Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » MELATI [15]: “KETIKA CINTA BERSEMI DI UNPAD”

MELATI [15]: “KETIKA CINTA BERSEMI DI UNPAD”

by Norma Keisya Avicenna on Sunday, August 5, 2012 at 5:02am ·
Melupakan sesuatu hal yang telah melekat sebelumnya dalam jangka waktu yang relatif lama ternyata tidak mudah. Pikiran ini rasanya tak pernah berhenti untuk mengenang, mengingat ataupun membayangkan masa-masa indah yang pernah terpatri bersama hal itu.

Hati pun serasa tercabik kala ada keinginan untuk kembali. Antara mengiyakan atau tetap pada pendirian. Antara keinginan sebenarnya, dan cita-cita yang harus ditempuh dengan jalan yang berbeda, menjadi satu dalam jelaga yang tak kan pernah kering. Tapi aku tidak seperti itu, hatiku pun tak pernah merasakan hal demikian. Aku bahagia mengenal mereka. Aku bersyukur menjadi bagian dari hidup mereka. Entah mereka merasakan hal yang sama ataukah tidak, tapi inilah aku yang begitu “beruntung” mendapatkan amanah tuk menjalani peran dari skenario terindah yang telah dituliskan-Nya untukku…

Ada sebuah kisah terhampar begitu manis mewarnai satu dari sekian hari Ramadhanku…

Hari Kamis silam, ada presentasi pengajar SD di GO 1 (GO Kerdukepik). Tapi, karena penilai presentasinya adalah Kabag Wilayah II (Bu RL) yang notabene sudah sering melihat aku presentasi (saat masih mengajar di GO Solo), akhirnya sesi presentasi pun diganti dengan diskusi bersama, bertukar pikiran untuk kemajuan GO Wonogiri ke depan khususnya SD. Asyik dah…

Jumat kemarin adalah hari keduaku mengajar di GO Wonogiri, lebih tepatnya di GO 2 (GO Pokoh). Alhamdulillah, ntah harus dengan apa diri ini bersyukur, yang jelas kepindahan ke GO Wonogiri memberikan banyak sekali nuansa baru, nuansa yang berbeda, dan nuansa yang semakin penuh cinta. Bagaimana tidak? Baru pertama kali masuk, banyak sekali yang sudah kenal. Mulai dari Customer Service, bagian operasional, beberapa pengajar SD dan juga pengajar SMP-SMA. Di GO tuh jadi kayak ajang reuni. Alhamdulillah, inilah salah satu bagian yang benar-benar harus aku syukuri.

Jadwal hari Jum’at aku mendapatkan jadwal untuk mengajar di kelas 5 SDR 102. Mengajar materi IPA dan Bahasa Indonesia. Jam 14.10 aku sudah sampai di GO dan masih sempat ngobrol dengan para pengajar SMP-SMA yang kebanyakan teman masa remajaku dulu (episode SMP-SMA). Hihi… Ada juga pengajar SD yang dulu adik kelas SMA, masih ingat aku karena aku dan mbak thicko adalah “si kembar yang unik” waktu SMA dulu (toeeeng…).

Jam 14.30 bel tanda masuk pun berbunyi. Teriring langkah mantap dan seperti biasa membawa “tas mbolang”ku (belum sreg kalau pakai tas ‘cantik’ khas ibu-ibu. Hehe), aku pun memasuki kelas. Asyiiik, ketemu wajah-wajah baru yang sangat mendamaikan. Inilah salah satu bagian terindah yang selalu aku rasakan. Bertemu anak-anak, menyelami dunia mereka, belajar dan bermain bersama mereka, memahami karakter mereka, dan masih banyak lagi. Ada kepuasan tersendiri yang mungkin tidak mampu dirasakan oleh sebagian orang.

Pelajaran pertama aku menyampaikan materi IPA. Dengan metode penyampaian khas “Bu NM”. Alhamdulillah, IPA adalah “Ilmu Paling Asyik”. So, belajar pun asyik-asyik aja. Ada 9 siswa di kelas itu. Lucu-lucu banget deh! Menemani antusiasme mereka dalam belajar menjadi sebuah kebahagiaan yang sulit diterjemahkan lewat kata-kata. Aku langsung menghafal nama mereka. Ada Rio, si tembem yang humoris. Azhar yang tak prediksi kelak bakal jadi penghafal Qur’an –sosok ikhwan junior-, Aulia yang pemalu, Novan yang cerdas dan bercita-cita jadi polisi, Roni dengan tipe belajar kinestetik “semau gue” tapi “cerdas”. Ada jugaVian yang penuh percaya diri, Agnes yang manis dan gemar membaca, Doni calon orator ulung dan terakhir Rama sosok bocah cerdas, pemberani, dan calon dokter. Wow! Mereka adalah asset berharga bangsa ini. Kalau bukan kita yang menanamkan karakter positif dan mentalitas pemenang dari sekarang, siapa lagi? kapan lagi? (catatan untuk para “guru”).

Pada sesi pertama, aku ngasih break “konsentrasi” dan “tebak-tebakan unyu”. Gelak tawa pun semakin menghangatkan suasana dan kita menjadi lebih akrab dari sebelumnya. Inilah salah satu komitmenku untuk “mengajar dengan hati”. Ya, dari hati semoga sampai juga ke hati…

Sesi kedua adalah sesi yang luar biasa menurutku. Bahasa Indonesia. Sebelum pelajaran dimulai, aku mengajukan pertanyaan:
  1. 1.     Siapa yang punya hobi membaca?
  2. 2.     Siapa yang suka menulis dan mengarang cerita?

Pertanyaan pertama hanya 4 anak yang angkat tangan: Agnes, Novan, Azhar, dan Rama. Pertanyaan kedua hanya Agnes yang angkat tangan. Agnes bilang kalau dia suka membaca buku KKPK di perpustakaan sekolah dan kadang suka nulis cerita. Wow, luar biasa sekali kau, Nak! Sedangkan anak-anak yang lain kebanyakan ketika aku tanya, “Hm…hayo, pasti lebih suka main game ya?” Mereka pun mengangguk sambil tersenyum. Hahaha…skak mat!

Sesi kali ini kita sampai di bab menyusun gambar rumpang kemudian belajar membuat ide pokok dari tiap gambar dan membuat sebuah cerita dari gambar yang telah disusun sebelumnya. Ada dua soal yang harus mereka kerjakan. Soal pertama masih aku tuntun dan ajari bagaimana caranya, setelah selesai setiap siswa aku minta membaca karyanya satu per satu. Hasilnya masih standar, tapi sudah keren lah!

Soal nomor dua, Bu NM pun beraksi menularkan virus “Creative Writing for Kids”. Hihi… Semua alat tulis diletakkan dulu, saatnya semua fokus. Kita ngapain sekarang? Senam otak. Hehe. Mulailah aku beraksi membuat mereka “remphong” dengan permainan olahraga jari yang bertujuan menyeimbangkan otak kanan dan kiri serta agar lebih fresh. Kalau ingin muridnya semangat, gurunya harus punya semangat yang jauh lebih luar biasa (baca: ugal-ugalan.hihi). Kemudian, satu menit aku minta mereka (setelah menyusun dan melihat gambar/ teknik visualisasi) untuk memikirkan kira-kira apa yang nanti akan ditulis. Selanjutnya, lima menit untuk menulis apapun yang ada di pikiran mereka. Asyiiik… dan hasilnya? Kata-kata mereka jauh lebih tertata dan ceritanya pun lebih variatif. Salut!

Kelas pun usai dengan sangat membahagiakan. Happy Ending lah… Dan inilah yang kusebut “KETIKA CINTA BERSEMI DI UNPAD…” karena saat itu kita belajar di kelas UNPAD. Uhuy, I love u all my lovely student!

[Keisya Avicenna, lembar ke-15 Ramadhan…*seharusnya diupload kemarin…]

0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog