Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » USAH KAU LARA SENDIRI (NOstalgia RoMAntic….-Memory 1-)

USAH KAU LARA SENDIRI (NOstalgia RoMAntic….-Memory 1-)



Sahabat adalah pemenuhan kebutuhan jiwa.
Dialah ladang hati, yang ditaburi dengan kasih dan dituai dengan penuh rasa terima kasih.
Sahabat adalah naungan sejuk keteduhan hati dan api unggun kehangatan jiwa, karena akan dihampiri kala hati gersang kelaparan dan dicari saat jiwa mendamba kedamaian
Ketika ia menyampaikan pendapat, kalbu tak kuasa menghadang dengan bisikan kata “tidak”, dan tak pernah khawatir untuk menyembunyikan kata “ya”
Bilamana dia terdiam tanpa kata hati senantiasa mencari rahasianya

Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala fikiran, hasrat, dan keinginan terangkum bersama, menyimpan keutuhan dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Ketika tiba saat perpisahan janganlah ada duka, sebab yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan.
Seperti gunung yang nampak lebih agung dari padang dan ngarai.
Lenyapkan maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Karena cinta berpamrih yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya,
bukanlah cinta, tetapi sebuah jaring yang ditebarkan ke udara
hanya menangkap kekosongan semata

Persembahkan yang terindah bagi persahabatan. Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Karena persahabatan kan kehilangan makna jika mencarinya sekadar bersama guna membunuh waktu.
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu
Sahabat kan mengisi kekuranganmu bukan mengisi kekosonganmu.
Dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa kegirangan
Berbagi duka dan kesenangan
Karena dalam rintik lembut embun, hati manusia menghirup fajar yang terbangun dan kesegaran gairah kehidupan.
- Kahlil Gibran –

Betapa pentingnya arti dan kehadiran sahabat dalam kehidupan saya..mereka yang selalu ada di kala yang lain tiada, baik dalam keadaan suka ataupun duka…bahasa ekstrimnya, mereka adalah sosok yang rela dan ikhlas ‘pecah berantakan’ supaya saya ‘terkumpulkan selalu’…sahabat…ya, betapa saya sangat bersyukur dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang selalu ada di kala suka menyapa bahkan di saat sedih mendera…nungma sangat merindukan kalian semua…

Saya coba tulis kembali surat dari seorang “SAHABAT TERBAIK” saya semenjak SMP… Surat itu tertanggal : Sabtu, 21 Februari 2004, penggalan kalimat yang mampu membuat saya ‘bangkit dari kerapuhan’ kala itu…
“…temen-temen juga rindu sama kamu. Kamu yang SABAR ya!!! BE PATIENT!!! Ambil semua hikmah dan pelajaran dari setiap peristiwa yang telah terjadi. Allah tidak akan menimpakan sesuatu pada hambanya di luar kemampuan hambaNya…”
[Terima kasih sobat… untaian kalimat itu sungguh berarti!!! Nur Ast, luph you coz Allah…kita pernah menangis dan tertawa bersama, semoga Allah selalu melindungimu!!]



Ada lagi, penggalan sepucuk surat dari “Riris_Xi Bo” Juni 2004…
“….Apapun yang terjadi pada dirimu, aku akan selalu membantu dirimu. Bangkitkan semangat barumu, jangan ragu dan teruslah maju. Janganlah takut kau terjatuh, karena masih banyak orang yang selalu di sampingmu, menemanimu, dan selalu memberimu semangat hingga kau tak merasa sendiri. Kamu tidak sendirian, dik nung sayang…Tetaplah yakin pada diri sendiri dan kemampuanmu. Aku yakin kamu bisa. BUKTIKAN!!!...”
[Terima kasih Bo, terima kasih atas persahabatan kita…Alhamdulillah, Dik Nung dah berhasil membuktikannya!! Dik Nung juga sangat mencintaimu karna Allah…basket bareng lagi yukz!!! Hehe…kamu pelari hebat euy…kecil2 cabe rawit…^^v]

Ada lagi, penggalan sepucuk surat dari “Ifang”, 8 Juni 2004…
“Dear Norma, Aku seneng kamu dah sehat sekarang….aku salut banget sama kamu, kamu begitu tegar menghadapi cobaan, memang benar…’apa yang terjadi pada diri kita adalah yang terbaik untuk kita’. Aku malu sama kamu, aku selalu merasa kurang dari orang lain, apa yang diberikan-Nya untukku selalu kurang, padahal sesungguhnya Dia telah memberikan nikmat yang sungguh luar biasa kepadaku. Aku butuh belajar banyak padamu tentang hal ini. Semoga kamu bisa segera kembali ke SMA, tetep pinter, gaul, cerewet, rame, dll…moga kamu bisa adaptasi dengan temen-temen barumu tapi jangan lupa sama aku. KAMU ADALAH SAHABAT SEJATI!!!”
[Deg…trenyuh banget rasanya..terima kasih Ifang…kamu slalu bisa buat Dik Nung untuk selalu kuat dan tersenyum…Maaf, karna cuma 2 hari Dik Nung menjadi teman sebangkumu waktu kelas 2 SMA…di kelas 2.2 karna 22 hari harus menjalani perawatan intensif..duh, angka 2 menjadi angka bersejarah ni critanya…]

Terima kasih juga buat ‘Tiwung…kembaran ke-3 nya Supertwin, yang tidak bernorma dan beretika..’ hehe..istilah dari Babe tuh…terima kasih tiwung atas puisi dan surat2 mu…(semua masih Dik Nung simpan dengan rapi). Terima kasih juga buat Rina F, yang slalu bisa menguatkan dengan tingkah polahnya…(jadi inget MU…Manihot Utilissima saat PERPEGAK PRAMUKA dulu….!!^^v. souvenir dari Kamboja-nya mana jeng???)

Ada lagi surat yang saya temukan (sengaja saya bawa dari rumah ke kost…saya hanya ingin mengenang itu semua…”NOstalgia RoMAntic”), dari seorang sahabat yang ternyata setelah ditelusur kita masih ada hubungan saudara…hehehe…
“…Pasti deh..pasti kamu berkumpul lagi dengan kami semua di sini….Disini, kita slalu ngrinduin kamu. Insya Allah, kita selalu berdoa buatmu. Saat indah itu pasti kan hadir. Percayalah, Allah Maha Besar!!! Dia tahu apa yang kamu inginkan…”
“….Mungkin saat ini kau terjatuh…tapi cobalah tuk tersenyum…Mungkin ini yang terbaik dari Allah…KESEDIHANMU KESEDIHAN KAMI JUGA!!! Ber-KHUZNUDZON-lah sama Allah. Dialah Sang Adil….”[Fuady Aziz…Aa’Bushu].

Seolah mereka semua ingin menyanyikan sebuah sebua lagu persahabatan untuk diri ini…
Kulihat engkau diam…larut hening dalam sepi hatimu…
Kutahu engkau lelah, berat tuk melangkah…kemana arahmu…

Tenanglah tenang…aku di sampingmu slalu, ada menjagamu….
Tenanglah tenang…aku disisimu slalu, ada menuntunmu…
Pejamkan matamu, jangan pernah ragu..untuk melangkah
Raihlah semua angan dan mimpimu…inilah waktumu…!!!

Sandarkanlah, kepalamu di bahuku…menangislah…
(Back Song The Journey of “Kisah Putih Abu-Abu”!!!-Aku Disampingmu-)

Ini hanyalah sepenggal kisah terindah bersama sebagian kecil sahabat-sahabat terbaik saya…. Masih banyak kisah terindah bersama beberapa orang sahabat yang lain, dalam balutan cinta dalam untaian cerita bertabur kasih sayang…terangkum dalam 2 kata…”INDAHNYA UKHUWAH”!!!

(Sebelum Nungma merajut tali persahabatan dengan Gestin, Meutika, Nova, Risang, Joko, Deny, Timbul, Vida, Nurul, Maryama, Dita, Lilis, Nining, Irfani Latif, Anang, Ran, Lilik Mur, Lilik Suz, Yusti, Gatot,Harfi, Fitriana, Tri H, Vian, Luqman Nurdi, Ahmad, Adipa, Aly, Galih, Evi, Siti, dan semua sahabat-sahabat terbaik Nungma –maaf, Nung gak bisa nyebutin satu persatu, tapi yg jelas kalian semua sangat berharga-…. Terima kasih, telah menggoreskan kombinasi warna dalam kehidupan seorang Nungma…KEEP OUR FRIENDSHIP!!!)

Sebuah tembang yang melantun dari Winamp si Lepito…
(di saat Nungma merindukan semua sahabatnya…)

kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas kilau mata ingin berbagi cerita

kudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa ...

letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil 'tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
... menghadapinya ...

sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan
satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh

kudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa ...

letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil 'tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
... menghadapinya ...

letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil 'tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
... menghadapinya ...

tak hilang arah kita berjalan
... menghadapinya ...
(usah kau lara sendiri)

Selanjutnya, senandung nasyid yang selalu bisa menghadirkan beningan kristal di sudut-sudut bola mata ini…

UNTUKMU TEMAN (Brothers)
Disini…kita pernah bertemu…
Mencari warna seindah pelangi…
Ketika kau mengulurkan tangamu
Membawaku ke daerah yang baru
Dan hidupku kini ceria…
Kini dengarkanlah… dendangan lagu tanda ingatanku
Kepadamu, teman…agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu…
(untuk selamanya..)


Persahabatan bukan terletak pada banyaknya pertemuan
Bukan pula pada manisnya kata-kata
Tapi PERSAHABATAN terletak pada ingatan seseorang
terhadap sahabatnya sendiri dalam setiap doanya….

Terima kasih Ya Allah, atas semua ‘SKENARIO TERINDAH-MU….’

[Akhirnya saya bisa merampungkan tulisan ini….Zona Inspirasi Supertwin…7 Desember 2009, 22:33 WIB…NORMA = NOstalgia RoMAntic_memory 1]

-Keisya Avicenna-

0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog