Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » [NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI#5: "IDEALOGI"

[NO]stalgia [R]o[MA]ntic JULI#5: "IDEALOGI"



by Norma Keisya Avicenna on Monday, July 18, 2011 at 12:58pm



IDEALOGI



“How To Boom Your Idea Into A Book?”







Assalamu’alaikum Wr. Wb.



Salam Pena!



Apa kabar, para pejuang pena? Semoga senantiasa dalam naungan kasih dan cinta-Nya. Mari sejenak mengenang masa-masa di mana kita harus berjuang mendapatkan sebuah kunci untuk membuka gerbang komunitas kepenulisan FLP Solo Raya beberapa waktu silam, tepatnya pada tanggal 6-7 November 2010. Tak terasa sudah 9 bulan yang lalu, ya? Dari agenda yang bertajuk Pelat Pulpen itu pun akhirnya melahirkan angkatan ke-7 FLP Solo Raya yang sampai saat ini memiliki 5 ranting, yaitu: FLP Pelangi, FLP Pelajar, FLP UNS, FLP UMS, dan FLP IAIN. Dari kelima ranting tersebut sudah ada pertemuan rutin di masing-masing ranting.







Nah, untuk menyelaraskan dan semakin mengakrabkan setiap personil yang ada di masing-masing ranting, tercetuslah sebuah event yang melibatkan seluruh ranting dan tidak menutup keikutsertaan peserta dari luar (nonFLP) yang semoga kelak mereka pun “tersadarkan diri” untuk kemudian menjadi anggota FLP. Semoga… ^^v. Nah, sekeren apa sich agenda IDEALOGI yang dilaksanakan Ahad, 17 Juli 2011 kemarin? Simak reportase berikut ini…







Materi pertama “IDEALOGI” bersama Fachmy Casofa



“How To Boom Your Idea Into A Book?”



Kang Fachmy mengawali dengan berbagi cerita pertemuannya dengan Bapak Syamsudin, seorang pemimpin Harian Jurnas, penggagas sinetron “Para Pencari Tuhan”. Waktu Kang Fachmy menjadi guide ketika Pak Syamsudin itu di Solo, dia sempat bertanya, “Bagaimana caranya dalam satu hari itu kita bisa kebanjiran ide yang berlimpah?”. Dan apa jawaban dari Pak Syamsudin? Ternyata, ide itu tidak perlu dicari, dalam keseharian hidup kita saja itu sudah bisa menjadi stimulus ide. Ada 5 wilayah yang sebenarnya sudah sangat kita akrabi dalam keseharian kita, yang semuanya bisa menjadi sumber pemantik ide kita, yaitu:



Wilayah otak yang cemerlang (pembaca akan cenderung mencari bacaan yang dapat membuat kemampuan oatknya bagus, kecerdasan yang semakin berkembang, dll.)

Wilayah hati yang tenang (buku-buku dengan isi yang berkaitan dengan motivasi, tazkiyatun nafs, pencerahan, dll.)

Wilayah perut yang kenyang (buku-buku yang dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup, seperti: buku-buku tentang bisnis, cara membangun usaha, dll.)

Wilayah ‘seks’.

Wilayah lingkungan (tentang green society, eco green, dll.)



Dari kelima wilayah tersebut, point no.1-3 yang lebih diprioritaskan.







Tahapan Menulis



Ada 5 tahapan dalam menulis:



Prewriting (berpikir dan merencanakan)

Drafting (tulis dan gambarkan! Ex: buat outline!)

Revising (jadikan tulisan lebih baik)

Editing (perbaiki kesalahan tulisan)

Publishing (publikasikan dan sebarkan tulisan)







Jenis Buku



Selanjutnya, buku-buku semacam apa sih yang masih diburu banyak orang? Kata Kang Fachmy, “buku-buku yang bisa membuat seseorang menjadi” ini akan tetap dicari sampai bumi tak berotasi dan berevolusi lagi (alias kiamat), diantaranya:



Buku yang menjadikan kaya dan makmur

Buku yang menjadikan sehat dan bahagia

Buku yang menjadikan cerdas dan terampil

Buku yang menjadikan saleh dan tenang

Buku yang menjadikan ‘gaul’ (mengikuti tren dan gaya hidup)

Buku yang membuat terhibur (gembira dan senang)







***



Ide adalah Panglima



Sekarang, ngomong-ngomong masalah ide.



“Semua awal karya dan proses kreatif penulisan adalah ide. Ide yang baik di tangan penulis yang buruk tetap akan terlihat bagus. Ide yang buruk di tangan penulis yang baik tetap akan terlihat tidak bagus. Maka, IDE adalah PANGLIMA!”



Sepakat, to?



Ide itu selaras dengan ketekunan dan keyakinan! Ide juga bukan sebuah pencarian, tapi PENEMUAN! Cliiing!



Kita pun bisa belajar dari para penulis yang sudah mendunia dan menguasai banyak bidang. Sebut saja, JK. Rowling dengan “Harry Potter”-nya, Imam Ghazali, Robert Kiyosaki dengan “Quadrant Cashflow”-nya, Stephen R. Covey, dll. Ide-ide mereka sungguh mengguncang dunia. Bisakah kita seperti mereka? Hm, OPTIMIS, PASTI BISA!!! Jika suatu ketika kamu menemukan IDE, maka IKATLAH SEGERA DENGAN MENULIS!







Aktivitas Stimulasi Ide



Beberapa aktivitas yang dapat men-STIMULUS IDE:



Membaca.



Tidak melulu buku, tapi bisa apa saja yang kita lihat, dengar, dan rasakan.

Bisa juga membaca diri sendiri.



Tukar pikiran (Brain storming)

Silaturahim

Berjalan (traveling. ‘mbolang’ euy…)

Bermain

Bermusik

Berbagi



Dari celotehan orang-orang yang berada di sekitar kita pun bisa menjadi salah satu sarana menstilmulus ide.







Writer’s Block



Indikasi Writer’s Block:



Perbendaharaan kata yang sedikit

Referensi menulis sangat kurang.

Ide menulis berkembang terlalu luas.

Topik tulisan tidak dikuasai sepenuhnya oleh penulis.







Kang Fachmy juga menyampaikan tentang “ATURAN BEST SELLER”, “MENGIKHTIARKAN BEST SELLER”, dan masih banyak lagi. Pokoknya benar-benar menginspirasi, memotivasi, sekaligus mencerahkan agar kita segera beraksi dan membuktikan dengan KARYA! Penasaran? Berkunjung aja ke rumah mayanya yang beralamat di Jalan Remphong Gang Nejong Blok CF. hihihi. Gak ding, klik aja: www.writhink.wordpress.com atau email-emailan ma dia: fachmy_85@yahoo.co.id







***



WRITER CHALLENGE



Aksi selanjutnya setelah penyampaian materi pertama dari Kang Fachmy, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Ikhwan 2 kelompok, akhwat 3 kelompok. Mau ngapain nih? Yupz, ada agenda yang namanya “WRITER CHALLENGE”. Panitia menyediakan satu karton manila putih, double tip, ‘n gunting untuk masing-masing kelompok. Buat apa? Hm, tiap kelompok harus berkreasi membuat MADING alias Majalah Dinding. Bebas deh, mau bikin puisi, nulis cerpen, pantun, gambar corek alias kartun, kata-kata mutiara, pokoknya silahkan mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dari materi pertama. Ajang berkreasi sebebas-bebasnya, yang penting sesuai tema: “SENYUM SEMANGAT RAMADHAN”.







Tujuan writer challenge ini untuk menstimulus ide dan menuangkannya dalam bentuk kreatif karya, ‘n tentu saja semakin mengakrabkan tiap peserta yang notabene beberapa ada yang belum kenal biar semakin kompak karena kita kerja tim. Yuhuy, setiap peserta pun asyik menuangkan ide-ide kreatif dan karya-karya terbaik mereka dalam selembar karton manila putih itu. Dari jam 11.00-13.15. Sempat terpending untuk sholat Dhuhur dan makan siang. Setelah waktu habis, karya-karya MADING kelima kelompok itu pun dikumpulkan dan dinilai oleh para dewan juri yang terhormat. ^^v







Ba’da Ashar (setelah usai materi kedua bersama kang emje dan sholat Ashar), ada acara ramah tamah pengurus cabang. Para ‘dedengkot’-nya FLP Solo Raya. Mbak Asri (sang ketua) keburu ijin, jadi gak ikutan beramah tamah, langsung deh perkenalan dari sekjend FLP Solo Raya, Mas Aris El Durra (siapa yang penasaran sama nama aslinya? Tanya saya! Saya tahu… hehe); kemudian Mas Ranu Muda (Ketua Bidang PSDM yang sudah tidak muda lagi ^^v tapi semangatnya jangan ditanya, selalu muda!). Mas Ranu membawahi dua bidang, yaitu: Divisi Kaderisasi (Mbak Tetra Azkia), Divisi Training Internal (Mbak Yatik), dan Divisi Training Eksternal (Mbak Ungu Lianza_beliau tidak bisa hadir).







Kemudian selanjutnya perkenalan dari Kang Fachmy Casofa, sang Ketua Bidang Produksi Karya. Sayembara: siapa yang tahu nama aslinya tolong kasih tahu saya! Hehe…, terus ada Norma Keisya Avicenna sang Menteri Keuangan, ada lagi Bidang HUMAS (Mbak Sita, Erny,…) tapi tidak bisa hadir. Pengurus cabang yang lain adalah ketua dari masing-masing ranting. Siip, selama periode kepengurusan 2011-2013 kita akan berjuang bersama dalam SATU VISI: “Menjadikan FLP sebagai rahim yang melahirkan penulis-penulis muda yang produktif dan berkualitas”.







Ohya, akhirnya momentum yang ditunggu-tunggu…pengumuman pemenang “WRITER CHALLENGE”. Setelah melalui perdebatan yang cukup sengit, mengingat-ingat, menimbang-nimbang, dan akhirnya memutuskan… (eng-ing-eng…). Dan ketua dewan juri yang terhormat, Mas Ranu Muda, menyampaikan “Kelompok 2”-lah yang menjadi JUARA PERTAMA. Plok..plok..plok...^^v (ketua kelompoknya yang bikin reportase ini. Hihi. Alhamdulillah deh, mading kita emang yippy!). Pertanyaannya, kenapa kelompok 2 yang bisa menang? Konon, kata ketua dewan juri yang terhormat itu, dari sisi design grafisnya bagus, content-nya juga sip. Hehe… Selamat deh buat kelompok 2 yang akhirnya masing-masing personil (Nungma, Fafa, Asih, Anik, Sita, Nuri, Mimi, dan Via) berhak mendapatkan hadiah buku. Semoga menjadi pemantik semangat dan menginspirasi yang lain untuk terus berkarya!







***



Materi kedua “IDEALOGI” bersama Erwin Skripsiadi (kang Emje)



Kang Emje menyampaikan materi tentang DIGITAL PUBLISHING. Kita mendapatkan wawasan baru mengenai perbedaan dari “Digital Publishing” dan “Publishing Service”. Bener-bener materi yang bikin geleng-geleng kepala dan ber “ooo…” (panjang). Kita banyak mendapatkan ilmu baru dalam dunia kepenulisan sekaligus perbukuan.







***



Acara berakhir dengan foto bersama…^^v



Sampai jumpa lagi dan teruslah berkarya.



Semangat berjuang dengan pena!







Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



By: Norma Keisya Avicenna









0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog