Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » PRODUKTIF PASCAMENIKAH

PRODUKTIF PASCAMENIKAH


Pembicara: ibu  Vida Robi’ah Al Adawiyah
Sekolah Pra Nikah, 4 November 2012
Menikah berarti kesiapan, bukan keinginan.  Karena banyak hal yang harus disiapkan sebelum menikah.  Salah satu persiapannya adalah menyiapkan energi 200% agar pasca menikah masih ada energi 100%. Energi tidak bisa diciptakan dan  tidak pula bisa dimusnahakan. Artinya, energi positif sudah ada dalam diri kita sejak kita kecil, misalnya yang berasal dari orang tua dan lingkungan yang  sudah mengkristal dalam diri. Sehingga hanya ada dua pilihan, energi itu didiamkan atau digunakan. Dalam hal ini, energi yang ada dalam diri kita pastilah harus kita gunakan, untuk mempersiapkan diri sejak sekarang agar memiliki perencanaan produktif pasca menikah dan merealisasikannya dengan energi yang terjaga.
Tanpa mengurangi tawakkal, keluarga yang harus kita siapkan harus by design.sesuaikan skenario hidup kita dengan skenario Allah, jangan jadi pribadi yang mengalir. Siapkan segala antisipasi. Kita tidak pernah tahu dapat seperti apa. Oleh karena itu kita harus punya plan agar membantu suami membangun rumah tangga. Jadilah istri dan Ibu yang kreatif dan tetap bermanfaat untuk masyarakat.

Produktif pasca menikah.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apa yang dimaksud dengan produktif pasca menikah? Sebagai seorang muslimah yang visioner tentulah tak pernah lupa sebuah hadist penyemangat memperbaiki diri. Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah Shallallahualaihiwassalam bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).
Dengan kata lain, produktif artinya bermanfaat.
  1.  Produktif sebagai Istri
Saat taaruf, tanyakan pada calon suami, dia ingin memiliki istri seperti apa? Karena orang ketiga dalam rumah tangga hanya menjadi komentator dan pengkritik. Dan keputusan ada di tangan suami dan istri. Sehingga komunikasi diawal terkait penyatuan visi misi harus dilakukan.  Buatlah  proposal taaruf pra nikah dan proposal pasca nikah. Agar  visi misi pasca menikah dapat dikolaborasikan sehingga istri tetap produktif pasca menikah dengan izin suami.  Dan yang terpenting adalah tetap menjadi penyejuk pandangan suami baik perawatan diri maupun peningkatan kapasitas diri.  Inner beuty seorang Istri  akan keluar jika semakin dewasa, sehingga doa dalam QS Al-Furqon:74,  qurrota ayun  (penyejuk pandangan) akan berbanding lurus jika istri semakin dewasa dan pintar. "Ya Allah... Anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenag hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang - orang yang bertaqwa"QS. Al-Furqan : 74 
  1. Produktif sebagai Ibu
Visi mendidik anak dimuali dari saat belum punya anak, asal energi dijaga.  Maka spirit melayani dan mendidik harus ditumbuhkan. Sehingga kedepan kita punya pandangan, mau menjadi Ibu seperti apa.  Setiap anak punya teori masing-masing dalam pertumbuhannya. Sehingga seorang Ibu harus banyak belajar untuk berhasil membuat sebuah formulasi yang canggih bagaimana mendidik anak agar tumbuh menjadi generasi sholih/ah yang cerdas, baik moralnya, dan bermanfaat untuk masyarakat. Tentunya hal ini juga harus dibangun bersama suami sebagi ayah dari anak-anak kita. Selain itu, lingkungan sekitar yang semakin jauh dari nilai al-qur’an karena gencarnya contoh yang tdk baik dari televisi atau internet, maka seorang Ibu harus protektif namun tidak kaku, dan hal ini pastilah membutuhkan energi dan ilmu yang tidak sedikit. Banyak ibu yang produktif misalnya dengan membuat komuitas Ibu-ibu untuk membicarakan metode pengasuhan sehingga banyak anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang baik dan hal itu akan berdampak pula kepada anak-anak kita karena berteman dengan sebayanya yang baik pula.
  1. Produktif sebagai masyarakat
Tulislah deskripsi siapa diri kita agar kita tau siapa diri kita..menulis adalah kunci awal kesuskesan J banyak proses pernikahan yang tidak berjalan lancar karena kegagalan calon suami dan istri mendeskripsikan siapa diri mereka dan visi misi mereka masing2. Sehingga visi produktif pasca menikah harus dimulai sebelum menikah, misalnya saja komitmen untuk bermnafaat untuk masyarakat yang harus dibiasakan sebleum menikah dan dibuktikan pasca menikah. Bermanfaat dimasyarakat membeutuhkan energi yang laur biasa ditengah kesibukan pekerjaan sebagai istri, ibu atau bahkan pekerjaan. Kuncinya adalah dengan komunikasi yang baik kepada tetangga dengan bergaul, menyapa, dan membantu apabila tetangga dalam kesulitan.  semakin besar masyarakat merasakan manfaat kehadiran kita ditengah mereka, maka kebaikan itu akan kembali ke kita, insyaallah..
  1. Produktif sebagai Ibu bekerja
Dalam islam, istri bekerja adalah sedekah bukan kewajiban. Bahkan, jika pilihan untuk mandiri bersama suami berdampak pada koneskuensi  tidak bekerja maka pilihlah itu. Sehingga apapun yang dilakukan istri adalah atas izin suami.
 
Namun jika ibu harus bekerja atas izin suami, maka Pilihan bekerja pasca menikah harus drencanakan secara matang sehingga jika istri harus bekerja maka tanpa penyesalan karena sudah tau konsekuensi dan memiliki strategi efektif untuk tetap mengusahakan waktu yang berkualitas untuk keluarga.  Apalagi jika dalam pekerjaan, seorang Ibu atau istri dapat meberikan manfaat positif untuk masyarakat. Oleh karena itu, ilmu parenting untuk Ibu bekerja sudah harus dipahami sejak sebelum menikah agar dapat prepare sehingga kewajiban sebagai Ibu dan Istri dapat terlaksana dengan baik.

 http://kppabenih.blogspot.com/2012/11/produktif-pasca-menikah.html

0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog