Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » MELATI [14]: "DIALOG TANPA NARASI"

MELATI [14]: "DIALOG TANPA NARASI"


by Norma Keisya Avicenna on Saturday, August 4, 2012 at 8:47am ·
Ade: “Pagi yang berkabut seperti mengisyaratkan sesuatu padaku, Wan?”

Wawan: “Maksudmu?”

Ade: “Hatiku beku. Dingin. Aku masih bingung memutuskan arah jalan hidupku. Selayaknya kabut pagi yang menjelma embun tapi tak berlangsung lama tatkala sang mentari menguapkannya. Aku benci dengan keadaanku, Wan! Semua yang ingin kumiliki, dalam sekejap sirna. Semuanya kandas tanpa sempat aku mencicipi manisnya.”

Wawan: “Ah, puitis banget kau, De! Yang sabar to, De! Hidup di dunia cuma sekali, jangan dibikin susah!”

Ade: “Tapi, Wan…kerja kerasku kurang apa coba? Sholat juga gak pernah telat, sedekah juga gak pernah lupa, puasa sunah juga sering kulakoni. Tuhan kan Maha Adil. Namun, kenyataannya? Kenapa seperti ini? Aku jadi ragu!”

Wawan: “Hush, ngomong apa kamu, De! Istighfar… Mungkin karena masih ada yang mengganjal di hatimu. Hingga kamu menjalaninya gak totalitas. Kurang ikhlas…”

[Keisya Avicenna, tulisan sampah yang belum sempat didaur ulang… lembar ke-14 Ramadhan. Kagak sempet upload kemarin karena net nya lemot]

0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog