Jejak Karya

Jejak Karya

Wednesday, May 11, 2011

Ikuti Audisi Penulis Buku “Kupilih Guru Sebagai Profesiku”! (deadline malam ini euy...!!!)

Wednesday, May 11, 2011 0 Comments
by Norma Keisya Avicenna on Saturday, April 30, 2011 at 6:58pm

INGAT! SEMUA NASKAH AKAN DIBUKUKAN TANPA TERKECUALI. Asal SOPAN DAN MENGISNPIRASI PENUH DENGAN HIKMAH

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, pekerjaan yang mulia. Dulu guru adalah gudangnya sumber ilmu, dan dengan kemajuan tekhnologi yang canggih, maka guru adalah sebagai fasilitatonya murid. Cerdaskan anak dengan pendidikan!

lewat event ini, mengajak teman-teman untuk menjadi satu bagian dari profesi seorang guru inspiratif, baik kamu guru PNS ataupun Sawasta, atau kamu sebagai : Guru Silat, Guru Piano, Guru Privat, Guru Ngaji, Guru Les, dll yang penting kamu seorang Guru, dengan cara:



SYARAT-SYARAT PENGIRIMAN TULISAN:

* Tema Naskah: Kupilih Guru sebagai Profesi
* Gaya tulisan Boleh: feuture, Chicken soup, ngeblog (curhat) atau Narasi. Ingat, ini bukan Puisi Juga bukan Cerpen (bila ada dialog atau puisi maka akan kita dist) Tulisan orisinil, bukan terjemahan maupun hasil karya orang lain.
* Judul harus beda dengan Tema
* Naskah dikirimkan ke alamat email: indonesiaku2011@yahoo.co.id dengan subject email : (Guru Profesiku) + JUDUL TULISAN + Guru Bidang. Naskah diattach di email dan bukan ditulis di body email.

Contoh: Guru Profesiku + Panggilan Jiwa + Guru Bahasa.

* Publish Materi Lomba di note FB-mu dan tag 20 orang, termasuk Ady Azzumar.
* Biodata Narasi + Nama FB + No. telp. Alamat Lengkap + Guru Bidang….

SYARAT KETENTUAN NASKAH, WAJIB:

Ø TEMA NASKAH: KUPILIH GURU SEBAGAI PROFESI, pada kalimat pertama harus menggunakan kata: Aku bangga menjadi guru…

Ø TULISKAN 15 ALASAN “KENAPA AKU MEMILIH GURU SEBAGAI PROFESI” JANGAN LUPA TAMBAHKAN ALASAN: SEBAGAI LADANG AMAL & LADANG DAKWAH

Ø SISIPKAN DI AKHIR NASKAH TIPS MENJADI GURU TELADAN

Ø Minimal 3 halaman, 1,5 spasi, Times New Roman. (Naskah Narasi + 15 alasan kenapa menjadi guru + tips menjadi guru teladan)



Setidaknya ada beberapa manfaat bila tulisan kita dibukukan:

* Wujud partisipasi kita pada kebijakan pemerintah yang pro buku, menambah minat dan menggugah kegemaran membaca
* Mengedukasi masyarakat lewat buku, dan
* Sebagai persiapan untuk menambah point sertifikasi (bagi yang belum sertifikasi). Poin buku dalam sertifikasi adalah 30, sementara standar kelulusan sertifikasi adalah 850.
* Sertifikat.



Nb: karena tidak ada sponsor untuk menerbitkan buku, maka tidak ada royalty, buku ataupun sejenisnya ketika buku tersebut nantinya terbit! Keuntungan Penulis hanya diikutkan dalam nasakah untuk dibukukan. Kami membuka kesempatan bagi penerbit, instansi, corporate, atau media yang berkeinginan menjadi sponsor dalam penerbitan buku ini. Bila nantinya ada keuntungan dari buku ini, maka dana tersebut akan dipergunakan kembali untuk proyek penerbitan buku berikutnya atau hal bermanfaat lainnya

Batas akhir pengiriman karya tanggal 30 April 2011. Pengumumanya tanggal 3 Mei 2011. Cp: Ady Azzumar (085267557556)

Celoteh Aksara [31]: “WeKa..WeKa..WeKa..Wisata Kata, Wisata Keluarga, dan Wisata Kuliner” ^^v

Wednesday, May 11, 2011 0 Comments


by Norma Keisya Avicenna on Sunday, May 1, 2011 at 11:17am

Sabtu, 30 April 2011



Wisata Kata di SOLOPOS

Ahay, lihat schedule hari ini bakalan seru nih! Kunjungan ke SOLOPOS bersama MATA PENA, MAdrasah kaTA PEngukir MAkna. Yuhuy, bertemu keluarga FLP Pelangi dan FLP UNS. Ikuti reportasenya, ya... Cekidot!



Pagi ini kita janjian di SOLOPOS jam 08.00 tet. Dan semalam pun Nung –sebagai sie humas Pelangi- dah berkoar-koar untuk ngingetin supaya pada kumpul di Solopos jam 08.00! Tapi apa yang terjadi saudara-saudara sebangsa dan setanah air? Nung baru tiba di tempat jam 08.30 an lah. Hihi. Lha kan Nung nebeng Mbak Santi euy! Maaph maaph…*)pasangtampangnyengir. Pas di jalan aja ketemu anak-anak FLP UNS. Wkwkwk…



Sampai SOLOPOS kita disambut sang rektor universitas kata “MATA PENA”, Kang Nassirun Purwokartun. Kemudian kita dibawa ke ruang rapat di lantai dua. Ohoy, ternyata di ruangan itu dah ada Mas Cowie, Mbak Asri, Diah Cmut, Ayu’, Mbak Nury, Mbak Umi Kultum, ‘n Mbak Amrih. Baguuus!!! ^^v. Disambut dengan sangat hangat, meriah dan gegap gempita oleh keluarga besar SOLOPOS, yang pagi itu diprologi oleh Mbak Niken. Kemudian Kang Nass menyampaikan sambutannya lalu kita diajak oleh tuan rumah untuk mengenal SOLOPOS lebih dekat. Selain mbak Niken juga ada Pak Syifaul, dan Pak Udin.



Dan sesi diskusi pun berlangsung seru. Kita jadi tahu banyak hal tentang dunia jurnalistik dan seluk beluk SOLOPOS. Nah, bagi teman-teman yang ingin mengirimkan karya/ tulisan bisa dalam bentuk opini/gagasan, kemudian Mimbar Mahasiswa (yang terbit tiap Selasa), Esai, Cerpen/ Hikayat, Resensi Buku (ahad), Jagad Jawa, dan Kolom Bahasa Kita.



Setelah sesi diskusi selesai, kita diajak mbak Niken berkeliling kantor. Mulai dari ruang sekretaris redaksi, ruangan para redaktur dan reporter, dll…sampai akhirnya ke ruangan percetakan. Hihi, sambil mendengarkan penjelasan tak lupa untuk mengabadikan setiap moment. Hehe. Dan ending yang paling Nung suka, foto-foto bareng! Narsis di depan gedung Griya Solopos dan di depan tulisan SOLOPOS. Cihuy….



Wisata Keluarga di Balekambang

Masih ada agenda lagi setelah dari Solopos. Pelangi mau ada rapat evaluasi Majalah Embun dan FLP UNS mau membahas program MATA PENA di Taman Balekambang. Nung masih setia nebeng Mbak Santi. Kita mubeng-mubeng beli camilan dulu. Laper juga euy… kita kumpul di sebelah barat “danau”. Hihi. Meja sebelah kanan, anak-anak FLP Pelangi sebelah kiri anak-anak FLP UNS. Ah, perbandingan yang sangat mencolok. Antara TK dan mahasiswa. wkwkwk… (adik-adik di UNS mohon maklum dengan tingkah polah kami ya! Masih dalam masa pertumbuhan soalnya)



Pethunya Pelangi akhirnya bangkit juga dari semedinya. Dia datang bareng Mas Alib Isa. Pertemuan yang mengharu biru dengan Mas Tyo. Halah…Triangle Love, kata anak-anak! Hehe. Sambil ngemil, kita mendengarkan prakata dari pak rektor. Salah satunya pembahasan mengenai agenda tanggal 28 Mei 2011. Akan ada obrolan lagi bersama para penulis muda, Erny, Mbak Santi, Rani, Esthi, dan Ditya. Hoho. Pasti seru deh!

Pending sholat Dhuhur dulu, Pelangi lanjut rapat EMBUN dan FLP UNS lanjut rapat MATA PENA. Pelangi ngumpul di bawah po’on. Sambil menikmati nuansa sejuk Balekambang, kita pun melakukan evaluasi terkait majalah Embun. Ah, banyak kejadian konyol yang terjadi. Salah satu aktornya Mas Tyo dan aktrisnya Mbak Ummi. Bikin ngikik guling-guling dah…pokokmen rapate gayeng bgt, susah mengungkapkan dengan kata-kata.



Wisata Kuliner di ES KOBAR

Setelah sesi pemotretan yang dilakukan oleh Mas Tyo, Ayu’, dan Diah Cmut, selanjutnya ROmbongan MAkaN graTIS deh! Menuju daerah Kota Barat dan akhirnya kita makan-makan di ES KOBAR. Mantabz bener. Ada 7 makhluk dalam ROMANTIS itu, Kang Sofa, Mas Alib, Mas Tyo, Mbak Santi, Nungma, Diah Cmut, dan Ayu’. Hihi, bagi yang pulang duluan maap-maap kate ya! Upin-Ipin-Apin makannya ayam goreng. Jiaaan, kompak tenan! Terima kasih Mas Alib buat traktirannya. Lain kali lagi yha…

Happy ending deh…^^v. WkWkWk…



[Keisya Avicenna]

Celoteh Aksara [30]: Notulensi Akhir Bulan Menuju Realisasi Impian!!!

Wednesday, May 11, 2011 0 Comments


by Norma Keisya Avicenna on Saturday, April 30, 2011 at 2:00am

TEPAT dan TERBAIK



Waktu yang selalu TEPAT melaju…

Mengajak diri lakukan aktivitas TERBAIK



Kudengar sendiri hela nafas TEPAT satu-satu

Dalam deguban TERBAIK kerja si jantung



Jiwa yang terbalut rapuh, TEPAT di dasar hati

Mencoba mengerti apa artinya cinta TERBAIK



Aku kutip semua serpihan-serpihan rindu dengan TEPAT

Berserakan di singgasana TERBAIK para perindu



Mimpi indah TEPAT beriringan terus semalam

Melewati hari-hari dan malam-malam hanya dengan harapan TERBAIK



Jiwaku melanglang buana menari-nari, TEPAT seirama simfoni alam

Membumbung tinggi, menembus sunyi, bermuara pada dekapan TERBAIK sang malam….



Ketika menebar senyum dan matanya tertuju TEPAT di hati

Sebuah bayangan kerinduan : kau yang nun entah dimana, di tempat TERBAIK pastinya…



Saat bayangan itu TEPAT terpantul di cermin kehidupan

Saat itulah suatu masa TERBAIK yang tlah Dia siapkan…



Teriring cahaya TEPAT benderang, tampak sebuah sinaran nan suci

Menuju kembara TERBAIK kerinduan hakiki



Tujuan yang TEPAT, indah tanpa tepi

Labuhkan diri didetik akhir perjalanan TERBAIK ini….



Desahkan nafas kerinduan, TEPAT hentikan jeritan jiwa

Di puncak TERBAIK, berteman keheningan



Isyarat itu TEPAT terbaca sebagai petunjuk arah

Menghentikan laju ini pada dermaga TERBAIK, saat pemberhentian tiba



Berenang dengan TEPAT separuh nafas, dalam samudera rindu yang berpeluh

Ungkapkan rasa, menitipkannya bersama hujan dalam tetesan TERBAIK



Saat kepak sayapku TEPAT lengkap, sempurna….

Cinta-Nya lah yang menjadi penawar TERBAIK sayap yang dulunya terluka



Suara lembut itu TEPAT menggema di lorong hatiku…

Menerjemahkan dengan TERBAIK rindu yang mulai terkikis oleh waktu…



Saat sang waktu tertatih berjalan, rinduku menyelinap TEPAT di palung hati

Tangan ini pun menggenggam erat pena dan menulis surat cinta TERBAIK untuknya….



Mata, hati dan jiwa meniti baris demi baris kata merangkainya dengan TEPAT

Berteman kesunyian TERBAIK yang tak pernah ia kenal sebelumnya…



Bagi jiwa yang selalu TEPAT merindu, membuka selaksa kenangan yang pernah tercipta dahulu…

Terdengar alunan simfoni TERBAIK laksana nyanyian surga



Saat cinta-Nya TEPAT ‘berbicara’…

Dalam rukuk dan sujud tanda pengabdian TERBAIK sang hamba…



[Keisya Avicenna]



*)my favorit poem...

Celoteh Aksara [28]: "Iya/Tidak"

Wednesday, May 11, 2011 0 Comments


by Norma Keisya Avicenna on Thursday, April 28, 2011 at 1:37pm
Akhir2 ini aku sering berpikir, mencoba mereka-reka suatu hal. Mengajak bercengkerama dng sang waktu. Masa "kontrak rumahku" di Solo hanya smp akhir Agustus. Jd jika ku mulai berhitung berarti tinggal Mei, Juni, Juli,dan Agustus. Ah, 4 bulan lg. Apakah artinya masa berpetualangku di Solo jg tinggal 4 bulan lg?

Kalopun iya,berarti aku harus benar2 mengoptimalkan sisa waktu yg ada...sudah begitu buanyak kenangan d kota ini.

Kalopun tidak, berarti "masa kontrak rumahku" akan kuperpanjang.

Tapi ada sebuah keinginan besar yg terendap dlm batinku. Aku ingin sekali berkelana,keluar dr kota ini,untk kemudian singgah di kota lain. Menyiapkan sebuah lahan baru untk digarap! Sebuah jejak baru untk mewujudkan cita dan cintaku.

Hm, semuany harus benar2 kupersiapkan dr sekarang. Krn esok/lusa semua pasti tak kan pernah sama. Pintaku, setiap detik adalah nafas perbaikan. Dan smg aku bisa! Berdamai dng sang waktu dan berkolaborasi dngny tuk mengisi setiap detik dng kebaikan dan manfaat!

Karena Solo 'mungkin' (bukan) terminal akhirku...


*terlintas di benakku:
-Keluargaku d Solo
-FLP SOLO RAYA
-FLP Pelangi
-Keluarga Ganesha-ku
-Si Windu,dll...

Setidaknya aku mulai membangun mentalitas it dr skrg.

Tapi sebaik2 rencana kita,jauh lbh baik rencna Allah untk kita.

"Krn Allah mencintaimu lebih dr yg km perlu..."

~Keisya Avicenna,28 April 2011~
*)Renungan di Terminal Tirtonadi. 19.35 waktu Solo ^^v! sejenak sebelum meninggalkan kota perjuanganku,menuju bumi cinta Wonogiri...

Jangan Dibaca! Tapi, Semoga Diperoleh Hikmah!

Wednesday, May 11, 2011 0 Comments
by Deasy Lyna Tsuraya on Tuesday, May 10, 2011 at 7:09pm

Ini kisah nyata dan barangkali terdapat banyak kisah yang dialami oleh kalian yang membacanya.

Kisah sebuah cinta dengan kejujurannya... Yang dibangun oleh pasangan muda-mudi yang memutuskan untuk menikah dini. Diawali dari sebuah perjanjian yang dinamakan 'kejujuran' antar kedua pasangan tersebut. Prinsip untuk saling terbuka dan mempercayai sangat dianut kuat oleh pasangan ini.

Rawannya godaan yang dapat menerjang rumah tangga mereka memang patut diwaspadai sedemikian rupa. Sang istri yang sebelum menikah memang terlampau berwajah cantik dan berhati mulia, membuat para lelaki menaruh hati padanya dan berlomba-lomba untuk mendapatkan cinta dari si wanita tersebut, namun hasilnya nihil karena cinta itu sudah ditambatkannya pada lelaki lain yang kini jadi suaminya. Dan sang suami yang sebelum menikahnya juga menjadi idola dari kaum hawa, karena ketampanannya, kebijakannya dalam bertindak dan ilmu agamanya yang cukup bagus membuat para wanita masih mengejar-ngejar dirinya sekalipun kini sudah menikah.


Ada sebuah kebiasaan yang sering dilakukan baik si istri atau si suami saat belum menikah antara lain adalah senang menanggapi komentar-komentar dari status situs jejaring sosial atau saling berkirim email terhadap teman-teman lamanya. Semuanya ditanggapi dengan tanpa basa-basi, karena bagi mereka mungkin saat itu masih 'single' jadi tak apa juga kalau masih dalam masa pencarian.

Kebiasaan itulah yang akhirnya masih dilakukan sampai sekarang; Sulit untuk tidak membalas komentar-komentar yang masuk dalam status di jejaring sosial atau ketika diajaknya chat melalui messenger ataupun berkirim email dengan teman lamanya.

Berubah, ya seharusnya mereka bisa sama-sama berubah, sebab kini sudah menikah dan tak ada lagi ruang buat lawan jenis yang lainnya mengisi dengan ungkapan-ungkapan lebay, alay yang akhirnya bikin malay ataupun komentar-komentar yang gak penting lainnya, sebab bisa saja terjadi hal yang tidak diinginkan seperti perselingkuhan?

Memang butuh waktu lama untuk bisa vakum dari situs jejaring sosial yang telah menghadiahkannya banyak teman pada masing-masing dari pasangan suami istri tersebut. Tapi ya seperti itulah pada akhirnya, perselisihan pun dimulai. Ada banyak keributan-keributan yang terjadi setiap malam..

"Bun, Ayah gak suka Bunda bales-bales komentar dari si *****, Bunda kan udah nikah sama Ayah, gak seharusnya menanggapi komentar dia di status Bunda itu!!"

"Komentar yang mana, Yah? Emang ada yang salah ya?"

"Ya ampun Bunda, ini lho..." Sambil menunjukkan bukti komentar sang istri di situs jejaring sosial yang bertuliskan, "Iya, makasih banyak ya atas kirimannya... Jadi terharu nih dikirimin itu :)"

Sang istri menjawab, "Ya ampun Ayah, itu kan teman lama Bunda. Jauh sebelum Bunda kenal Ayah, kan sudah mengenalnya duluan. Itu lho... Bunda cuma ngucapin terima kasih kok atas kirimannya kemarin, apa salah? Gak ada yang aneh khan?"

"Ihh Bunda, tetep Ayah gak suka! Boleh kalau jawab yang sewajarnya tapi gak usah pake emoticon senyum-senyum gitu deh ntar disangkanya Bunda ngasih harapan ke dia."

"Aduuhh Ayah, Bunda kan udah nikah sama Ayah... Masa' masih pindah ke lain hati juga? Ya gak mungkin lah!!!

"Bunda! Mendingan gak usah dibuktikan dengan ucapan deh, tapi Bunda buktikan dengan perbuatan

aja kalau Bunda gak akan macem-macem dengan laki-laki lain!"

"Iya, baiklah... Bunda janji akan mengurangi komentar-komentar gak jelas yang bisa bikin kita salah paham terus, Yah. Maafin Bunda ya belum bisa menjadi istri yang baik buat Ayah"
Malam itu ditutup dengan sebuah permintaan maaf dari sang istri terhadap suaminya... Sedangkan di lain waktu, terjadi lagi sebuah perselisihan antara keduanya.

"Bunda... Kok email ayah rasanya ada yang dihapus ya? Apa Bunda yang menghapus email-email Ayah?"
"Email yang mana, Yah? Coba dicek dulu... Salah lihat kali, Yah."
"Ahh, bener kok. Ini dah dicek berkali-kali gak ada juga, di recycle bin pun gak ada... Sedangkan yang tau password email ini khan cuma Ayah dan Bunda aja."

"Emang email yang tentang apa sih? Atau yang dari siapa?"

'Itu lho... inbox dari teman lamaku, ***** namanya."
"Ohh yang itu... Emang udah Bunda hapus, sengaja biar gak ada lagi kenangan serta riwayat temenan sama dia. Habisnya inget deh kata-katanya, meski cuma melalui tulisan tapi tetep aja Ayah bisa ngasih sebuah harapan juga ke dia. Apalagi dia belum nikah, model pula. Wah, Ayah beruntung banget kali ya kalau nikahnya sama dia. Huhh...!"
"Ya ampun Bunda... Ayah kan udah punya Bunda. Ngapain lagi nyari-nyari perempuan lain. Cukup satu istri di hati Ayah yaitu Bunda."
"Udahlah Yah.. Pokoknya Bunda gak suka ayah masih kirim email-emailan sama dia, nanyain kabar lah, gimana kerjaannya lah..... Meski Ayah ngakunya itu teman lama Ayah. Bunda tetep gak sukaaaaaa!! Awas aja kalau masih ada email dari dia, Bunda hapus bahkan Bunda bisa marah-marahin dia, ganggu suami orang!"

"Oke oke, Ayah minta maaf. Iya, Ayah ngaku salah... Maafin Ayah ya Bunda... Ayah gak akan mengulanginya lagi."
Berakhirlah pula malam itu dengan sebuah permintaan maaf (lagi), kali ini dari sang suami pada istrinya... Begitulah riwayat pernikahan mereka. Hampir tiap malam meributkan kecemburuannya masing-masing mengenai hal sepele (menurut mereka) padahal berdampak besar bila tak dapat dikomunikasikan dengan baik.
**

Pesan moralnya dari si penulis: untuk sedari sekarang menjaga komentar-komentar atau tanggapan kita di situs jejaring sosial terutama dengan lawan jenis yang dapat membuahkan kebiasaan tidak baik yang terbawa terus terlebih ketika sudah menikah nanti. Ingatlah, komitmen yang sudah dibangun antara suami istri kelak. Jangan sampai hanya karena 'rasa tidak enak' tidak membalas komentar teman-teman kita membuat bahtera rumah tangga runtuh seketika akibat perbuatan ringan dan sepele namun berakibat sangat fatal. Pun juga bagi yang belum nikah untuk tidak mengumbar kata-kata ringan kekerabatan yang bisa mengandung kesalahpahaman dan seolah memberi harapan satu sama lain meski yang dimaksud sebenarnya tidak seperti itu.

Mengingat kembali surah An-Nur: 26, "Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula).


'Hebat'kan dirimu agar siap menerima pasangan yg 'Hebat' pula. (Mario Teguh)

Ingatlah... cintanya laki-laki mungkin pada awalnya menderu-deru seperti mesin kendaraan yang masih baru, namun bisa luntur seketika dengan sebuah hal yang sepele. Sedangkan cinta seorang wanita itu mungkin seperti rambut, ia akan tumbuh sehelai demi sehelai bertahap dan konsisten tapi pun bisa luntur tatkala terus menerus disakiti.

Jadi... Tetap jagalah cinta kalian (bagi yang sudah bersuami istri) jangan hanya karena masalah sepele, rumah tangga kalian berada di ujung tanduk. Sedangkan bagi yang belum menikah, perbaikilah terus diri kalian dengan mengurangi kebiasaan buruk atau hal gak penting lainnya khususnya komentar-komentar di situs jejaring ini yang dapat menimbulkan kebiasaan tidak baik hingga kalian kelak akan mendapat pasangan yang terbaik pula.

*Silakan terbuka ruang bagi yang ingin memberi komentar tapi jangan komentar yang lebay dan alay sehingga bikin malay yaa. Hehe :
~DLT

http://deasukata.blogspot.com/2011/05/jangan-dibaca-tapi-semoga-diperoleh.html