Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

Waktu adalah Pedang


HISTERIA SEPANJANG SLAMET RIYADHI

Rabu, 30 Maret 2011
Ah, tak terasa sang waktu bergulir begitu cepat. Hampir sampai di penghujung bulan Maret. Jadi ingat dengan tema Maret yang tertulis di lembaran targetan tiap bulan dan di Buku DNA-ku (Dream ‘N Action!):
MARET: Semangat [M]enja[A]di p[RE]diktor [T]erbaik, ‘tuk [M]erangkai k[A]rya, [RE]alisasikan impian, [T]otalitas ber-A.M.A.N.A.H!!!

Tak terasa sudah 3 bulan setelah hari itu. Aku hanya bisa tersenyum…dan merasakan betapa scenario Allah SWT sangat indah. Sebaik-baik rencana kita, jauh lebih baik rencana Allah untuk kita. Aku yakin, ini hanya bagian dari kebahagiaan yang Dia tunda untukku. Hingga nantinya waktulah yang akan menuntunku sampai pada suatu masa yang TEPAT dan TERBAIK. Semangat merangkai karya! Semangat tuk wujudkan impian tahun 2011!^^

Melihat agenda yang tertera di kertas jadwal pengajar Ganesha Operation, siang ini aku dapat jadwal piket jam 14.00. Jam 13.00 aku sudah siap berangkat. Seperti biasa tas EXPORT hitam backpackerku selalu menemani kemanapun aku beraktivitas. Salah satunya mengajar. Mungkin aku yang agak berbeda dengan pengajar yang lain. Hihi…kebanyakan mereka memakai tas yang “feminim” bangetlah. Gaya ibu-ibu atau ala wanita karier, pokoknya yang girly banget. Tapi meski aku punya dua tas model kayak gitu tapi aku lebih suka pake tas punggung. Pokoknya yang sporty! Dan itu “Nungma banget”. Coz dari dulu kata ibu tuh, SUPERTWIN selalu identik dengan bawaan yang “mbrengkut”. Hihi…pakai tas GD kan bisa bawa banyak, termasuk buku bacaan. Benda yang wajib ada di dalam tas, selain Al Qur’an, air putih, buku DNA, dan payung. Serasa punya kantong ajaib DORAEMON-lah.

Kulangkahkan kakiku di Jalan Surya Utama, daerah belakang kampus UNS. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara seorang muslimah yang menghentikan sepeda motor Shogun birunya di sampingku.
“Assalamu’alaikum. Mau kemana Ukh?”, tanyanya. O…ternyata Aulia, sahabatku saat beramanah di Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM) dulu.
“Wa’alaikumsalam.Wr.Wb. eh, Aul! Mau ke Sekarpace,” jawabku sambil tersenyum.
“Ayo, Ukh tak anter sekalian. Aku juga mau beli bensin,” kata Aul, kemudian aku pun “nebeng” dia sampai Sekarpace. Hihi…Alhamdulillah. Jazakillah khoir ya Ukhti…^^v

Naik ATMO dari Sekarpace sambil ndengerin nasyid yang menghentakkan semangat! Di luar sana hujan, Cinta! Benar-benar menikmati denting melodi air mata langit yang perlahan kemudian menderas, menghujam bumi. Damai banget rasanya! Turun di depan kantor pemadam kebakaran. Aku urungkan niat untuk membuka payung. Ah, aku ingin berjalan di bawah rintik gerimis. So nice moment!!!

Alhamdulillah, sampai juga di GO. Menyapa Bu RL, Bu DI, dan Bu NA. Tumben sampai jam 14.30 belum ada siswa yang datang minta jam tambahan pelajaran atau sekedar nanya PR. Yadah, aku memanfaatkan “free time” itu dengan mencoret-coret note kecilku. Judul yang tertera “HARAPAN dan IMPIANKU UNTUK FLP SOLO RAYA”. Aku pun tenggelam dalam semangat “MARET”-ku. Terpending sejenak karena ada dik Mega (siswi kelas 6) yang minta dikoreksi jawaban UKK Matematikanya. Sip…aktivitasku itu sempat terganggu karena aksi Sherina (siswi kelas 5) yang menggelitiki aku dari belakang. Jiaan…Sherina itu sering banget ngasih aku coklat. Hehe. Mbak Bella datang. Kita sempat ngobrol-ngobrol, tapi hanya sebentar. “Mbak Bella, aku pengin sharing banyak banget ma kamu! Kapan?”

Jam 15.30 bel masuk berbunyi. Hari ini aku mengajar di kelas 6UNR1. Kelasnya Agatha dkk di EINSTEIN. Seru banget euy. Kita membahas soal-soal UASBN Matematika dan Bahasa Indonesia. Di sela-sela pembahasan, aku kasih “break permainan”. Wizzz, pokoknya gayeng banget suasana KBM sore itu. Pasca mengajar jam 17.45, ada 2 orang siswa kelas 4 yang menodong PR ketika aku keluar dari EINSTEIN. “Bu NM, ajarin PR Bahasa Jawa dong!”. Hadeeeh… mendingan bahasa Arab atau bahasa Inggris dah daripada bahasa Jawa. Xixixi….akhirnya aku bawa mereka ke kelas NEWTON.

“Berapa soal dik PR-nya?”, tanyaku. Yang satu njawab, “60 soal ni, Bu!”. Gubrak! Yang satunya, “LKS, Romawi I-III, Bu!”. Gubrak lagi!. Hihi…yadah aku pun menikmati proses membantu mereka mengerjakan PR. Mengandalkan daya ingatku tentang bahasa Jawa. Ada bagian nulis Jawa juga, kalau yang materi ini mah aku masih ingat, tapi kalau sudah pewayangan atau istilah-istilah yang njawani banget, banyak yang lupa euy. Akhirnya, aku SMS Babe tanya 3 soal yang aku gak ngerti ‘n lupa apa jawabannya. Hihi…Babe pun membalas dengan sangat eksprezz! Tengkyu Babeku chayang! ^^v

Setelah sholat dan selesai membantu para siswa mengerjakan PR, aku pun melangkahkan kaki ‘tuk pulang. Menuju Jalan Slamet Riyadhi. Ah, sebenarnya tadi pengin banget ngajak Mbak Bella makan malam di warung nasi uduk kota barat. Tapi pas istirahat ngajar, aku gak ketemu beliau ‘n pas selesai ngajar kayaknya beliau pulang duluan. Yadah, akhirnya aku beli nasi uduk sendiri. Dibungkus! Gak enak kalau makan sendirian gak ada teman ngobrol. Berpayung ria di bawah rintik hujan. Menikmati gemerlap lampu dari kendaraan yang berlalu lalang.
Menanti angkot 01 di “tempat biasa”. Di tempat itu pula, aku sering mencuri dengar obrolan para tukang becak. Tak jarang mereka menawarkan jasa becaknya kepadaku. Tapi dengan halus selalu aku mengatakan, “Mau ke daerah kampus UNS kok, Pak. Jadi naik angkot saja!”. Ah, kapan-kapan mbecak sampai kampus seru kali ya? Hehehe…dijamin langsung pijet tukang becaknya! Hadeh…

Dari arah barat, muncul dua buah angkot 01. Sempat terjadi kemacetan kecil. Aku sempat bingung juga harus naik yang mana. Angkot yang 1 gak ada penumpangnya, sedangkan satunya ada. Angkot yang tidak ada penumpangnya mempersilahkan aku untuk naik angkot di belakangnya. Aku pun membawa ragaku memasuki angkot yang gelap itu. Tumben lampunya gak dinyalain. Biasanya angkot-angkot yang lain selalu menyala lampunya. Berkeliling mengedarkan pandangan. Ada seorang lelaki paruh baya yang duduk di sebelah pak sopir. Ada seorang ibu yang duduk satu ‘ruangan’ denganku. Aku sempat menangkap percakapan antara sang bapak dengan pak sopir.

“Sampun kagungan putro pinten, Mas?”, Tanya bapak itu.
“Setunggal, Pak……”, jawab pak sopir. Kalimat selanjutnya aku tidak bisa mendengar dengan jelas. Kalah dengan deru kendaraan yang memenuhi hiruk pikuknya jalan Slamet Riyadhi petang itu. Pokoknya ada bagian ketawa, kalau anak Pelangi mengistilahkan, ketawa gaya diare…”Mehehehehe…”.

Bapak itu turun di daerah warung makan Adem Ayem, masih dekat dengan SGM. Sebelum turun, Bapak itu menepuk pundak pak sopir sambil berkata, “ngati-ati olehe nyambut gawe!”. Kemudian menyapa ibu yang tadi duduk pas di belakang pak sopir. Aku masih sibuk dengan pikiranku dan perasaanku. Aku seperti menangkap aura-aura tidak beres tengah terjadi. Perasaanku mendadak berkabut. Astaghfirullahal’adzim, semoga ini hanya perasaanku saja!

Angkot 01 itu pun kembali melaju. Jantungku berdetak diambang batas normal. Angkot itu melaju cukup kencang. Hampir saja menabrak becak yang mau menyeberang. Polisi yang lagi kongkow-kongkow di pos aja aku bisa melihat ekspresi kagetnya. Alhamdulillah, kecelakaan itu bisa dihindari. Ibu itu minta pak sopir menghentikan angkotnya di Ngarsopuro. Wah, tinggal aku sendiri nih! Aku kembali menata hati dan perasaanku. “Tidak apa-apa, Nung. Semuanya akan baik-baik saja. Ingat, KAMU PUNYA ALLAH!!! Ada Dia yang selalu menjaga dan melindungimu.”

Pak Sopir itu menyalakan rokoknya, dan bertanya kepadaku “Mbak’e turun mana?” aku jawab singkat, “Pedaringan, Pak!”. “Nunggu bentar, ya Mbak!”
Aku masih berusaha menenangkan diri dan berusaha jangan sampai pikiran-pikiran negatif menghantuiku. Tapi jujur, aku menangkap suatu hal yang janggal dari gelagat Pak Sopir. Satu pertanyaan dan pernyataan yang berkecamuk dalam pikiranku, “Kayaknya ni sopir abis mabuk. Benarkah?”. Aku sempat melihat ada orang nyebrang, tak kira mau naik angkot. Tapi ternyata tidak. Hadeh…Ibu yang turun tadi aku lihat juga masih berdiri di bawah tulisan Ngarsopuro, sesekali sambil menatap angkot dan menatap ke arahku. Aku merasa seolah ibu itu “mengisyaratkan” sesuatu kepadaku tapi tak terucap, hanya tampak dari gesture tubuh dan roman mukanya. Ah, mungkin hanya perasaanku saja!

Sampai akhirnya, angkot itu kembali melaju. Kencang dan semakin kencang. Benar-benar memacu adrenalin. Meliuk-liuk, zig-zag. Aku benar-benar syok dan kalang-kabut. Wah, nek di video pasti gayeng tenan! Tapi mana sempat? Yang berkecamuk di otakku malah pikiran-pikiran gak jelas. Akankah terjadi kecelakaan hebat karena ulah sopir yang ugal-ugalan itu? Atau mungkin ini hari terakhirku? Hadeh…bibir ini basah oleh lantunan dzikir dan istighfar! Adegan paling tak terlupa pas ni angkot hampir aja nabrak mobil ‘n aku teriaaaak. Ya, aku teriak. Cukup kencang mungkin. Masak itu angkot hampir aja sampai di jalur rel kereta api. Alhamdulillah, untung itu sopir sigap. Kalau gak, aku dah gak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Posisiku tidak lagi duduk, sudah setengah berdiri. Sampai akhirnya di belokan Gladhag, aku berteriak ke sopir itu, “Udah, Mas…Udah…BERHENTI!!! Saya turun Gladhag. Dah, STOP…STOP…!!!” sempat takut juga, kalau-kalau sopir itu gak mau menghentikan laju mesin angkotnya. Tapi akhirnya, angkot berhenti dan aku turun dengan sedikit meloncat, karena angkot itu belum berhenti 100%. Pyuuuuuhhh…leganya! Keringat dingin masih membasahi dahiku. Hujan syukur menderas dalam hatiku. Ya Rabb, aku masih hidup! Aku masih terbayang-bayang dengan kejadian “ugal-ugalan” tadi.

Ada angkot 01 lain yang lewat. Aku menyetopnya kemudian naik. Ada seorang ibu yang kemudian mencecarku dengan beberapa pertanyaan.
“Mbak tadi naik angkot itu ya?”, sambil menunjuk angkot yang kunaiki tadi yang sekarang melaju di depan angkot kedua yang kunaiki.
“Iya, Bu. Kayaknya sopirnya habis mabuk. Tadi hampir aja nabrak becak dan mobil, Bu!”, jawabku, masih mencoba menenangkan diri. Obrolan berlanjut masih seputar sopir yang ugal-ugalan tadi.

Waktu lewat Jalan Urip Sumohardjo, tepatnya pas depan warung tenda BEBEK BAKAR PRESTO, aku jadi kangen dengan lelaki kedua yang sangat mencintaiku, Mas Dhody. Biasanya sepulang ngajar dari GO dia selalu menjemputku dengan Vega Merah kesayangannya. Tapi sekarang aku harus benar-benar mandiri dan survive kalau harus pulang agak malam. Kangen dinner bareng di tempat itu. Kangen sama bebek bakarnya juga.
Alhamdulillah, dengan selamat dan sehat wal’afiat akhirnya aku sampai juga di Zona Inspirasiku. Rehat sejenak, kemudian menyantap wedang ronde dan nasi uduk. Masih terbayang kejadian yang bikin aku histeria sepanjang Slamet Riyadhi. Sekarang harus lebih waspada dan hati-hati kalau mau naik angkot. Perhatikan sopirnya, penumpangnya, dll. Ya Rabbi, terima kasih atas penjagaan dan perlindungan-Mu pada diri ini. Terima kasih, Ya Rabb…

Aku jadi ingat SMS Motivasi yang tadi pagi aku kirimkan ke beberapa orang sahabatku,
“Berpikir jernih, hal yang seharusnya kita lakukan ketika dihadapkan pada sesuatu. Berpikir jernih akan membuat kita mengambil sikap yang lebih bijak. Bukan karena emosi, bukan karena arti, bukan karena pengalaman. Tapi layaknya mendengar dengan hati nurani, melihat apa yang terjadi. Karena ada yang mengatakan, bahwa orang bijak bukanlah orang yang mengambil pandangan dari ilmu pengetahuan yang sudah didapat atau pengalaman yang sudah dilalui. Tapi kemampuan untuk menggunakan bashirah (suara hati).”

[Keisya Avicenna, 31 Maret 2011…”MENULIS UNTUK MENDOKUMENTASIKAN HIDUP”. Tatkala kemewahan pagi masih menyapaku di penghujung Maret. Nasihat seorang kakak: “JIKA KAMU PUNYA ALLAH SWT, MAKA KAMU PUNYA SEGALANYA!”. Maka dengan tegas aku katakan, “CUKUP BAGIKU ALLAH SWT!”]

Hari-Hari Penantian

by Tazkiah an Nafs on Wednesday, March 30, 2011 at 3:56pm

Bagi seorang gadis, ada masa penantian yang acapkali menimbulkan suasana rawan, menanti jodoh. Padahal jodoh, maut dan rezeki adalah wewenang Allah semata. Tak ada sedikitpun hak manusia untuk mengklaim wewenang tersebut. Tapi, watak manusia terkadang lupa dengan janji Allah. Apalagi bila lingkungan sekitarnya terus menerus memburu’nya untuk menikah, sementara jodoh yang dinantikan tak kunjung tiba. Dalam keadaan demikian, kerap muncul bermacam efek yang dapat membahayakan dirinya.



Seorang wanita akan dianggap dewasa bila ia telah mengalami menstruasi. Islam mencatat masa ini sebagai masa awal mukallafnya seorang wanita. Yang perlu diketahui, wanita sekarang menjadi akil baligh jauh lebih cepat dibanding masa dahulu. Dua puluh tahun yang lampau, wanita paling cepat mengalami menstruasi pada usia 15 tahun. Namun pada masa ini, tak jarang wanita mulai mens pada usia 11 tahun. Akibatnya, kedewasaan wanita terhadap masalah-masalah perkawinan akan meningkat secara cepat.



Keresahan mulai melanda tatkala usia sudah merangkak naik, tapi calon suami tak kunjung datang. Tanpa disadari, ada perilaku-perilaku yang mestinya tak layak dilakukan oleh seseorang yang sudah dianggap sebagai teladan dilingkungannya. Ada muslimah-muslimah yang menjadi sangat sensitif terhadap acara-acara walimah ataupun wacana-wacana seputar jodoh dan pernikahan. Ada juga yang bersikap seolah tak ingin segera menikah dengan berbagai alasan seperti karir, studi maupun ingin terlebih dulu membahagiakan orang tua. Padahal, hal itu cuma sebagai pelampiasan perasaan lelah menanti jodoh.



Sebaliknya, ada juga muslimah yang cenderung bersikap over acting. Terlebih bila sedang menghadiri acara-acara yang juga dihadiri lawan jenisnya. Ia akan melakukan berbagai hal agar “terlihat”, berkomentar hal-hal yang nggak perlu yang gunanya cuma untuk menarik perhatian, atau aktif berselidik jika mendengar ada laki-laki (ikhwan) yang siap menikah. Seperti halnya wanita dimata laki-laki, kajian dengan tema “ikhwan” pun menjadi satu wacana favorit yang tak kunjung usai dibicarakan dalam komunitas muslimah.



Data yang terlihat dibeberapa biro jodoh juga menambah daftar panjang fenomena yang menggambarkan betapa kaum Hawwa sangat dihantui masalah-masalah rawan yang membuat kita berpikir panjang dan harus segera dicarikan jalan keluarnya.



Tentang hal diatas, Al qur’an dengan apik mengisahkan ketidakberdayaan seorang wanita menghadapi masa penantian. “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali …” (QS. An Nahl:92).



Pernikahan memang bukan fardhu. Tidak ada dosa atas seseorang yang tidak menikah selama ia memang tidak menentang sunnah Rasul ini. Jadi, sekarang atau nanti kita menikah, bukanlah problem utama. Yang terpenting adalah bagaimana mengisi masa-masa penantian ini dengan hal-hal yang positif ataupun aktifitas yang berkenaan dengan persiapan pra nikah.



Persiapan berawal dari hati. Kebersihan hati akan membuat seseorang tenang dalam melangkah. Istilah “perawan tua” tidak akan menggetarkan perjalanannya dan membuat dia berpaling dari jalan dakwah. Kalaupun tak berjodoh di dunia, bukankah Allah akan menggantikannya di akhirat kelak sesuai dengan tingkatan amalnya?



Kebersihan hati juga akan sangat menentukan sikap qona’ah (ikhlas menerima dan merasa cukup) terhadap pemberian Allah. Sehingga ia dengan senang hati menerima, jika sekiranya Allah memberinya jodoh seseorang yang secara fisik (selain agama) tidak sesuai harapannya, agar tidak kaget melihat standar kebahagiaan yang diluar bayangannya.



Orang tua dan keluarga juga perlu dikondisikan, agar mereka tidak menyalahkan Islam. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa jilbab adalah yang selama ini menjadi penghalang anaknya tidak mendapatkan pasangan.



Selain itu, bersabar dan berdo’a nampaknya merupakan kunci mutlak untuk menstabilkan moral (akhlaq). Dengan kesabaran, ada pintu-pintu yang terbuka yang barangkali tak terlihat ketika kita sedang sempit dada. Dengan do’a, ada jalinan mesra dengan Sang Pemilik. Mungkin tidak saat itu juga do’a-do’a kita akan segera dikabulkan, tetapi bukankah do’a adalah ibadah? Jadi, semakin banyak do’a terucap, semakin banyak pula ibadah dilakukan.



Buat para muslimah yang baru saja menikmati keindahan meneguk bahtera rumah tangga, tampaknya ada sikap yang harus dilakukan untuk menjaga perasaan muslimah yang belum menikah. Istri-istri baru itu, biasanya senang “mengompori”. Sebenarnya sikap ini sah-sah saja, agar tampak bukti bahwa menikah tanpa pacaran, menikah dalam rangka dakwah adalah “pengorbanan” yang menyejukkan. Tapi jika hanya sekedar memanasi tanpa solusi, sebaiknya sikap seperti itu ditahan. Apalagi jika si muslimah itu tidak siap dengan cerita-cerita seputar nikah itu, bisa jadi akan memedihkan perasaannya.



Namun demikian, lain halnya dengan muslimah-muslimah yang ‘bandel’, yang dengan berbagai alasan kerap menolak untuk menikah meski seharusnya sudah siap. Baik tuntutan dakwah maupun tuntutan lainnya.



Menikah adalah ibadah. Tapi, ia bukan satu-satunya ibadah. Masih banyak alternatif ibadah yang bisa dilakukan. Alangkah naifnya bila kita malah banyak membuang waktu untuk memikirkan masalah pernikahan yang tak kunjung juga teralami. Masih banyak pekerjaan dan hal lain yang membutuhkan penyaluran potensi kita. Mumpung masih gadis, optimalkanlah potensi diri. Karena kelak, jika kesibukan menjadi istri dan ibu menghampiri kita, waktu untuk menuntut ilmu, menghapal ayat Qur’an dan hadits, bahkan untuk bertemu Allah di sepertiga malam, tentu saja akan berkurang. Nah, kenapa tidak kita optimalkan sejak sekarang?



“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar” (QS 3:142)

***



sumber : Eramuslim.com

Sendiri Menyepi


Sendiri menyepi..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan
perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi…
Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi
sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala
benderang di hidupku..
Perlahan kucari, mengapa diriku hampa
mungkin ada salah mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi
Oh Tuhan aku merasa..
sendiri menyepi…
Ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi
sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala
Oh Tuhan aku merasaaaaaaaa……
seeeeendiri….aku merasa sendiri..
sampai kapan begini
resah tiada bertepi…Ooohh..
Kuingin cahya-Mu
benderang di hidupku..

****
Mau pulang, tapi sudah jam segini. Pasti macet! Akhirnya bertahan dulu di kantor dan saatnya menulis sambil mendengar nasyid "Sendiri Menyepi"-nya Edcoustic.. Mengungkapkan isi hati saja deh...

Hari ini kembali dalam lautan tafakkur
Batinku menyepi sendiri di sini
Dalam kegelisahan hati yang menyeruak
Di tengah keresahan jiwa yang tiba-tiba datang menyerang
Mencoba mengais hikmah di antara secercah harapan
Sembari meluruskan niat, ku lakukan semua ini semata karena-Nya
Semoga bisa menyelam dan tenggelam dalam lautan cinta milik-Nya…
Kulelah menggumamkan sejuta tanya
Karena jawaban yang tak kunjung jua kutemui
Tapi janji itu akan tetap terus terpatri
Meski halangan dan rintangan menghadang…
Walau pertahanan ini hampir goyah…
Aku ingin tetap meneruskan perjuangan ini…
Untaian dzikir terus mengalir…
Lantunan doa terus mengalun…
Kupasrahkan semuanya pada-Mu
Kau yang berhak menilai dan menentukan…
Bimbing dan kuatkan aku ya Rabb
Kumohon……


Tuhan....Tak ada tempat mengadu yang terbaik selain diri-Mu....
Besar harapanku untuk terus bertahan di jalan ini
Kutahu jalan-Mu tak serta merta lurus membentang,
Penuh duri dan belukar sana sini.
Tapi, yakinkan aku bahwa Engkau slalu ada untuk menjaga dan menolongku.
Kuakui hanya firman-Mu yang slalu bisa membawa ketenangan dihati...
 


Aku termenung. Puisi di atas menggambarkan betapa rapuhnya diriku. Semoga kerapuhan ini tidak berlangsung lama. Karena aku ingin segera bangkit dari lamunan panjangku...
 
"Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?"{yaitu} kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui. Niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga 'Adn. Itulah kemenangan yang agung.
Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai {yaitu} pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin". (QS. As-Saff: 10-13).

"Kalian adalah UMAT yang TERBAIK yang diLAHIRkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah" (QS. Al-Imran:110)

Yang sedang tenggelam dalam renungan,

Aisya Avicenna

Aksi Kedua yang Luar Biasa


Ahad, 27 Maret 2011 selepas dari agenda pertemuan rutin anggota Pramuda angkatan 15 FLP Jakarta di Masjid ARH dan makan siang, Aisya meluncur dengan menggunakan kendaraan beroda tiga khas Jakarta alias bajaj BBG menuju Monas. Rencana awal, Aisya makan siangnya di bajaj saja untuk menghemat waktu, tapi ternyata setelah dipikir-pikir, di bajaj kan goyang-goyang.. kalau keselek ya berbahaya! Hihi...


Setelah bernegosiasi dengan sopir bajaj, akhirnya disepakati ongkosnya. Di dalam bajaj sempat mencicipi MADU SUNNAH HPA yang tadi dibawakan Mbak Pika FLP. Hmm, biar jadi dopping! Begitu pikir Aisya. Sesampainya di Monas, ada beberapa andong yang sudah dihias pita. Cantiknya... (Andongnya lho, bukan kudanya!). Aisya masuk ke monas. Hmm, sepertinya salah turun nih. Mungkin panggung utamanya ada di dekat patung kuda.


Akhirnya Aisya menuju ke sana. Ehem, Glek... Sepanjang perjalanan ke sana Aisya cuma bisa menunduk dan berucap kata "Sabar... Sabar... Sabar.. " berulang kali. Pasalnya, kanan kirinya tuh banyak pemandangan yang bikin ngiri. Tapi insya Allah ngirinya tuh iri yang memotivasi. Di sebelah kanan depan ada pasangan suami istri yang kompak dengan kaos putih-kuning-hitam sedang bergandengan tangan mesra. Glek.. Trus, di sebelah kiri ada seorang istri yang sedang memotret suami dan anaknya. Hmm, Aisya hanya tersenyum (pengin!). Aisya melanjutkan perjalanan sambil nasyidan.. Penantian...


Penantian adalah satu ujian
tetapkanlah ku selalu dalam harapan
kerana keimanan tak hanya diucapkan
adalah ketabahan menghadapi cubaan

sabarkanlah ku menanti pasangan hati
tulus kan kusambut sepenuh jiwa ini
di dalam asa diri menjemput berkah-Mu
tibalah izin-Mu atas harapan ini



Rabbi, teguhkanlah ku di penantian ini
berikanlah cahaya terang-Mu selalu
Rabbi, segala upaya hamba-Mu ini
hanyalah bersandar semata kepada-Mu

Rabbi, redhailah penantianku ini
hadirkanlah ketenteraman di dalam hati
Rabbi, hanya pada-Mu-lah doaku ini
duhai tempat mengadu segala resah diri


Akhirnya Aisya sampai di panggung utama. Alhamdulillah, baru dimulai. Acara diawali dengan penampilan dari Izzatul Islam. Menghentak!!! Berhubung mantan vokalis STREAM, Aisya juga turut bernasyidan ria.

Paling suka waktu Izzis membawakan Jejak!

menapaki langkah-langkah berduri
menyusuri rawa, lembah dan hutan
berjalan diantara tebing jurang
smua dilalui demi perjuangan

letih tubuh di dalam perjalanan
saat hujan dan badai merasuki badan
namun jiwa harus terus bertahan
karna perjalanan masih panjang

kami adalah tentara Allah, siap melangkah menuju ke medan juang
walau tertatih kaki ini berjalan
jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan

wahai tentara Allah bertahanlah,,
jangan menangis walau jasadmu terluka
sebelum engkau bergelar syuhada
tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

* Puisinya...

gunung tinggi menjulang
samudra luas membentang
adalah lahan peneguhan

hutan rimba
padang gersang
jadi ajang pembuktian

hujan badai
terik panas kerontang
pasti kan hiasi perjalanan
saat langkah tlah diayunkan
pantang surut ke belakang hingga sampai ke tujuan
bertahanlah dan bersiap siagalah



Wah... keren pokoknya!

Setelah penampilan Izzis, Aisya merapat ke barisan akhwat di depan panggung. Acara dilanjutkan dengan prakata dari MC. Kami diajari beberapa yel-yel. Setelah itu tasmi' Qur'an oleh seorang ikhwan yang hafizh! Mantap... Baru setelah itu ada orasi dari beberapa tokoh. Sebut saja ada Pak Hidayat Nur Wahid, Pak Anis Matta, Ibu Yoyoh Yusroh dan beberapa tokoh lintas agama.

Alhamdulillah, akhirnya bisa satu forum dengan Wakil Ketua DPR RI, Pak Anis Matta, Lc, memberikan orasinya di acara Aksi Munashoroh untuk Timur Tengah tersebut. Dihadapan ratusan ribu massa aksi, beliau menyampaikan, "Yang mendukung revolusi itu anak-anak muda, bukan cuma karena usianya tapi muda dari perasaan yang slalu berjiwa muda," ujarnya.

Setelah orasi dari para tokoh (Aisya sempat merekam semuanya, insya Allah akan diupload kemudian hari... belum sempat ditulis orasinya), sempat ada penampilan dari Ar Ruhul Jadid. Setelah itu pelepasan merpati dan kita jalan dari Monas menuju bundaran HI, terus kembali ke Monas lagi. Subhanallah, selama dari Monas sampai ke Monas lagi cuacanya mendung. Sempat gerimis sebentar. Hmm, serasa malaikat turut serta dalam aksi kali ini. Saat aksi ini Aisya hanya sendiri. Sebenarnya kawan-kawan "lingkaran cintanya" juga ada yang datang, tapi tidak bertemu karena mereka datang terlambat (sebelumnya mereka ada agenda ke walimahan dulu). Karena ada agenda lain, akhirnya mereka juga tidak turut turun ke jalan.

Oh ya, aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian dan rasa prihatin yang mendalam atas nasib masyarakat sipil yang menjadi korban krisis politik dan konflik bersenjata, yang berkecamuk di sejumlah negara di Timur Tengah, seperti di Yaman, Bahrain, Libya, juga di Palestina.

Aksi ini juga dimaksudkan untuk meminta pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi untuk mengakhiri krisis politik dan konflik bersenjata tersebut guna menghindari jatuhnya korban rakyat sipil yang lebih banyak lagi.

Aksi ini bisa juga sebagai tekanan untuk DPR khususnya komisi I yang membidangi pertahanan dan luar negeri agar memberikan tekanan kepada pemerintah Indonesia untuk mendesak PBB mengeluarkan resolusi itu.

Eh iya, Aisya sempat bertemu dengan murabiyah pertamanya di Jakarta. Hmm, mbaknya itu begitu istimewa. Mbaknya itu pula yang dulu pernah membantunya saat Aisya mencoba mengukir sejarah baru dalam hidupnya, meski pada akhirnya kisah itu harus berhenti di tengah jalan dan Aisya berjanji pada dirinya sendiri tak akan lagi meneruskan kisah itu. Ia akan merangkai kisah lain yang lebih indah. Semoga dalam waktu dekat ini.

Alhamdulillah, perjalanan aksi yang cukup panjang itu akhirnya bisa dilewati Aisya dengan penuh semangat karena sepanjang perjalanan ia bersama dengan para ikhwah yang luar biasa meskipun tidak ia kenal. Ada seorang ibu muda yang menggendong anaknya, suami istri yang bergandeng mesra (lagi-lagi bikin ngiri), adik-adik kecil, dll. Mereka semua sangat bersemangat! Aisya nggak mau kalah dong...

Pukul 17.00, Aisya pulang.... Hmm, benar-benar aksi kedua yang luar biasa!!!

Aisya Avicenna

Insan Istimewa

Kebetulan di kantor lagi dengerin "Permata Yang Dicari"-nya DeHearty

Hadirnya tanpa kusedari
Menggamit kasih cinta bersemi
Hadir cinta insan padaku ini
Anugerah kurniaan Ilahi
Lembut tutur bicaranya
Menarik hatiku untuk mendekatinya
Kesopanannya memikat di hati
Mendamaikan jiwaku yang resah ini
Ya Allah


Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu
Dialah permata yang dicari
Selama ini baru kutemui
Tapi ku pasti rencana Ilahi
Apakah dia kan kumiliki
Tidak sekali dinodai nafsu
Akan kubatasi dengan syari’at-Mu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuan-Mu
Ya Allah
Engkaulah tempat kubergantung harapanku
Kuharap diriku senantiasa di bawah rahmad-Mu.


Mencintai dan dicintai adalah fitroh manusia, hal itu ada sejak sebelum kita dilahirkan di dunia. Insya Allah, para ukhtifillah, moga kita termasuk hamba-hamba Allah SWT yang nantinya kalo sudah tiba masanya kita dipertemukan dengan hamba Allah SWT yang terbaik untuk menjadi pendamping hidup, bersama-sama membangun keluarga sakinah mawadah dan warohmah. Senantiasa diberikan kemudahan dalam mendapat keturunan keturunan yang sholeh-sholehah yang dapat menyejukkan hati kedua orang tua. Allahumma amin.



Ukhtifillah semoga kita juga tetap diberikan keistiqomahan untuk menjaga diri dari perbuatan yang mendatangkan murka-Nya. Insya Allah dengan kesabaran menjaga iffah kita dan dengan kegigihan kita untuk mempetahankan izzah kita Insya Allah akan diberi balasan yang setimpal dari Nya, yaitu pendamping yang bisa membawa kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, Allahumma amin.

Karena semua itu sudah ada waktunya sendiri-sendiri, so sambil menunggu waktu yang sudah ditentukan kapan datangnya, marilah kita semua mempersiapkan diri untuk mencari bekal, mencari ilmu untuk persediaan perjuangan kita, agar nantinya kita tidak kehabisan bekal.

Pernikahan itu bagaikan kapal, kapal yang akan berlayar di samudera yang sangat luas. Ketika kapal akan diterjang gelombang, angin yang besar dan bencana, kita sudah mempersiapkan bekal dan tehnik, bagaimana kita menghadapinya agar tetap berlayar dengan baik, selamat sampai ditujuan. Pernikahan juga seperti itu, jangan sam
pai kita tidak mempersiapkan dengan baik. Menikah mudah dan sulit, mudah jika kita mempersiapkan sedari dulu, sulit jika kita tidak tahu ilmu di dalam pernikahan tersebut, alias tidak punya bekal sama sekali. Dan semoga kita termasuk orang yang dimudahkan oleh Allah Swt, Allahumma amin……

[Serakan Inspirasi]

by : Keisya Avicenna (my supertwin)

KARENA SEMUA KENANGAN TAKKAN MUNGKIN TERHAPUS WAKTU #1 [Catatan untuk “Kaum Adam” FLP Pelangi]



Buat : Kang Sofa, Mas El, Mas Dwi, Mas Tyo, Mas Sururi, etc…]

1. Fachmy Casofa (Kepala Suku yang “merah merona” karena tertolak Cut Mala)
Fachmy Casofa. Nama yang aneh! Itu yang pertama kali terlintas dalam pikiran Nungma saat menemukan sebuah buku yang sangat ingin Nungma beli pada tahun 2009, yaitu MUSLIM INSPIRATIF. Ah, sebodo dengan penulisnya. Yang penting INSPIRASI menjadi sebuah kata yang sangat Nungma cintai di tahun 2009. Buku itu sangat berjasa karena bisa menjadi salah satu sumber inspirasi pada saat SUPERTWIN mengisi Training Akademik di MIPA UNDIP.
Akhir 2009, Nungma sempat nge-add penulis buku itu di FB. Dan akhirnya nama itu masuk dalam friend list-nya Nungma di FB. Gila! Chatingan yang sangat konyol pada awalnya. Bener-bener gila. Kok bisa ya kenal dengan orang yang super jayus n konyol kayak dia. Wkwkwk… Sempat juga SMSan. Sampai akhirnya Nungma mengucapkan terima kasih karena buku MUSLIM INSPIRATIF-nya cukup berjasa dalam performance SUPERTWIN pas jadi trainer di UNDIP. Unforgettable experience dah. Dan ungkapan yang Nung masih ingat dari dia adalah: “Wah, terima kasih juga ya. Saya jadi merasa hidup saya ada gunanya.” Heuheu…jadi terharu! Hehehe…

Waktu terus berjalan (halah), kadang kalau ada waktu luang, sempat chat juga dengan dia, minta motivasi tentang kepenulisan. Balesan-balesan yang meluncur pun juga sangat konyol. Sumpah, Nung jadi penasaran banget dengan sosok Fachmy Casofa. Sudah namanya aneh, kegilaannya di atas rata-rata, dan yang terpenting rasa-rasanya pengin nimpuk!!! Beneeeer!!!
Sampai akhirnya, pada tanggal 7 November 2010 (pagi sebelumnya kita sempat chatingan, olok-olokan, pokoknya mencerminkan ketidakwarasannya deh.hehe…), hari itu ada agenda Pelat Pulpen FLP Solo Raya hari ke-2. Bertempat di Aula Fakultas Hukum. Waktu itu Nung berjalan menuju aula. Sekilas menangkap sosok yang sudah Nung kenal (karena Nung cukup hafal tampang ngeneznya di foto profile FBnya). Tu orang jalan berdua (kayaknya dengan Mas Dwi), lewat simpangan dengan Nungma. Ekspresine konyol banget!!! Sumpah, pengin nimpuk saat itu juga. Tapi Nung coba mengendalikan diri. Hahaha…Nah, pas di dalam ruangan, beliau sempat di “sindir” sama Mbak Asri Istiqomah. Kemudian semua mata tertuju padanya, gek dia pasang tampang paling innocent. Yang salah tingkah malah orang yang duduk di sampingnya (mas Dwi-red). Geeeerrrrr!!! Sampai akhirnya, Nung SMS tu orang. Melu ngosoni. Dan apa balasannya? (intinya) pengin nyamar. Henshin gitu n pinjem jilbab pink!!! (gila gak tuh??? Sangaaat!!!).
Dan dunia ternyata hanya seluas daun kelor (haiyyah), sekarang Fachmy Casofa bukan orang asing lagi, bukan makhluk planet yang kesasar ntah di belahan angkasa raya sebelah mana... Sekarang beliau menjadi sesepuh yang sangat berjasa dalam keberlangsungan keluarga besar FLP Pelangi Solo Raya. Hihi…menjadi kepala suku Pelangi, meski harus berngenez-ngenez ria, Kang Sofa selalu berusaha memberikan yang terbaik semampu dia! Agar kita terus produktif menghasilkan karya. Terima kasih banyak, ya Kang! Beliau juga menjadi pethunya di NIBIRU READERS SOLO dengan 5 anggota yang sangat unyu-unyu (baca: Mas Aris El Durra, dirinya, Diah Cmut, Ayu’, n Nungma).
Sukses selalu ya, Bro! Be a good brother ‘n teacher for us! Semoga segera ketemu dengan “Cut Mala”…jangan lupa malam ini jadwal Kamen Rider ronda! ^^v…HENSHIN!!!

2. Aris El Durra [Danus yang hobi banget kirim SMS dan super duper hiperaktif (baca: sukangilang). Hihihi]
Pertama kali bertemu dengan Mas Aris tanggal 5 Ramadhan 1431 H atau tanggal 15 Agustus 2010. Kenal beliau dari facebook. Sempat chating juga sebelum pertemuan perdana itu. Karena setahu Nungma beliau juga salah satu anggota FLP Solo Raya.
Nungma ingat, dulu sempat menanyakan apakah Mas Aris ini yang punya salon El Durra (salon yang dah jadi langganan Nungma sejak semester satu, pas dulu masih di Jalan Surya). Karena nama belakangnya kok pake “El Durra”. Beliau pada awalnya gak mau njawab ‘n nyuruh Nungma sendiri yang mencari jawabannya. Ealah, akhirnya terkuak juga. Ya, beliau adalah sosok pengusaha muda sekaligus PNS RSJD (hihi, moga gak ketularan pasien-pasiennya), sosok yang sangat gigih mewujudkan mimpi-mimpinya. Salah satunya dengan mendirikan salon syari’ah khusus muslimah El Durra itu. Subhanallah…
Kembali ke tanggal 15 Agustus 2010, Nungma mengikuti Workshop Nasional Menulis Kreatif “Ngabuburit Seru Bareng Gizone” yang bertempat di TK Permata Hati. Waktu itu, Mbak Asri Istiqomah (pas sesi beliau ngasih materi) sempat nyebutin nama ‘n nunjuk Mas Aris El Durra yang duduk di pojok belakang. Nungma pun mengo…”O, itu to orangnya!”. Trus pas break sholat, pas Nungma jalan melewati gerbang, beliau lagi ubet ngeluarin Vega Biru-nya. Tyuz tak sapa deh. “Mas Aris ya?”. Tu orang njawab. “Iya, Norma ya?’. Wkwkwk…konyol banget lah. E, sekarang setelah kenal tambah gayeng tenan.
Banyak hal yang bisa Nungma pelajari dari karakter beliau. Totalitas dalam mengemban amanah, rela berkorban dalam banyak hal, kehumasannya oke punya, semangat berbaginya luar biasa, pantang menyerah, ia terus bisa survive sebagai si bungsu meski sudah ditinggal orang tuanya sejak lama (bagian yang ini Mas yang aku paling salut dari dirimu!). Mas Aris juga yang bikin julukan baru buat SUPERTWIN; “UPIN dan IPIN”. Makanya jangan heran teman-teman, kalau ada yang manggil Nungma dengan sebutan IPIN. Gara-gara Mas Aris tuh!!! Betul…Betul…Betul…Hehe…
Yups, semoga bisa menjadi haji yang mabrur ya Mas (ntar tak siapin catatan list oleh-oleh.xixi) ‘n segera menemukan “bidadari”nya. Amin. Hehe…selalu jadi sahabat dan kakak yang luar biasa buat Nungma dan adik-adikmu di Pelangi ya… Adik-adikmu di Danus diberdayakan tuh. Suruh jualan permen sunduk gitu. Hihi…(Bravo Gus Durra! Gubrak…^^)

3. Mas Tyo (kaderisasi yang selalu “ngenez”)
Pertama kali ketemu dengan sosok Mas Tyo pas rapat perdana FLP Pelangi di Masjid Nurul Huda. Tapi belum tahu orangnya yang mana. Sampai akhirnya di pertemuan kedua saat bertempat di Pendhopo Kecil Taman Budaya Jawa Tengah, Nung baru ngeh o…itu to yang namanya Mas Tyo. Dari tampangnya aja dah bikin ngikikgulingguling. Wkwkwkwk…. Satu hal yang masih terekam di memory otak Nung, waktu itu kan yang ngisi Kang Nass dan beliau menyuruh kita mengungkapkan alasan kenapa buku yang beliau sebutkan -dari list buku yang kita kumpulkan tadi- menjadi buku favorit/ buku yang cukup berpengaruh dalam hidup kita. Gek Mas Tyo ditanyai bukunya Salim A. Fillah yang “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” apa bukunya Muh. Faudzil Adhim yang “Saatnya Untuk Menikah” itu ya, Nung agak lupa. Yang jelas tentang pernikahan. Hahaha…gek njawabe, ya itu sesuai dengan cita-cita dan harapan dia gitu. (*nglirik Sephia-nya).
Dari Mas Tyo, Nung belajar banyak hal juga. Beliau orangnya ontime. Bener!!! Rela berkorban juga, baik hati, tidak sombong dan suka menabung. Suka ngabizin makanan juga. Haha. Hm, berhubung dia sering jadi tukang jepretnya Pelangi tomatis dia jarang ikutan foto bareng. Ealah, tapi sekali dia minta foto dijamin langsung bisa jadi bahan pitnah. Hahaha. Ni orang paling semangat kalau ada ROMANTIS alias ROmbongan MAkaN graTIS!!! Dijamin, Mas Tyo berada di garda terdepan. Serbuuuuu…..xixixi. (Ssssttt…Nung punya SMS puisinya Mas Tyo lho. Kapan-kapan tak publish. Dia punya bakat yang terpendam…kapan-kapan ngisi rubik puisi di EMBUN Mas bareng Diah Cmut n Nungma. Hahaha…gawe rubik dewe…^^). Pesen Nung, yang akur ya sama belahan jiwanya!^^b

4. Mas Dwi (sosok yang unpredictable…^^v)
Bertemu dengan Mas Dwi pertama kali pas Pelat Pulpen hari kedua tapi juga belum terlalu ‘ngeh’. Baru ngobrol ya pas di pendhopo kecil TBJT. Sosoknya unik. Hihi…beliau baik dan penuh semangat. Enak diajak sharing juga. Wiss, pokokmen tetep semangat ya Mas Cowie!!!

5. Mas Sururi (so myzteriuoz. DIMENSI! Diam-diam Menyimpan Potensi)
Bertemu perdana pas pertemuan Pelangi di NH. Baru mengawali percakapan ya pas di pendhopo TBJT. Kesan pertama pendiam dan misterius. Hehe. Tapi lama-kelamaan asyik juga diajak ngobrol. Mas Ruri, kamu masih punya tanggungan puisi buat Kyai Slamet lho yaaaa…

Hehe… Iseng aja bikin catatan untuk 5 orang “kaum Adam” di FLP Pelangi. Ohya, baru-baru ini tambah satu sosok. Orang menyebutnya Wildan. Hihi. Sangar tenan mukanya (peace, Wild!). Sosok yang ketika memakai jaket selalu ada tulisan berukuran super big yang berbunyi “JUAL PULSA”. Hadeeeeh…semoga kita bisa menjalin silaturahmi dengan baik, ya Wild! Ohya, ada yang tahu Mas yang satunya itu? Nung lupa namanya, gak pernah nongol sih…hehe….
Bersyukur kenal kalian semua. Kakak-kakakku yang LUAR BIASA!!! Bikin hidup Nungma semakin penuh warna…^^v

Catatan hasil RESEARCH HUMAS, setelah buka buku DNA dan flash back memory di otak ini. Tulisan sebagai bahan referensi pembuatan “NOVEL PELANGI”. Hihi…buat yang Kaum Hawa, nantikan tulisan selanjutnya. Tulisan ini hanya sebagai sarana “refreshing sejenak”. Bosan dengan naskah…^^. Sekarang, -setelah menulis catatan ini-, sepertinya “SPIRIT” itu kembali “MEMBARA”…SEMANGAT, PELANGIKU!!!

[Keisya Avicenna, 30 Maret 2011. Dalam episode: “MENULIS untuk MENDOKUMENTASIKAN HIDUP!”]

INI PAGIKU, BAGAIMANA PAGIMU?

by Norma Keisya Avicenna on Tuesday, March 29, 2011 at 6:25am
Pagi adalah saat dimana aku menyapa embun
Butiran bening yg mampu menghapus dahaga kegersangan jiwa..

Pagi adalah saat dimana aku leluasa mengagumi sang bagas
Merekah di timur
Menjelma dlm bulatan keemasan yg siap hangatkan semesta
Memancarkan semangat dalam batang-batang cahaya..

Pagi adalah saat dimana lidahku basah dlm lantunan dzikir..
Memuji kebesaranNya
Berucap hamdalah..dalam bilangan tak terkira bnyaknya..

Pagi adalah saat dimana aku mengeja angka,karena waktu tlah membwaku dlm hari yg berganti..
Yg tak pernah q tahu kapan ujungny nanti..

Obrolan Sore dengan Ketua Efelpe Jakarte

Kang Tef - Aisya - Tasaro
[Aisya Avicenna]
aslmkm
sore kang tef...
hanya menyapa saja... hehe

[Taufan E. Prast]
Wa'alaikum salam... sore, Ticko... apa kabarmu, terima kasih sudah menyapaku... hehe

[Aisya Avicenna]
alhamdulillah, baik2 saja kang
kang tef pa kabar??

[Taufan E. Prast]
alhamdulillah sehat wal afiat...

[Aisya Avicenna]
alhamdulillah...

[Taufan E. Prast]
syukurlah, jaga kesehatan ya...

[Aisya Avicenna]
insya Allah
kang tef jg
mbak era jg dijagain
hehe
salam yaaa

[Taufan E. Prast]
haha... dia sudah bisa jaga diri, justru aku yang masih liar, hehe...

[Aisya Avicenna]
wkwkwk

[Taufan E. Prast]
lagi nulis apa, Ticko?

[Aisya Avicenna]
nulis Analisis Beban Kerja (di kantor)...
hehe
klo buku insya Allah ada beberapa yg lg mau diselesaiin
doain kang mg lancar...
hehe
coz hrs bg waktu jg buat belajar mau ikut seleksi beasiswa S2

[Taufan E. Prast]

alhamdulillah, amiiiin... aku melihat kesungguhan yang luar biasa pada dirimu... semoga semuanya lancar...

[Aisya Avicenna]
aamiin...

[Taufan E. Prast]
bergeraklah selagi muda dan ada kesempatan...

[Aisya Avicenna]
ni daku jg ada tawaran dari sebuah penerbit di solo.. baru usul tema sih, katanya 85 % mau diterbitin
ni lg diuber2 outlinennya
puyeng jg sih, bnyk yg hrs dikerjakan.. mg bs memprioritaskan

[Taufan E. Prast]
alhamdulillah, pesannya satu, "jaga keseimbangan"

[Aisya Avicenna]
iya
selalu berjuang untuk itu
kadang fisiknya yg gak bisa menyeimbangi
hehe
bagi2 dagingnya dung kang
:):)
masak ketuanya endut, anak buahnya kurus.. xixi

[Taufan E. Prast]
wkekeke... ga ada hubungannya tuh...

[Aisya Avicenna]
ada, berarti harus ada usaha untuk mensejahterakan anak buah, misalnya bawa makanan atau traktir makan2 sesering mungkin.. apalagi anak kost seperti aku
hehe

[Taufan E. Prast]
menikahlah, maka engkau akan gemuk, hahaha

[Aisya Avicenna]
hahaha
insya Allah... segera! :):)

[Taufan E. Prast]
Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.... alhamdulillah... :):)
oke ya, aku ada miting nih...

[Aisya Avicenna]
oke
semoga sukses

NB : Kang Taufan E. Prast adalah ketua FLP Jakarta periode 2011-2013 (pada periode 2009-2011 juga sudah menjabat ding! ^^v). Hmm, dia adalah salah satu penulis favoritku juga. Tulisan dan kepribadiannya sangat menginspirasi. Istrinya (Teh Era) juga salah satu inspiratorku. Alhamdulillah, salah satu rahasia Allah mengirimku ke Jakarta adalah karena di Jakarta ada mereka. Sosok-sosok yang luar biasa!

Aisya Avicenna

Pertemuan IV Pramuda Angkatan 15

Bang Melvi Yendra

Hari, Tanggal : Ahad, 17 Maret 2011
Waktu : Pukul 10.00-12.00
Tempat : Masjis ARH, UI Salemba
MC dan moderator : Ikal
Pembicara : Melvi Yendra
Tema : "DUNIA MENULIS DAN PELUANGNYA DI DUNIA BROADCAST"
Sekilas Profil Pembicara :
Bang Melvi lahir tahun 1975 di Padang. Kelas 4 SD tulisan beliau yang berupa puisi dimuat di Majalah Bobo. Kelas 6 SD menulis cerpen untuk Bobo dan Ananda. Saat SMP dan SMA menulis di Koran Sanggalang. Nah, di koran daerah ini, ada satu rubrik khusus untuk remaja (pelajar). Semua murid berkompetisi, termasuk Bang Melvi. Dan ketika karyanya dimuat, maka namanya akan diumumkan waktu upacara bendera hari Senin. Sungguh mengangkat nama baik sekolah!
Bang Melvi juga pernah bekerja di penerbitan, di Annida selama 2.5 tahun, di Mizan selama 4.5 tahun. Setelah resign dari Mizan, selama 1.5 tahun beliau menjadi penulis lepas. Beliau sempat berkata, “Jangan kerja di penerbitan karena bisa mengurangi produktivitas menulis. Karena akan sering mengurusi tulisan orang lain daripada tulisan sendiri.” Hmm, sebenarnya bercanda juga sih!
Berbicara tentang dunia broadcast, spesifiknya tentang dunia skenario, Bang Melvi berujar bahwa dunia ini sangat keras. Beliau berbagi cerita saat gabung di ANP (Aris Nugroho Production), pemiliknya bernama Aris Nugroho. Mas Aris adalah sutradara sekaligus kreator beberapa komedi situasi di televisi, sebut saja ada Bajaj Bajuri, OB, Coffeebean Show, dll. Saat kerja di ANP itulah Bang Melvi mengalami ‘penggemblengan’ yang luar biasa. Dicaci maki sudah biasa.


Bang Melvi berujar, kalau kerja jadi penulis skenario :
1. Harus tega sama keluarga
2. Harus tega sama pekerjaan
3. Harus tega sama diri sendiri
Saat gabung ANP, ada tahap audisi dulu. Terpilihlah 50 orang dari berbagai daerah. Tugas pertama : menyerahkan 10 sinopsis perhari via email. Tiga puluh orang mengundurkan diri. Kemudian gugur lagi 5 orang. Tinggal 15 orang! Kelima belas orang itu salah tiganya adalah senior FLP, ada Mas Sakti Wibowo, Mas Sokat, dan Bang Melvi. 


Penghasilan seorang penulis skenario didapatkan berdasarkan hasil kerja, prestasi, dan kecermatan dalam menangkap ide dan peluang. Jargon dari Mas Aris adalah “Jika sudah masuk dalam ANP, maka ego dan harga diri harus ditinggalkan di keset”. Saat yang paling berat bagi Bang Melvi adalah saat mengejar deadline. Bang Melvi gabung di ANP selama 3 tahun.


Salah satu cara agar skenario kita diproduksi adalah dengan bertemu langsung dengan “user”-nya, yaitu produsernya, karena produsernya yang berhak memproduksi naskah. Peluang untuk menulis skenario tuh sangat banyak.


Alur skenario : membuat sinopsis, kemudian dikembangkan menjadi story line, setelah direvisi baru enjadi naskah. Naskah ini meski sudah di-ACC, tapi belum tentu diproduksi. 


Saat memasuki sesi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan yang masuk.
1. Sudah mengirim sinopsis, tapi tidak ada respon. Bagaimana agar bisa mengurangi risiko diplagiat?
Memang, cukup menarik karena 1 sinopsis dihargai RP 500.000,- sehingga ada saja kejahatan tentang ini. Ada "penjahat sinopsis, dia membuka pengumuman, banyak penulis yang mengirim sinopsi, kemudian sama 'penjahat' tersebut sinopsisnya diplagiat (dipilih yang bagus)dan si penulis tidak dikabari.
2. Dukanya seorang penulis skenario adalah saat kreativitasnya kadang terpangkas karena masalah budget atau mendadak skenarionya harus diubag karena tokoh berhalangan hadir.
5. Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat film sampai jadi? Properti, eumah, artis, crew, dll
6. Kalau ada stasiun TV yang memutar film yang sama, bisa jadi karena kontrak filmnya yang cukup panjang.
7. Seorang penulis novel yang naskahnya dipotong-potong. Solusi terbaik, kita sendiri yang memfilmkan (kita jadi penulis, sutradara, sekaligus produsernya).


Motivasi dari Bang Melvi:
1. FLP sudah besar dan anggotanya banyak yang sudah menjadi orang besar. Satu hal yang harus dijaga, yakni semangat menulis yang harus dibangun daru diri sendiri. FLP hanya sebagai sarana.
2. Karya kita = sejarah kita yang insya Allah akan bergaung selamanya. Menulis adalah salah satu cara yang membuat kita hidup selamanya.
3. Berjuanglah dan jangan mudah menyerah! Menjadi penulis itu tidak butuh biaya! Siapapun Anda, Anda bisa menjadi penulis. Ada dokter yang juga penulis, guru yang juga penulis, dan PNS yang juga penulis (yang terakhir ini saya imbuhi sendiri.. hehe ^^v).
Wah, ternyata di KTP Bang Melvi tertulis “PENULIS” dalam pekerjaannya. Baru tahu!!!

Setelah materi dari Bang Melvi, dilanjutkan kultum oleh Arief. Kultumnya bisa dibaca di : http://www.facebook.com/notes/arief-fathur-rizqi/catatan-kecil/10150128041375793

Reportase by :Aisya Avicenna

GORESAN WARNA KE-14 [FLP Pelangi Solo Raya]




Ahad, 27 Maret 2011
Ada kabar duka dari salah satu anggota FLP Pelangi.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ibu Muyassarah (ibunya Mbak Ummi Kultsum) meninggal dunia. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran. Amin.
***
Rencana awal, Pelangi mau ta’ziyah bareng. Kumpul di markas jam 10. Tapi ternyata banyak yang tidak bisa. Nung berangkat ke markas nebeng Mbak Anik. Sesampai di markas sudah ada Mas Dwi dan Kang Sofa dengan tampang “ngenez”mereka. Kita ngefixkan Ruang Multimedia dulu buat agenda pelatihan nanti siang. Karena tadi dapat kabar dari Mbak Fitri kalau beliau nanti siang tidak bisa datang. Otomatis tidak ada yang bertanggung jawab untuk peminjaman ruangan. Wadew, padahal siang ini kita mengundang pemateri tamu dari Tiga Serangkai. Hujan turun, deras juga euy. Kang Sofa n Mas Dwi sempat jadi “pahlawan kehujanan”, bantuin pak penjaga sekolah ngangkatin karpet yang dijemur. Hihihi. Hm, belum jadi berangkat ke rumah Mbak Ummi deh. Tapi di sana sudah ada Mbak Nury, Mbak Ivon, Mbak Amrih, dan Mbak Eka. Nung sempat baca statusnya Mbak Nury dan comment2 di bawahnya: “Layat paling geeeerrr kayae baru hari ini deh”. “Aku jadi bingung, mau bilang Innalillahi apa Masya Allah. Gokil banget dah, tapi aku tahu itu berangkat dari kesiapan dia untuk ditinggal seseorang yang dicintainya.”. wah, Nung jadi penasaran dengan apa yang tengah terjadi. Hehe…

Sambil nunggu konfirmasi dari Mbak Fitri dan nunggu hujan reda, kita berempat mbahas agenda Muslim Fair tanggal 10 April nanti. Bikin konsep “BANCAKAN PENULIS”. Wkwkwk… Tak terasa adzan Dhuhur berkumandang. Hujan juga masih turun tapi dah gak sederas tadi. Sholat dulu then persiapan Ruang Multimedia. Alhamdulillah, Mbak Fitri mengizinkan untuk pemakaian markas meski cuma sampai Ashar.

Mengenal Anak Melalui Buku
Sekitar jam 13.30, materi penulisan pun dimulai. Anak-anak Pelangi pada telat. Dasaaar! Tapi gak papa ding, yang penting bawain Nungma makanan. Laper euy… Mbak Af Idah Salmah menyampaikan banyak hal tentang “BUKU ANAK”. Mulai dari “Seputar Dunia Buku Anak”, “Jenis-Jenis Buku Anak”, “Cara Cari Ide dan Menentukan Tema Buku Anak”, “Cara Memasukkan Naskah ke Penerbit”, sampai “Tips Membuat Buku Anak yang Tidak Menjemukan”. Banyak dapat ilmu baru nih!
Pada bagian akhir beliau menyampaikan:
“MAN JADDA WAJADA. Keberhasilan adalah berkat kerja keras yang ikhlas menjalani dan menerima kritikan dengan meningkatkan kreativitas diri.”
Terima kasih ya Mbak Fida…^^

***
Sholat Ashar dulu. Kemudian kita rapat di pelataran masjid. Makhluk yang tersisa: Kang Sofa, Mas Dwi, Mbak Eka, Mbak Nury, Mbak Amrih, Mbak Anik, Nungma, Diah Cmut, dan Mbak Fu’ah. Oya, Mbak Santi nyusul setelah pulang dari kuliah. Hujan kembali menyejukkan hati-hati kita.
Rapat yang super gayeng dimulai dari pembahasan EMBUN, terutama jadwal pengerjaan naskah kita tiap pekan. Dan disepakati setiap Ahad sore pasca pertemuan rutin Pelangi kita merapatkan naskah EMBUN.
Point pembahasan kedua mengenai laporan keuangan Bendahara Pelangi, Bunda Fu’ah. Hoho…berhubung belum direkap jadi belum bisa diketahui kas terakhir Pelangi berapa duit. Tapi Insya Allah, sebentar lagi Pelangi bakal dapat pemasukan dari majalah di setiap bulannya. Cihuy…
Point pembahasan ketiga, Kang Sofa menyampaikan harapan besar Kang Nass untuk FLP Pelangi dan harapan Kang Sofa juga untuk anak-cucunya di Pelangi:
1. Pelangi menjadi tim yang kuat dan solid
2. 80% menjadi “PENULIS”
3. Produktif dalam BERKARYA!

Point pembahasan keempat, kewajiban penyelesaian naskah, maksimal sampai Juni 2011 lho yak…tiap orang ditanyai kepala suku sudah sejauh mana penulisan naskah bukunya. Hehe…Bismillah…Ayo, SEMANGAT!!!
Point pembahasan kelima, tentang agenda Muslim Fair tanggal 10 April. Pethunya menyampaikan usulan konsep “BANCAKAN PENULIS”. Tapi setelah disampaikan kepada Kang Nass via SMS beliau ternyata pas hari H tidak bisa datang. Beliau juga kurang setuju dengan konsep yang kita buat, hal terpenting yang beliau tekankan adalah harus ada “REGENERASI”. Yah, mungkin nanti Kang Sofa duet sama Mbak Asri aja deh. Hehe…ben tambah gayeng n seru!
Point pembahasan keenam, agenda dari Divisi Kaderisasi. Kita buat kesepakatan tiap tiga bulan sekali ada agenda silaturahim ke rumah personil Pelangi. Rencana ke depan, bulan Juli kita silaturahim ke rumah Mbak Anik di Sukoharjo. Ciiip…d^^b.
Dan pertemuan kita hari ini berakhir pukul 17.15. Sampai ketemu lagi pekan depan dalam kondisi yang lebih baik. SEMANGAT MENYELESAIKAN NASKAH BUKU KITA YAK!!! Yang sudah selesai, TERUSLAH BERKARYA!!!
Dan di akhir reportase ini, terlantunkanlah doa…”Semoga Pelangi menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah…Amin.” d^^b

[Keisya Avicenna, 27 Maret 2011]

IMPROVE YOUR WRITING! (Dari Tiga Serangkai, NIBIRU, Bebek Goreng, sampai ber-EMBUN di Pendhopo Sriwedari)




Sabtu, 26 Maret 2011

Hidup bagaikan WAYANG…
Sudah ada DALANG dan LAKON-nya
Tetaplah TAWAKAL… berusaha semaksimal mungkin
Dan berdoa kepada Allah SWT
Rezeki, jodoh, dan ajal, Allah-lah yang menentukan
Dan Allah-lah yang paling mengetahui
Yang TEPAT dan TERBAIK buat kita
Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah!
Ingat, jalan di depanmu masih terbentang luas…
Penuh tantangan dan cobaan
Maka, bersiapsiagalah!
-Motivasi Keisya Avicenna hari ini-

***
Improve Your Writing#2, bersama Pak Bambang Trim
Sabtu pagi yang cerah, sekitar jam 7 Nungma kembali mengayunkan langkah kakinya untuk kembali beraktivitas di luar Zona Inspirasi-nya. Ngenet setengah jam kemudian berangkat ke Tiga Serangkai. Menikmati perjalanan bersama Surya Kencana A sambil membaca 5 lembar artikel yang tadi malam Nungma temukan di folder jadul. Sebuah artikel kepenulisan yang berjudul “KETIKA PENA MACET”.

Alhamdulillah, sampai juga di TS. Jam di HP sudah menunjukkan pukul 08.15 WIB. Wah, dah telat nih. Semoga belum dimulai. Masuk pintu gerbang, menyapa Pak Satpam dan bertemu Mas Ranu. Yadah, kita jalan bareng sambil ngobrol menuju aula lantai 4. Hadeh, ternyata masih sepi. Belum banyak yang datang. Beberapa ada yang izin. Sekitar jam 9 acara baru dimulai. Dibuka oleh Kang Sofa, kemudian lanjut diisi pelatihan menulis oleh Pak Bambang Trim. Wow, banyak ilmu dan hal baru yang bisa Nungma dapatkan. Terima kasih ya, Pak BT. Satu hal yang tak terlupa, Pak BT sempat cerita tentang DORAEMON. Ahihihi…^^v.

Rapat Nibiru Readers Solo
Pasca acara pelatihan, Pethunya memimpin rapat ke-3 anggota unyu-nya. Diah Cmut, Nungma, n Mas Aris El Durra. Hihi. Bakalan ada agenda seru yang akan dilaunching bulan April nanti. Sip, Siraradhi Luminya segera keluar dari “persembunyiannya”. Cekidot!

ROMANTIS di Bebek Goreng H.Slamet
Sekitar jam 12.30, makhluk yang tersisa di TS tinggal Kang Sofa, Mas Ranu Muda, Mas Aris El Durra, Nungma, dan Diah Cmut. “Makan siang bareng, yuk!”. Dan akhirnya berdondong-donglah eh berbondong-bondonglah kita ke daerah Tipes. Asyik, bakalan ditraktir nih! Akhirnya, kita ber-5 lesehan bareng di warung makan bebek gorengnya Pakdhe H. Slamet. Sayangnya gak ada menu bebek bakar euy! Sambil nunggu pesanan kita jadi, mulai deh ngobrol, dari FLP sampai kemana-mana. Kita juga sempat ‘silau’ dan surprise dengan kehadiran Mas PANGSIT-eks. TeamLo yang datang bersama keluarganya. Hihi…Makan siang yang seru!!! Foto-foto otomatis tak terlewatkan.

Saat kita hampir selesai makan, Mbak Nury dan Mas Dwi baru datang. Haiyyah…dan terjadilah battle rubik antara Kang Sofa dan Diah Cmut. Kompetisi itu dimenangkan oleh Diah Cmut dengan skor 2-0. Jiaaan, pethunya ngenez banget! Selesai makan, masih berlanjut obrolan serunya. Sebelum kita beranjak meninggalkan tempat, Mas Pangsit malah menghampiri kita. Uhuy, endingnya foto-foto bareng. Hehehe… Asyik, makan siang kali ini dibayari pethunya. ROMANTIS yang mantabz! Selanjutnya, kita ke Masjid Jami’ Baitussalam di dekat bangjo Tipes. Sholat Dhuhur berjamaah disitu. Wah, hujan deras euy. Yadah, diskusi n obrolan seru pun dilanjutkan sambil nunggu hujan reda.

Rapat EMBUN di Pendhopo Sriwedari
Mbak Ivon, Mbak Nury, Mbak Umi, Mbak Santi, dan Mas Tyo sudah ada di lokasi. Makanan dan aneka camilan pun digelar. Asyik…mendadak lapar lagi. Hehe…Selang beberapa saat kemudian, Kang Nass datang. Rapat pun dimulai. Pembahasan yang cukup panjang dan lebar untuk majalah EMBUN. Kang Nass berharap FLP Pelangi bisa menjadi “Laboratorium”-nya FLP Solo Raya. Bismillah… KITA PASTI BISA!
Sekitar jam 14.30 kita harus pindah ke lokasi lain yang lebih kondusif. Khawatir juga dengan kondisi Mas Tyo kalau kita terlalu lama di tempat itu (njoget2 dewe mengko. hihihi). Akhirnya, kita melanjutkan pembahasan EMBUN di dalam Gedung Kesenian Solo. Ah, Mas Gus Durra pake acara ketinggalan. Hehe…
Lanjut… Ada beberapa hal yang telah disampaikan Kang Nass di awal. Seperti pembagian job, Kang Nass menjadi pimred, Kang Sofa menjadi Redaktur Senior, Kepala Redaksinya Mbak Amrih, Redaktur Utama ada Nungma, Erni, dan Mbak Nury, Sekretaris Redaksi diamanahkan kepada Mbak Santi, Bendaharanya Ayu’, Mas Tyo sebagai fotografer, sedangkan yang lain include ke dalam tim redaksi. Selanjutnya juga ada pembahasan mengenai “ALUR NASKAH” dan pembahasan tema majalah EMBUN selama satu tahun ke depan. Uhuy, seru euy!!!
Pembahasan belum selesai, Nungma n Diah Cmut harus colut meninggalkan arena rapat. Semangat PELANGI-ku!!!
Sampai ketemu besok di markas yuaaa…

[Keisya Avicenna, 26 Maret 2011…”SABTU PENUH CINTA”]

MENGHIRUP TEMARAM MALAM

by Norma Keisya Avicenna on Friday, March 25, 2011 at 7:58pm
Saat malam kembali jatuh...
Terdengar lirih suara gemuruh
Belum tentu pertanda hujan kan bertandang
Mungkin saja ia hanya ingin temani malam
Menggantikan tugas gemintang
Menyuarakan rindu..

Begitupun gemuruh d hatiku..
Meluluhlantakkan kesunyian yg mengembara dlm jiwa..
Menatap langit yg pancarkan rahasia..
Akan sebuah nama yg menggenang pada episode doa-doa

Kembali kuhamparkan sajadah..
Mengucapkan pinta
Memintalkan doa..

~pada sebuah nama yg masih menjadi rahasiaNya~

[Keisya Avicenna,25 Maret 2011]

Asma Nadia dan Aisya Avicenna


Selamat hari lahir buat penulis favoritku, Mbak Asma Nadia.... Semoga usianya makin barokah, rezekinya makin berlimpah, dan karya2nya makin menyejarah... Semoga Aisya Avicenna bisa meniru jejak prestatifmu, Mbak... Aamiin...
^^v

KEISYA AVICENNA DAN IMPIAN NO. 75

KEISYA AVICENNA dan IMPIAN NO. 75!

Akhir tahun 2008, Keisya pernah menuliskan sebuah impian No. 75. Mencoba menuliskan salah satu bagian dari RESOLUSI 2009 juga. Impian yang konyol sebenarnya. Hehe. “Bisa masuk koran karena PRESTASI”. Ngakak guling-guling dah kalau ingat saat menuliskannya. Saat itu menjelang akhir semester 5. Tulisan satu kalimat di “DREAM BOOK” Keisya itu menjadi salah satu pemantik semangat dan motivasi untuk mewujudkannya.

Semester5…sedikit mengenang masa-masa perkuliahan di semester 5. (Buka Buku DNA tahun 2008) Ada beberapa kalimat menarik yang Keisya temukan di bagian agak belakang dari buku DNA itu.

KOREKSI PASCA MID MENUJU UAS yang GEMILANG:
1. MID kemarin kurang persiapan khususnya dari segi penguasaan materi.
Solusi :
• Sebelum kuliah pelajari dulu materi yang akan disampaikan dosen.
• Browsing di internet/ cari literatur di perpus
• Perbanyak latihan soal
• Jangan malu bertanya kepada dosen/ teman apabila ada materi yang belum jelas
2. Belajar rutin. Bentar aja, yang penting frekuensinya sering.
3. Manage waktu dengan baik. Harus balance!!!
4. Ada tugas/ tanggungan laporan harus segera dikerjakan! GAK BOLEH MALES…GAK BOLEH DITUNDA-TUNDA!!!
5. Aktifkan atau buatlah forum-forum diskusi!
6. Bikin GRAND DESIGN jadwal perkuliahan (belajar materi perkuliahan, praktikum, dan responsi) kemudian buat komitmen untuk merealisasikannya. Lakukan evaluasi dan analisa SWOT sesudahnya.

Hoho…tulisan selanjutnya ada targetan-targetan nilai tiap mata kuliah yang harus Keisya capai beserta IPK-nya.

Alhamdulillah, target IPK terpenuhi. Tetapi ada satu mata kuliah 4 SKS yang Keisya mendapatkan nilai 2 alias C untuk mata kuliah itu. Wuah, Keisya memang agak gak ngeh dengan mata kuliah yang berbau-bau hewan.

Sebenarnya mata kuliah ini bisa Keisya make-up di semester 7. Tapi apa yang Keisya lakukan? Keisya tahu kapasitas Keisya dalam memahami mata kuliah yang satu itu. Hm, akhirnya setelah membuat analisa SWOT, Keisya memutuskan untuk tidak make-up mata kuliah itu. Tapi Keisya bertekad di tahun 2009/2010, Keisya harus mengukir lebih banyak prestasi. Minimal punya banyak pengalaman-lah. Gak melulu kuliah. Hihi…(tiru yang positif aja ya!).

Keisya sebenarnya tahu, berdasarkan hasil kalkulasinya, jikalau dia make-up mata kuliah itu pada akhirnya nanti Keisya bisa “CUMLAUDE”. Tapi sekali lagi, bukan hanya nilai yang Keisya kejar. Kuliah lagi 4 SKS untuk mata kuliah yang “gak Keisya banget” pasti membutuhkan “waktu lebih”. Hehehe…saat itu tekad Keisya hanya satu, Keisya harus lebih banyak mengukir prestasi sebelum lulus. Sebagai salah satu “penebus” tidak ter-make up-nya satu mata kuliah 4 SKS itu.

Dan benar…di buku DNA 2009 “THE JOURNEY OF MY LIFE”. Satu kalimat dengan huruf kapital tertulis di halaman paling depan: “MENUJU MAWAPRES 2009”. Alhamdulillah, impian itu bisa terwujud. Atas izin-Nya, Keisya bisa jadi juara 3 Mahasiswa Berprestasi tingkat jurusan (mewujudkan impian no.55). Hehe, menang-kalah gak masalah. Yang penting dah berani mencoba serta merealisasikan salah satu impian. Keisya juga membuat “GRAND DESIGN PENCETAK PRESTASI”. Di lembaran itu tertulis kompetisi-kompetisi yang akan dan ingin Keisya ikuti beserta targetan-targetannya.

Satu kompetisi yang paling berkesan di tahun 2009 adalah saat menjadi juara III International Scientific Paper Competition in “Students Scientific Weekly Forum : Get More Inovation” SIM-BEM UNS 2009, dengan judul “The Potency and Development of Food Diversification of Sorghum Plant (Sorghum bicolor L. (Moench.) as Altenative Food Resources in Indonesia”. Hihi…gak nyangka dari kompetisi itu bisa mencoret impian no.75 yang telah tertulis di DREAM BOOK. Impian yang terwujud pada tanggal 16 Mei 2009. Nampang di halaman paling belakang Koran Solopos. Keisya pada mulanya juga gak tahu, yang ngasih tahu malah ibu dan teman-teman. Hehe…gak nyangka aja, impian yang pada mulanya Keisya anggap konyol itu, malah diizinkan Allah Swt bisa menjadi kenyataan.

***
Ah, malam ini Keisya hanya ingin mengenangnya. Tatkala diri ini membuka-buka catatan dokumentasi hidup yang tertulis di buku DNA tahun 2008 dan 2009. Dan menemukan foto realisasi impian No.75!

Sebagai motivasi pribadi dan semoga bisa memotivasi rekan-rekan serta adik-adikku di kampus…
“Berusaha maksimal untuk lebih orisinalitas dalam berpikir dan bertindak. Jangan bangga dengan predikat pengekor atau plagiator! Jadilah yang PERTAMA! Jadilah yang lain daripada yang lain. Jadilah PEMBERANI! Dengan cara itu kamu akan menciptakan PERUBAHAN berarti di dunia. Sekali lagi, JADILAH PENCETAK PRESTASI dan JADILAH SANG PEMENANG! Dare to dream ‘n make your dreams come true!!!”

[Keisya Avicenna, 25 Maret 2011…karena orang yang PRODUKTIF bukanlah mereka yang menghabiskan waktu untuk konsen mengerjakan amanah tertentu. Akan tetapi, yang dimaksud PRODUKTIF adalah seberapa besar seseorang mampu menjadikan amanah yang ia emban untuk memberi kemanfaatan sebesar-besarnya terhadap peningkatan diri, terbantunya orang lain, kebangkitan umat dan damainya alam semesta…^^. Bismillah…LIFE with A GREAT MISSION: LILLAH, BILLAH, ILALLAH!!!].

JADILAH PENCETAK PRESTASI !!!

SD
1. Juara II Lomba Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) se-Kecamatan Wonogiri
2. Juara I Lomba Cerdas Cermat P4 Se-Kecamatan Wonogiri
3. Juara II Lomba Cerdas Cermat P4 Se-Kabupaten Wonogiri
4. Juara I Lomba Sinopsis Buku Fiksi dan Non Fiksi Se-Kecamatan Wonogiri
5. Juara I Lomba Sinopsis Buku Fiksi dan Non Fiksi Se-Kabupaten Wonogiri
6. Kontingen (mewakili Kabupaten Wonogiri) Lomba Sinopsis dan Menceritakan Kembali Buku Bacaan Fiksi dan Non Fiksi Tingkat Provinsi Jawa Tengah (GOR Jatidiri Semarang, 7-9 Agustus 1997)
7. Juara III Lomba Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Se-Kecamatan Wonogiri
8. Dokter Kecil
9. Juara I dari kelas IV-VI
10. Peringkat I NEM Tertinggi di SD Wonoboyo III
11. Peringkat II NEM Tertinggi se-Kabupaten Wonogiri
12. Penyelenggara TRY OUT EBTANAS SD

SMP
1. Juara Umum SMP/Nilai Rapor Tertinggi (kelas 2 naik kelas 3)
2. Juara I Lomba Matematika Antar Kelas dalam rangka HUT SMP 1 Wonogiri ke-50 (pertama kali salaman dengan Bupati Wonogiri…hehe…seneng banget, dapat trophy juga!!!)
3. Kontingen Olimpiade Matematika tingkat Provinsi
4. Juara III Olimpiade Matematika tingkat kabupaten, yang diselenggarakan oleh BPG Nurul Islam
5. Peraih Nilai 10 untuk mata pelajaran Matematika saat Ujian Akhir Sekolah

SMA
1. Kontingen Olimpiade Astronomi tingkat Kabupaten
2. Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah kategori IPA tingkat Kabupaten
3. Juara I Lomba Nasyid dalam Festival Lomba Nasyid Nisa’ SMA se-Kabupaten Wonogiri
4. Peraih Nilai 10 untuk mata pelajaran Bahasa Inggris saat Ujian Akhir Sekolah

KULIAH
1. Juara I Lomba Majalah Dinding (Mading) Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) 2006 BEM FKIP UNS
2. Juara II Lomba Puisi Ajang Kreativitas dan Seni (AKSI) 2006 HIMABIO FMIPA UNS
3. Juara II Lomba Desain Poster Program Kreativitas dan Seni Islami 2007 SKI FMIPA UNS
4. Juara II Lomba Puisi Islami Program Kreativitas dan Seni Islami 2007 SKI FMIPA UNS
5. Juara II Lomba Poster dalam kegiatan Kompetisi Antar Lembaga (KOLEGA) 2007 BEM FMIPA UNS
6. Juara II Lomba Keilmiahan (LOHAN) 2007 HIMABIO FMIPA UNS
7. Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Lolos DIPA Tahun 2008 dengan Judul “Uji Perkecambahan Gramatophyllum scriptum, Anggrek Raksasa Langka Endemik Papua dengan Perlakuan Macam Media”.
8. Juara III Lomba Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES) 2009 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta.
9. Juara I Lomba Menulis Artikel Pemilu 2009 BEM (MEDALI 2009) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta.
10. Juara III International Scientific Paper Competition in “Students Scientific Weekly Forum : Get More Inovation” SIM-BEM UNS, dengan judul “The Potency and Development of Food Diversification of Sorghum Plant (Sorghum bicolor L. (Moench.) as Altenative Food Resources in Indonesia”
11. Juara V SCIENCE FESTIVAL 2009 Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) BEM FMIPA UNS , dengan judul “Pengaruh Ekstrak Jahe (Zingiber officinalis), Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus), dan Ekstrak Buah Pepaya (Carica papaya) terhadap Pengempukan dan Kadar Protein Daging Sapi”
12. Juara VI SCIENCE FESTIVAL 2009 Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) BEM FMIPA UNS, dengan judul “Pelatihan Pembuatan Biogas Limbah Cair Industri Tahu dan Pengadaan PORBAHU (Kompor Berbahan Bakar Limbah Cair Tahu) sebagai Pendukung Berkembangnya Ekonomi di Desa Krajan, Mojosongo, Jebres, Surakarta”.
13. Juara I Call For Paper Festival Ekonomi Islam 2009 KEI (Kajian Ekonomi Islam) Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakata, dengan judul : “Urgensi Memahami dan Mengenal Sistem Ekonomi Islam”
14. Juara II Lomba Menulis Artikel Kemuslimahan 2009 Syiar Kegiatan Islam (SKI) FMIPA UNS, dengan judul : “Kiprah Muslimah di Era Globalisasi : Menjadi Muslimah Pencetak Sejarah”
15. Juara III Lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) VI UNS tahun 2010, kategori Penulisan Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an (KTIA), dengan judul : “Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kontemporer sebagai Upaya Rekonstruksi Peradaban Islam”
16. Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Lolos DIPA Tahun 2010 dengan Judul “Mikroanatomi Hepar Mencit (Mus musculus L.) Galur BALB/ C Setelah Terpapar Dosis Akut Ekstrak Etanol Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa (l.) Lamk.)


KARYA DI BIDANG TULIS-MENULIS
A. PKM (Program Kreativitas Mahasiswa)
1. “Uji Perkecambahan Gramatophyllum scriptum, Anggrek Raksasa Langka Endemik Papua dengan Perlakuan Macam Media” (PKM-Penelitian).
2. “Pengaruh Ekstrak Jahe (Zingiber officinalis), Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus), dan Ekstrak Buah Pepaya (Carica papaya) terhadap Pengempukan dan Kadar Protein Daging Sapi” (PKM-Penelitian).
3. “Pelatihan Pembuatan Biogas Limbah Cair Industri Tahu dan Pengadaan PORBAHU (Kompor Berbahan Bakar Limbah Cair Tahu) sebagai Pendukung Berkembangnya Ekonomi di Desa Krajan, Mojosongo, Jebres, Surakarta” (PKM-Pengabdian Masyarakat).
4. “KLIVER, Bimbingan Belajar Trilingual yang Murah dan Berkualitas untuk Segala Kalangan " (PKM-Kewirausahaan)
5. “Achievement Teenagers Power (ATP), Program Peningkatan Softskill Remaja Banaran Rt 02/X Wonoboyo sebagai Sarana Mengubah Potensi Menjadi Prestasi” (PKM-Pengabdian Masyarakat).
6. ”Analisis Tahan Hidup Penderita Demam Berdarah Dengue Menggunakan Metode Kaplan-Meier” (PKM-Penelitian).





B. Artikel
1. Refleksi Peran Guru dalam Dinamika Pendidikan di Indonesia
2. Urgensi Memahami dan Mengenal Sistem Ekonomi Islam
3. Kiprah Muslimah di Era Globalisasi : Menjadi Muslimah Pencetak Sejarah
4. Reformasi Birokrasi, Pilar Demokrasi Indonesia untuk Masa Depan Lebih Baik
5. Gerakan Mahasiswa Sukseskan Pesta Demokrasi 2009 untuk Menuju Indonesia Lebih Baik

C. Karya Tulis Ilmiah
1. “The Potency and Development of Food Diversification of Sorghum Plant (Sorghum bicolor L. (Moench.) as Altenative Food Resources in Indonesia” [Potensi dan Pengembangan Diversifikasi Pangan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Sebagai Sumber Bahan Pangan Alternatif di Indonesia].
2. Potensi dan Pengembangan Diversifikasi Pangan Umbi Ganyong (Canna edulis Ker.) menjadi Produk Olahan yang Berdaya Saing guna Mewujudkan Ketahanan Pangan di Jawa Tengah
3. Potensi dan Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Berbasis Sektor Riil sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan Di Indonesia guna Mewujudkan Kemandirian Bangsa
4. Penggunaan Radio Komunitas Berbasis Internet untuk Mendukung Pembangunan Masyarakat Pedesaan di Jawa Tengah
5. Potensi Pengembangan Tanaman Obat Tradisional untuk Mendukung Tercapainya Indonesia Sehat 2010.
Dll….^^v

Waiting


Waiting is an exam..
Please always keep me in my hope..
Because beleive not only said
It's determination to face ordeal

Please make me more patient waiting for my soulmate
I will receive with sincerely and all my soul
In my hope to pick up Your blessing
When Your permission come to answer my hope

God, please make me strong in my waiting
Please give me Your bright light
God, my pray and my effort
Only dependent on You


Setelah Sekian Lama....


Alhamdulillah, setelah sekian lama (hampir sebulan ini) tidak puasa Senin-Kamis, akhirnya hari ini mulai puasa lagi. Astaghfirullah, sudah lama ya? Kenapa bisa begitu? Hmm, sebenarnya saya mencoba untuk rutin menjalankan puasa sunnah. Akan tetapi, bulan Februari kemarin sering terkendala masalah kesehatan. Sempat sakit flu berat dan panas-dingin hampir 2 minggu. Atau saat diniatkan puasa, malah kena 'lampu merah'. Jadi batal deh. Tapi alhamdulillah, hari ini bisa mulai kembali.

Istirahat siang ini saya manfaatkan dengan menulis tentang Puasa Senin-Kamis yang saya ambil dari berbagai sumber. Saya tulis sebagai pengingat buat diri saya sendiri dan semoga bermanfaat untuk semua pembaca. Semoga menjadikan penyemangat bagi kita semua untuk bisa mengamalkan salah satu Sunnah Rasulullah SAW ini.


Dahsyatnya Puasa Senin Kamis.

Siapa sih yang tidak ingin awet muda, bebas penyakit, sekaligus selamat dunia akhirat ? Kalau kita ingin mendapatkan semua itu, cobalah berpuasa Senin-Kamis secara teratur.

Kebanyakan dari kita tentunya pernah mendengar puasa Senin Kamis sebagai puasa sunnah di dalam Islam. Namun, berapa yang benar-benar berusaha merutinkan puasa tersebut?

Kalau hari itu kebetulan ada acara pengajian dan makan-makan, bukannya lebih enak makan-makan ketimbang puasa sunnah? Kalau pagi itu kebetulan tidak sempat sahur, bukannya lebih nyaman absen puasa dulu? Bagaimanapun, puasa Senin Kamis itu hanyalah 'sunnah' bukan ?

Tak banyak dari kita yang tahu benar hikmah puasa Senin Kamis dari segi spiritual, kesehatan dan keutamaannya di hadapan Allah. Oleh karena itu, ada baiknya kita mengupas hikmah puasa Senin Kamis supaya kita lebih semangat menjalaninya.

Alasan utama mengapa puasa Senin Kamis disunahkan dalam Islam ialah karena Rasulullah sering berpuasa di kedua hari tersebut.

Tapi, apa keutamaan Senin dan Kamis ?

Sehubungan dengan hal ini ada 2 hadis dari Rasulullah yg berkenaan dengan pemilihan hari Senin dan Kamis.

Yang pertama, dalam Hadist Riwayat Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah mengatakan bahwa semua amal dibentangkan di hari Senin dan Kamis. Karena itu, sebagai orang beriman, sungguhlah baik bila pada saat malaikat melaporkan amalan kita itu kita tengah berpuasa.

Yang kedua, hari Senin Kamis adalah hari istimewa karena pada hari itulah Rasulullah dilahirkan, menjadi rasul dan mendapat wahyu (HR Muslim).

Jadi terlihat disini bahwa hari Senin dan Kamis adalah hari istimewa dari sisi religius.

Dari sisi logika, bisa dilihat bahwa hari Senin dan Kamis membagi satu 'minggu' menjadi dua bagian yang hampir sama rata. Jadi kentara sekali bahwa puasa Senin Kamis mempunyai fungsi maintenance atau pemeliharaan. Analoginya mungkin sama dengan pembagian waktu minum obat kala kita sakit. Tentu kita ingat, kala kita sakit, kita sering disuruh minum obat 2x sehari, yaitu 1x di pagi hari dan 1x di malam hari. Kalau dilihat, waktu2 dimana kita disuruh minum obat 2x tersebut membagi kurang lebih hari itu menjadi 3 bagian yang sama. Hal ini berlaku juga dengan Senin dan Kamis yang membagi satu minggu menjadi dua bagian.

Dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis, secara tidak langsung kita melakukan maintenance untuk diri kita secara rutin baik dari segi spiritual maupun jasmani.

Lalu, apakah keutamaan puasa yang berkelanjutan seperti puasa Senin Kamis ini ?

Keutamaan yang pertama ialah karena puasa Senin Kamis melatih kita secara teratur untuk menghindarkan diri dari pekerjaan dosa. Kalau ada latihan efektif untuk 'anger management' atau latihan kesabaran, maka itulah puasa. Karena itu, cocoklah jika dikatakan bahwa puasa adalah zakat jiwa, dimana pada saat puasa, kita membuang perangai buruk. Sehingga sesudah puasa, emosi dan spiritual kita menjadi lebih bersih.

''Segala sesuatu itu ada zakatnya,sedang zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separo kesabaran''.(HR. Ibnu Majah).

Dengan menghilangnya perangai buruk kita, minimal seminggu dua kali, maka bisa juga dikatakan bahwa ''Puasa adalah benteng yg membentengi seseorang dari api neraka yg membara''.{HR.Ahmad dan Baihaqi}.

Keutamaan yang kedua ialah karena puasa Senin Kamis bisa meningkatkan amalan kita. Biasanya, seseorang yang kekenyangan dan keenakan cenderung malas beribadah. Puasa menjadikan kita lebih produktif dalam beribadah karena selain kita tidak lagi dalam posisi keenakan, orang yang berpuasa juga cenderung ingin beribadah ekstra. Disamping itu, puasa bisa melembutkan hati. Ini karena dengan puasa, kita cenderung lebih berempati dengan orang-orang yang lebih tidak beruntung dibanding kita. Karena itu, puasa bisa menjadikan kita lebih dekat dengan Allah dan lebih bertakwa.

Tidaklah salah kalau dalam Quran disebutkan bahwa puasa diperintahkan pada kita dan orang2 sebelum kita supaya kita menjadi orang yang bertakwa (Al Baqarah 183).


Selain dari keuntungan dari segi emosional spiritual seperti yang dijelaskan diatas, puasa juga memiliki keutamaan dari segi kesehatan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini sudah ada banyak riset yang menyimpulkan bahwa puasa yang teratur itu baik untuk kesehatan.

Manfaat kesehatan dari puasa yang paling populer adalah puasa bisa dibilang sebagai cara ampuh untuk membatasi kalori yang masuk ke tubuh kita. Dalam Islam dan bidang kedokteran, dianjurkan untuk tidak makan berlebihan, karena makanan yang berlebih dan tidak sehat bisa menimbulkan penyakit. Lihat saja masyarakat di negara makmur yang mana makanan berlimpah. Selain tingkat obesitas tinggi, masyarakat negara-negara tersebut banyak yang mengidap diabetes dan jantung yang notabene sering dijuluki sebagai penyakit orang kaya. Dengan puasa Senin Kamis, paling tidak, dalam dua kali seminggu, kita membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita.

Manfaat lain dari puasa ditinjau dari segi kesehatan yang juga banyak dipopulerkan adalah fungsi pembersihan dan penyembuhan. Dengan istirahatnya sistem
pencernaan kita selama puasa, maka memungkinkan sistem2 lain di tubuh kita untuk bekerja dengan lebih baik, misalnya sistem imunitas. Inilah sebabnya mengapa orang yang sakit atau binatang yang terluka suka menolak makan. Andaikata kita tidak sedang sakit pun, polisi imunitas bekerja keras saat kita puasa. Jika polisi-polisi ini mendeteksi hal-hal yang kira-kira nanti bisa membuat kita sakit atau hal-hal abnormal, seperti tumbuhnya kista atau tumor, maka pada hari kita puasa, mereka bisa memberantasnya.

Sistem detoksifikasi tubuh juga bekerja lebih lancar jika kita tidak menerima asupan lagi. Disini, mungkin kita bisa membayangkan sistem pembersihan tubuh kita seperti pegawai yang kewalahan mengerjakan tugasnya kalau tugas datang bertubi2. Akibatnya, fungsi pembersihan tubuh tidak terkerjakan dengan maksimal dan sangat mungkin luput mengeliminasi beberapa zat-zat yang kurang baik untuk tubuh kita. Dengan berhentinya asupan, maka tugas dari sistem pembersihan tubuh kita menjadi lebih manageable sehingga kinerjanya menjadi lebih maksimal.

Sistem peremajaan juga bekerja dengan maksimal saat kita puasa karena Allah mendesain tubuh kita untuk mengeluarkan hormon yang erat kaitannya dengan anti-aging kala kita puasa. Karena itu tidaklah mengherankan jika pada suatu eksperimen ditemukan bahwa cacing yang berpuasa bisa hidup 19 generasi lebih lama dibanding cacing yang tidak berpuasa. Kalau ada obat anti aging yang ampuh, itulah puasa. Bisa jadi puasa Senin Kamis secara teratur nantinya menjadikan kita awet muda dan bebas penyakit di hari tua.

Lalu bagaimana dengan orang yang sering mengeluhkan tidak bisa bekerja karena kelaparan dan lemas pada saat puasa seperti yg terlihat jelas di Indonesia dimana kinerja orang menjadi turun saat puasa? Jika hal ini terjadi, bisa jadi kelaparan itu terjadi karena kita tidak bekerja dengan baik atau kurang konsentrasi. Yang jelas, puasa tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap otak dan daya pikir kita. Malahan, sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa puasa malah meningkatkan daya pikir kita.

Masih banyak lagi manfaat kesehatan dari puasa,misalnya puasa bisa menghindari atau mengurangi diabetes dan penyakit vascular seperti jantung. Yang jelas, kala Sang Pencipta kita mewajibkan kita puasa minimum setahun sekali selama Ramadhan , Dia tahu bahwa puasa itu baik bagi kita. Bayangkan dahsyatnya puasa kala kita bisa merutinkannya seminggu dua kali seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Walaupun begitu, perlu diingat dan digarisbawahi bahwa semua amal tergantung niat. Jika niat puasa kita hanyalah dari segi kesehatan, maka itulah yang kita dapat. Namun kala niat puasa kita adalah dalam rangka meningkatkan kualitas spiritualitas kita dan mendekatkan diri pada Allah maka tidak hanya kita mendapat fisik yang prima, namun juga ridho Allah dan keselamatan dunia akhirat. Sebagai muslim, ridha Allah terletak di atas segala-galanya. Allah sangat menyukai orang yang berpuasa karena Allah, sehingga Allah menjanjikan gerbang khusus di surga bagi yang gemar berpuasa, yaitu Ar-Rayyan (H.R Muslim).

Maka dari itu, marilah kita galakkan dan rutinkan puasa-puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis dalam rangka meraih ridha Allah dan salah satu cara untuk meraih jannahNya. Insya Allah dengan puasa yang rutin, kita tidak hanya mendapat balasan di akhirat nanti, tetapi kita juga mendapat keuntungan di dunia berupa kesehatan yang prima dan daya pikir yang jernih.

Disarikan dari berbagai sumber

Aisya Avicenna

Warna 3 Ranah [Part 2]


Mas Anto dan Mbak Siwi

SOLO : Sabtu, 19 Maret 2011

Alhamdulillah, pukul 09.00 kaki ini akhirnya menginjak di bumi Solo. Sebelum panjang lebar ceritanya, baiknya mengingat kembali kisah perjalanan Aisya sehari sebelumnya. Jumat 18 Maret 2011 sepulang dari kantor, Aisya langsung ke BPS Pusat dengan naik taksi untuk menemui Izzah dan Wulan. Aisya sempat menunggu beberapa saat di depan gedung BPS karena Izzah dan Wulan belum keluar ruangan. Beberapa saat kemudian mereka datang, kemudian naik taksi bertiga menuju terminal Rawamangun.

Sampai di terminal Rawamangun, ternyata busnya masih terjebak macet di jalan tol. Akhirnya mereka menunggu sebentar. Jam 18.00, bus eksekutif berlabel “Rosalia Indah” pun membawa mereka meninggalkan Jakarta. Izzah duduk di kursi depan Aisya dan Wulan. Perjalanan yang cukup menyenangkan karena mereka bertiga akan mudik dan sebentar lagi bertemu dengan orang tua masing-masing. Sehabis Isya, mereka sampai di Cikampek. Bus berhenti. Semua penumpang makan malam dan mengerjakan sholat. Mereka bertiga menjadi penumpang terakhir yang masuk ke bus saat semuanya sudah selesai sholat dan makan. Hehe... Untungnya nggak pada marah-marah.

Purnama mengawal perjalanan malam itu. Subhanallah, indahnya... Sepanjang perjalanan, Aisya ditemani murottal dan nasyid-nasyid favoritnya. Pukul 03.00 dini hari bus berhenti lagi di daerah Subang. Aisya turun dari bus untuk ke kamar mandi. Wah, melihat langsung bulan yang begitu indah malam itu. Perjalanan pun berlanjut. Sholat Subuh mereka tegakkan di bus.

Sesampai di daerah Salatiga, bus tiba-tiba mogok. Cukup lama. Alhamdulillah, bisa jalan kembali. Tapi kemudian mogok lagi di Boyolali. Pupus sudah harapan mereka untuk sampai di rumah lebih pagi. Akhirnya mereka sampai Solo jam 09.00. Wulan turun di Palur. Izzah lanjut naik bus jurusan Wuryantoro, sedangkan Aisya naik bus jurusan Purwantoro.


Saat bus mulai bergerak dari terminal Tirtonadi menuju Wonogiri, Aisya mendapat SMS dari Keisya bahwa mendadak badannya lemas, tapi ia akan tetap ke stasiun untuk membelikan Aisya tiket kereta. Nah, selang beberapa saat, Keisya SMS lagi yang mengabarkan bahwa ia sudah di stasiun, tapi sayang uangnya kurang karena harga tiketnya Rp 150.000,- (untuk bisnis). Keisya mau mengambil uang di ATM tapi ternyata malah error. Akhirnya Keisya kembali lagi ke kos karena badannya lemas. Hmm, Aisya langsung mencari bala bantuan. Awalnya SMS sahabatnya, eh.. ternyata dia masih di Semarang. Mau SMS sahabatnya yang bernama Ria, kayaknya sedang tidak ada di rumah (baru ingat kalau dia mau pergi ke luar kota). Akhirnya Aisya SMS salah seorang anggota FLP Pelangi Solo Raya (hmm, tak usah disebutkan namanya ya..).

Alhamdulillah, pertolongan Allah sangatlah dekat... Ternyata sahabatnya itu sedang berada di sekitar stasiun Balapan. Subhanallah! Aisya segera meminta tolong untuk dibelikan tiket jurusan Jakarta. Hmm, ternyata tiket kereta bisnis Senja Utama sudah habis, tinggal kereta eksekuitf "Argo Dwipangga" dengan harga dua kali lipatnya. Awalnya dia mengusulkan ke Aisya untuk naik bus saja. Ahh... Aisya harus segera mengambil keputusan cepat! Dan akhirnya Aisya memutuskan untuk tetap naik kereta.

WONOGIRI : Sabtu, 19 Maret 2011

Perjalanan Solo-Wonogiri memakan waktu selama 1 jam. Saat sampai di Wonogiri tepatnya di Agraria, Aisya bertemu kembali dengan seorang pedagang asongan yang masing ‘istiqomah’ berjualan sampai sekarang. Pedagang yang cukup ramah itu dikenal Aisya sejak kuliah. Berarti sudah hampir 5 tahun. Dan beliau selalu berganti barang dagangan. Dulu pernah berjualan koran, terus kacang-kacangan, bakpao. Dan hari itu beliau berjualan buah dan bakpao.

Aisya dijemput ayahnya (Yang biasa dipanggil Babe). Subhanallah, sepanjang perjalanan dari jemputan sampai ke rumah ada pelajaran istimewa yang secara tidak langsung diajarkan oleh Babe pada Aisya. Babe menyapa setiap orang yang ditemuinya. Dari yang sudah renta sampai anak SD. "Hayo, buruan pulang. Jangan main saja!" itu salah satu yang terlontar dari Babe saat motor Vega merah kami melintas di depan seorang anak SD yang sedang 'nongkrong' di depan sekolahnya (yang juga mantan SD Aisya). Babenya Aisya memang dikenal supel dan ramah pada setiap orang. Beliau cukup terkenal di masyarakat. Hehe...

Sampai di rumah, Aisya langsung disambut Ibuk dan Kang Dodoy. Keisya belum pulang dari Solo. Aisya istirahat sejenak di ruang televisi. Sesaat kemudian dipanggil Babe dan Ibuk yang ternyata beliau berdua sedang melakukan aksi pembunuhan. Hmm, maksudnya menyembelih 2 ekor itik yang badannya cukup besar. Mantap deh! Makan istimewa nih! Setelah itu, 2 ekor itik yang sudah sukses menjadi almarhum, dibakar kemudian digoreng dengan bumbu. Maknyuzz... Enaaaak banget deh!

Babenya Aisya memang memanfaatkan masa pensiunnya dengan beternak unggas. Saat ini unggasnya sudah beranak pinak (eh, maksudnya bertelur kemudian menetas) dan sudah mencapai ratusan ekor. Mulai dari ayam kate, ayam blasteran, ayam kampung, itik, angsa, dan bebek. Salut deh, Babe masih produktif berkarya meskipun sudah pensiun.

Setelah tidur siang, Aisya mulai melancarkan aksinya yakni mencari berkas yang dibutuhkan untuk kelengkapan syarat mendapatkan beasiswa S2. Mohon doanya ya kawan-kawan, moga tahun ini bisa S2 dan S3 (hehe... S3? baca : S-three). Saat membongkar berkas-berkasnya, Aisya malah menemukan berkas semasa dia masih menjadi Menteri Departemen Informasi dan Komunikasi (INFOKOM) Kabinet MIPA Bersatu BEM FMIPA UNS. Ia menemukan tulisan-tulisan yang dulu dimuat di mading BEM, lengkap tiap edisi! Aisya juga menemukan potongan koran Joglosemar yang dulu pernah memuat reportase Aisya. Hmm, ada namanya di koran itu. Ahh, nostalgia masa lalu... SERU!!!


Sore harinya, Keisya pulang dari Solo. Malam harinya, Aisya, Keisya, Babe, dan Ibuk silaturahim ke tempat Budhenya. Kang Dodoy tidak ikut karena temannya akan berkunjung ke rumah. Sampai di rumah Budhe, mereka berbagi cerita sambil minum teh hangat dan makan gorengan plus nonton sinetron KCB. Hehe... Setelah cukup puas ngobrolnya, mereka undur diri dan kembali ke rumah.

WONOGIRI : Ahad, 20 Maret 2011

Ahad pagi di kota kelahiran tercinta. Pesona pagi yang memesona setiap jiwa. Tak ada kebisingan dan tak ada polusi yang menyesak seperti di ibukota. Pagi ini Aisya bersama Keisya dan Bundanya tercinta jalan-jalan di sekitar rumah. Maksud awalnya mau menemani Babe yang akan membeli bambu untuk kandang unggas, tapi malahan Babe mampir dulu. Hmm...

Setelah jalan-jalan Aisya dan Keisya sarapan pagi kemudian bersiap-siap untuk ekspedisi hari ini ke Karanganyar. Aisya dan Keisya mengenakan baju yang sama yakni gamis batik warna krem dan jilbab coklat tua. Aisya langsung packing untuk kembali ke Jakarta karena akan naik kereta jam 20.00. Pagi ini Aisya dan Keisya akan ke Karanganyar untuk menghadiri pernikahan dua kakaknya yang luar biasa yaitu Mas Anto Suryo Pribadi dan Mbak Siwiyanti. Pukul 07.30 mobil yang akan dipakai sudah siap. Pagi itu, Babe memang sengaja ikut untuk menemani sang sopir yang masih saudara jauh dengan Aisya dan Keisya. Aisya berpamitan pada Ibuk dan Kang Dodoy. Bismillah... berangkat!!!


SOLO : Ahad, 20 Maret 2011
Aisya dan Keisya harus menjemput dua Saudarinya (Rini dan Aptika) yang janjian di gerbang depan UNS (boulevard), makanya transit dulu di Solo. Selama perjalanan ke Solo, Aisya mendengarkan nasyid-nasyid favoritnya serta murottal. Sebenarnya mau menuliskan kata-kata ucapan di 'amplop special' untuk Mas Anto dan Mbak Siwi tapi jalanannya tidak rata. Amplop itu memang sudah bertuliskan "Etika Aisya Avicenna dan calon suami". Hihi, dasar!!!

Hmm, Mbak Siwi adalah salah satu personel STREAM (Seni dan Teater Akhwat Mipa). STREAM bisa dikatakan kepanjangan tangan dari Departemen Kemuslimahan, SKI FMIPA UNS yang fokusnya pada bidang seni, baik teater, nasyid, maupun tulisan. Aisya pernah menjabat sebagai koordinatornya yang kemudian digantikan Keisya saat ia hampir lulus. Bersama STREAM, Aisya pernah bernasyid dari satu event ke event lainnya. Kalau untuk teater, Aisya lebih seringnya di belakang panggung. Baik sebagai penulis skenario, sutradara, atau pengatur backsound. Masih teringat penampilan spektakuler Aisya bersama Mbak Siwi di GOR UNS dalam acara Seminar Nasional Muslimah dalam rangka HARI KARTINI yang dihadiri ratusan muslimah UNS dan Mbak Astri Ivo. Waktu itu personel STREAM yang bisa tampil ada 5 orang yakni Aisya, Kartika, Mbak Siwi, Fadil, dan Rini. Pada saat itu kami mengenakan kostum Pink dan melantunkan nasyid "Bunda" dan "Ainul Mardiyah". Seruuuu...!!!

Dalam perjalanan ini, Aisya sempat mendengarkan lagunya Ar-Royan "Ayo Menikah" dan membayangkan STREAM tampil menyanyikan nasyid ini...

Aisya :
Tlah diciptakan dua insan yang hidup di dunia
Takdir Allah yang menyatukan jodoh manusia

Keisya:

Ingatkan hati hidup ini hanya sementara
Janganlah kita memikirkan materi semata
 

Mbak Siwi :
Berbahagialah manusia yang tlah menemukan fitrahnya untuk membentuk keluarga yang sakinah
Menikahlah engkau segera bila saatnya telah tiba jangan carikan alasan untuk menunda...

Fadhil :
Menikah mengurangi dosa dan maksiat
Menikah menyatukan bahagia dan nikmat

Rini :
Rezeki manusia Allah mengaturnya
Jangan takut bila kau niat untuk menikah

Sukma :
jangan takut bila miskin harta bila hanya belum bekerja atau tak punya rumah nan megah kau jadikan alasan takut menikah

Kartika :
Jalan hidup tergantung niatmu bila kau yakin kau akan mampu ingatlah Allah slalu menyertaimu


Hihi, imajinasinya sangat inspiratif ya! :)
Ehem, saat perjalanan itulah Mas Aan (sang sopir) bertanya, "Lha kapan si kembar akan menyusul (baca : menikah)?"
Dengan mantap Aisya menjawab, "Ya tergantung persetujuan yang duduk di depan itu, Mas (baca : Babe maksudnya!"

Babe pun menimpali kalau beliau mah setuju-setuju saja karena Aisya dan Keisya sudah dewasa dalam menentukan pilihan. Bahkan Babe bilang kalau pun mendahului Kang Dodoy (baca : menikah duluan) juga tidak menjadi masalah.

ALHAMDULILLAH.... (batin Aisya bersorak riang!)



Sekitar pukul 08.30 akhirnya sampai jua di boulevard UNS. Ehm, iya ya baru ingat kalau Ahad itu bulevard penuh dengan penjual camilan. Kuliner dulu, karena Rini dan Aptika belum datang. Aisya beli roti bakar dan minuman untuk Babe dan Mas Aan (sang sopir). Rini datang. Beberapa saat kemudian disusul Aptika. Sempat menunggu Mbak Sri sebentar yang akan menitipkan kado. Akhirnya perjalanan pun berlanjut.

KARANGANYAR : Ahad, 20 Maret 2011
Sampai di Mitra Karanganyar, berhenti sebentar karena Oci siap dijemput di sana. Awalnya mau bersama Ditya, tapi ternyata Ditya tidak jadi datang. Perjalanan lanjut lagi. Seru banget. Apalagi sepanjang perjalanan, Babe selalu melontarkan guyonan-guyonan segarnya yang membuat mereka tertawa.


Menjelang pukul 10.00, sampai jualah mereka di rumah pengantin putri. Babe turut mengawal Aisya dan Keisya. Mereka bertemu beberapa rekan dari UNS. Babe ternyata duduk di dekat Mas Anto (pengantin putra) dan ngobrol. Akad nikah belum berlangsung. Alhamdulillah, Aisya bersyukur banget karena bisa menjadi saksi terpautnya dua insan istimewa ini dalam ikatan yang suci.

Mas Anto begitu lancar melafazkan akad nikah.. Barakallahu laka wabaraka 'alaika wa jama'a bainakumma fii khoir.. Aisya begitu khusyuk berdoa setelah akad itu selesai. Ada selip harap semoga "sejarah kebahagiaan" ini menjadi semacam "penyakit menular" tapi menyembuhkan (bingung, kan?). Intinya, Aisya berharap semoga dirinya juga bisa segera menyusul jejak kedua kakaknya. Semoga malaikat turut mengamini.. doa yang mengucur segera melesat terbang ke 'Arsy dan segera diijabah-Nya... aamiin...

Salah satu nasyid yang terlantun dalam walumatul'urs ini adalah "Sahabat Perjuangan"-nya TAZAKKA. Nasyid ini adalah salah satu nasyid andalan STREAM. Ahh, so sweet banget!!! Nasyid yang biasa terlantun itu kini terdengar manis saat walimatul' urs salah satu personelnya.

Sahabat Perjuangan

Pertemuan kita kali ini
Bukan sekedar kawan lama tak jumpa
Tapi kita bertemu ada satu makna
Kita punya satu perjuangan


~bait di atas biasa Aisya bawakan~

Andai ada kasih antara kita
Kita kembalikan kepada Yang Esa
Agar ia suci, tulus, dan ikhlas
Semoga Allah memberkati...

~kalau bait ini jatahnya Keisya~

Sambutlah tangan sahabat saudaramu
Bimbinglah ia melangkah bersama
Satukan hati kita teguhkan ia
Berdiri bersama untuk kebenaran

~Kalau yang ini semua nyanyi~

Perjuangan itu artinya berkorban
Berkorban itu artinya terkorban
Janganlah gentar untuk berjuang
Demi agama dan bangsa
Inilah jalan kita

~Yang bawain kadang Rini/Kartika/personel lain~

Dalam walimatul 'urs ini ada sesi tausyah yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar. Beliau adalah salah satu kader sebuah partai. Hmm, bagus dan lucu penyampaiannya. Beberapa point yang berhasil direkam Aisya salah satunya tentang 3 kriteria memilih pasangan hidup, yakni:
1. TRESNO SUCITRO : cinta karena kedudukannya
2. TRESNO BONDO : cinta karena harta dan nasabnya
3. TRESNO UTOMO : cinta karena agama
TRESNO UTOMO-lah yang harus menjadi kriteria utama.


Rumus agar pernikahan mencapai sakinah, mawadah, warahmah ala ustadz yang sudah punya 4 anak ini antara lain :
1. NGUMBAH RESIK, maksudnya suami wajib memberi nafkah pada istri. Gaji suami semuanya diberikan istri. Ada istilah "uang laki-laki", sebenarnya tidak masalah asal dikomunikasikan.
2. MASAK MATENG, maksudnya setiap keputusan dalam keluarga harus dibicarakan dengan baik dan dipikirkan masak-masak.
3. TUTUP BRUKUT, maksudnya suami-istri wajib saling menjaga dan bisa menutupi aib masing-masing. Istri harus bisa menjaga izzah dirinya dan suaminya, begitu juga sang suami harus bisa memuliakan istrinya.

Acara selesai menjelang pukul 12.00. Kemudian lanjut foto bersama. Aisya dan Keisya mendapat kesempatan berfoto bersama kedua mempelai. Keisya di sisi kanan mempelai pria, sedangkan Aisya di sisi kiri mempelai wanita. Aisya juga sempat memetik bunga krisan warna merah. Hihi, biar cepet nyusul (meski sebenarnya nggak ada korelasinya juga sih!).

Babe dan Mas Aan sudah menunggu di dekat mobil. Rombongan Aisya pun kembali ke mobil setelah sebelumnya sempat 'say goodbye' dengan beberapa teman UNS.

Perjalanan pulang yang tak kalah menyenangkan karena Babe masih terus melontarkan humor-humornya. Sampai di depan Mitra Karanganyar, Oci turun. Sedangkan Rini dan Aptika turun di dekat Jurug. Sekitar pukul 13.30, Aisya dan Keisya tiba di kos. Babe dan Mas Aan lanjut balik Wonogiri. Tak lupa Aisya mencium tangan Babe dan minta doa restu. Ahh, hari ini Aisya begitu bahagia karena bisa mengajak Babe ke walimatul 'usr Mas Anto dan Mbak Siwi. Babe jadi tahu secara langsung model pernikahan Islami yang Aisya dan Keisya inginkan. Hmm, sebuah tips : Salah satu cara mengkomunikasikan konsep pernikahan Islami kepada orang tua adalah dengan mengajak mereka menghadiri walimatul 'urs yang Islami. Alhamdulillah...


SOLO : Ahad, 20 Maret 2011
Sampai di kost PINK, Aisya istirahat (baca : tidur siang). Aisya sudah 2 tahun mendiami kost ini dan selama 2 tahun itulah ia didaulat menjadi kepala suku. Hehe, saking galaknya! (Nggak ding, sebenarnya cuma tegas dan disiplin ~kayaknya). Sorenya, Keisya ada agenda pekanan. Bosan di kost, Aisya memilih jalan-jalan ke belakang kampus UNS. Eh, bertemu dengan beberapa adik-adik UNS, tapi mereka terkecoh. Aisya dikira Keisya! Aisya sempat membeli lele bakar "BU DARMO" (salah satu makanan favorit Aisya semasa di kampus dulu).

Menjelang Maghrib Aisya bertemu dengan salah satu personel FLP UNS yang dititipi tiket kereta api Aisya (tiket yang dibelikan salah satu personel FLP Pelangi Solo). Kebetulan hari ini FLP Solo Raya sedang punya hajat, yakni pemilihan ketua. Dan alhamdulillah, terpilihlah mbak Asri Istiqomah sebagai ketuanya menggantikan Mas Aries Adenata.

Oh ya, tadi Aisya sempat ditodong adik kost yang juga anak Matematika FMIPA UNS angkatan 2010 untuk mengajari soal kalkulus materi INTEGRAL. Hmm, ternyata masih belum terlalu lupa. Aisya jadi pengin belajar Matematika lagi.. ^^v

Habis Maghrib, Kartika (vokalis STREAM sekaligus adik kelasnya di jurusan Matematika) datang ke kost Pink. Aisya tadi meminta dia mengantarkan ke stasiun Balapan. Selama perjalanan, Kartika menceritakan tentang anak-anak Matematika yang akan menjalani ujian proposal skripsi. Sukses selalu ya adik-adikku!!!

Sampai di Stasiun Balapan, Tika (panggilannya Kartika), segera memarkir motornya. Mereka berdua lanjut masuk ke stasiun. Ternyata inilah pertama kalinya Tika masuk stasiun Balapan meski sudah hampir 4 tahun di Solo. Hehe... Saat di dalam stasiun, kok ya pas banget ada grup musik yang menyanyikan lagunya Didi Kempot.

Neng Stasiun Balapan...
Kutho Solo sing dadi kenangan..
Kowe karo aku...
Nalika ngeterke lungamu..

Hihi, Aisya dan Tika kompak tertawa. Sambil menunggu kereta, Tika sempat curhat. Hmm, sabar ya Tik. Allah Maha Tahu yang terbaik untuk setiap hamba-Nya. Aisya juga sempat memberikan kenang-kenangan berupa buku terbarunya yang berjudul "OMG! TERNYATA AKU TERLAHIR SUKSES!".

Menjelang pukul 20.00, kereta ARGO DWIPANGGA pun tiba. Aisya dan Tika berpelukan (ala Teletubbies ^^v). Setelah itu, mereka berpisah. Aisya segera mencari gerbong 8, kursi 3 B. Alhamdulillah, Aisya duduk di sebelah seorang Bapak berusia 64 tahun yang super bijak. Dari pukul 20.00 sampai 22.30, Aisya diajak diskusi yang super keren. Semua berawal dari pertanyaan sang Bapak kepada Aisya, "Sudah berkeluarga atau belum?". Akhirnya mengalirlah diskusi yang super panjang. Bapak itu memberondong Aisya dengan beragam pertanyaan : Target nikah kapan? Bagaimana kriterianya? Apa persiapan yang sudah dilakukan? Bla.. bla.. bla... Sungguh, malam itu Aisya seperti disidang! Hehe.. Tapi seru juga sih. Bapaknya juga banyak memberi petuah. Aisya jadi banyak tersadar dan bertekad tentang banyak hal terkait 'sunnah bersejarah' ini. SERU deh pokoknya!

***
Alhamdulillah, pukul 05.00 kereta sudah sampai di Stasiun Jatinegara. Aisya berpisah dengan Bapak yang baik itu. Ya Allah, terima kasih atas perjalanan yang penuh hikmah ini...

Saatnya bersiap untuk ekspedisi selanjutnya!!!
Aisya Avicenna

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog