Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » Celoteh Aksara [42]: “Ada PELANGI di Hatiku”

Celoteh Aksara [42]: “Ada PELANGI di Hatiku”

by Norma Keisya Avicenna on Wednesday, May 18, 2011 at 12:17pm



Sesuatu yang membuat jiwa-jiwa terpilih senantiasa hadir bersama ketulusan hati, untuk selalu tersenyum dan gembira meski terkadang harus tertatih…



***

Mei, hari ke-17

Berangkat dari istana 5 cintaku, KYDEN, dengan semangat yang berbeda. LUAR BIASA!!!



Kemarin sempat dapat SMS dari kepala suku FLP Pelangi. Mumpung hari ini (Selasa) tanggal merah tu pethunya ngajakin rapat Pelangi di Taman Balekambang. Sesampai di Solo, Nung sempatkan untuk ingak-inguk kostan (yang mungkin sebentar lagi akan Nung tinggalkan. Hiks!). Setelah itu ngebis sampai Terminal Tirtonadi. Berhubung hari ini HARI BUKU, Nung bawain 2 buku antologinya Mbak Thicko “PARA GURU KEHIDUPAN” ke lokasi rapat. Hehe. Buat Mas Dwi ‘n Mbak Nury. Sedangkan Nung membawa sebuah buku yang menjadi target bacaan pecan ini: “AGAR TELAPAKMU MENJADI SURGA”. Sip, semangat membaca!!!



Nah, dari Terminal Tirtonadi, Nung mbecak deh. Hm, banyak menangkap “moment” yang seolah mengingatkan Nung untuk lebih bersyukur dan semakin memaknai hidup. Hehe…



Sampailah di Balekambang, beli empek-empek dulu then masuk area taman. Hm, ketemu Mas Cowie, Ayu’, n Mbak Nury. Kita jalan menuju “pendhopo” di sebelah barat kolam. Dah ada Mas Sururi, Mas Tyo, dan Mbak Amrih. Kita pun duduk-duduk. Konferensi meja kotak pun digelar. Dan akhirnya, Kang Sofa datang. Menyusul kemudian Mas Alib (yang ngasih julukan Nung: ‘gatotkacawati’. xixixi), then Mbak Ummi. Terjadilah pembahasan yang sangat seru!



“Salah satu prinsip Nung mah kayak ‘batu bata’, siap ditempatkan di mana saja. Intinya dimanapun Nung berada, di situ Nung bisa terus belajar untuk menjadi lebih baik.”

Kalimat-kalimat yang sempat terucap, n dapat komentar dari Mas Tyo: “wuih, ndewi banget igh!”. Hahaha…ngik!



Pending sholat Dhuhur…

Sambil nunggu kedatangan Diah Cmut, Ayu’ dan Nung beli makan siang di sekitar Manahan. Hihi. Disangoni Mas Alib ‘n Kang Sofa (gubraaaak!). Banyak kejadian konyol sama Ayu’. Untungnya gak ngisin-isini. Semuanya masih dalam batas kewajaran. Abububu…



Singkat cerita, kita makan siang bersama sambil terus membincangkan rencana bahagia hari Sabtu. Insya Allah, hasil rapat memutuskan kita akan rihlah ke Pacitan hari Sabtu besok, kumpul di Depo Pertamina Ngemplak jam 06.00. Huaaaayyooo, bagi yang belum bayar segera setor duit ke Diah Cmut selaku bendahara. Kalau gak bayar-bayar, gak bakal dapat cemilan, snack ‘n makan siang (Ancaman sie konsumsi nih. Krik…krik…krik…).



Dan pertemuan PELANGI hari ini berakhir bahagia…^^v



“Telah kutemui PELANGI di balik kabut hitam

Telah kutemukan pula kuncup bunga diantara mahkota yang berduri…

Hingga aku mencintai terang persis seperti aku mencintai kegelapan

Hari ini menjadi sesuatu yang paling mengesankan yang pernah kuketahui dalam hidup ---dan kelak akan selalu kukenang…

Karena kita akan meninggalkan bekas dalam tetesan embun

Lalu bangkit menyatukan diri di awan

Jatuh ke bumi menjadi hujan

Dan PELANGI pun terlahir menghadirkan ketulusan…”



TERIMA KASIH, PELANGIKU!!!

***

[Keisya Avicenna, saat hatiku dipenuhi spektrum cinta yang melukiskan bianglala. Terima kasih, ya Rabb! ]

0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog