Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » , , , , , , » [Hari 1] : "BELAJAR MENJADI PENDENGAR YANG BAIK"

[Hari 1] : "BELAJAR MENJADI PENDENGAR YANG BAIK"


 
[Hari 1] : Belajar Menjadi Pendengar yang Baik

Jumat, 27 Januari 2017

Semua pasangan yang menikah tentu mendambakan keluaraga sakinah, mawaddah, wa rohmah. Maka, merealisasikan motto BAITI JANNATI (Rumahku Surgaku) pasti menjadi impian setiap pasangan suami-istri. Komunikasi antara suami-istri menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam mewujudkan impian itu. Karena komunikasi adalah sebuah kebutuhan. Dengan komunikasi, kita akan mampu mengekspresikan apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, kita juga dapat memahami cara pandang pasangan kita. Selain itu, kita juga akan mampu berempati ikut merasakan kebahagiaan/kesedihan pasangan, juga bisa saling bertukar informasi. Namun seringkali, dalam kehidupan berumah tangga, komunikasi lebih bertujuan untuk memenuhi kebutuhan psikis daripada tujuan informatif.

Saat seorang suami menceritakan kisah masa kecilnya, bisa jadi semua informasi dalam nostalgianya itu sudah kita ketahui dengan jelas, karena begitu seringnya suami menceritakan kisah masa kecilnya itu. Akan tetapi, persoalannya bukan pada substansinya semata, namun lebih kepada bagaimana memperhatikan dan diperhatikan, lebih kepada kebutuhan untuk didengar dan mendengarkan. Apakah kita telah menjadi pendengar yang baik?

Kami biasa saling bercerita kalau tidak sebelum tidur, ya setelah Subuh (usai aktivitas mengaji selesai), atau saat jalan-jalan pagi.

Hari ini (setelah aktivitas ba'da Subuh usai), saya bersandar di tempat tidur, suami duduk di sebelah saya, sambil sesekali mengelus perut saya. Suami lalu bercerita tentang “proyeknya” bulan ini. Alhamdulillah, ada dua target yang Allah izinkan untuk terpenuhi. Suami menceritakan kilas balik proses yang beliau lakukan untuk mencapai target itu. Saya pun belajar tentang semangat dan pantang menyerah dalam mencapai sesuatu dari kisah itu. Saya mendengarkan dengan seksama dan menyampaikan ungkapan bahagia dan rasa syukur. Sedangkan saya, menyampaikan kondisi fisik saya di usia kehamilan 32 minggu ini. Kaki mulai sering terasa pegal terutama ketika bangun tidur. Maka dari itu, saya selalu meminta suami untuk memijit kedua kaki, tangan dan punggung setiap pagi. Kami pun melanjutkan bahasan seputar persiapan persalinan, rencana mencari rujukan ke dokter keluarga, dan persiapan “cuti kerja” saya dari DNA WRITING CLUB yang selama ini saya kelola, yang dalam waktu dekat akan saya limpahkan sementara kepada adik-adik mahasiswi UNDIP untuk dikelola.

Dan hari ini, kami berdua belajar untuk menjadi PENDENGAR YANG BAIK dan inilah perubahan yang ingin saya buat dalam berkomunikasi. Tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan psikis untuk melepaskan ganjalan di hati, namun berusaha menjadikan komunikasi dengan suami lebih efektif, produktif terbuka, dan informatif.

#hari1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
 


0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog