Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » , , , , , , , , , , » Melipatgandakan Doa Saat Kumpul Bersama Keluarga

Melipatgandakan Doa Saat Kumpul Bersama Keluarga


 
KYDFENS makan bersama di Wonogiri
Alhamdulillah, Allah SWT telah memberikan begitu banyak kenikmatan dalam hidup saya. Salah satunya, berada di tengah-tengah keluarga besar yang sangat menyayangi saya.

Ada keluarga Wonogiri karena saya lahir di Wonogiri, keluarga Klaten karena saya menikah dengan putra asli Klaten, dan keluarga Semarang karena saya tinggal di Semarang. Hihihi, sebenarnya masih banyak keluarga lain dari berbagai pulau. Namun, dalam postingan kali ini saya akan menceritakan kebersamaan saya dengan keluarga Wonogiri dan keluarga Klaten.

Keluarga Wonogiri
“Bahagia itu sederhana, temukan jalan pulang dan kumpul dengan keluarga tersayang. Salah satu kalimat di iklan masyarakat yang terpampang di baliho saat memasuki Kabupaten Semarang. Ya, betul sekali! Setelah sekian tahun tumbuh dan besar dalam lingkungan keluarga, lalu setelah dewasa ‘hijrah’ untuk membuka lembar kehidupan yang baru, tentu saja aktivitas pulang dan kumpul keluarga tersayang selalu jadi momen yang sangat dirindukan.

Setelah menikah, saya sempat ikut suami tinggal di Bogor selama tiga bulan. Setelah memutuskan resign, suami mengajak saya untuk tinggal di Kota Semarang karena keluarga besar suami (3 kakaknya) tinggal di Semarang. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, karena saya merasa lebih cocok tinggal di lingkungan Jawa Tengah.

Paling tidak minimal satu bulan sekali saya dan suami pulang ke Klaten sekaligus Wonogiri. Karena dari rumah bumer (ibu mertua) di Klaten ke rumah saya Wonogiri ada jalan pintas. Kurang lebih satu jam naik motor sampai ke Wonogiri.

Keluarga Wonogiri kita beri nama KYDFENS, singkatan dari Kadri-Yati-Dhody-Febri-Etika-Norma-Sis. Biasanya bisa kumpul lengkap kalau Lebaran, itupun kalau Kak Thicko dan Kak Febri pas jadwalnya tidak Lebaran di Lahat, Sum-Sel. Banyak momen istimewa saat kami berkumpul. Biasanya kita jalan-jalan, piknik bersama, pergi ke rumah simbah di Nawangan, makan-makan bersama. Pokoknya super seru! Apalagi, kami tergolong keluarga super konyol yang selalu penuh canda tawa. Maklum, Babe itu pensiunan PNS yang hobi melawak dan pernah mendapatkan juara 3 lomba “guyon maton” (nglawak) tingkat Kabupaten Wonogiri. Kalau jaman dulu udah ada stand up comedy, mungkin Babe bisa ikutan. Hihihi.

Saat Lebaran ngumpul dengan Keluarga Nawangan
Babe, Ibuk, dan Mas Dhody tinggal di Wonogiri. Mas Dhody belum menikah, doain ya semoga segera ketemu jodohnya yang cantik hatinya dan shalihah. Aamiiin. Kak Thicko dan Kak Febri sekarang tinggal di Depok. Jadi, momen ngumpul-ngumpul bareng selalu kami rindukan. Insya Allah, Mei nanti kita akan ngumpul bareng lagi. Uhuy… Untuk mengobati rasa kangen, kita pun bikin grup Whatsapp (WA). Setidaknya, jauh di mata namun selalu dekat dalam doa.

KYDFENS piknik di Pantai Pacitan. Seruuu!

Keluarga Klaten
Alhamdulillah, saya bisa diterima dengan sangat baik dan menjadi bagian dari keluarga yang sangat kompak dalam banyak hal. Memiliki suami sholeh yang sangat mencintai keluarganya adalah harta tak ternilai dalam hidup saya. Suami adalah anak bungsu dari 5 bersaudara. Dari keluarga suami, saya sekarang jadi tante dengan buanyak ponakan. Bahkan ada 2 ponakan (anak pertama dan kedua dari kakak pertama) yang sekarang ikut tinggal bersama kami di Semarang. Anak pertama kerja sebagai perawat di RSI Sultan Agung dan yang kedua kuliah.

Tante imut dengan ponakan-ponakannya. 11-12, kaaan? hehehe

Dari 5 bersaudara itu, 4 diantaranya tinggal di Semarang. Hanya kakak pertama yang tinggal di Klaten, tepatnya di Desa Jerukan, Kecamatan Bayat. Biasanya kita ngumpul-ngumpul bersama di Klaten saat liburan panjang, Lebaran, Idul Adha, saat ada kerabat yang menikah atau saat ada saudara yang meninggal dunia. Seperti dengan Keluarga Wonogiri, kami pun membuat grup WA.

Saat Idul Adha, kurban sapi bersama

Banyak keseruan yang terjadi saat momen kumpul bersama. Apalagi ada dua ponakan masih balita yang lagi lucu-lucunya. Kita pun sangat kompak untuk saling membantu satu dengan yang lainnya. Alhamdulillah, sampai detik ini tidak pernah ada konflik di antara kami, semoga rukun dan adem ayem hingga seterusnya.
 
Dinneromantis bersama suami, ponakan-ponakan, dan kakak-kakak ipar


Saat berkumpul bersama keluarga adalah saat yang sangat istimewa. Saya sendiri merasakan, di situlah saya belajar untuk lebih mensyukuri nikmat Allah SWT yang begitu luar biasa. Di luar sana, masih banyak orang yang hidup sebatang kara, bahkan tidak punya tempat tinggal yang layak untuk ditempati. Ada juga yang harus bertahun-tahun terpisah dengan keluarganya karena tuntutan pekerjaan atau realitas kehidupan yang memang harus mereka jalani. Saya pun bisa memompa semangat untuk terus memperbaiki diri.

Selain itu, saat berkumpul bersama keluarga menjadi saat istimewa bagi saya untuk melipatgandakan doa. Ya, saya sering mendapatkan pertanyaan, “kapan punya momongan?” Jujur, saya sendiri pun tidak bisa menjawabnya. Itu wilayah kerja Allah. Sebagai manusia, saya hanya mampu melaksanakan titah-Nya dengan sebaik-baiknya, dengan terus ikhtiar (usaha) diiring doa yang tak pernah putus, dan diakhiri tawakal. Impian terbesar saya itu (punya anak shalih dan shalihah), selalu saya sampaikan saat kumpul-kumpul dengan keluarga besar. Saya minta didoakan. Karena bisa jadi, doa orang lain untuk kita justru yang lebih mustajab dan dikabulkan oleh-Nya. Sahabat Blogger, doakan saya juga, ya! ^_^

Okey, mungkin ini sedikit cerita saya. Manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya ketika berkumpul bersama keluarga. Dokumentasikan semuanya dengan istimewa, penuh cinta…

[Keisya Avicenna, 30 Maret 2016]
Day#3 One Day One Post FUN BLOGGING


5 komentar:

Shinta said...

saya doakan juga mba *eh *minta apaaa qiqiqi

saya suka kumpul keluarga karena bagian dari silaturahmi. Abis silaturahmi, adaa aja rejeki ^^

Ika Puspitasari said...

Paling seneng itu kalo sudah ngumpul bareng keluarga besar...bisa ketawa-ketiwi..seru-seruan..
aah jadi kangen ngumpul lagi :D

Jarwadi said...

rupanya keluarga besarnya di wonogiri, ini berarti bersebelahan dengan kampung halaman keluarga kami di gunungkidul, hehe

Arina Mabruroh said...

Seru itu memang kalau pulang kampung dan ketemu keluarga besar :)

prana ningrum said...

aslinya dari klaten ya mbak...wiih buku2nya udah buanyak...kpn ya aku nerbitin buku ?

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog