Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » Seri Baiti Jannati 1 : Catatan Cinta Ibunda

Seri Baiti Jannati 1 : Catatan Cinta Ibunda


Endorsment

Rasa gelisah waktu menunggu jodoh. Rasa mual waktu hamil muda. Rasa sakit waktu melahirkan. Rasa letih waktu mengasuh. Rasa sedih waktu berdoa di sepertiga malam... Semuanya terobati ketika anak-anak menjadi penyejuk mata ibunda. Selamat membaca buku "Cahaya Cinta Ibunda" yang menjadi buku pertama dari seri Baiti Jannati. Alhamdulillah, bagus sekali...
[Teh Ninih Gymnastiar, penulis buku best seller 'Menata Spiritual Muslimah']

Banyak perempuan yang disebut dengan panggilan Bunda saat ini, dan kerap menjadi berita politik di televisi. Namun Bunda yang satu ini sungguh berbeda dari yang lainnya, dan memang luar biasa. Di tengah kesibukannya menjadi ibu rumah tangga, beliau juga dosen Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang, dan bahkan terlibat aktif dalam berbagai aktivitas sosial dan dakwah.

Beliau bukan penulis buku, oleh karena itu beliau tidak sedang menuliskan sejumlah teori. Buku ini bertutur dari dalam hati, mengajak kita semua melakukan kontemplasi. Sebuah rangkaian perjalanan hidup yang sangat pantas diteladani, oleh siapapun yang memiliki sifat peduli. Sejak proses belajar di kampus, proses pernikahan, berkeluarga dan mencetak generasi unggul yang sudah disaksikan hasilnya oleh masyarakat Indonesia. Empat bersaudara, dua lelaki dua wanita, anak-anak tercinta yang menjadi investasi surga bagi orang tua.
Bunda Darosy Endah Hyoscyamina, adalah salah satu Bunda yang menginspirasi dunia dengan karya nyata. Buku ini membuka mata kita tentang keikhlasan, ketekunan, kesabaran, semangat juang, dan keteladanan yang langka. Di zaman dimana kita saksikan sedemikian banyak perilaku hura-hura dan jauh menyimpang dari tuntunan agama, Bunda bersama keluarga mengajak kita kembali kepada nilai-nilai yang akan membawa ke surga.
Saya bersyukur dan berbahagia menyambut hadirnya buku ini. Insyaallah akan menjadi awal yang baik bagi penyadaran semangat membentuk karakter bangsa Indonesia, agar menjadi bangsa yang bertaqwa menuju peradaban mulia. Semua dimulai dari kekokohan keluarga, seperti keluarganya Bunda.
[Cahyadi Takariyawan, Penulis Buku 'Di Jalan Dakwah Aku Menikah' dan 'Wonderful Family']

Temukan kekalahan dalam setiap kemenangan, agar kita selalu bisa rendah hati dan temukan kemenangan dalam setiap kekalahan, agar kita tetap bisa berharap. Sesungguhnya jiwa yang kuat adalah jiwa yang mampu berharap dan selalu memiliki alasan untuk berharap. Selamat berjuang, Bunda !!!
[Dyah Rachmawati, Pendakwah, Istri H. Zuber Safawi S.Ag. —Anggota DPR RI—]

Cinta telah memberi kita banyak kisah-kisah inspiratif yang tidak usang ditelan jaman. Buku yang sedang Anda baca ini, adalah salah satunya. Kisah tentang sosok seorang figur perempuan muslimah yang tidak pernah berhenti berkarya untuk keluarga dan bangsanya. Karena cinta kepada Allah dia berkarya. Semoga menjadi inspirasi bagi siapapun yang  inginmeninggalkan sejarah emas dalam meniti dan menata kehidupannya.
[Dra. Wirianingsih, M.Si. Ibu dengan 10 anak penghafal Al Qur’an (10 Bersaudara Bintang Al Qur’an), Ketua Umum ASA (Aliansi Selamatkan Anak) Indonesia, Presidium BMOWI (Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia)]

Menjadi ibunda adalah kehormatan, serta karir terbaik dan paling mulia bagi wanita, dan lewat aliran kata penuh makna ini Bunda Endah membimbing kita bahwa menjadi ibunda itu berarti usaha menaati Allah dari lahir sampai hari terakhir.
[Felix Siauw, Penulis Buku 'Udah Putusin Aja']

Sebuah buku yang spesial. Ini hasil pergulatan hidup –pemikiran, keyakinan dan pengalaman– dari seorang wanita yang begitu menghayati perannya sebagai seorang ibu. Bacaan yang sangat menginspirasi bagi siapapun orang tua yang mencita-citakan anaknya menjadi generasi Rabbi radhiyah.
[DR. H. Fuad Nashori, Psi. Pakar Psikologi Islam, Pendiri Asosiasi Psikologi Islam —Himpsi—]

Kata Pengantar Penerbit

    Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan taufik, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita sehingga kita senantiasa berada dalam keridhaan dan cinta-Nya. Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada Rasulullah Saw., keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh umatnya yang istiqamah menjalankan sunnah-sunnahnya.
     Dari Abu Hurairah berkata seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw., dia berkata, “Ya Rasulullah, siapa orang yang paling berhak mendapat kebaikanku?” Rasulullah Saw. menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya, “Kemudian siapa?” Rasulullah Saw. menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah Saw. menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya, “Kemudian siapa?” Rasulullah Saw. menjawab, “Bapakmu.”
         Ibu adalah sosok wanita yang istimewa. Ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Islam sangat memuliakan sosok seorang ibu. Atas izin Allah SWT, seorang anak dilahirkan lewat seorang ibu. Atas izin Allah SWT, seorang janin tumbuh dan berkembang dalam rahim mulia seorang ibu. Atas izin Allah SWT, seorang bayi mendapatkan asupan makanan yang tak ada duanya dari ASI seorang ibu. Subhanallah, sungguh luar biasa seorang ibu!
       Anak merupakan buah hati dan belahan jiwa bagi kedua orang tuanya. Anak merupakan amanah Allah SWT yang harus dijaga sepenuh cinta. Kehadirannya di dunia memberikan nilai dan arti yang luar biasa. Lebih-lebih apabila ia menjadi anak yang shalih dan shalihah, sehat jasmani dan rohani, cerdas dan mau berbakti kepada kedua orang tuanya.
     Tidak mudah memang memiliki anak yang demikian membahagiakan dan membanggakan, menjadi tumpuan harapan. Untuk menciptakannya, membutuhkan perjuangan, kegigihan, dan kesabaran. Tentu juga dibutuhkan keluasan wawasan dan pengetahuan serta aneka pengalaman.
Di tengah arus globalisasi seperti sekarang ini, peran ibu sangat signifikan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak terutama dalam menciptakan harmonisasi keluarga serta lingkungan yang kondusif. Selain itu, seorang ibu juga dituntut untuk kreatif dalam mengarahkan potensi anak demi mendukung perwujudan cita-citanya.
        Oleh karena itu, semoga dengan diterbitkannya buku “Cahaya Cinta Ibunda” ini akan menjadi sarana untuk membantu para orang tua khususnya seorang ibu dalam mendidik buah hatinya menjadi Generasi Rabbani yang luar biasa. Generasi yang menjadikan Allah SWT sebagai tujuan, Muhammad sebagai teladan, Al-Qur'an sebagai pedoman, jihad sebagai jalan kehidupan, dan syahid sebagai cita-cita dambaan. Dalam buku ini memaparkan kisah perjalanan seorang Bunda Darosy sebelum ia menjadi ibu hingga akhirnya bisa 'mencetak' Ilham Bersaudara, empat anak 'ajaib' yang sukses menjadi da'i di usia belia. Apa rahasianya? Simak ya…
            Selamat menyelami aneka kisah yang Insya Allah sarat akan makna dalam buku ini. Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua.

Insya Allah, launching 22 Desember 2013
Pre-Order mulai tanggal 8 Desember 2013
Update terus infonya!
@keisyaavicenna
@aisyaavicenna
@baitijannati
FB : Aisya Avicenna/Norma Keisya Avicenna
Fanpage : Cahaya Cinta Ibunda
HP/WA : 081390076237/085647122033
 


Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog