Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » “SAHAP JIYTHA NYADHI HIYI”

“SAHAP JIYTHA NYADHI HIYI”



[Goresan Tinta Emas FLP Solo Raya bersama : Bambang Trim, Tasaro GK, Imazahra, crew NIBIRU, Tiga Serangkai, dan Gramedia…d^^b]

*Pesan : lahap huruf demi huruf, satu per satu, baca sampai tuntas..tas...tas…tas…^^v

Solo “The Spirit of Nungma”, 24 Desember 2010

“Hari ini adalah sepenggal mimpi yang menjadi nyata…jawaban dari doa-doaku dan hadiah luar biasa dari Rabb-ku…”

Sehabis ‘mengadukan semuanya’ sama Allah SWT, merasakan energi dahsyat bersama lantunan ayat-ayat Cinta-Nya, mengawali hari dengan sebuah aktivitas yang paling Nungma suka : MENULIS. Ya, kayaknya aktivitas ini sudah menjadi sebuah ‘panggilan jiwa’. Pertama, menulis di buku DNA. Kedua, menulis PR SUPERTWIN yang pagi ini harus segera dikirimkan ke mysupertwin. Misi besar 24!!! ^^v Mohon doanya semoga lancar dan sukses!!

Jumat hari yang penuh barokah!!! Inspirasi dahsyat, aksi hebat, full manfaat!!!

Ada banyak tempat yang harus Nungma kunjungi pagi ini. Pertama, Masjid Nurul Huda UNS. Masjid perjuangan dimana Nungma bisa menimba ilmu di sana salah satunya dengan mengikuti Kajian Rutin (KANTIN) eNHa. Ternyata hari ini yang ngisi bukan Ust. Abdul Hakim, tetapi Ust. Kholid. Ketika membuka tas, langsung menepuk jidat :”Aduh, bolpenku ketinggalan”. Baru inget, tadi dimasukin ke tas export hitam bukan tas coklat yang Nungma pake ke NH. Wealah, akhirnya coba cari pinjaman kanan-kiri depan-belakang, ternyata mereka hanya bawa 1 bolpen aja. Cliing, langsung inget kalau di lantai 2 ada banyak bolpen ‘yang sudah ditinggalkan pemiliknya’. Hehe…langsung dah, sedikit berlari kecil menuju lantai 2, ambil satu dengan status ‘pinjem’…ahay, Nungma tanpa bolpen bener-bener bagai Nungma tanpa Doraemon dah…xixixi…ada sesuatu yang ‘kurang lengkap’!!!

Seusai kajian, Nungma ke lantai 2. Ada agenda membersamai seorang adik yang luar biasa. Meski sendiri karena rekan-rekan yang lain pada mudik, tapi semangatnya untuk menimba ilmu sangat luar biasa. Berbagi semangat dan inspirasi dengannya…love u, say!!! Tidak terasa hampir 2 jam kita habiskan waktu bersama. Sholat Dhuha dulu baru melanjutkan perjalanan ke warnet Salwa dekat kost….

Rencana jam 10 mau ke PPQ Al Mahir terpaksa dipending dulu, karena dik Erny baru bisa jam 11 an, dan perjalanan ke sana bisa memakan waktu hampir satu jam. Padahal Nungma harus sudah ada di Tiga Serangkai jam 13.00. yasudah, setelah selesai melanglangbuana di dunia maya, Nungma kembali membuka novel NIBIRU yang sore ini mau dibedah sama penulisnya, Kang Tasaro GK di Gramedia jam 15.30. menenggelamkan diri di dunia fantasi bersama Dhaca Suli, Muwu Thedmamu,Nyithal Sadeth, Sothap Bhepami, dll.


Setelah makan siang, sholat Dhuhur, jam 12.45 dik Erny njemput ke kost. Siang ini kita (keluarga besar FLP Solo Raya) mendapatkan kesempatan luar biasa untuk talkshow eksklusif bersama Pak Bambang Trim (General Manager Tiga Serangkai Solo), Kang Tasaro GK (Penulis novel NIBIRU), dan Mbak Imazahra Fathimah (penulis Long Distance Love). Wow…momentum luar biasa ini yang membuat N5130 Nungma 3 hari ini mendadak jadi supersibuk karena didaulat untuk jadi CP di agenda silaturahim tersebut. Terima kasih buat rekan-rekan FLP Solo Raya!!! (bahagiaaaaaaa…banget rasanya, Nungma jadi punya banyak kenalan baru).

Menikmati perjalanan menuju Gedung Tiga Serangkai di Jl. Dr. Soepomo No. 23. Hm, siang ini Solo panas, tapi Nungma lihat sangat cerah dan anggun…bahagia banget. (sempet bersenandung dalam hati : “NIBIRU hari ini….” Xixixi..aransemen nasyidnya edcoustic..”sebiru hari ini..”.wkwkwk… Gempita syukur membahana dalam hati, yang takkan bisa diterjemahkan dengan bahasa sastra tertinggi Negara manapun!!!

BANYAK CINTA HARI INI!!!

Alhamdulillah, jam 13.00 sampai di Tiga Serangkai. Lapor Pak Satpam dulu euy…ternyata tempat parkirnya di belakang gedung selang beberapa rumah gitu. Parkiran yang unik. Hehe…^^v. Seneng deh, bisa menyapa temen-temen yang kemarin hanya komunikasi via SMS. Ketemu mbak Ati’, tyuz kita diantar ke Aula Lantai 4. Keren dah!!! Pak Bambang Trim ternyata sudah ada di sana, bersama beberapa koleksi bukunya yang diletakkan di meja. MUADH SIHABHA!!! Rekan-rekan FLP Solo Raya mulai berdatangan, kalau yang ndaftar ke Norma kemarin sampai angka 60, tapi siang itu mendadak beberapa ada yang cancel. Sip, semangat dahsyat yang rekan-rekan tunjukkan semoga menjadi energy yang luar biasa pula!!!

Hadir juga Mbak Imazahra Fathimah, seorang penulis, yang siang itu bertugas untuk menjadi moderator. (Nungma langsung ‘heboh sendiri’ dengan Mbak Ima. Sebelumnya kita hanya bersua di FB lewat NIBIRU’s READER. Ternyata ada Mbak Yuni juga, NIBIRU’s READER dari Bogor…akhirnya bisa dipertemukan juga dengan mbak…kemarin baru bersua di FB pula. Hehe…)

Pada kesempatan emas siang itu, Pak Bambang menyampaikan “sesuatu”, hm…”PUGHABA”. Apa itu PUGHABA??? Bagi yang sudah membaca NIBIRU pasti sudah tidak asing dengan ‘salah satu bahasa planet’ ini. Yups, PENGUASA!!!. (sssstttt…Nungma duduk paling depan euy…’posisi menentukan prestasi’. Hehe….biar lebih konsentrasi gitu…). Di awal aksinya, Pak Bambang menunjukkan sebuah buku yang berjudul “SEBATANG KARA”. Sebuah buku lama, tetapi kita bisa ‘menemukan sastra yang sebenarnya’ dalam buku itu. Wow…sampai akhirnya beliau bertanya : “untuk apa kita menulis? motivasi apa yang membuat teman-teman semua bergabung di FLP?”. Apakah Uang? Popularitas? Idealisme? Dakwah? Berbagi? Pengakuan?. Hyaaaa….Nungma jadi salah satu peserta yang ‘ditodong’ untuk menjawab.

Hehe…Pak Bambang Trim menyampaikan menulis adalah sebuah life skill, sampai akhirnya pelakunya menjadi “POLYMATH”, seseorang yang mampu menulis dalam bentuk apapun dan dalam laras apapun dengan sama kuat dan berdayanya. Dan PUGHABA HEBAT ITU BERNAMA MENULIS!!! Silahkan rekan-rekan membaca note beliau di :……………….
(note-note yang selalu Nungma kliping di buku khusus “MENULIS” yang Nungma berin nama tu buku : PUGHABA…^^)

Hm, mau tahu motivasi Pak BT menulis dan bisa terus konsisten dan eksis sampai sekarang? Ternyata semua bermula dari hobinya membaca sejak kecil, kemudian mulai ‘menjelajah lebih dalam’ sebuah dunia (memaknai kehidupan), ada kesempatan, sarana memperkaya khazanah ilmu sampai akhirnya VISI, HASRAT, dan CINTA lah yang membuat beliau menjadikan menulis itu sebuah perjuangan untuk “MENJADI BAGIAN DARI PERADABAN” dan “MENGGENGGAM DUNIA LEWAT MENULIS” (Wow, Subhanallah….MUADH SIHABHA!!!*)

Ada satu kalimat yang Nungma suka : kita harus mampu menuliskan apa yang kita pikirkan…hoho…kayaknya ni kalimat lagi pas banget ma Nungma!!! Hehe…

Hm, menulis…temukan rahasianya dalam kita berlatih…betapa luar biasanya seorang penulis yang mampu menggunakan “pughaba”-nya setiap hari dan mengalirkan energy iqra pada visual, auditory, dan kinesthetic-nya. Seolah menemukan ‘indera keenam dalam membaca dan menulis….Wow, Muadh Sihabha*!!!

Terima kasih Pak Bambang atas inspirasi dahsyatnya!!! (beberapa hal yang Bapak sampaikan tidak semua saya tuliskan di sini. Hehe…bagi rekan-rekan yang mau pinjam catatan saya di buku boleh-boleh saja atau lebih lengkapnya bertanya langsung dari narasumber…hoho)

Haiyyaah…ternyata Kang Tasaro GK sudah duduk di deretan belakang. Dan saatnya beliau beraksi. Dengan topi lucunya, kaos, tas lucu juga, sepatu kets, gaya yang simple tapi sangat memukau. Xixixi..peace, kang!! Gak nyangka euy…beliau nyebut-nyebut “keisya” (gubrak.com). beliau juga masih ingat dengan mysupertwin waktu ketemu di Gramedia Matraman tanggal 12 silam. Wow…SUPERTWIN fans berat karya-karya Tasaro GK!!! ^^.Nah, hari ini dah ketemu kembarannya to Kang?? Dulu ketemu Aisya, sekarang Keisya. Hehehe...
“Seorang penulis yang baik mau dan mampu menulis buku dan tidak akan berhenti begitu saja ketika sudah sampai di titik akhir. Harus berlanjut dan terus mengasah skill menulisnya.”

Wow, suplemen dahsyat di awal obrolan siang menjelang sore itu…Beliau juga menyampaikan bagaimana kita harus bersikap terhadap penerbit, etika menulis, dan 2 halangan yang bagi seorang penulis ketika memulai prosesnya : mentog/writingblock dan kritik!!! Menulis bukan soal bakat, yups, “Menulis adalah life skill dan ada 2 kepentingan yang harus bertemu : KUALITAS dan MARKET!!! Menulis bukan pekerjaan bakat, tapi soal bersungguh-sungguh (improvement).” Wow, siippp kang…Muadh Sihabha*!!!
Beliau juga menyampaikan : “Membuat buku itu susah tapi bertahan untuk menjadi seorang penulis itu jauh lebih susah” (hm, Nungma manggut-manggut mantab…^^)

Dalam kesempatan itu, Kang Tasaro juga ngasih game kepada kita. Pertama, tuliskan nama teraneh yang mungkin ingin kamu jadikan tokoh dalam tulisanmu! Kedua, tuliskan karakter/sifat teraneh pada tokoh itu! Ketiga, hal teraneh…wkwkwk…lucu lah!!!
Ada Mas Aris El Durra (duduk disampingnya ternyata ada kepala suku Pelangi, kang Casofa Fachmy. Ckikik…kompak nian kalian berdua…^^)yang menyampaikan “Camadas” sebagai tokoh dengan nama aneh itu (tak lazim, tapi menarik juga…), dengan karakter “baik hati tapi pembunuh” dengan sikap aneh :”terbang dengan tangan”. Ada juga Bunda Eny yang menyampaikan “BuRo”, “Pengkhayal, kolektor tusuk gigi dan slebor”, dan “kesasar di Rumah Sakit Jiwa” (wkwkwk, ketemu Mas Aris donk!!^^v). Ada lagi Mbak Yuni dengan “Tristan, seekor Pegasus”, dengan karakter : “keberanian yang bercahaya”, kejadian anehnya : “di penghujung malam, keluar dari samudera (atau apa mbak?gak tercatat nih…mohon di koreksi. Hehe….) untuk menjemput anak yang terpilih”. Wow, imajinasi luar biasa!!!

Pada akhirnya, Kang Tasaro menyampaikan 7 kunci :
1. Nama (dan karakternya)
2. Cita-cita
3. Penghalang
4. Perjuangan
5. Kegagalan
6. Titik Balik
7. Ending


Aha, kita harus mampu menulis dan “idealisme kita masuk ke kepala orang”. Nah, kalimat ini harus benar-benar kita bold and underline!!! Sehingga kita mampu mengikat dan memikat pembaca sejak awal. Yups…….dahsyat Kang!!! Banyak jempol buat Kang Tasaro…(Nungma pinjem kanan-kiri, depan-belakang…hehe..dapat salam dari mysupertwin, Kang!!! Kapan-kapan semoga bisa ketemu lagi dengan Kang Tasaro dan SUPERTWIN lengkap trus foto bareng deh…lho????hehehe…)

Selanjutnya Mbak Imazahra yang berbagi inspirasi dengan kita. Beliau menceritakan perjalanannya di dunia kepenulisan. Sempat mengambil master di Inggris. Satu hal yang Nungma catat : “sebuah kesadaran komunitas”. Yupz, betapa pentingnya kita membangun sebuah networking. Silahkan rekan-rekan bisa bekunjung ke blog beliau di http://imazahra.multiply.com. Yups, beliau adalah sosok penulis yang “from blogging to publishing”. Dahsyat dah…!!! Sosok yang kegemarannya hampir sama juga dengan Nungma : hobi travelling [tapi Nungma belum pernah ke luar negeri mbak, baru keluar pulau…Biidznillah, suatu saat yang “TEPAT dan TERBAIK” nanti semoga bisa...Semoga Allah SWT berkenan mengabulkan…amin. ntah waktu naik haji, dapat beasiswa S2 di luar negeri, honeymoon (xixixi…), atau yang lain. Salah satu impian Nungma juga mbak…(Ya Rabb, berikanlah hamba kemudahan…Amin)], bertemu orang-orang baru (Nungma sangat sukaaaa!!!), motret (suka juga meski cuma pake HP), dan menulis untuk berbagi (like this sangat mbak!!!^^v. Semoga Nungma juga punya buku yang berkualitas, bermanfaat dan mencerahkan, yang bisa berdiri berjajar di rak bersama penulis-penulis hebat favorit Nungma…Amin. Mohon doanya ya mbak n dari semua juga…). Pesan Mbak Ima : “Mari kita bersama menjaga energi untuk tetap menulis!!!”

Acara di Tiga Serangkai selesai jam 15.15 WIB. Kemudian keluarga FLP Solo Raya beberapa ada yang mengabadikan moment sore itu dengan foto bersama…(palingsuka.com). tyuz kita berbondong-bondong ke Gramedia Jalan Slamet Riyadhi. Nungma n the gank sholat dulu. jam 16.10 akhirnya sampai juga di lantai 2, berkumpul bersama para peserta yang lain. Tadi sempat ditelp Diah Cmut, katanya dicari Mbak Imazahra disuruh segera ke lantai 2. Weikz..ternyata pada kesempatan bedah novel NIBIRU bersama Tasaro GK dan Mbak Imazahra sebagai moderator itu Nungma dadakan disuruh maju untuk ngasih testimony tentang NIBIRU. Wow, seakan tak percaya…bisa berkomentar langsung, ngasih testimony di hadapan penulisnya langsung. Penulis favoritnya pula…^^v. Sebuah pengalaman yang dahsyat, luar biasa, yang pastinya tak akan terlupa seumur hidup dah…Impian Nungma no. 144 dan 145 terwujud…Terima kasih, Ya Rabb…(sampai detik ini pun Nungma masih belum percaya…hoho..ngomong apa sih Nungma kemarin [ada yang mau berkomentar???hohoho…], yang jelas itu luapan bahagiaaaaaaaaaa. Nungma suka banget sama novel NIBIRU. Dari awal aja, mentalitas peneliti dan mentalitas Conan Nungma dah disibukkan untuk memecahkan dan mengotak-atik bahasa Kedhalu. Hoho…*Muadh Sihabha!!!].

Bedah novel yang berlangsung amat sangat very seruuuuuuuu sekali bangeeet!!! Hadir pula pak Sony yang nanti akan membuat game animasi NIBIRU. Mantabz surantabz dah…

Menjelang petang, saat senja bertandang..kebersamaan ini harus diakhiri padahal Nungma masih ingin berlama-lama diajak berpetualang bersama NIBIRU dan Kesatria Atlantis. Hoho…sebuah ending yang sangat indah… foto-foto n minta tanda tangan pluz motivasi dah!!!hehe…

BANYAK CINTA HARI INI!!!

Special thanks to :
1. My SUPERTWIN, “Etika Aisya Avicenna”: terima kasih buanyaaak sudah membelikan Novel NIBIRU tanggal 11 Desember 2010 silam di Gramedia Matraman. N maketin novel itu ke Istana 5 Cinta kita dan kuterima tanggal 18 Desember 2010. Punya novel itu menjadi salah satu impianku, dan kau menjadi perantara terwujudnya impian itu…”Apa pughabamu?”, tulisan Kang Tasaro di novel itu…hehe…yuks, SERIUS dan FOKUS merampungkan MISI DAHSYAT 24!!

2. Kang Tasaro GK : terima kasih Kang buat semuaaamuaaanya….u’re my inspiring!!! Pesan beliau yang tertulis di buku khusus menulis yang Nungma beri nama “PUGHABA” : “Ikat mimpimu dengan tulisanmu!!!”, satu lagi di kertas biru muda : “to : Norma Keisya…hello twin girl : pada mulanya adalah pughaba…” (hoho…).

3. Pak Bambang Trim : ntah berapa kata terima kasih yang harus saya sampaikan ke bapak atas kesempatan luar biasa hari ini…Bhelowa bhupbhebh bhemamu….^^. Beliau menulis pesan : “Menulis dalam setiap tarikan nafas untuk mewarnai kehidupan yang seperti PELANGI”. Likethis sangat, bapak!!!

4. Mbak Imazahra : bahagia banget bisa bertemu dengan penulis Long Distance Love. Semoga buku ini banyak menginspirasi dan mewarnai kehidupan saya!!! Pesan beliau : “Menulis adalah mengabadikan kehidupan dan memuja nama-Nya dengan kekuatan kata-kata”. Love u, mysister…^^

5. Mas Aris El Durra : Subhanallah, energy luar biasa dahsyat hari ini!! Semoga kita semakin bersemangat untuk membaca dan menulis lebih ‘banyak’ lagi. Karena “Menulis adalah berjuang”, seperti pesan yang kau tuliskan di buku “PUGHABA” ku…likethis,mybrother….

6. Kang Casofa Fachmy (sang kepala suku Pelangi) : “Menulis adalah panggilan jiwa untuk menerangi dunia”. (haha…nyadar kan kang pas nulis ini?ngakakgulingguling.com. like this lah!!!). Mari bersama, meniti jejak di permukaan pelangi. Bravo Pelangi!!!

7. Mbak Yuni : “Menulis adalah cara kita mengenal diri kita sendiri lebih jauh dan memperkenalkan diri kita pada dunia”. Bersyukur dan bahagia bisa bertemu dan berkenalan dengan mbak…”Keberanian yang Bercahaya”, saya suka banget kata-kata ini…^^v. love u coz Allah, my sister…

8. Keisya Avicenna : “Menulis adalah menjadikan setiap huruf bermetamorfosa sebagai dzarrah kebaikan. Menulis untuk mendokumentasikan hidup”

9. Dan apa MENULIS menurutmu??? (silahkan isi di comment..hehe)


Di penghujung tulisan ini, izinkan saya menuliskan sesuatu :
“thedhubmany sedhebheladhath ngay semacadh lekarhi kheyhumibh nadh sedhkhdobhebh..MUADH SIHABHA!!!”
“teruslah bersemangat dan belajar menjadi penulis yang berproses…LUAR BIASA!!!”
(mohon dikoreksi karena Nungma juga masih harus banyak belajar dalam memecahkan misteri ini…hehe)

IMPIAN No.155 : NIBIRU GO INTERNATIONAL!!!
IMPIAN No.156 : Jadi DUTA NIBIRU dan bisa mengikuti Frankfurt Book Fair tahun 2011. (hoho..bermimpi, boleh kan???)

NB : ada kejadian lucu… pasca bedah buku, Nungma turun ke lantai 1 ke bazar buku. Setelah muter2 lihat, sampai akhirnya sepasang mata lengkap dengan kacamata ini ‘menangkap’ sebuah buku karya Ust. Fauzil Adhim,dkk. yang berjudul : “HOW TO GET MARRIED”, buru-buru aja gitu belinya coz tahu harga cukup terjangkau n harus segera sholat Maghrib. Alasan beli buku ini pun karena Ust. Fauzil juga inspirator saya dalam menulis. Masalah judul dan isi itu belakangan, huznudzonnya pasti bagus dan bermanfaat dah. Hehe… malamnya menjelang tidur, iseng aja acak buka itu buku. E, yang kebuka halaman 109. Dan siapakah penulis salah satu kisah di buku itu??? (ternyata buku itu isinya kumpulan tulisan para penulis beken yang mengisahkan pengalaman sejati mereka dalam mendapatkan dan ‘menjemput’ jodoh : dari pertama kali ketemu, kenal, ngelamar, sampai merit. Mulai yang dijodohin, seperti Mbak Afifah Afra, dicomblangin kayak Mbak Vida (Robi’ah Al Adawiyah), atau nembak sendiri gayanya Taufiq Saptoto Rohadi…(xixixi…pas bagian ini mpe ngakakgulingguling.com-hehe..gak sampai segitunya ding-). Hal 109 ternyata tulisannya Kang Taufiq Saptoto Rohadi alias Kang Tasaro GK yang berjudul : ”Sekali Nembak Langsung Jadi”. Wkwkwk…sebuah kisah penuh perjuangan yang ‘menggelikan’. Hm, Kang Tasaro : sampaikan salam saya untuk Mbak Alit Tuti ya…

[Keisya Avicenna, 25 Desember 2010; ditulis dari jam 02.00-04.00 WIB. “BANYAK CINTA HARI INI”]

0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog