Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » Aksi Kedua yang Luar Biasa

Aksi Kedua yang Luar Biasa


Ahad, 27 Maret 2011 selepas dari agenda pertemuan rutin anggota Pramuda angkatan 15 FLP Jakarta di Masjid ARH dan makan siang, Aisya meluncur dengan menggunakan kendaraan beroda tiga khas Jakarta alias bajaj BBG menuju Monas. Rencana awal, Aisya makan siangnya di bajaj saja untuk menghemat waktu, tapi ternyata setelah dipikir-pikir, di bajaj kan goyang-goyang.. kalau keselek ya berbahaya! Hihi...


Setelah bernegosiasi dengan sopir bajaj, akhirnya disepakati ongkosnya. Di dalam bajaj sempat mencicipi MADU SUNNAH HPA yang tadi dibawakan Mbak Pika FLP. Hmm, biar jadi dopping! Begitu pikir Aisya. Sesampainya di Monas, ada beberapa andong yang sudah dihias pita. Cantiknya... (Andongnya lho, bukan kudanya!). Aisya masuk ke monas. Hmm, sepertinya salah turun nih. Mungkin panggung utamanya ada di dekat patung kuda.


Akhirnya Aisya menuju ke sana. Ehem, Glek... Sepanjang perjalanan ke sana Aisya cuma bisa menunduk dan berucap kata "Sabar... Sabar... Sabar.. " berulang kali. Pasalnya, kanan kirinya tuh banyak pemandangan yang bikin ngiri. Tapi insya Allah ngirinya tuh iri yang memotivasi. Di sebelah kanan depan ada pasangan suami istri yang kompak dengan kaos putih-kuning-hitam sedang bergandengan tangan mesra. Glek.. Trus, di sebelah kiri ada seorang istri yang sedang memotret suami dan anaknya. Hmm, Aisya hanya tersenyum (pengin!). Aisya melanjutkan perjalanan sambil nasyidan.. Penantian...


Penantian adalah satu ujian
tetapkanlah ku selalu dalam harapan
kerana keimanan tak hanya diucapkan
adalah ketabahan menghadapi cubaan

sabarkanlah ku menanti pasangan hati
tulus kan kusambut sepenuh jiwa ini
di dalam asa diri menjemput berkah-Mu
tibalah izin-Mu atas harapan ini



Rabbi, teguhkanlah ku di penantian ini
berikanlah cahaya terang-Mu selalu
Rabbi, segala upaya hamba-Mu ini
hanyalah bersandar semata kepada-Mu

Rabbi, redhailah penantianku ini
hadirkanlah ketenteraman di dalam hati
Rabbi, hanya pada-Mu-lah doaku ini
duhai tempat mengadu segala resah diri


Akhirnya Aisya sampai di panggung utama. Alhamdulillah, baru dimulai. Acara diawali dengan penampilan dari Izzatul Islam. Menghentak!!! Berhubung mantan vokalis STREAM, Aisya juga turut bernasyidan ria.

Paling suka waktu Izzis membawakan Jejak!

menapaki langkah-langkah berduri
menyusuri rawa, lembah dan hutan
berjalan diantara tebing jurang
smua dilalui demi perjuangan

letih tubuh di dalam perjalanan
saat hujan dan badai merasuki badan
namun jiwa harus terus bertahan
karna perjalanan masih panjang

kami adalah tentara Allah, siap melangkah menuju ke medan juang
walau tertatih kaki ini berjalan
jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan

wahai tentara Allah bertahanlah,,
jangan menangis walau jasadmu terluka
sebelum engkau bergelar syuhada
tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

* Puisinya...

gunung tinggi menjulang
samudra luas membentang
adalah lahan peneguhan

hutan rimba
padang gersang
jadi ajang pembuktian

hujan badai
terik panas kerontang
pasti kan hiasi perjalanan
saat langkah tlah diayunkan
pantang surut ke belakang hingga sampai ke tujuan
bertahanlah dan bersiap siagalah



Wah... keren pokoknya!

Setelah penampilan Izzis, Aisya merapat ke barisan akhwat di depan panggung. Acara dilanjutkan dengan prakata dari MC. Kami diajari beberapa yel-yel. Setelah itu tasmi' Qur'an oleh seorang ikhwan yang hafizh! Mantap... Baru setelah itu ada orasi dari beberapa tokoh. Sebut saja ada Pak Hidayat Nur Wahid, Pak Anis Matta, Ibu Yoyoh Yusroh dan beberapa tokoh lintas agama.

Alhamdulillah, akhirnya bisa satu forum dengan Wakil Ketua DPR RI, Pak Anis Matta, Lc, memberikan orasinya di acara Aksi Munashoroh untuk Timur Tengah tersebut. Dihadapan ratusan ribu massa aksi, beliau menyampaikan, "Yang mendukung revolusi itu anak-anak muda, bukan cuma karena usianya tapi muda dari perasaan yang slalu berjiwa muda," ujarnya.

Setelah orasi dari para tokoh (Aisya sempat merekam semuanya, insya Allah akan diupload kemudian hari... belum sempat ditulis orasinya), sempat ada penampilan dari Ar Ruhul Jadid. Setelah itu pelepasan merpati dan kita jalan dari Monas menuju bundaran HI, terus kembali ke Monas lagi. Subhanallah, selama dari Monas sampai ke Monas lagi cuacanya mendung. Sempat gerimis sebentar. Hmm, serasa malaikat turut serta dalam aksi kali ini. Saat aksi ini Aisya hanya sendiri. Sebenarnya kawan-kawan "lingkaran cintanya" juga ada yang datang, tapi tidak bertemu karena mereka datang terlambat (sebelumnya mereka ada agenda ke walimahan dulu). Karena ada agenda lain, akhirnya mereka juga tidak turut turun ke jalan.

Oh ya, aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian dan rasa prihatin yang mendalam atas nasib masyarakat sipil yang menjadi korban krisis politik dan konflik bersenjata, yang berkecamuk di sejumlah negara di Timur Tengah, seperti di Yaman, Bahrain, Libya, juga di Palestina.

Aksi ini juga dimaksudkan untuk meminta pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi untuk mengakhiri krisis politik dan konflik bersenjata tersebut guna menghindari jatuhnya korban rakyat sipil yang lebih banyak lagi.

Aksi ini bisa juga sebagai tekanan untuk DPR khususnya komisi I yang membidangi pertahanan dan luar negeri agar memberikan tekanan kepada pemerintah Indonesia untuk mendesak PBB mengeluarkan resolusi itu.

Eh iya, Aisya sempat bertemu dengan murabiyah pertamanya di Jakarta. Hmm, mbaknya itu begitu istimewa. Mbaknya itu pula yang dulu pernah membantunya saat Aisya mencoba mengukir sejarah baru dalam hidupnya, meski pada akhirnya kisah itu harus berhenti di tengah jalan dan Aisya berjanji pada dirinya sendiri tak akan lagi meneruskan kisah itu. Ia akan merangkai kisah lain yang lebih indah. Semoga dalam waktu dekat ini.

Alhamdulillah, perjalanan aksi yang cukup panjang itu akhirnya bisa dilewati Aisya dengan penuh semangat karena sepanjang perjalanan ia bersama dengan para ikhwah yang luar biasa meskipun tidak ia kenal. Ada seorang ibu muda yang menggendong anaknya, suami istri yang bergandeng mesra (lagi-lagi bikin ngiri), adik-adik kecil, dll. Mereka semua sangat bersemangat! Aisya nggak mau kalah dong...

Pukul 17.00, Aisya pulang.... Hmm, benar-benar aksi kedua yang luar biasa!!!

Aisya Avicenna

0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog