Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

Waktu adalah Pedang


WAJIBNYA BERBAKTI DAN HARAMNYA DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA

Oleh
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Allah memerintahkan dalam Al-Qur’an agar berbakti kpd kedua orang tua. Mengenai wajib seorang anak berbakti kpd orang tua, Allah berfirman di dalam surat Al-Isra’ ayat 23-24.

“Arti : Dan Rabb-mu telah memerintahkan kpd manusia janganlah ia beribadah melainkan ha kpdNya dan hendaklah beruntuk baik kpd kedua orang tua dgn sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari kedua atau kedua-dua telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kpd kedua ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” [Al-Isra : 23]

“Arti : Dan katakanlah kpd kedua perkataan yg mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap kedua dgn penuh kasih sayg. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku saygilah kedua sebagaimana kedua menyaygiku di waktu kecil” [Al-Isra : 24]

Juga An-Nisa ayat 36.

“Arti : Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukanNya dgn sesuatu, dan beruntuk baiklah kpd kedua ibu bapak, kpd kaum kerabat kpd anak-anak yatim kpd orang-orang miskin, kpd tetangga yg dekat, tetangga yg jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguh Allah tdk menyukai orang-orang yg sombong dan membanggakan dirinya” [An-Nisa : 36]

Juga terdpt dalam surat Luqman ayat 14-15.

“Arti : Dan Kami perintahkan kpd manusia agar beruntuk baik kpd orang tuanya, ibu telah mengandung dalam keadaan lemah yg bertambah lemah dan menyapih dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kpd-Ku dan kpd kedua orang tuamu. Ha kpd-Ku lah kalian kembali” [Luqman : 14]

“Arti : Dan jika kedua memaksamu mempersekutukan sesuatu dgn Aku yg tdk ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti kedua dan pergaulilah kedua di dunia dgn cara yg baik dan ikuti jalan orang-orang yg kembali kpd-Ku kemudian ha kpd-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan kpdmu apa yg kamu kerjakan” [Luqman : 15]

Atau seperti yg tercantum dalam surat Al-Ankabut ayat 8, tdk boleh mematuhi orang tua yg kafir kalau mengajak kpd kekafiran.

“Arti : Dan Kami wajibkan kpd manusia (beruntuk) kebaikan kpd kedua orang tuanya. Dan jika kedua memaksamu untuk mempersekutukan Aku dgn sesuatu yg tdk ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Ha kpd-Ku lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kpdmu apa yg telah kamu kerjakan” [Al-Ankabut : 8]

Serta surat Al-Ahqaaf ayat 15-16.

“Arti : Kami perintahkan kpd manusia supaya beruntuk baik kpd dua orang ibu bapaknya, ibu mengandung dgn susah payah, dan melahirkan dgn susah payah (pula). Mengandung sampai menyapih ialah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umur sampai empat puluh tahun, ia berdo’a “Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk menysukuri nikmat Engkau yg telah Engkau berikan kpdku dan kpd kedua orang tuaku dan supaya aku dpt beruntuk amal yg shalih yg Engkau ridlai, berilah kebaikan kpdku dgn (memberi kebaikan) kpd anak cucuku. Sesungguh aku bertaubat kpd Engkau dan sesungguh aku termasuk orang-orang yg berserah diri” [Al-Ahqaaf : 15]

“Arti : Mereka itulah orang-orang yg Kami terima dari mereka amal yg baik yg telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yg benar yg telah dijanjikan kpd mereka” [Al-Ahqaaf : 16]

Sedangkan tentang anak durhaka kpd kedua orang tua terdpt di dalam surat Al-Ahqaaf ayat 17-20.

“Arti : Dan orang yg berkata kpd kedua orang tuanya, ‘Cis (ah)’ bagi kamu keduanya, apakah kamu kedua memperingatkan kpdku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku ? lalu kedua orang tua itu memohon pertolongan kpd Allah seraya mengatakan, “Celaka kamu, berimanlah ! Sesungguh janji Allah ialah benar” Lalu dia berkata, “Ini tdk lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu” [Al-Ahqaaf : 17]

“Arti : Mereka itulah orang-orang yg telah pasti ketetapan (adzab) atas mereka, bersama-sama umat-umat yg telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguh mereka ialah orang-orang yg merugi” [Al-Ahqaaf : 18]

“Arti : Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yg telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) apa yg telah mereka kerjakan sedang mereka tdk dirugikan” [Al-Ahqaaf : 19]

“Arti : Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kpd mereka dikatakan), “Kamu telah memhabiskan rizkimu dalam kehidupan duniawi dan kamu telah bersenang-senang dgn maka pada hari ini kamu dibalas dgn adzab yg menghinakan. Karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak, dan krn kamu telah beruntuk fasik” [Al-Ahqaaf : 20]

Sedangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 215

“Arti : Mereka berta kpdmu (Muhammad) tentang apa yg mereka infakkan. Jawablah, “Harta yg kamu nafkahkan hendaklah diberikan kpd ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yg sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yg kamu peruntuk sesungguh Allah Maha Mengetahui” [Al-Baqarah : 215]

Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yg menerangkan tentang wajib berbakti kpd kedua orang tua. Dalam surat Luqman, Allah menyebutkan wajib seorang anak berbakti kpd kedua orang tua dan bersyukur kpd serta disebutkan juga tentang larangan mengikuti orang tua jika orang tua tersebut mengajak kpd syirik.

[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta.]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=358&bagian=0

Sumber Wajib Berbakti Dan Haram Durhaka Kepada Kedua Orang Tua : http://alsofwah.or.id

Metode Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam Mendidik Para Pemuda

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah teladan dan panutan kita sebagai umat Islam, kita wajib meneladani perkataan, perbuatan dan sifat-sifat beliau. Beliau telah mengajarkan kepada kita berbagai hal yang berkaitan dengan segala aspek kehidupan, baik aspek aqidah, ruhiyah, ibadah, siyasah maupun iqtishodiyah, dll.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga sangat memperhatikan perkembangan umatnya dalam segala aspek kehidupannya, sebagaimana beliau juga sangat intens dalam membina generasi-generasi muda Islam, karena pemuda adalah penerus perjuangan dakwah Islam, jika pemudanya rusak maka buramlah masa depan Islam dan umatnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengajarkan kepada kita metode atau cara dalam mendidik dan membina para pemuda agar menjadi generasi yang memiliki Syakhshiyah (kepribadian) yang matang dan kokoh dalam segala hal.

Setidaknya terdapat enam poin penting yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam mempersiapkan dan membina generasi muda, yaitu:

Pertama, Mempersiapkan pemuda untuk iltizam (konsisten) dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala beribadah kepada-Nya dan menjauhi segala hal yang dilarang-Nya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ …وَعَدَّدَ مِنْهَا : شّابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ.

“Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.. (salah satunya) pemuda yang tumbuh di dalam ketaatan kepada Allah” (HR Bukhari Muslim)

Kedua, Menyeru pemuda supaya mengambil dan memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan yang ada guna membentuk pribadi pemuda menjadi baik dan kokoh dari aspek rohani, jasmani, mental, akal dan akhlak.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: حَيَا تَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ.

“Pergunakanlah (dengan baik) lima perkara sebelum datang lima perkara, hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu, mudamu sebelum tuamu dan kayamu sebelum miskinmu” (HR. Al Hakim)

Ketiga, Memelihara jiwa pemuda dari penyelewengan dan penyimpangan, serta menjaga kesuciannya dengan menganjurkan para pemuda untuk segera menikah jika sudah memiliki kemampuan, sebagaimana telah disyariatkan Allah Ta’ala kepada hamba-Nya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَبَابِ مَنْ استَطَاعَ مِنْكُمْ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ.

”Wahai para pemuda, siapa saja dari kamu yang mampu untuk menikah, hendaklah ia segera menikah. Karena hal tersebut lebih menjaga pandangan dan lebih memelihara kemaluan.” (HR Jama’ah)

Keempat, Membina para pemuda untuk senantiasa menginstropeksi diri (muhasabah) dan memperbaiki amalnya, karena amal-amalnya akan dimintai pertanggung jawabanya di hadapan Allah Allah Ta’ala di akhirat kelak.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لاَتَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتىَّ يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ : عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلاَهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَا عَمِلَ فِيْهِ.

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari Kiamat, sehingga ditanyakan kepadanya mengenai empat perkara. Umurnya dihabiskan untuk apa, masa mudanya dipergunakan untuk apa, hartanya diperoleh dari mana dan kemana ia membelanjakannya, dan apa yang diperbuat dengan ilmunya” (HR. At-Tirmidzi)

Kelima, Membina para pemuda untuk senantiasa istiqomah di atas manhaj Islam, menjauhkan mereka dari hal-hal yang sia-sia dan mendorong pemuda untuk terus berusaha agar selalu berada dalam ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لَيَعْجَبُ مِنْ الشَبَابِ الَّذِيْ لَيْسَ لَهُ صَبْوَةٌ.

“Sesungguhnya Allah ta’jub pada pemuda yang tidak ada padanya kesia-siaan” (HR. Ahmad dan Abu Ya’la)

Keenam, Rasulullah berwasiat kepada umat Islam agar menjaga para pemuda dan menjelaskan kelebihan mereka atas orang-orang tua.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أُوْصِيْكُمْ باِلشَّبَابِ خَيْرًا فَإِنـَّهُمْ أَرَقُّ أَفْئِدَةً لَقَدْ بَعَثَنِيَ اللهُ باِلْحَنَفِيَّةِ السَّمْحَةِ فَحَالَفَنِيْ الشَبَابُ وَخَالَفَنِيْ الشُّيُوْخُ.

“Aku berwasiat kepada kalian supaya berbuat baik kepada para pemuda. Sesungguhnya hati mereka adalah hati yang paling lembut. Sesungguhnya Allah telah mengutusku dengan Hanafiyyatu As-Samhah (agama Islam), lalu para pemuda bergabung denganku dan para orang tua menentangku.”

Inilah asas-asas terpenting dalam pembinaan pribadi pemuda dan masyarakat. Tidak diragukan lagi bahwa tujuan dari pembinaan dan persiapan ini adalah agar pemuda terbentuk sebagai pribadi yang sempurna, baik dari aspek rohani, akhlak, mental, jasmani dan jiwa. Serta seluruh aspek yang menyempurnakan kepribadian mereka.

Dengan pembentukan ini para pemuda akan lebih mampu untuk menghadapi berbagai tantangan, lebih kuat untuk melaksanakan tanggung jawab dan lebih kokoh dalam berpegang teguh dengan dasar-dasar Islam. Sehingga mereka tidak akan menyeleweng, merasa lemah, terhembus angin fitnah, menyerah kalah kepada tipu daya kerusakan, berputus asa dan lemah semangat, begitu juga mereka tidak akan tergelincir ke dalam lubang keruntuhan dan penyelewengan.

Demikianlah, pemuda muslim akan kekal sebagai pribadi yang sehat, teguh, beriman, berjihad menyampaikan risalah Islam, menunaikan amanah dan bekerja untuk Islam. Sehingga ia diwafatkan Allah Ta’ala dalam keadaan yang mulia atau dia menghadap Tuhannya sebagai seorang diantara para syuhada’.

(Dikutip dari kitab “ الشباب المسلم في مواجهة التحديات ” karya: Abdullah Nashih ‘Ulwan)

SPEKTRUM PEMIKIRANKU..'senyap dalam gelap'

Solo,25 September 2010.

Sketsa langit sore ini..

Semula biru berangsur abu-abu..perlahan mulai gelap,dan semakin pekat..

Awan berarak semakin berat,seakan ingin menumpahkan semua beban yg masih ditanggungnya..

Mungkin tinggal menghitung sepersekian dtik sj, sampai ia merasa lega tatkala mampu menumpahkan air mata dan menghujamkannya ke bumi..

Sang bayu berhembus penuh kegelisahan,seakan ia ingin murka karna tak ad yg mengerti arti dr kegelisahanny..
Berhambur sesuka hati,seolah ingin menyapu bersih apapun yg ia lewati..

Dan aku..?
Aku msh disini..
Merekam semua peristiwa alam bersama kerinduanku yg terdalam..

Meski hari blm beranjak gelap..
Tanpa cahaya,semuany terasa begitu hampa..
Semua nampak tersamarkan..
Mungkin q butuh keahlian khusus untuk menerjemahkan makna dr gelap yg terus merayap..

Masih q nantikan seberkas sinar yg terpancar dlm batang-batang cahaya..
Menelusup lewat rongga2 cinta yg ada..
Ia kan menuntunku,bersama..menyambut terang..
Di ujung sana..


~Menanti Cahayaku~

[Keisya Avicenna...@GO,setting:mati lampu..^^v]

SILUET PERJALANAN : PAGI KOTA SOLO

Perkenalkan, namaku Najwa. Aku masih disini. Di sudut angkasa raya ini. Masih menggenggam harapan, masih setia menanti ‘sinar’ tatkala aku merasa sepi, tatkala aku merasakan kerinduan yang tiada terperi…tatkala pancaran cahaya dalam diriku meredup dan aku tak tahu lagi, semua menjadi begitu hampa…karena aku hanyalah seorang Najwa..Bintang ‘yang dirundung sepi’…

Sisa malam tadi ku lewatkan dengan memandang rembulan yang bulat sempurna. Rembulan yang telah menemaniku menghabiskan malam. Bak lingkaran hidup baru yang penuh janji, memancarkan seluruh energy positif yang dihembuskan oleh angin sepertiga malam… Saat sang malam khatam, pesona pagi kan kujelang tuk kembali menggenggam harapan…berpijar bersama ribuan doa…meski tak Nampak, tapi aku selalu ada…
***
Seekor burung merpati yang bernama Jose Rizal bertengger di lantai 2 daun jendela kamarku…Kutahu namanya dari kertas yang menggantung di kaki burung itu. Sedangkan di kaki kanannya terikat sepucuk surat, berjingkat-jingkat dia mendekatiku seraya memintaku untuk segera melepas ikatan surat itu dan membacanya…Kudekati dia, kuambil dan kuelus bulunya dengan lembut, ‘Kamu tlah jalankan tugasmu dengan baik, Boi!’, kataku kepadanya. Ekspresi burung itu seolah tersenyum. Senang…Jose Rizal mampu mengusir rasa sepiku pagi itu…

Sepucuk surat itu ternyata berasal dari seorang sahabatku ‘Keisya Avicenna’ nun jauh di kota Solo sana…Ia bercerita tentang sebuah kisah luar biasa yang ia beri judul Pagi Kota Solo…dan kubawa memoriku menjelajah kota yang terkenal dengan Batik Danar Hadi dan Serabi Notosuman-nya itu…

Ahad penuh semangat, 26 September 2010


Pagi ini, Keisya akhirnya berhasil mengkhatamkan novel Padang Bulan dan Cinta di dalam Gelas-nya Mas Andrea Hirata. Sobat, bangga awak rasanya punya novel yang ada tanda tangannya Mas Andrea pluz coretan tangan yang berbunyi : “To : Norma…SALAM, Andrea Hirata”. Amboi, indah bukan buatan…(hoho…logat Keisya kok jadi ke Melayu-melayuan gini). Itu semua berkat saudara kembar awak yang ‘mengadu nasib’ di ibukota sana, salah satu kota impian Ikal juga!!! (hayah, kembali ke logat Solo mawon nggih…)
Pagi yang cerah untuk jiwa yang (tidak) sepi…Jam 07.30 segera Keisya berkemas untuk mempersiapkan diri menghadiri agenda Halal Bihalal Pagi Kota Solo di Monumen’45…bersama salah seorang rekannya, Ukh. Ika, Keisya meluncur menuju pom bensin dulu..hehe…si Astrea juga butuh amunisi sarapan pagi. Keluar dari pom bensin ketemu Mbak2…(namanya off the record…)akhirnya kita berangkat bersama. Rombongan 3 motor, mampir KAMDA, dan DPC…rombongan jadi 4 motor…Abiz lewat perempatan panggung, depan SMP 16 Surakarta, iring-iringan kok semakin banyak saja…hihi…seru euy…INILAH INDAHNYA UKHUWAH!!! Sampai juga di lokasi sobat, Keisya langsung berbaur dengan adik-adik dan mbak2 yang lain…saling ‘Halal Bihalal’, berhubung masih momentum Syawalan…Bahagia rasanya ketemu banyak orang yang dah jarang banget ketemunya. Jadi ingin bersenandung sobat :
“Pertemuan kita kali ini…bukan sekedar kawan lama tak jumpa….Tapi kita bertemu ada satu makna… Kita punya satu PERJUANGAN!!!”

Hoho, tahu gak sobat, tembang nasyid ini merupakan tembang andalan STREAM (Seni dan Teaternya Akhwat MIPA) kalo pas lagi ngisi acara-acara gitu…*duh, awak kangen bukan buatan!!! ^^v

Lanjut…acara Pagi Kota Solo di buka dengan penampilan nan kocak dari MC bang Nassirun Poerwokartun. Keisya sangat suka dengan salah satu seniman andalan kota Solo itu…So inspiring deh!!! Wah, pake acara bagi-bagi doorprize tiker euy…sayang, Keisya duduk di tengah!!! Kalah duluan dengan yang duduk di depan…hehe…Keisya duduk dekat istrinya Bang Nassirun n 2 jagoan kecilnya. Jadi bisa main2 deh ma 2 dedek lucu itu…

Aksi menulis Keisya tetap berlanjut, meski sepenggal-sepenggal. Karena menulis di ketikan keypad HP gak secepat ketika Keisya menggoreskan pena di kertas. Apa yang sempat terekam, Keisya tuliskan kembali di sini ya Sobat…dengan penuh modifikasi, tapi semoga inti dari puisi-puisi yang Bang Nassirun sampaikan tetep ada…(tak tambah-tambahi sendiri. Aslinya bukan seperti ini…benar-benar lebih bagus aslinya…)

“Kepada engkau, Saudaraku!!! Kita disini tengah berada di lorong panjang kebisuan…Istirahat sejenak menggenapkan hati. Menemukan kesalahan-kesalahan kita bersama untuk tidak terulangi lagi. Mengukuhkan kebenaran untuk kita perjuangkan lagi…!!! Satu hati, satu komando, satu perjuangan!!!”

Nuansa kehangatan, keharmonisan, dan ukhuwah yang begitu indah…mungkin sebagian kecil rasa ini yang bisa Keisya gambarkan tentang sebuah moment yang tengah Keisya saksikan dan Keisya alami di Monumen’45 kala itu. Tempat yang mengandung unsur ‘heroik’ ini seraya mengajak kita untuk terus refleksi diri : para pahlawan itu sudah meninggalkan sesuatu yang berharga, sesuatu yang luar biasa untuk Bangsa Indonesia…sedangkan kita ??? kita belum melakukan apa-apa!!! Ayo, para GENERASI MUDA, BANGKITLAH …HARAPAN ITU MASIH ADA!!! ^^v

Saatnya kita mengukir sejarah dengan tinta emas perjuangan dengan segenap potensi serta daya dan upaya yang kita punya!!! BERGERAKLAH atau TERGANTIKAN!!! ALLAHU AKBAR!!! (semangat Keisya mendadak meletup-letup niy…ahihihihi…
)
Dalam acara itu ada seorang seniman lagi dari Solo yang bernama Jo Leno (jangan terlena). Mungkin namanya itu ada unsur spirit bahwasanya kita harus senantiasa waspada, jangan sampai terlena…^^v.Pada kesempatan itu, beliau beserta grup ketoprak Balekambang nya unjuk kebolehan. Semula nyanyi lagunya Ebiet G. Ade yang Camelia. Dari cengkok asli, kemudian cengkok Madura (so pake ’tak iye’ segala), terakhir cengkok Arab… (qolqolahnya kental banget.hehe. Lucu!!). hm, indahnya karya seni yang merupakan perwujudan dari perasaan yang indah…

Sebelum ketoprak di mulai. Ada beberapa sambutan, Sobat. Ust. Sugeng menyampaikan kali ini acara kita beda. Dengan hadirnya Ketoprak Balekambang di tengah-tengah kita semoga mampu menjadi sarana melestarikan budaya Solo dan mampu memberikan wasiat melalui lagu dan kesenian. Sedangkan Pak Walikota Jokowi…(jadi ingat The King nya GO. Jokowi itu jadi rumus. Jarak = Kecepatan x Waktu. Dan semoga ini ada filosofinya sendiri. Semoga dengan seiring waktu berjalan, dengan ‘kecepatan luar biasa’ hasil kepemimpinannya di Solo, dengan tetap ‘menjaga jarak yang baik dengan rakyat (merakyat)’, kota Solo akan semakin BERSERI!!!). Kalau tidak salah, Pak Jokowi menyampaikan agar bangsa ini tidak menjadi bangsa yang terkotak-kotak…

Dan ketoprak nya pun beraksi, guyon parikeno yang mengambil tema : REBUT BENER!!! (mungkin istilah Bahasa Indonesianya : MEREBUT KEBENARAN. Bener gak ya???)
Menikmati sambil mengetik sesuatu di N5300…

“Kehangatan mentari dhuha mulai menyapa, tatkala aku mulai memvisualisasikan apa yang sudah tertulis di buku DNA ku. Merangkai lembaran-lembaran cerita penuh makna di Minggu ceria…Tatkala kulihat langit, haya ada dua warna, putih…tapi biru lebih mendominasi!!!Sang bagas semakin gencar saja membakar semangat insan yang tertangkap sinarannya..Kehangatan sang mentari dhuha, hadirkan ruh baru yang luar biasa!!! Seiring harmonisasi alam yang bersenandung merdu, lewat hembusan sang bayu, cericit si burung keil, gemerisik dedaunan, gesekan ranting-ranting di dahan, semua seolah menjadi paduan suara yang mencobasatukan nada tuk memuja dan memuji kebesaran-Nya…”

Demikian dulu Sobat…sebuah kisah luar biasa yang bisa Keisya tuliskan. Semoga dapat mengambil hikmahnya…
Salam, Keisya Avicenna
-yang masih menanti CAHAYA CINTA-


***
Najwa senang bukan buatan (duh mulai lagi…hehe). Segera ia mengambil pena* dan menggoreskan sesuatu di lembaran kertas*. Ia menulis surat balasan untuk Keisya, sahabatnya. Setelah selesai, Najwa melipat suratnya menjadi sebuah lipatan kecil kemudian ia ikatkan pada kaki kanan Jose Rizal. Sudah menjadi kebiasaan, Jose tidak akan beranjak pulang, kalau ia tidak membawa surat balasan. “Sampaikan kristal bening kerinduanku, kepada bos mu ya Jose…”, begitu kata Najwa sambil mengangkat tinggi burung itu dengan kedua tangannya aga ia bisa mengangkasa setinggi-tingginya…Kota Solo, itu tujuan Jose Rizal.

Sampai di Solo, Keisya membuka balasan surat itu…Jose Rizal tersenyum bangga karena tugasnya berjalan lancar. Keisya membaca penuh haru…

“Malam tergantikan..galaupun perlahan pudar dengan fajar yang berbinar
Melukis warna membatik pesona…
Membingkai asa…
Merajut cita dalam mahabahNya…
Menyulam jejak, mengukir tapak…
Meniti dakwah di jalanNya..
Ya Rabb, perkenankan kami memperbaiki penghambaan kami padaMu
Menata langkah perjalanan dakwah…
Mengikat erat ukhuwah….”

Kembali luruskan niat, BANGKIT dan BERSEMANGATLAH!!!!
Salam, Najwa
*bintang kecil yang ingin berpijar lebih terang

[Zona Nostalgia Romantic, 27 September 2010….]

SENI MENGKRITIK

Suatu ketika, Khalifah Harun ar-Rasyid didatangi seorang ulama yang ingin menasihatinya. Khalifah sesungguhnya orang yang suka dengan ahli ilmu, akan tetapi ulama itu mengoreksi kesalahannya dengan cara yang sangat kasar.

Khalifah Harun berkata, "Cobalah engkau berbicara dengan baik kepadaku."

"Itu adalah yang paling minimal bagimu," cetus sang ulama.

"Cobalah beritahu kepadaku, siapa yang lebih jahat : aku atau Fir'aun?" tanya ar-Rasyid.

"Fir'aun!"

"Siapakah yang lebih baik, engkau atau Musa bin Harun?"

"Musa!"

"Apakah engkau tidak tahu ketika Allah mengutus Musa dan saudaranya Harun kepada Fir'aun, Allah berpesan kepada keduanya, 'Maka bicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut."

'Ya, aku tahu!"

"Itu adalah Fir'aun yang penuh kesombongan dan kezaliman, sementara engkau datang kepadaku dengan keadaan begitu. Aku melaksanakan kewajiban-kewajibanku terhadap Allah, aku hanya menyembah kepada Allah. Aku menaati hukum-hukum, perintah dan larangan-Nya, sedangkan engkau menasihatiku dengan nada yang keras dan kata-kata yang kasar tanpa tata krama dan akhlak."



Ulama itu menyadari kekhilafannya. Dia langsung minta maaf saat itu juga pada Khalifah. Syukurlah, ar-Rasyid juga tidak mau memperpanjang masalah.



Sebuah cerita yang mengispirasi sekaligus sebagai evaluasi diri (kritik buat saya pribadi).. ^_*



Saya kemudian setuju orang-orang yang antikritik harus diingatkan betapa pentingnya kritik. Namun, para pengkritik pun harus diingatkan: betapa sensitifnya sebuah kritik sehingga penyampaiannya tidak perlu ditambah lagi dengan intrik. Kritik lebih dekat pada menyalahkan memang. Kritik lebih cenderung dianggap penghakiman terhadap kekurangan. Bicara atmosfernya, kritik lebih dekat dengan risiko pertengkaran, dan perselisihan. Karena itulah para pelantunnya perlu belajar cara menyampaikannya..



dan saya pun sepakat, dalam kritik, para pengkritik perlu belajar tidak menggunakan kata-kata yang sarkastik. Tidak perlu ada peremehan sekecil apa pun. Berikan kritik seperlunya dan motivasi pada akhirnya. Semangati lawan bicara kita. Jangan biarkan ia terpuruk dalam kesalahannya. Tunjukkan nita tulus kita mengkritiknya hanya untuk kebaikannya. Masa depannya. Kemajuan bersama. Azzamkan diri ini untuk mencobanya.



Terakhir, mari kita simak nasihat Allah untuk para pengkritik, di mana pun mereka berada.

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" (QS. an-Nahl : 125)



dan inspirasi dari Umar bin Khaththab

"Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku"



===========================================

++ Semoga menjadi inspirasi kita dan untuk para pemimpin negeri ini ++

===========================================



special from : jendalsoedilman [ADA]

Permata yang Dicari


Di suatu sore, seorang anak datang kepada Ayahnya yang sedang membaca koran.
“Ayah, ayah” kata sang anak
“Ada apa?” tanya sang Ayah
“Aku capek, sangat capek. Aku capek karena aku belajar mati-matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan mencontek, aku mau mencontek saja! Aku capek, sangat capek. Aku capek karena harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! Aku capek, sangat capek. Aku capek karena harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung, aku ingin jajan terus!
Aku capek karena harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati. Aku capek karena harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-temanku, sedangkan teman-temanku seenaknya saja bersikap kepada ku. Aku capek Ayah, aku capek menahan diri. Aku ingin seperti mereka. Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka Ayah!” sang anak mulai menangis.

Kemudian sang Ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ”Anakku ayo ikut Ayah, Ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak. Kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang. Lalu sang anak pun mulai mengeluh ” Ayah mau kemana kita?? Aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena ada banyak ilalang… aku benci jalan ini Ayah” sang Ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah tempat yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu-kupu, bunga-bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang.
“Wwaaaah… tempat apa ini Ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang Ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Ayah, aku boleh berenang ya?”
“Iya.. airnya tidak dalam kok!”
Beberapa saat kemudian.
“Ayah, aku menemukan kerang berisi permata! Ini buat ibu ya yah!”
Sang ayah hanya tersenyum.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping Ayah” ujar sang Ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya setelah mengeringkan bajunya.
”Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? Padahal tempat ini begitu indah…”
”Tidak tahu Ayah, memangnya kenapa?”
”Itu karena orang-orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tahu ada tempat yang indah di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
“Ooh… berarti kita orang yang sabar ya Yah? Alhamdulillah”
“Nah, akhirnya kau mengerti”
”Mengerti apa? aku tidak mengerti”
”Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kejujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi. Bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melewati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga, dan akhirnya semuanya terbayar kan? Ada tempat yang sangat indah. Bahkan kau berhasil menemukan permata. Seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? Kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
”Tapi Ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
”Ayah tahu, oleh karena itu ada Ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Begitu pula hidup, ada Ayah dan Ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu. Tapi, ingatlah anakku… Ayah dan Ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri. Maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri.. seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya. Maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang. Maka kau tahu akhirnya kan?”
”Ya Ayah, aku tahu.. aku akan dapat surga yang lebih indah dari tempat ini. Sekarang aku mengerti. Terima kasih Ayah, aku akan tegar saat yang lain terlempar”
Sang Ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.
***
Untukmu yang beriman
Allah telah berjanji padamu
Allah akan menolongmu
Allah akan meneguhkan kedudukanmu
Jika kau menolong agamanya...
Sekalipun dengan setetes peluh penuh keikhlasan...
Bahkan air mata atau darah sekalipun!
Dan selemah-lemahnya adalah rintihan hati yang terdzolimi...
Rintihan, bukan umpatan atau rasa kekesalan..
Tapi untaian harapan dan keyakinan, bahwa Allah tak pernah menyiakan..
Sekalipun menjadi yang terasing...
Ya, terasing! Karena di awal kemunculannya, dien Islam ini juga dalam keadaan asing
Dan kelak akan kembali asing sebagaimana awal mulanya
Berjuanglah!
Tiket Syurga itu tak murah!
Mendapatkannya juga tak mudah!
Semoga setiap letih yang dikumpulkan karena-Nya, mampu membayar jaminan Syurga-Nya...
Semoga setiap amalan kita terbalaskan dengan ridho-Nya...
Dan harapan terbesar adalah semoga Allah ridho menjadikan kita penghuni jannah-Nya..
Aamiin Ya Rahman.. Aamiin Ya Rahiim.. Aamiin ya Rabbal 'alamiin...
Karena setiap kita inginkan yang TEPAT dan TERBAIK!!!!
***
“Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Q.S. Muhammad:7)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istioqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni Al Jannah, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al-Ahqaf: 13-14)

Jakarta, 23 September 2010_05:55
Aisya Avicenna

Etika Menjadi Ibu


Hmm, judul di atas bermakna ganda ya? (Karena yang menulis ini kebetulan bernama Etika, ^^v). Tapi yang dimaksud bukan Etika yang menulis ini. Etika = Suluk = Akhlak… Yadahlah, mari disimak!
Selasa, 22 September 2010
Pagi ini, sebelum berangkat ke kantor, aku menyempatkan diri untuk melihat berita pagi ini. Aku terhenyak saat melihatsebuah berita! Dalam berita itu diceritakan bahwa ada seorang anak yang tinggal di daerah Sumatera Selatan, ia bernama Reno, baru berumur 2 tahun 3 bulan. Sekilas dari penampilannya, ia seperti anak kebanyakan. Dalam berita tersebut, wajah Reno ditutupi (disamarkan). Mengapa???
Saya beri tahu, tapi jangan kaget! Ternyata Reno kecil adalah seorang perokok berat! Dalam layar TV sekilas juga terlihat Reno sedang bermain sambil merokok. Astaghfirullah... Dalam sehari, ia bisa menghabiskan 32 batang! Bayangkan kawan!!!
Bagaimana sih orang tua Reno mendidik dan mengasuhnya? Kok bisa sampai separah itu? Pasti ada sesuatu yang tidak beres! Itulah pertanyaan yang terbersit dalam diri ini saat melihat berita itu? Dan sepertinya, memang ada yang tidak beres! Ibu dan ayahnya terkesan cuek! Bahkan hanya menjawab, sudah dibawa ke puskesmas tapi belum ada perubahan. Uhf... Astaghfirullah!!!
Berita itu pun berlalu. Diri ini juga harus segera beranjak pergi ke kantor. Seperti biasa, harus ada buku yang menjadi teman perjalanan. Akhirnya memutuskan untuk membawa buku “Etika Menjadi Ibu” yang sengaja dipilih di antara tumpukan buku yang belum sempat disampul dan diinventaris. Buku saku ini merupakan buku terjemahan dengan judul aslinya adalah “Sulukul Ukhtii Muslimah Kaummin”. Buku setebal 43 halaman ini ditulis olehShafa’ Jalal dan diterjemahkan oleh Nurul Mukhlisin Asyrafuddin, Lc, M.Ag. Buku bersampul pink dengan gambar bayangan seorang ibu yang menggandeng anak kecilnya ini diterbitkan oleh Laa Raiba Bima Amanta (elBa), Surabaya.
Buku ini menerangkan bahwa tanggung jawab seorang muslimah sebagai seorang ibu terhadap anak dimulai sejak belum menikah hingga anak menjadi dewasa. Tanggung jawab terhadap anak dimulai dengan memilihkan ayah yang shalih. Setelah seorang muslimah memilih suami yang sholeh, maka akan dihadapkan pada beberapa fase selanjutnya.
1. Fase kehamilan, pada fase ini mulailah ada tambahan tanggung jawab seorang muslimah terutama untuk menjaga kesehatan janin dalam rahimnya.
2. Fase melahirkan, pada fase ini kekuatan seorang muslimah akan sangat diuji. Tak hanya secara fisik, tapi juga mental. Berjuang melawan maut demi kelahiran sang buah hati. Berusahalah untuk meminta bantuan dokter atau bidan beranak yang bukan laki-laki. Cari yang wanita saja!
3. Fase setelah melahirkan, pada fase ini Allah dan Rasul-Nya telah memberikan beberapa petunjuk sebagai kewajiban awal bagi orang tua, di antaranya :
a. Adzan dan iqamah di telinga sang bayi
b. Tahnik (mengolesi langit mulut bayi) dengan kurma
c. Memberikan nama yang baik. Bila terjadi perbedaan antara ayah dan ibu dalam masalah nama, maka memilih nama termasuk tugas suami (ayah sang bayi)
d. Mencukur rambut kepalanya dan bersedekah dengan perak seukuran berat rambutnya
e. Khitan dan melubangi daun telinga (bagi wanita)
f. Mengaqiqahkannya
g. Menyusuinya dalam waktu dua tahun
4. Fase anak pertengahan, maksudnya saat buah hati kita memasuki masa kanak-kanak. Pada masa ini orang tua sangat berperan mendampingi anak dengan serius memberikan pendidikan bernilai syari’at kepada mereka. Caranya dengan mengajarkan kalimat “La Ilaaha Ilallah”, memberitahukan kepadanya tentang perkara halal dan haram, menyuruh anak untuk beribadah, mendidik mereka dengan adab Islami, mengajarkan mereka bermuamalah, membiasakan infaq, mengajari dzikir
5. Fase remaja, pada fase ini peran orang tua juga sangatlah penting karena pada fase ini kondisi fisik dan emosional anak memang tengah labil. Maka dari itu, jadilah teman bagi mereka. Jangan suka mendikte, tapi dengarkanlah mereka.
6. Fase dewasa, pada fase ini peran seorang ibu adalah turut memilihkan pendamping yang baik agamanya buat anak. Pendampingg yang sholeh/sholehah, multazimah (taat) dan beriman untuk menyempurnakan kehidupannya.
Nasihat-nasihat untuk muslimah :
1. Hiasi diri dengan kejujuran dalam perkataan, karena perkataan kita adalah teladan yang akan diikuti oleh anak-anak kita
2. Jadilah muslimah yang amanah, ikhlas, dan taat kepada Allah selalu
3. Jagalah jangan sampai bertengkar dengan suami di hadapan anak-anak
4. Tidak menghukum anak dengan pukulan yang melukai
5. Tidak memberikan hinaan dan makian di hadapan orang lain
Hmm, mari menjadi calon orang tua yang terbaik buat anak-anak kita!

Jakarta, 22 September 2010
Aisya Avicenna

HUJAN dan PENANTIANKU

HUJAN dan PENANTIANKU

[H]ari masih setia bergulir..
[U]ntaian kisah masih saja terukir..
[J]ejak langkah masih ringan tertapak..
[A]ngan pun masih jelas tergambar..
[N]yanyikan rindu brsama denting rintik sang hujan..

[P]erlahan dingin menyusup relung kalbu..
[E]nyahkan ragu yg semula membisu..
[N]yalakan sang surya yg brsinar terangi jiwa..
[A]gar azzam itu kmbli membara dlm dada..
[N]antikan kisah yg kan menghiasi taman2 bumi..
[T]erbang menyongsong firdaus yg tersenyum membukakan tangan..
[I]ringi tinta emas perjalanan ini..
[A]khir penantian seumpama kupu2 yg siap terbang menjelajah semesta..
[N]ikmati pesona bunga2ny yg indah dan harum mewangi..
[K]etika siapa,kapan,dan dimana itu..trjawab dgn 2 kata.."TEPAT dan TERBAIK"
[U]ntuk brsama membingkai surga dlm untaian kisah penuh makna..

-Keisya Avicenna-

Bubur Sumsum Saus Gula Merah

Bahan Bubur :
• 100 gr tepung beras
• 2 lbr daun pandan
• 650 ml santan
• 1 sdt garam
Cara buat :
1. Campur semua bahan aduk-aduk supaya tercampur rata.
2. Lalu masak diatas api sambil diaduk hingga mendidih dan meletup-letup.
3. sisihkan
Bahan Siram :
• 1 sdm gula pasir
• 100 gr gula merah diserut
• 200 ml air
Cara Buat :
1. Masak bahan hingga gula larut dan mendidih,.
2. lalu saring. (kalo ingin saus agak kental bisa ditambahkan dengan 1 sdt tepung beras +air)
Penyajian :
Taruh dalam mangkuk bubur lalu siram dengan saus gula merah, siap dihidangkan.

“MENSYUKURI CINTA” BERSAMA PARA PENULIS FLP SOLO RAYA




GORESAN PENANTIAN

Sang waktu terus membawaku dalam suatu masa yang membuatku harus selalu bertanya, ‘Kapan penantian ini usai?’
Dan ternyata....detik masih merangkak menjadi menit, menit pun berjalan. Satu jam terlewati. Jam berlari, tak terasa satu hari berganti… begitulah waktu…
Penantian memang menjadi bagian dari sebentuk ujian. Ujian kesabaran dan juga ujian kesetiaan. Penantian yang ku alami saat ini menjadi suatu fase penuh makna karena ku bisa ‘belajar lebih banyak’ untuk mengisi dan mematangkan ‘masa’ itu…Masa yang penuh dialektika, sarat akan untaian cinta, ‘masa’ yang kehadirannya kan slalu kurindukan sepanjang masa…’Masa’ dimana kuterus mencari dan memaknai setiap detik yang kulewati. Masa dimana ketegaran dan keistiqomahanku diuji. Sabar dan tawakal menjadi teman setia, mendampingi ikhtiar dan doa yang tak pernah terputus mengiringinya..
Betapa penantian menyuguhkan berjuta cerita…
Kedewasaan yang kan menjadi penengah dari semua sikap yang ‘mungkin’ pada awalnya mengedepankan emosi dan ego semata.
Karena aku masih disini, dalam sebuah penantian…
Apapun yang terjadi, jiwa ini selalu yakin…Allah pasti akan menjawab dengan lebih indah, di saat yang TEPAT dan TERBAIK!!!
Karena ku yakin, aku akan menemukan “SEBERKAS CAHAYA CINTA” di ujung penantian ini…
OPTIMISLAH!!!
[Keisya Avicenna, 16 September 2010…13:40 WIB]


Hehe…ngetik ulang tulisan yang sempat nyasar di Buku DNA [Dream ‘N Action] nya [NO]stalgia [R]o[MA]ntic alias buku catatan harian saya…bkin ketawa lagi. Tulisan sekitar 7 menitan tanpa berhenti, tanpa coretan apalagi tipexan…(nulis aja gitu gak putus…) di atas hanya sekedar ungkapan isi hati saat menunggu kehadiran seseorang…hoho… (menunggu Erny lho bukan yang lain).
Tulisan ini akan membawa saya kembali –flashback- pada sepenggal kisah yang sempat terekam dalam jejak kehidupan seorang Keisya Avicenna…

Kamis, 16 September 2010

Pagi di Istana KYDEN sudah terjadi kesibukan yang luar biasa…sempet bercengkerama ma Babe juga saat asyik ngasih makan ternak2nya yang gemuk dan lucu-lucu..beres2 rumah dan packing coz mau ‘boyongan ke Solo’ part 1..(bawa buku-buku dulu, pakaian dkk..bersambung di part2).

Hari ini ada Pesta Demokrasi pilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Wonogiri. berangkat nyoblos dulu ma Babe n Ibu ke TPS sebelum pergi ke Solo..jari kelingkingku jadi ungu deh…Semoga WONOGIRI semakin SUKSES!!!

Usai nyoblos, masih sedih euy…si cakep masih terkapar tak berdaya karena diracun orang…(hmmm, semoga Allah SWT memberikan balasan setimpal kepada orang yang tega ngasih racun kucing yang cakep dan lucu itu. Paling gak tega waktu liat ekspresi wajah si Bundel…gurat kesedihan tampak jelas di muka lucunya tatkala melihat sang kakak sudah diambang sakaratul maut…hiks…T T)

Akhirnya, menikmati perjalanan kembali ke Solo…Ada kejadian lucu waktu naik NUSA. Nungma duduk sebelahan ma simbah2..(mbah putri). Nungma taksir usianya 70+ lah…E, beliau malah curhat macem2..hihi, mulai dari kisah petualangannya, anak, putu, buyut, deelel..sempet juga menunjukkan jemari tangan kirinya yang ternyata ada 3 buah cincin yang melingkar di 3 jarinya itu. Hoho..beliau juga sempet crita kalau tadi baru aja beli cincin (beliau sambil menunjukkan cincinnya itu yang terpasang di jari tengahnya)..cegluk, Nung mbatin…”Nung aja belum pake cincin di jari jemarinya mbah, lha kok njenengan ada 3…gak berat ya mbah?? xixixi..mbahe jan gaul tenan”. Mbahnya baik juga euy, ngasih Nung sawo satu biji…tu simbah asyik cerita sambil maem sawo gaya ‘mbah-mbah’…(selamat membayangkan). Yang jelas, kalau pas lagi ada cerita seru tu mbah sempet2nya menepuk bahu Nungma, hihi…nakal ni simbah..ngelap tangannya ke jaket MITI-nya Nung. Tu simbah hobi berpetualang deh kayaknya. Kemana-mana sendiri (anak-anaknya merantau semua), ternyata simbah itu nanti mau turun palur then naik bis ke Karanganyar. Atos2 kemawon nggih mbah….Nungma hanya bisa mengungkapkan 1 kata : Salut!!! ^^v. terima kasih sawonya…^^v

Agenda siang ini mau menghadiri Acara Halal Bihalal Keluarga Besar FLP Solo Raya di Rumah Mas Aries Adenata (Ketua FLP Solo Raya). Kemarin2 sempat di SMS Mas Aris El Durra ngasih petunjuk…berhubung belum ‘ngeh’ dengan SMS dari Mas Aris, Nung sempet SMS minta petunjuk ke tuan rumahnya langsung. Hehe…

Jam 13.00 Erny ternyata masih di rumah. N dy mengabarkan kondisi di Sragen cuaca kurang bersahabat. Mendung banget gitu deh. Solo juga kok. Yadah, Nung menunggu…[sambil menunggu ±1 jam penantian…Nungma nulis “GORESAN PENANTIAN” itu deh..hoho…daripada ngalamun..tyuz sempet baca2 buku juga…intinya mengoptimalkan waktu penantian itu dengan hal-hal yang bermanfaat…]

Akhirnya, jam 14.06 Erny sampai juga di kost pink…dan kita pun berangkat. Bismillah, semoga tidak hujan…baru beberapa menit, ada SMS masuk n bertengger di inbox N5300-ku…dari mas Aris El-Durra. SMS yang sangat singkat, nanyain :”Km dtg gk to dik?” [14:14:08]…hehe, otw boz!!! Tenang, buku pesenan njenengan “RABITHAH CINTA” sudah saya bawa…

Hm, jalanan siang menjelang sore ini memang cukup ramai, apalagi jalan slamet riyadi cukup padat merayap. Akhirnya, sampai juga di Goro AsSalam, belok, lewat pabrik tyfountex, ada lapangan, ke kanan…terus…n endingnya ketemu juga, coz banyak motor yang dah parkir disitu…hyaa, Alhamdulillah belum bubar…disambut oleh tuan rumah, Mas Aries Adenata (sang penulis buku “BUANGLAH PACAR PADA TEMPATNYA”. Punya usaha jualan batik juga ya Mas??? Sip…), kemudian kita berdua gabung dengan rekan-rekan yang lain… dah sesi diskusi kayaknya…meski ilmu yang di dapat dari Mas Sakti Wibowo [penulis skenario sinetron Ketika Cinta Bertasbih] yang bisa saya tangkap cuma segelintir tapi lumayanlah dapat charger spirit untuk terus bersemangat dalam berkarya dan mencetak sejarah!!! Sempet barteran buku juga dengan Mas Aris El Durra, hehe…dipinjemi Topan Marabunta1-nya Mbak Afifah Afra dan bukunya Mas Joni Ariadinata “Aku Bisa Nulis Cerpen”. Sip, buku yang lagi Nungma butuhkan nih… {huaayoooooo, Mas Aris El Durra…reportasenya mana??? Saya tunggu!!! Nungma kan telat…^^v}
Ending yang paling saya suka : photo-photo..heehee…

Abiz salam-salaman then pulang…(“rasa-rasanya singkat amat ya Er??? perasaan baru aja kita datang dah pulang lagi…ahihihihi…tapi yang jelas, meski singkat, namun sangat berkesan, full manfaat n penuh semangat!!!…^^v”)

Flashback usai…

Ngomong-ngomong masalah judul tulisan saya di Buku DNA itu, inget…tadi pagi ada yang SMS…endingnya tanya : “….anti kapan?” (waduh, pertanyaan yang sensitif namun motivatif dan inspiratif..ahihihi..*ketawa khas bernard)

“Tidak ada siapapun yang tahu dimana ujung dari HITAM-PUTIH PENANTIANNYA, maka selalu berbaik sangkalah pada-Nya, buat Dia selalu tersenyum karena kita…’TEPAT dan TERBAIK!!!’ Segera, tapi tidak tergesa-gesa, mungkin itu jawaban saya…^^”

Jadi ingat, salah satu penggalan kalimat di buku Jalan Cinta Para Pejuang-nya Ust. Salim A. Fillah…

“Jika kita menghijrahkan cinta : dari kata benda menjadi kata kerja maka tersusunlah sebuah KALIMAT PERADABAN DALAM PARAGRAF SEJARAH. Jika kita menghijrahkan cinta : dari JATUH CINTA menjadi BANGUN CINTA, maka cinta menjadi sebuah ISTANA, TINGGI MENGGAPAI SURGA!!!”

Jadi ingat juga salah satu status ‘myinspiring ustadz’ :
“Lima titik rawan yang berpotensi mengubah haluan hidup : LULUS KULIAH, MULAI BEKERJA, PINDAH DOMISILI, MENIKAH dan MENJADI PEJABAT PUBLIK” [Ust. Wiranto]
Subhanallah…So, KEEP ISTIQOMAH!!!


[Zona NOstalgia RoMAntic, 19 September 2010…”MENSYUKURI CINTA” Cinta dapat mempertajam pena para pengarang, mendatangkan kegembiraan dalam jiwa dan perasaan. Cinta menjadi nikmat yang harus disyukuri. Cinta sebagai energi keshalihan dalam menuju keridhoan Allah SWT…-Keisya Avicenna-]

Plan and Action

Plan and action to be a good muslimah, honest statistician, inspirative writer, great trainer, and brave adventurer!!!

~”Plan to be” is the way to plan what we have to action~

Bidadari Surga Terindah


Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya
Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga
Terindah dari yang ada
Ia adalah wanita shalehah
***
Pagi ini, sekitar pukul 05.00 aku teringat sebuah cerpen dari seorang sahabat yang kemarin dikirimkan ke emailku. Dia memintaku untuk mengkritik cerpen itu. Ada sebuah percakapan dalam cerpen itu yang paling aku suka.
“Ehhmmm…. Sudah waktunya aku memberikan hadiah kepada ibu. Tapi siapa wanita itu?” ucapku dalam hati.
“Siapapun wanita itu yang penting dia cinta sama Allah dan Nabi-Nya, baik akhlaknya, ra neko-neko”.
Dari percakapan di atas, terbersit sebuah harapan sederhana tapi sangat mulia dari seorang ibu yang mendambakan seorang wanita shalehah yang selayaknya menjadi pilihan terbaik bagi anaknya. Membicarakan tentang wanita shalehah, seringkali dihubungkan dengan bidadari.
Apa yang terbayangkan jika mendengar kata “bidadari”? Bidadari yang bermata jeli, yang sangat indah dan jelita. Percakapan antara Rasulullah Saw dan Ummu Salamah ra berikut akan memberikan gambaran tentang sifat-sifat bidadari yang bermata jeli.
Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah ra. dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Q.S. Al-Waqi’ah : 23)
Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Q.S.Ar-Rahman : 70)
Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”
Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Q.S. Ash-Shaffat : 49)
Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Q.S. Al-Waqi’ah : 37)
Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, mengasihi dan umurnya sebaya.”
Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”
Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”
Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.

Sungguh indah perkataan Rasulullah Saw yang menggambarkan tentang bidadari bermata jeli. Namun betapa lebih indah lagi di kala beliau mengatakan bahwa wanita dunia yang taat kepada Allah lebih utama dibandingkan seorang bidadari. Ya, bidadari saudariku.
Sungguh betapa mulianya seorang muslimah yang totalitas islamnya. Mereka yang senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya, senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Sungguh, betapa indah gambaran Allah kepada wanita shalehah, yang menjaga kehormatan diri dan suaminya. Yang tatkala cobaan dan ujian menimpa, hanya kesabaran dan keikhlasan yang ia tunjukkan. Di saat gemerlap dunia kian dahsyat menerpa, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya.
Sebaik-baik perhiasan ialah wanita shalehah. Dan wanita shalehah adalah mereka yang menerapkan islam secara menyeluruh di dalam dirinya, sehingga kelak ia menjadi penyejuk mata bagi orang-orang di sekitarnya. Senantiasa merasakan kebaikan di manapun ia berada. Bahkan seorang “Aidh Al-Qarni menggambarkan wanita sebagai batu-batu indah seperti zamrud, berlian, intan, permata, dan sebagainya di dalam bukunya yang berjudul “Menjadi wanita paling bahagia”.
Subhanallah. Tak ada kemuliaan lain ketika Allah menyebutkan di dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 34, bahwa wanita shalehah adalah yang tunduk kepada Allah dan menaati suaminya, yang sangat menjaga di saat ia tak hadir sebagaimana yang diajarkan oleh Allah.
Dan bidadari pun cemburu kepada mereka karena keimanan dan kemuliaannya. Bagaimana caranya agar menjadi wanita shalehah? Tentu saja dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala laranganNya. Senantiasa meningkatkan kualitas diri dan menularkannya kepada orang lain. Wanita dunia yang shalehah kelak akan menjadi bidadari-bidadari surga yang begitu indah.
Duhai saudariku muslimah, maukah engkau menjadi wanita yang lebih utama dibanding bidadari? Allah meletakkan cahaya di atas wajahmu dan memuliakanmu di surge. Menjadikanmu bidadari-bidadari surga.
Maka, mari terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, agar Allah ridha!
Referensi : http://multazimah.blogsome.com (dengan beberapa perubahan)
***
Jakarta, 16 September 2010
Aisya Avicenna

Meminang Sang Pangeran


Aku tahu, aku hanya seorang wanita yang tugasnya menunggu sang pangeran dalam penantian.

Kata mereka, kau yang berhak memilih dan kami, perempuan, hanya bisa menolak atau menerima lamaran.

Tapi, bolehkah kali ini aku yang memilih? Memintamu untuk menjadi yang terindah di hatiku? Kau tinggal bilang ya, atau tidak. mudah kan?

Ah, mungkin benar, dunia sudah terbalik atau bisa juga ini hanya rasa khawatirku takut kalau Allah tidak menyisakan satu mujahid-Nya untukku!

Hahaha…dasar aneh! Bukankah Allah sudah berfirman bahwa Dia menciptakan makhlukNya dengan berpasang-pasangan?

Tapi, aku juga ingin tahu rasanya berbunga ketika lamaranku diterima atau kecewa saat pinanganku ditolak mungkin dengan begitu, aku bisa berbagi dengan kaumku bagaimana sih sakitnya ditolak? Agar para akhwat tak gampang mengucap kata “tidak” dengan alasan yang sengaja dibuat-buat : masih ingin melanjutkan studilah belum cukup umurlah belum siap mentallah kurang cocoklah! dan entah apa lagi…

Tapi, bagaimana cara meminangmu ya? Apa aku harus mengajukan proposal lebih dulu? Atau langsung datang ke istanamu dan memohon agar kau sudi menerimaku menjadi permaisurimu? itukah yang kau mau?

“Huh, dasar tidak tahu malu!” tiba-tiba terdengar teriakan dari jauh “Wahai akhwat, DI MANA IZZAHMU?”

IZZAH? kalian bertanya tentang IZZAH?Apakah izzah ada pada diri seorang akhwat yang malu mengungkap perasaannya kemudian memendam cinta dan mengotori hati dengan terus memikirkannya?

Apakah izzah ada pada diri seorang akhwat yang menyuburkan virus cinta di hatinya dan membaginya pada semua ikhwan yang dikaguminya dalam masa penantiannya?

Apakah izzah ada pada diri seorang akhwat yang menanti sang pangeran, namun ketika ia datang si akhwat menolak dengan alasan tidak jelas?

Di sanakah izzah bersemayam?

Ataukah izzah ada pada diri seorang Khadijah yang berterus terang meminta Muhammad untuk menjadi nakhoda dalam bahtera cintanya?

Ataukah izzah ada pada diri para bidadari yang berebut ingin melayani Zulebid yang rela meninggalkan istri tercinta di hari pertama pernikahannya demi meraih syahid?

Sungguh, kisah cinta yang agung dan suci bukan cintacinta picisan yang ingin diraih tapi jauh lebih tinggi! cinta di atas segala cinta yang tak kan habis cintaNya, Allah!

Di sana ada kejujuran, keterbukaan, kepercayaan, ketulusan, keimanan, dan ketaqwaan berbeda dari kisah Romeo dan Juliet atau Layla dan Majnun yang berakhir tragis dengan mati membawa cinta tak sampai... malang nian!

mungkin iya, aku tak seberani Bunda Khadijah aku pun bukan bidadari yang tak dianugerahi rasa malu karena ia memang diciptakan dan ditugaskan untuk melayanimu

Tapi, jika aku boleh memilih izinkan aku meminangmu sebagai kekasih bukan untuk saat ini karena mungkin waktuku tak cukup untuk menanti

tapi, nanti…

Setelah kumati…

~sebuah catatan yang bertengger manis di folder "inspirasi" dalam file lamaku~

**

SEBUAH PERENUNGAN

**

pengin buat buku tentang tema di atas, tapi masih bingung cari kontributor!

hmm.... siapa ya yang sudah berpengalaman atau punya ilmunya???

bisa dibagi dengan saya..

Yang sedang merenung dan mencari inspirasi,

Aisya Avicenna

Rabithah Cinta


H-1 menjelang keberangkatan ke Jakarta, aku menyempatkan untuk menyelesaikan membaca novel karya Mbak Afifah Afra yang berjudul Rabithah Cinta. Berikut ini review-nya.
So inspiring!!!
***
Judul : Rabithah Cinta
Penulis: Afifah Afra
Penerbit : Mizan
Tanggal terbit : November - 2008
Jumlah Halaman : 336
Bagi penggemar novel dengan alur mendebarkan dan sesekali menyesakkan dada dengan haru maka Rabithah Cinta adalah jawabnya. Syakilla, seorang akhwat yang mendambakan suami seperti seorang petani [kenapa? baca aja!]. Akhirnya ia menikah dengan Riyan, seorang dokter [kenapa bukan petani? Makanya, baca!!]. Riyan punya cita-cita mulia, menanam pahala di bumi Papua. Syakilla yang lagi bersinar di karirnya enggan menuruti permintaan suaminya, tapi setelah sekian lama akhirnya mau juga berangkat ke Papua.
Bagaimana rasanya hidup di daerah asing dan terpencil yang segala sesuatunya serba terbatas? Itulah yang dialami Syakilla, muslimah yang harus memendam semua impiannya saat harus mengikuti suami tercinta dinas ke Papua. Syakilla harus rela mengabdikan hidup dan cintanya di pedalaman Papua. Hari-hari awal dilalui tetap dengan bahagia hingga suatu ketika ada badai yang datang melanda biduk rumah tangganya.
Napas cinta Syakilla serasa tercekat ketika Riyan yang sedang bertugas tiba-tiba disandera gerombolan pemberontak RI yakni Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dalam penyanderaannya, Riyan sempat bertemu dengan seorang wanita yang ternyata menaruh hati padanya, bahkan membuatnya kagum karena berani menyatakan keislamannya di hadapan Riyan. Cintanya pun diuji.
Syakilla tak menyerah. Ia menanti dalam doa dan kesabaran yang luar biasa. Bagi Syakilla, penantian merupakan bagian dari kesabaran, bukti dari ketulusan dan kesetiaan. Semua itu demi cintanya kepada sang kekasih, Mas Riyan, suami tercinta. Ia ingin membuktikan ketulusan hatinya terhadap suami tercinta bahwa apapun yang terjadi ia tetap akan menanti rabithah cintanya itu.
Kegalauan hatinya bertambah ketika di tengah penantian panjang itu seorang dokter lainnya dikirim pula ke tempat ia berada menggantikan sang suami yang belum juga ada kabarnya. Ia tak berdiam diri dan yakin bahwa suaminya masih hidup. Segala ikhtiar ditempuhnya untuk memastikan sang suami masih hidup. Lama ia menanti hingga akhirnya dokter pengganti itu datang yang tak lain adalah Andrean, mantan kekasihnya pada masa silam.
Bagaimana ujung dari penantian Syakilla?
Bagaimana nasib Riyan?
Hmm, baca aja ya!!!
***
Jakarta, 16 September 2010
Aisya Avicenna

KYDEN : MY LOVELY FAMILY


KYDEN mengucapkan: SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H.

SPIRIT KYDEN : "MERAH MARUN"!!

"[M]enuntun k[E] a[RAH] [M]ata [A]ngin bahagia: sebuah metamo[R]fosa kehid[U]pa[N]"

080910


Assalamu’alaykum. Wr.Wb…
Angka yang istimewa di hari yang istimewa…
Alhamdulillah, sampai kantor tepat pada waktunya meski semalam habis begadang di Istiqlal. Subhanallah, pagi ini disuguhkan pemandangan langit yang luar biasa mempesona. Sekitar pukul 06.00 tadi langitnya mendung, tapi saat perjalanan ke kantor langit begitu cerah.
Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan buat saya untuk sekedar menuangkan tulisan di sini.. Syukur tak terhingga atas kenikmatan-Nya yang tak akan mampu kita kalkulasikan… Allahu akbar!!!
Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Sang Teladan terbaik kita, Rasulullah SAW, semoga kita termasuk dalam barisan umat yang mendapat syafaat dari beliau.
RAMADHAN!!! Semoga Allah memberikan ridho dan berkah pada hari-hari di bulan suci yang telah kita lalui ini. AAMIIN!!!!
Gimana kabar Ramadhannya???
Semoga berkah Ramadhan, terutama Lailatul Qadr bisa kita dapatkan… AAMIIN!!!!!! Banyak kisah luar biasa yang terjadi dalam hidup saya di bulan ini. Ramadhan pertama saya di Jakarta ini memang terasa berbeda. Sangat berbeda. Betapa Allah memberikan saya banyak kesempatan dan pengalaman berharga. Terima kasih Ya Allah…
Selama 30 hari mencari cinta di bulan Ramadhan tahun ini, hari-hari saya selalu ditemani sebuah buku merah kecil yang saya namai “DIARY RAMADHANQ”. Nah, targetan + capaian amal yaumi, murajaah hafalan Qur’an dan hadist, tausyah, materi kajian dan kisah-kisah yang saya alami di bulan Ramadhan 1431 H ini terangkum manis dalam diary mungil itu. Tahun lalu saya juga punya diary serupa. Tujuan saya membuatnya karena saya ingin bisa mengisi Ramadhan tahun ini dengan lebih baik berdasar pengalaman Ramadhan setahun silam. Dan buku “DIARY RAMADHANQ” tahun ini bisa menjadi salah satu parameter untuk Ramadhan tahun depan. Semoga masih ada kesempatan untuk bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan… aamiin Yaa Rabb… Insya Allah, beberapa inspirasi yang sudah saya dapatkan di Ramadhan tahun ini akan saya tuliskan… Ditunggu ya…!!!


Oh ya, saya pamit… Siang ini akan pulang kampung…
Wonogiri… I’m coming!!!
Semerbak mewangi kasih ibunda…
Setegak langit cinta ayahanda..
Selaksa kasih kakak dan adik tercinta …
Kotaku yang kurindukan…
SEMANGAT MUDIK!!!
Ehm, special buat pembaca tulisan ini…
Telah datang untuk kita
Hari yang membukakan gerbang kemenangan
Hari di mana kita meneteskan air mata
Karena berlalunya Ramadhan yang suci
Hari di mana kita tersenyum menyambut
Rahmat dan cinta-Nya yang berlimpah..
Semoga kita benar-benar menang di hari kemenangan..
Taqobballahu minna wa minkum..
Minal Aidin wal Faidzin…
Mohon maaf lahir batin yaaa
***
Detik-detik berlalunya Ramadhan…
Ya Allah… hamba kembali bermunajat kepada-Mu…
Hamba memohon ampunan dari-Mu
Atas khilaf hamba yang tak terkira banyaknya
Atas dosa-dosa hamba yang tak terhitung jumlahnya
Ampuni hamba Ya Rabb..
Ampuni hamba…
AMIIIN….
Wassalamu'alaykum. Wr.Wb..
Jakarta, 080910_08:46
Aisya Avicenna

SEGERALAH BERBENAH DI WAKTU YANG TERSISA



Usangkah iman kita saat ini? Masih layakkah kita menemui Sang Pencipta Yang Mahasuci dan Mahamulia? Masihkah lentera hati kita bersinar terang? Pertanyaan-pertanyaan itu layak kita ajukan terutama dewasa ini, di zaman yang menyuguhkan berbagai perangkap dan tipudaya; era yang menawarkan beragam cara maksiat dan dosa; masa yang menyajikan selaksa jurang menganga yang siap menjerumuskan setiap orang yang lengah dan tak waspada. Ketenangan, kenyamanan, keserbamudahan, dan keserbacepatan yang ditawarkan zaman ini telah memerangkap kita dalam kelengahan dan kealpaan sehingga di saat datang waktu perjumpaan dengan Yang Mahamulia, kita tersentak: ternyata iman kita telah usang; ternyata kita tertolak; kita tak punya kartu hijau untuk bergabung dengan para kekasih-Nya yang dicintai dan mencintai-Nya. Ketika saat itu datang, semuanya telah terlambat. Tak bisa lagi kita menoleh ke belakang, mengajegkan langkah, dan memperbaiki tindakan. Tak ada lagi waktu untuk berbenah.

Untuk apa kita hidup di dunia? Itu memang bukan sebuah pertanyaan yang bisa dijawab dengan instan. Sebuah pertanyaan yang terkadang menenggelamkan seseorang ke dalam palung ketidakberdayaan yang sangat dalam, namun bukan untuk membuat perjalanan hidup terhenti pada titik itu. Pertanyaan ini hanya sekedar untuk mengingatkan bahwa kehidupan sejatinya seperti matahari dan benda-benda langit yang lain yang diperjalankan. Terbit di pagi hari dan tenggelam di kala senja. Maka mana lagi nikmat dari Tuhanmu yang kau dustakan?

Dan..SEGERALAH BERBENAH DI WAKTU YANG TERSISA!!!!

[Keisya Avicenna, 28 Ramadhan 1431 H….]

RENUNGAN DI UJUNG RAMADHAN…




Ya Allah, kaki ini meniti lemah anak tangga diantara gelap masjid-Mu. Malam ini adalah bagian dari 10 malam terakhir Ramadhan, malam ke-21 dari untaian malam-Mu yang penuh berkah.

Hati berseru takbir dengan kepalan jari-jari lemas terurai lagi. Ya Allah ijinkanlah aku menjumpaiMu pada malam-malam terakhir ini, Setelah sekian malam aku hanya bergulat dengan dunia…

Bacaan Al-Qur’anku tertinggal waktu. Malu pada jam yang tetap istiqomah berputar, tapi amalanku tak pernah mau untuk istiqomah berjalan. Hanya Engkau yang maha menentukan hasil dari semua usaha, aku tak sanggup mendengarkan hasil perhitungan-Mu saat ini. Amalanku yang dijejali riya’ semoga Engkau ampuni. Berapa kali shadaqohku? Ah, lagi-lagi aku malu pada kotak shodaqoh, pada tangan kanan kiri yang selalu melihat ketika kurogoh uang saku. Yang kumasukkan hanya secarik uang kertas yang paling kecil dan lusuh.

Ramadhan kali ini menyisakan sayatan pilu di ruhaniku. Aku tak mampu menghisab diri dari kebaikan dan keburukan, dari amalan dan dosa, apalagi dari ikhlas dan riya’.

Bukan terlalu banyak, tapi terlalu kecil dan tak ter-indera. Semuanya aku kembalikan pada-Mu, 20 hari kulewati tanpa makna secuil pun yang tergores di kalbu. Bukan ini mauku … Bukan ini tujuanku …
Tapi inilah yang sudah kudapat sampai saat ini … Sebuah keterlambatan …
Ya Allah, terangkanlah padaku tentang makna keterlambatan. Semuanya sudah berjalan jauh, tapi aku masih berlari kecil di tempat. Lelah ini kulahap sendiri. Ingin rasanya berlari sekencang mungkin untuk menyusul mereka yang telah jauh.

Ya Allah, berikanlah hamba keluangan dan kesempatan untuk menangis di pangkuan-Mu, untuk mengejar keterlambatan ini.

Ya Allah, ijinkanlah hamba-Mu ini memulai lagi. Merangkai malam-malam sunyi menjadi parade dzikir untuk-Mu. Mencuci diri dari noda, yang entah dari mana harus kumulai membersihkannya. Merangkak menggapai maghfirah-Mu.

Ramadhan masih tersisa beberapa hari lagi. Dan masih ada Lailatul Qadar yang senantiasa menunggu jelmaan manusia-manusia yang Dia ridhoi.
Aku sangat menyadari betapa tidak pantasnya diri ini menerima anugerah-Mu itu. Tapi, apakah salah jika manusia lemah ini menginginkan syurga-Mu ya Rabb? …

Ya Allah … Ya Rabb … ijinkanlah aku menapaki keterlambatan dengan beribu semangat juang.
Agar aku bisa sampai kehadirat-Mu seperti juga mereka yang telah sampai mendahuluiku.

Ijinkanlah aku mendapatkan anugerah Lailatul Qadar-Mu. Mungkin untuk yang pertama kali, dan mungkin untuk sekali-kalinya dalam hidup ini.
Karena aku tidak tahu apakah tahun depan bisa berjumpa Ramadhan lagi dan berjuang bersama mendapat anugerah-Mu itu.

-Semoga Bermanfaat-

[Zona NOstalgia RoMAntic, Keisya Avicenna…27 Ramadhan 1431 H]

DALAM DEKAPAN UKHUWAH PENUH CINTA BERSAMA PARA PENULIS FLP SOLO RAYA DI RUMAH MBAK AFIFAH AFRA…^^v



-Catatan [NO]stalgia [R]o[MA]ntic-

Selasa, 21 Ramadhan 1431 H [31 Agustus 2010]

Kesibukan pagi di Masjid Nurul Huda UNS… beranjak siang mulai sibuk juga di kostan. Banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Persiapan juga untuk ngisi Pesantren Ramadhan tanggal 1-3 September (keesokan harinya) di SMP 16 Surakarta…(amanah dari Mas Anto nih. Alhamdulillah, modulnya dah ada…semoga besok dapat beraksi dengan maksimal. Amin).

Sore harinya…setelah menyelesaikan beberapa amanah sebagai Panitia I’tikaf di NH IC, jam 15.50 WIB bergegas diri ini menuju gerbang belakang UNS. Sore ini mau mengikuti agenda buka bersama FLP Solo Raya di rumah Mbak Afifah Afra. Meski ku belum resmi jadi anggota FLP. Semoga acara ini semakin memperkuat azzamku untuk terus bersemangat berdakwah lewat tulisan, karena bagi Nungma “MENULIS adalah MENJADIKAN SETIAP HURUF SEBAGAI DZARRAH KEBAIKAN!!!”

Dari gerbang belakang UNS, berangkat bareng dik Erny Ratna (anggota FLP angkatan ke-6. Semoga Nungma nanti berkesempatan menjadi angkatan ke-7. ^^v). Erny ternyata juga belum tahu lokasi rumah Mbak Afra. Untung Nungma tadi siang siap menanyakan jalur untuk menuju daerah rumah Mbak Afra ke Fina. Akhirnya buat peta buta dulu deh. Hehe…berbekal selembar peta nih…Saatnya berpetualang, pake acara nyasar2 dikit juga gakpapalah, yang penting dinikmati dan happy ending. Hehe…. Di tengah perjalanan, e…ketemu Dik Sotya (anak FLP juga, adik tingkat di MIPA juga). Tak tanyain, ternyata dia juga belum tahu lokasi rumah Mbak Afra. Yadah, regu kita tambah 1 orang. Wkwkwk…menurut SMS dari Mas Aris El Durra rumahnya Mbak Afra tu dari perempatan Joglo UNISRI ke utara (yang jalan ke Barat rel), lurus, ada GOR Rahma, kemudian belok kiri then tanya2 aja rumah dr. Ahmad. Hoho…setelah mengikuti petunjuk dipeta, dan setelah tanya bapak2 n tukang ojek yang lagi pada kongkow2 akhirnya ketemu juga kampus UNISRI (tadi sebelumnya juga sempet tanya ibu2 apakah belokan yang di deket warungnya itu yang menuju ke SMA 5 Ska..hehe). Kita bertiga sempet muter2 dulu…sampai akhirnya Nungma tanya ke seorang bapak yang lagi sibuk nyapu di emperan tokonya. Nungma tanya perempatan joglo UNISRI ke utara/jalan barat rel itu lewatnya sebelah mana….hoho, dengan penuh semangat tu bapak menjelaskan pake gagang sapunya…mencoba menggambarkan denah di jalan beraspal di depan tokonya. Hehe..lumayan agak paham…

Petualangan pun dilanjutkan. Muter rel, kita belok kiri…tapi kok kayaknya salah ya?? Akhirnya tanya lagi deh sama bapak2 yang lagi mau nata warung angkringannya. Ya to, kita salah belok. Hehe..akhirnya kita bertiga putar haluan….lurusssssssss teruuuusss….. sampai akhirnya untuk memperkuat keyakinan kita, nanya lagi deh (banyak nanya nih..xixixi. tapi malu bertanya bisa sesat di jalan kan??? Tp banyak bertanya gak memalukan kok…hihi, maksa dikit!!!)….nanya ke simbah2 arah ke GOR Rahma. Simbah itu ngasih petunjuk kalau masih lurus terus aja…nanti ada tanjakan…setelah kita mengikuti petunjukknya, tapi kok gak nemu-nemu tanjakan ya mbah??? Hehe….

Tapi akhirnya ketemu juga papan petunjuk “dr.Ahmad…”. Alhamdulillah, sampai juga di rumah Mbak Afifah Afra, salah satu penulis favorit Nungma nih. Salah satu hal yang membuat Nungma semakin termotivasi menulis dan memacu diri untuk berusaha menjadi penulis produktif seperti Mbak Afra adalah karena kita ternyata memiliki salah satu kesamaan background study…ehm, sama-sama MIPA Biologi euy…hehe…Wow, doakan ya Nungma bisa mewujudkan saah satu cita-cita Nungma yaitu menjadi PENELITI BERJIWA SENI!!! Amin. Doakan yaw…

Sambutan yang hangat dari Mbak Afra selaku tuan rumah. Di lokasi sudah ada beberapa tamu yang datang. Beberapa belum Nungma kenal, tapa beberapa orang yang kemarin sempat Nungma kenal waktu ikut Workshop Menulis bareng GiZONE.
Sore yang seru euy!!! Bisa berinspirasi di sini dengan para penulis yang karya-karyanya sungguh luar biasaaa!! Ada mbak Deasylawati, mbak Riannawati, Mas Aries Adinata….para anggota FLP Solo Raya, beberapa saat kemudian datang Mas Aris El-Durra, e….tahu gak siapa yang beliau bawa?? (hehe..redaksional yang salah…xixixi…). Replay, tahu gak Mas Aris datang sama siapa? Pada awalnya Nungma sih gak kenal..tapi pas Mas Aris menyebutkan salah satu nama yang sudah tidak asing lagi, Nungma bener2 lagi ngeh…klo orang itu ternyata kang sofa…eh, Kang Fachmy Casofa…wkwkwk…oalah, ternyata ini tho orangnya??? (tampang sih boleh kalem, tapi….*tetep pengen nimpuk!!! Peace kang sofa…gratisin buku terbarunya dung!!!hihi….)

Acara diawali dengan pembukaan oleh Mas Aris El-Durra selaku penanggungjawab agenda buka bersama kali ini. Dilanjutkan dengan sambutan dari Mbak Afifah Afra selaku tuan rumah dan Ketua FLP Jawa Tengah, kemudian Mas Aries Adinata selaku Ketua FLP Solo Raya…kemudian Mas Aris El Durra juga menyampaikan agenda-agenda terdekat FLP Solo Raya. Salah satunya PELAT PULPEN…(syarat masuk FLP nih!!! Penasaran??? Selengkapnya tanya Mas Aris El-Durra saja, sekalian minta diskonan kalau mau nyalon di Salon El-Durra…hehe).

Ada sesi perkenalan juga euy…^^v. Pada kesempatan itu, Mas Aris juga menampilkan taujihnya Ust. Yusuf Mansyur. Siip lah…(kapan-kapan Nungma minta ya Mas…yang lengkap!!!oce?). dan akhirnya waktu berbuka pun menjelang. Doa bersama dulu dipimpin Mas Aris. Kemudian bersama-sama kita membatalkan puasa, menikmati segelas teh panas, gorengan, camilan ringan……kemudian sholat Maghrib berjamaah di sebuah masjid yang letaknya bersebelahan dengan rumah Mbak Afra. Diimami dr.Ahmad, suami Mbak Afra.

Pasca sholat, lanjut makan besar…putra dan putrinya Mbak Afra lucu-lucu. Abiz maem, tak lupa menyampaikan pesan dan salam buat Mbak Afra dari mysupertwin…
Jam 18.45 WIB acara selesai…HAPPY ENDING!!!

Perjalanan pulang bersama Erny (hampir nyasar dikit..hehe). Alhamdulillah, akhirnya bisa sampai NH dengan selamat….^^v….Unforgetable experience….Terima kasih Mbak Afra, Mas Aris El Durra, Dik Erny, Mas Aries Adenata, dan semuanya!!! SEMANGAT BERKARYA UNTUK KITA SEMUA!!!

“Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh, di surga menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangunnya dari sini, dalam dekapan ukhuwah. Jadilah ia persaudaraan kita: sebening prasangka, sepeka nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji.

Dalam dekapan ukhuwah, kita mendaki puncak segala hubungan, yakni TAQWA. Sebab, firmanNya tentang penciptaan insan yang berbangsa dan bersuku-suku untuk SALING MENGENAL ditutup dengan penegasan bahwa KEMULIAAN TERLETAK PADA KETAQWAAN. Dan ada tertulis, para kekasih di akhirat kelak akan menjadi seteru satu sama lain, kecuali mereka yang bertaqwa…”
Taken from : DALAM DEKAPAN UKHUWAH karya Ust. Salim A.Fillah

DALAM DEKAPAN UKHUWAH PENUH CINTA BERSAMA PARA PENULIS FLP SOLO RAYA DI RUMAH MBAK AFIFAH AFRA…^^v
[Zona NOstalgia RoMAntic, Keisya Avicenna….6 September 2010, *saat ku kembali masa-masa indah itu…]

RAMADHAN CERIA : “BINA DIRI RAIH PRESTASI” [SMP 16 Surakarta, 1 September 2010 –tobecontinued-]

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan dan karunia-Nya, berupa umur yang masih kita punya, kesempatan yang kita miliki, kesehatan dan segala sesuatu yang ada. Tiada kata terindah yang pantas untuk terucapkan kecuali segenap pujian tiada henti.
Shalawat dan salam kita sanjungkan kepada idola tercinta, Rasulullah Muhammad SAW yang kita damba syafa’atnya di hari akhir nanti, dapat alangkah bahagia bila kita dapat mendampinginya di syurga dengan aneka nikmat yang tersedia.
Para pembaca ‘note’ ini yang berbahagia, ada saat-saat terindah dalam hidup kita yang semestinya selalu kita kenang dan kita rindukan. Yaitu saat kelahiran yang mendebarkan, saat kanak-kanak penuh kelucuan, saat remaja penuh fantasi, saat dewasa menemukan jati diri, saat tua yang bahagia dan saat meninggal dengan kesan terindah : KHUSNUL KHOTIMAH!!!
Catatan ini ingin sedikit mengisahkan beberapa kisah yang sempat penulis torehkan dalam lembaran jejak perjalanan hidupnya, terlebih di Bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini… sekali lagi, HIDUP ITU BUTUH DOKUMENTASI!!! Maka, izinkan Nungma menuliskan pengalamannya yang sungguh luar biasa selama 3 hari itu…kelak, kisah ini akan menjadi sebuah [NO]stalgia [R]o[MA]ntic dalam hidup saat Nungma kembali mengenangnya…
Rabu, 1 September 2010 [22 Ramadhan 1431 H]
Nuansa I’tikaf di Masjid Nurul Huda UNS…panitia mulai sibuk jam 2 pagi, untuk segera mengambil air wudhu, QL, tilawah, dll…kemudian menyiapkan makan sahur untuk para peserta….(merindukan saat-saat I’tikaf bersama mysupertwin)
Balik ke kost, bersiap…karena pagi ini dapat amanah untuk mengisi kegiatan pesantren Ramadhan di SMP 16 Surakarta. Beberapa waktu yang lalu, Mas Anto Suryo Pribadi, S.Pd yang notabene guru Geografi di SMP itu menawari Nungma untuk ikut mengisi dan menyemarakkan kegiatan Pesantren Ramadhan itu…Kebetulan beliau yang diamanahkan untuk kegiatan Pesantren Ramadhan di SMP 16 selama tiga hari ini. Siippp!!! Jam 07.00 berangkat bareng Dik Mira (FISIP’09) dan janjian dengan Ukh. Ika Fitri (Bio’06) di deket Gerbang Surya. Berangkat naik angkot 03 turun Sekarpace then naik Atmo turun di depan SMP 16…hm…SEMANGAT YUK!!!
Sampai di SMP, kata Mas Anto masih nunggu tentor yang lain. Nungma, Mira, n Ika duduk-duduk dulu sambil diskusi materi n kisah Salman Al Farisi. Coz apa yang dituliskan Mas Anto di buku panduannya dengan apa yang pernah Nungma baca di buku lain sedikit ada perbedaan gitu. Tapi ya gakpapa. Nanti improvisasi saja, yang penting hikmahnya tersampaikan!!! Sempet ngobrol juga dengan adik2 SMP yg duduk di sebelah Nungma. Hm, jadi mengenang jaman2 SMP nih…1A, 2D, 3A SMP 1 WONOGIRI…I MISS U ALL!!!
Masuk ke ruang multimedia, briefing dulu. Alhamdulillah, para pengajar/tentor yang datang cukup banyak…(^^v). briefing sebentar dipimpin Mas Anto dan salah seorang guru agama Islam di SMP 16, kemudian pembagian kelas. Nungma dapat kelas 7D, tyuz kolaborasi bareng Mira. IT’S TIME TO ACTION!!!
Di kelas 7D….
Nungma awali dengan mengkondisikan kelas terlebih dahulu…(hoho…yang putra cukup hiperaktif euy…), kemudian pembukaan, doa bersama, then perkenalan (ketika kusebutkan nama ‘NORMA’ adik2 langsung tanya : “NORMA APA BU??Norma Agama? Norma Sosial??” hehe…dasar anak-anak. Tak jawab aja, “Norma yang ini edisi special kok dik, Norma Ambarwati. Hehe…manggilnya Mbak aja ya…”, ; D!!
Selanjutnya, Nung ajarin salam penuh semangat : “APA KABAR ADIK-ADIK HARI INI???” then mereka harus jawab dengan menggunakan gerakan yang tlah Nungma ajarkan juga : “ALHAMDULILAH, LUAR BIASA…ALLAHU AKBAR!!!”.
Materi yang akan Nungma sampaikan pagi ini tentang : “NIKMAT IMAN dan ISLAM”. Nungma mulai bercerita tentang Kisah SALMAN AL FARISI…ndongeng gitu deh…untung Nungma suka bercerita…adik-adik sangat antusias mendengarkan dan memperhatikan…ada iklan, Mas Anto masuk membawa Ridho cs yang tadi ogah-ogahan masuk kelas.hehe…Sabar Pak Guru!!! ^^. Lanjut cerita…diulangi lagi…(ehm, ngrasa jadi guru nih!!sarana pembelajaran juga). Akhirnya, selama 15’an Nungma bisa menyelesaikan kisah Salman Al Farisi. Kemudian Nung mencoba menanyakan ke adik-adik tentang hikmah apa yang bisa mereka ambil?? Ternyata adik-adik sangat cerdas dan pintar…mereka mampu menjawab dengan baik, dengan kepolosan wajah mereka. Agar adik-adik tidak bosan, Nungma juga mengajarkan beberapa games...seru lah!! Ada Agnia, Okta, Yoga, Ridho, dll…semuanya lucu-lucu!!
Selanjutnya Nungma memberikan tugas pada mereka untuk membuat beberapa kalimat dengan melanjutkan sebuah kalimat yang sudah Nungma buat…”ISLAM ITU AGAMAKU”…atau “ISLAM IS MY RELIGION” jika ada yang mau bercerita pake Bahasa Inggris. Selama 5’ mereka harus memikirkan dan menyusun kata-katanya…
5 menit berlalu…
Then, Nungma meminta…sapa yang berani maju??ternyata masih pada malu2…akhirnya nunjuk deh..berhubung hari ini tanggal 1 jadi yang maju no. absen 1, yaitu Agnia…gadis manis itu maju dengan berani dan mulai bercerita…Subhanallah, dia mampu menyebutkan rukun Iman dan rukun Islam dalam kalimat-kalimatnya….siip deh…lanjut yang lain yang tak kalah serunya…paling akhir pake acara “pingsut’ dulu. Hehe…dasar anak-anak!!! Jam 09.30 sesi I berakhir…”unforgettable experience” deh… 7D memang DAHSYAT!!!
Break dulu di ruang multimedia…ketemu dengan rekan-rekan pengajar lain yang juga aktivis UNS. Bisa kangen2 an nih!!. Sesi 2 Nungma dapat kelas 7E bareng Mira lagi. Masuk di 7E, kayaknya lebih hiperaktif nih daripada kelas 7D tadi…seperti tadi diawali dengan pembukaan, doa bersama, dan perkenalan. Kemudian ngaji bareng. Baca QS. Al Fatihah bareng2…setelah itu, Nungma dipanggil Mas Anto ternyata Nungma diminta ngisi kelas 9E (wow, kelas 3 nih!! Tantangan baru…). Yadah, 7E ‘dikendalikan’ Mira. Ayo, KAMU BISA MIR!!!
Mas Anto masuk dulu ke kelas 9E, malah nyebutin profil singkatku..hehe. Ada-ada aja ni Mas Anto!! Lanjut…kembali pembukaan, doa bersama, dan perkenalan. Ketika ku sebutkan namaku NORMA..apa yang tadi terjadi di kelas 7D juga berulang…”Makanya dik, kalian semua harus mentaati norma-norma yang berlaku”.hehe. sebelum ke materi, Nungma mengungkapkan sesuatu dulu. “Tahu gak ada 2 hal yang sangat Mbak Norma sukai ketika masuk di kelas 3E ini. Ada yang tahu gak kenapa??”. Mereka pasang tampang ‘penasaran’. “Apa mbak?”. Saya jawab: “Pertama, kalian semua sudah kelas 3!! Kelas yang paling senior di SMP 16 ini. Sebentar lagi adik-adik semua akan mengikuti ujian nasional, dan pastinya adik2 pasti punya keinginan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mbak doakan semoga kalian semua bisa lulus ujian dengan nilai yang maksimal, dan bisa diterima di SMA/SMK Favorit yang menjadi cita-cita adik2 semua.” Dan mereka semua pun mengamini…”dan yang kedua, karena di kelas ini ada salah satu lukisan/ gambar tokoh kartun kesayangan saya…hehe…itu ada gambar DORAEMON. [Geeeerrrr…semuanya ketawa…]. Boleh gak saya bawa pulang???xixixi”. e, ternyata di kelas itu juga ada yang dapat julukan doraemon, yaitu Satria. Jan tenan, aya2 wae…
Materi yang akan disampaikan hari ini adalah tentang KEUTAMAAN AL QUR’AN. sebelum ke materi yang bawa Al Qur’an di buka dulu….kemudian Nung tunjuk beberapa siswa, ternyata mereka ada yang belum bisa baca Al Qur’an…akhirnya sang ketua kelas, Aan, yang membacakannya.
Subhanallah, benar2 kelas yang hiperaktif!!! Tapi seru, selain kita diskusi tentang materi dengan interaktif, jadi tidak Nungma aja yang ngomong, mereka juga harus bisa menjawab dan berpendapat…kita juga main games. Sampai endingnya, ada 2 anak yang kalah…n dapat hukuman untuk maju. Silahkan mau nyanyi, drama, atau apapun asalkan bernafaskan Islami…akhirnya, si ndut itu (Nungma lupa namanya) n temane menirukan adegan di Opera Van Java. Jan bikin sakit ni perut karena ketawa melihat tingkah polah mereka…sebelum Nung akhiri, Nung menanyakan secara acak kepada adik2 bagaimana kesan Pesantren Ramadhan hari pertama…jawaban yang sangat variatif…intinya, SERU dan MEREKA BAHAGIA!!!
9E…Excellent!!! Yes, I Can!!!
Jam 11.15 usai…mereka kemudian harus ke mushola, nanti sholat Dhuhur berjamaah.
Para pengajar briefing lagi untuk memastikan siapa yang besok bisa ngisi lagi. Setelah kelar, Nungma ma Mira nunggu dulu, mau ikut sholat Dhuhur sekalian…coz Nung langsung ke GO. Ngajar euy…
Hari pertama Pesantren Ramadhan yang LUAR BIASA, penuh keceriaan!!!
Alhamdulillah….
-tobecontinued-
[Zona Nostalgia Romantic full inspiraction, 4 hari sebelum Ramadhan berpamitan…hiks…mencoba menuliskan kembali pengalaman luar biasa itu…terapi penyembuhan : MENULIS!!! Keisya Avicenna_5 September 2010]

Selanjutnya silahkan baca di….

RAMADHAN CERIA : “BINA DIRI RAIH PRESTASI” [SMP 16 Surakarta, 2-3 September 2010]



Kamis, 2 September 2010 [23 Ramadhan 1431 H]


Setelah menyelesaikan tugas pagi dengan rekan-rekan panitia I’tikaf, Nung segera meluncur ke Kost Pink. Hari ini berangkat ke SMP 16 tanpa Mira. Cuma berdua sama Ika. Sampai lokasi dah hampir jam 8. E, ternyata semua dah ada di ruang multi. Briefing lagi. Then Nung dapat kelas 9E…hoho…ketemu Aan cs lagi nih. Hari ini harus lebih seru daripada kemarin!!! Awalan seperti biasa, salam yang penuh semangat, ngaji bareng…dst... Di kelas 9E ini juga tak ajarin salam yang sama dengan kelas 7D kemarin. ALHAMDULILLAH, LUAR BIASA…ALLAHU AKBAR!!!

Materi hari ini tentang RASULULLAH SURI TELADAN TERBAIK. Nungma pun bercerita tentang Rasulullah. Adik-adik memperhatikan. Sesekali kita juga diskusi dan tebak-tebakan. Tak selani juga dengan main games. Mas Anto datang ke kelas, n ada Asti juga. Jadilah, kita berdua berkolaborasi!!! Asti ngajarin game yang lain. Dari main tangan (aktivasi otak kanan.hehe) sampai “komunikata”. Ada 4 kelompok. “Zak-zakMoe”, “The Gunz”, “Tipe-X”, dan “SpongeBob”. Gayeng tenan…yang penting adik-adik bisa mengambil hikmah dari setiap permainan yang kita berikan. Selanjutnya “sedang apa”. Wahwah…tambah gayeng…sampai akhirnya “SAATNYA KITA DHUHA”…lucu lah tingkah polah mereka…Ust. UJ (Info), Aan, Satria, dkk…kalian semua lucu!!!^^v
Jam 09.30 sesi pertama selesai. Briefing lagi. Sesi 2 Nungma dan Asty berkolaborasi lagi di kelas 9A/B. Awalan yang hampir sama, tapi harus lebih seru!!! Nung sampaikan materi secara singkat tentang KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU, disambung oleh Asty, kita ngegame sebentar di kelas. Then kita main di luar kelas. Asyik deh!!! Permainan2 yang merangsang mereka untuk berpikir kreatif dan selalu bekerja sama. Pas rehat bentar, mereka malah ngajak nyetel lagu keong racun. Waladalah, gak boleh. Daripada keong racun mending “YASUDAHLAH!!!” hehe…ya sesuai request adik2…akhirnya, berhubung banyak yang gak apal, nyanyine bagian reff nya aja…”Apapun yang terjadi ku kan slalu ada untukmu…janganlah kau bersedih…coz everything gonna be OK!!”. Endingnya tak kasih kalimat motivasi juga, begitulah makna persahabatan…sesama teman harus saling mendukung, tidak boleh bermusuhan, gak boleh berkelahi, gak boleh egois, blablabla…
Kembali ke kelas…kemudian kita ‘renungan’…dari N5300 ku, terdengar lantunan lagu “BUNDA”-nya Melly mengalun begitu syahdu…mendadak ruangan kelas itu menjadi hening…adik2 mulai berkontemplasi. Asty yang berkata-kata…Nungma jadi ikut berkontemplasi, nangis deh….adik2 juga…^^v. Ada guru yang motret2 gitu….duh adik-adikku…mbak Nung sayang kalian semua…diakhir kontemplasi, kita bangkitkan semangat mereka…TERUS BERSEMANGAT ADIK-ADIKKU!!! KALIAN PASTI BISA MENJADI YANG TERBAIK!!!
Jam 11.20 kita baru selesai, tyuz kembali briefing…Pasca briefing ikut sholat Dhuhur berjamaah lagi, ditunggu Ika Fitri…coz siang ini harus ngajar lagi di GO Monginsidi…
HARI KEDUA YANG LUAR BIASA DAHSYAT!!

Jumat, 3 September 2010 [24 Ramadhan 1431 H]

Berangkat jam 07.30 bareng Ika. Kostum hari ini batik ijo n jilbab ijo pula…hmm, GREENHOLIC!!!
Sampai di SMP langsung ikutan briefing. Sesi pertama Nungma dapat kelas 9C. hari ini ngisi sendiri. wow, kayaknya lebih hiperaktif nih daripada 2 kelas 9 yang kemarin2. Yasudahlah, awalan seperti biasa, ngaji…dst…materi sesi pertama tentang “BERBAKTI PADA ORANG TUA”. Mereka serius memperhatikan terutama yang putri, kalau yang putra ada juga yang asyik beraktivitas sendiri…hehe…adik-adik ngajak main di luar kelas. Yasudah, kita keluar deh… yang putra memang agak susah dikendalikan.hoho. untuk ada akhwat yang bantu. So, Nungma main2 aja dengan yang putri. Nung bagi menjadi 2 kelompok : Aisyah dan Khadijah. Mereka harus buat yel-yel. Seru banget lah…then main2. Mulai dari games konsentrasi, tung2 srung, semut gajah ulat dan ular, dll…langsung akrab dengan adik2…
Jam 11, mereka minta untuk ‘renungan’. Wah, yang putri request nih. Pas ku tanya yang putra gak ikut nih? Mereka bilang, gak usah aja mbak, kita aja. Kebetulan yang putra juga masih asyik diskusi di pojokan. Yasudah, renungan khusus 9C putri. Dik Sa membluetooth lagu Bunda-nya Melly dari HP ku. Then kita dengarkan bareng-bareng…
Dan Nungma pun mulai berkata-kata…sambil berkaca-kaca…akhirnya menangis juga…Nung ajak mereka menghadirkan wajah ayah dan ibu mereka, merenungkan kembali apa yang sudah mereka lakukan untuk keduanya, merenungkan kembali perjuangan, pengorbanan dan jasa-jasa kedua ortu mereka…dan masih banyak lagi…mereka benar2 menangis haru…semoga kontemplasi ini mampu menyadarkan dan membangkitkan semangat mereka!!! [ada yang sempat mengabadikan moment ini]…

Adik-adikku….
Renungkanlah. jika suatu saat nanti IBU & BAPAKmu telah tiada, sudahkah selama ini kita mempersembahkan yg TERBAIK untuk mereka ???
Kenanglah kasih sayang mereka…
BAPAK….
Tetes demi tetes peluh keringatnya, pengabdian tertinggi untuk keluarga, sebagai pemimpin, pengatur, pencari rizki bagi keluarga. Terkadang beliau tidak memperhatikan keadaan dirinya sendiri. Beliau rela tidak makan untuk keluarga…agar kita tetap bisa sekolah.
Tak jarang, beliau harus dihadapkan pada permasalahan yg pelik yg disembunyikannya dari keluarga.
Wajar…beliau tidak mau bebantersebut ikut ditanggung oleh istri dan anak-anaknya…
BAPAK…sosok gagah, tegar dan berwibawa yg kini telah tiada..lalu siapa lagi yg memimpin, mengatur,dan mencari rizki untuk keluarga??? Siapkah kita saat ini, untuk bisa seperti BAPAK???menjadi pekerja keras tanpa pamrih semata-mata demi keluarga?Apa yg mau kita berikan buat BAPAK, jika kenyataannya beliau harus meninggalkan kita??Sudahkah kita membuat beliau bangga??
Dengan akhlaq kita..dengan prestasi kita..dengan kebaikan-kebaikan kita…??
Atau sosok manusia ini hatinya malah membatu!!!
Hilang rasa hormatnya pada orang tua!!
Sehingga perilaku malah menjadi kasar terhadap mereka.
Tapi lihat…mereka tetap tersenyum..sang BAPAK tetap mengobatkan kita jika sakit…padahal umpatan dan cacian yg terlontar dari mulut ini mungkin sama sekali sudah sulit dihitung, karena begitu banyak!!!

IBU…
Ingatlah pengorbanan Sang IBU, yg menyayangi dan melindungi kita sejak dalam kandungan..yg merawat dan membela kita setiap saat, kesalahan dan kejelekan kita, ditutup rapat oleh IBU..
IBU hanya berharap..anaknya akan berubah suatu saat..
Coba ingat, ketika kita mendapat masalah,IBU-lah tempat terbaik untuk bercerita..nasihat-nasihat beliau begitu tulus, senyumnya begitu teduh, seolah beliau berkata:
“KAMU HARUS MENJADI ANAK YG BAIK !!!”
ketika sakit..IBU terus menunggui kita, membantu kita untuk segera sembuh, memotivasi untuk selalu bertahan.
IBU…yg selalu kita cium tangannya ketika berangkat beraktivitas…yg selalu kita jadikan pembela setiap saat.
IBU…yg melindungi dan mengatur, melayani kebutuhan kita,sehingga kita terlupa dan menganggap IBU sebagai pelayan dalam keluarga.
Sudahkah kita minta ampun kepada IBU..???
Atas kesalahan-kesalahan kita..atas umpatan dan cacian kita..atas kemarahan kita kepada beliau??
Atas kesewenang-wenangan kita..
memperlakukan dengan keji…,
Sosok yg mulia bernama IBU!!

Adik-adikku…
Kita hanya melihat sedikit, tenteng perjalanan WAKTU!!!
Di mana mudah bagi Allah untuk mengambil BAPAK & IBU dari sisi kita… WAKTU tidak dapat diramal, sehingga saat-saat pahit itu, ketika harus berpisah dengan
BAPAK & IBU,sangat tidak bisa diperkirakan, akan tiba saat itu dengan cepat, pahit dan luka…
Karena dua sosok yg amat berharga dalam hidup kita…
Kini tiada!!!
dst….

Setelah selesai, Nung ajak mereka menghapus air matanya kemudian kita mencoba kembali tertawa ceria, Nung bangkitkan semangat mereka…kemudian kita bersalaman dan berpelukan. Bener2 mengharubiru…^^v. Nungma sayang kalian semua adik-adikku…
Sesi pertama yang LUAR BIASA!!!
Jam 09.20 kembali ke ruang briefing. Hoho…tampang Nung masih ‘gak jelas’ nih. Sesi kedua Nung dapat kelas 8E. yang kelasnya samping mushola. wow, kayaknya anak-anaknya unik-unik nih. Tak aksih materi dulu tentang “KRITERIA SEORANG ANAK MUSLIM” dulu. Singkat tapi semoga dapat mengena dan mereka pahami. Kemudian kita main2 di luar. Wah, yang putra agak susah diatur nih…Mas Anto membantu mengendalikan. Jan tenan, terutama si Septian…dandanan ni anak dah kayak kepala geng aja. Hehe. Kita main komunikata, ada 4 kelompok yang putri dan 2 kelompok yang putra. Seru banget!!! Si Septian selalu beraksi. Tapi kocak juga tu anak. Apalagi pas menirukan gaya Parto pas lagi nari. Hehe. Sampai sakit ni perut karena ketawa. Games selanjutnya mereka harus buat lingkaran gitu…muter2…hihi.gayenglah…ada juga games yang mereka harus berdiri dengan kompak dari posisi duduk. Si Septian selalu berulah…hihi…jam 10.55 mereka minta masuk kelas, yang putri banyak yang bilang : “Mbak, pengin renungan”. Ya sudah…
Sampai di kelas, kembali Nungma kondisikan kelas itu. Kemudian tak bilangin..”Adik-adikku, mari sejenak kita tundukkan kepala kita, tenangkan hati kita, lupakan sejenak semua masalah yang mungkin ada, dengan penuh kesadaran diri, bukalah mata hatimu, hadirkan wajah kedua orangtuamu…dst….”. [Nng perhatikan berkeliling : ternyata Septian juga ikutan nyetel lagunya Bunda dari HPnya. Septian duduk di bangku paling kiri no.2 dari depan, Nung gak nyangka!!! Ada juga yang malah nyetel lagunya Bondan ‘Yasudahlah’. Ni anak Nung lupa namanya, tapi memang hiperaktif kedua setelah Septian, duduknya di bangku deretan Septian no.2 dari depan juga. Nung kemudian meminta agar dimatikan dulu lagunya, nanti aja dik setelah lagu ini ya, e…ni anak malah nekat…tapi akhirnya mampu Nung kendalikan. Nung mencoba mengeraskan suara…biar adik-adik bisa dengan jelas mendengarkan suara Nungma…kita berkontemplasi bersama…15’an kita berkontemplasi. Isak tangis masih terus terdengar. Ketika Nung katakana tentang kematian, tentang keduaortu mereka, nangis mereka semakin kencang… Nung kaget juga, semula Nung ngira Septian dan anak yang hiperaktif ke2 setelah Septian itu menunduknya bukan merenung tapi tertidur…tapi ternyata : “MEREKA MENANGIS”. Mereka terisak, mereka terharu…Subhanallah…

Di akhir renungan, kembali Nung bangkitkan semangat mereka…Nung ajak mereka semua berteriak : “AKU PASTI BISA MENJADI ANAK YANG SUKSES. MENJADI ANAK YANG DIBANGGAKAN ORANG TUA. AKU PASTI BISA!!!”
Applause buat kita semua…
Sesi kedua Nungma tutup dengan mengingatkan mereka kalau Ramadhan sebentar lagi berlalu, amri kita optimalkan lagi, kita tingkatkan lagi ibadah-ibadah kita…SEMANGAT ADIK-ADIKKU…MBAK NORMA SAYANG KALIAN SEMUA KARENA ALLAH SWT!!!
Setelah Nungma tutup, salaman dan berpelukan dulu dengan adik-adik yang putri…dengan ketulusan dan kepolosan mereka, nayak diantara mereka yang mengucapkan : “TERIMA KASIH YA MBAK….” [deg…terharu+trenyuh diri ini].
Selanjutnya, Nung pamitan dengan Mas Anto dan rekan-rekan yang lain. Nungma harus segera terbang ke MIPA. Menebarkan benih INSPIRASI bersama adik-adik MARU Muslimah MIPA 2010 dalam acara yang diadakan DKM SKI FMIPA UNS ; “ASMA 2010”. Nungma akan menyebarkan FORMULA SUPER-nya SUPERTWIN dan AKTIVIS IPK!!! Tema ASMA kali ini tentang “AGAR NGAMPUS TAK SEKEDAR STATUS”. Sebenarnya dulu yang mau ngisi penulis bukunya, yaitu Mbak Vida Robbi’ah Aladawiyah, n Nungma yang jadi moderatornya. Ealah, kok malah Nungma dinaikkan pangkat oleh adik-adik panitia karena Mbak Vida-nya mendadak gak bisa karena ada agenda lain dalam waktu yang bersamaan dengan acara ASMA. Hoho…Bismillah…semoga bermanfaat!!!
Pasca ngisi di MIPA, Nung balik ke kost dulu. Rehat bentar. Jam 14.30 siap-siap. Coz jam 15.15 harus ngisi Pesantren Ramadhan lagi di SMP 16 Surakarta. Khusus untuk adik-adik kelas 7 lanjut dengan buka bersama. Nungma akhirnya berangkat sendiri ke lokasi, karena Ika ternyata tidak bisa ada GO AAI di MIPA. Sampai SMP 16, ternyata adik-adik dan para guru sedang shalat Ashar berjamaah. Oya, tadi pas mau masuk gerbang, ada seorang anak yang ‘mau kabur’, kemudian tak tanyain : “Mau kemana dik?”…tu anak Cuma senyam senyum…kemudian dia bilang..kok sepi ya Bu?? (duh, kok Ibu lagi. Panggil Mbak aja..hehe). ku jawab mungkin lagi sholat. Nung tanya sambil ngajak dia masuk ke dalam sekolah : “Kamu dah sholat belum?” e, tu anak yang kemudian ku ketahui namanya Lintang menjawabnya dengan gelengan kepala. Ku minta dia untuk gabung dengan teman-temannya di mushola. Dy tetap gak mau. Waduh, yasudahlah, mau dibujuk pake cara apa ni anak tetep gak mau ke mushola…
Nungma duduk di depan kelas 9C sambil tilawah. Lintang duduk juga, then Nung ajak ngobrol aja. Sholat Ashar selesai, dik Umi datang, Dimas juga. Mas Anto kembali membriefing kita. Nung dapat kelas 7C. Kelasnya Lintang tadi. Wow, lebih hiperaktif ternyata…Nung mulai merasakan ada yang aneh dengan tenggorokannya. Mungkin karena tiga hari ini terlalu bersemangat. Hehe…untuk menghadapi kelas yang cukup rame ini, Nung harus sekuat tenaga agar suara Nung tetap bisa keras dan jelas. Pembukaan dst…ngaji bareng…salam penuh semangat…dst..Pada sesi sore ini Nung menyampaikan materi sekaligus memotivasi tentang SIMBOL SUKSES (DUNIA DAN AKHIRAT). Kemudian kita main games di luar, di deket mushola. Bapak2 guru tengah sibuk mempersiapkan tempat untuk buka bersama nanti.
Adik-adik 7C terutama yang putri cukup bersemangat nge-game nya. Kalau yang putra ogah-ogahan. Mereka request pengin main sepakbola aja. Tapi gak tak perbolehkan. Hehe…ehm, sore yang indah…kita main kucing-kucingan, komunikata, nyanyi bareng, tepuk Islam, dll…mereka juga taka jari nyanyi Pesantren Ramadhan Ceria versi Doraemon’lyric. Hehe..(nadanya kayak lagunya Doraemon gitu.hoho. dasar DORAEMONHOLIC!!!)
“Aku ingin belajar…Aku ingin mengaji…
Ingin ini ingin itu…banyak sekali…
Semua…semua…semua dapat diwujudkan
dengan ikut Pesantren Ramadhan…
Lalala…aku senang sekali…jadi santri…” [hehe..]
Yang putra dikendalikan oleh Dik Asty. Nungma masih bermain-main dengan Nurul cs…seru lah, endingnya kita duduk-duduk sambil tebak-tebakan, nyanyi-nyanyi, dan curcol…mereka sangat bersemangat jika kelak ada ekstrakurikuler BTA gitu, mereka ingin belajar mengaji. Dalam hati Nung sangat terharu, melihat wajah-wajah mereka yang polos tapi penuh semangat untuk mempelajari Islam. Subhanallah… jam 17.05 adik-adik mengambil tas-tas mereka kemudian duduk manis di mushola. Ada pemutaran film, games2 gitu yang dikomando oleh Febri dan Mas Anto. Para ‘mbak-mbak’ juga ngumpul di deket mushola. Ahay, ada dik chubby Fera nih!!! Hehe…ada Dik Asty, Uci’, Mbak Sri Nur, Mbak Ririn, Erny, Henny, Arum, dan masih banyak lagi….rame lah!!
Waktu berbuka pun tiba, Mas Anto adzan..then kita bantu ibu-ibu guru untuk mendistribusikan konsumsi snack dan es untuk adik-adik…ributnya..hehe…selesai ‘makan ringan’ kemudian mereka sholat Maghrib berjamaah. Nungma dan beberapa akhwat lain menyusul. Selesai sholat adik-adik ke ruang kelas masing-masing untuk makan besar.
Kita kemudian berkumpul di deket mushola, dipimpin oleh Mas Anto. Buka bareng…makan kolak aja…^^v. intinya, 3 HARI YANG LUAR BIASA!!! Terima kasih buat mas Anto yang telah memberikan kesempatan LUAR BIASA ini. Hm, berakhir foto-foto bareng deh…ending yang bener2 happy…menikmati pesona langit malam di lapangan upacara, mendongakkan kepala sama Dik Fera…hoho…mbak paling suka liat senja dan bintang dik…hihi…damaiii gitu rasanya…Alhamdulillah, sore tadi menjelang berbuka N5300 ku penuh dengan SMS-SMS yang mengejutkan sekaligus membahagiakan…(Alhamdulillah ya Rabb, Engkau mengabulkan doa hamba…)
Setelah pamitan dengan Mas Anto dan bapak-ibu guru, kita pulang…Nung dianter dik fera sampa belakang kampus..yang penting cari rentalan dulu. Harus ngeprint lembar presensi lagi untuk I’tikaf malam ini. Sampai NH, untung sholat Isya nya belum selesai…

HARI-HARIKU DI RAMADHAN TAHUN INI MEMANG LEBIH LUAR BIASA!!! Alhamdulillah…
TERLALU MANIS UNTUK DILUPAKAN!!!
(makanya biar tidak lupa, pengalaman ini saya tuliskan…^^v)
[Keisya Avicenna, 5 September 2010 @ Zona NOstalgia RoMAntic]


Pesan buat adik-adikku di SMP 16 Surakarta :
“Adik-adikku tercinta yang kini beranjak remaja…agar hidupmu lebih terarah, potensi dirimu menjadi permata berharga, masa depanmu lebih cerah, dan hidupmu lebih bergairah, AYO…BERGEMBIRALAH!!! Bergembiralah…karena gembira itu akan menyemangatkan jiwa, membahagiakan hati, mengembangkan fisik, menumbuhkan kekuatan, membuat hidup lebih terarah dan membuat umur lebih bermanfaat. Jadilah pribadi yang berbahagia dan selalu nikmati hari-hari dengan kelapangan dada. Kegembiraan sesungguhnya adalah ketika jiwa selalu tersandar kepada pemilik semesta. Karena kegembiraan itu adalah saat yang dipinjamkan-Nya untuk kita isi dan kita nikmati dengan semestinya. KEEP YOUR SMILE, adik-adikku!!! SALAM SUPER DAHSYAT FULL SEMANGAT!!! LOVE U ALL…*Nungma*”

Buat Mas Anto : Jazakallahu khairan katsir atas kesempatan luar biasa ini. Bersyukur Nungma bisa ‘take a part’ dalam kegiatan Pesantren Ramadhan tanggal 1-3 September beberapa waktu lalu. Banyak pengalaman dan hikmah yang Nungma dapatkan. Semoga ini bisa menjadi awalan yang dahsyat untuk mengembangkan dan membangun PROYEK MASA DEPAN DAKWAH di SMP 16 Surakarta. Semoga Allah Swt berkenan menguatkan, mempermudah serta mengabulkan apa yang menjadi impian dan cita-cita Mas Anto. SALAM TEPAT dan TERBAIK!!! ^^v

Buat Dik Fera dan para pengajar yang lain : KEEP HAMASAH yaaaa!!!

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog