Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » Aksara Kembara [8] : 77

Aksara Kembara [8] : 77

by Norma Keisya Avicenna (Notes) on Thursday, March 7, 2013 at 10:47am
Eh, pagi ini aku merindukan Yusuf!

[ ]

Rasa-rasanya sudah lama juga aku nggak nulis aksara kembara, ya? Huum, dah lama banget! Jujur, sedikit curcol nih (halah) kesibukan setelah menikah itu jauh berlipat ganda jika dibandingkan saat dulu masih berstatus jomblo… Hehe. Aku akui sesampai di Semarang waktu menulisku menjadi sangat berkurang (tapi aku berjanji, mulai hari ini aku harus lebih rajin dan lebih disiplin lagi *ngiketkepalapakeserbet+krukupiwajan#eh). Dan kesibukan itu semakin bertambah saat kami memutuskan untuk menempati sebuah rumah kontrakan bernomor 77, tidak jauh dari Pasar Damar.

Sabtu-Ahad pekan kemarin menjadi hari-hari super remphong bagi kami. Mulai dari angkut-angkut barang dari kost lama (semenjak pindah dari Bogor dan memutuskan untuk berdomisili di Semarang karena belum langsung dapat kontrakan, kita ngekost dulu selama sebulan). Bayangpun… eh. Sebulan harus pisah dari wajan n the gank karena di kost tidak ada fasilitas dapur. Sebulan tanpa setrika (karena setrika saat itu baru diproses pengirimannya berikut lemari, kulkas, dan kawan-kawannya dari Bogor). Otomatis, sebulan makan di luar dan ngelaundry nyetrika. Aih aih... pemborosan tingkat bidadari sebenarnya. Tapi ya buat pengalaman aja! Hehe. Karena kondisi tidak memungkinkan dan sifatnya hanya sementara.

Dan Alhamdulillah, sekarang kami sudah bisa bernapas lega setidaknya untuk jangka waktu satu tahun ke depan. Kami sudah bisa menempati sebuah istana mungil, istana 77 yang semoga di dalamnya penuh dengan aktivitas-aktivitas yang istimewa. Menjadi baity jannati, menjadi istana yang bersinar benderang karena dinaungi cahaya Al Qur’an. Menjadi hunian yang nyaman dan aman untuk keluarga kecil kami pada khususnya. Bersyukurnya, kami dikelilingi oleh tetangga yang sangat baik dan ramah-ramah. Waktu awal tinggal pun, aku sudah pasang target pribadi. Setiap hari harus tambah kenalan tetangga minimal 2 orang. Suami pun begitu gencar menyemangatiku untuk bersosialisasi. Bahkan waktu hari pertama kita menghuni istana itu, suami langsung ngasih pertanyaan yang membutuhkan jawaban berupa pembuktian, “Dik, kontribusi apa yang bisa kita berikan untuk masyarakat di sini?”

Bu RT pun memberikan informasi kalau setiap tanggal 11 akan ada arisan PKK di balai RT (tak jauh dari istana 77). Hmm, harus ngapalin mars PKK dulu nih… *ndownload.com! ^_^ (menambah deret aktivitas emak-emak*enjoy aja!)

Konon, kata warga di sekitar kami. Kamilah pasangan termuda. Hehe. Kebanyakan para warga sudah berputra banyak, udah GD-GD, dan sudah punya cucu. Bismillah, semoga kami bisa menjadi warga baru yang baik, yang diterima dengan baik pula, dan mampu memberikan kontribusi yang maksimal, serta senantiasa memuliakan tetangga. "Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga yang jauh." (QS. An-Nisa' [4]: 36).

Sabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam... "Jibril tidak henti-hentinya berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, hingga aku beranggapan bahwa ia akan mewarisi." (Muttafaq Alaih). "Barangsiapa beriman kepada Allah, dan Hari Akhir, hendaklah ía memuliakan tetangganya." (Muttafaq Alaih).

[ ]

Ohiya lupa, siapa Yusuf? Yusuf adalah seorang anak kecil yang biasa bermain di dekat kost kami dulu. Aku selalu menyapanya setiap pagi saat asyik mengepel atau menjemur baju. Kadang dia juga bertanya dengan logat khas anak-anak, “Kowe lagi ngopo, Mbak?”. Sering pula aku mendengar tangis Yusuf karena dia terluka atau saat dijahili teman bermainnya.

Sesekali aku pun berbagi kue dan bercerita banyak hal dengannya. Usianya yang baru 4 tahun membuatku semakin gemas padanya. Celoteh anak-anak yang lucu, lugu, dan apa adanya. Masih teringat jelas, tatapan nanar matanya saat aku sibuk angkut-angkut barang edisi pindahan. Tatapan sedih dan kehilangan. Ah, Yusuf… baik-baik di sana ya Nak! Kamu masih terlalu kecil untuk memahami makna sebuah ‘perpisahan’…

[ ]
Mekaten, monggo kulo aturi pinarak wonten gubug kulo…

 [Keisya Avicenna, @Istana IPK 77]
NB: Agenda terdekat di Istana IPK 77: ARISAN CABE (para alumni ETOS) Insya Allah tanggal 12 Maret 2012 jam 13.00 ^_^

0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog