Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » , , , , , , » [ODOP 3] : Masuk SMK? Upgrade Your Skill!

[ODOP 3] : Masuk SMK? Upgrade Your Skill!

Mas Dhody -kakak cowokku yang berhidung mancung n ngganteng- Masih jomblo, lho! *eh

Dari kelas 1 SMP, Mas Dhody –kakak laki-laki saya yang hidungnya super mancung itu- memang sudah kelihatan hobinya bongkar pasang. Tapi bersyukurnya bisa bongkar tapi bisa pasang lagi, bahkan dimodifikasi jadi lebih keren. Sebut saja, bikin radio, bikin tape, bonus dihiasi lampu plip-plop warna-warni. Alhasil, rumah sering penuh dengan perkakas n printhilan-printhilan, beraneka jenis kabel, sekrup-sekrup, komponen-komponen elektronik, terutama di kamarnya.
Lulus SMP, Mas Dhody mantap masuk ke SMK 1 Surakarta. Dia ngambil jurusan elektronika. Tersalurkanlah hobi doi. Ilmunya semakin keren diimbangi dengan praktik langsung dengan jam praktik yang lebih banyak. Mas Dhody yang notabene sudah suka dengan jurusan yang dia ambil, menikmati hari-harinya belajar di SMK. Meskipun cowok, harus ngekost dan mandiri, nyari makan sendiri (hihihi), prestasi belajarnya sangat membanggakan. Tulisannya super rapiiiii, tulisan tangan saya aja kalah.
Singkat cerita, lulus SMK, Mas Dhody diterima kerja di ASTRA. Setahun berjalan dia naik jabatan. Tapi, dia memutuskan untuk keluar karena sesuatu hal terutama karena dia pindah ke bagian yang ada hubunggannya sama ‘pengasapan’ sedangkan Mas Dhody dulu waktu kecil pernah punya riwayat sakit paru-paru basah. Daripada menanggung resiko, dia pun resign. Lalu, kerja ikut temannya di counter HP (Salwa Celluler) di daerah Jagalan, Solo. Beberapa tahun kerja, dia pun memutuskan untuk berwirausaha sendiri. Dengan modal yang dimiliki dan keterampilan yang terus dia asah, akhirnya dia mengontrak sebuah ruko kecil joinan sama temannya di daerah Pasar Pokoh Wonogiri (samping jalan raya). Tak berapa lama, Mas Dhody pun memutuskan untuk membuka usaha sendiri di rumah. Di bagian depan rumah yang sudah dilebarin dan direnovasi, lalu dia sulap jadi counter HP berjudul “SEVEN CELL”.
Para pengunjung SEVEN CELL tidak cuma orang tua saja, tapi anak-anak usia SD n remaja sering nongkrong di sana

Meskipun jauh dari jalan raya, tapi Seven Cell bisa dibilang cukup ramai. Setiap hari tak pernah sepi pengunjung, baik yang beli pulsa, aksesoris HP, maupun yang servis HP. Lama-kelamaan Mas Dhody banyak pelanggan.
Kisah singkat Mas Dhody menunjukkan bahwa masuk SMK itu tetap keren! Skill-nya memang benar-benar semakin terasah dan setelah lulus jauh lebih mandiri. . Itu yang bisa saya lihat dari apa yang Mas Dhody dapatkan sekarang. Penghasilan bersihnya setiap bulan bahkan terkadang mengalahkan gaji PNS. Ya, menjadi lulusan SMK dan sekarang menggeluti dunia entrepreneur itu TAWAKAL-nya pol-polan. Keahlian doi semakin terasah seiring jam terbang yang semakin bertambah.
Saya sendiri dan kembaran saya –Mbak Thicko- lebih memilih masuk SMA setelah lulus SMP karena kami ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Sedangkan waktu itu Mas Dhody memang berkeinginan untuk menjadi pengusaha, nggak pengin kuliah. “Biar adik kembarku saja yang kuliah,” gitu katanya. Dan benar, selama kita kuliah, Mas Dhody sering mensupport keuangan kita. Ngasih uang saku, nambahin bayar uang semesteran, ni brother memang TOP banget deh!

Kakakku yang super keren... ^^

Oh ya, antara SMA maupun SMK pasti mempunyai keunggulannya masing-masing. SMA atau Sekolah Menengah Atas menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan menyatakan bahwa  Sekolah  Menengah  Atas,  yang  selanjutnya  disingkat SMA, adalah  salah  satu  bentuk  satuan  pendidikan formal  yang  menyelenggarakan pendidikan  umum pada  jenjang  pendidikan  menengah  sebagai  lanjutan dari SMP,MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan  dari  hasil  belajar  yang  diakui  sama/setara. Dalam hal ini SMA menyelenggarakan pendidikan yang bersifat umum atau nonvokasional. Lulusan dari SMA diharapkan mampu untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Dalam hal ini, di SMA siswa diberikan bekal berupa ilmu pengetahuan yang luas namun mendalam. Di SMA lebih mempelajari teoritik daripada SMK.
Kelemahan dari SMA yaitu siswa lebih mendalami ilmu pengetahuannya sehinggamereka mampu berpikir secara logika. Sedangkan kelemahannya mereka akan cukup sulit untuk mempelajari mata kuliahnya yang baru jika tidak sesuai dengan jurusan yang diambilnya ketika dia SMA dahulu. Di SMA sendiri pada umumnya memiliki 2 jurusan yaitu jurusan IPA dan IPS. Namun, ada pula beberapa sekolah yang menambahkan jurusan lain seperti bahasa, bergantung pada kebijakan sekolah masing-masing. Untuk memilih jurusan pun kita harus mengikuti minat dan kemampuan yang kita punya. Jangan sampai memilih jurusan yang jelas-jelas anda tidak mempunyai bakat di dalamnya.
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan menyatakan Sekolah  Menengah  Kejuruan,  yang  selanjutnya disingkat  SMK,  adalah  salah  satu  bentuk  satuan pendidikan  formal  yang  menyelenggarakan pendidikan  kejuruan  pada  jenjang pendidikan menengah  sebagai  lanjutan  dari  SMP,  MTs,  atau bentuk  lain  yang sederajat  atau  lanjutan  dari  hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs. Lulusan SMK sejak awal memang sudah disiapkan untuk memasuki dunia kerja sehingga diharapkan setelah lulus nanti siswanya akan langsung bekerja atau berwirausaha. Namun, untuk sekarang ini sudah banyak siswa SMK yang melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Kelebihan masuk SMK, siswa mempunyai hardskill berupa kemampuan kejuruan yang spesifik sehingga ketika kuliah seorang siswa mengambil jurusan yang sama dengan ketika dia SMK, maka dia akan lebih mudah untuk mempelajari materi kejuruannya. Sedangkan untuk kelemahannya, siswa SMK cenderung agak selalu berpikir instant atau jarang menggunakan logika dalam penyelesaian ilmu-ilmu yang bersifat eksakta. SMK pun memiliki banyak jurusan, diantaranya tata niaga, teknik, tata busana, tata boga, analis kesehatan,  farmasi dan masih banyak lagi. Jurusan tata niaga pun terbagi kembali menjadi  banyak jurusan yang berada di dalamnya. Contohnya adalah akuntansi, pemasaran, usaha perjalanan wisata, dan lain-lain. Sedangkan untuk teknik pun terbagi menjadi beberapa jurusan antara lain, otomotif, teknik listrik, teknik komputer jaringan (TKJ), dan sebagainya.
Nah, itu sekilas ulasan dari saya yang saya rangkum dari berbagai sumber terpercaya. So, kalau mau masuk SMK, why not? Dian Pelangi yang desainer internasional itu aja lulusan SMK, lho… Reach your GOAL! Make your dreams come true!

Kalau ada yang ingin servis HP, beli HP baru, beli pulsa (bisa ngutang, lhoooo... *Plaaak itu mah gue), beli aksesoris HP, curhat masalah HP, atau pengin kenalan (hihihi) bisa kontak langsung Mas Dhody.
Alamat SEVEN CELL : Banaran RT 02 RW 10, Wonoboyo, WONOGIRI, Jawa Tengah
FB : Dhody 


1 komentar:

Catcilku said...

Iya SMK bagus karena langsung ada pkl ya... tapi sayang kadang pkl tidak sesuai dengan jurusannya :)

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog