Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Selamat Datang di Ruang Karya Keisya Avicenna... ^___^ Terima kasih atas kunjungannya... Semoga bermanfaat!

Jejak-Jejak Karya

Jejak-Jejak Karya

Langganan Tulisan dari Blog ini yuk!

My Blue Bird

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Waktu adalah Pedang


Home » » SEMERAH MAWAR

SEMERAH MAWAR

Mawar tak pernah berdusta dengan apa yang ditampilkannya. Ia tak memilikiwarna di balik warna merahnya. Ia juga tak pernah menyimpan warna lain untukberbagai keadaannya, apapun kondisinya, panas, hujan, terik ataupun badaiyang datang ia tetap merah. Kemanapun dan dimanapun ditemukan, mawar selalumerah (yang saya maksud di sini MAWAR MERAH lho => saya kan suka warna merah.. =)). Merah, bersih, indah berseri di taman yang asri.
Pada debu ia tak marah, meski jutaan butir menghinggapinya.

Pada angin ia menyapa, berharap sepoinya membawa serta debu-debu itu agar ia tetap merah merona.Karenanya, mawar ikut bergoyang saat hembusan angin menerpa. Ke kanan ia ikut, ke kiri iapun ikut. Namun ia tetap teguh pada pendiriannya, karenakemanapun ia mengikuti arah angin, ia akan segera kembali pada tangkainya.

Pada hujan ia menangis, agar tak terlihat matanya meneteskan air di antararibuan air yang menghujani tubuhnya. Agar siapapun tak pernah melihatnya bersedih, karena saat hujan berhenti menyirami, bersamaan itu pula air darisudut matanya yang bening itu tak lagi menetes. Sesungguhnya, ia senantiasa berharap hujan kan selalu datang, karena hanya hujan yang mau memahamisetiap tetes air matanya. Bersama hujan ia bisa menangis sekeras-kerasnya,untuk mengadu, saling menumpahkan air mata dan merasakan setiap kegetiran.Karena juga, hanya hujan yang selama ini berempati terhadap semua rasa danasanya. Tetapi, pada hujan juga ia mendapati keteduhan, dengan airnya yangsejuk.

Pada tangkai ia bersandar, dengan duri yang melindungi dirinya, agar tetap meneguhkan kedudukannya, memberikan kekuatan dalam menjalani kewajibannya,menserikan alam. Agar kelak, apapun cobaan yang datang, ia dengan sabar dansuka cita merasai, bahkan menikmatinya sebagai bagian dari cinta dan kasih Sang Pencipta. Bukankah tak ada cinta tanpa pengorbanan? Adakah kasih sayangtanpa cobaan?

Pada dedaunan ia berkaca, semoga tak mengubah warna hijaunya. Karena denganhijau daun itu, ia tetap sadar sebagai mawar harus tetap berwarna merah.Jika daun itu tak lagi hijau, atau luruh oleh waktu, kepada siapa ia harusmeminta koreksi atas cela dan noda yang seringkali membuatnya tak lagimerah?

Pada bunga lain ia bersahabat. Bersama bahu membahu menserikan alam, tak adapersaingan, tak ada perlombaan menjadi yang tercantik, karena masing-masingmemahami tugas dan peranannya. Tak pernah mawar iri menjadi melati, dahlia,anggrek atau lili, begitu juga sebaliknya. Tak terpikir mawar berkeinginanmenjadi yang lain.

Pada matahari ia memohon, tetap berkunjung di setiap pagi mencurahkansinarnya yang menghangatkan. Agar hangatnya membaluri setiap sel tubuh yangtelah beku oleh pekatnya malam. Sinarnya yang menceriakan, bias hangatnyayang memecah kebekuan, seolah membuat mawar merekah dan segar di setiappagi. Terpaan sinar mentari, memantulkan cahaya kehidupan yang penuh gairah,pertanda mawar siap mengarungi hidup, setidaknya untuk satu hari ini hingga menunggu mentari esok kembali bertandang.

Pada alam ia berbagi, menebar aroma semerbak mewangi nan menyejukkan setiapjiwa yang bersamanya. Indah menghiasi semua taman yang disinggahinya,mawar tak pernah terlupakan untuk disertakan. Atas nama cinta dan keridhoan Pemiliknya, ia senantiasa berharap tumbuhnya tunas-tunas mawar baru, agarkelak meneruskan perannya sebagai bunga yang merah. Yang tetap berseridi semua suasana alam.

Pada unggas ia berteriak, terombang-ambing menghindari paruhnya agar taksegera pupus. Mencari selamat dari cakar-cakar yang merusak keindahannya,yang mungkin merobek layarnya dan juga menggores luka di merahnya.

Dan pada akhirnya, pada Sang Pemilik Alam ia meminta, agar dibimbing dandilindungi selama ia diberikan kesempatan untuk melakoni setiap perannya.Agar dalam berperan menjadi merah, tetap diteguhkan pada warna aslinya,tidak membiarkan apapun merubah warnanya hingga masanyamempertanggungjawabkan semua waktu, peran, tugas dan tanggungjawabnya. Jikapada masanya ia harus jatuh, luruh ke tanah, ia tetap sebagai mawar,semerah mawar. Dan orang memandangnya juga seperti mawar.


141109_06:31
MAWAR!!!
M = Meaningfull, A = Action, W = Workaholic, A = Accountable, R = Risk taker
My inspiration today
I like RED, so I like ROSE!!!

Hari ini akan menjadi hari yang BERSEJARAH!!!Kubuktikan MERAHku!!! :D
(^^ lagi pake baju merah soalnya ^^)

0 komentar:

Pencarian

Popular Posts

Arsip Blog