Jejak Karya

Jejak Karya

Monday, January 04, 2021

TETAP DI RUMAH SAJA, LIBURAN SERU BERSAMA DNA

Monday, January 04, 2021 0 Comments

 


 

Alhamdulillah, 21-23 Desember 2020 kemarin telah terlaksana DNA Writing Holiday #12 dengan peserta berjumlah 51 anak. Serunya mereka berasal dari Sumatera Utara hingga Papua. Ibarat kata peserta se-tanah air, dari Sabang sampai Merauke. Ini kali pertama DNA mengadakan kegiatan liburan secara online. Mau tidak mau, kami pun harus beradaptasi  dengan model pendidikan di era pandemi, yaitu dengan pembelajaran online atau daring (dalam jaringan).

 

Dulu, ketika DNA Writing Holiday 1-11 yang terlaksana secara offline, kami hanya berkegiatan di wilayah seputar Semarang. Saat sesi ke-9 kami pernah membagi lokasi menjadi 4 titik: Banyumanik, Ungaran, Pedurungan, dan Ngaliyan. Tetap saja hanya seputar Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Hikmahnya karena pandemi ini sehingga pembelajaran dilakukan secara online, jangkauan wilayahnya pun menjadi lebih luas, dari Sabang sampai Merauke. Alhamdulillah. Pasti selalu banyak hikmah.

 

Nah, selama 3 hari kami nge-zoom kemarin dengan agenda:

Hari #1:

  1. Tema khas KKPK
  2. Bedah karya KKPK
  3. Proses kreatif penulis KKPK
  4. Hunting ide

Hari #2:

  1. Unsur cerita pendek
  2. Riset tulisan

Hari#3:

  1. Cara asyik menulis cerita
  2. Editing dasar
  3. Rahasia tembus penerbit

 



Pada hari pertama, kakak-kakak mentor yang terdiri dari Kak Norma, Kak Etika, dan Kak Siti melakukan perkenalan dan memberikan motivasi tentang manfaat menulis. Selain itu, karena output kegiatan ini adalah naskah siap kirim ke KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya) di Penerbit Dar!Mizan, makanya kami menjelaskan segala hal tentang KKPK. Anak-anak sangat antusias saat menyimak. Bahkan diskusi kami pun berlangsung sangat seru. Pada hari pertama anak-anak mendapatkan tugas untuk memilih satu tema dari 10 tema khas KKPK.

 


Pada hari kedua, zoom class sempat mengalami kendala teknis. Anak-anak sempat harus berpindah ruang kelas. Tapi tak masalah. Semuanya tetap happy dan berlangsung seruuu. Hari kedua, anak-anak belajar tentang unsur intrinsik cerita pendek. Mulai dari tokoh sampai meramu konflik. Selain itu, anak-anak juga praktik menulis kalimat percakapan (dialog). Selanjutnya, mereka juga belajar cara membuat kerangka karangan dengan metode BMA dan teknik melakukan riset atau penelitian kecil-kecilan untuk memperkuat tulisan mereka. Kami memberikan contoh cerpen karya Kak Khansa yang bisa mereka baca sekaligus pelajari.

 


Pada hari ketiga, kakak mentor mengulang kembali penjelasan mengenai riset untuk memperkuat tulisan juga teknik menulis cerita secara utuh dari awal hingga akhir. Kakak mentor juga menjelaskan tentang penggunaan tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan teknik editing dasar. Semua sangat antusias memperhatikan dan sudah tak sabar untuk segera menuangkan ide-ide mereka dalam sebuah cerita pendek.

 

Pandemi Corona ini memberikan wajah baru dalam metode pembelajaran. Semuanya kini serba online. Untuk kegiatan DNA ini pun, peran orang tua sangat luar biasa. Karena di lingkungan keluarga, budaya literasi itu pertama kali ditumbuhkan. Saya pun optimis, anak-anak bisa mendapatkan manfaat positif dari aktivitas menulis. Mereka akan belajar mengasah kepekaan emosi, mengasah kejelian panca indera, mengasah imajinasi, melatih kreativitas, dan banyak lainnya. Tentu saja untuk mewujudkan ini semua, dukungan orang tua yang paling utama. Alhamdulillah, banyak orang tua zaman now yang semangat untuk belajar parenting.

Para orang tua kini semakin sadar bahwa pengasuhan itu butuh ilmu tidak hanya sekadar pakai naluri semata. Mereka pun kini semakin “melek literasi”. Ya, memang seharusnya seperti itu. Karena orang tua adalah “sekolah pertama dan utama” untuk mendidik anak-anaknya.


Semoga pandemi segera usai, dan pembelajaran tatap muka bisa dilangsungkan lagi. Itu salah satu harapan saya di 2021 ini.




Sunday, January 03, 2021

KALEIDOSKOP 2020 KEISYA AVICENNA

Sunday, January 03, 2021 0 Comments

 

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, berapa umur yang masih kita punya, kesempatan yang kita miliki, kesehatan dan segala sesuatu yang ada. Tiada kata terindah yang pantas untuk terucapkan kecuali segenap pujian tiada henti.

Shalawat serta salam kita sanjungkan kepada idola tercinta… Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, yang kita damba syafaatnya di hari akhir nanti. Alangkah bahagia bila kita dapat mendampinginya di syurga dengan aneka nikmat yang tersedia.

Hidup tidaklah kekal. Ada sebuah kepastian yang akan dilalui manusia di ujung masa hidupnya. Allah swt telah menggariskan bahwa yang HIDUP pasti akan MATI! Dan kita manusia adalah makhluk-Nya, yang telah diciptakan-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

Sudahkah cukup bekal kita untuk menghadap-Nya?

Sekiranya pertanyaan itu harus senantiasa “menghantui” keseharian kita agar setiap detik kita termotivasi untuk melakukan amalan terbaik, memperbaiki kualitas dan kuantitas penghambaan kita kepada-Nya. Karena sebaik-baik bekal adalah TAQWA. Melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Belum terlambat untuk bertaubat, istighfar sebanyak-banyaknya agar Allah mengampuni dosa-dosa kita.

Alhamdulillah, kini sampailah kita pada lembaran baru di tahun Masehi, yakni tahun 2021. Sejenak merenung, ada beberapa pencapaian di dunia pada tahun 2020 yang cukup membuat saya belajar banyak hal, khususnya di dunia literasi. Tahun 2020 memang tahun yang bisa dibilang “cukup berat, cukup menguras energi” semenjak pandemi Corona menghantam negeri ini pertengahan Maret silam. Mau tidak mau banyak hal yang membuat kita harus beradaptasi. Alhamdulillah, 2020 kemarin…

Saya berhasil merampungkan menulis 26 judul naskah buku pengayaan fiksi dan nonfiksi (untuk pembaca PAUD, SD, SMP, dan pendidik). Saya mendapatkan proyek ini sejak Desember 2019 (waktu itu menyelesaikan 3 judul) dan terhitung sejak Januari-November 2020 bertambah 26 judul. Jadi saya menyelesaikan total 29 judul buku pengayaan fiksi dan nonfiksi. Pengalaman ini pernah saya tulis di sini.


Alhamdullillah, selama 2020 saya mampu menulis 55 postingan di blog. Ya, memang sudah saya niatkan 2020 saatnya bersih-bersih sarang laba-laba di blog yang sejak 2 tahunan lalu vakum karena kesibukan yang lain. Semoga 2021 ini manajemen waktu saya sebagai BLOGGER bisa lebih baik lagi. Apalagi saat ini saya mengazzamkan diri untuk ikut ODOP dari Komunitas ISB.

 


Terbit 6 judul pictbook (Fabel Inspiratif Pembentuk Karakter Anak) di Penerbit Lingkar Media, yaitu:

  1. Sepatu Impian Panda
  2. Rubah Ingin Berubah
  3. Rumah Impian Tupai
  4. Saat Beruang Mengantre Panjang
  5. Saat Lebah Sendirian di Rumah
  6. Kisah Seru Kucing Lucu

Alhamdulillah, kabar dari penerbit buku tersebut terjual lebih dari 3000++ paket.

 

Rekreasi Literasi DNA => Kelas Intensif 30 Hari untuk Penulis Pemula "30 Hari Petualangan Aksara" dan Kelas Intensif 30 Hari untuk Penulis Cilik "Jelajah Imajinasi"

Alhamdulillah, ini kali pertama saya membuka kelas online DNA Writing Club karena sejak pertengahan Maret itu pula DNA offline terpaksa saya off-kan juga sampai nanti benar-benar sekolah sudah berjalan normal. Namun, karena kesibukan menulis naskah buku pengayaan yang butuh energi ekstra, saya baru membuka kelas online DNA pada bulan Oktober dengan mengadakan kegiatan Rekreasi Literasi DNA.




DNA Writing Holiday #12 dengan peserta 51 anak dari Sumatera Utara hingga Papua.

Inilah kali pertama DNA mengadakan kelas liburan secara online. Selama ini (sejak 2014) kegiatan liburan DNA berlangsung secara offline dan hanya bisa dinikmati oleh anak-anak yang tinggal di seputaran Kabupaten Semarang atau Kota Semarang. Meski dulu ada juga peserta dari Kudus yang rela menginap di DNA selama 2 hari 1 malam, ada juga yang jauh-jauh dari Solo, Salatiga, juga Tegal. Alhamdulillah, karena pandemi dan pembelajaran model daring, maka jangkauan wilayahnya kini lebih luas. Bersyukur rasanya bisa membersamai anak-anak usia 7-12 tahun untuk belajar menjadi penulis. Yel-yel kita selama belajar:

“Siap jadi penulis cilik?”

“Yes, AKU SIAP JADI PENULIS CILIK!”

Saat ini mereka memasuki tahap pengumpulan cerpen dan coaching naskah yang akan berlangsung kurang lebih selama 1 bulan bersama Kak Norma, Kak Etika, dan Kak Siti.

 

Kelas Nonfiksi Remaja DNA Writing Club

Alhamdulillah, selama pandemi ini, saya pun berhasil merangkul beberapa member DNA yang kebanyakan mereka bergabung dan belajar di DNA sejak SD lalu kini mereka sudah duduk di bangku SMP dan SMA. Seperti Khansa, Zahra, Zaskia, Aisyah, Najma, Shazia, dan Hanum. Kami belajar via Zoom class tiap Selasa sore dengan materi-materi nonfiksi.

 

Ada 7 judul buku antologi yang terbit selama pandemi.

Alhamdulillah, untuk terus mengasah skill menulis, saya pun melibatkan diri dalam beberapa proyek buku antologi, mulai dari yang berhubungan dengan kehidupan di masa pandemi hingga pengalaman melakukan aktivitas read aloud bersama Dzaky. Alhamdulillah, setidaknya pandemi bukan halangan untuk terus produktif berkarya. Hal ini juga saya lakukan sebagai sarana “rekreasi” karena seringnya berjibaku dengan jadwal ketat yang saya buat untuk menyelesaikan penulisan naskah buku pengayaan .

 

Lulus sertifikasi uji kompetensi penulis nonfiksi dari LSP-PEP.

Mei 2020, saya melakukan uji kempetensi penulis nonfiksi. Alhamdulillah, LULUS. Tentu saja, ini menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan. Hal ini mampu memotivasi saya untuk lebih semangat dalam mengasah kompetensi diri khususnya di dunia literasi.

Job copywriter

Alhamdulillah, ada satu kesempatan istimewa saat saya mendapatkan tawaran untuk membantu bisnis sahabat saya. Inilah kesempatan saya mengasah skill copywriter sekaligus belajar menulis story-selling.

 

Selain beberapa pencapaian di atas, yang patut saya syukuri adalah banyaknya kesempatan untuk belajar di kelas online dalam beragam bidang. Saya masuk kelas parenting, kelas melukis, workshop read aloud bersama Bu Roosie Setiawan, jadi murid di Sekolah Menulis Wadas Kelir yang dibimbing langsung oleh Pak Heru Kurniawan, belajar di kelas menulis online-nya Pak Bambang Trim.

 

Satu kesyukuran luar biasa di penghujung tahun 2020 adalah saat Dzaky berkata, "Insya Allah, aku siap jadi KAKAK." Inilah catatan literasi cinta yang sungguh istimewa.

Barokallahu fiik...

 

2021, semoga hari-hari menjadi semakin penuh arti.

Semangat #HijrahLebihBarokah di tempat yang baru sekaligus persiapan menyambut anggota baru di keluarga kami.

Mohon doanya...

Selamat berkontemplasi, bermunajat hanya pada-Nya. Setulus menghambakan diri, tak henti langitkan doa untuk terwujudnya segala pinta.