Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » , , , , , , , » CANTIK DARI HATI, BIKIN CEMBURU PARA BIDADARI

CANTIK DARI HATI, BIKIN CEMBURU PARA BIDADARI


"Jadilah wanita dunia yang layak dicemburui para bidadari surga" (Beauty Jannaty)
#cantikitudarihati #HalaldariAwal

Cantik itu…
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cantik memiliki arti : indah, jelita, elok, dan molek. Dewasa ini, arti tersebut mengalami perluasan makna. Ada kecantikan luar (outer beauty) yang menyangkut fisik, seperti wajah, kulit, dan bentuk. Ada juga kecantikan dalam (inner beauty) yang berhubungan dengan kepribadian yang dimiliki seseorang, dimensi psikis rohani, dan memiliki sifat yang lebih abadi. Namun, kecantikan luar dan kecantikan dalam memiliki nilai serta makna tersendiri dan keduanya tidak bisa diabaikan.

Shalihah, Sudah Cantik-kah Engkau Hari Ini?
Bagi seorang perempuan atau muslimah, kecantikan adalah suatu hal yang menjadi dambaan. Bahkan bisa memengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang. Namun sayang, banyak yang menganggap cantik itu hanya dilihat dari fisik saja, lahiriah saja. Berkulit putih, hidung mancung, jemari lentik, bibir sensual, postur tubuh tinggi, dan segala yang dinilai dari yang tampak di luar saja. Sebenarnya, cantik itu relatif bagi setiap orang. Namun kenyataannya saat ini –secara sadar atau tidak sadar- banyak yang mengusik pola pikir seorang muslimah tentang definisi “perempuan cantik” karena pengaruh media, lingkungan sosialnya, adanya berbagai kontes kecantikan, dan lain sebagainya.

Padahal sesungguhnya, kecantikan hati dan perilaku ‘levelnya’ jauh lebih di atas kecantikan fisik. Kecantikan fisik tidaklah kekal. Seiring berjalannya waktu, usia yang semakin menua, kulit yang dulunya kencang perlahan menjadi berkeriput. Beda halnya dengan kecantikan hati dan kecantikan perilaku, sifatnya jauh lebih kekal dan memberikan dampak positif dalam kehidupan. Karena itu, aspek ruhaniah seseorang atau inner beauty harus lebih diutamakan. 

Cantik dari hati adalah kecantikan sesungguhnya, yang harus bisa memberikan energi positif untuk dirinya sendiri, terlebih untuk orang-orang di sekitarnya dan lingkungannya. Sehingga harapannya, yang semula memberikan definisi kalau cantik itu berkulit putih, tinggi dan langsing akan berubah menjadi seorang perempuan yang memiliki prestasi yang membanggakan, kreativitas tinggi, keterampilan unik yang mampu memberikan manfaat. Selain itu, ia memiliki akhlak yang baik, peduli terhadap sesama, ringan tangan, gemar bersedekah, dll. Inner beauty itu dengan sendirinya akan terpancar dari diri seorang perempuan yang dalam tingkah laku kesehariannya mampu memberikan perubahan positif dan sebesar-besarnya manfaat untuk lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.

Maka Saudariku Shalihah, bersihkan hatimu, perbaiki akhlakmu, lebih dekatkan dirimu pada Al-Qur’an, dan biasakan menjalankan sunnah Nabi dalam keseharian, insya Allah setiap hari engkau akan semakin cantik. Mengingat, cantik hari ini seolah telah menjadi sebuah kebutuhan. Kebutuhan akan pengakuan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Namun yang terpenting, niatkanlah semua hanya karena Allah semata, bukan mengharapkan pujian dan penilaian dari manusia.

"Tjantik-nya tuh di HATIMU..."
(Tjantik = Cantik)

Pancarkan Pesona Cantikmu!
Bukan suatu hal yang baru jika seorang muslimah yang benar-benar sadar akan ajaran agamanya sangat memerhatikan pakaian dan penampilannya serta berparas menawan tanpa harus dengan tabarruj (bersolek), tidak juga berlebih-lebihan, yang menyenangkan jika dilihat suami (khusus bagi yang sudah menikah), anak-anaknya, muhrimnya, serta para muslimah lainnya. Ia tidak akan pernah memperlihatkan diri kepada orang-orang  yang diperbolehkan melihatnya dengan paras acak-acakan dan serba semrawut. Tetapi sebaliknya, senantiasa berdandan  dengan rapi dan berparas menarik sesuai dengan yang diajarkan Islam yang senantiasa mengajak kepada penampilan baik dan menarik serta berhias diri dengan tidak berlebih-lebihan.

Saudariku Shalihah, perbaikilah penampilan! Hendaklah seorang muslimah memperbaiki penampilannya untuk menampakkan nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepadanya. “Sesungguhnya Allah senang melihat tanda nikmat yang diberikan kepada hamba-hambaNya.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

Sudah menjadi salah satu fitrah seorang wanita untuk terlihat anggun sesuai kodrat kewanitaannya. Tapi keinginan ini jangan sampai menjadikan kita terlena hingga diri berlebih-lebihan dalam berhias. Nah, berhias bagi wanita ada 3 macam, yaitu berhias untuk suami, berhias di depan wanita dan lelaki mahram (orang yang haram dinikahi), dan berhias di depan lelaki bukan mahram.

Seorang muslimah diperbolehkan untuk menghiasi dirinya dengan hal-hal yang mubah misalnya mengenakan sutra dan emas, mutiara dan berbagai jenis batu permata, celak, menggunakan inai (pacar) pada kuku dan menyemir rambut yang beruban –bukan dengan semir warna hitam-, menggunakan kosmetik alami atau kosmetik yang tidak mengandung zat berbahaya dengan tidak berlebihan. Dan tentu saja berhias di sini bukanlah dengan maksud mempercantik diri di hadapan lelaki yang bukan mahramnya.

Shalihah, Pilihlah Kosmetik yang Halal untuk Kecantikanmu yang Penuh Berkah
Seorang muslimah harus pandai merawat dan memerhatikan tubuhnya. Kecantikan luar memang bisa terlihat secara langsung, misalnya pada wajah, paras, bentuk, dan kulit. Karenanya, kulit -terutama kulit wajah- banyak yang memperlakukannya bagaikan sebuah tanaman, di mana perlu dipelihara, disiram, dan diberi pupuk supaya subur. Tentu saja dengan cara memakai kosmetik yang aman, sehat dan halal. Saat ini, semakin banyak muslimah yang menyadari pentingnya menggunakan produk kosmetik yang aman, sehat, dan halal.

Adapun kriteria kosmetik yang aman, sehat, dan halal bisa dilihat dari :
1.      Label halal dari MUI dan legalitas produk dari BPOM
Kehalalan suatu produk bisa kita cross check ke Halal MUI. Selain itu, produk kosmetik yang legal ditunjukkan dengan dicantumkannya nomor pendaftaran di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
2.      Komposisi bahan
Biasakan selalu mengecek komposisi bahan yang digunakan. Pastikan bahan produk tidak menggunakan zat seperti diambil dari lemak babi atau zat tidak halal lainnya. Hati-hati saat mengecek produk karena terkadang istilah mengandung babi bisa diganti dengan istilah lain. Baca kode makanan yang mengandung daging babi dan dapat ditanyakan pada ahlinya serta cari informasi melalui internet tentang sumber bahan-bahan tersebut.
3.      Cara produksi
Bukan hanya soal bahan pembuat produk, kita juga harus memastikan produk tersebut dibuat dengan cara yang halal
4.      Mudah dibersihkan
Hendaknya, saat wudhu tidak boleh ada kosmetik yang menghalangi air membersihkan tubuh.
5.      Nama dan alamat produsen tercantum dengan jelas
Nama dan alamat jelas produsen harus jelas tercantum pada label kemasan yang mengindikasikan mudahnya akses bagi konsumen untuk memperoleh informasi lanjutan mengenai produk bersangkutan.

Nah, untuk mengetahui daftar produk kosmetik halal yang telah mendapat sertifikasi LPOM MUI, Saudariku Shalihah bisa dilihat pada tautan berikut: http://www.muslimconsumergroup.com/cosmetic.html

Ini kosmetika halalku, mana kosmetik halalmu?
WARDAH, #HalaldariAwal

Hijab Hati, Hijab Diri Bekal Meraih Kecantikan Surgawi
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya…" 
(QS. An-Nuur [24]: 31)

Hidup berisi dengan aneka macam peristiwa. Peristiwa yang menghadirkan silih berganti perasaan yang mengisi jiwa. Maka, kokohkanlah keimanan saat perjalanan membuat kita bertanya, saat membuat kita meragu dan kecewa. Yakinlah, skenario Allah SWT tengah berlangsung dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik pada-Nya. Tanamkan dalam diri kita Allah Mahatahu yang tepat dan terbaik bagi hamba-Nya!

Sesungguhnya Allah menjadikan seluruh tubuh seorang wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Segala sesuatu dari tubuh seorang wanita yang terlihat oleh orang yang bukan mahromnya, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak.

Hakikat jilbab adalah hijab lahir dan batin. Hijab mata kita dari hal-hal yang mendatangkan murka Allah, jagalah pandangan dari hal-hal yang dilarang. Hijab lidah kita adalah menjauhkan diri dari ghibah dan perkataan yang sia-sia, usahakan selalu basahi lisan kita dengan berdzikir kepada Allah. Hijab tangan kita adalah ringan berbuat tatkala ada orang lain yang membutuhkan bantuan. Hijab kaki kita adalah saat kita gunakan menapak di jalan-jalan kebaikan. Hijab pikiran kita adalah saat kita mampu berpikir visioner jauh menatap masa depan serta menjauhkan pikiran kita dari hal-hal negatif. Hijab hati kita untuk selalu meletakkan nama Allah di tingkatan tertinggi, kemudian Rasulullah, orang tua, dan seterusnya.

Kecantikan surgawi, kecantikan yang membuat cemburu para bidadari, perwujudan cita-cita menjadi bagian dari para perempuan langit, para perempuan yang dirindukan surga.

Mereka yang dalam diam tiada henti menyebut nama Allah. Mereka yang selalu giat menghafalkan Al-Qur'an demi mendapat keridhoan Allah. Mereka yang hendak memberikan mahkota penuh cahaya untuk kedua orang tua kelak di surga nanti. Mereka yang bersikukuh mengenakan hijab sebagai bentuk kecintaan kepada Allah. Walau ‘diancam’ akan kehilangan pesona dunia, mereka tiada gentar untuk tetap bertahan. Mereka yakin bahwasanya perhiasan sejati seorang muslimah itu adalah dari amal ibadah dan akhlaknya yang jernih, bukan berasal dari moleknya tubuh yang mengundang nafsu dan syahwat. Ya, mereka adalah perempuan langit!”

Bismillah… Karena seorang muslimah itu indah dan mulia, seperti sejarah para ummul mukminin dan para shohabiyah. Semoga senantiasa mampu menjadi muslimah shalihah yang dirindu Jannah. Aamiin…

“Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al Waqi’ah [56]: 22-24).

Pasti kita semua ingin menjadi muslimah secantik dan sejelita bidadari surga, tidak sekadar cantik dari segi fisik, namun cantik dari hati yang lebih utama, karena bidadari surga adalah gambaran kesempurnaan pesona seorang wanita dan kita pasti mendambakannya. Maka dari itu, milikilah pribadi cantik dari hati, dan buatlah cemburu para bidadari!

“Dunia ini adalah perhiasan,
dan sebaik-baik perhiasan adalah muslimah yang shalihah.”

[HR. Muslim]



0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog