Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » MELATI [5]: “DREAM BOARD”

MELATI [5]: “DREAM BOARD”

PLANING CEMERLANG UNTUK MASA DEPAN GEMILANG
Penyempurnaan adalah tahap akhir yang akan menentukan berkualitas tidak amal ibadah yang kita lakukan. Kita akan mendapatkan yang 'terbaik', jika melakukan yang terbaik pula. GIVE THE BEST = GET THE BEST!!! Dengan merencanakan apa yang akan kita lakukan hari ini,Insya Allah kita akan berjalan di hari ini dengan baik. Sehingga waktu yang terlewati akan bermanfaat sebagai amal ibadah kita hari ini.

Izinkan saya untuk bertanya…
  • Apa tujuan hidupmu?
  • Ketika dewasa nanti, kamu ingin menjadi seperti apa?
  • Bagaimana kamu ingin membangun rumah tangga nantinya?
  • Apa rencana kamu setelah lulus kuliah?
  • dst…

Sudahkah semua pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab jelas dalam benak kita? Apakah jika seseorang menanyakan hal tersebut maka kita dapat menjawabnya dengan tegas atau malah justru dengan kebingungan mengatakan “hmm…. ngapain ya???”

Kalau kita sudah dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan lugas, itu berarti kita sudah memiliki gambaran akan hidupkita  di masa depan nanti. Dan itu bagus! Gambaran-gambaran tersebut akan terus membayangi pikiran kita sehingga setiap langkah gerak kita nantinya akan terarahkan pada tujuan yang ingin kita capai.

Namun bagaimana kalau kita masih bingung saat disodorkan pertanyaan tersebut? Itu berarti kita belum punya visi. Kita belum punya harapan-harapan spesifik dalam diri kita. Ingin seperti apa kita nantinya? Jika hal ini dibiarkan terus, maka hidup kita akan mengalir begitu saja tanpa arah. Kita tidak akan benar-benar menemukan muara yang tepat yang kita inginkan sebagai tempat bernaung kita.

Membuat rencana bisa jadi sudah menjadi kebiasaan banyak orang.  Banyaknya tugas-tugas baik karena kewajiban yang muncul dari diri sendiri maupun orang lain, membuat kita harus membuat prioritas mana yang mendesak, mana yang perlu, mana yang bisa ditunda, dan lain sebagainya.  Rencana sangat penting sehingga otak, tenaga dan waktu kita yang terbatas bisa mendukung tuntutan tugas-tugas yang ada.

Blue print baru, peta hidup yang harus direncanakan secara hati-hati, terukur dan berbatas waktu. Terukur karena kita tidak ingin hanya bermimpi, harus sesuatu yang bisa kita capai sesuai kekuatan dan kelemahan kita.  Berbatas waktu, karena kita ingin melihat apakah kita bisa mencapainya atau tidak.  Jika toh tidak tercapai, dengan batas waktu yang ada kita bisa segera merevisi peta hidup kita.  Tidak ada masalah.  Kita hanya berusaha, Allah penentu semuanya.

Bagi yang pernah membaca Ayat-Ayat Cinta karya Kang Abik, tentu pernah memperhatikan bahwa tokoh utama di buku tersebut yaitu Fahri dan juga Aisha, punya peta hidup mulai bulanan, tahunan sampai 10 tahun ke depan.  Target-target seperti kapan saatnya lulus Master, berkeluarga, mengambil program doktor, berapa banyak buku yang ditulis 10 tahun ke depan, menjadi guru besar dan lain sebagainya, semua tertulis pada peta hidup Fahri.  Nampaknya Fahri sudah punya peta hidup untuk menjadi penulis dan akademisi professional.  Dari cita-cita besar ini, akhirnya beliau jabarkan menjadi target-target dalam bulanan, tahunan sampai 10 tahun ke depan.

Mengapa perlu peta hidup? Bukankah capek sekali membebani diri sendiri.  Kenapa tidak mengalir saja?  Kita ikutin argumentasi Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta berikut :

“Maaf, setiap orang berbeda dalam memandang hidup ini dan berbeda caranya dalam menempuh hidup ini. Peta masa depan itu saya buat terus terang saja berangkat dari semangat spiritual ayat suci Al-Qur’an yang saya yakini. Dalam surat Ar Ra’ad ayat sebelas Allah berfirman, Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya. Jadi nasib saya, masa depan saya, mau jadi apa saya, sayalah yang menentukan. Sukses dan gagalnya saya, sayalah yang menciptakan. Saya sendirilah yang mengaristeki apa yang akan saya raih dalam hidup ini.”

Belum selesai aku bicara Maria menyela, “Kalau begitu di mana takdir Tuhan?”

“Takdir Tuhan ada di ujung usaha manusia. Tuhan Mahaadil, Dia akan memberikan sesuatu kepada umat-Nya sesuai dengan kadar usaha dan ikhtiarnya. Dan agar saya tidak tersesat atau melangkah tidak tentu arah dalam berikhtiar dan berusaha maka saya membuat peta masa depan saya. Saya suka dengan kata-kata bertenaga Thomas Carlyle: ‘Seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun melewati jalan yang sulit. Seseorang yang tanpa tujuan, tidak akan membuat kemajuan walaupun ia berada di jalan yang mulus!’ Peta hidup ini saya buat untuk mempertegas arah tujuan hidupku sepuluh tahun ke depan. Ini bagian dari usaha dan ikhtiar dan setelah itu semuanya saya serahkan sepenuhnya kepada Tuhan.”  (dari novel Ayat-Ayat Cinta)

Masa depan, sebuah kehidupan yang masih di awang-awang dan gaib, memang acapkali menguras energi. Keresahan, kebimbangan, ketakutan kerap mengiringi dan membayang-bayangi langkah. Resah akan masa depan yang tak jelas, bimbang akan tantangan hidup yang makin berat di masa mendatang dan takut kegagalan mempersiapkan diri hari esok. Ini kenyataan hampir semua manusia pernah diresahkan oleh bayangan masa depannya. Galau!

 Tak dapat dipungkiri ,setiap orang tentu menginginkan masa depan yang cerah dan gemilang. Namun ironisnya,banyak orang menjadikan semua itu sebagai tujuan akhir dan melupakan kebahagiaan yang lebih hakiki. Akibatnya segala macam cara dihalalkan  demi tercapainya tujuan itu.tanpa memikirkan akibatnya.

Nah pertanyaannya, mau menjadi apakah saya, kita semua 10 tahun ke depan?  Bukankah akan lebih menyenangkan jika kita membentuk diri kita sendiri secara sadar, memegang kendali tujuan hidup kita, dibandingkan karena terpaksa atau bahkan dibentuk orang lain?  Wallahu'alam.  Semuanya adalah pilihan.  Karena tidak memilih pun adalah pilihan.

Dan ini adalah gambaran peta hidup saya dalam kurun 2011-2015. Saya membuatnya selama 2 hari dari hasil perenungan mendalam yang sangat panjang…Selesai tepat tanggal 1 Januari 2011.

2011 :
 MEMBANGUN ISTANA HARAPAN DALAM UNTAIAN KISAH PENUH MAKNA

2012 :
FIGHTING SPIRIT = WUJUDKAN CITA MULIA DAN KELUARGA ROBBANI TUK MERAIH RIDHO-NYA
[MISI : A.M.A.N.A.H]

2013 :
 CAHAYA-NYA BERKILAU DI SETIAP EPISODE = PENDAR INDAH KELUARGA QUR'ANI

2014 :
PRIBADI KONSTRUKTIF SEBAGAI ARSITEK PERADABAN BERBEKAL INTELEKTUALITAS, PROFESIONALITAS dan KREDIBILITAS [IPK]

2015 :
MENCETAK SEJARAH DENGAN GORESAN TINTA EMAS PERJUANGAN

Ada impian di tahun 2011 yang belum terealisasi. Tak apa! Toh, sebaik-baik rencana kita masih jauh lebih baik rencana Allah Swt untuk kita. Guru spiritual saya pernah membesarkan hati, Bisa jadi Allah Swt  masih menyimpan yang terbaik untukmu, untuk kesabaranmu, untuk ke’shalihah’anmu, untuk kebaikan-kebaikan yang kamu lakukan. Sebab Dia terlalu sayang padamu  dan  takkan membiarkanmu bertemu dengan pilihan yang salah.”
(Jadi, mohon kiriman doa-doa terbaiknya dan mari saling mendoakan… ^_^)

Kita memang tidak dapat memastikan masa depan, namun bukan berarti kita tidak boleh merencanakan. Setidaknya saya merasakan hidup saya jauh lebih hidup ketika tiap membuka mata dan menatap “DREAM BOARD” saya itu. Ya, ada yang harus lebih sungguh-sungguh saya PERJUANGKAN! MAN JADDA WAJADA...

Akhirnya, KESABARAN dan KESYUKURAN menjadi syarat utama yang akan melengkapi jiwa yang TANGGUH dengan spirit “TEPAT dan TERBAIK” untuk memperoleh hasil akhir yang “SUKSES dan BAHAGIA”.

[Keisya Avicenna, lembar kelima Ramadhan]

0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog