Jejak Karya

Jejak Karya

Friday, January 27, 2023

DARI HOBI YANG MENYENANGKAN JADI CUAN YANG MEMBAHAGIAKAN



Sejak kecil, saya dan kakak-kakak saya memang punya hobi membaca. Bahkan Dedoy, Kakak laki-laki saya, saat masih berumur 3 tahunan sudah lancar membaca koran. Tak heran karena sejak belia kami sudah berakrab ria dengan buku, majalah, setiap hari dibacakan cerita, mendongeng, dan banyak aktivitas literasi di rumah. Sampai-sampai saat saya membantu ibu memasak di dapur, kertas bekas dari bungkus tempe selalu saya kumpulkan terlebih dulu untuk kemudian saya baca.

Hobi membaca yang sangat didukung oleh orang tua, tidak hanya menjadikan saya seorang kutu buku tapi juga predator buku. Babe dan Ibuk rela merogoh kocek yang lumayan untuk kami berlangganan beberapa bacaan di rumah. Saat remaja, ketika liburan sekolah, tempat yang paling favorit untuk Saya kunjungi dan berlama-lama di sana adalah perpustakaan yang letaknya di depan PKPN, samping gereja. 

Hobi membaca mengantarkan saya pula untuk memiliki hobi menulis. Mengawali hobi menulis dengan aktivitas menulis diary, bahkan sejak SD. Hingga sekarang. Meski beberapa kali kadang tidak konsisten karena satu dan lain hal. Tapi, bagi saya, menulis diary bisa mendatangkan banyak manfaat. 

Ternyata, asyik sekali bisa curhat dengan diri sendiri, menuangkan segala hal yang berkecamuk dalam diri, rasanya hati juga lebih plong, lega luar biasa. 

Jalan juang untuk menjadi seorang penulis juga penuh liku-liku. Satu hal yang pasti tempat untuk menimba ilmu kepenulisan adalah di Komunitas Forum Lingkar Pena Solo Raya ranting FLP Pelangi. Di Komunitas ini kami ditempa untuk Menghasilkan karya nonfiksi dan karya fiksi. Alhamdulillah, hingga akhirnya terbit buku solo perdana saya yang berjudul "BEAUTY JANNATY" di Penerbit Tiga Serangkai. Lantas, bermunculan karya-karya yang lain. Di tahun 2013, saya pun mendirikan komunitas penulis cilik yang saya beri nama "DNA WRITING CLUB". Tujuannya semata-mata untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis (literasi dasar) kepada anak-anak sejak belia. Alhamdulillah, DNA Writing Club telah melahirkan lebih dari 100 penulis cilik hingga sekarang. 

Untuk menjaga imunitas tubuh dan kewarasan lahir batin selama pandemi tahun 2020-2021 salah satu hobi yang masih istiqomah saya tekuni adalah membaca dan menulis. Ada sebuah proyek menulis buku yang ditawarkan kepada saya. Alhamdulillah pertama saya ditawari untuk mengerjakan 3 judul lalu bertambah 10 judul. Hingga akhirnya saya berhasil merampungkan 29 judul buku. Meski ada sedikit kendala dalam hal pembayaran fee karena pandemi memang memporak-porandakan banyak hal. Alhamdulillah, tetap ada "cuan" yang membuat rekening saya gemuk efek dari menekuni dua hobi tersebut. Kalau misal per judul dihargai 1 juta, sudah lumayan bukan? Kalau misal per judul dihargai 2 juta, juga sudah mantab sekali, bukan?

 

Bersyukur rasanya ketika apa yang kita jadikan hobi yang menyenangkan bisa menjelma juga menjadi hobi yang menghasilkan. 

 

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

 




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.


Salam,


Keisya Avicenna