Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » Akumulasi Kerinduan

Akumulasi Kerinduan


28 Desember 2009

Ehm… hari ini cukup “berat” bagi Aisya. Banyak hal yang kemudian membuat semangatnya sedikit menguap saat keluar dari kantor kesayangannya (yang biasanya semangatnya 137x tinggal 73x… ^^). What happen with her??? Yang jelas bukan masalah kantor. Lalu apa??? Tanya aja sendiri. Nah lo… Aisya kan juga manusia… Sering UP, tapi juga bisa DOWN! Salah satu sebabnya mungkin akumulasi kerinduan pada keluarga tercinta, karena hari ini dia SMS-an dengan ayah ibunya tercinta serta FB-an dengan kakak dan saudari kembarnya tersayang.

***

Kopaja 502, 18:57

Dalam perjalanan dengan lambung yang sudah mulai perih karena belum makan nasi untuk buka puasa (tadi di kantor hanya minum segelas Aqua + makan secuil roti), Aisya mencoba merenungkan setiap kejadian yang ia alami hari ini… Istighfar berkali-kali… Aisya mencoba membangkitkan kembali semangatnya… tapi….

Galau!

Ia butuh seseorang untuk berbagi…

***

Komilet Jaya, 19:19

Fa’izzah Affanin (Tyo) : “Thicko…long time no curhat… gimana kerjamu???”

Cless… sahabat Aisya itu SMS di saat yang sangat tepat… Mungkin dia merasa ada yang “tidak beres” dengan sahabatnya yang satu ini. Dan akhirnya Aisya menceritakan semuanya pada Fa’izzah Affanin.

***

RedZone, 20:18

Fa'izzah Affanin : “Msh nangis ko? Terusin aja sepuasnya.. kalau butuh teman curhat, tenang aja ada aku disini, meski gak bisa ngasih solusi tapi aku selalu siap mendengarmu ^_^”

Aisya pun menjawab :”Aku dah ga pa2. Aku mau tidur saja. Tar biar bisa bangun tengah malam. Curhat dan nangis sepuasnya pada Allah…”

Ah Tyo, dia memang sahabat yang baik. Coba kalau Tyo ada di sampingnya… Makasih ya… batin Aisya menjelang tidur..

Dia pun jadi teringat nasyidnya Shaffix, Menangislah di Bahuku….

Kau datang padaku seperti biasa

Kusambut bahagia dengan tangan terbuka

Kau balas dengan senyum seadanya

Kutahu ada sesuatu yang berbeda

Kau hanya diam seribu bahasa

Hanya matamu yang coba berbicara

Bahwa saat ini hatimu terluka

Kautahu ku ada di sini untukmu

Coba tak berpedih menahan tegar di ujung mata

Hingga kaupun tak kuasa, berderailah air mata

Dalam pelukku kau curahkan semua

Menangislah!

Kadang manusia terlalu sombong tuk menangis

Lalu untuk apa air mata tlah dicipta???

Bukan hanya bahagia yang ada di dunia

Menangislah!
Di bahuku kau berikanku kepercayaan

Karena laramu adalah haru biruku

Karena aku adalah sahabatmu…

Menangislah! Menangislah!!!

Menangislah di bahuku ku di sini untukmu

Menangislah di bahuku karena kau sahabatku…

***

Red Zone, sepertiga malam…

“Wahai Zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, yang menguasai hari pembalasan, yang siksaanNya pedih tak terperi, yang karunia dan nikmatNya tak bisa dilukiskan dengan tinta dan pena manapun, yang kasih sayangNya tak berujung dan tak terbatas….

Sesungguhnya hamba tiada daya dan upaya tanpa campur tanganMu, Ya Allah…

Sungguh ampunanMu lebih aku harapkan… rahmatMu lebih aku dambakan…

Hamba meminta… Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi, sungguh hamba yang lemah ini sedang gundah dalam risau hati, sedang terhujam rindu yang terakumulasi, dan hanya Engkau lah yang mampu mengobati… Hamba meminta dengan sesangat-sangatnya pinta… sungguh hamba terpisah ruang, jarak, dan waktu dengan KELUARGA hamba… Permintaan hamba hanya satu… Keinginan hamba hanya satu… Hamba menitipkan segala urusan mereka pada Engkau yang tidak pernah mengecewakan dan menyia-nyiakan barang titipan dari hambaNya yang berserah diri… Wahai Zat Yang Tidak Pernah Tertidur… Jawablah doa hamba dengan kehendakMu…. AAMIIN YA RABBAL ‘ALAMIN….”

***

Wahai pemilik nyawaku

Betapa lemah diriku ini

Berat ujian dariMu

Kupasrahkan semua padaMu…

Tuhan, baru kusadar

Indah nikmat sehat itu

Tak pandai aku bersyukur

Kini kuharapkan cintaMu

Kata-kata cinta terucap indah

Mengalir berdzikir di kidung doaku

Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta air mataku

Teringat semua yang kau beri untukku

Ampuni khilaf dan salah selama ini

Ya Illahi…

Muhasabah cintaku…

Tuhan, kuatkan aku

Lindungiku dari putus asa

Jika ku harus mati

Pertemukan aku denganMu…

(Backsong : Muhasabah Cinta_Edcoustic)


Jakarta, RedZone, 291209_04:14

Aisya Avicenna

0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog