410_02:19
Aisya Avicenna

Friday, April 30, 2010

SUPERTWIN DALAM KONSER NASYID TERDAHSYAT TAHUN INI

Friday, April 30, 2010 0 Comments


TABLIGH AKBAR DAN KONSER NASYID UNTUK KEMANUSIAAN
“Persembahan untuk Rakyat Palestina”
Ahad, 25 April 2010. Pukul 13.00-18.15, Tennis Indoor Senayan Jakarta


Mentari bersinar sangat terik membakar ibukota. Setelah mengikuti “Spirit of Dhuha” bersama Ustadz Yusuf Mansyur (baca kisah lengkapnya di “SUPERTWIN feat. Ustadz Yusuf Mansyur”), dua sosok muslimah kembar itu berjalan beriringan menuju suatu area yang kan menjadi saksi bahwasanya kita semua sangat peduli dengan saudara-saudara kita di Palestina, kita sangat mengecam kebiadaban bangsa Yahudi yang telah menjadikan Palestina terjajah, negaranya menjadi lautan darah dan tiap hari kesengsaraan semakin bertambah…

Dua sosok itu tak lain dan tak bukan adalah si kembar Aisya dan Keisya Avicenna. Sampai lokasi, mereka berdua langsung membeli tiket untuk 2 sesi, setelah itu sholat Dhuhur dulu di salah satu mushola yang dipadati oleh banyak muslimah yang lain. Kemudian, sambil menunggu kedatangan saudari seperjuangannya yang satu lagi, Illiyana Jadid….mereka berdua berjalan berkeliling melihat-lihat stand-stand pameran yang kebanyakan menjual produk-produk bernafaskan Palestina. Aisya dan Keisya tertarik untuk membeli gantungan HP yang bertuliskan “Palestine di Hatiku”. Pada moment itu, Aisya juga sempat membelikan saudara kembar tersayangnya (hehe) sebuah bros hijau dan baju warna hijau juga. Duh, bahagia sekali. SUPERTWIN mang benar-benar kompak!!! Hehe…(Keisya says : “Aisya, ku berhasil merampokmu hari ini…hwkhwkhwk…”). Dasar Si Kembar!!!

Jam 13.00 mereka berdua segera memasuki stadion yang digunakan untuk tabligh akbar dan konser nasyid itu. Acara diawali dengan pemutaran film pendek yang menggambarkan kondisi Palestina, kemudian slide para sponsor, then mendadak ruangan menjadi gelap…kemudian terdengarlah lantunan syahdu tasmi’ dari seorang ikhwan kecil. Subhanallah, Aisya dan Keisya langsung terpana dibuatnya. Suaranya begitu merdu, seorang qori’ kecil, menyenandungkan hafalan ayat-ayat suci Al Qur’an dengan tartil. Semangat SUPERTWIN pun menjadi terbakar, untuk terus berusaha menghafalkan ayat-ayat CINTA-Nya….

Kemudian ada penampilan tari yang dibawakan oleh 7 orang ikhwan, ntah dari daerah mana. Yang jelas, bagus banget dan atraksinya sangat keren. Pasca itu, muncullah 2 MC yang membawakan acara, dilanjutkan penampilan spektakuler dari munsyid heroic, “IZZATUL ISLAM”. Wow, senayan semakin menggelora saja!!! DAHSYAT. IZIS membawakan nasyid-nasyid yang menghentak!!!

Selanjutnya ada penyampaian orasi dari DR.H. Muqoddam. Hmm, SUPERTWIN sudah siap dengan note kecil dan pena masing-masing untuk mencatat inspirasi yang didapat. SEMANGAT MENULIS!!! Meski dalam keadaan gelap… ^^v. Poin terpenting yang beliau sampaikan, beliau menegaskan bahwasanya perjuangan kita bukanlah perjuangan hari ini saja, namun perjuangan ini adalah perjuangan abadi sampai hari kiamat nanti!!! Masjidil Aqsa merupakan bumi yang suci, bumi yang diberkati. Telah terjadi Yahudisasi di kota Yerussalem dengan mengosongkan Yerussalem dari umat islam (terjadi pengusiran besar-besaran). Peristiwa tersebut sudah menjadi perang demografi. Yahudisasi umat Islam yang lain dengan menghancurkan masjid-masjid, naskah-naskah kuno, peninggalan-peninggalan budaya Islam, madrasah-madrasah, dsb.

Oleh karena kita saudara, “Innamal mu’minuna ikhwah”…mari, kita bersama-sama membantu meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di Palestina dengan sunduq-sunduq terbaik kita, dengan doa-doa terbaik kita….

Suasana stadion semakin semarak dengan penampilan seru dan kocak dari munsyid Yogyakarta, Justice Voice, yang membawakan nasyid : “SAVE OUR MASJID”…

Save our masjid keep our hearts and our souls
Selamatkan generasi ini
Save our masjid keep our hearts and our souls
Untuk masa depan

#
Kau generasi muda janganlah engkau terlena
Habiskan waktu dengan percuma
Ikuti hawa nafsumu hanya tuk kepentingan dunia
Tanpa kau pikirkan akibatnya

##
Dan bersihkanlah diri bersihkanlah jiwa
Saat kau akan bersujud padaNya
Jangan biarkan dirimu terjerumus dalam dosa
Oh sayang hidupmu sia - sia

Kejarlah cita–citamu
Tapi jangan lupa sholatmu karna itu yang nomer 1
Untuk hidupmu

Kemudian berparodi (lucu banget) tyuz nasyid berikutnya sungguh menyentuh hati….”DUKA PALESTINA”. Keren banget JV, bisa mempermainkan emosi penonton!!!

Selanjutnya ada orasi dari : KH. Fadlan, sosok berjubah putih lengkap dengan surbannya sungguh menggetarkan stadion, mengajak kita untuk bertakbir dengan penuh kesungguhan, sampai meresap ke dalam hati, ikut merasakan duka Palestina dan mengecam kebengisan Yahudi laknatullah!!! Keluarkan suaramu…getarkan hatimu…kuatkan semangatmu…TAKBIR!!!! ALLAHU AKBAR!!!

Ada pembacaan puisi juga tentang “IRIAN JAYA/ NUU WAR” oleh Anneke Putri dan seorang ikhwan (gak tahu namanya….^^v). Aisya dan Keisya terhanyut dalam bait-bait puisi itu…karena ‘seluruh alam pun ikut bersujud’, saudara-saudara kita di Irian Jaya pun merindukan ‘jubah hijau perdamaian’, ingin rasanya bisa menegakkan ‘tonggak kepedulian’, menyibakkan ‘cahaya tersembunyi’ untuk membuka tabir kehidupan menjadi lebih baik, bebas dari perang antar suku, keterbelakangan, kebodohan, dsb. Sekali lagi, mereka pun saudara-saudara kita….

Penampilan dahyat selanjutnya dari SHOUTUL HARAKAH!!! Yang membawakan nasyid : Bingkai Kehidupan, Lirih Pembebas, dan Indonesia Memanggil.

Bingkai kehidupan

Mengarungi samudera kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
'kan menjadi saksi pengorbanan

Reff :
Allahu ghaayatunaa
Ar-Rasuulu qudwatunaa
Al-Qur'aanu dusturunaa
Al-Jihadu sabiiluna
Al-Mautu fii sabilillah
Asma amaanina

Allah adalah tujuan kami
Rasulullah teladan kami
Al Qur'an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi

Lirih Pembebas

Debu-debu beterbangan
Kabut di tanah kemuliaan
Kringat darah bercucuran
Iringi kepergian

Bribu nyawa tlah terbang
Menuju tempat yang dijanjikan
Tapi ghiroh tak kan sirna
Bebaskan bumi anbiya

Debu-debu beterbangan
Kabut di tanah kemuliaan
Kringat darah bercucuran
Iringi kepergian

Bribu nyawa tlah terbang
Menuju tempat yang dijanjikan
Tapi ghiroh tak kan sirna
Bebaskan bumi anbiya

Puing bebatuan tlah menjadi saksi
Kekejaman yahudi bangsa syaithoni
Meninggalkan luka, jiwa terzholimi
Berazam bebaskan Palestina kembali

Derap-derap pejuang
Generasi nafas perubahan
Rengkuhlah kejayaan
Goyah jalan disingkirkan

Debu-debu beterbangan
Kabut di tanah kemuliaan
Kringat darah bercucuran
Iringi kepergian

Indonesia Memanggil

Singsingkan lengan baju pancangkan asa…
Ukirlah hari esok pertiwi jaya…
Bergandengan tangan tuk meraih ridho Allah…

Buatlah negri ini selalu tersenyum…
Bahagia dan Sejahtera dalam cinta-Nya…
Tiada lagi resah tiada lagi duka lara…
Negeri indah Indonesia…
Memanggil namamu
Menyapa nuranimu

Negeri Indah Indonesia
Menanti hadirmu
Rindukan karyamu

Suasana di dalam stadion semakin ‘membara’ saja. Dan tak lupa kita pun ikut terhanyut dalam lantunan-lantunan nada yang heroik itu!!!
Tak terasa sudah memasuki waktu Ashar, nasyid terakhir dibawakan oleh munsyid dari Negeri Jiran, Malaysia….RAIHAN…..wow….RAIHAN membawakan nasyid yang sangat mengharukan…
Damba CintaMu
Tuhanku Ampunkanlah Segala Dosaku
Tuhanku Maafkanlah Kejahilan HambaMu

ku Sering Melanggar LaranganMu
Dalam Sedar Ataupun Tidak
ku Sering Meninggalkan SuruhanMu
Walau Sedar aku Milikmu

Bilakah Diri ini Kan Kembali
Kepada fitrah Sebenar
Pagi ku Ingat Petang ku Alpa
Begitulah Silih Berganti

Oh Tuhanku Kau Pimpinlah Diri Ini
Yang Mendamba cintaMu
Aku Lemah aku Jahil
Tanpa Pimpinan DariMu

Ku Sering Berjanji DepanMu
Sering Jua ku Memungkiri
ku Pernah Menangis keranaMu
Kemudian Ketawa Semula

Kau Pengasih Kau Penyayang Kau Pengampun
Kepada Hamba-hambaMu
Selangkah ku KepadaMu
Seribu Langkah Kau Pada Ku

Tuhan Diri ini Tidak Layak Ke Syurga Mu
Tapi Tidak Pula aku Sanggup Ke Neraka Mu

Ku Takut KepadaMu
Ku Harap Jua PadaMu
Moga ku Kan Selamat Dunia Akhirat
Seperti Rasul dan Sahabat

Pending istirahat dan sholat Ashar. Akhirnya Aisya dan Keisya bertemu juga dengan saudari seperjuangannya, Illiyana Jadid.. hehe… (pertemuan yang ough… yaaa… begitulah…)…hwkhwkhwk…. Jam 16.00 kita memasuki stadion lagi. Hm…..bagian-bagian awal kayak sesi I.
Penampilan dari IZIS…Panglima Prang, then “DI SINI AKU KEMBALI”….wow, makin heroik saja!!! Kita semua berdiri, dan ikut bernasyid bersama…

Disini Aku kembali
Disini aku mengharap ridho-Mu
Disini aku menghiba rahmat-Mu
Disini aku tambat munajatku
Berazzam aku kembali

Tapak-tapak hidup kujalani
Fatamorgana dusta kutemui
Lupakan diri hadapkan wajahku
Hadirkan Agung-Mu dalam asaku

Allah
Kuseretkan langkahku
Hasung dosakan kulebur
Kubasuh luka kuhempas nista
Izinkan aku kembali

Takkan lagi kusurutkan langkahku
Songsong fajar baru dalam cahya-Mu
Ya Rabbi teguhkan derap jiwaku
Tiap desir nadiku sebut asma-Mu

Disini aku kembali

Setelah itu, diselingi orasi oleh ustadzah Yoyoh Yusroh… SUBHANALLAH, beliau adalah ummahat tangguh yang dimiliki negeri ini!!! Point penting yang beliau sampaikan antara lain bahwa kisah Palestina yang telah masuk dalam Guiness Books of Records sebagai “penderitaan terbesar”, memang sungguh hal yang tidak manusiawi. Mereka mengalami penderitaan yang luar biasa, setiap hari beradu dengan peluru dan tidur di reruntuhan rumah yang telah dibombardir. Negara Arab masih lemah. Mereka malah menjadi boneka Amerika, takut membela saudara-saudara mereka yang seiman. Lantas, bagaimana dengan kita??? Ingat, Indonesia adalah negara berpenduduk MUSLIM terbesar! Kita sebagai umat Islam, suarakan kepedulian dan hati nurani kita untuk membela perjuangan rakyat Palestina. Mereka menderita, tapi tak patah arang untuk terus berjuang, menegakkan bumi Allah dengan kalimat suci “LAILAAHAILALLAH!!!”. Insya Allah, suara kita hari ini didengar oleh saudara-saudara kita di Palestina. Semoga kita tidak bosan untuk memberikan infaq-infaq terbaik kita dan mengirimkan doa-doa terbaik kita… Mereka butuh obat dan senjata, mereka butuh uluran tangan kita.

“Ketika batu dibalas peluru…ada nyanyian syahid yang dirindu…
Ketika jemari mungil itu melempar batu, bukan mereka yang sebenarnya melempar! Tapi Allah yang tidak mempunyai sekutu”

Kemudian, masuklah Shoutul Harokah dan membawakan nasyid heroiknya lagi!!!
Merah Saga

Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir

Semua menjadi saksi
Atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
Atas keteguhanmu

Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah ditanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad palestina

Perjuangan telah kau bayar
Dengan jiwa, syahid dalam cinta-NYA

Setelah Shoutul Harokah, masuklah Menteri Komunikasi dan Informasi, Ustadz Tifatul Sembiring. Beliau membuka orasinya dengan berpantun “kalau bukan karena setetes tinta, takkan kutulis sebait puisi.. Kalau bukan karena cinta, tak akan ada aku disini…”

CINTA dapat menghilangkan rasa sakit. Cinta kepada kaum Muslimin membuat mereka akan merasa terobati. Begitu juga jika cinta itu kita persembahkan pada saudara-saudara kita di Palestina. Akan tetapi, masih ada juga di antara umat Muslim yang bertanya-tanya, “Mengapa kita harus membela Palestina? Mengapa harus membantu orang yang jauh? Apa kaitan Palestina dengan kita??” Orang-orang yang seperti ini berarti kurang tahu tentang sejarah Islam. Perjuangan membela Palestina adalah perjuangan abadi. Palestina adalah tanah yang diwariskan Umar bin Khattab ra untuk dijaga. Palestina adalah saksi bisu sejarah perjuangan Sholahudin Al Ayyubi. Palestina adalah tempat kelahiran Nabi Ibrahim a.s. Renungkan kembali kisah Perang Uhud. Pasukan Rasulullah SAW yang awalnya memenangkan peperangan itu, tapi sayang.. kemenangan itu berubah menjadi kekalahan karena pasukan yang dititahkan untuk berjaga di bukit Uhud turun untuk berebut harta rampasan perang. Padahal pasukan musuh masih bersiaga. Dan akhirnya banyak yang syahid, bahkan Rasulullah mengalami luka dan pingsan. Jangan sampai kita terpecah-belah karena harta. Saat ini memang banyak bermunculan orang-orang yang oportunis. Tergiur oleh tahta, harta, dan wanita!
Ustadz Tifatul juga menyampaikan kisah tentang “Kambing dan ‘Aisyah”. Suatu ketika Rasulullah memotong kambing. Kemudian sebelum beliau pergi meninggalkan rumah, beliau meminta ‘Aisyah untuk membagikannya. ‘Aisyah pun melaksanakan amanah tersebut. Saat Rasulullah kembali pulang, beliau bertanya pada ‘Aisyah dengan panggilan kesayangannya (saat itu ustadz berpesan… “bagi para suami, panggil istri yang mesra ya..” ^^)… eh, lanjut... Rasulullah berkata pada ‘Aisyah, “Humaira, apa yang tersisa dari daging kambing yang kau bagikan tadi?” ‘Aisyah menjawab bahwa masih ada sepotong daging untuk beliau. Akan tetapi, Rasulullah malah mengatakan bahwa yang sepotong itu juga seharusnya dibagikan karena bisa jadi keberkahan Allah berada di dalamnya. Hikmah dari kisah ini adalah saat kita membantu saudara kita di Palestina misal dengan infaq, berinfaqlah yang terbaik!!! Totalitas....!!! Karena keberkahan Allah-lah yang kita harapkan dan balasan surga-lah yang kita nantikan…

Pesan beliau :
1. Jangan sampai kita buta sejarah
2. Jangan sampai kita berpecah belah

Setelah Ustadz Tifatul turun dari atas panggung, muncullah JUSTICE VOICE dengan membawakan “Save Our Masjid” dan ditutup dengan penampilan RAIHA, “Musafir Perjalanan” dan……(coz Aisya dan Keisya sudah meninggalkan stadion…dah masuk waktu Maghrib). RAIHAN sekalian launching album terbarunya…. HARI INI SUNGGUH DAHSYAT!!!!
Sholat Maghrib dulu kemudian jalan bareng Illiyana Jadid menuju pinggir jalan tuk menaiki kendaraan masing-masing… e… ketemu supporter PERSIJA dengan atribut-atribut oranyenya….JACK MANIA!!!
Hm…akhirnya Aisya dan Keisya berpisah juga dengan Illiyana Jadid…teriring tembang…”Pertemuan kita kali ini bukan sekedar kawan lama tak jumpa…tapi kita bertemu ada satu makna, kita punya satu perjuangan!!!” hehe….

“Matahari sore sudah berpamitan pada seluruh penghuni bumi. Mungkin sambil berpikir, apakah sudah terlaksana dengan baik tugas yang Tuhan berikan pada hari ini??? Meskipun mungkin ia keterlaluan ketika di siang hari, sengatnya membuat orang kepanasan. Tapi, di sore hari, ia terlalu baik. Dilukisnya langit di ufuk barat. Semburat jingga, merah, dan ungu…dan kini petang pun menjelang, dan sang malam pun kembali bertandang….Dua pasang mata anak manusia menikmati panorama Jakarta. Puluhan bangunan menjulang tinggi, bagaikan pensil-pensil raksasa yang berlomba melukis langit, bermandikan lampu, bagaikan berlian, berkerlap-kerlip…..Dan nikmat Tuhan mu yang manakah yang akan kamu dustakan???”


[CATATAN KEISYA : Keisya merasakan hari itu adalah hari yang sangat bahagia dalam hidupnya, mimpi-mimpi nya terwujud!!! Dan Aisya lah yang menjadi perantara terwujudnya mimpi-mimpi itu…mulai dari tadi pagi, senangnya bisa mendapatkan SPIRIT OF DHUHA dari Ust. Yusuf Mansyur, bisa foto bareng, diskusi singkat, dan minta tanda tangan salah satu ustadz favoritnya itu, kemudian siang dan sorenya bisa menikmati penampilan munsyid-munsyid luar biasa yang selama ini hanya bisa ia dengarkan saja suaranya, tetapi hari ini Keisya bisa melihat secara langsung penampilan IZZATUL ISLAM, JUSTICE VOICE, SHOUTUL HARAKAH, RAIHAN….serta orasi langsung dari Ustadzah. Yoyoh Yusroh, Ustadz. Tifatul Sembiring, dsb…MIMPI YANG MENJADI KENYATAAN!!!! Terima kasih Aisya…..^^v]

[CATATAN AISYA : Aisya merasakan bahwa hari itu adalah hari yang sangat istimewa karena bisa berpetualang bersama dengan saudari kembarnya setelah hampir 3 bulan tidak bertemu. Kangen sudah sedikit terobati!!! Aisya juga sangat bahagia karena bertemu kembali dengan sahabat perjuangannnya, Illiyana Jadid.. Betapa bersyukurnya Aisya karena Allah berkenan mempersatukan kembali sepasang anak manusia yang terbingkai dalam indahnya persahabatan yang telah dibangun sejak berstatus sebagai mahasiswi Matematika FMIPA UNS (4 tahun silam). Selain itu, betapa hari ini Aisya merasakan “pergolakan emosi” yang beraneka…Rasa MALU karena ada ikhwan kecil yang tasmi’ Qur’an dengan tartil!!! Bagaimana dengan dirinya??? Hmm, jadi semakin semangat menghafal Qur’an!!! Rasa HARU karena dihadirkan dengan nasyid-nasyid yang menggugah jiwa (Hiks, apalagi waktu mendengarkan “Damba CintaMu” Raihan… terharu banget!!! ). Rasa SEMANGAT yang MEMBARA saat disajikan nasyid-nasyid yang menghentak dan heroik!!! Dan rasa-rasa yang lain, tak bisa diungkapkan!!! Terima kasih Ya Allah untuk hari itu… Aisya yakin, inilah salah satu rahasiaNya mengirimkan Aisya ke kota ini… beramanah di kota ini… Semoga Aisya senantiasa menjadi hamba yang mudah bersyukur dan semakin jeli menyingkap hikmah-hikmah di balik setiap skenario terindah dariNya… Masih banyak rahasia lain dariNya yang harus dipecahkan!!! Keep Hamasah AISYA dan KEISYA!!! Bcoz WE ARE SUPERTWIN!!!]

Jakarta, 26-27 April 2010
Aisya dan Keisya Avicenna
~ SUPERTWIN ~

Thursday, April 29, 2010

SUPERTWIN feat UST. YUSUF MANSYUR

Thursday, April 29, 2010 0 Comments


Ahad, 25 April 2010.
Setelah sarapan…(saat-saat yang sangat dirindukan... SUPERTWIN makan sepiring berdua…hyaaaa…) , Aisya dan Keisya pun meninggalkan RedZone-nya Aisya untuk memulai aktivitas hari ini dengan sebuah petualangan dahsyat SUPERTWIN!!! Sebuah perjalanan…..rihlah akhir pekan…. “Rihlah. Perjalanan intelektual. Perjalanan spiritual. Membuka mata, membuka hati, menenun tafakur, dan membuang takabur. Pada sebuah pencarian. Mencari makna, mencari hakikat diri, dan mencari……….Tuhan, Sang Penguasa Alam Semesta”. Instalasi-instalasi yang menguatkan sebuah rangkaian perjalanan hidup…

Pagi itu Jakarta terasa begitu tenang. Seakan seisi bumi pun bersiap-siap untuk ikut menyimak rangkaian skenario Allah Swt yang akan menghiasi lembaran-lembaran perjalanan hidup Si Kembar Aisya dan Keisya. Kopaja 502 pun meluncur, menuju daerah Red Soil alias Tanah Abang....pemandangan ibukota yang masih sama…kendaraan merayap semakin padat saja, polusi udara yang tak terelakkan lagi, rasa individualis yang begitu tinggi, anak jalanan pun ikut andil menghiasi ibu kota, sebuah cerminan kondisi bangsa ini…Aisya dan Keisya turun dari Kopaja kemudian jalan kaki di sepanjang Pasar Tanah Abang, tujuan kita mencari Blok A. hmm….dimana yaw???

Akhirnya dapat petunjuk dari mas-mas penjual baju batik (hehe…senyum penuh kemenangan…semoga dagangannya laris ya mas…), si Kembar kemudian naik angkot 15 turun di blok A. klo tersesat di ibukota mah masih wajar n dimaklumi..hehe…akhirnya tanya ke bapak-bapak pedagang asongan, klo mau ke Darul Aitam naik apa….sang bapak begitu baik, memberikan petunjuk kepada Aisya dan Keisya, mereka berdua pun nyebrang, klo di Jakarta gak bisa lari n cekatan, wah…bisa-bisa gak nyebrang-nyebrang…hehe…akhirnya Keisya tanya ke bapak-bapak penjual buryam, tempat nyegat angkot 03 yang ke Darul Aitam itu di sebelah mana. Hm….Alhamdulillah, angkotnya akhire datang juga, gak disangka-disangka ternyata bapak pedagang asongan tadi yang memberhentikan tu angkot, mpe bela-belain nyebrang. Subhanallah, ternyata masih ada orang yang begitu baik dan begitu tulus di ibu kota, membuat hati SUPERTWIN begitu trenyuh….semoga dagangan bapak laris manis. Amin. Terima kasih bapak…wajah yang sudah berhiaskan guratan keriput penuh perjuangan yang tidak akan pernah SUPERTWIN lupakan…wajah tegar menghadapi kerasnya kehidupan di ibukota…

Alhamdulillah, akhirnya SUPERTWIN sampai juga di darul Aitam…mengedarkan pandangan berkeliling, milih-milih bolpen, n bertemu Pak Mujianto, salah seorang panitia tuk beli tiket, kemudian sholat Dhuha dulu di salah satu mushola kecil di pojokan, then menikmati segarnya es buah bertabur salju n beberapa camilan…(gratisan euy…). Setelah itu, Aisya dan Keisya memasuki ruangan tempat seminar “SPIRIT OF DHUHAA” diadakan…wow, asyik!!! Tapi tempat duduk terdepan dah diisi…ya gakpapalah…
Berikut ini inspirasi yang didapat dengan beberapa tambahan dari sumber yang lain… (biar tambah komplit)

Jin dan manusia sebagaimana yang diwartakan dalam Al Quran, merupakan dua makhluk ciptaan Allah yang mengemban tugas sebagai hamba. Keduanya diperintahkan untuk beribadah kepada-Nya. Hayo, Qur’an surat dan ayat berapa nih?? Ingat kan???!!! Di samping manusia memiliki nilai plus sebagai khalifah di muka bumi. Sejatinya, ibadah merupakan tugas dasar bagi manusia. Maka tidak heran kalau dalam Alquran banyak kata jadian dari kata `abada-ya`budu, seperti 'u`bud, 'u`budu, `ibadurrahman, `ibadi al-shalihun, dan sebagainya. Ibadah yang kita kenal saat ini adalah ibadah yang rutin kita lakukan, karena ia merupakan fardh `ain, seperti shalat lima waktu. Kemudian shalat lima waktu tersebut diiringi dengan shalat sunnah rawatib. Selain shalat rawatib ada juga shalat-shalat sunnah yang lain, seperti Tahiyyatul Masjid, Witir, Tahajjud dan Dhuha.

Shalat Dhuha merupakan shalat yang banyak mengandung fadhilah (keutamaan), namun tidak banyak mendapat perhatian dari kita selaku Mukmin. Karena ia berada dalam waktu yang di dalamnya banyak kesibukan. Orang banyak yang bekerja mencari rezki. Bagi pelajar mereka sibuk menuntut ilmu, begitu juga dengan yang memiliki kesibukan lainnnya. Oleh karenanya ia tidak begitu mendapat perhatian yang serius dan sering terlupakan.

Kapan shalat Dhuha dilakukan?

Waktunya ketika matahari mulai naik sepenggalah (agak miring). Dan waktu yang paling afdhal adalah ketika mulai panas. Hal ini dijelaskan di dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim; "Shalatu al-'awwabin hina tarmudhu al-fishal" (Waktu mengerjakan shalat 'awwan (dhuha) adalah ketika hari panas).

Imam Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Arqam bahwa ia berkata: "Rasulullah saw keluar menuju penduduk Quba' ketika mereka akan mengerjakan shalat. Lalu beliau berkata: "Shalat 'awwabin ketika hari mulai panas".

Imam al-Nawawi di dalam kitab al-Majmu berkata: "Waktunya ketika matahari meninggi (condong). Sebagian ulama lagi mengatakan bahwa waktu yang paling afdhal adalah ketika matahari meninggi dan panasnya mulai terik.

Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat, dan paling afdhal adalah delapan rakaat. Abu Hurairah ra. berkata;" Kekasihku Rasulullah saw berwasiat kepadaku dengan tiga perkara, puasa selama tiga hari setiap bulannya, dua rakaat shalat Dhuha dan mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur" (Muttafaq `Alaihi). Dalam hadits Qudsi disebutkan empat rakaat.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa jumlahnya delapan rakaat. Jumlah ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Hani' ra bahwa Rasulullah saw shalat di dalam rumahnya (Ummu Hani') pada tahun pembebasan Makkah sebanyak delapan rakaat. Namun dalam hadits lain disebutkan bahwa jumlah rakaatnya tidak terbatas, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari `Aisyah ra. Ia berkata: "Rasulullah saw shalat Dhuha sebanyak empat rakaat lalu menambahnya seberapa yang dikehendakinya".

Imam al-Nawawi menjelaskan bahwa hadits-hadits tersebut seluruhnya disepakati kesahihannya dan tidak ada perselisihan di dalamnya. Dan kesimpulannya, menurut beliau, shalat Dhuha adalah sunnah mu'akkadah. Minimal adalah dua rakaat, dan paling sempurna adalah delapan rakaat. Dan diantaranya empat atau enam, keduanya (empat atau enam rakaat) adalah lebih sempurna dari dua rakaat dan kesempurnaannya berada di bawah delapan rakaat.

Keutamaan shalat Dhuha
Banyak hadits Rasulullah saw yang bercerita tentang keutamaan shalat Dhuha, diantaranya;

Pertama, shalat Dhuha diganjar sebagai sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia. Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi saw bersabda; Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala" (H.R. Muslim).

Di dalam Fath al-Bari, Imam Ibnu Hajar berkata; "Salah satu dari faidah shalat Dhuha adalah diberi pahala sedekah bagi seluruh sendi manusia dalam setiap hari. Dan jumlah sendi itu adalah tiga ratus enam puluh sendi" .

Kedua, ghanimah (keuntungan) yang besar. Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata; "Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; "Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab; "Ya! Rasul berkata lagi: "Barangsiapa yang berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya".

Ketiga, sebuah rumah di dalam surga. Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah saw: "Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga"

Keempat, sholat dhuha di awal hari, memperoleh ganjaran di sore hari. Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata: "Allah ta`ala berkata: "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya"

Kelima, pahala `Umrah. Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah.... Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna"

Demikian sekelumit penjelasan seputar shalat Dhuha dan beberapa keutamaannya. Mudah-mudahan kita bisa melaksanakannya secara perlahan-lahan. Kita sempatkan diri kita untuk menghadap Allah SWT. Rasanya tidak akan lama dan tidak akan memakan waktu yang panjang untuk mengerjakannya. Dua rakaat, empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat. Tidak akan lebih dari sepuluh menit, insya Allah. Bagi yang kerja di kantor, kita upayakan sebisa mungkin. Bagi para pengajar, kita upayakan ketika waktu istirahat. Bagi para siswa (pelajar, mahasiswa) kita usahakan ketika waktu istirahat. Insya Allah kita akan mendapat ketenangan batin, kelapangan hidup dan ketentraman jiwa dengan mengingat Allah SWT.

Hmm, Aisya jadi teringat saat sedang asyik hunting buku waktu di Jakarta Islamic Bookfair 6 Mei 2010. Pertemuan perdana dengan Ustadz Yusuf Mansur di salah satu stand di sana. Waktu itu Aisya sempat meminta tanda tangan dan bercakap-cakap dengan Ustadz. Setelah itu, dengan PD-nya Aisya berkata, “Ustadz, mohon doanya ya moga cepet nikah.” [hehe… ^^ dasar Aisya!!!]. Ustadz Yusuf tersenyum dan mengamininya. Lantas memberikan nasihat, “Rajinlah sholat dhuha 8 rekaat.” Kemudian beliau menyampaikan tentang “Riyadhoh” 40 harinya. Sebelum berpisah dengan Ustadz Yusuf Mansur, Aisya sempat bertanya lagi, “Ada tips yang lain tadz?”. Dengan supelnya beliau menjawab, “Udah, satu aja dulu, dhuha 8 rekaat itu aja dikerjakan yang istiqomah” begitu pesan beliau. Hmmm…. Subhanallah walhamdulillah, Allah mempertemukan Aisya dengan Ustadz Yusuf Mansur lagi pada tanggal 25 April 2010.. bersama Keisya … inspirACTION!!! Unforgetable deh…

Ustadz Yusuf selesai mengisi jam 11.30. Keisya sempat membeli buku “GUIDE (GUDANG IDE)” karya Ustadz dan meminta tanda tangannya, sempat berfoto bareng juga (fotografernya jelas Aisya dung). Sedangkan Aisya sempat mendekati Ustadz dan bercakap-cakap. Dalam momentum emas itu, Aisya juga menyampaikan salam dari bunda (karena tadi Bunda SMS nitip salam buat Ustadz Yusuf.. alhamdulillah amanah itu bisa disampaikan secara langsung dan Ustadz membalasnya…). Foto waktu ngobrol sama Ustadz lucuuu banget ^^v.

Pada acara ini juga dipromosikan tentang e-MIRACLE dan Kuliah Online-nya Ustadz Yusuf Mansyur. Secara singkat, e-MIRACLE adalah MLM Amal Usaha tapi selain itu MLM ini digagas dan dikembangkan untuk menjadi MLT (Multilevel Tahajud), MLD (Multilevel Dhuha), MLS (multilevel Sedekah), MLFIDZ (Multilevel Tahfiz) pokoknya menjadi MLA ( Multilevel Amal). E-Miracle adalah tempat orang-orang yang ingin menjadi : PENGUSAHA (Entrepreneur) tapi juga PENDAKWAH. Info lengkap buka sendiri di www.e-miracle.com ya!!!

Ba’da Dhuhur sebenarnya masih ada pembagian doorprize, tapi Aisya dan Keisya harus meninggalkan Darul Aitam untuk menuju SENAYAN!!! Hmm, sempat makan siang di taksi… hehehe, berpacu dengan waktu… dan akhirnya pukul 12.30 sampai juga di Senayan. Baca kisah lengkapnya di “Supertwin dalam Konser Nasyid TerDAHSYAT Tahun Ini!!!”

Nantikan kisah-kisah petualangan dahsyat SUPERTWIN selanjutnya…. !!!
SALAM SUPER DAHSYAT FULL SEMANGAT!!!!
Jakarta, 26-280410_02:50
Keisya dan Aisya Avicenna
~SUPERTWIN~

Wednesday, April 28, 2010

6,7 Triliun, Gudang, dan Monas

Wednesday, April 28, 2010 0 Comments

Begitu mendengar kata "Rp 6,7 Triliun" kemungkinan besar pikiran kita langsung mengasosiasikannya pada kasus bank Century. Tapi pernahkah kita bertanya dalam hati : Bagaimana sih wujudnya uang Rp 6,7 triliun tersebut? Trus apa hubungannya 6,7 Triliun, Gudang, dan Monas???
Berikut ini visualisasinya…

Sebuah kertas HVS Folio 80gram bisa "menampung" 7 lembar uang kertas pecahan 100ribu dengan menyisakan sedikit ruangan dengan panjang 6,5 cm dan lebar 3 cm. Jika mau akurat, 1 buah kertas HVS Folio bisa menampung 7,2 lembar uang kertas.


Dalam keadaan terpacking, 1 rim (500 lembar) kertas memiliki ukuran:
panjang x lebar x tinggi = 33 x 21,5 x 5,5 cm

Jika kita asumsikan tebal kertas yang sama, maka 1 rim kertas bisa menampung uang sebesar:
500 x 7,2 lembar uang = 3600 lembar uang = 3600 * Rp 100ribu = Rp 360.000.000,-
Jadi 1 rim kertas HVS Folio muat 360juta.

Lantas seberapa besarkah ukuran Rp 6,7 triliun jika ditumpuk dalam pecahan Rp 100 ribuan?
Jawabannya ada dalam hitungan sederhana:

seribu = 1.000
1 juta = 1.000.000
1 milyar = 1.000.000.000
1 triliun = 1 000 000 000 000

Rp 6,7 triliun / Rp 360 juta = 6.700.000.000.000 / 360.000.000
= 6.700.000.000.000 / 360.000.000
= 6.700.000 / 360
= 18.611,1111

Wow, ternyata uang Rp 6,7 triliun sebanding dengan 18 ribuan rim kertas HVS Folio. Jika diletakkan dalam sebuah gudang, tak terbayangkan berapa besarnya gudang tersebut.

Jika di tumpuk dengan ukuran 1 rim kertas HVS tadi, berapakah tingginya?
18.611, 1111 x 5,5cm = 102.361 cm = 1.023,61 meter
Wow, 1 km lebih!!!
Itu 7 kali lebih tinggi dari Monas.
Ck Ck Ck…
Jakarta, 270410_01:58
Aisya Avicenna

Kecewa???

Wednesday, April 28, 2010 0 Comments

Ketika kita berharap banyak pada manusia, bisa jadi kita akan banyak kecewa... berharaplah sebanyak-banyaknya pada Allah, karena skenario Allah tak pernah mengecewakan

Jakarta, 280410_11:23
Aisya Avicenna