Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

Waktu adalah Pedang


SUPERTWIN DALAM KONSER NASYID TERDAHSYAT TAHUN INI



TABLIGH AKBAR DAN KONSER NASYID UNTUK KEMANUSIAAN
“Persembahan untuk Rakyat Palestina”
Ahad, 25 April 2010. Pukul 13.00-18.15, Tennis Indoor Senayan Jakarta


Mentari bersinar sangat terik membakar ibukota. Setelah mengikuti “Spirit of Dhuha” bersama Ustadz Yusuf Mansyur (baca kisah lengkapnya di “SUPERTWIN feat. Ustadz Yusuf Mansyur”), dua sosok muslimah kembar itu berjalan beriringan menuju suatu area yang kan menjadi saksi bahwasanya kita semua sangat peduli dengan saudara-saudara kita di Palestina, kita sangat mengecam kebiadaban bangsa Yahudi yang telah menjadikan Palestina terjajah, negaranya menjadi lautan darah dan tiap hari kesengsaraan semakin bertambah…

Dua sosok itu tak lain dan tak bukan adalah si kembar Aisya dan Keisya Avicenna. Sampai lokasi, mereka berdua langsung membeli tiket untuk 2 sesi, setelah itu sholat Dhuhur dulu di salah satu mushola yang dipadati oleh banyak muslimah yang lain. Kemudian, sambil menunggu kedatangan saudari seperjuangannya yang satu lagi, Illiyana Jadid….mereka berdua berjalan berkeliling melihat-lihat stand-stand pameran yang kebanyakan menjual produk-produk bernafaskan Palestina. Aisya dan Keisya tertarik untuk membeli gantungan HP yang bertuliskan “Palestine di Hatiku”. Pada moment itu, Aisya juga sempat membelikan saudara kembar tersayangnya (hehe) sebuah bros hijau dan baju warna hijau juga. Duh, bahagia sekali. SUPERTWIN mang benar-benar kompak!!! Hehe…(Keisya says : “Aisya, ku berhasil merampokmu hari ini…hwkhwkhwk…”). Dasar Si Kembar!!!

Jam 13.00 mereka berdua segera memasuki stadion yang digunakan untuk tabligh akbar dan konser nasyid itu. Acara diawali dengan pemutaran film pendek yang menggambarkan kondisi Palestina, kemudian slide para sponsor, then mendadak ruangan menjadi gelap…kemudian terdengarlah lantunan syahdu tasmi’ dari seorang ikhwan kecil. Subhanallah, Aisya dan Keisya langsung terpana dibuatnya. Suaranya begitu merdu, seorang qori’ kecil, menyenandungkan hafalan ayat-ayat suci Al Qur’an dengan tartil. Semangat SUPERTWIN pun menjadi terbakar, untuk terus berusaha menghafalkan ayat-ayat CINTA-Nya….

Kemudian ada penampilan tari yang dibawakan oleh 7 orang ikhwan, ntah dari daerah mana. Yang jelas, bagus banget dan atraksinya sangat keren. Pasca itu, muncullah 2 MC yang membawakan acara, dilanjutkan penampilan spektakuler dari munsyid heroic, “IZZATUL ISLAM”. Wow, senayan semakin menggelora saja!!! DAHSYAT. IZIS membawakan nasyid-nasyid yang menghentak!!!

Selanjutnya ada penyampaian orasi dari DR.H. Muqoddam. Hmm, SUPERTWIN sudah siap dengan note kecil dan pena masing-masing untuk mencatat inspirasi yang didapat. SEMANGAT MENULIS!!! Meski dalam keadaan gelap… ^^v. Poin terpenting yang beliau sampaikan, beliau menegaskan bahwasanya perjuangan kita bukanlah perjuangan hari ini saja, namun perjuangan ini adalah perjuangan abadi sampai hari kiamat nanti!!! Masjidil Aqsa merupakan bumi yang suci, bumi yang diberkati. Telah terjadi Yahudisasi di kota Yerussalem dengan mengosongkan Yerussalem dari umat islam (terjadi pengusiran besar-besaran). Peristiwa tersebut sudah menjadi perang demografi. Yahudisasi umat Islam yang lain dengan menghancurkan masjid-masjid, naskah-naskah kuno, peninggalan-peninggalan budaya Islam, madrasah-madrasah, dsb.

Oleh karena kita saudara, “Innamal mu’minuna ikhwah”…mari, kita bersama-sama membantu meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di Palestina dengan sunduq-sunduq terbaik kita, dengan doa-doa terbaik kita….

Suasana stadion semakin semarak dengan penampilan seru dan kocak dari munsyid Yogyakarta, Justice Voice, yang membawakan nasyid : “SAVE OUR MASJID”…

Save our masjid keep our hearts and our souls
Selamatkan generasi ini
Save our masjid keep our hearts and our souls
Untuk masa depan

#
Kau generasi muda janganlah engkau terlena
Habiskan waktu dengan percuma
Ikuti hawa nafsumu hanya tuk kepentingan dunia
Tanpa kau pikirkan akibatnya

##
Dan bersihkanlah diri bersihkanlah jiwa
Saat kau akan bersujud padaNya
Jangan biarkan dirimu terjerumus dalam dosa
Oh sayang hidupmu sia - sia

Kejarlah cita–citamu
Tapi jangan lupa sholatmu karna itu yang nomer 1
Untuk hidupmu

Kemudian berparodi (lucu banget) tyuz nasyid berikutnya sungguh menyentuh hati….”DUKA PALESTINA”. Keren banget JV, bisa mempermainkan emosi penonton!!!

Selanjutnya ada orasi dari : KH. Fadlan, sosok berjubah putih lengkap dengan surbannya sungguh menggetarkan stadion, mengajak kita untuk bertakbir dengan penuh kesungguhan, sampai meresap ke dalam hati, ikut merasakan duka Palestina dan mengecam kebengisan Yahudi laknatullah!!! Keluarkan suaramu…getarkan hatimu…kuatkan semangatmu…TAKBIR!!!! ALLAHU AKBAR!!!

Ada pembacaan puisi juga tentang “IRIAN JAYA/ NUU WAR” oleh Anneke Putri dan seorang ikhwan (gak tahu namanya….^^v). Aisya dan Keisya terhanyut dalam bait-bait puisi itu…karena ‘seluruh alam pun ikut bersujud’, saudara-saudara kita di Irian Jaya pun merindukan ‘jubah hijau perdamaian’, ingin rasanya bisa menegakkan ‘tonggak kepedulian’, menyibakkan ‘cahaya tersembunyi’ untuk membuka tabir kehidupan menjadi lebih baik, bebas dari perang antar suku, keterbelakangan, kebodohan, dsb. Sekali lagi, mereka pun saudara-saudara kita….

Penampilan dahyat selanjutnya dari SHOUTUL HARAKAH!!! Yang membawakan nasyid : Bingkai Kehidupan, Lirih Pembebas, dan Indonesia Memanggil.

Bingkai kehidupan

Mengarungi samudera kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
'kan menjadi saksi pengorbanan

Reff :
Allahu ghaayatunaa
Ar-Rasuulu qudwatunaa
Al-Qur'aanu dusturunaa
Al-Jihadu sabiiluna
Al-Mautu fii sabilillah
Asma amaanina

Allah adalah tujuan kami
Rasulullah teladan kami
Al Qur'an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi

Lirih Pembebas

Debu-debu beterbangan
Kabut di tanah kemuliaan
Kringat darah bercucuran
Iringi kepergian

Bribu nyawa tlah terbang
Menuju tempat yang dijanjikan
Tapi ghiroh tak kan sirna
Bebaskan bumi anbiya

Debu-debu beterbangan
Kabut di tanah kemuliaan
Kringat darah bercucuran
Iringi kepergian

Bribu nyawa tlah terbang
Menuju tempat yang dijanjikan
Tapi ghiroh tak kan sirna
Bebaskan bumi anbiya

Puing bebatuan tlah menjadi saksi
Kekejaman yahudi bangsa syaithoni
Meninggalkan luka, jiwa terzholimi
Berazam bebaskan Palestina kembali

Derap-derap pejuang
Generasi nafas perubahan
Rengkuhlah kejayaan
Goyah jalan disingkirkan

Debu-debu beterbangan
Kabut di tanah kemuliaan
Kringat darah bercucuran
Iringi kepergian

Indonesia Memanggil

Singsingkan lengan baju pancangkan asa…
Ukirlah hari esok pertiwi jaya…
Bergandengan tangan tuk meraih ridho Allah…

Buatlah negri ini selalu tersenyum…
Bahagia dan Sejahtera dalam cinta-Nya…
Tiada lagi resah tiada lagi duka lara…
Negeri indah Indonesia…
Memanggil namamu
Menyapa nuranimu

Negeri Indah Indonesia
Menanti hadirmu
Rindukan karyamu

Suasana di dalam stadion semakin ‘membara’ saja. Dan tak lupa kita pun ikut terhanyut dalam lantunan-lantunan nada yang heroik itu!!!
Tak terasa sudah memasuki waktu Ashar, nasyid terakhir dibawakan oleh munsyid dari Negeri Jiran, Malaysia….RAIHAN…..wow….RAIHAN membawakan nasyid yang sangat mengharukan…
Damba CintaMu
Tuhanku Ampunkanlah Segala Dosaku
Tuhanku Maafkanlah Kejahilan HambaMu

ku Sering Melanggar LaranganMu
Dalam Sedar Ataupun Tidak
ku Sering Meninggalkan SuruhanMu
Walau Sedar aku Milikmu

Bilakah Diri ini Kan Kembali
Kepada fitrah Sebenar
Pagi ku Ingat Petang ku Alpa
Begitulah Silih Berganti

Oh Tuhanku Kau Pimpinlah Diri Ini
Yang Mendamba cintaMu
Aku Lemah aku Jahil
Tanpa Pimpinan DariMu

Ku Sering Berjanji DepanMu
Sering Jua ku Memungkiri
ku Pernah Menangis keranaMu
Kemudian Ketawa Semula

Kau Pengasih Kau Penyayang Kau Pengampun
Kepada Hamba-hambaMu
Selangkah ku KepadaMu
Seribu Langkah Kau Pada Ku

Tuhan Diri ini Tidak Layak Ke Syurga Mu
Tapi Tidak Pula aku Sanggup Ke Neraka Mu

Ku Takut KepadaMu
Ku Harap Jua PadaMu
Moga ku Kan Selamat Dunia Akhirat
Seperti Rasul dan Sahabat

Pending istirahat dan sholat Ashar. Akhirnya Aisya dan Keisya bertemu juga dengan saudari seperjuangannya, Illiyana Jadid.. hehe… (pertemuan yang ough… yaaa… begitulah…)…hwkhwkhwk…. Jam 16.00 kita memasuki stadion lagi. Hm…..bagian-bagian awal kayak sesi I.
Penampilan dari IZIS…Panglima Prang, then “DI SINI AKU KEMBALI”….wow, makin heroik saja!!! Kita semua berdiri, dan ikut bernasyid bersama…

Disini Aku kembali
Disini aku mengharap ridho-Mu
Disini aku menghiba rahmat-Mu
Disini aku tambat munajatku
Berazzam aku kembali

Tapak-tapak hidup kujalani
Fatamorgana dusta kutemui
Lupakan diri hadapkan wajahku
Hadirkan Agung-Mu dalam asaku

Allah
Kuseretkan langkahku
Hasung dosakan kulebur
Kubasuh luka kuhempas nista
Izinkan aku kembali

Takkan lagi kusurutkan langkahku
Songsong fajar baru dalam cahya-Mu
Ya Rabbi teguhkan derap jiwaku
Tiap desir nadiku sebut asma-Mu

Disini aku kembali

Setelah itu, diselingi orasi oleh ustadzah Yoyoh Yusroh… SUBHANALLAH, beliau adalah ummahat tangguh yang dimiliki negeri ini!!! Point penting yang beliau sampaikan antara lain bahwa kisah Palestina yang telah masuk dalam Guiness Books of Records sebagai “penderitaan terbesar”, memang sungguh hal yang tidak manusiawi. Mereka mengalami penderitaan yang luar biasa, setiap hari beradu dengan peluru dan tidur di reruntuhan rumah yang telah dibombardir. Negara Arab masih lemah. Mereka malah menjadi boneka Amerika, takut membela saudara-saudara mereka yang seiman. Lantas, bagaimana dengan kita??? Ingat, Indonesia adalah negara berpenduduk MUSLIM terbesar! Kita sebagai umat Islam, suarakan kepedulian dan hati nurani kita untuk membela perjuangan rakyat Palestina. Mereka menderita, tapi tak patah arang untuk terus berjuang, menegakkan bumi Allah dengan kalimat suci “LAILAAHAILALLAH!!!”. Insya Allah, suara kita hari ini didengar oleh saudara-saudara kita di Palestina. Semoga kita tidak bosan untuk memberikan infaq-infaq terbaik kita dan mengirimkan doa-doa terbaik kita… Mereka butuh obat dan senjata, mereka butuh uluran tangan kita.

“Ketika batu dibalas peluru…ada nyanyian syahid yang dirindu…
Ketika jemari mungil itu melempar batu, bukan mereka yang sebenarnya melempar! Tapi Allah yang tidak mempunyai sekutu”

Kemudian, masuklah Shoutul Harokah dan membawakan nasyid heroiknya lagi!!!
Merah Saga

Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir

Semua menjadi saksi
Atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
Atas keteguhanmu

Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah ditanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad palestina

Perjuangan telah kau bayar
Dengan jiwa, syahid dalam cinta-NYA

Setelah Shoutul Harokah, masuklah Menteri Komunikasi dan Informasi, Ustadz Tifatul Sembiring. Beliau membuka orasinya dengan berpantun “kalau bukan karena setetes tinta, takkan kutulis sebait puisi.. Kalau bukan karena cinta, tak akan ada aku disini…”

CINTA dapat menghilangkan rasa sakit. Cinta kepada kaum Muslimin membuat mereka akan merasa terobati. Begitu juga jika cinta itu kita persembahkan pada saudara-saudara kita di Palestina. Akan tetapi, masih ada juga di antara umat Muslim yang bertanya-tanya, “Mengapa kita harus membela Palestina? Mengapa harus membantu orang yang jauh? Apa kaitan Palestina dengan kita??” Orang-orang yang seperti ini berarti kurang tahu tentang sejarah Islam. Perjuangan membela Palestina adalah perjuangan abadi. Palestina adalah tanah yang diwariskan Umar bin Khattab ra untuk dijaga. Palestina adalah saksi bisu sejarah perjuangan Sholahudin Al Ayyubi. Palestina adalah tempat kelahiran Nabi Ibrahim a.s. Renungkan kembali kisah Perang Uhud. Pasukan Rasulullah SAW yang awalnya memenangkan peperangan itu, tapi sayang.. kemenangan itu berubah menjadi kekalahan karena pasukan yang dititahkan untuk berjaga di bukit Uhud turun untuk berebut harta rampasan perang. Padahal pasukan musuh masih bersiaga. Dan akhirnya banyak yang syahid, bahkan Rasulullah mengalami luka dan pingsan. Jangan sampai kita terpecah-belah karena harta. Saat ini memang banyak bermunculan orang-orang yang oportunis. Tergiur oleh tahta, harta, dan wanita!
Ustadz Tifatul juga menyampaikan kisah tentang “Kambing dan ‘Aisyah”. Suatu ketika Rasulullah memotong kambing. Kemudian sebelum beliau pergi meninggalkan rumah, beliau meminta ‘Aisyah untuk membagikannya. ‘Aisyah pun melaksanakan amanah tersebut. Saat Rasulullah kembali pulang, beliau bertanya pada ‘Aisyah dengan panggilan kesayangannya (saat itu ustadz berpesan… “bagi para suami, panggil istri yang mesra ya..” ^^)… eh, lanjut... Rasulullah berkata pada ‘Aisyah, “Humaira, apa yang tersisa dari daging kambing yang kau bagikan tadi?” ‘Aisyah menjawab bahwa masih ada sepotong daging untuk beliau. Akan tetapi, Rasulullah malah mengatakan bahwa yang sepotong itu juga seharusnya dibagikan karena bisa jadi keberkahan Allah berada di dalamnya. Hikmah dari kisah ini adalah saat kita membantu saudara kita di Palestina misal dengan infaq, berinfaqlah yang terbaik!!! Totalitas....!!! Karena keberkahan Allah-lah yang kita harapkan dan balasan surga-lah yang kita nantikan…

Pesan beliau :
1. Jangan sampai kita buta sejarah
2. Jangan sampai kita berpecah belah

Setelah Ustadz Tifatul turun dari atas panggung, muncullah JUSTICE VOICE dengan membawakan “Save Our Masjid” dan ditutup dengan penampilan RAIHA, “Musafir Perjalanan” dan……(coz Aisya dan Keisya sudah meninggalkan stadion…dah masuk waktu Maghrib). RAIHAN sekalian launching album terbarunya…. HARI INI SUNGGUH DAHSYAT!!!!
Sholat Maghrib dulu kemudian jalan bareng Illiyana Jadid menuju pinggir jalan tuk menaiki kendaraan masing-masing… e… ketemu supporter PERSIJA dengan atribut-atribut oranyenya….JACK MANIA!!!
Hm…akhirnya Aisya dan Keisya berpisah juga dengan Illiyana Jadid…teriring tembang…”Pertemuan kita kali ini bukan sekedar kawan lama tak jumpa…tapi kita bertemu ada satu makna, kita punya satu perjuangan!!!” hehe….

“Matahari sore sudah berpamitan pada seluruh penghuni bumi. Mungkin sambil berpikir, apakah sudah terlaksana dengan baik tugas yang Tuhan berikan pada hari ini??? Meskipun mungkin ia keterlaluan ketika di siang hari, sengatnya membuat orang kepanasan. Tapi, di sore hari, ia terlalu baik. Dilukisnya langit di ufuk barat. Semburat jingga, merah, dan ungu…dan kini petang pun menjelang, dan sang malam pun kembali bertandang….Dua pasang mata anak manusia menikmati panorama Jakarta. Puluhan bangunan menjulang tinggi, bagaikan pensil-pensil raksasa yang berlomba melukis langit, bermandikan lampu, bagaikan berlian, berkerlap-kerlip…..Dan nikmat Tuhan mu yang manakah yang akan kamu dustakan???”


[CATATAN KEISYA : Keisya merasakan hari itu adalah hari yang sangat bahagia dalam hidupnya, mimpi-mimpi nya terwujud!!! Dan Aisya lah yang menjadi perantara terwujudnya mimpi-mimpi itu…mulai dari tadi pagi, senangnya bisa mendapatkan SPIRIT OF DHUHA dari Ust. Yusuf Mansyur, bisa foto bareng, diskusi singkat, dan minta tanda tangan salah satu ustadz favoritnya itu, kemudian siang dan sorenya bisa menikmati penampilan munsyid-munsyid luar biasa yang selama ini hanya bisa ia dengarkan saja suaranya, tetapi hari ini Keisya bisa melihat secara langsung penampilan IZZATUL ISLAM, JUSTICE VOICE, SHOUTUL HARAKAH, RAIHAN….serta orasi langsung dari Ustadzah. Yoyoh Yusroh, Ustadz. Tifatul Sembiring, dsb…MIMPI YANG MENJADI KENYATAAN!!!! Terima kasih Aisya…..^^v]

[CATATAN AISYA : Aisya merasakan bahwa hari itu adalah hari yang sangat istimewa karena bisa berpetualang bersama dengan saudari kembarnya setelah hampir 3 bulan tidak bertemu. Kangen sudah sedikit terobati!!! Aisya juga sangat bahagia karena bertemu kembali dengan sahabat perjuangannnya, Illiyana Jadid.. Betapa bersyukurnya Aisya karena Allah berkenan mempersatukan kembali sepasang anak manusia yang terbingkai dalam indahnya persahabatan yang telah dibangun sejak berstatus sebagai mahasiswi Matematika FMIPA UNS (4 tahun silam). Selain itu, betapa hari ini Aisya merasakan “pergolakan emosi” yang beraneka…Rasa MALU karena ada ikhwan kecil yang tasmi’ Qur’an dengan tartil!!! Bagaimana dengan dirinya??? Hmm, jadi semakin semangat menghafal Qur’an!!! Rasa HARU karena dihadirkan dengan nasyid-nasyid yang menggugah jiwa (Hiks, apalagi waktu mendengarkan “Damba CintaMu” Raihan… terharu banget!!! ). Rasa SEMANGAT yang MEMBARA saat disajikan nasyid-nasyid yang menghentak dan heroik!!! Dan rasa-rasa yang lain, tak bisa diungkapkan!!! Terima kasih Ya Allah untuk hari itu… Aisya yakin, inilah salah satu rahasiaNya mengirimkan Aisya ke kota ini… beramanah di kota ini… Semoga Aisya senantiasa menjadi hamba yang mudah bersyukur dan semakin jeli menyingkap hikmah-hikmah di balik setiap skenario terindah dariNya… Masih banyak rahasia lain dariNya yang harus dipecahkan!!! Keep Hamasah AISYA dan KEISYA!!! Bcoz WE ARE SUPERTWIN!!!]

Jakarta, 26-27 April 2010
Aisya dan Keisya Avicenna
~ SUPERTWIN ~

SUPERTWIN feat UST. YUSUF MANSYUR



Ahad, 25 April 2010.
Setelah sarapan…(saat-saat yang sangat dirindukan... SUPERTWIN makan sepiring berdua…hyaaaa…) , Aisya dan Keisya pun meninggalkan RedZone-nya Aisya untuk memulai aktivitas hari ini dengan sebuah petualangan dahsyat SUPERTWIN!!! Sebuah perjalanan…..rihlah akhir pekan…. “Rihlah. Perjalanan intelektual. Perjalanan spiritual. Membuka mata, membuka hati, menenun tafakur, dan membuang takabur. Pada sebuah pencarian. Mencari makna, mencari hakikat diri, dan mencari……….Tuhan, Sang Penguasa Alam Semesta”. Instalasi-instalasi yang menguatkan sebuah rangkaian perjalanan hidup…

Pagi itu Jakarta terasa begitu tenang. Seakan seisi bumi pun bersiap-siap untuk ikut menyimak rangkaian skenario Allah Swt yang akan menghiasi lembaran-lembaran perjalanan hidup Si Kembar Aisya dan Keisya. Kopaja 502 pun meluncur, menuju daerah Red Soil alias Tanah Abang....pemandangan ibukota yang masih sama…kendaraan merayap semakin padat saja, polusi udara yang tak terelakkan lagi, rasa individualis yang begitu tinggi, anak jalanan pun ikut andil menghiasi ibu kota, sebuah cerminan kondisi bangsa ini…Aisya dan Keisya turun dari Kopaja kemudian jalan kaki di sepanjang Pasar Tanah Abang, tujuan kita mencari Blok A. hmm….dimana yaw???

Akhirnya dapat petunjuk dari mas-mas penjual baju batik (hehe…senyum penuh kemenangan…semoga dagangannya laris ya mas…), si Kembar kemudian naik angkot 15 turun di blok A. klo tersesat di ibukota mah masih wajar n dimaklumi..hehe…akhirnya tanya ke bapak-bapak pedagang asongan, klo mau ke Darul Aitam naik apa….sang bapak begitu baik, memberikan petunjuk kepada Aisya dan Keisya, mereka berdua pun nyebrang, klo di Jakarta gak bisa lari n cekatan, wah…bisa-bisa gak nyebrang-nyebrang…hehe…akhirnya Keisya tanya ke bapak-bapak penjual buryam, tempat nyegat angkot 03 yang ke Darul Aitam itu di sebelah mana. Hm….Alhamdulillah, angkotnya akhire datang juga, gak disangka-disangka ternyata bapak pedagang asongan tadi yang memberhentikan tu angkot, mpe bela-belain nyebrang. Subhanallah, ternyata masih ada orang yang begitu baik dan begitu tulus di ibu kota, membuat hati SUPERTWIN begitu trenyuh….semoga dagangan bapak laris manis. Amin. Terima kasih bapak…wajah yang sudah berhiaskan guratan keriput penuh perjuangan yang tidak akan pernah SUPERTWIN lupakan…wajah tegar menghadapi kerasnya kehidupan di ibukota…

Alhamdulillah, akhirnya SUPERTWIN sampai juga di darul Aitam…mengedarkan pandangan berkeliling, milih-milih bolpen, n bertemu Pak Mujianto, salah seorang panitia tuk beli tiket, kemudian sholat Dhuha dulu di salah satu mushola kecil di pojokan, then menikmati segarnya es buah bertabur salju n beberapa camilan…(gratisan euy…). Setelah itu, Aisya dan Keisya memasuki ruangan tempat seminar “SPIRIT OF DHUHAA” diadakan…wow, asyik!!! Tapi tempat duduk terdepan dah diisi…ya gakpapalah…
Berikut ini inspirasi yang didapat dengan beberapa tambahan dari sumber yang lain… (biar tambah komplit)

Jin dan manusia sebagaimana yang diwartakan dalam Al Quran, merupakan dua makhluk ciptaan Allah yang mengemban tugas sebagai hamba. Keduanya diperintahkan untuk beribadah kepada-Nya. Hayo, Qur’an surat dan ayat berapa nih?? Ingat kan???!!! Di samping manusia memiliki nilai plus sebagai khalifah di muka bumi. Sejatinya, ibadah merupakan tugas dasar bagi manusia. Maka tidak heran kalau dalam Alquran banyak kata jadian dari kata `abada-ya`budu, seperti 'u`bud, 'u`budu, `ibadurrahman, `ibadi al-shalihun, dan sebagainya. Ibadah yang kita kenal saat ini adalah ibadah yang rutin kita lakukan, karena ia merupakan fardh `ain, seperti shalat lima waktu. Kemudian shalat lima waktu tersebut diiringi dengan shalat sunnah rawatib. Selain shalat rawatib ada juga shalat-shalat sunnah yang lain, seperti Tahiyyatul Masjid, Witir, Tahajjud dan Dhuha.

Shalat Dhuha merupakan shalat yang banyak mengandung fadhilah (keutamaan), namun tidak banyak mendapat perhatian dari kita selaku Mukmin. Karena ia berada dalam waktu yang di dalamnya banyak kesibukan. Orang banyak yang bekerja mencari rezki. Bagi pelajar mereka sibuk menuntut ilmu, begitu juga dengan yang memiliki kesibukan lainnnya. Oleh karenanya ia tidak begitu mendapat perhatian yang serius dan sering terlupakan.

Kapan shalat Dhuha dilakukan?

Waktunya ketika matahari mulai naik sepenggalah (agak miring). Dan waktu yang paling afdhal adalah ketika mulai panas. Hal ini dijelaskan di dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim; "Shalatu al-'awwabin hina tarmudhu al-fishal" (Waktu mengerjakan shalat 'awwan (dhuha) adalah ketika hari panas).

Imam Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Arqam bahwa ia berkata: "Rasulullah saw keluar menuju penduduk Quba' ketika mereka akan mengerjakan shalat. Lalu beliau berkata: "Shalat 'awwabin ketika hari mulai panas".

Imam al-Nawawi di dalam kitab al-Majmu berkata: "Waktunya ketika matahari meninggi (condong). Sebagian ulama lagi mengatakan bahwa waktu yang paling afdhal adalah ketika matahari meninggi dan panasnya mulai terik.

Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat, dan paling afdhal adalah delapan rakaat. Abu Hurairah ra. berkata;" Kekasihku Rasulullah saw berwasiat kepadaku dengan tiga perkara, puasa selama tiga hari setiap bulannya, dua rakaat shalat Dhuha dan mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur" (Muttafaq `Alaihi). Dalam hadits Qudsi disebutkan empat rakaat.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa jumlahnya delapan rakaat. Jumlah ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Hani' ra bahwa Rasulullah saw shalat di dalam rumahnya (Ummu Hani') pada tahun pembebasan Makkah sebanyak delapan rakaat. Namun dalam hadits lain disebutkan bahwa jumlah rakaatnya tidak terbatas, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari `Aisyah ra. Ia berkata: "Rasulullah saw shalat Dhuha sebanyak empat rakaat lalu menambahnya seberapa yang dikehendakinya".

Imam al-Nawawi menjelaskan bahwa hadits-hadits tersebut seluruhnya disepakati kesahihannya dan tidak ada perselisihan di dalamnya. Dan kesimpulannya, menurut beliau, shalat Dhuha adalah sunnah mu'akkadah. Minimal adalah dua rakaat, dan paling sempurna adalah delapan rakaat. Dan diantaranya empat atau enam, keduanya (empat atau enam rakaat) adalah lebih sempurna dari dua rakaat dan kesempurnaannya berada di bawah delapan rakaat.

Keutamaan shalat Dhuha
Banyak hadits Rasulullah saw yang bercerita tentang keutamaan shalat Dhuha, diantaranya;

Pertama, shalat Dhuha diganjar sebagai sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia. Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi saw bersabda; Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala" (H.R. Muslim).

Di dalam Fath al-Bari, Imam Ibnu Hajar berkata; "Salah satu dari faidah shalat Dhuha adalah diberi pahala sedekah bagi seluruh sendi manusia dalam setiap hari. Dan jumlah sendi itu adalah tiga ratus enam puluh sendi" .

Kedua, ghanimah (keuntungan) yang besar. Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata; "Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; "Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab; "Ya! Rasul berkata lagi: "Barangsiapa yang berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya".

Ketiga, sebuah rumah di dalam surga. Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah saw: "Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga"

Keempat, sholat dhuha di awal hari, memperoleh ganjaran di sore hari. Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata: "Allah ta`ala berkata: "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya"

Kelima, pahala `Umrah. Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah.... Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna"

Demikian sekelumit penjelasan seputar shalat Dhuha dan beberapa keutamaannya. Mudah-mudahan kita bisa melaksanakannya secara perlahan-lahan. Kita sempatkan diri kita untuk menghadap Allah SWT. Rasanya tidak akan lama dan tidak akan memakan waktu yang panjang untuk mengerjakannya. Dua rakaat, empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat. Tidak akan lebih dari sepuluh menit, insya Allah. Bagi yang kerja di kantor, kita upayakan sebisa mungkin. Bagi para pengajar, kita upayakan ketika waktu istirahat. Bagi para siswa (pelajar, mahasiswa) kita usahakan ketika waktu istirahat. Insya Allah kita akan mendapat ketenangan batin, kelapangan hidup dan ketentraman jiwa dengan mengingat Allah SWT.

Hmm, Aisya jadi teringat saat sedang asyik hunting buku waktu di Jakarta Islamic Bookfair 6 Mei 2010. Pertemuan perdana dengan Ustadz Yusuf Mansur di salah satu stand di sana. Waktu itu Aisya sempat meminta tanda tangan dan bercakap-cakap dengan Ustadz. Setelah itu, dengan PD-nya Aisya berkata, “Ustadz, mohon doanya ya moga cepet nikah.” [hehe… ^^ dasar Aisya!!!]. Ustadz Yusuf tersenyum dan mengamininya. Lantas memberikan nasihat, “Rajinlah sholat dhuha 8 rekaat.” Kemudian beliau menyampaikan tentang “Riyadhoh” 40 harinya. Sebelum berpisah dengan Ustadz Yusuf Mansur, Aisya sempat bertanya lagi, “Ada tips yang lain tadz?”. Dengan supelnya beliau menjawab, “Udah, satu aja dulu, dhuha 8 rekaat itu aja dikerjakan yang istiqomah” begitu pesan beliau. Hmmm…. Subhanallah walhamdulillah, Allah mempertemukan Aisya dengan Ustadz Yusuf Mansur lagi pada tanggal 25 April 2010.. bersama Keisya … inspirACTION!!! Unforgetable deh…

Ustadz Yusuf selesai mengisi jam 11.30. Keisya sempat membeli buku “GUIDE (GUDANG IDE)” karya Ustadz dan meminta tanda tangannya, sempat berfoto bareng juga (fotografernya jelas Aisya dung). Sedangkan Aisya sempat mendekati Ustadz dan bercakap-cakap. Dalam momentum emas itu, Aisya juga menyampaikan salam dari bunda (karena tadi Bunda SMS nitip salam buat Ustadz Yusuf.. alhamdulillah amanah itu bisa disampaikan secara langsung dan Ustadz membalasnya…). Foto waktu ngobrol sama Ustadz lucuuu banget ^^v.

Pada acara ini juga dipromosikan tentang e-MIRACLE dan Kuliah Online-nya Ustadz Yusuf Mansyur. Secara singkat, e-MIRACLE adalah MLM Amal Usaha tapi selain itu MLM ini digagas dan dikembangkan untuk menjadi MLT (Multilevel Tahajud), MLD (Multilevel Dhuha), MLS (multilevel Sedekah), MLFIDZ (Multilevel Tahfiz) pokoknya menjadi MLA ( Multilevel Amal). E-Miracle adalah tempat orang-orang yang ingin menjadi : PENGUSAHA (Entrepreneur) tapi juga PENDAKWAH. Info lengkap buka sendiri di www.e-miracle.com ya!!!

Ba’da Dhuhur sebenarnya masih ada pembagian doorprize, tapi Aisya dan Keisya harus meninggalkan Darul Aitam untuk menuju SENAYAN!!! Hmm, sempat makan siang di taksi… hehehe, berpacu dengan waktu… dan akhirnya pukul 12.30 sampai juga di Senayan. Baca kisah lengkapnya di “Supertwin dalam Konser Nasyid TerDAHSYAT Tahun Ini!!!”

Nantikan kisah-kisah petualangan dahsyat SUPERTWIN selanjutnya…. !!!
SALAM SUPER DAHSYAT FULL SEMANGAT!!!!
Jakarta, 26-280410_02:50
Keisya dan Aisya Avicenna
~SUPERTWIN~

6,7 Triliun, Gudang, dan Monas


Begitu mendengar kata "Rp 6,7 Triliun" kemungkinan besar pikiran kita langsung mengasosiasikannya pada kasus bank Century. Tapi pernahkah kita bertanya dalam hati : Bagaimana sih wujudnya uang Rp 6,7 triliun tersebut? Trus apa hubungannya 6,7 Triliun, Gudang, dan Monas???
Berikut ini visualisasinya…

Sebuah kertas HVS Folio 80gram bisa "menampung" 7 lembar uang kertas pecahan 100ribu dengan menyisakan sedikit ruangan dengan panjang 6,5 cm dan lebar 3 cm. Jika mau akurat, 1 buah kertas HVS Folio bisa menampung 7,2 lembar uang kertas.


Dalam keadaan terpacking, 1 rim (500 lembar) kertas memiliki ukuran:
panjang x lebar x tinggi = 33 x 21,5 x 5,5 cm

Jika kita asumsikan tebal kertas yang sama, maka 1 rim kertas bisa menampung uang sebesar:
500 x 7,2 lembar uang = 3600 lembar uang = 3600 * Rp 100ribu = Rp 360.000.000,-
Jadi 1 rim kertas HVS Folio muat 360juta.

Lantas seberapa besarkah ukuran Rp 6,7 triliun jika ditumpuk dalam pecahan Rp 100 ribuan?
Jawabannya ada dalam hitungan sederhana:

seribu = 1.000
1 juta = 1.000.000
1 milyar = 1.000.000.000
1 triliun = 1 000 000 000 000

Rp 6,7 triliun / Rp 360 juta = 6.700.000.000.000 / 360.000.000
= 6.700.000.000.000 / 360.000.000
= 6.700.000 / 360
= 18.611,1111

Wow, ternyata uang Rp 6,7 triliun sebanding dengan 18 ribuan rim kertas HVS Folio. Jika diletakkan dalam sebuah gudang, tak terbayangkan berapa besarnya gudang tersebut.

Jika di tumpuk dengan ukuran 1 rim kertas HVS tadi, berapakah tingginya?
18.611, 1111 x 5,5cm = 102.361 cm = 1.023,61 meter
Wow, 1 km lebih!!!
Itu 7 kali lebih tinggi dari Monas.
Ck Ck Ck…
Jakarta, 270410_01:58
Aisya Avicenna

Kecewa???


Ketika kita berharap banyak pada manusia, bisa jadi kita akan banyak kecewa... berharaplah sebanyak-banyaknya pada Allah, karena skenario Allah tak pernah mengecewakan

Jakarta, 280410_11:23
Aisya Avicenna

Ya Allah, Jangan Ambil Penglihatanku…


Biasanya, habis Maghrib bisa pulang, tapi mendadak ada tugas yang harus dikerjakan dan diskusi sebentar dengan pimpinan, sehingga pukul 19.00-an baru keluar kantor. Pukul 19.30 sudah berada di dalam Kopaja 502 yang menuju daerah UKI. Meski hawa cukup panas, tapi saya tetap mengenakan jaket NHIC.. hmm, jaket baru hasil rampokan dari My Supertwin…
Alhamdulillah, kali ini dapat tempat duduk. Di depan saya duduk dua orang nenek. Saat sampai di terminal Kampung Melayu, Kopaja 502 itu menurunkan beberapa orang penumpang. Lantas melaju lagi menuju UKI. Ternyata, kedua nenek di depan saya seharusnya juga turun di terminal Kampung Melayu. Sang nenek pertama berteriak “Turun bang!”. Sang kondektur mendengarnya… Dia mengetok koin di kaca Kopaja. Kopaja berhenti. Dengan berjalan pelan, kedua nenek itu berjalan menuju pintu keluar. Butuh waktu cukup lama. Hmm, beberapa penumpang bersungut-sungut dan ada yang mengumpat. Astaghfirullah… padahal suatu saat nanti mereka juga akan mengalami masa tua seperti nenek-nenek itu kan???
Setelah kedua nenek itu turun, tiba-tiba, seorang Bapak yang duduk di depan kedua nenek tadi berdiri. Bapak tua itu memegang tongkat panjang. Ternyata bapak itu buta. Beliau bertanya dengan suara agak keras, “Kampung Melayu ya?”. Beberapa penumpang menjawab, “Iya Pak!”. Kondektur tahu kalau Bapak itu mau turun, sejurus kemudian dia mengetok koin di kaca Kopaja Kopaja berhenti tiba-tiba. Bapak itu bergeser dari tempat duduknya dan hendak turun… “Huuu…” beberapa penumpang mungkin merasa kesal. Astaghfirullah!!!!!!!!!!!!!! Kenapa mereka tidak berpikir jika mereka berada dalam kondisi seperti Bapak itu ya??? Alhamdulillah, Bapak itu berhasil turun dari Kopaja atas bantuan kondektur yang menuntunnya. Saya pun merenung dan teringat dengan sebuah nasyidnya Tazakka…
Jangan Ambil Penglihatanku
Indahnya dunia dapatku memandangnya
Syukur tlah kau beri penglihatanku ini…
Walaupun terkadang dosa mengundang mata
Trus merasukiku untuk melupakanMu…
Mengganti kaji ayatMu dengan dosa kesenangan sementara…
Ku memohon kepadaMu
Jangan ambil penglihatanku
Hitam, kelam, hanya gelap yang akan kupandang
Untuk yang kesekian kali
Berikan kesempatan lagi
Masih ingin aku melihat kebesaranMu
Allah … jangan ambil penglihatanku…

Jakarta, 280410_06:05
Aisya Avicenna

Dari Stasiun Jatinegara Ke… Oh No!!!


Senin, 26 April 2010.. hari yang istimewa!!!
Pukul 17.00 alhamdulillah sudah keluar kantor.. Karena ba’da Maghrib harus mengantar Keisya Avicenna (my supertwin) ke stasiun Jatinegara. Hmm, Kopaja 502 yang Aisya tumpangi penuh sesak. Jalanan macet. Sehingga saat adzan Maghrib berkumandang, Aisya baru tiba di kost. Keisya sudah menantikan kedatangannya. Setelah sholat maghrib dan makan nasi sebungkus berdua (kompak banget!! :D), Aisya dan Keisya menuju Stasiun Jatinegara. Alhamdulillah, dapat tiket kereta Senja Utama jurusan Solo. Saat itu masih ada waktu sekitar satu jam, karena kereta baru datang jam 20.27. Aisya dan Keisya duduk di emperan stasiun.. hehe… memanfaatkan waktu dengan muraja’ah… Sekitar pukul 20.30, kereta datang. Perpisahan pun terjadi… Keisya naik gerbong 8 kereta Senja Utama itu… Setelah kereta meninggalkan stasiun Jatinegara, Aisya keluar stasiun untuk pulang kembali ke kostnya di daerah Otista (kampus STIS).
Saat keluar dari stasiun, puluhan tukang ojek dan sopir bajaj meneriakinya... “Aisya! Aisya!”… hehe, bukan gitu ding teriaknya. Intinya pada menawarkan jasa, tapi maaaaaaaff ya Pak, Aisya milih naik angkot saja! Hmm, jalan raya depan stasiun Jatinegara ramai sekali malam itu. Jadi ingat jargon Aisya tinggal di Jakarta… harus bisa BBM (Berani, Berlari, dan Melompat). Hmm, sebenarnya banyak sih interpretasi dari BBM itu. Salah satunya waktu nyebrang jalan di Jakarta, kalau tidak berani dan gesit berlari… ga akan bisa nyebrang-nyebrang.. atau bisa juga malah “dicium” angkot!!! Hmmm… akhirnya, setelah lari-lari, Aisya berhasil nyebrang dan naik angkot 06A menuju Kampung Melayu.
Selang sekitar 10 menit, ketika angkot 06 A itu berputar di depan kawasan bank Muamalat, Jatinegara… kok malah menuju ke arah timur, kalau ke Kampung Melayu kan seharusnya ke Selatan. Aisya mulai curiga… dan ternyata benar!!! Angkot 06 A itu tidak ke Kampung Melayu…ehhhh… malah lewat di Stasiun Jatinegara lagi. Gubrakk!!! Dari Stasiun Jatinegara ke Stasiun Jatinegara lagi dung!!! Padahal tanggal 25 April lalu, saat menjemput Keisya di Stasiun Jatinegara, Aisya dan Keisya juga naik 06A dan lewat Kampung Melayu juga… hehehe, Aisya geli dan tertawa dalam hati atas kisah konyolnya malam itu. Hmm, tapi ada hikmahnya juga kok! Bisa keliling Jatinegara dan nambah hafalan satu ayat.. ^^
Aisya lantas naik angkot 31 dan menuju terminal Kampung Melayu. Sampai di sana ganti angkot 16 menuju Otista.. Wahhh, ternyata di dalamnya ada sosok asing yang bergelar ikhwan!!!
Penumpangnya cuma bertiga. Ada seorang bapak lagi. Tapi Bapak itu keburu turun, dan meninggalkan kami di dalam angkot itu... tapi alhamdulillah, tempat tujuan Aisya sudah dekat, jadi tidak perlu berlama-lama ‘berkhalwat’ dengan ikhwan itu… hehe!!!
Setelah menyusuri gang-gang sempit dalam pekatnya malam, uji nyali nih! Pukul 21:07 akhirnya Aisya sampai juga di kostnya….ALHAMDULILLAH!!!!

Jakarta, 280410_03:33
Aisya Avicenna

SUPERTWIN dalam Konser Nasyid TerDAHSYAT Tahun Ini!!!


TABLIGH AKBAR DAN KONSER NASYID UNTUK KEMANUSIAAN
“Persembahan untuk Rakyat Palestina”
Ahad, 25 April 2010. Pukul 13.00-18.15, Tennis Indoor Senayan Jakarta


Mentari bersinar sangat terik membakar ibukota. Setelah mengikuti “Spirit of Dhuha” bersama Ustadz Yusuf Mansyur (baca kisah lengkapnya di “SUPERTWIN feat. Ustadz Yusuf Mansyur”), dua sosok muslimah kembar itu berjalan beriringan menuju suatu area yang kan menjadi saksi bahwasanya kita semua sangat peduli dengan saudara-saudara kita di Palestina, kita sangat mengecam kebiadaban bangsa Yahudi yang telah menjadikan Palestina terjajah, negaranya menjadi lautan darah dan tiap hari kesengsaraan semakin bertambah…

Dua sosok itu tak lain dan tak bukan adalah si kembar Aisya dan Keisya Avicenna. Sampai lokasi, mereka berdua langsung membeli tiket untuk 2 sesi, setelah itu sholat Dhuhur dulu di salah satu mushola yang dipadati oleh banyak muslimah yang lain. Kemudian, sambil menunggu kedatangan saudari seperjuangannya yang satu lagi, Illiyana Jadid….mereka berdua berjalan berkeliling melihat-lihat stand-stand pameran yang kebanyakan menjual produk-produk bernafaskan Palestina. Aisya dan Keisya tertarik untuk membeli gantungan HP yang bertuliskan “Palestine di Hatiku”. Pada moment itu, Aisya juga sempat membelikan saudara kembar tersayangnya (hehe) sebuah bros hijau dan baju warna hijau juga. Duh, bahagia sekali. SUPERTWIN mang benar-benar kompak!!! Hehe…(Keisya says : “Aisya, ku berhasil merampokmu hari ini…hwkhwkhwk…”). Dasar Si Kembar!!!

Jam 13.00 mereka berdua segera memasuki stadion yang digunakan untuk tabligh akbar dan konser nasyid itu. Acara diawali dengan pemutaran film pendek yang menggambarkan kondisi Palestina, kemudian slide para sponsor, then mendadak ruangan menjadi gelap…kemudian terdengarlah lantunan syahdu tasmi’ dari seorang ikhwan kecil. Subhanallah, Aisya dan Keisya langsung terpana dibuatnya. Suaranya begitu merdu, seorang qori’ kecil, menyenandungkan hafalan ayat-ayat suci Al Qur’an dengan tartil. Semangat SUPERTWIN pun menjadi terbakar, untuk terus berusaha menghafalkan ayat-ayat CINTA-Nya….

Kemudian ada penampilan tari yang dibawakan oleh 7 orang ikhwan, ntah dari daerah mana. Yang jelas, bagus banget dan atraksinya sangat keren. Pasca itu, muncullah 2 MC yang membawakan acara, dilanjutkan penampilan spektakuler dari munsyid heroic, “IZZATUL ISLAM”. Wow, senayan semakin menggelora saja!!! DAHSYAT. IZIS membawakan nasyid-nasyid yang menghentak!!!

Selanjutnya ada penyampaian orasi dari DR.H. Muqoddam. Hmm, SUPERTWIN sudah siap dengan note kecil dan pena masing-masing untuk mencatat inspirasi yang didapat. SEMANGAT MENULIS!!! Meski dalam keadaan gelap… ^^v. Poin terpenting yang beliau sampaikan, beliau menegaskan bahwasanya perjuangan kita bukanlah perjuangan hari ini saja, namun perjuangan ini adalah perjuangan abadi sampai hari kiamat nanti!!! Masjidil Aqsa merupakan bumi yang suci, bumi yang diberkati. Telah terjadi Yahudisasi di kota Yerussalem dengan mengosongkan Yerussalem dari umat islam (terjadi pengusiran besar-besaran). Peristiwa tersebut sudah menjadi perang demografi. Yahudisasi umat Islam yang lain dengan menghancurkan masjid-masjid, naskah-naskah kuno, peninggalan-peninggalan budaya Islam, madrasah-madrasah, dsb.

Oleh karena kita saudara, “Innamal mu’minuna ikhwah”…mari, kita bersama-sama membantu meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di Palestina dengan sunduq-sunduq terbaik kita, dengan doa-doa terbaik kita….

Suasana stadion semakin semarak dengan penampilan seru dan kocak dari munsyid Yogyakarta, Justice Voice, yang membawakan nasyid : “SAVE OUR MASJID”…

Save our masjid keep our hearts and our souls
Selamatkan generasi ini
Save our masjid keep our hearts and our souls
Untuk masa depan

#
Kau generasi muda janganlah engkau terlena
Habiskan waktu dengan percuma
Ikuti hawa nafsumu hanya tuk kepentingan dunia
Tanpa kau pikirkan akibatnya

##
Dan bersihkanlah diri bersihkanlah jiwa
Saat kau akan bersujud padaNya
Jangan biarkan dirimu terjerumus dalam dosa
Oh sayang hidupmu sia - sia

Kejarlah cita–citamu
Tapi jangan lupa sholatmu karna itu yang nomer 1
Untuk hidupmu


Kemudian berparodi (lucu banget) tyuz nasyid berikutnya sungguh menyentuh hati….”DUKA PALESTINA”. Keren banget JV, bisa mempermainkan emosi penonton!!!

Selanjutnya ada orasi dari : KH. Fadlan, sosok berjubah putih lengkap dengan surbannya sungguh menggetarkan stadion, mengajak kita untuk bertakbir dengan penuh kesungguhan, sampai meresap ke dalam hati, ikut merasakan duka Palestina dan mengecam kebengisan Yahudi laknatullah!!! Keluarkan suaramu…getarkan hatimu…kuatkan semangatmu…TAKBIR!!!! ALLAHU AKBAR!!!

Ada pembacaan puisi juga tentang “IRIAN JAYA/ NUU WAR” oleh Anneke Putri dan seorang ikhwan (gak tahu namanya….^^v). Aisya dan Keisya terhanyut dalam bait-bait puisi itu…karena ‘seluruh alam pun ikut bersujud’, saudara-saudara kita di Irian Jaya pun merindukan ‘jubah hijau perdamaian’, ingin rasanya bisa menegakkan ‘tonggak kepedulian’, menyibakkan ‘cahaya tersembunyi’ untuk membuka tabir kehidupan menjadi lebih baik, bebas dari perang antar suku, keterbelakangan, kebodohan, dsb. Sekali lagi, mereka pun saudara-saudara kita….

Penampilan dahyat selanjutnya dari SHOUTUL HARAKAH!!! Yang membawakan nasyid : Bingkai Kehidupan, Lirih Pembebas, dan Indonesia Memanggil.
Bingkai kehidupan
Mengarungi samudera kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
'kan menjadi saksi pengorbanan

Reff :
Allahu ghaayatunaa
Ar-Rasuulu qudwatunaa
Al-Qur'aanu dusturunaa
Al-Jihadu sabiiluna
Al-Mautu fii sabilillah
Asma amaanina

Allah adalah tujuan kami
Rasulullah teladan kami
Al Qur'an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi


Lirih Pembebas

Debu-debu beterbangan
Kabut di tanah kemuliaan
Kringat darah bercucuran
Iringi kepergian

Bribu nyawa tlah terbang
Menuju tempat yang dijanjikan
Tapi ghiroh tak kan sirna
Bebaskan bumi anbiya

Debu-debu beterbangan
Kabut di tanah kemuliaan
Kringat darah bercucuran
Iringi kepergian

Bribu nyawa tlah terbang
Menuju tempat yang dijanjikan
Tapi ghiroh tak kan sirna
Bebaskan bumi anbiya

Puing bebatuan tlah menjadi saksi
Kekejaman yahudi bangsa syaithoni
Meninggalkan luka, jiwa terzholimi
Berazam bebaskan Palestina kembali

Derap-derap pejuang
Generasi nafas perubahan
Rengkuhlah kejayaan
Goyah jalan disingkirkan

Debu-debu beterbangan
Kabut di tanah kemuliaan
Kringat darah bercucuran
Iringi kepergian


Indonesia Memanggil
Singsingkan lengan baju pancangkan asa…
Ukirlah hari esok pertiwi jaya…
Bergandengan tangan tuk meraih ridho Allah…

Buatlah negri ini selalu tersenyum…
Bahagia dan Sejahtera dalam cinta-Nya…
Tiada lagi resah tiada lagi duka lara…
Negeri indah Indonesia…
Memanggil namamu
Menyapa nuranimu

Negeri Indah Indonesia
Menanti hadirmu
Rindukan karyamu


Suasana di dalam stadion semakin ‘membara’ saja. Dan tak lupa kita pun ikut terhanyut dalam lantunan-lantunan nada yang heroik itu!!!
Tak terasa sudah memasuki waktu Ashar, nasyid terakhir dibawakan oleh munsyid dari Negeri Jiran, Malaysia….RAIHAN…..wow….RAIHAN membawakan nasyid yang sangat mengharukan…
Damba CintaMu
Tuhanku Ampunkanlah Segala Dosaku
Tuhanku Maafkanlah Kejahilan HambaMu

ku Sering Melanggar LaranganMu
Dalam Sedar Ataupun Tidak
ku Sering Meninggalkan SuruhanMu
Walau Sedar aku Milikmu

Bilakah Diri ini Kan Kembali
Kepada fitrah Sebenar
Pagi ku Ingat Petang ku Alpa
Begitulah Silih Berganti

Oh Tuhanku Kau Pimpinlah Diri Ini
Yang Mendamba cintaMu
Aku Lemah aku Jahil
Tanpa Pimpinan DariMu

Ku Sering Berjanji DepanMu
Sering Jua ku Memungkiri
ku Pernah Menangis keranaMu
Kemudian Ketawa Semula

Kau Pengasih Kau Penyayang Kau Pengampun
Kepada Hamba-hambaMu
Selangkah ku KepadaMu
Seribu Langkah Kau Pada Ku

Tuhan Diri ini Tidak Layak Ke Syurga Mu
Tapi Tidak Pula aku Sanggup Ke Neraka Mu

Ku Takut KepadaMu
Ku Harap Jua PadaMu
Moga ku Kan Selamat Dunia Akhirat
Seperti Rasul dan Sahabat


Pending istirahat dan sholat Ashar. Akhirnya Aisya dan Keisya bertemu juga dengan saudari seperjuangannya, Illiyana Jadid.. hehe… (pertemuan yang ough… yaaa… begitulah…)…hwkhwkhwk…. Jam 16.00 kita memasuki stadion lagi. Hm…..bagian-bagian awal kayak sesi I.
Penampilan dari IZIS…Panglima Prang, then “DI SINI AKU KEMBALI”….wow, makin heroik saja!!! Kita semua berdiri, dan ikut bernasyid bersama…

Disini Aku kembali

Disini aku mengharap ridho-Mu
Disini aku menghiba rahmat-Mu
Disini aku tambat munajatku
Berazzam aku kembali

Tapak-tapak hidup kujalani
Fatamorgana dusta kutemui
Lupakan diri hadapkan wajahku
Hadirkan Agung-Mu dalam asaku

Allah
Kuseretkan langkahku
Hasung dosakan kulebur
Kubasuh luka kuhempas nista
Izinkan aku kembali

Takkan lagi kusurutkan langkahku
Songsong fajar baru dalam cahya-Mu
Ya Rabbi teguhkan derap jiwaku
Tiap desir nadiku sebut asma-Mu

Disini aku kembali


Setelah itu, diselingi orasi oleh ustadzah Yoyoh Yusroh… SUBHANALLAH, beliau adalah ummahat tangguh yang dimiliki negeri ini!!! Point penting yang beliau sampaikan antara lain bahwa kisah Palestina yang telah masuk dalam Guiness Books of Records sebagai “penderitaan terbesar”, memang sungguh hal yang tidak manusiawi. Mereka mengalami penderitaan yang luar biasa, setiap hari beradu dengan peluru dan tidur di reruntuhan rumah yang telah dibombardir. Negara Arab masih lemah. Mereka malah menjadi boneka Amerika, takut membela saudara-saudara mereka yang seiman. Lantas, bagaimana dengan kita??? Ingat, Indonesia adalah negara berpenduduk MUSLIM terbesar! Kita sebagai umat Islam, suarakan kepedulian dan hati nurani kita untuk membela perjuangan rakyat Palestina. Mereka menderita, tapi tak patah arang untuk terus berjuang, menegakkan bumi Allah dengan kalimat suci “LAILAAHAILALLAH!!!”. Insya Allah, suara kita hari ini didengar oleh saudara-saudara kita di Palestina. Semoga kita tidak bosan untuk memberikan infaq-infaq terbaik kita dan mengirimkan doa-doa terbaik kita… Mereka butuh obat dan senjata, mereka butuh uluran tangan kita.

“Ketika batu dibalas peluru…ada nyanyian syahid yang dirindu…
Ketika jemari mungil itu melempar batu, bukan mereka yang sebenarnya melempar! Tapi Allah yang tidak mempunyai sekutu”

Kemudian, masuklah Shoutul Harokah dan membawakan nasyid heroiknya lagi!!!
Merah Saga
Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir

Semua menjadi saksi
Atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
Atas keteguhanmu

Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah ditanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad palestina

Perjuangan telah kau bayar
Dengan jiwa, syahid dalam cinta-NYA

Setelah Shoutul Harokah, masuklah Menteri Komunikasi dan Informasi, Ustadz Tifatul Sembiring. Beliau membuka orasinya dengan berpantun “kalau bukan karena setetes tinta, takkan kutulis sebait puisi.. Kalau bukan karena cinta, tak akan ada aku disini…”
CINTA dapat menghilangkan rasa sakit. Cinta kepada kaum Muslimin membuat mereka akan merasa terobati. Begitu juga jika cinta itu kita persembahkan pada saudara-saudara kita di Palestina. Akan tetapi, masih ada juga di antara umat Muslim yang bertanya-tanya, “Mengapa kita harus membela Palestina? Mengapa harus membantu orang yang jauh? Apa kaitan Palestina dengan kita??” Orang-orang yang seperti ini berarti kurang tahu tentang sejarah Islam. Perjuangan membela Palestina adalah perjuangan abadi. Palestina adalah tanah yang diwariskan Umar bin Khattab ra untuk dijaga. Palestina adalah saksi bisu sejarah perjuangan Sholahudin Al Ayyubi. Palestina adalah tempat kelahiran Nabi Ibrahim a.s. Renungkan kembali kisah Perang Uhud. Pasukan Rasulullah SAW yang awalnya memenangkan peperangan itu, tapi sayang.. kemenangan itu berubah menjadi kekalahan karena pasukan yang dititahkan untuk berjaga di bukit Uhud turun untuk berebut harta rampasan perang. Padahal pasukan musuh masih bersiaga. Dan akhirnya banyak yang syahid, bahkan Rasulullah mengalami luka dan pingsan. Jangan sampai kita terpecah-belah karena harta. Saat ini memang banyak bermunculan orang-orang yang oportunis. Tergiur oleh tahta, harta, dan wanita!
Ustadz Tifatul juga menyampaikan kisah tentang “Kambing dan ‘Aisyah”. Suatu ketika Rasulullah memotong kambing. Kemudian sebelum beliau pergi meninggalkan rumah, beliau meminta ‘Aisyah untuk membagikannya. ‘Aisyah pun melaksanakan amanah tersebut. Saat Rasulullah kembali pulang, beliau bertanya pada ‘Aisyah dengan panggilan kesayangannya (saat itu ustadz berpesan… “bagi para suami, panggil istri yang mesra ya..” ^^)… eh, lanjut... Rasulullah berkata pada ‘Aisyah, “Humaira, apa yang tersisa dari daging kambing yang kau bagikan tadi?” ‘Aisyah menjawab bahwa masih ada sepotong daging untuk beliau. Akan tetapi, Rasulullah malah mengatakan bahwa yang sepotong itu juga seharusnya dibagikan karena bisa jadi keberkahan Allah berada di dalamnya. Hikmah dari kisah ini adalah saat kita membantu saudara kita di Palestina misal dengan infaq, berinfaqlah yang terbaik!!! Totalitas....!!! Karena keberkahan Allah-lah yang kita harapkan dan balasan surga-lah yang kita nantikan…

Pesan beliau :
1. Jangan sampai kita buta sejarah
2. Jangan sampai kita berpecah belah

Setelah Ustadz Tifatul turun dari atas panggung, muncullah JUSTICE VOICE dengan membawakan “Save Our Masjid” dan ditutup dengan penampilan RAIHA, “Musafir Perjalanan” dan……(coz Aisya dan Keisya sudah meninggalkan stadion…dah masuk waktu Maghrib). RAIHAN sekalian launching album terbarunya…. HARI INI SUNGGUH DAHSYAT!!!!
Sholat Maghrib dulu kemudian jalan bareng Illiyana Jadid menuju pinggir jalan tuk menaiki kendaraan masing-masing… e… ketemu supporter PERSIJA dengan atribut-atribut oranyenya….JACK MANIA!!!
Hm…akhirnya Aisya dan Keisya berpisah juga dengan Illiyana Jadid…teriring tembang…”Pertemuan kita kali ini bukan sekedar kawan lama tak jumpa…tapi kita bertemu ada satu makna, kita punya satu perjuangan!!!” hehe….

“Matahari sore sudah berpamitan pada seluruh penghuni bumi. Mungkin sambil berpikir, apakah sudah terlaksana dengan baik tugas yang Tuhan berikan pada hari ini??? Meskipun mungkin ia keterlaluan ketika di siang hari, sengatnya membuat orang kepanasan. Tapi, di sore hari, ia terlalu baik. Dilukisnya langit di ufuk barat. Semburat jingga, merah, dan ungu…dan kini petang pun menjelang, dan sang malam pun kembali bertandang….Dua pasang mata anak manusia menikmati panorama Jakarta. Puluhan bangunan menjulang tinggi, bagaikan pensil-pensil raksasa yang berlomba melukis langit, bermandikan lampu, bagaikan berlian, berkerlap-kerlip…..Dan nikmat Tuhan mu yang manakah yang akan kamu dustakan???”

[CATATAN KEISYA : Keisya merasakan hari itu adalah hari yang sangat bahagia dalam hidupnya, mimpi-mimpi nya terwujud!!! Dan Aisya lah yang menjadi perantara terwujudnya mimpi-mimpi itu…mulai dari tadi pagi, senangnya bisa mendapatkan SPIRIT OF DHUHA dari Ust. Yusuf Mansyur, bisa foto bareng, diskusi singkat, dan minta tanda tangan salah satu ustadz favoritnya itu, kemudian siang dan sorenya bisa menikmati penampilan munsyid-munsyid luar biasa yang selama ini hanya bisa ia dengarkan saja suaranya, tetapi hari ini Keisya bisa melihat secara langsung penampilan IZZATUL ISLAM, JUSTICE VOICE, SHOUTUL HARAKAH, RAIHAN….serta orasi langsung dari Ustadzah. Yoyoh Yusroh, Ustadz. Tifatul Sembiring, dsb…MIMPI YANG MENJADI KENYATAAN!!!! Terima kasih Aisya…..^^v]

[CATATAN AISYA : Aisya merasakan bahwa hari itu adalah hari yang sangat istimewa karena bisa berpetualang bersama dengan saudari kembarnya setelah hampir 3 bulan tidak bertemu. Kangen sudah sedikit terobati!!! Aisya juga sangat bahagia karena bertemu kembali dengan sahabat perjuangannnya, Illiyana Jadid.. Betapa bersyukurnya Aisya karena Allah berkenan mempersatukan kembali sepasang anak manusia yang terbingkai dalam indahnya persahabatan yang telah dibangun sejak berstatus sebagai mahasiswi Matematika FMIPA UNS (4 tahun silam). Selain itu, betapa hari ini Aisya merasakan “pergolakan emosi” yang beraneka…Rasa MALU karena ada ikhwan kecil yang tasmi’ Qur’an dengan tartil!!! Bagaimana dengan dirinya??? Hmm, jadi semakin semangat menghafal Qur’an!!! Rasa HARU karena dihadirkan dengan nasyid-nasyid yang menggugah jiwa (Hiks, apalagi waktu mendengarkan “Damba CintaMu” Raihan… terharu banget!!! ). Rasa SEMANGAT yang MEMBARA saat disajikan nasyid-nasyid yang menghentak dan heroik!!! Dan rasa-rasa yang lain, tak bisa diungkapkan!!! Terima kasih Ya Allah untuk hari itu… Aisya yakin, inilah salah satu rahasiaNya mengirimkan Aisya ke kota ini… beramanah di kota ini… Semoga Aisya senantiasa menjadi hamba yang mudah bersyukur dan semakin jeli menyingkap hikmah-hikmah di balik setiap skenario terindah dariNya… Masih banyak rahasia lain dariNya yang harus dipecahkan!!! Keep Hamasah AISYA!!!]

Jakarta, 26-27 April 2010
Aisya dan Keisya Avicenna
~ SUPERTWIN ~

SUPERTWIN feat. USTADZ YUSUF MANSYUR

Ahad, 25 April 2010.
Setelah sarapan…(saat-saat yang sangat dirindukan... SUPERTWIN makan sepiring berdua…hyaaaa…) , Aisya dan Keisya pun meninggalkan RedZone-nya Aisya untuk memulai aktivitas hari ini dengan sebuah petualangan dahsyat SUPERTWIN!!! Sebuah perjalanan…..rihlah akhir pekan…. “Rihlah. Perjalanan intelektual. Perjalanan spiritual. Membuka mata, membuka hati, menenun tafakur, dan membuang takabur. Pada sebuah pencarian. Mencari makna, mencari hakikat diri, dan mencari……….Tuhan, Sang Penguasa Alam Semesta”. Instalasi-instalasi yang menguatkan sebuah rangkaian perjalanan hidup…

Pagi itu Jakarta terasa begitu tenang. Seakan seisi bumi pun bersiap-siap untuk ikut menyimak rangkaian skenario Allah Swt yang akan menghiasi lembaran-lembaran perjalanan hidup Si Kembar Aisya dan Keisya. Kopaja 502 pun meluncur, menuju daerah Red Soil alias Tanah Abang....pemandangan ibukota yang masih sama…kendaraan merayap semakin padat saja, polusi udara yang tak terelakkan lagi, rasa individualis yang begitu tinggi, anak jalanan pun ikut andil menghiasi ibu kota, sebuah cerminan kondisi bangsa ini…Aisya dan Keisya turun dari Kopaja kemudian jalan kaki di sepanjang Pasar Tanah Abang, tujuan kita mencari Blok A. hmm….dimana yaw???

Akhirnya dapat petunjuk dari mas-mas penjual baju batik (hehe…senyum penuh kemenangan…semoga dagangannya laris ya mas…), si Kembar kemudian naik angkot 15 turun di blok A. klo tersesat di ibukota mah masih wajar n dimaklumi..hehe…akhirnya tanya ke bapak-bapak pedagang asongan, klo mau ke Darul Aitam naik apa….sang bapak begitu baik, memberikan petunjuk kepada Aisya dan Keisya, mereka berdua pun nyebrang, klo di Jakarta gak bisa lari n cekatan, wah…bisa-bisa gak nyebrang-nyebrang…hehe…akhirnya Keisya tanya ke bapak-bapak penjual buryam, nyegat angkot 03 kan te Darul Aitam itu di sebelah mana. Hm….Alhamdulillah, angkotnya akhire datang juga, gak disangka-disangka ternyata bapak pedagang asongan tadi yang memberhentikan tu angkot, mpe bela-belain nyebrang. Subhanallah, ternyata masih ada orang yang begitu baik dan begitu tulus di ibu kota, membuat hati SUPERTWIN begitu trenyuh….semoga dagangan bapak laris manis. Amin. Terima kasih bapak…wajah yang sudah berhiaskan guratan keriput penuh perjuangan yang tidak akan pernah SUPERTWIN lupakan…wajah tegar menghadapi kerasnya kehidupan di ibukota…
Alhamdulillah, akhirnya SUPERTWIN sampai juga di darul Aitam…mengedarkan pandangan berkeliling, milih-milih bolpen, n bertemu Pak Mujianto, salah seorang panitia tuk beli tiket, kemudian sholat Dhuha dulu di salah satu mushola kecil di pojokan, then menikmati segarnya es buah bertabur salju n beberapa camilan…(gratisan euy…). Setelah itu, Aisya dan Keisya memasuki ruangan tempat seminar “SPIRIT OF DHUHAA” diadakan…wow, asyik!!! Tapi tempat duduk terdepan dah diisi…ya gakpapalah…
Berikut ini inspirasi yang didapat dengan beberapa tambahan dari sumber yang lain… (biar tambah komplit)
Jin dan manusia sebagaimana yang diwartakan dalam Al Quran, merupakan dua makhluk ciptaan Allah yang mengemban tugas sebagai hamba. Keduanya diperintahkan untuk beribadah kepada-Nya. Hayo, Qur’an surat dan ayat berapa nih?? Ingat kan???!!! Di samping manusia memiliki nilai plus sebagai khalifah di muka bumi. Sejatinya, ibadah merupakan tugas dasar bagi manusia. Maka tidak heran kalau dalam Alquran banyak kata jadian dari kata `abada-ya`budu, seperti 'u`bud, 'u`budu, `ibadurrahman, `ibadi al-shalihun, dan sebagainya. Ibadah yang kita kenal saat ini adalah ibadah yang rutin kita lakukan, karena ia merupakan fardh `ain, seperti shalat lima waktu. Kemudian shalat lima waktu tersebut diiringi dengan shalat sunnah rawatib. Selain shalat rawatib ada juga shalat-shalat sunnah yang lain, seperti Tahiyyatul Masjid, Witir, Tahajjud dan Dhuha.
Shalat Dhuha merupakan shalat yang banyak mengandung fadhilah (keutamaan), namun tidak banyak mendapat perhatian dari kita selaku Mukmin. Karena ia berada dalam waktu yang di dalamnya banyak kesibukan. Orang banyak yang bekerja mencari rezki. Bagi pelajar mereka sibuk menuntut ilmu, begitu juga dengan yang memiliki kesibukan lainnnya. Oleh karenanya ia tidak begitu mendapat perhatian yang serius dan sering terlupakan.
Kapan shalat Dhuha dilakukan?
Waktunya ketika matahari mulai naik sepenggalah (agak miring). Dan waktu yang paling afdhal adalah ketika mulai panas. Hal ini dijelaskan di dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim; "Shalatu al-'awwabin hina tarmudhu al-fishal" (Waktu mengerjakan shalat 'awwan (dhuha) adalah ketika hari panas).
Imam Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Arqam bahwa ia berkata: "Rasulullah saw keluar menuju penduduk Quba' ketika mereka akan mengerjakan shalat. Lalu beliau berkata: "Shalat 'awwabin ketika hari mulai panas".
Imam al-Nawawi di dalam kitab al-Majmu berkata: "Waktunya ketika matahari meninggi (condong). Sebagian ulama lagi mengatakan bahwa waktu yang paling afdhal adalah ketika matahari meninggi dan panasnya mulai terik.
Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat, dan paling afdhal adalah delapan rakaat. Abu Hurairah ra. berkata;" Kekasihku Rasulullah saw berwasiat kepadaku dengan tiga perkara, puasa selama tiga hari setiap bulannya, dua rakaat shalat Dhuha dan mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur" (Muttafaq `Alaihi). Dalam hadits Qudsi disebutkan empat rakaat.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa jumlahnya delapan rakaat. Jumlah ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Hani' ra bahwa Rasulullah saw shalat di dalam rumahnya (Ummu Hani') pada tahun pembebasan Makkah sebanyak delapan rakaat. Namun dalam hadits lain disebutkan bahwa jumlah rakaatnya tidak terbatas, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari `Aisyah ra. Ia berkata: "Rasulullah saw shalat Dhuha sebanyak empat rakaat lalu menambahnya seberapa yang dikehendakinya".

Imam al-Nawawi menjelaskan bahwa hadits-hadits tersebut seluruhnya disepakati kesahihannya dan tidak ada perselisihan di dalamnya. Dan kesimpulannya, menurut beliau, shalat Dhuha adalah sunnah mu'akkadah. Minimal adalah dua rakaat, dan paling sempurna adalah delapan rakaat. Dan diantaranya empat atau enam, keduanya (empat atau enam rakaat) adalah lebih sempurna dari dua rakaat dan kesempurnaannya berada di bawah delapan rakaat.

Keutamaan shalat Dhuha
Banyak hadits Rasulullah saw yang bercerita tentang keutamaan shalat Dhuha, diantaranya;
Pertama, shalat Dhuha diganjar sebagai sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia. Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi saw bersabda; Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala" (H.R. Muslim).

Di dalam Fath al-Bari, Imam Ibnu Hajar berkata; "Salah satu dari faidah shalat Dhuha adalah diberi pahala sedekah bagi seluruh sendi manusia dalam setiap hari. Dan jumlah sendi itu adalah tiga ratus enam puluh sendi" .
Kedua, ghanimah (keuntungan) yang besar. Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata; "Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; "Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab; "Ya! Rasul berkata lagi: "Barangsiapa yang berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya".
Ketiga, sebuah rumah di dalam surga. Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah saw: "Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga"
Keempat, sholat dhuha di awal hari, memperoleh ganjaran di sore hari. Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata: "Allah ta`ala berkata: "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya"
Kelima, pahala `Umrah. Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah.... Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna"
Demikian sekelumit penjelasan seputar shalat Dhuha dan beberapa keutamaannya. Mudah-mudahan kita bisa melaksanakannya secara perlahan-lahan. Kita sempatkan diri kita untuk menghadap Allah SWT. Rasanya tidak akan lama dan tidak akan memakan waktu yang panjang untuk mengerjakannya. Dua rakaat, empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat. Tidak akan lebih dari sepuluh menit, insya Allah. Bagi yang kerja di kantor, kita upayakan sebisa mungkin. Bagi para pengajar, kita upayakan ketika waktu istirahat. Bagi para siswa (pelajar, mahasiswa) kita usahakan ketika waktu istirahat. Insya Allah kita akan mendapat ketenangan batin, kelapangan hidup dan ketentraman jiwa dengan mengingat Allah SWT.
Hmm, Aisya jadi teringat saat sedang asyik hunting buku waktu di Jakarta Islamic Bookfair 6 Mei 2010. Pertemuan perdana dengan Ustadz Yusuf Mansur di salah satu stand di sana. Waktu itu Aisya sempat meminta tanda tangan dan bercakap-cakap dengan Ustadz. Setelah itu, dengan PD-nya Aisya berkata, “Ustadz, mohon doanya ya moga cepet nikah.” [hehe… ^^ dasar Aisya!!!]. Ustadz Yusuf tersenyum dan mengamininya. Lantas memberikan nasihat, “Rajinlah sholat dhuha 8 rekaat.” Kemudian beliau menyampaikan tentang “Riyadhoh” 40 harinya. Sebelum berpisah dengan Ustadz Yusuf Mansur, Aisya sempat bertanya lagi, “Ada tips yang lain tadz?”. Dengan supelnya beliau menjawab, “Udah, satu aja dulu, dhuha 8 rekaat itu aja dikerjakan yang istiqomah” begitu pesan beliau. Hmmm…. Subhanallah walhamdulillah, Allah mempertemukan Aisya dengan Ustadz Yusuf Mansur lagi pada tanggal 25 April 2010.. bersama Keisya … inspirACTION!!! Unforgetable deh…
Ustadz Yusuf selesai mengisi jam 11.30. Keisya sempat membeli buku “GUIDE (GUDANG IDE)” karya Ustadz dan meminta tanda tangannya, sempat berfoto bareng juga (fotografernya jelas Aisya dung). Sedangkan Aisya sempat mendekati Ustadz dan bercakap-cakap. Dalam momentum emas itu, Aisya juga menyampaikan salam dari bunda (karena tadi Bunda SMS nitip salam buat Ustadz Yusuf.. alhamdulillah amanah itu bisa disampaikan secara langsung dan Ustadz membalasnya…). Foto waktu ngobrol sama Ustadz lucuuu banget ^^v.
Pada acara ini juga dipromosikan tentang e-MIRACLE dan Kuliah Online-nya Ustadz Yusuf Mansyur. Secara singkat, e-MIRACLE adalah MLM Amal Usaha tapi selain itu MLM ini digagas dan dikembangkan untuk menjadi MLT (Multilevel Tahajud), MLD (Multilevel Dhuha), MLS (multilevel Sedekah), MLFIDZ (Multilevel Tahfiz) pokoknya menjadi MLA ( Multilevel Amal). E-Miracle adalah tempat orang-orang yang ingin menjadi : PENGUSAHA (Entrepreneur) tapi juga PENDAKWAH. Info lengkap buka sendiri di www.e-miracle.com ya!!!
Ba’da Dhuhur sebenarnya masih ada pembagian doorprize, tapi Aisya dan Keisya harus meninggalkan Darul Aitam untuk menuju SENAYAN!!! Hmm, sempat makan siang di taksi… hehehe, berpacu dengan waktu… dan akhirnya pukul 12.30 sampai juga di Senayan. Baca kisah lengkapnya di “Supertwin dalam Konser Nasyid TerDAHSYAT Tahun Ini!!!”

Nantikan kisah-kisah petualangan dahsyat SUPERTWIN selanjutnya…. !!!
SALAM SUPER DAHSYAT FULL SEMANGAT!!!!
Jakarta, 26-280410_02:50
Keisya dan Aisya Avicenna
~SUPERTWIN~

Inspirasi Senja


Bukan berapa banyak buku yang sudah diterbitkan atau best seller, tapi berapa banyak orang yang tergerak dan terinspirasi dari tulisan-tulisan yang dihasilkan


Jakarta, 270410_17:17

(Aisya Avicenna)

Kado Special


Selamat Hari Lahir


Awan Berarak Ceria
Tiada Titisan Hujan
Pohon Melambai
Tanda Sokongan

Kususuri Perjalanan
Bertemankan Senyuman
Di Hari Lahirmu
Sahabatku
...

Dedaun Berguguran
Membuktikan Kedewasaan
Walau Tanpa Madah Dan Hadiah
Namun Cukup Bagiku
Sekadar Ucapan

Selamat Hari Lahir
Iringi Doa Kuhulur
Bersyukur KepadaNya
Atas Nikmat Usia

Sahabatku
Usia Yang Tuhan Kurniakan Ini
Dihasilah Ia Dengan Amalan yang Murni
Semoga Ia Menjadi Temanmu Di Akhirat Nanti
Selamat Hari Lahir

Usiamu Ibarat Mutiara
Tiada Berganti Lagi
Hiaskan Iman Bersulam Taqwa
Agar Sempat Mengucup
Haruman Syurgawi


“Langkah demi langkah terajut indah dalam lukisan kehidupan. Suka, duka, kecewa, bahagia menjadi warnanya. Tak terasa sudah sekian tahun telah mengarungi kehidupan. Ketika ada harapan yang belum tercapai, maka hari ini adalah kesempatan emas untuk mewujudkannya. Selamat hari lahir, semoga sisa usia makin barokah.. amiin”


[special buat yang lagi milad ^^]


Jakarta, 260410_03:51

Aisya Avicenna

Hariku adalah Hari Ini...


Ya Rabb… aku begitu kerdil di hadapanMu
Ya Rabb… aku sangat kotor dengan limpahan dosa
Dosa yang sering ku perbuat meski aku tahu itu salah
Salah yang sengaja aku lakukan bahkan selalu terulang
Kembali ku bertekad dalam diam
Ku akan memperbaiki diri ini
Meski terkadang tekad itu luntur
Terhapus kesombongan yang terkadang hadir
Ternoda penyakit hati yang kerap menyapa

Ya Rabb… tuntunlah aku di jalanMu
Permudah jika aku ingin berbuat baik
Persulit jika aku ingin berbuat dosa
Ya Rabb…. Izinkan aku untuk kembali
Kembali ke arah jalanMu

Saat hari menghadirkan paginya
Sang surya menyapaku dengan senyumnya
Semilir angin yang berhembus membelaikan cinta
Dengan bulir embun yang menyejukkan hati
Api semangat membara dalam jiwaku
Kan kulukis kanvas hari ini
Dengan kuas warna penuh cinta
Cinta Illahi yang pagi ini menghadirkan ku kembali
Kembali bernyawa untuk menorehkan kisah
Suatu episode hidup yang membuatku tergugah
Tersadar akan berjuta kebesaranNya
Yang harus kusyukuri meski kenyataannya tak selalu

Ketika pagi kembali mengawali hariku
Membuka kembali catatan harian yang harus kutulis
Kutulis dengan tinta semangat
Dalam lembaran impian yang harus kuwujudkan
Hidupku adalah untuk hari ini
Masa depanku berawal dari hari ini
Hari yang telah disajikan oleh Engkau Ya Rabb..
Ku akan jadikan hari ini sebagai hari yang berkesan
Ku akan buat hari ini tak terlupakan
Tiap kisahnya harus penuh arti
Tiap detiknya harus penuh manfaat
Tuk raih kunci bahagia dunia akhirat

Jakarta, 13 April 2010
Aisya Avicenna

Pemilik Hati


Tak perlu lagi kau bertanya siapa pemilik hati ini… Dialah Allah, Sang Pemilik Hati… Dialah Allah, Sang Maha Pembolak-Balik Hati… Ya Allah, tetapkanlah hati ini dalam keteguhan untuk senantiasa berada di jalanMu… Jalan yang Engkau ridhoi… aamiin…

(Aisya Avicenna_260410_09:51)

Insya Allah…


Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can’t see which way to go
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side

Insya Allah…
Insya Allah you’ll find your way

Everytime you commit one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insya Allah
Insya Allah you’ll find your way

Turn to Allah
Allah never far away
Put your trust to Allah!!!
Raise your hands and pray


Ya Allah…
Guide my steps don’t let me go astray
You’re the only one that showed me the way,
Showed me the way


Insya Allah…
Insya Allah we’ll find the way

Keep istiqomah!!!

Keep optimisit!!!

Inspiration from a nasyid…

Jakarta, 240410_02:17

Aisya Avicenna

Teruslah Ber-AKSI!!!


Jumat, 23 April 2010, pukul 19.15 Aisya Avicenna masih berada di dalam Kopaja 502. Hmm, baru pulang dari kantor. Malam ini langit tampak mendung, tapi alhamdulillah hujan tidak turun. Kopaja 502 yang ia tumpangi malam itu penuh sesak. Sempat ia berdiri cukup lama, baru setelah sampai di RSCM, ia dapat tempat duduk. Dekat jendela, sehingga dengan leluasa ia bisa memandangi romantisme kemacetan ibukota di waktu malam. Ck ck ck… benar-benar padat!!! Sempat ia melihat beberapa pengamen jalanan yang berkeliaran. Hmm, rata-rata masih belia. Ahh… betapa kerasnya kehidupan mereka!!! Harus pandai-pandai bersyukur nih!
Sampai di perempatan Matraman, Kopaja 502 berhenti karena lampu menyala merah. MERAH??? Aisya banget!!! ^^v. Masuklah dua orang pengamen ke dalam Kopaja 502 yang Aisya tumpangi. Satunya sebagai vokalis, satunya sebagai pemain gitar. BURUH TANI. Itulah yang mereka nyanyikan malam itu. WAHHH!!!!!!!!! Benar-benar membuat Aisya tambah semangat!!! Karena lagu ini mengingatkannya saat masih berstatus sebagai mahasiswa dulu. Terutama saat bergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), baik di Fakultas MIPA maupun di Universitas (UNS tercinta). Lagu heroik yang senantiasa dikumandangkan oleh para pejuang BEM saat menggelar aksi mereka di jalanan!!! Lagu yang membuat Aisya merenung…Buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Gegap gempita dalam satu suara
Demi tugas suci yang mulia
Hari-hari esok adalah milik kita
Bersatunya masyarakat sejahtera
Terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa ORBA
Marilah kawan, mari kita kobarkan
Di tangan kita tergenggam arah bangsa
Marilah kawan, mari kita nyanyikan
Sebuah lagu tentang pembebasan
Di bawah kuasa tirani
Kususuri garis jalan ini
Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti!!!
***
Apa yang sudah diri kita berikan untuk negeri ini???
Mari terus ber-AKSI, sahabat-sahabat perjuanganku!!!
AKSI kita tidak hanya identik dengan turun ke jalan. Lakukan aksi-aksi yang positif!!! Menjadi pribadi yang bermanfaat dan kontributif. Tidak reaktif tapi aktif untuk memberikan solusi-solusi yang solutif…
Mari bangkit dan berjuang bersama, tidak ada kata berhenti dan menyerah dalam perjuangan mewujudkan Indonesia yang lebih baik!
Mari bersama membangun negara!
Karena...
DI TANGAN KITA TERGENGGAM ARAH BANGSA!!!
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”(Ustadz Rahmat Abdullah)

Ya Allah, karuniakanlah kami panasnya iman yang mampu membakar ruh HAMASAH untuk terus berjuang dengan penuh kesabaran....aamiin.

Jakarta, 240410_02:44
Aisya Avicenna

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog