Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

Waktu adalah Pedang


DZIKRULLAH!!!

Pribadi berdzikir, dzikir menjadi kepribadiaanya

ALLAH tujuannya, Rasulullah SAW teladan dalam hidupnya

Dunia inipun menjadi surga sebelum surga sebenarnya

Bumi menjadi masjid baginya

Rumah, kantor, hotel sekalipun menjadi mushola baginya

Tempat ia berpijak, meja kerja, kamar tidur, hamparan sajadah baginya

Kalau dia bicara, bicaranya dakwah

Kalau dia berdiam, diamnya dzikir

Nafasnya tasbih

Matanya penuh rahmat ALLAH penuh kasih sayang

Telinganya terjaga, pikirannya baik sangka, tidak sinis, tidak pesimis, tidak suka memvonis

Hatinya Subhanallah diam-diam berdo'a, do'anya diam dia

Tangannya bersedekah

Kakinya berjihad dia tidak mau melangkah sia-sia

Kekuatannya silaturohim

Kerinduannya tegakkan syariat ALLAH

Kalau memang hak tujuannya maka sabar dan kasih sayang strateginya

Asma' ammanina cita-citanya tertinggi teragung syahid di Jalan ALLAH

Dan sungguh menarik kesibukannya ia hanya asyik memperbaiki dirinya tidak tertarik mencari kekurangannya aib orang lain

Hadirilah majelis-majelis dzikir, menikmati hidangan ALLAH terlezat "DZIKRULLAH"

Ustadz Arifin Ilham

RedZone, 310909_23:23

GAGAL??? NO, THANKS!!!

Sebagian besar orang hanya memikirkan KESUKSESAN setiap kali mereka melakukan pekerjaan, tidak terpikirkan akan kegagalan. Sebenarnya, segala hal tidak ada yang mulus atau dapat dipecahkan dengan mudah, ini berarti bahwa jika ingin SUKSES dalam segala hal, maka harus menghadapi "kegagalan". Tapi sebenarnya saya sendiri tidak begitu suka dengan kata gagal... lebih suka dengan kata "keberhasilan yang tertunda". Orang yang tidak berani menghadapi "keberhasilan yang tertunda" , maka sulit untuk memperoleh HARAPAN UNTUK KEBERHASILAN!!!
Fakta membuktikan, bahwa KESUKSESAN sejumlah besar orang hebat di dunia dalam setiap perjalanan hidupnya, pasti diperolehnya dengan mengalami sekali, dua kali bahkan berkali-kali "keberhasilan yang tertunda" yang tak terhitung banyaknya. Pepatah mengatakan : “Kegagalan adalah INDUK KESUKSESAN”.


Masalahnya, bahwa orang-orang hanya tahu mengejar KESUKSESAN semata-mata, namun mengabaikan "keberhasilan yang tertunda", sehingga begitu menemui "keberhasilan yang tertunda", lantas menjadi kecewa dan patah semangat, putus asa, atau pesimis. Tidak bisa lagi membangkitkan semangat untuk bekerja lebih keras, akhirnya acap kali putus di tengah jalan, dan sangat disayangkan.
Benar. "keberhasilan yang tertunda" adalah batu sandungan KEBERHASILAN, namun ia juga merupakan tangga menuju ke jalan KESUKSESAN. Oleh karena itu, kita jangan takut mengalami "keberhasilan yang tertunda" , setelah mengalami "keberhasilan yang tertunda" malah harus lebih giat lagi berjuang, mencari sumber dari "keberhasilan yang tertunda" tersebut, berusaha mencoba, mencari kunci dari "keberhasilan yang tertunda", begitu terus berusaha, suatu hari kelak pasti ada harapan berhasil.
Tokoh terkenal dunia Napoleon mengatakan, “Kemuliaan dalam kehidupan bukan terletak pada ketidakgagalan abadi, namun dapat bangkit kembali setelah jatuh. Seorang pecatur yang hebat, jika bukan mengalami pengalaman yang gagal, bertekad menyelidiki sumber penyebab kegagalan, menghayati pelajaran dari kegagalan, kemudian diperbaiki, mana mungkin bisa menjadi pecatur yang digembleng berkali-kali. Oleh karena itu, jangan membiarkan kegagalan menaklukkan kita.” Kalimat ini sangat dalam artinya dan layak kita renungkan.
"Keberhasilan yang tertunda" yang dialami oleh sejumlah besar orang bukan berarti jarak jalan keberhasilan mereka masih sangat jauh, melainkan sudah hampir tercapai, hanya saja mereka tidak mempunyai kesabaran berusaha berjuang lagi. Sebenarnya, "keberhasilan yang tertunda" sedang menguji kesempatan kita, orang yang cobaan kenyataan hidup akan menjadi orang yang SUKSES! Orang yang tidak tahan akan cobaan kenyataan hidup, selamanya adalah orang yang gagal.
sumber : tausyah Suplemen Pasca Kampus dengan sedkit perubahan!
GAGAL??? NO, THANKS!!!


SUKSES????

YEAH, SUCCESS IS MY RIGHT!!!!!!!




SUKSES atau gagal adalah pilihan. Andalah yang sangat berhak untuk menentukannya…

DENGAN PENUH OPTIMIS SAYA KATAKAN….. TIDAK ADA KATA “GAGAL” DALAM KAMUS HIDUP SAYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Karena saya terlahir untuk jadi PEMENANG… untuk jadi pribadi yang SUKSES!!!!

SALAM SUKSES SUPER DAHSYAT FULL SEMANGAT!!!
RedZone, Jakarta, 311209_06:07
Aisya Avicenna

BELAJAR untuk BELAJAR!!!



Pagi yang cerah di akhir tahun 2009…
Pukul 08.00 WIB … alhamdulillah sampai kantor juga setelah mengalami kejadian yang LUAR BIASA!!!! Mungkin akan saya ceritakan di catatan yang lain saja… emmm, judulnya “…… DI PENGHUJUNG 2009” (masih RAHASIA!!!). Kantor masih sepi, baru sekitar 5 orang yang datang… jadi memanfaatkan waktu dulu… dan fasilitas juga… bukan menyalahgunakan lho! Belum ada yang dikerjakan juga kok! Hihi… :D
Kejadian pagi ini memang menjadi sarana PEMBELAJARAN bagi saya!!!
Emmm, memang hakikatnya hidup ini merupakan rangkaian proses belajar dan menempa diri agar menjadi lebih baik senantiasa. Sungguh, begitu banyak hal dapat disarikan dari perjalanan detik demi detik kehidupan kita. Hal-hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar, kita keluarkan melalui lisan, semuanya bisa menjadi sesuatu yang sarat makna dan dapat memperkaya khazanah pengalaman kita untuk selanjutnya dijadikan modal bagi proses perbaikan diri, jika kita mau tentunya.

LITTLE THINGS MEAN A LOT. Ya! Banyak hal kecil yang sesungguhnya memiliki makna yang begitu besar, jika saja kita mau sedikit lebih memperhatikan, sedikit melihat lebih ke dalam, dan sedikit saja berpikir. Ketika kita hanya memandang sesuatu dengan cara biasa, semuanya akan tampak biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa, seakan memang demikianlah seharusnya. Ketika peristiwa-peristiwa yang kita temui atau kita jalani hanya lewat begitu saja, maka ia hanya akan menjadi masa lalu hampa nilai yang tidak dapat memberikan pengaruh apa-apa. Padahal jika kita mau sedikit menggali lebih dalam, mungkin tidak sedikit bekas-bekas berharga yang tertinggal di sana. Sebagaimana halnya mutiara, sebelum ada yang mengeluarkannya dari cangkang sang kerang, tidak ada yang dapat merasakan pancaran keindahannya.
Menjadi pembelajar sejati, hal yang cukup sulit dilakukan. Seorang pembelajar sejati akan selalu mencoba mencari celah pembelajaran dari setiap kejadian yang dialaminya maupun kejadian yang dialami oleh orang lain. Sungguh menjadi orang seperti itu, yang senantiasa dapat memaknai hidup dari sudut positif, yang mampu melihat nilai-nilai yang belum tersingkap, serta mampu memunculkan keberhargaan walaupun begitu tersembunyi adanya. Siapa yang tahu di dalam cangkang kerang yang gelap tersimpan mutiara yang begitu indah jika tidak ada yang mencoba menyelam ke dasar lautan dan mendapatkannya. Ya, mutiara itu akan tetap ada, terlepas dari apakah ada yang berusaha membuka cangkang kerang tempatnya bersemayam atau tidak. Belajar, belajar, belajar, menunjukkan bahwa manusia benar-benar makhluk yang memiliki banyak kelemahan dalam dirinya. Belajar, merupakan bagian dari proses “MENYAYA” (hihi..kan biasanya MENG-AKU), menjadi saya, saya yang benar-benar saya, saya yang benar-benar dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain, semoga. Dan proses ini belum akan berhenti sampai ajal menjelang dan maut datang menjemput. Saat itulah baru dapat menunjukkan dan mengatakan, “Inilah saya, saya seutuhnya, saya yang sesungguhnya.”
AYO BELAJAR MENJADI PEMBELAJAR SEJATI!!!


Lantai 9 Gedung I Depdag, 311209_08:23
Aisya Avicenna

Kader Dakwah di Sekitar Rasulullah SAW


Dalam sejarah disebutkan, Rasulullah SAW menggelar pertemuan rutin di Darul Arqom untuk mengikat para kader dengan pemimpin mereka yakni Rasulullah SAW. Selain itu Rasulullah SAW ingin menumbuhkan rasa percaya diri pada kadernya, agar TEKAD melanjutkan perjalanan dakwah makin KUAT.
Dlam pertemuan itu, setiap sahabat menceritakan apa yang dialaminya dan Rasulullah SAW memberi tanggapan, pujian atas sikapnya, pengarahan yang sesuai atau meluruskan kesalahannya. Secara TEKNIS, Rasulullah SAW melakukan pola-pola PENDEKATAN yang INTENSIF kepada para sahabat dalam rangka MENCETAK KADER-KADER DAKWAH YANG HANDAL. Di antara pola pendekatan KADERISASI Rasulullah SAW itu adalah :
PERTAMA
Rasulullah SAW menumbuhkan suasana perkenalan antara para sahabat agar hubungan HATI antar mereka kian terikat serta tumbuh rasa cinta. Rasulullah SAW mengenal baik nama, keturunan, status sosial, dan karakter para sahabatnya. Rasulullah SAW juga kerap menanyakan keadaan para sahabat untuk lebih mengenal mereka. Itu sebabnya ketika ditanya tentang amal apa yang paling utama, Rasulullah SAW memberi jawaban yang sesuai dengan penanya. Rasulullah SAW mengatakan : “Demi Dzat yang diriku ada dalam kekuasaanNya, kalian tidak akan masuk surga sampai kalian berIMAN. Dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling MENCINTAI. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang bila kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.”
Di atas kecintaan itu selanjutnya tumbuh KEIKHLASAN BERKORBAN, membela kepentingan bersama. Mereka mengamalkan sabda Rasulullah, “tidaklah beriman kalian sampai kalian mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

KEDUA
Rasulullah SAW menerapkan pola tafaqqud wa ri’ayah, selalu mencari informasi tentang para sahabat dan memperhatikan mereka. Rasulullah selalu menanyakan keadaan para sahabat, terlebih bila terasa ada sesuatu yang tidak biasa dari sahabatnya itu. Beliau pernah bertanya pada Abu Hurairah yang tidak tampak dalam majelis. Di saat lain ia merasa kehilangan atas meninggalnya seorang wanita tukang sapu masjidnya.
Bukan hanya bertanya tentang keadaan, Rasulullah SAW juga biasa memberi bantuan apa saja yang beliau miliki untuk memenuhi kebutuhan para sahabat. Dalam sabdanya, Rasulullah SAW mengatakan, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak boleh mendzoliminya dan menyerahkannya pada musuh. Siapa saja yang memenuhi kebutuhan saudaranya yang muslim maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan siapa saja yang meringankan beban seorang muslim niscaya Allah akan meringankan bebannya pada hari kiamat. Siapa saja yang menutupi aib seorang muslim niscaya Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari & Muslim)
Sebagai manusia, para sahabat juga tidak terlepas dari kesalahan manusiawi. Bila itu terjadi, Rasulullah SAW meluruskannya dengan berbagai metode. Ada kalanya melalui sindiran, misal ketika ada sejumlah sahabat yang ingin melakukan ibadah secara berlebihan.
Kadang, Rasulullah SAW meluruskan para sahabat melalui celaan. Seperti dikisahkan Abu Dzar, “Aku telah memaki seseorang sambil menyebut nama ibunya, sampai membuatnya malu.” Kemudian Rasulullah SAW berkata padaku, “Wahai Abu Dzar, apakah engkau telah mempermalukan seseorang dengan menyebut nama ibunya? Sesungguhnya pada dirimu masih melekat sifat jahiliah.” (HR. Bukhari). Rasulullah SAW bersikap tegas lantaran Abu Dzar melakukan sikap yang sangat tercela. Sikap itu dapat memunculkan penyakit hatis eperti dengki, takabbur, merasa diri paling benar bahkan bisa melahirkan permusuhan.
Cara lain untuk meluruskan kesalahan para sahabat, Rasulullah SAW melakukan isolasi sementara seperti yang dilakukan kepada Ka’ab bin Malik yang tidak ikut perang Tabuk. Ia diisolasi selama 50 malam. Kisah Ka’ab mencerminkan bahwa orang yang bersalah akan merasakan kesalahannya secara langsung ketika kehilangan lingkungannya, sehingga perilakunya lurus kembali.
**
Begitulah para kader dakwah mendapatkan pendidikan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sebagai pendidik mendapatkan gambaran yang utuh tentang objek dakwah yang dihadapinya. Mereka adalah kumpulan berbagai karakter manusia yang harus mendapatkan sentuhan yang berbeda dan tepat. Proses tersebut tak mungkun dilakukan kecuali lewat pendidikan yang intensif, terus-menerus dan dilakukan dengan penuh kecermatan.
Merekalah kader-kader utama yang di kemudian hari sukses memikul beratnya beban dakwah. Mereka pula yang telah berhasil melakukan konfrontasi terbesar melawan musuh-musuh Islam.
Betapa besarnya kecintaan Rasulullah SAW kepada mereka. Terbukti ketika terjadi perselisihan antara Khalid bin Walid dan Abdurrahman bin ‘Auf, Rasulullah SAW mengatakan kepada Khalid, “Wahai Khalid, jangan engkau usik para sahabatku. Demi Allah, seandainya kamu memiliki emas sebesar gunung Uhud kemudian kamu infakkan di jalan Allah, hal itu belum bisa menyamai seorang dari mereka.”

Akankah ini TERULANG lagi dalam sejarah PERJUANGAN ISLAM masa KINI??? (tarbawi,-red)

Dalam sebuah perenungan
RedZone, Jakarta, 311209_05:47
Aisya Avicenna

MUHASABAH, PENGADILAN SUNYI DI AMBANG MIMPI

(Ada kolaborasi antara MUHASABAH,RESOLUSI, VISI, dan MIMPI)

Man kanayaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun…
“Barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada kemarin, maka dia beruntung”. Demikian pula, barangsiapa tahun kali ini lebih baik dari yang kemarin, maka dia juga akan beruntung. Karena hari hanyalah kumpulan dari detik dan menit, sedangkan tahun adalah akumulasi dari hari dan bulan. Tahun adalah tahapan yang penting untuk mengukur segala hal. Umur kita diidentifikasi dengan tahun, sejarah ditulis berdasarkan tahun, program-program esar disetting berdasarkan tahun. Karenanya, evaluasi dan perencanaan tahunan adalah sesuatu yan penting untuk kita perhatikan.
Hm….penggalan kalimat yang pernah saya baca dari sebuah majalah Islam. Luar biasa sekali, tiada terasa waktu begitu cepat berlalu (saya benar-benar tidak bisa berdamai dengannya), sang detik merangkak perlahan menjadi menit, sang jam berjalan…satu jam berlalu…jam berlari..satu haripun berganti, hari terus berkejaran satu bulan terlewatkan…tanpa terasa satu tahun pun segera beralih ke tahun yang baru…apalagi Tahun Baru Hijriyah dan Tahun Baru Masehi memiliki jeda yang tidak terlalu lama. Inilah saat yang tepat untuk ber MUHASABAH, sebuah pengadilan sunyi di ambang mimpi…(sebuah istilah INSPIRATIF yang saya dapatkan dari Majalah Annida)
Tahun 2009 akan segera berakhir. Tahun baru Masehi akan segera dimulai. Pada akhir tahun, biasanya kita akan mulai melakukan instropeksi diri. Isinya mulai dari apa saja yang telah diraih pada tahun tersebut hingga apa saja yang belum tercapai. Hasil instropeksi diri, biasanya akan kita tuliskan dalam bentuk resolusi. Isinya pun beragam, dari cita-cita atau mimpi yang ingin dicapai di tahun berikutnya, kesalahan apa saja yang tidak ingin diulang, dan masih banyak lagi.
Kali ini, Nungma akan membagikan beberapa tips singkat cara membuat resolusi tahun baru. Selamat mencoba!
1. Catat kira-kira hal apa yang belum Anda capai tahun ini. Tulislah lagi di resolusi tahun depan dan usahakan untuk menyelesaikan resolusi tersebut. Namun, patut diingat, jangan membuat resolusi ini sebagai pembatas Anda dalam berpikir. Anda juga sebaiknya jangan merasa tertekan dengan harapan atau cita-cita Anda sendiri. Jadikan resolusi ini sebagai pemacu Anda untuk bekerja lebih giat dan terus berr-SEMANGAT!!!
2. Buatlah resolusi tersebut secara jelas, detail kalau perlu. Contohnya, “Saya harus bisa melanjutkan kuliah S2 di IPB mengambil Jurusan…..(hehehe…Amin)”. “Studi Ilmiah Mahasiswa dapat menjadi UKM Keilmiahan di UNS dan mampu mencetak mahasiswa berprestasi serta produk luar biasa di tahun 2010” (Amin).

3. Jangan terlalu muluk-muluk. Contohnya, apabila Anda seorang bawahan di tingkatan paling bawah dalam struktur manajerial, jangan pernah bermimpi langsung menjadi Presiden Direktur. Wah…wah….pelan tapi pasti aja deh!!!Setidaknya buatlah resolusi naik satu tingkatan.

4. Jangan ragu-ragu untuk memberikan hadiah bagi diri Anda sendiri apabila berhasil mencapai mimpi atau cita-cita Anda. Tentu Anda akan lebih semangat apabila mendapatkan hadiah dari hasil kerja keras sendiri, bukan?

5. Tuliskan cara-cara untuk mencapai tujuan yang Anda tulis. Ikuti cara tersebut sampai resolusi Anda tercapai.

Hmm…intinya, TULISKAN APA YANG INGIN ANDA CAPAI/KERJAKAN!!! DAN KERJAKANLAH APA YANG TELAH ANDA TULIS!!!!

[Keisya Avicenna says,”Saya tak menunggu kalender disobek hanya untuk membuat resolusi di masa datang. Buat saya, setiap hari adalah saat membuat resolusi baru. Meskipun begitu, resolusi itu penting, sama seperti kerangka kerja yang akan dilakukan, jika telah memiliki kerangka, langkah akan siap dilaksanakan…”^^v]
***
Sekarang Nungma ingin bercerita tentang DAHSYATNYA menjadi seseorang yang VISIONER!!! Senantiasa mempunyai VISI, menatap masa depan penuh harapan dan optimisme!! Visi adalah sebuah jangkar yang menjaga fokus dan cadangan energi serta dimanfaatkan untuk mencapai suatu tujuan. Sebuah visi melampaui filosofi sebuah resolusi. Ketika resolusi diidentikkan dengan janji dan diperbarui tahunan, maka visi lebih bersifat strategis, mengandung unsur tahan uji dan tahan lama, sehingga biasanya diperbaharui minimal 5 tahunan…hmm, Be An AKHWAT VISIONER Nung!!! SALAM SUPER!!! (SUPERTWIN euy...).
***
Sebelum sampai pada penghujung tulisan ini (*karena ada tulisan lain yang MENUNTUT untuk segera dirampungkan…hehe…*), diri ini ingin mengajak Anda dan saudara-saudariku sekalian, untuk senantiasa ber MUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI). Mulai sekarang, biasakan mengadili diri sendiri…Dalam Al Qur’an surat 99 ayat 6 sampai 8, Allah swt menegaskan bahwa kelak akan diperlihatkan kepada kita segala amalan kita hingga yang sekecil-kecilnya, yang BAIK dan yang BURUK. Mungkin karena itulah, Umar bin Khattab wanti-wanti agar kita mengkritik, menilai, dan menimbang, diri dan amalan-amalan kita sebelum Allah menghisab kita di Hari Pembalasan!!!

MARI KENDARAI PELANA PERUBAHAN DAN MENJADI SANG JOKI PEMENANG!!!

[Malang, My Resolution City….24 - 27 Desember 2009. ADA CINTA, CITA DAN CERITA DI KOTA LUAR BIASA ISTIMEWA…. Unforgetable moment… Unforgetable experience…Pengin banget rasanya mengulang ‘masa’ itu…hmm…like thizzz…..]

Be VISIONER!!!


Orang yang VISIONER


akan selalu


menatap jauh ke depan.


Kejadian-kejadian (baik/buruk)


yang lalu


merupakan kepingan-kepingan


yang akan memberikan


keutuhan sebuah proses KESUKSESAN


ketika dikumpulkan



Kantor DEPDAG, 301209_17:10


Agar Ngampus Tak Sekadar Status



RESENSI BUKU
Judul : Agar Ngampus Tak Sekadar Status
Penulis : Rabi’ah al-Adawiyah dan Hatta Syamsuddin
Penerbit : Indiva Publishing
Tahun Terbit : 2008
Tebal : 216 halaman

Manusia dibekali Allah SWT dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Pada dasarnya manusia mempunyai banyak potensi kecerdasan, hanya saja tidak semua manusia mampu mengelola potensinya tersebut dan menjadikannya sebagai bekal untuk sukses. Sukses adalah suatu pilihan. Banyak jalan untuk menuju kesuksesan. Salah satu jalan kesuksesan bisa ditempuh melalui dunia kampus dengan menyandang predikat sebagai mahasiswa. Dalam buku ini disajikan banyak pencerahan sebagai bekal untuk mengarungi dunia kampus mulai dari pemilihan fakultas di universitas yang sesuai dengan tipe kecerdasan dan minat bakat kita serta berbagai strategi sukses lolos ujian seleksi masuk Perguruan Tinggi.
Selain itu, di buku yang tidak begitu tebal ini juga diuraikan tentang tips memilih tempat kos. Memilih kos, bagi mahasiswa dari luar kota (rantau) menjadi suatu hal yang sangat penting karena kos akan sangat mempengaruhi dirinya. Memilih kos tidak hanya sekedar bagus harga dan fasilitasnya, tapi juga bagus kondisi lingkungan dan penghuninya. Kos juga menjadi media yang efektif untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki karakter yang beragam. Kos tidak hanya sebagai rumah kedua yang digunakan untuk makan dan tidur, tapi juga sebagai tempat untuk mengasah dan membentuk pola pikir, kedewasaan, dan perilaku kita.
Buku ini juga membahas berbagai masalah yang sering dialami mahasiswa ketika mengawali kiprahnya di dunia kampus. Ketika sudah menjadi mahasiswa baru, biasanya digelar acara OSPEK. Akan tetapi, mahasiswa baru sering menilai bahwa OSPEK identik dengan kekerasan dan perploncoan. Memang, OSPEK seperti itu masih didapati di beberapa kampus, tapi banyak juga kampus yang mulai meninggalkan OSPEK seperti itu yang hanya terkesan sebagai ajang balas dendam dan senioritas. OSPEK yang edukatif, sarat muatan intelektual dan kreativitas tentunya akan lebih banyak mendatangkan manfaat.
HIDUP MAHASISWA!!! Dua kata sarat makna yang sering diteriakkan dengan semangat bergelora. Seorang mahasiswa mempunyai kedudukan yang istimewa dalam masyarakat terutama perannya sebagai agent of change (agen perubahan). Oleh karena itu, dibutuhkan mahasiswa yang tidak hanya berkutat di kampus, kos, dan kantin tanpa berkontribusi nyata, tapi mahasiswa yang unggul dalam berbagai bidang, baik bidang akademis maupun nonakademis, mahasiswa yang mempunyai nilai Indeks Prestasi (IP) tinggi dibarengi dengan keunggulan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain, mahasiswa yang berhasil mengembangkan soft skill-nya, serta mahasiswa yang mampu memposisikan dirinya sebagai problem solver (penyelesai masalah), bukan trouble maker (pembuat masalah).
Pada buku ini juga dituliskan bahwa ada yang harus berubah ketika kita berada di sebuah institusi pendidikan paling tinggi (Perguruan Tinggi). Salah satu hal yang harus kita ubah adalah makna belajar. Kita dihadapkan pada dua pilihan, yaitu menjadi pembelajar ataukah menjadi pengumpul nilai. Seorang pembelajar akan sangat menghargai setiap hal yang didengar, dirasa, dan dipikirkan. Pembelajar tidak pernah merasa dirinya sudah “pandai”. Sebaliknya, seorang pengumpul nilai akan merasa “puas” jika berhasil mendapat nilai A atau B tidak peduli apakah untuk memperolehnya harus dengan kecurangan sekalipun. Nilai yang bagus tapi dengan proses yang tidak halal memberikan dampak yang tidak baik saat terjun di masyarakat, karena itu sebagai mahasiswa jangan hanya memburu nilai yang bagus. Segala sesuatu jangan hanya dilihat dari hasilnya tetapi lihatlah dari prosesnya.
Kampus tidak pernah sepi dari para aktivisnya. Orang-orang yang dalam perkembangannya menjadi mahasiswa memiliki ketertarikan untuk “berbuat lebih” dari sekedar memajukan diri sendiri lewat Indeks Prestasi (IP). Aktivis kampus, secara sederhana dapat diwakilkan pada orang-orang yang secara langsung atau tidak langsung menceburkan dirinya pada organisasi-organisasi di kampusnya, baik internal (UKM, BEM, Dewan Mahasiswa, dll) dan eksternal (pergerakan mahasiswa, ormas, dan organisasi di luar kampus). Aktif di kampus akan mendatangkan banyak manfaat, antara lain dapat menambah teman, mencari pengalaman, sarana optimalisasi masa studi, tempat untuk mempertahankan idealisme serta mengubah cara berpikir, dan lain sebagainya. Dalam buku ini juga disertakan berbagai tips dalam memilih aktivitas di kampus yang sesuai dengan minat bakat kita. Selain itu, dalam buku ini juga terdapat tips dan trik kuliah di luar negeri juga daftar perguruan tinggi favorit. Dengan membaca buku ini, pembaca akan mendapat gambaran tentang keuntungan dan kelemahan kuliah di luar negeri serta cara agar bisa kuliah di luar negeri.
Buku ini sangat cocok dibaca oleh mereka yang akan maupun sedang kuliah di Perguruan Tinggi. Sayangnya, penulis buku ini kurang menggunakan bahasa tulisan yang komunikatif sehingga terkesan resmi dan kaku. Kupasan masalah yang hanya disajikan sekilas membuat pembaca tidak puas dan penasaran. Terlepas dari semua kekurangan yang ada dalam buku ini, penulisnya sudah berusaha memberikan yang terbaik bagi para pembaca. Semoga kehadiran buku ini mendatangkan manfaat besar bagi kita semua.

28 September 2008

Etika Suryandari

NB : Untuk Ustadz Hatta Syamsuddin, ini resensi saya... minta feedback ya! Tadz, bikin sayembara lagi dengan hadiah Buku "Muhammad is The Inspiring Romance"... nanti saya buat resensinya :D [berarti saya yg dapat bukunya ^^]


CERIA KEMBALI!!! SEMANGAT KEMBALI!!!!!!!

Selasa, 29 Desember 2009. Tiga hari terakhir di tahun 2009.

Bismillahirrahmanirrahiim…

Hari ini kumulai dengan ceria… senyum sapa pada semua orang!!!

Assalamu’alaykum. Wr. Wb… SELAMAT PAGI SEMUA!!!

APA KABAR ANDA HARI INI???

Kalau saya ditanya demikian, saya akan menjawab :

ALHAMDULILLAH...


LUAR BIASA DAHSYAT!!!


FULL SEMANGAT!!!


Semoga Anda juga demikian…

Biar semangat, backsongnya “Mengejar Mimpi”

Memang tak mudah untuk mengejar mimpi

Bila keteguhan tak ada di jiwa

Tetap tersenyum dan berdoa kepadaNya

Setinggi apa cita dan mimpimu

Yakinlah jika kau bisa meraih

Dunia menunggu suara kemenanganmu

Jelajahi… keindahan yang menjelma di hidupmu

Suara hati.. senantiasa kan berbunyi

Jadikan semangat tuk bermimpi

Mengejar mimpi… Mengejar mimpi…

Okey, saatnya mengumpulkan kembali semangat yang kemarin sempat “menguap”. Saatnya bergerak mewujudkan impian yang sudah ada di hadapan… Saatnya kembali melangkah mencetak sejarah… Saatnya memperbaiki diri untuk lebih BERPRESTASI!!!

Buat Fa’izzah Affanin (my best friend).. this song just for you…

Melompat Lebih Tinggi

Kita berlari dan terus kan bernyanyi

Kita buka lebar pelukan mentari

Bila kuterjatuh nanti kau siap mengangkat aku lebih tinggi

Seperti pedih yang telah kita bagi

Layaknya luka yang telah terobati

Bila kita jatuh nanti, kita siap tuk melompat lebih tinggi

Bersama kita bagai hutan dan hujan

Aku ada karena kau telah teripta

Kupetik bintang untuk kau simpan

Cahayanya tenang berikan kau perlindungan

Sebagai pengingat teman juga sebagai jawaban

Semua tantangan!!!

Sebelum waktu memisahkan detikku detikmu

Sebelum dewasa menua memisahkan kita

Degupan jantung kita akan selalu seirama

Bila kau rindu aku…

KUPETIK BINTANG UNTUK KAU SIMPAN….

[thankz a lot ya, friend!!!]


SELAMAT BERKARYA!!!

SELAMAT MENJALANI HARI INI DENGAN CERIA!!!

Jadi teringat lagunya WAYANG (zaman SD nih)

Kuhirup udara pagi

Bersama indah mentari

Kulalui hari ini

Dengan hati berseri

Akankah tercipta damai

Di dalam dunia ini

Akankah terjalin rasa

Saling peduli

Oh… damainya hatiku

Kala mentari

Bersinar lagi!!!

SALAM SUPER DAHSYAT


FULL SEMANGAT!!!


Wassalamu’alaykum Wr. Wb…


Jakarta, RedZone, 291209_05:06

Aisya Avicenna

Akumulasi Kerinduan


28 Desember 2009

Ehm… hari ini cukup “berat” bagi Aisya. Banyak hal yang kemudian membuat semangatnya sedikit menguap saat keluar dari kantor kesayangannya (yang biasanya semangatnya 137x tinggal 73x… ^^). What happen with her??? Yang jelas bukan masalah kantor. Lalu apa??? Tanya aja sendiri. Nah lo… Aisya kan juga manusia… Sering UP, tapi juga bisa DOWN! Salah satu sebabnya mungkin akumulasi kerinduan pada keluarga tercinta, karena hari ini dia SMS-an dengan ayah ibunya tercinta serta FB-an dengan kakak dan saudari kembarnya tersayang.

***

Kopaja 502, 18:57

Dalam perjalanan dengan lambung yang sudah mulai perih karena belum makan nasi untuk buka puasa (tadi di kantor hanya minum segelas Aqua + makan secuil roti), Aisya mencoba merenungkan setiap kejadian yang ia alami hari ini… Istighfar berkali-kali… Aisya mencoba membangkitkan kembali semangatnya… tapi….

Galau!

Ia butuh seseorang untuk berbagi…

***

Komilet Jaya, 19:19

Fa’izzah Affanin (Tyo) : “Thicko…long time no curhat… gimana kerjamu???”

Cless… sahabat Aisya itu SMS di saat yang sangat tepat… Mungkin dia merasa ada yang “tidak beres” dengan sahabatnya yang satu ini. Dan akhirnya Aisya menceritakan semuanya pada Fa’izzah Affanin.

***

RedZone, 20:18

Fa'izzah Affanin : “Msh nangis ko? Terusin aja sepuasnya.. kalau butuh teman curhat, tenang aja ada aku disini, meski gak bisa ngasih solusi tapi aku selalu siap mendengarmu ^_^”

Aisya pun menjawab :”Aku dah ga pa2. Aku mau tidur saja. Tar biar bisa bangun tengah malam. Curhat dan nangis sepuasnya pada Allah…”

Ah Tyo, dia memang sahabat yang baik. Coba kalau Tyo ada di sampingnya… Makasih ya… batin Aisya menjelang tidur..

Dia pun jadi teringat nasyidnya Shaffix, Menangislah di Bahuku….

Kau datang padaku seperti biasa

Kusambut bahagia dengan tangan terbuka

Kau balas dengan senyum seadanya

Kutahu ada sesuatu yang berbeda

Kau hanya diam seribu bahasa

Hanya matamu yang coba berbicara

Bahwa saat ini hatimu terluka

Kautahu ku ada di sini untukmu

Coba tak berpedih menahan tegar di ujung mata

Hingga kaupun tak kuasa, berderailah air mata

Dalam pelukku kau curahkan semua

Menangislah!

Kadang manusia terlalu sombong tuk menangis

Lalu untuk apa air mata tlah dicipta???

Bukan hanya bahagia yang ada di dunia

Menangislah!
Di bahuku kau berikanku kepercayaan

Karena laramu adalah haru biruku

Karena aku adalah sahabatmu…

Menangislah! Menangislah!!!

Menangislah di bahuku ku di sini untukmu

Menangislah di bahuku karena kau sahabatku…

***

Red Zone, sepertiga malam…

“Wahai Zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, yang menguasai hari pembalasan, yang siksaanNya pedih tak terperi, yang karunia dan nikmatNya tak bisa dilukiskan dengan tinta dan pena manapun, yang kasih sayangNya tak berujung dan tak terbatas….

Sesungguhnya hamba tiada daya dan upaya tanpa campur tanganMu, Ya Allah…

Sungguh ampunanMu lebih aku harapkan… rahmatMu lebih aku dambakan…

Hamba meminta… Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi, sungguh hamba yang lemah ini sedang gundah dalam risau hati, sedang terhujam rindu yang terakumulasi, dan hanya Engkau lah yang mampu mengobati… Hamba meminta dengan sesangat-sangatnya pinta… sungguh hamba terpisah ruang, jarak, dan waktu dengan KELUARGA hamba… Permintaan hamba hanya satu… Keinginan hamba hanya satu… Hamba menitipkan segala urusan mereka pada Engkau yang tidak pernah mengecewakan dan menyia-nyiakan barang titipan dari hambaNya yang berserah diri… Wahai Zat Yang Tidak Pernah Tertidur… Jawablah doa hamba dengan kehendakMu…. AAMIIN YA RABBAL ‘ALAMIN….”

***

Wahai pemilik nyawaku

Betapa lemah diriku ini

Berat ujian dariMu

Kupasrahkan semua padaMu…

Tuhan, baru kusadar

Indah nikmat sehat itu

Tak pandai aku bersyukur

Kini kuharapkan cintaMu

Kata-kata cinta terucap indah

Mengalir berdzikir di kidung doaku

Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta air mataku

Teringat semua yang kau beri untukku

Ampuni khilaf dan salah selama ini

Ya Illahi…

Muhasabah cintaku…

Tuhan, kuatkan aku

Lindungiku dari putus asa

Jika ku harus mati

Pertemukan aku denganMu…

(Backsong : Muhasabah Cinta_Edcoustic)


Jakarta, RedZone, 291209_04:14

Aisya Avicenna

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog